Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) Dan Pemanfaatan Sumber Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik Retyana Wahrini; Labusab; Elfira Makmur
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v3i2.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif STAD terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengendali daya tegangan rendah di SMKN 1 Sedayu Yogyakarta, (2) pemanfaatan sumber belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengendali daya tegangan rendah di SMKN 1 Sedayu Yogyakarta, dan (3) persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif STAD dan pemanfaatan sumber belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran pengendali daya tegangan rendah di SMKN 1 Sedayu Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post Facto yang dilakukan di SMKN 1 Sedayu Program Keahlian TITL. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian TITL dengan populasi sebanyak 105 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Validitas instrumen penelitian ini melalui expert judgement kepada dosen ahli sedangkan reliabilitas instrumen diketahui dengan rumus alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif STAD tergolong sangat baik; (2) Pemanfaatan sumber belajar tergolong sangat baik; (3) Hasil belajar siswa Program Keahlian TITL di SMKN 1 Sedayu Yogyakarta yang telah mencapai nilai KKM sebanyak 40%, dan siswa yang belum mencapai nilai KKM 60%.; (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif STAD terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan dengan Y= 29,798 + 0,540X1 dengan kontribusi sebesar 48,6%.; (5) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pemanfaatan sumber belajar terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan dengan Y = 41,637+0,367X2 dengan kontribusi sebesar 28,7%; (6) Terdapat pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif STAD dan pemanfaatan sumber belajar terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan dengan Y=30,028 + 0,570 X1-0,034 X2 dengan kontribusi sebesar 48,7%
Evaluasi Pembelajaran Melalui Implementasi Game Edukasi Quizizz Pada Perkuliahan Hilda Ashari; Elfira Makmur
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 3, September (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i3.3085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan game edukasi melalui Quizizz dalam evaluasi pembelajaran pada mata kuliah Profesi Kependidikan di Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian dilakukan melalui mixed-method dalam mengumpulkan data dari mahasiswa selama satu semester yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari hasil ujian tengah semester dan ujian akhir semester yang dianalisis dengan menggunakan Uji-T dan hasil kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa. Metode penelitian yang dilakukan untuk menganalisis kemampuan dan pengalaman mahasiswa terhadap penggunaan game edukasi melalui Quizizz pada mata kuliah profesi kependidikan. Perolehan data kualitatif dilakukan melalui hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa pada akhir semester. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi melalui Quizizz memberikan dampak positif terhadap motivasi dan prestasi belajar mahasiswa di kelas melalui perkuliahan blended learning. Kegiatan belajar mengajar menjadi lebih interaktif, inovatif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Mahasiswa di dalam kelas tidak hanya mendengarkan materi dari dosen tetapi juga mampu berinteraksi dengan baik dalam proses perkuliahan antara dosen dengan mahasiswa maupun antar sesama mahasiswa melalui aktivitas game edukasi yang diterapkan untuk mendukung evaluasi pembelajaran. Penggunaan penilaian berbasis game edukasi melalui Quizizz sangat membantu para dosen dalam merancang soal yang menarik dalam evaluasi pembelajaran di kelas. Melalui game Quizizz ini juga penilaian dapat langsung diketahui oleh mahasiswa dan dosen karena langsung menampilkan hasil dari ujian yang telah dilaksanakan sehingga penilaian mampu transparan dan berjalan secara efektif dan efisien.
IMPLEMENTASI LEAN SIX SIGMA DI ERA INDUSTRI 4.0: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nadirah Nurul Magfirah Dara; Elfira Makmur
Indonesian Journal of Vocational Education Research Volume 1, Issue 1, Juli 2026
Publisher : Instrudigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67982/ijover.v1i1.27

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Industri 4.0 mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi agar mampu bersaing secara global. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Lean Six Sigma, yaitu kombinasi antara konsep Lean Manufacturing yang berfokus pada pengurangan pemborosan (waste) dan Six Sigma yang berorientasi pada peningkatan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Lean Six Sigma di era Industri 4.0 menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan berbagai artikel ilmiah dari beberapa database seperti Google Scholar, ScienceDirect, Springer, dan IEEE Xplore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Lean Six Sigma dengan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data Analytics mampu meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi defect produk, serta mempercepat proses pengambilan keputusan. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti tingginya biaya investasi teknologi, keterbatasan sumber daya manusia, dan resistensi terhadap perubahan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan kesiapan teknologi agar implementasi Lean Six Sigma dapat berjalan secara optimal.