Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Physicochemical Quality of Oyster Mushroom for Functional Food Helmi Haris; Ridwan Rachmat; Tiana Fitrilia; Ahmad Syarbaini; Amar Ma’ruf; Dede Djuanda; Dian Histifarina; Bagem Sembiring
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 4 (2023): December 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i4.818-830

Abstract

This article presents studies on the physicochemical quality of oyster mushrooms grown within a housing and controlled by the Internet of Things (IoT). The goals of this study were to assess (1) the impact of indoor air quality on the growth and quality of mushrooms and (2) the antioxidant content of oyster mushrooms. In this study, the air temperature and humidity of oyster mushroom house per unit time was recorded and controlled automatically by an IoT system. Additionally, their physicochemical and microbiological quality were evaluated using physico-analytical instruments, and the potency of their ergothioneine (EGT) content was investigated using the HPLC method. The temperature of the air inside was between 29 and 35 °C, and the relative humidity was between 60% and 90%. The average texture of mushroom is soft.  The average length, width, and height of the fresh mushroom were 41.5 mm, 60.0 mm, and 29.5 mm, respectively. The microbiological test confirmed that there was no salmonella infection in the collected mushrooms. The button-stage mushrooms have less total fungus than the bloom-stage mushrooms. The extraction standard method employs an EGT content of 0.674 mg/g as determined by chromatography data analysis. The oyster mushrooms can be consumed as a healthy meal, and the study of EGT showed also very prospective as one of immunotherapeutic food. Keywords: Ergothioneine, Fibre-reinforced plastic house, Internet of think, Oyster mushrooms
Pembuatan Label Indikator Ekstrak Secang (Caelsapinia sappan L.) Menggunakan Carrier Jenis Kitosan, Pati, dan Kertas Kurniawan, Muhammad Fakih; Fitrilia, Tiana; Nacing, Nursyawal; Chosida, Hikmah Nur
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.12766

Abstract

Ekstrak secang mengandung senyawa bazilein yang berpotensi sebagai label indikator karena sensitif terhadap perubahan pH. Jenis carrier berpengaruh terhadap kualitas label indikator. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis carrier terbaik untuk label indikator ekstrak secang. Penelitian ini mengunakan tiga jenis carrier (kitosan, kertas, dan pati). Parameter uji meliputi respon label terhadap NaOH dan NH3, ketebalan, kadar air, dan stabilitas warna label selama penyimpanan. Data dianalisis dengan ANOVA dengan taraf nyata 5%. Ekstrak secang yang dihasilkan memiliki warna kuning dan nilai pH 5. Respon label indikator terhadap NaOH dan uap NH3 untuk jenis carrier kertas dan pati lebih baik daripada carrier kitosan dengan perubahan warna kuning menjadi merah. Uji stabilitas ketebalan didapatkan carrier kitosan dan kertas lebih stabil daripada pati. Kadar air label dengan carrier kertas didapatkan paling rendah yaitu berkisar 3,65% sampai 5,60%. Jenis carrier kertas memiliki stabiltas warna paling baik selama penyimpanan lima hari pada suhu ruang.
Karakteristik Kimia dan Sensori Marmalade Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) dengan Penambahan Sari Mangga Harum Manis (Magnifera indica L) Anisyah, Yuni Nur; Kusumaningrum, Intan; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13180

Abstract

Marmalade merupakan makanan semi padat yang terbuat dari sari buah jeruk sebagai bahan utamanya dengan tambahan sukrosa, pektin, asam serta potongan kulit jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan sari buah mangga terhadap karakteristik marmalade jeruk pontianak terhadap mutu kimia, sensori dan hedonik. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial satu faktor dengan 4 taraf perlakuan yaitu (100% ; 0%), (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%) dengan ulangan sebanyak dua kali. Analisis produk meliputi kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total padatan terlarut, dan derajat keasaman (pH). Marmalade jeruk pontianak dan sari buah mangga yang terpilih dengan perbandingan sari jeruk pontianak 50% dan sari buah mangga 50% dengan kandungan kimia meliputi ototal padatan terlarut 67,20% , dengan kadar air 28,59%, kadar abu 0,23%, pH 3,66 dan kadar vitamin C 49,28 mg/100 g. Hasil uji mutu sensori produk terpilih yang didapatkan berupa warna yang mengarah ke kuning keorenan, aroma mengarah ke tercium jeruk pontianak dan buah mangga, rasa ke manis dan asam, aftertaste mengarah ke tidak pahit, tekstur mengarah ke lembut dan daya mudah dioles. Uji hedonik produk terpilih yang didapatkan dari semua parameter mengarah kearah disukai.
Karakteristik Fisikokimia Tepung Kulit Pisang Raja Nangka (Musa acuminata x Musa balbisiana) dengan Perbedaan Variasi Lama Perendaman Menggunakan Natrium Metabisulfit Ramdani; Tiana Fitrilia; Kurniawan, Muhammad Fakih
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13307

Abstract

Limbah kulit pisang raja nangka merupakan hasil samping buah pisang yang masih jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Tepung kulit pisang merupakan hasil pengolahan limbah kulit pisang menjadi produk tepung yang banyak digunakan pada bahan baku industri pangan olahan industri kue dan roti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kulit pisang raja nangka menggunakan larutan natrium metabisulfit terhadap rendemen, proksimat, dan derajat putih tepung yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu lama perendaman dengan tiga taraf perlakuan yaitu 0, 20, dan 25 menit. Data hasil uji analisis secara statistik menggunakan uji sidik ragam ANOVA dengan uji lanjut Duncan. Perbedaan lama perendaman kulit pisang raja nangka menggunakan larutan natrium metabisulfit berpengaruh terhadap parameter uji rendemen, kadar air, protein dan karakteristik deraja putih dimana perlakuan perendaman terbaik didapatkan 25 menit dengan hasil rendemen 16,6%, kadar air 10,17%, protein 9,24%, dan derajat putih 5,77%
Karakteristik Kimia dan Sifat Sensori Teh Celup Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) dengan Penambahan Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Elviana, Ratu Adis; Fitrilia, Tiana; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13323

Abstract

Teh celup bunga kecombrang dengan penambahan daun stevia merupakan bentuk pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai bahan pembuatan teh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan konsentrasi kecombrang dan daun stevia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, dimana faktor yang digunakan yaitu pengaruh konsentrasi bunga kecombrang : konsentrasi daun stevia dengan 3 taraf perlakuan yaitu (90:10) , (80:20) , (70:30) dan 2 kali ulangan. Analisis produk meliputi uji kadar polifenol, uji kadar air, uji kadar abu dan uji organoleptik meliputi parameter after taste, aroma, rasa, warna dan overall. Penentuan produk terpilih didasarkan pada uji kimia dan organoleptik (sensori dan hedonik). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi bunga kecombrang 70 : 30 konsentrasi daun stevia menghasilkan kadar polifenol tertinggi sebesar 30,00 mg GAE/g. Hasil uji kadar air dan kadar abu tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan, nilai kadar air teh celup bunga kecombrang berkisar 12,00%-13,00% sedangkan nilai kadar abu pada teh berkisar 7,10%-8,20%. Pada uji organoleptik (sensori dan hedonik) teh celup bunga kecombrang memberikan pengaruh nyata pada setiap perlakuan. Produk terpilih teh celup bunga kecombrang pada konsentrasi 70% bunga kecombrang dan 30% daun stevia menghasilkan aktivitas antioksidan dengan rata-rata 34,58%.
Karakteristik Fisiko Kimia dan sensori Roti Bun dengan Penggunaan Ragi Alami Mentimun (Cucumis sativa L) Permana, Algiffari Aryansyah; Fitrilia, Tiana; Nurlaela, Raden Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13439

Abstract

Perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, sourdough dari ragi alami dapat digunakan untuk pembuatan roti. Ragi ini bisa digunakan dalam memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti sayuran, serealia dan buah-buahan, Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan mentimun sebagai ragi alami dalam pembuatan roti bun, Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor  yang merupakan konsentrasi sourdough ragi alami mentimun yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 20%, 30% dan 40%., masing masing perlakuan 2 kali ulangan. Analisa data yang digunakan adalah ANOVA dengan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95%. Analisa data yang digunakan meliputi analisis mutu sensori, hedonik dan uji kimia (kadar air dan kadar abu) untuk menentukan produk terpilih yang sesuai dengan standar mutu SNI, kemudian dilakukan uji kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar kalori pada produk terpilih. Produk terpilih yaitu roti bun dengan penambahan konsentrasi ragi alami mentimun 40% yang memiliki mutu warna kecoklatan, rasa khas ragi alami mentimun, aroma tercium khas ragi alami mentimun, volume pengembangan roti bun mengembang, keseragaman pori roti bun seragam. Kemudian, roti bun ini memiliki nilai daya kembang terbaik dengan rata-rata tinggi 1.6cm dan lebar 1.7cm, kadar air 6,65%, kadar abu 1,58%.  Hasil uji kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar kalori pada produk terpilih menghasilkan kadar kalori 50,76 kkal/100g.
Deskripsi Atribut Sensori Tiga Jenis Kopi (Arabika, Robusta, dan Liberika) Asal Indonesia dan Hasil Cupping Score Qisthina, Dalilah; Muhammad Fakih Kurniawan; Tiana Fitrilia
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14611

Abstract

Di negara Indonesia terdapat tiga spesies kopi yaitu kopi arabika, robusta, dan liberika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dari masing-maisng kopi dan menentukan total score pada masing-masing seduhan kopi sangrai medium liberika, arabika, dan robusta. Metode analisis deskripsi menggunakan Forum Group Discussion (FGD) dan metode cupping score menggunakan standar Specialty Coffee Association of America (SCAA) untuk arabika dan Fine Robusta Standards and Protocols untuk robusta dan liberika. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil deskripsi atribut yaitu kopi arabika seperti aroma kacang dan teh hitam, rasa pahitnya sedang namun didominasi asam yang tinggi. Kopi robusta seperti aroma sirup jagung dan karamel, rasa pahit tinggi namun asam rendah. Kopi liberika seperti aroma nangka dan karamel, rasa pahit sedang namun didominasi rasa manis. Ketiga jenis kopi memiliki rasa yang balance pada atribut flavor, acidity, body, dan aftertaste. Hasil cupping test didapatkan skor untuk seduhan kopi arabika 79,25; kopi robusta 79,25; dan kopi liberika 79,5. Skor tersebut menunjukkan bahwa seduhan kopi arabika, seduhan kopi robusta, dan liberika termasuk ke dalam kelompok very good.
Karakteristik Kimia dan Sensori Kecap Manis Air Kelapa (Cocos nucifera) dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau Putri Cantika, Aini; Hutami, Rosy; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.14837

Abstract

Kecap merupakan bahan penyedap atau bahan tambahan pelengkap penting yang sering digunakan, baik untuk memasak sebagai bumbu dari berbagai jenis masakan ataupun digunakan sebagai bahan pelengkap pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan tepung kacang hijau terhadap mutu kimia, sensori dan hedonik, serta menentukan produk terpilih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, dengan perbandingan bobot air kelapa dan tepung kacang hijau yaitu 100% air kelapa : 0% tepung kacang hijau, 96% air kelapa : 4% tepung kacang hijau, 92% air kelapa : 8% tepung kacang hijau dan 88% air kelapa : 12% tepung kacang hijau. Analisis produk meliputi kadar protein, kadar air, kadar sukrosa, total padatan terlarut, mutu sensori dan hedonik. Produk terpilih terdapat pada perlakuan 92% air kelapa : 8% tepung kacang hijau yang memiliki mutu kadar air yang terkandung sebesar 46,46%, kadar protein yang terkandung sebesar 5,38%, kadar sukrosa yang terkandung sebesar 34,28% dan total padatan terlarut yang terkandung sebesar 85%. Produk terpilih memiliki mutu sensori yaitu tercium aroma air kelapa, tercium aroma kacang hijau, rasa manis, rasa gurih, warna coklat kehitaman dan tekstur kental serta memiliki penilaian pada uji hedonik adalah aroma, rasa , tekstur, warna dan overall yang mengarah kepada suka.
Karakteristik Kimia dan Sensori Dendeng Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dengan Penambahan Tepung Kedelai dan Tepung Terigu Nuraeni, Dinda; Fitrilia, Tiana; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15453

Abstract

Dendeng merupakan olahan makanan yang dibuat dari irisan atau gilingan daging kemudian dicampur dengan bumbu atau rempah khas Indonesia. Tujuan penelitian ini membuat dendeng daun katuk dengan penambahan tepung kedelai dengan tepung terigu untuk meningkatkan nilai gizinya terutama kandungan protein. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dipakai sebagai rancangan penelitian dengan satu faktor yaitu perbandingan konsentrasitepung kedelai dan tepung terigu (50%;0%), (40%;10%), (30%;20%), (20%;30%), (10%;405). Analisa produk meliputi kadar air, kadar protein, uji mutu sensori dan uji hedonik  untuk menentukan produk terpilih, kemudian dilakukan Analisa kimia meliputi kadar abu, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan total energi. Analisa data yang digunakan adalah ANOVA dan Kruskal Wallis dan uji lanjut Duncan serta uji lanjut Post-hoc dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dendeng daun katuk terpilih adalah perlakuan A2 (40%;10%), menghasilkan nilai kadar air 8.77%, kadar protein 23,11%, kadar abu 1,05%, kadar karbohidrat 38,19%, kadar lemak 28,88% dan nilai kalori 505,12 kkal/g. Hasil uji mutu sensori menunjukan dendeng daun katuk memiki warna sedikit coklat tua, aroma sedikit tercium rempah-rempah, rasa sedikit manis dan gurih, dan tekstur sedikit keras dan berserat. Hasil uji hedonik memiliki nilai kesukaan netral pada parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall.
Proses Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Dewi, Rima Aura; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15462

Abstract

Proses produksi AMDK melibatkan beberapa proses penting untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan keamanan produk. Tahap pertama dimulai dengan pengambilan air baku dari sumber yang memenuhi standar baku mutu. Air tersebut kemudian melalui proses penyaringan awal untuk menghilangkan partikel besar. Selanjutnya, air diproses melalui sistem filtrasi dan proses desinfeksi, seperti ozonisasi atau ultraviolet, digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme patogen. Setelah proses pemurnian, air yang telah diproses diuji untuk memastikan memenuhi syarat dan regulasi yang ditetapkan oleh lembaga terkait. Pengemasan dilakukan secara otomatis menggunakan mesin yang mengisi air ke dalam botol plastik yang steril. Proses ini dilanjutkan dengan penyegelan botol dan pelabelan sesuai merek dagang. Setiap tahapan proses diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi yang terjadi. Proses produksi ini bertujuan untuk menghasilkan air minum dalam kemasan yang aman, bersih, dan siap konsumsi bagi masyarakat, sesuai dengan standar industri dan regulasi pemerintah.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achyar, Catellia Auliany Ahmad Syarbaini Ahmad Syarbaini Amar Ma’ruf Amar Ma’ruf Aminullah Aminullah, Aminullah Andini, Sumi Fitri Anisyah, Yuni Nur Arti Hastuti Aulia Dinda Wahyuni Bagem Sembiring Chosida, Hikmah Nur Destiandani, Khansa Devi Oktavia Dewi Sarastani Dewi, Intan Permata Dewi, Rima Aura Dian Histifarina Dian Histifarina DIMAS ANDRIANTO Dinar Mutiara Hikmah Distya Riski Hapsari Dwi Aryanti Dwi Aryanti Nur'utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwicesaria, Maheswari Alfira Elviana, Ratu Adis Fadhillah, Alsya Salwa Febrina, Adella Febryana Rahayu Kurniawati Gholam, Gusnia Meilin Gunawan, Syifa Zahra Helmi Haris Hikmah Nur Chosida Hudayanti, Martini Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Intan Permatasari Ismayanti, Ipung Nurdian Juanda, Dede Khairunnisa, Nyimas Isnaini Kharyani, Raden Aldini Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Lia Amalia Lucianawati Dewi Dewi Mansurdin, Labid Zufar Mardiah Mardiah Mega Safithri Muhammad Rifqi Muhammad, Nur Wardah I. Naila Fathi Isnazaki Hafiyya Nunuk Widhyastuti Nuraeni, Dinda Nursyawal Nacing Nusyarah, Ayu Tri Permana, Algiffari Aryansyah Pertiwi, Sri Rejeki Retna Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira Putri Cantika, Aini Qisthina, Dalilah Raden Haryo Bimo Setiarto Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Raisyadikara, Fadila Ramadhan, Alif Muhammad Ramdani Restu Akim Retno Kartika Rosdiana Riana, Asysyifa Ridwan Rachmat Ridwan Rahmat Rini Kurniasih, Rini Rizki Rosy Hutami Rosyidah, Rara Annisaur Sanaya, Dhiyaa Septianingsih, Asiah Siti Aminah Siti Nurhalimah Sri Widowati Sumi Fitri Andini Tiara Amanda Lestari Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Utami, Nur' Wildan Saputra Yusdianti Febriani