Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kadar Kalsium dan Serat Pangan Bubur Instan Lansia Berbasis Kacang-Kacangan Lestari, Tiara Amanda; Fitrilia, Tiana; Rohmayanti, Titi; Hastuti, Arti
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i1.9768

Abstract

Lansia membutuhkan makanan yang bersifat fungsional, bergizi, dan mudah dicerna untuk memenuhi kecukupan gizi demi mempertahankan kesehatan dalam mengurangi dampak penurunan fungsi anatomi dan fisiologis pada sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase tepung komposit dan suhu pengeringan tepung pasca instanisasi yang tepat pada pembuatan bubur instan yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi lansia. Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama yaitu persentase tempung komposit (kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau) pada tiga taraf yaitu A1 (21%:15%:24%), A2 (18%:18%:24%), dan A3 (15%:21%:24), sedangkan faktor kedua yaitu suhu pengeringan menggunakan dua taraf yaitu B1 (60◦C) dan B2 (70◦C). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada SPSS 20. Penelitian ini menghasilkan bubur instan terbaik yaitu perlakuan A1B1 dengan kadar serat pangan 14,1% dan kalsium 518,69 mg/100 g. Secara keseluruhan bubur instan ini disukai lansia dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi lansia.
Karakteristik Kimia dan Sensori Bakso Analog Berbahan Dasar Jamur Tiram dengan Penambahan Tepung Kacang Bogor Permatasari, Intan; Tiana, Tiana Fitrilia; Nurhalimah, Siti
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10993

Abstract

Bakso analog adalah produk yang dibuat dari protein nabati yang berasal dari bahan bukan daging, tetapi memiliki sifat yang mirip daging asli. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensori bakso analog berbahan dasar jamur tiram dengan penambahan tepung kacang Bogor. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari tiga perlakuan dan dua ulangan yaitu 55 gram jamur tiram : 15 gram tepung kacang Bogor, 50 gram jamur tiram : 20 gram tepung kacang Bogor, dan 45 gram jamur tiram : 25 gram tepung kacang Bogor. Analisis produk meliputi uji sensori dan uji hedonik. Analisis kimia meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, kadar karbohidrat dan nilai kalori. Hasil uji sensori menunjukkan bahwa penambahan jamur tiram dan tepung kacang Bogor memberikan pengaruh terhadap parameter rasa khas jamur tiram, rasa khas kacang bogor, dan tekstur. Sementara hasil uji hedonik memberikan pengaruh terhadap rasa, aroma dan tekstur. Hasil analisis kimia terpilih yaitu pada perlakuan penambahan 45 gram jamur tiram dan 25 gram tepung kacang dengan nilai kadar air 66,05%, kadar abu 2,27%, kadar lemak 1,42%, kadar protein 8,67%, kadar karbohidrat 23,08%, kadar serat 3,42 %, dan nilai kalori 139,82 kkal.
Profil Cooking Loss dan Tekstur Mi Basah Ekstrusi Campuran Mocaf dan Tepung Talas yang Ditambah Kuning Telur Aminullah, Aminullah; Ramadhan, Alif Muhammad; Fitrilia, Tiana
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.13663

Abstract

Pemanfaatan bahan lokal tepung talas menjadi produk pangan seperti mi dapat dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perbandingan tepung mocaf dengan tepung talas dan penambahan kuning telur mempengaruhi profil cooking loss dan tekstur mi basah yang dibuat dengan metode ekstrusi. Rancangan acak lengkap dengan dua faktor digunakan dalam penelitian ini, yang meliputi proporsi tepung mocaf dan talas dengan  perlakuan 90:10%, 80:20%, dan 70:30%, dan penambahan kuning telur dengan konsentrasi 3 %, 6%, dan 9%. Analisis yang dilakukan pada mi basah, yaitu pengujian cooking loss, kekerasan, kelengketan, dan kekenyalan. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa cooking loss mi basah yang dihasilkan cenderung mengalami penurunan dengan semakin besar proporsi tepung talas yang digunakan, sedangkan dan penambahan kuning telur mampu menurunkan cooking loss. Semakin meningkatnya penggunaan tepung talas dan konsentrasi kuning telur dapat menurunkan kekerasan dan cenderung meningkatkan kekenyalan pada mi basah. Selain itu, kelengketan mi basah semakin meningkat dengan peningkatan proporsi tepung talas, akan tetapi menurun dengan semakin banyak kuning telur yang ditambahkan.
Masyarakat Sehat, Pangan Sehat: Penguatan Gizi dengan Implementasi Rumah Produksi Sari Kedelai Sebagai Solusi Terpadu Masyarakat Desa Safithri, Mega; Andrianto, Dimas; Fitrilia, Tiana; Rosyidah, Rara Annisaur; Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira; Kurniasih, Rini; Hudayanti, Martini; Destiandani, Khansa; Raisyadikara, Fadila
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v10i3.15546

Abstract

Kesehatan masyarakat di pedesaan Indonesia seringkali terhambat oleh pola konsumsi pangan yang tidak seimbang, dengan ketergantungan tinggi pada karbohidrat dan asupan protein nabati yang kurang optimal. Salah satu solusi potensial adalah peningkatan konsumsi sari kedelai, yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Sari kedelai dapat membantu memperbaiki gizi dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Desa Sukamaju di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, memiliki potensi untuk mengembangkan produksi sari kedelai, tetapi pemanfaatannya belum maksimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat dan memberdayakan ekonomi lokal melalui pendirian rumah produksi sari kedelai. Kegiatan melibatkan kader Posyandu dan PKK melalui sosialisasi dan pelatihan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui kuisioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang sari kedelai, meskipun awalnya pengetahuan mereka terbatas. Program ini berhasil meningkatkan minat dan pengetahuan mengenai sari kedelai, serta berpotensi untuk menjadi model bagi desa lain. Kesimpulannya, program ini memberikan manfaat ganda dengan meningkatkan gizi masyarakat dan mendukung ekonomi lokal, meskipun masih ada tantangan dalam mendorong produksi dan konsumsi sari kedelai secara mandiri.
Peningkatan Kesehatan Melalui Pengolahan Sumber Daya Herbal Menjadi Minuman Fungsional SIJAKA Safithri, Mega; Andrianto, Dimas; Fitrilia, Tiana; Rosyidah, Rara Annisaur; Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira; Kurniasih, Rini; Hudayanti, Martini; Achyar, Catellia Auliany; Febrina, Adella; Dwicesaria, Maheswari Alfira; Gholam, Gusnia Meilin; Nusyarah, Ayu Tri
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.18127

Abstract

Program pelatihan dan sosialisasi mengenai pemanfaatan SIJAKA (sirih merah, jahe merah, dan kayu manis) sebagai minuman fungsional antidiabetes bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik masyarakat dalam mengelola diabetes secara alami. Desa Sukamaju yang terletak di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor memiliki peluang untuk mengembangkan produksi minuman fungsional berbahan dasar SIJAKA, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Program ini dirancang untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendirian fasilitas produksi minuman fungsional SIJAKA. Pelaksanaan kegiatan melibatkan kader Posyandu dan PKK melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan mencakup pengisian kuisioner pre-test dan post-test guna mengevaluasi tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait minuman fungsional SIJAKA, meskipun sebelumnya pengetahuan mereka masih terbatas. Pelatihan ini juga mengungkapkan bahwa 79,31% peserta mengenal sirih merah dan jahe merah sebagai herbal potensial, sedangkan 72,41% mengetahui manfaat kayu manis. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan potensi herbal dalam mengelola diabetes. Selain itu, mayoritas peserta (92,11%) menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pelatihan dan ingin lebih memahami manfaat serta cara pembuatan SIJAKA. Program ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme dan wawasan masyarakat terhadap SIJAKA, serta memiliki potensi untuk dijadikan sebagai contoh bagi desa-desa lainnya. Secara keseluruhan, program ini memberikan dua manfaat utama, yaitu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, meskipun masih terdapat kendala dalam mendorong masyarakat untuk memproduksi dan mengonsumsi SIJAKA secara mandiri.
Uji Preferensi Konsumen Terhadap Karakteristik Organoleptik Minuman Sari Kacang Bogor (Vigna subterranea (L) Verdc.) Sanaya, Dhiyaa; Fitrilia, Tiana; Sarastani, Dewi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15450

Abstract

This study aims to determine the effect of the ratio of the amount of water on consumer preference on the sensory quality of Bogor bean juice. We employed a Completely Randomized Design (CRD) with one factor and three treatment levels, specifically the addition of 300 mL, 400 mL, and 500 mL of water to 100 grams of Bogor peanut seeds. The analysis performed in this study included sensory quality tests using descriptive methods, consumer acceptance tests with hedonic methods, and chemical quality assessments through proximate analysis of selected Bogor peanut juice drinks. The addition of water to Bogor peanut juice drinks affects consumer preferences regarding color and viscosity, but does not impact their preferences for aroma, taste, or overall assessment. According to the consumer preference tests, the most favored product was the Bogor peanut juice drink made with 400 mL of water. This drink contained 90.45% water, 0.23% ash, 0.21% protein, 1.15% fat, and 8.07% carbohydrates, resulting in an energy value of 43.45 kcal per 100 grams of drink. Bogor peanut juice is being developed as a milk substitute for consumers who are lactose intolerant.
Peredaman Radikal DPPH oleh Minuman Mikroenkapsulasi dan Nanoenkapsulasi Sirih Merah (Piper crocatum) Tiana Fitrilia; Mega Safithri; Dinar Mutiara Hikmah
Current Biochemistry Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.11.1.2

Abstract

Formulasi minuman fungsional ekstrak sirih merah dengan penambahan berbagai ekstrak rempah telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, namun hasil penerimaan konsumen masih rendah pada uji sensori karena rasanya pahit. Teknologi mikroenkpasulasi dan nanoenkapsulasi diketahui dapat melindungi komponen bioaktif dan dapat meningkatkan kualitas sensori pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman fungsional berdasarkan ekstrak daun sirih merah menggunakan teknik mikroenkapsulasi dan nanoenkapsulasi dengan membandingkan ukuran partikel, kadar fenol, aktivitas antioksidan dan sensori dengan minuman ready to drink (RTD). Maltodekstrin 10% digunakan sebagai penyalut pada pembuatan minuman mikroenkapsulasi, sedangkan gum arab dan maltodekstrin digunakan untuk penyalut pada minuman nanoenkapsulasi. Ukuran partikel diuji menggunakan metode Particle Size Analyzer (PSA), total fenolik diuji dengan metode Folin- Ciocalteu, aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH, dan evaluasi sensori diuji dengan tingkat hedonik (kesukaan). Hasilnya menunjukkan bahwa minuman fungsional minuman nanoenkapsulasi memiliki rata-rata ukuran partikel paling kecil yaitu sebesar 107,9 nm. Kandungan fenolik tertinggi pada minuman RTD sebesar (782,30 ± 2,54 mg GAE / g). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat dalam minuman mikroenkapsulasi yaitu (107,54 ± 0,83 μg / mL). Minuman fungsional nanoenkapsulasi memberikan tingkat hedonik (2,73 ± 1,19) yang lebih disukai dibandingkan minuman mikroenkapsulasi dan RTD. Teknik mikroenkapsulasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan teknik nanoenkapsulasi dapat menurunkan aktivitas antioksidan.
Karakteristik Kimia dan Sensori Berbahan Baku Mocaf dan Tepung Pisang (Musa acuminata) Mansurdin, Labid Zufar; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15677

Abstract

Kue sagon khas Jawa dan Sumatera secara tradisional dibuat dengan gula, kelapa parut, dan tepung ketan putih. Tepung ketan dan kelapa parut merupakan komponen kue ini. Untuk menambah cita rasa pada resep Anda, Anda dapat mengganti tepung ketan dengan tepung mocaf rendah protein atau tepung pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggantian tepung pisang kepok dengan tepung mocaf pada sagon kelapa mengubah sifat kimia dan organoleptiknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal dengan dua kali ulangan dan tiga taraf perlakuan: 75%: 25%, 50%: 50%, dan 25%: 75%. Variabel yang digunakan hanya proporsi tepung mocaf terhadap tepung pisang kepok. Data dikaji menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Uji sensori menunjukkan bahwa rasa, aroma, warna, dan tekstur sagon kelapa berubah secara signifikan ketika tepung pisang kepok dan tepung mocaf diganti. Untuk hasil terbaik, campurkan 25% tepung mocaf dengan 75% tepung pisang kepok. Sagon yang dihasilkan akan memiliki warna cokelat muda, aroma pisang yang kuat, tekstur yang renyah, dan rasa pisang yang manis. Terdapat 494 kalori, 1,3% abu, 4,19% protein, 88,37% karbohidrat, 0,96 persen lemak, dan 397,31 kkal dalam sagon kelapa ini.
Sifat Kimia dan Sensori Sport bar berbahan Baku Kedelai Hitam (Glycine Max) dan Talas (Colocasia Esculanta) sebagai Makanan Selingan Olahragawan Ismayanti, Ipung Nurdian; Fitrilia, Tiana; Riana, Asysyifa
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15953

Abstract

Olahragawan membutuhkan asupan khusus untuk mempertahankan staminanya. Pemberian makanan alternatif seperti sport bar yang mengandung zat ergogenik dapat meningkatkan energi serta efisiensi energi. Sport bar dapat dibuat dari bahan pangan lokal seperti kedelai hitam dan talas yang belum banyak digunakan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan sport bar tinggi kalori yang terbuat dari bahan pangan lokal yaitu kedelai hitam dan talas Bogor untuk dikonsumsi olahragawan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) satu faktor dengan 3 taraf perlakuan dan 2 kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perbandingan jumlah kedelai hitam dan talas, yaitu F1 (150 g : 50 g), F2 (140 g : 60 g), dan F3 (120 g : 80 g). Pengujian yang dilakukan yaitu uji sensori mutu dan hedonik, uji proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, kadar kalium, dan total nilai kalori. Analisis data menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan menggunakan selang kepercayaan 95%. Kedelai hitam dan talas dapat digunakan dalam pembuatan sport bar dan perbandinga jumlahnya berpengaruh nyata terhadap nilai kandungan gizi serta nilai sensorinya. Perlakuan dengan perbandingan 120 g : 80 g (F3) sebagai produk terpilih memiliki karakteristik mutu berwarna cokelat mengarah ke hitam, tekstur mengarah ke lembut, rasa cukup manis mengarah ke manis, aroma mengarah ke tidak tercium bau langu dan uji hedonik mengarah disukai oleh panelis.  Sifat kimia dalam 1 batang sport bar F3 memenuhi kebutuhan protein, dan lemak yang dipersyaratkan. Sementara kandungan karbohidrat, kalium serta total kalori belum memenuhi kandungan sport bar yang dipersyaratkan.
Penerapan Value Proposition Canvas dan Business Model Canvas pada Produk Cookies Mocaf dalam Kelas Future Food Research and Develovment di PT. Agritama Sinergi Inovasi Fadhillah, Alsya Salwa; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.18970

Abstract

Tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat, mendorong banyaknya inovasi produk pangan yang lebih bernutrisi dan bebas gluten. Salah satu alternatif untuk dapat dikembangkan ialah cookies berbasis tepung mocaf. Untuk mengoptimalkan keberlanjutan produk cookies diperlukan tools untuk menganalisis strategi pasar yaitu dengan menerapkan Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC). Value Proposition Canvas (VPC) digunakan untuk mengidentifikasi preferensi dan kebutuhan konsumen, sedangkan Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk menyusun kerangka jalannya bisnis yang efektif dan efisien. Kegiatan ini dilaksanakan di PT agritama sinergi inovasi melalui program studi independen bersertifikat selama lima bulan. Metode yang digunakan mencakup observasi pasar, analisis preferensi konsumen serta menganalisis model bisnis dengan memanfaatkan dua alat yaitu Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Value Proposition Canvas dapat mengungkapkan permasalahan yang menjadi kebutuhan konsumen sehingga menciptakan sebuah fitur atau value yang diharapkan sedangkan dengan menerapkan Business Model Canvas memberikan gambaran secara efisien mengenai strategi pemasaran, segmentasi konsumen, aspek finansial dan lainnya untuk menunjang keberhasilan produk di pasar. Melalui pendekatan berbasis Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC), produk cookies mocaf memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk camilan sehat berbasis bahan lokal yang inovatif dan sesuai dengan tren pasar saat ini.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achyar, Catellia Auliany Ahmad Syarbaini Ahmad Syarbaini Amar Ma’ruf Amar Ma’ruf Aminullah Aminullah Andini, Sumi Fitri Anisyah, Yuni Nur Arti Hastuti Aulia Dinda Wahyuni Bagem Sembiring Chosida, Hikmah Nur Destiandani, Khansa Devi Oktavia Dewi Sarastani Dewi, Intan Permata Dewi, Rima Aura Dian Histifarina Dian Histifarina DIMAS ANDRIANTO Dinar Mutiara Hikmah Distya Riski Hapsari Dwi Aryanti Dwi Aryanti Nur'utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwicesaria, Maheswari Alfira Elviana, Ratu Adis Fadhillah, Alsya Salwa Faiz Zaenal Muttaqin Febrina, Adella Febryana Rahayu Kurniawati Gholam, Gusnia Meilin Gunawan, Syifa Zahra Helmi Haris Hikmah Nur Chosida Hudayanti, Martini Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Intan Permatasari Ismayanti, Ipung Nurdian Juanda, Dede Khairunnisa, Nyimas Isnaini Kharyani, Raden Aldini Kurnia, Tuti Kurniawan, M. Fakih Latifah, Zahra Khusnul Lia Amalia Lia Amalia Lucianawati Dewi Dewi Mansurdin, Labid Zufar Mardiah Mardiah Mardiah Mardiah Mega Safithri Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Muhammad, Nur Wardah I. Naila Fathi Isnazaki Hafiyya Nunuk Widhyastuti Nuraeni, Dinda Nursyawal Nacing Nusyarah, Ayu Tri Permana, Algiffari Aryansyah Pertiwi, Sri Rejeki Retna Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira Putri Cantika, Aini Qisthina, Dalilah Raden Haryo Bimo Setiarto Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Raisyadikara, Fadila Ramadhan, Alif Muhammad Ramdani Ranti Wiliasih Restu Akim Retno Kartika Rosdiana Riana, Asysyifa Ridwan Rachmat Ridwan Rahmat Rini Kurniasih, Rini Rizki Rosy Hutami Rosyidah, Rara Annisaur Safitri, Annisa Jannah Sanaya, Dhiyaa Septianingsih, Asiah Sherina Zahran Tiara Siti Aminah Siti Ledidah Muharomah Putri Rosadi Siti Nurhalimah Sri Widowati Sumi Fitri Andini Tiara Amanda Lestari Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Utami, Nur' Wildan Saputra Yusdianti Febriani