Claim Missing Document
Check
Articles

Emotional Sensory Mapping Minuman Beras Kencur Berbasis Jenis Beras Berbeda Khairunnisa, Nyimas Isnaini; Aminullah, Aminullah; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19032

Abstract

Beras kencur umumnya terbuat dari beras putih sehingga belum begitu mengenal dari beras merah dan beras hitam padahal memiliki antioksidan lebih tinggi. Evaluasi sensori penting untuk menentukan pilihan konsumen terhadap produk. Penelitian ini bertujuan mempelajari atribut sensori dan emosi beras kencur berbasis jenis beras berbeda dengan metode Emotional Sensory Mapping (ESM). Sampel yang digunakan ada tiga yaitu beras kencur dari beras putih (135), beras merah (278), dan beras hitam (469). Penelitian terdiri dari empat tahap yaitu menentukan atribut sensori dan emosi beras kencur dari FGD (Focus Group Discussion), menentukan panelis konsumen, persiapan sampel beras kencur dan penilaian, dan terakhir adalah mengolah data dengan XLSTAT 2021. Analisis yang digunakan dalam CATA adalah uji Cochran’s Q, analisis korespondensi, PCoA (Principal Coordinate Analysis), dan Penalty Analysis. Hasil penelitian mendapatkan 16 atribut sensori dan 9 atribut emosi. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan jenis beras secara signifikan tidak mempengaruhi atribut sensori, kecuali warna cream, warna coklat, dan plain. Menurut panelis, minuman beras kencur yang ideal memiliki aroma kencur, rasa kencur, rasa manis, warna cream, dan tekstur cair. Beras kencur yang paling dekat dengan ideal adalah sampel 135 yaitu beras kencur dari beras putih, di mana sampel 135 memiliki emosi senang, datar, dan menarik. Berdasarkan Penalty Analysis, atribut emosi yang harus dimiliki atau masuk kategori must have adalah warna cream, di mana dapat meningkatkan penerimaan konsumen terhadap pengembangan minuman beras kencur.
Pengembangan Akses Pasar Produk Olahan Ikan Palabuhan Ratu Berbasis Business Model Canvas Kurnia, Tuti; Latifah, Zahra Khusnul; Fitrilia, Tiana; Wiliasih, Ranti; Safitri, Annisa Jannah
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v5i3.22251

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas akses pasar UMKM Bakso Ikan Katumiri dan Abon Ikan Dua Putra di Palabuhanratu. Program pengabdian ini pendekatan kolaboratif–partisipatif yang dipadukan dengan kerangka Business Model Canvas (BMC) untuk menganalisis dan memperbaiki elemen-elemen utama model bisnis UMKM. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pemasaran digital, pelatihan negosiasi dan kerja sama bisnis, pendampingan pemasaran, serta perbaikan desain kemasan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pemasaran, di mana skor pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat dari kisaran 2–3% menjadi 54–73% setelah pendampingan. Pada pelatihan negosiasi, peningkatan skor juga terlihat dari kisaran 3–4% menjadi 25–64%. Perbaikan kemasan melalui redesain turut meningkatkan daya tarik produk dan kesiapan bersaing di pasar modern. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan strategi pemasaran, peningkatan kapasitas negosiasi, dan pengembangan model bisnis yang lebih terstruktur dan adaptif.
INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN BENALU CENGKEH (Dendrophthoe pentandra (L.) Mic) Tiana Fitrilia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i1.693

Abstract

Benalu cengkeh merupakan tumbuhan yang hidup menempel pada pohon inangnya. Daun benalu yang telah diekstraksi memiliki berbagai fungsi biologis seperti antioksidan dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan menentukan ekstrak paling aktif dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak terpilih dilakukan pengujian terhadap kinetika enzim dan identifikasi senyawa menggunakan LC-MS/MS. Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi daun benalu adalah air dan etanol. Selanjutnya, ekstrak etanol difraksinasi dengan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Sampel yang diuji terdiri atas ekstrak air, ekstrak etanol dan fraksi dari ekstrak etanol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol memiliki aktivitas dalam menginhibisi enzim paling besar dengan nilai IC50 sebesar 129.7 µg/mL. Sementara, akarbose sebagai kontrol positif memiliki nilai IC50 sebesar 0.1 µg/mL. Secara statistik, semua sampel uji memiliki nilai IC50 yang berbeda secara signifikan. Hasil kinetika enzim dari ekstrak etanol menunjukkan jenis inhibisi nonkompetitif campuran dan berdasarkan identifikasi LC-MS/MS, ekstrak etanol memiliki bobot molekul 700.73 (m/z) dengan waktu retensi 1.45.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SERBUK KOLANG KALING (Arenga pinnata Merr) BERDASARKAN VARIASI PERENDAMAN Tiana Fitrilia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1697

Abstract

Kolang kaling merupakan endosperma dari biji buah aren yang diperoleh dengan cara perebusan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kolang kaling dalam bentuk serbuk dan mengetahui karakteristik fisikokimia serbuk kolang kaling yang dihasilkan. Kolang kaling segar diberi perlakuan perendaman dengan air bersih dan campuran air:tepung beras selama 24, 48 dan 72 jam. Pembuatan serbuk dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan oven gelombang mikro. Serbuk kolang kaling dianalisis secara fisik dan kimia yang terdiri atas rendemen, warna dan proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen sampel uji berkisar 6.97 – 8.89%, warna serbuk kolang kaling memiliki nilai kecerahan (L) sebesar 71.87 – 83.09, nilai a sebesar 7.05 – 7.69 dan nilai b sebesar 8.67 – 16.13. Analisis proksimat serbuk kolang kaling hasil perendaman dengan air dan campuran air:tepung beras selama 24, 48 dan 72 jam menghasilkan nilai karbohidrat paling tinggi dibandingan dengan kadar air, abu, lemak dan protein yaitu berkisar 72.29 – 85.08%
Komposisi Proksimat pada Tiga Varietas Tepung Labu Kuning (Cucurbita Sp) Mardiah Mardiah; Tiana Fitrilia; Sri Widowati; Sumi Fitri Andini
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v6i1.2679

Abstract

Pumpkin is a horticultural product that contains many components of nutrients. Making pumpkin flour is expected to extend the shelf life and can be widely used in food product applications. This study aims to make flour from three varieties of pumpkin (Pumpkin, Kabocha and Butternut) and than knowing the proximate composition of each pumpkin flour. The methode used in making flour was started with soaking pumpkin in sodium metabisulfite and drying using Tray Dryer. The results showed that the proximate composition of Pumpkin, Kabocha and Butternut sequentiall had water content value 14.18%; 11.02% and 13.28%, ash content 8.05%; 10.0% and 8.88%, fat content 4.51%; 1.58% and 1.55%, protein content 11.56%; 14.74% and 7.32%, carbohydrate 61.71%; 62.62% and 68.97% and energy value 333.64 kal; 323.61 kal and 319.12 kal.Keywords: Pumpkin, pumpkin flour, proximate
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Sensori dan Daya Kembang Roti Mocaf (Modified Cassava Flour) Dwi Aryanti Nur'utami; Tiana Fitrilia; Devi Oktavia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Agroindustri Halal 6(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v6i2.3255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu fermentasi/proofing terbaik dalam pembuatan roti dengan penambahan 20% mocaf (Modified Cassava Flour/ tepung singkong termodifikasi). Metode yang dilakukan dalam pembuatan roti mocaf yaitu dengan straight dough dengan lama waktu fermentasi yang dilakukan yaitu 30, 45, dan 60 menit. Lama waktu fermentasi terbaik yang menghasilkan karakteristik mutu sensori seperti tekstur, warna, rasa, dan aroma yang mirip dengan karakteristik roti tanpa penambahan mocaf adalah selama 60 menit. Selain itu baik tingkat kesukaan maupun daya kembang roti mocaf terbaik diperoleh dengan melakukan fermentasi/proofing selama 60 menit. Daya kembang roti mocaf yang difermentasi selama 60 menit menghasilkan daya kembang sebesar 1234,945.Kata kunci: roti, mocaf, waktu fermentasi
Pengendalian Mutu Proses Produksi Donat Frozen Heavenly Kitchen di PT Heavenly Nutrition Indonesia Sentul-Bogor Siti Ledidah Muharomah Putri Rosadi; Tiana Fitrilia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24475

Abstract

Pengendalian mutu merupakan aspek penting dalam industri pangan untuk menjamin konsistensi kualitas produk serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses produksi donat frozen memerlukan pengawasan mutu yang baik pada setiap tahapan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pengendalian mutu pada proses produksi donat frozen Heavenly Kitchen di PT Heavenly Nutrition Indonesia Sentul–Bogor. Metode yang digunakan dalam kegiatan praktik lapang ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tahapan proses produksi serta penerapan pengendalian mutu yang dilakukan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi donat frozen meliputi tahap persiapan bahan baku dan peralatan, pencampuran adonan (mixing), penipisan adonan (sheeter), pencetakan, proofing, penggorengan (frying), pendinginan, pengemasan, hingga penyimpanan produk akhir. Pengendalian mutu dilakukan oleh bagian Quality control (QC) pada setiap tahapan produksi, meliputi pemeriksaan homogenitas adonan, pengujian perkembangan gluten melalui window test, pemantauan suhu adonan dan minyak penggorengan, pemeriksaan bentuk dan berat produk, serta pengecekan kode produksi dan berat kemasan. Penerapan pengendalian mutu yang konsisten pada setiap tahap produksi berperan penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan konsistensi produk donat frozen yang dihasilkan.
Karakteristik Tekstur dan Warna Daging Celeng (Sus Scrofa Vittatus) dengan Berbagai Pengolahan Faiz Zaenal Muttaqin; Intan Kusumaningrum; Tiana Fitrilia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24695

Abstract

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh masyarakat karena kualitas dan kandungan proteinnya yang tinggi. Dalam praktik pengolahan pangan, berbagai metode seperti perebusan, penggorengan, dan pemanggangan, diketahui dapat memengaruhi sifat fisik dan sensoris daging, termasuk tekstur serta warnanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai metode pengolahan (perebusan, penggorengan, dan pemanggangan) terhadap karakteristik tekstur dan warna daging celeng. Metode pengujian tekstur menggunakan Texture Analyzer dengan parameter hardness, springiness, cohesiveness, gumminess, dan chewiness, serta pengujian warna menggunakan Chroma Meter CR-400 untuk mengukur kecerahan (L*), kemerahan (a*), kekuningan (b*), chroma (C), dan hue (h). Hasil penelitian menunjukkan metode pengolahan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur daging. Namun pada pada analisis warna ditemukan pengaruh yang nyata, dimana daging celeng yang direbus memiliki nilai h* (62,25%) tertinggi menunjukkan warna cenderung lebih pucat dibandingkan metode lainnya. Daging celeng yang digoreng memiliki b* (23,20%) dan C* (26,49%) tertinggi yang menunjukan warna lebih jenuh dan intens. Daging celeng yang dipanggang memiliki L* (58,76%) tertinggi yang menunjukkan warna lebih terang dibandingkan metode lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik warna memberikan pegaruh terhadap perubahan akibat metode pengolahan dibandingkan tekstur.
Effect of Immersion Time and Packaging Type on the Quality of Curly Red Chili Coated with Chitosan–Aloe vera Muhammad Rifqi; Sherina Zahran Tiara; Tiana Fitrilia
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i3.1044-1056

Abstract

Curly red chili has a short shelf life such that post-harvest handling techniques, including edible coatings, are essential. This study aimed to determine the effect of edible coating immersion time and packaging type on the shelf life of curly red chili. The experiment used a completely randomized design (CRD) with two factors: immersion duration (5, 7.5, and 10 minutes) and polypropylene (PP) plastic packaging type (non-perforated and perforated). Data were analyzed using a Two-Way ANOVA, followed by Duncan's Range Multiple Test (DMRT) at a 95% confidence level. The parameters measured included weight loss, moisture content, vitamin C content, and respiration rate. The optimal treatment was A1B2 (5-minute immersion with perforated PP packaging), which achieved the highest vitamin C content (460.32 mg/100g), the lowest respiration rate (1.89 mg CO₂.kg–1.h–1), a weight loss of 26.82%, and a moisture content of 67.73%. Although weight loss in A1B2 was higher than in non-perforated packaging treatments, vitamin C and respiration rate were prioritized as key nutritional and metabolic quality indicators. Compared to control in perforated packaging (A0B2), treatment A1B2 yielded 24.60% higher vitamin C retention, demonstrating the added value of the chitosan–Aloe vera coating
Pengawasan Mutu Produk Akhir Sereal Choco Chips General Trade dan Modern Trade di PT Simba Indosnack Makmur – Kabupaten Bogor Syifa Zahra Gunawan; Tiana Fitrilia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21232

Abstract

Produk sereal merupakan salah satu makanan siap saji yang praktis dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, perbedaan saluran distribusi dapat memengaruhi mutu produk akhir, sehingga pengawasan mutu menjadi hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengawasan mutu produk akhir Choco Chips General Trade (GT) dan Modern Trade (MT) di PT Simba Indosnack Makmur – Kabupaten Bogor, melalui uji kadar air dan organoleptik. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama kegiatan praktik lapang, dokumentasi pengujian produk, serta wawancara informal dengan personel Quality Assurance. Pengujian kadar air dilakukan dengan metode oven, sedangkan uji organoleptik dilakukan oleh lima panelis terlatih yang menilai atribut penampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil menunjukkan bahwa kadar air Choco Chips MT sebesar 2,88% lebih rendah dibandingkan GT sebesar 3,93%. Produk MT memenuhi standar SNI 01-4270-1996 (< 3%), sedangkan GT tidak. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kedua produk masih sesuai standar mutu internal perusahaan, meskipun terdapat aroma cokelat yang dilelehkan seperti aroma karamelisasi pada sampel MT. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pengemasan menggunakan nitrogen pada produk MT berkontribusi dalam menjaga kestabilan mutu produk selama penyimpanan dan distribusi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada tidak dilakukannya analisis mikrobiologi dan uji penyimpanan jangka panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengevaluasi parameter tambahan yang dapat memberikan gambaran mutu produk secara lebih menyeluruh.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achyar, Catellia Auliany Ahmad Syarbaini Ahmad Syarbaini Amar Ma’ruf Amar Ma’ruf Aminullah Aminullah Andini, Sumi Fitri Anisyah, Yuni Nur Arti Hastuti Asiah Septianingsih Aulia Dinda Wahyuni Bagem Sembiring Chosida, Hikmah Nur Destiandani, Khansa Devi Oktavia Dewi Sarastani Dewi, Intan Permata Dewi, Rima Aura Dian Histifarina Dian Histifarina DIMAS ANDRIANTO Dinar Mutiara Hikmah Distya Riski Hapsari Dwi Aryanti Dwi Aryanti Nur'utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwicesaria, Maheswari Alfira Elviana, Ratu Adis Fadhillah, Alsya Salwa Faiz Zaenal Muttaqin Febrina, Adella Febryana Rahayu Kurniawati Gholam, Gusnia Meilin Helmi Haris Hikmah Nur Chosida Hudayanti, Martini Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Intan Permatasari Ismayanti, Ipung Nurdian Juanda, Dede Khairunnisa, Nyimas Isnaini Kharyani, Raden Aldini Kurnia, Tuti Kurniawan, M. Fakih Latifah, Zahra Khusnul Lia Amalia Lia Amalia Lucianawati Dewi Dewi Mansurdin, Labid Zufar Mardiah Mardiah Mardiah Mardiah Mega Safithri Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Muhammad, Nur Wardah I. Naila Fathi Isnazaki Hafiyya Nunuk Widhyastuti Nuraeni, Dinda Nursyawal Nacing Nusyarah, Ayu Tri Permana, Algiffari Aryansyah Pertiwi, Sri Rejeki Retna Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira Putri Cantika, Aini Qisthina, Dalilah Raden Haryo Bimo Setiarto Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Raisyadikara, Fadila Ramadhan, Alif Muhammad Ramdani Ranti Wiliasih Restu Akim Retno Kartika Rosdiana Riana, Asysyifa Ridwan Rachmat Ridwan Rahmat Rini Kurniasih, Rini Rizki Rosy Hutami Rosyidah, Rara Annisaur Safitri, Annisa Jannah Sanaya, Dhiyaa Sherina Zahran Tiara Siti Aminah Siti Ledidah Muharomah Putri Rosadi Siti Nurhalimah Sri Widowati Sumi Fitri Andini Syifa Zahra Gunawan Tiara Amanda Lestari Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Utami, Nur' Wildan Saputra Yusdianti Febriani