Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Uji Preferensi Konsumen Terhadap Karakteristik Organoleptik Minuman Sari Kacang Bogor (Vigna subterranea (L) Verdc.) Sanaya, Dhiyaa; Fitrilia, Tiana; Sarastani, Dewi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15450

Abstract

This study aims to determine the effect of the ratio of the amount of water on consumer preference on the sensory quality of Bogor bean juice. We employed a Completely Randomized Design (CRD) with one factor and three treatment levels, specifically the addition of 300 mL, 400 mL, and 500 mL of water to 100 grams of Bogor peanut seeds. The analysis performed in this study included sensory quality tests using descriptive methods, consumer acceptance tests with hedonic methods, and chemical quality assessments through proximate analysis of selected Bogor peanut juice drinks. The addition of water to Bogor peanut juice drinks affects consumer preferences regarding color and viscosity, but does not impact their preferences for aroma, taste, or overall assessment. According to the consumer preference tests, the most favored product was the Bogor peanut juice drink made with 400 mL of water. This drink contained 90.45% water, 0.23% ash, 0.21% protein, 1.15% fat, and 8.07% carbohydrates, resulting in an energy value of 43.45 kcal per 100 grams of drink. Bogor peanut juice is being developed as a milk substitute for consumers who are lactose intolerant.
Peredaman Radikal DPPH oleh Minuman Mikroenkapsulasi dan Nanoenkapsulasi Sirih Merah (Piper crocatum) Tiana Fitrilia; Mega Safithri; Dinar Mutiara Hikmah
Current Biochemistry Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.11.1.2

Abstract

Formulasi minuman fungsional ekstrak sirih merah dengan penambahan berbagai ekstrak rempah telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, namun hasil penerimaan konsumen masih rendah pada uji sensori karena rasanya pahit. Teknologi mikroenkpasulasi dan nanoenkapsulasi diketahui dapat melindungi komponen bioaktif dan dapat meningkatkan kualitas sensori pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman fungsional berdasarkan ekstrak daun sirih merah menggunakan teknik mikroenkapsulasi dan nanoenkapsulasi dengan membandingkan ukuran partikel, kadar fenol, aktivitas antioksidan dan sensori dengan minuman ready to drink (RTD). Maltodekstrin 10% digunakan sebagai penyalut pada pembuatan minuman mikroenkapsulasi, sedangkan gum arab dan maltodekstrin digunakan untuk penyalut pada minuman nanoenkapsulasi. Ukuran partikel diuji menggunakan metode Particle Size Analyzer (PSA), total fenolik diuji dengan metode Folin- Ciocalteu, aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH, dan evaluasi sensori diuji dengan tingkat hedonik (kesukaan). Hasilnya menunjukkan bahwa minuman fungsional minuman nanoenkapsulasi memiliki rata-rata ukuran partikel paling kecil yaitu sebesar 107,9 nm. Kandungan fenolik tertinggi pada minuman RTD sebesar (782,30 ± 2,54 mg GAE / g). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat dalam minuman mikroenkapsulasi yaitu (107,54 ± 0,83 μg / mL). Minuman fungsional nanoenkapsulasi memberikan tingkat hedonik (2,73 ± 1,19) yang lebih disukai dibandingkan minuman mikroenkapsulasi dan RTD. Teknik mikroenkapsulasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan teknik nanoenkapsulasi dapat menurunkan aktivitas antioksidan.
Karakteristik Kimia dan Sensori Berbahan Baku Mocaf dan Tepung Pisang (Musa acuminata) Mansurdin, Labid Zufar; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15677

Abstract

Kue sagon khas Jawa dan Sumatera secara tradisional dibuat dengan gula, kelapa parut, dan tepung ketan putih. Tepung ketan dan kelapa parut merupakan komponen kue ini. Untuk menambah cita rasa pada resep Anda, Anda dapat mengganti tepung ketan dengan tepung mocaf rendah protein atau tepung pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggantian tepung pisang kepok dengan tepung mocaf pada sagon kelapa mengubah sifat kimia dan organoleptiknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal dengan dua kali ulangan dan tiga taraf perlakuan: 75%: 25%, 50%: 50%, dan 25%: 75%. Variabel yang digunakan hanya proporsi tepung mocaf terhadap tepung pisang kepok. Data dikaji menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Uji sensori menunjukkan bahwa rasa, aroma, warna, dan tekstur sagon kelapa berubah secara signifikan ketika tepung pisang kepok dan tepung mocaf diganti. Untuk hasil terbaik, campurkan 25% tepung mocaf dengan 75% tepung pisang kepok. Sagon yang dihasilkan akan memiliki warna cokelat muda, aroma pisang yang kuat, tekstur yang renyah, dan rasa pisang yang manis. Terdapat 494 kalori, 1,3% abu, 4,19% protein, 88,37% karbohidrat, 0,96 persen lemak, dan 397,31 kkal dalam sagon kelapa ini.
Sifat Kimia dan Sensori Sport bar berbahan Baku Kedelai Hitam (Glycine Max) dan Talas (Colocasia Esculanta) sebagai Makanan Selingan Olahragawan Ismayanti, Ipung Nurdian; Fitrilia, Tiana; Riana, Asysyifa
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15953

Abstract

Olahragawan membutuhkan asupan khusus untuk mempertahankan staminanya. Pemberian makanan alternatif seperti sport bar yang mengandung zat ergogenik dapat meningkatkan energi serta efisiensi energi. Sport bar dapat dibuat dari bahan pangan lokal seperti kedelai hitam dan talas yang belum banyak digunakan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan sport bar tinggi kalori yang terbuat dari bahan pangan lokal yaitu kedelai hitam dan talas Bogor untuk dikonsumsi olahragawan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) satu faktor dengan 3 taraf perlakuan dan 2 kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perbandingan jumlah kedelai hitam dan talas, yaitu F1 (150 g : 50 g), F2 (140 g : 60 g), dan F3 (120 g : 80 g). Pengujian yang dilakukan yaitu uji sensori mutu dan hedonik, uji proksimat meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, kadar kalium, dan total nilai kalori. Analisis data menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan menggunakan selang kepercayaan 95%. Kedelai hitam dan talas dapat digunakan dalam pembuatan sport bar dan perbandinga jumlahnya berpengaruh nyata terhadap nilai kandungan gizi serta nilai sensorinya. Perlakuan dengan perbandingan 120 g : 80 g (F3) sebagai produk terpilih memiliki karakteristik mutu berwarna cokelat mengarah ke hitam, tekstur mengarah ke lembut, rasa cukup manis mengarah ke manis, aroma mengarah ke tidak tercium bau langu dan uji hedonik mengarah disukai oleh panelis.  Sifat kimia dalam 1 batang sport bar F3 memenuhi kebutuhan protein, dan lemak yang dipersyaratkan. Sementara kandungan karbohidrat, kalium serta total kalori belum memenuhi kandungan sport bar yang dipersyaratkan.
Penerapan Value Proposition Canvas dan Business Model Canvas pada Produk Cookies Mocaf dalam Kelas Future Food Research and Develovment di PT. Agritama Sinergi Inovasi Fadhillah, Alsya Salwa; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.18970

Abstract

Tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat, mendorong banyaknya inovasi produk pangan yang lebih bernutrisi dan bebas gluten. Salah satu alternatif untuk dapat dikembangkan ialah cookies berbasis tepung mocaf. Untuk mengoptimalkan keberlanjutan produk cookies diperlukan tools untuk menganalisis strategi pasar yaitu dengan menerapkan Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC). Value Proposition Canvas (VPC) digunakan untuk mengidentifikasi preferensi dan kebutuhan konsumen, sedangkan Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk menyusun kerangka jalannya bisnis yang efektif dan efisien. Kegiatan ini dilaksanakan di PT agritama sinergi inovasi melalui program studi independen bersertifikat selama lima bulan. Metode yang digunakan mencakup observasi pasar, analisis preferensi konsumen serta menganalisis model bisnis dengan memanfaatkan dua alat yaitu Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Value Proposition Canvas dapat mengungkapkan permasalahan yang menjadi kebutuhan konsumen sehingga menciptakan sebuah fitur atau value yang diharapkan sedangkan dengan menerapkan Business Model Canvas memberikan gambaran secara efisien mengenai strategi pemasaran, segmentasi konsumen, aspek finansial dan lainnya untuk menunjang keberhasilan produk di pasar. Melalui pendekatan berbasis Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC), produk cookies mocaf memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk camilan sehat berbasis bahan lokal yang inovatif dan sesuai dengan tren pasar saat ini.
Emotional Sensory Mapping Minuman Beras Kencur Berbasis Jenis Beras Berbeda Khairunnisa, Nyimas Isnaini; Aminullah, Aminullah; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19032

Abstract

Beras kencur umumnya terbuat dari beras putih sehingga belum begitu mengenal dari beras merah dan beras hitam padahal memiliki antioksidan lebih tinggi. Evaluasi sensori penting untuk menentukan pilihan konsumen terhadap produk. Penelitian ini bertujuan mempelajari atribut sensori dan emosi beras kencur berbasis jenis beras berbeda dengan metode Emotional Sensory Mapping (ESM). Sampel yang digunakan ada tiga yaitu beras kencur dari beras putih (135), beras merah (278), dan beras hitam (469). Penelitian terdiri dari empat tahap yaitu menentukan atribut sensori dan emosi beras kencur dari FGD (Focus Group Discussion), menentukan panelis konsumen, persiapan sampel beras kencur dan penilaian, dan terakhir adalah mengolah data dengan XLSTAT 2021. Analisis yang digunakan dalam CATA adalah uji Cochran’s Q, analisis korespondensi, PCoA (Principal Coordinate Analysis), dan Penalty Analysis. Hasil penelitian mendapatkan 16 atribut sensori dan 9 atribut emosi. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan jenis beras secara signifikan tidak mempengaruhi atribut sensori, kecuali warna cream, warna coklat, dan plain. Menurut panelis, minuman beras kencur yang ideal memiliki aroma kencur, rasa kencur, rasa manis, warna cream, dan tekstur cair. Beras kencur yang paling dekat dengan ideal adalah sampel 135 yaitu beras kencur dari beras putih, di mana sampel 135 memiliki emosi senang, datar, dan menarik. Berdasarkan Penalty Analysis, atribut emosi yang harus dimiliki atau masuk kategori must have adalah warna cream, di mana dapat meningkatkan penerimaan konsumen terhadap pengembangan minuman beras kencur.
Pengawasan Mutu Produk Akhir Sereal Choco Chips General Trade dan Modern Trade di PT Simba Indosnack Makmur – Kabupaten Bogor Gunawan, Syifa Zahra; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21232

Abstract

Produk sereal merupakan salah satu makanan siap saji yang praktis dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, perbedaan saluran distribusi dapat memengaruhi mutu produk akhir, sehingga pengawasan mutu menjadi hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengawasan mutu produk akhir Choco Chips General Trade (GT) dan Modern Trade (MT) di PT Simba Indosnack Makmur – Kabupaten Bogor, melalui uji kadar air dan organoleptik. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama kegiatan praktik lapang, dokumentasi pengujian produk, serta wawancara informal dengan personel Quality Assurance. Pengujian kadar air dilakukan dengan metode oven, sedangkan uji organoleptik dilakukan oleh lima panelis terlatih yang menilai atribut penampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil menunjukkan bahwa kadar air Choco Chips MT sebesar 2,88% lebih rendah dibandingkan GT sebesar 3,93%. Produk MT memenuhi standar SNI 01-4270-1996 (< 3%), sedangkan GT tidak. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kedua produk masih sesuai standar mutu internal perusahaan, meskipun terdapat aroma cokelat yang dilelehkan seperti aroma karamelisasi pada sampel MT. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pengemasan menggunakan nitrogen pada produk MT berkontribusi dalam menjaga kestabilan mutu produk selama penyimpanan dan distribusi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada tidak dilakukannya analisis mikrobiologi dan uji penyimpanan jangka panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengevaluasi parameter tambahan yang dapat memberikan gambaran mutu produk secara lebih menyeluruh.
Pengawasan Mutu Ekstrak Powder Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan Ekstrak Liquid Kunyit (Curcuma Longa L.) di PT Sari Alam Sukabumi Septianingsih, Asiah; Fitrilia, Tiana; Rizki
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21945

Abstract

Produk herbal memerlukan pengawasan mutu yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas bahan aktif di dalamnya. Salah satu metode yang umum digunakan dalam standarisasi bahan alam adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dapat mengidentifikasi senyawa aktif utama dalam ekstrak tumbuhan. Namun, masih sedikit penelitian yang menggambarkan penerapan sistem pengawasan mutu di tingkat industri, terutama dalam memastikan konsistensi hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologi ekstrak herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pengawasan mutu pada ekstrak powder daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan ekstrak liquid kunyit (Curcuma longa L.) di PT Sari Alam Sukabumi. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pengujian laboratorium, meliputi uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kadar air, viskositas, mikrobiologi, dan organoleptik. Hasil KLT menunjukkan tiga bercak pada simplisia daun katuk (Rf 0,10; 0,86; 0,92) dan empat bercak pada simplisia kunyit (Rf 0,36; 0,56; 0,78; 0,90) yang menandakan keberadaan flavonoid dan kurkuminoid. Nilai kadar air sebesar 2,25% menunjukkan kestabilan ekstrak, sedangkan viskositas 28,45 mPa·s mengindikasikan konsistensi cairan yang baik. Uji mikrobiologi memperlihatkan tidak adanya kontaminasi patogen dengan nilai ALT dan AKK jauh di bawah batas maksimum, sementara hasil organoleptik menunjukkan kesesuaian karakteristik fisik dengan bahan asalnya. Penelitian ini membuktikan bahwa sistem pengawasan mutu berbasis CPOTB di PT Sari Alam Sukabumi berjalan efektif dalam menjaga kualitas dan keamanan produk ekstrak herbal. Batasan penelitian ini adalah belum adanya analisis kuantitatif senyawa aktif dan uji aktivitas biologis. Penelitian lanjutan disarankan untuk menambahkan kedua aspek tersebut agar hasil validasi mutu lebih komprehensif.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achyar, Catellia Auliany Ahmad Syarbaini Ahmad Syarbaini Amar Ma’ruf Amar Ma’ruf Aminullah Aminullah, Aminullah Andini, Sumi Fitri Anisyah, Yuni Nur Arti Hastuti Aulia Dinda Wahyuni Bagem Sembiring Chosida, Hikmah Nur Destiandani, Khansa Devi Oktavia Dewi Sarastani Dewi, Intan Permata Dewi, Rima Aura Dian Histifarina Dian Histifarina DIMAS ANDRIANTO Dinar Mutiara Hikmah Distya Riski Hapsari Dwi Aryanti Dwi Aryanti Nur'utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwi Aryanti Nur’utami Dwicesaria, Maheswari Alfira Elviana, Ratu Adis Fadhillah, Alsya Salwa Febrina, Adella Febryana Rahayu Kurniawati Gholam, Gusnia Meilin Gunawan, Syifa Zahra Helmi Haris Hikmah Nur Chosida Hudayanti, Martini Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Intan Permatasari Ismayanti, Ipung Nurdian Juanda, Dede Khairunnisa, Nyimas Isnaini Kharyani, Raden Aldini Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Lia Amalia Lucianawati Dewi Dewi Mansurdin, Labid Zufar Mardiah Mardiah Mega Safithri Muhammad Rifqi Muhammad, Nur Wardah I. Naila Fathi Isnazaki Hafiyya Nunuk Widhyastuti Nuraeni, Dinda Nursyawal Nacing Nusyarah, Ayu Tri Permana, Algiffari Aryansyah Pertiwi, Sri Rejeki Retna Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira Putri Cantika, Aini Qisthina, Dalilah Raden Haryo Bimo Setiarto Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Raisyadikara, Fadila Ramadhan, Alif Muhammad Ramdani Restu Akim Retno Kartika Rosdiana Riana, Asysyifa Ridwan Rachmat Ridwan Rahmat Rini Kurniasih, Rini Rizki Rosy Hutami Rosyidah, Rara Annisaur Sanaya, Dhiyaa Septianingsih, Asiah Siti Aminah Siti Nurhalimah Sri Widowati Sumi Fitri Andini Tiara Amanda Lestari Tirta Setiawan Titi Rohmayanti Utami, Nur' Wildan Saputra Yusdianti Febriani