Articles
Improving Elementary School Students' Understanding of Literacy and Numeracy Through Digital Applications
Hikamudin, Eviana;
Riyadi, Arie Rakhmat;
Aryanti;
Peniasiani, Dian;
Nuryani, Pupun;
Gofur, Ridwan
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v11i3.64018
The challenges of changing times require individuals to have adaptive life skills. Literacy and numeracy skills are two general skills that students need to have. The research aims to analyze elementary school (SD) students' understanding of literacy and numeracy through the use of digital applications in learning. Data collection was carried out through survey techniques using questionnaires, observations, and interviews. The participants in this study were 177 grade 4 (four) elementary school students, four teachers, and two school principals. Processing and analysis of data using descriptive quantitative analysis by combining the results of interviews and observations using a comprehensive analysis technique. The results showed that students' understanding of literacy material reached 39.32, and numeration material reached 34.81. On other aspects, based on the observation of the implementation of learning, it was found that 91% of teachers had delivered literacy and numeracy material in the excellent category. Based on the interviews and field observations, data was obtained that all sample schools had literacy and numeracy strengthening programs and carried them out regularly at school. Strengthening literacy and numeracy using digital application assistance in assessments in schools is currently unable to increase students' understanding of literacy and numeracy significantly.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STRATEGI STUDENT TEAM HEROIC LEADERSHIP UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KEPEMIMPINAN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Adi Prabowo, Rexzi;
Nuryani, Pupun;
Mulyani, Leny
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v4i3.3752
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan peneliti pada peserta didik kelas V SD. Permasalahan tersebut adalah rendahnya sikap kepemimpinan peserta didik yang disebabkan oleh minimnya pemberian kesempatan dan pengalaman untuk memimpin suatu kelompok. Peran kepemimpinan dalam mengoordinir, mengorganisasi tugas, menjadi teladan, dan menjalankan tanggung jawab yang diberikan masih belum berjalan secara optimal. Maka dari itu peneliti berusaha untuk melatih dan meningkatkan sikap kepemimpinan tersebut pada diri peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model kooperatif strategi student team heroic leadership dan peningkatannya terhadap sikap kepemimpinan siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc.Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis observasi sikap kepemimpinan peserta didik pada saat proses pembelajaran dengan indikator dari sikap kepemimpinan yaitu kemampuan beradaptasi dalam kelompok, keterampilan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, keterampilan sosial, manajerial, dan tanggung jawab. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif strategi student team heroic leadership dapat meningkatkan sikap kepemimpinan siswa kelas V di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPAS
Suci Destriani;
Pupun Nuryani;
Sri Muria Rahmaniah
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 2 No. 9 (2024): September
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study focuses on low motivation and student learning outcomes. This study emphasizes the use of TGT (Teams Games Tournament) type cooperative learning model to improve motivation and learning outcomes of fifth grade elementary school students. The problem faced is the lack of student learning motivation so that low student learning outcomes. This study uses this learning model, there are learning steps, which include; 1) class presentation; 2) Team; 3) games; 4) tournaments; 5) Team recognition. This study uses two cycles that refer to the Kemmis and Taggart model. Data collection is carried out through observation and post-test results of students in each cycle. Based on the results of the study from each cycle, it shows an increase in student learning motivation as seen from student involvement in asking questions, discussing and completing assignments. Then the student learning outcomes show an increase. Thus, this study shows that the TGT type cooperative learning model is effective in improving student learning outcomes, as well as providing a positive impact on student motivation in the subject of science in fifth grade elementary school students.
PELESTARIAN NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI UPACARA ADAT SEREN TAUN DI DESA CITOREK LEBAK BANTEN
Hidayat, Iman;
Robandi, Babang;
Nuryani, Pupun
Al-Mubtadi: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58988/almubtadi.v1i2.284
This paper aims to describe the preservation of local wisdom values in the traditional seren taun ceremony in Citorek Lebak Banten Village. local wisdom values through the traditional ceremony of seren taun in Citorek Lebak Village, Banten. the data collection process was pursued using a qualitative descriptive approach using ethnographic methods. The results of this study are that there are local wisdom values in the traditional seren taun ceremony which are related to current developments. in which there are several values, including: social values, values, morals, educational values, religious values and environmental values. These values are accommodated in the culture and traditions that exist in the village of Citorek Lebak, Banten.
Harapan Orangtua Terhadap Anak Pra-Sekolah Dapat Dilihat Dari Perspektif Psikologi Perkembangan Anak
Herdiyana, Rian;
Nuryani, pupun;
Miftahudin, Ujang
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK: Sebuah riset yang dilakukan di Universitas Chicago menyatakan 50% perkembangan intelektual otak seseorang terjadi antara kelahiran dan usia 4 tahun,dan 30% antara usia 4 dan 8 tahun,dan 20% sisanya antara usia 8 hingga 18 tahun. Terori ini sebenarnya sudah dipahami dengan baik oleh para orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan prasekolah dan telah memasukan anaknya ke dalam kelompok bermain dan taman kanak-kanak di lingkungannya. Hal ini tidak berarti bahwa orang tua secara otomatis memahami isi pendidikan anak usia dini yang harus diberikan. Kepada anak-anak. Harapan orang tua terhadap tumbuh kembang anak usia prasekolah (prasekolah) lebih terfokus pada pengembangan satu aspek kecerdasan saja dan mengabaikan kecerdasan lainnya, tentu Negara ini akan kekurangan manusia yang mampu bersaing ketika sudah dewasa. Jika tekanan yang lebih besar diberikan pada anak untuk hanya bisa membaca dan menulis,maka kreativitasnya akan hilang,dan rasa senang saat bermain akan terganggu karena ini merupakan salah satu bidang pengembangan kreativitas. Penelitian kualitatif ini melibatkan 5 responden yang merupakan orang tua dari anak pra sekolah (TKQ Miftahul Ulum Sakambang,Kabupaten Purwakarta). Pengumpulan data dilakukan melalui daftar pertanyaan terbuka yang ditanggapi responden secara tertulis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis isi untuk menghasilkan tema-tema yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harapan orang tua terhadap anaknya lebih berkaitan dengan aspek kognitif dan moral anak. Oleh karena itu, lembaga pendidikan prasekolah diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara harapan orang tua dengan tugas perkembangan anak. Kata Kunci : harapan orang tua, perkembangan anak, prasekolah, usia dini.
EFEKTIVITAS MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI BANGUN RUANG SISWA FASE C SEKOLAH DASAR
Ramadhina, Nova Cahyani;
Nuryani, Pupun;
Fitriani, Andhin Dyas
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.46445
Dalam pembelajaran matematika salah satu kemampuan matematis yang harus siswa kuasai adalah pemahaman konsep matematis. Pemahaman konsep matematis siswa yang rendah dikarenakan kurangnya model pembelajaran yang sesuai untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model guided discovery learning dalam meningkatkan pemahaman konsep materi bangun ruang pada siswa fase c sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design, dengan subjek penelitian ini adalah siswa fase C kelas V di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat. Instrumen penelitian yang digunakan berdasarkan indikator pemahaman konsep matematis. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan uji perbedaan terhadap skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata yang diperoleh siswa saat prettest sebesar 51,5, dan rata-rata saat posttest sebesar 83,83. Perbedaan rata-rata yang signifikan berdasarkan hasil uji paired sample t-test sebesar 0,000 < α (0,05). Peningkatan pemahaman konsep siswa dibuktikan berdasarkan hasil uji perbedaan terhadap skor N-Gain dengan perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 69,37%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model guided discovery learning dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa karena termasuk kedalam kategori cukup efektif.
Efektivitas Bahan Ajar Siansun Berbasis Pendekatan CPA untuk Meningkatkan Kelancaran Prosedural Matematis Siswa SD Fase B
Adevina, Andina;
Mufliva, Rosiana;
Nuryani, Pupun
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15573
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kelancaran prosedural matematis pada materi operasi perkalian bersusun bilangan cacah sampai 100 siswa fase B sekolah dasar. Hal tersebut dikarenakan kegiatan pembelajaran belum memfasilitasi penggunaan bahan ajar dan metode yang digunakan masih berpusat pada guru yaitu metode ceramah, sehingga diperlukan penggunaan bahan ajar berbasis pendekatan matematika yaitu bahan ajar Siansun berbasis pendekatan CPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bahan ajar Siansun berbasis pendekatan CPA terhadap peningkatan kelancaran prosedural matematis siswa SD fase B. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental design yaitu one group pre-test-post-test design. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 21 orang. Instrumen yang digunakan yaitu tes. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kelancaran prosedural matematis siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan treatment. Hal ini dibuktikan melalui uji perbedaan rerata menggunakan uji Wilcoxon. Selan itu berdasarkan hasil uji N-Gain keefektifan bahan ajar “Siansun” berbasis pendekatan CPA berada pada kriteria tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Siansun berbasis pendekatan CPA efektif untuk meningkatkan kelancaran prosedural matematis siswa SD fase B pada materi operasi hitung perkalian bersusun bilangan cacah sampai 100.
PELESTARIAN NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI UPACARA ADAT SEREN TAUN DI DESA CITOREK LEBAK BANTEN
Hidayat, Iman;
Robandi, Babang;
Nuryani, Pupun
Al-Mubtadi: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58988/almubtadi.v1i2.284
This paper aims to describe the preservation of local wisdom values in the traditional seren taun ceremony in Citorek Lebak Banten Village. local wisdom values through the traditional ceremony of seren taun in Citorek Lebak Village, Banten. the data collection process was pursued using a qualitative descriptive approach using ethnographic methods. The results of this study are that there are local wisdom values in the traditional seren taun ceremony which are related to current developments. in which there are several values, including: social values, values, morals, educational values, religious values and environmental values. These values are accommodated in the culture and traditions that exist in the village of Citorek Lebak, Banten.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS V ANTARA MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING DAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING
Pratiwi, Sonia Amanda;
Nuryani, Pupun;
Fitriani, Andhin Dyas
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i03.31779
Pemahaman konsep matematis merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika yang perlu dimiliki oleh peserta didik sejak dini. Namun, hasil observasi dan uji terbatas menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep peserta didik kelas V pada materi karakteristik antar bangun ruang masih tergolong rendah, terutama dalam menyatakan ulang konsep dan menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik antara model pembelajaran Guided Discovery Learning dan Project-Based Learning dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Andir, Kota Bandung, dan sampelnya terdiri dari dua kelas berjumlah masing-masing 25 peserta didik. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji-t dan uji N-Gain dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis peserta didik pada kategori sedang. Rata-rata skor N-Gain kelas Guided Discovery Learning sebesar 0,6641 dan kelas PjBL sebesar 0,5560. Namun, berdasarkan uji Mann-Whitney, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model pembelajaran (p > 0,05).
EFEKTIVITAS MEDIA PANCASILA INTERAKTIF (PINTAR) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SIMBOL PANCASILA PADA PESERTA DIDIK FASE A
Aghista Putri Amelia;
Pupun Nuryani;
Mubarok Somantri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i03.31856
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya pemahaman peserta didik fase A terhadap materi simbol Pancasila. Salah satu alternatif yang dapat dijadikan solusi yaitu dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas dari media PINTAR terhadap pemahaman konsep peserta didik materi simbol pancasila. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif pre-experiment dengan desain one group pre-test post-test design. Instrumen yang digunakan ialah instrumen tes. Partisipan pada penelitian ini merupaka peserta didik sekolah dasar dengan jumlah sampel sebanyak 22 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perbedaan rata-rata yang signifikan dari penggunaan media PINTAR dengan menggunakan uji paired sample t-test sebesar 0.00 < 0.05 (taraf signifikansi) artinya media PINTAR cukup efektif terhadap pemahaman konsep simbol Pancasila peserta didik fase A sekolah dasar. Besar keefektivan media PINTAR ini sebesar 69,14% dengan kriteria sedang. Dengan demikian, guru dan peneliti selanjutnya disarankan menyesuaikan media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik agar pembelajaran lebih efektif. Kata Kunci: Media Interaktif, Pemahaman Konsep, Simbol Pancasila