Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN LINTAS SEKTOR DALAM MENINGKATKAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT Sunandar, Kuslan; Hatimah, Ihat; Suryadi, Ace; Shantini, Yanti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 2 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i2.2067

Abstract

The prevalence of non-communicable diseases in Indonesia showed a significant increasing trend, from 25% at the end of 2013 to 35% at the end of 2018. Prevention efforts in a community had to be conducted through healthy lifestyle implementation characterized by four indicators, namely physical activity, daily fruit and vegetable intake, not smoking, and routine health checks. Public awareness of healthy life is shallow, even though they have a high educational background. The research aimed to know the role of cross-sector support programs as a solution in improving the Healthy Life Behavior of the citizen. This research was conducted in July-August 2018 in 22 working areas of the Bandung City Health Center. The research used a cross-sectional approach design. The respondents were 205 people, using the purposive random sampling technique. The analysis used chi-square test. The results showed that respondents had poor knowledge about GERMAS, 60.4% of whom were also bad at implementing GERMAS. The respondents whose attitude towards GERMAS was poor, 61.0% of them were also poor in implementing GERMAS. Most people had not felt cross-sector support. There was a significant relationship between cross-sector support and the improvement of people's healthy clean living behavior. The research concluded that almost all people have good knowledge and attitudes about GERMAS, but most people were not good at implementing GERMAS, and there were most people who do not feel any cross-sectoral support in implementing GERMAS. There was a meaningful relationship between cross-sectoral support, both government and private, and the implementation of GERMAS.
Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar Iis Elfa Syafmaini; Yanti Shantini; Joni Rahmat Pramudia
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.478

Abstract

Abstract Early childhood tends to absorb new knowledge if it happens in concrete real life. So that teachers must be able to provide learning based on realistic experiences, learning methods are needed that can stimulate student activeness. This research was held at TK Kasih Bunda (Kindergarten), Tanah Datar District. This study aimed to 1). Describe the application of the Discovery Learning Model in TK Kasih Bunda, 2). See the benefits of the Discovery Learning Model in learning proccess, 3). See the teacher's responses to the application of the Discovery Learning Model in learning proccess. In addition, the method used in this study was qualitative with descriptive methods. The subject of the study was the teacher and students of Kasih Bunda Kindergarten. The data analysis technique applied is descriptive data analysis, using the stages of data reduction, data presentation, and conclusions. The data collection techniques applied two sources of data, namely primary and secondary sources. The strategy in collecting data was through observation, interviews, and documentation studies. In short, the findings of this study were that the application of the Discovery Learning Model ran properly implemented and it can increase students’ activity. The applied to three learning activities which were dancing, prayer, and gardening practices. Thus, the Discovery Learning Model has been proven to have a positive impact on increasing activeness, independence, self-confidence, courage, and be able to improve students' skills in TK Kasih Bunda, Tanah Datar District. Keywords: Discovery Learning Model; Students’ Activity; Kindergarten Abstrak Anak usia dini cenderung menyerap suatu ilmu baru jika hal tersebut terjadi dalam kehidupan nyata yang bersifat konkrit. Sehingga guru harus mampu menyediakan pembelajaran yang berbasis pengalaman-pengalaman realistis maka diperlukan metode pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa. Penelitian ini diselenggarakan di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1). Menggambarkan penerapan model Discovery Learning di TK Kasih Bunda, 2). Mengetahui manfaat model Discovery Learning dalam pembelajaran, 3). Mengetahui tanggapan guru terhadap penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa TK Kasih Bunda. Teknik analisis data yang diterapkan ialah analisis data deskriptif, menggunakan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data menerapkan dua sumber data yaitu sumber primer dan sekunder. Strategi dalam pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan model Discovery Learning berjalan lancar dan tepat dilaksanakan dan dapat meningkatkan keaktifan siswa. Diterapkan pada tiga kegiatan pembelajaran yaitu praktik menari, praktik ibadah salat, dan praktik berkebun. Simpulan dari penelitian ini yaitu model Discovery Learning terbukti memberikan dampak yang positif terhadap peningkatkan keaktifan, kemandirian, percaya diri, keberanian, dan terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar Kata kunci: Discovery Learning; Keaktifan Siswa; Taman Kanak-Kanak
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP KESADARAN WARGA BELAJAR PKBM DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL Firdaus, Nunu Mahmud; Wahyudin, Uyu; Sudiapermana, Elih; Shantini, Yanti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v8i1.26952

Abstract

The rapid development of digital technology that occurs requires human society to start updating and improving their skills. The users of digital media must be able to develop an evaluative disposition towards digital content. Without critical evaluation, users will be more easily carried away by the flow of technology than controlling it. Therefore, this study seeks to reveal the influence of digital literacy on the digital awareness of PKBM learners. The subjects in this study were determined purposively by determining a quota sample. This study was designed in the form of a mix method with data collection applying observation techniques and questionnaires distribution. The analysis was carried out using interactive model analysis techniques for qualitative data and regression analysis for quantitative data. The results of this study indicate that the mastery of digital literacy by PKBM learners is quite high. Likewise, the digital awareness of learners is generally categorized as good. This is evidenced by the results of the correlation-regression analysis which shows a significant positive influence.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MAHASISWA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA SITUASI GAWAT DARURAT Ramadhina, Arneta Khairunnisa; Saputri, Ashri Fauziah; Dzumalin, Muhammad Naufal Nastran; Shantini, Yanti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v8i2.26785

Abstract

Situasi gawat darurat adalah kondisi yang memerlukan respons cepat untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah kerusakan lebih lanjut. Pertolongan pertama menjadi langkah penting dalam memberikan bantuan sebelum korban mendapatkan penanganan medis profesional. Mahasiswa sering kali menjadi saksi atau penolong pertama dalam situasi darurat, sehingga penting untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pertama. Mengkaji tingkat pengetahuan dan kesiapan mahasiswa dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi gawat darurat berdasarkan tinjauan literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan literature review yang menganalisis 13 artikel yang relevan dari tahun 2020 hingga 2024. Artikel dipilih dengan metode screening dan analisis kritis. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan dasar yang baik, tetapi kesiapan mereka masih perlu ditingkatkan. Faktor determinan seperti pelatihan, kepercayaan diri, dan pengalaman praktik memainkan peran penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa. Tingkat pengetahuan mahasiswa yang baik tentang pertolongan pertama perlu didukung oleh pelatihan praktis yang terstruktur untuk meningkatkan kesiapan mereka menghadapi situasi gawat darurat. Oleh karena itu, perlunya institusi pendidikan untuk mengadakan program pelatihan pertolongan pertama secara rutin guna meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi situasi darurat. Langkah ini tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, tetapi juga meminimalkan dampak cedera dalam berbagai insiden terkait kampus.
PEMBERDAYAAN LANSIA KUNCI PERILAKU HIDUP SEHAT DI USIA SENJA Sunandar, Kuslan; Ardiwinata, Jajat S; Suryadi, Ace; Shantini, Yanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2862

Abstract

Empowerment of the elderly can be carried out in various aspects, one of which is health education. The welfare of the elderly is expected to increase through empowerment activities. The government together with the community and families must cooperate in improving social welfare for the elderly so that the physical, mental, and socioeconomic conditions of the elderly can function reasonably because these conditions are related to the diseases they suffer. More than fifty percent of elderly who live with their families or who live in nursing homes suffer from non-communicable diseases (NCDs). NCDs are the leading cause of death in the world with contribution of 62%. Currently, non-communicable diseases are on the rise as a result of an unhealthy lifestyle. The study aimed to determine the empowerment of elderly in carrying out healthy living behaviors. The research method used survey research. Quantitative data analysis was carried out using percentages. Data collection used an instrument in the form of a questionnaire on healthy living behavior in the elderly. Data was collected by interviews with 18 elderly people. Samples were selected using purposive sampling technique. Most of the elderly have unhealthy lifestyle behaviors, with percentage of more than 50% on various aspects such as water consumption, physical activity, diet, mental stimulation, sleep quality, as well as eating and drinking habits, lack of adherence to medication and health checks. This can negatively impact their overall health. Recommendations must be pursued for development of a problem-solving-based elderly empowerment model in improving healthy living behaviors
Integrasi Experiential Learning dalam Peningkatan Kompetensi Petani: Kajian Sistematis atas Praktik Global Sihombing, Ferdinan; Shantini, Yanti; Sardin, Sardin
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2025): Jurnal JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i1.73892

Abstract

AbstrakPetani memegang peran sentral dalam ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan, namun masih menghadapi tantangan dalam peningkatan kompetensi akibat keterbatasan pendidikan formal dan akses pelatihan. Pendekatan experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman), sebagaimana dikembangkan oleh Kolb, menawarkan kerangka yang relevan untuk membangun kapasitas petani melalui proses belajar yang bersumber dari pengalaman nyata. Kajian sistematis ini bertujuan menelaah praktik experiential learning dalam pendidikan petani berdasarkan literatur global terbitan 2015–2024, serta menilai implikasinya bagi pengembangan pendidikan petani di Indonesia. Metode mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian di database Scopus, menghasilkan 141 artikel, dan diseleksi hingga tersisa 4 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa experiential learning diterapkan dalam berbagai konteks melalui simulasi iklim, pertukaran pengetahuan komunitas, diskusi reflektif, dan eksperimen lapangan. Seluruh praktik mencerminkan tahapan siklus Kolb secara utuh atau parsial. Pembelajaran global memperlihatkan pentingnya ruang belajar yang partisipatif, berbasis komunitas, dan kontekstual. Kesimpulannya, experiential learning terbukti mampu meningkatkan kompetensi petani secara reflektif dan adaptif. Kajian ini merekomendasikan integrasi pendekatan ini ke dalam sistem pendidikan petani di Indonesia, dengan menekankan pentingnya fasilitasi lokal, ruang eksperimen sosial, dan pengakuan atas pengalaman petani sebagai sumber pengetahuan utama. Kata Kunci: Siklus Kolb, kompetensi petani, experiential learning 
Recovery Efforts for Social Reintegration of NAPZA Victims in Community Learning Centers Indriyani, Wulan Ayu; Komar, Oong; Shantini, Yanti
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 13, No 1 (2025): Kolokium : Publishing April 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v13i1.928

Abstract

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang berdampak pada kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Korban NAPZA sering menghadapi stigma sosial dan tantangan dalam reintegrasi setelah rehabilitasi. Studi ini mengkaji upaya untuk memfasilitasi reintegrasi sosial bagi korban NAPZA melalui Pusat Pembelajaran Masyarakat (PKBM) sebagai pendekatan pemulihan yang komprehensif. Metode penelitian menggunakan tinjauan pustaka, menganalisis 40 artikel tentang rehabilitasi dan reintegrasi di PKBM dengan menggunakan alat analisis Nvivo. Temuan menyoroti peran penting PKBM dalam menawarkan program pelatihan pendidikan dan vokasi, mengurangi stigma, dan mendukung keterlibatan keluarga dalam pemulihan. Intervensi utama meliputi pengembangan keterampilan, terapi psikososial dan spiritual, dan kampanye kesadaran publik. Reintegrasi yang efektif memerlukan dukungan multidimensi yang mencakup aspek medis, psikologis, sosial, dan ekonomi. PKBM menjembatani korban dan masyarakat, menumbuhkan lingkungan yang inklusif dan menyediakan kerangka kerja pemulihan yang berkelanjutan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik PKBM dalam mempromosikan pemulihan jangka panjang dan mengurangi tingkat kekambuhan bagi korban NAPZA.
Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar Syafmaini, Iis Elfa; Shantini, Yanti; Joni Rahmat Pramudia
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.478

Abstract

Abstract Early childhood tends to absorb new knowledge if it happens in concrete real life. So that teachers must be able to provide learning based on realistic experiences, learning methods are needed that can stimulate student activeness. This research was held at TK Kasih Bunda (Kindergarten), Tanah Datar District. This study aimed to 1). Describe the application of the Discovery Learning Model in TK Kasih Bunda, 2). See the benefits of the Discovery Learning Model in learning proccess, 3). See the teacher's responses to the application of the Discovery Learning Model in learning proccess. In addition, the method used in this study was qualitative with descriptive methods. The subject of the study was the teacher and students of Kasih Bunda Kindergarten. The data analysis technique applied is descriptive data analysis, using the stages of data reduction, data presentation, and conclusions. The data collection techniques applied two sources of data, namely primary and secondary sources. The strategy in collecting data was through observation, interviews, and documentation studies. In short, the findings of this study were that the application of the Discovery Learning Model ran properly implemented and it can increase students’ activity. The applied to three learning activities which were dancing, prayer, and gardening practices. Thus, the Discovery Learning Model has been proven to have a positive impact on increasing activeness, independence, self-confidence, courage, and be able to improve students' skills in TK Kasih Bunda, Tanah Datar District. Keywords: Discovery Learning Model; Students’ Activity; Kindergarten Abstrak Anak usia dini cenderung menyerap suatu ilmu baru jika hal tersebut terjadi dalam kehidupan nyata yang bersifat konkrit. Sehingga guru harus mampu menyediakan pembelajaran yang berbasis pengalaman-pengalaman realistis maka diperlukan metode pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa. Penelitian ini diselenggarakan di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1). Menggambarkan penerapan model Discovery Learning di TK Kasih Bunda, 2). Mengetahui manfaat model Discovery Learning dalam pembelajaran, 3). Mengetahui tanggapan guru terhadap penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa TK Kasih Bunda. Teknik analisis data yang diterapkan ialah analisis data deskriptif, menggunakan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data menerapkan dua sumber data yaitu sumber primer dan sekunder. Strategi dalam pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan model Discovery Learning berjalan lancar dan tepat dilaksanakan dan dapat meningkatkan keaktifan siswa. Diterapkan pada tiga kegiatan pembelajaran yaitu praktik menari, praktik ibadah salat, dan praktik berkebun. Simpulan dari penelitian ini yaitu model Discovery Learning terbukti memberikan dampak yang positif terhadap peningkatkan keaktifan, kemandirian, percaya diri, keberanian, dan terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar Kata kunci: Discovery Learning; Keaktifan Siswa; Taman Kanak-Kanak
Family Economic Strategies through Digital Marketing: A Qualitative Study of Home-Based Businesses Az Zahra, Puti; Purnomo, Purnomo; Saepudin, Asep; Shantini, Yanti; Rosmia, Ade Romi
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 13, No 3 (2025): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing August 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v13i3.135286

Abstract

This study examines family economic strategies through digital marketing implementation in home-based businesses within community-based empowerment frameworks. Using a qualitative case study approach in Ibun District, Bandung Regency, West Java, this research involved 11 home-based business operators from the Local Hero women's community, selected through purposive sampling. Data collection employed triangulated methods including in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis of digital marketing activities. Findings reveal that home-based businesses have evolved from supplementary income sources to primary economic pillars for family sustainability. Digital marketing strategies demonstrate sophisticated adaptation utilizing integrated platforms (WhatsApp Business, Facebook, and Shopee) with systematic approaches including visual content optimization, strategic promotional timing, and sustained customer engagement of 2-4 interactions weekly. Family involvement transcends labor distribution, creating collaborative entrepreneurial ecosystems that reinforce social cohesion and intergenerational knowledge transfer. The Local Hero community functions as a critical enabler, providing structured learning frameworks, peer experience sharing, and digital marketing networks that strengthen family economic positioning. This research contributes to theoretical understanding of community-mediated digital transformation in family economies and offers practical frameworks for scaling technology-based economic empowerment initiatives in similar socio-economic contexts. Keywords: Digital Economy, Community Empowerment, Home-Based Enterprises, Family Economic Strategy, Digital Marketing
PERLAKUAN KOLABORASI DALAM PEMULIHAN REINTEGRASI SOSIAL KORBAN NAPZA Indriyani, Wulan Ayu; Komar, Oong; Shantini, Yanti; Maslihah, Sri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.42923

Abstract

Abstract. The problem of social reintegration for victims of Narcotics, Psychotropics, and other Addictive Substances (NAPZA) involves multidimensional challenges such as social stigma, psychological dependence, and economics. This study aims to analyze and develop a social reintegration model for NAPZA victims by adopting the concept of collaboration as the main framework. The research method used is a literature study that collects and analyzes 22 relevant articles regarding collaborative treatment in the recovery of social reintegration of NAPZA victims at the Community Learning Activity Center (PKBM). Data analysis was carried out using Nvivo software, through steps such as data import, coding, categorization based on main themes, theme analysis to identify patterns and relationships, and data visualization to present findings graphically. The study results indicate that effective communication is at the heart of successful synergy between parties. Good collaboration requires a shared understanding of goals and strategies, as well as recognition of the rights and obligations of each actor. A collaboration-based approach allows for the development of more adaptive and personalized programs, considering the needs and potential of victims. Cross-sector collaboration, such as between health workers, families, and communities, can help victims internalize this new perspective while supporting them in rebuilding a positive social identity. The recommendation from this study is the importance of synergy between the government, community, family, and health workers in creating an ecosystem that supports the recovery of drug victims. A collaborative approach, social reintegration of drug victims can be more effective, allowing them to return to a productive and meaningful life, while reducing the negative impact of drug abuse in society.  Keyword: Collaboration; Social Reintegration; Victims of Drug Abuse. Abstrak. Masalah reintegrasi sosial bagi korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) melibatkan tantangan multidimensi seperti stigma sosial, ketergantungan psikologis, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model reintegrasi sosial bagi korban NAPZA dengan mengadopsi konsep kolaborasi sebagai kerangka utama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis 22 artikel yang relevan mengenai perlakuan kolaborasi dalam pemulihan reintegrasi sosial korban NAPZA di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Nvivo, melalui langkah-langkah seperti impor data, pengkodean, kategorisasi berdasarkan tema utama, analisis tema untuk mengidentifikasi pola dan hubungan, serta visualisasi data untuk mempresentasikan temuan secara grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif merupakan inti dari keberhasilan sinergi antar pihak. Kolaborasi yang baik memerlukan pemahaman bersama tentang tujuan dan strategi, serta pengakuan terhadap hak dan kewajiban masing-masing aktor. Pendekatan berbasis kolaborasi memungkinkan penyusunan program yang lebih adaptif dan personal, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi korban. Kolaborasi lintas sektor, seperti antara tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas, dapat membantu korban menginternalisasi pandangan baru ini, sekaligus mendukung mereka dalam membangun kembali identitas sosial yang positif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pemulihan korban NAPZA. Pendekatan kolaboratif, reintegrasi sosial korban NAPZA dapat berjalan lebih efektif, memungkinkan mereka untuk kembali ke kehidupan yang produktif dan bermakna, sekaligus mengurangi dampak negatif penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Kata Kunci: Kolaborasi; Reintegrasi Sosial; Korban NAPZA.