Claim Missing Document
Check
Articles

Recovery Efforts for Social Reintegration of NAPZA Victims in Community Learning Centers Indriyani, Wulan Ayu; Komar, Oong; Shantini, Yanti
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 13, No 1 (2025): Kolokium : Publishing April 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v13i1.928

Abstract

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang berdampak pada kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Korban NAPZA sering menghadapi stigma sosial dan tantangan dalam reintegrasi setelah rehabilitasi. Studi ini mengkaji upaya untuk memfasilitasi reintegrasi sosial bagi korban NAPZA melalui Pusat Pembelajaran Masyarakat (PKBM) sebagai pendekatan pemulihan yang komprehensif. Metode penelitian menggunakan tinjauan pustaka, menganalisis 40 artikel tentang rehabilitasi dan reintegrasi di PKBM dengan menggunakan alat analisis Nvivo. Temuan menyoroti peran penting PKBM dalam menawarkan program pelatihan pendidikan dan vokasi, mengurangi stigma, dan mendukung keterlibatan keluarga dalam pemulihan. Intervensi utama meliputi pengembangan keterampilan, terapi psikososial dan spiritual, dan kampanye kesadaran publik. Reintegrasi yang efektif memerlukan dukungan multidimensi yang mencakup aspek medis, psikologis, sosial, dan ekonomi. PKBM menjembatani korban dan masyarakat, menumbuhkan lingkungan yang inklusif dan menyediakan kerangka kerja pemulihan yang berkelanjutan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik PKBM dalam mempromosikan pemulihan jangka panjang dan mengurangi tingkat kekambuhan bagi korban NAPZA.
Family Development Session Intervention as an Effort to Increase Family Capability Alawiyah, Tuti; Shantini, Yanti; Kamarubiani, Nike
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 20 No 1 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.2001.1

Abstract

ABSTRACT Looking at things through the lens of Amartya Sen's capability theory, this study looks at how the Family Development Session (FDS) program helps family members improve their skills. We employ a literature study as our research method, which entails a theoretical and empirical analysis of reliable sources. Sen's capability theory emphasizes the importance of individual freedom to choose the desired way of life and improve their ability to achieve a dignified life. The FDS program, as a family development initiative, is carried out with the aim of enhancing the capabilities of Program Keluarga Harapan (PKH) beneficiary members who are underprivileged. The results of the literature analysis show that the FDS program has great potential in improving the capabilities of family of hope members through a holistic approach, covering aspects such as health, education, financial management, and participation in community life. The program provides opportunities for family members to acquire the necessary knowledge, skills, and resources to achieve a better life in accordance with their preferences and values. The results of this study reinforce the understanding that the FDS program can be an instrument in enhancing the capabilities of family of hope members, thus enabling them to be more actively involved in society and achieve a more dignified life in accordance with Amartya Sen's vision.
Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar Syafmaini, Iis Elfa; Shantini, Yanti; Joni Rahmat Pramudia
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.478

Abstract

Abstract Early childhood tends to absorb new knowledge if it happens in concrete real life. So that teachers must be able to provide learning based on realistic experiences, learning methods are needed that can stimulate student activeness. This research was held at TK Kasih Bunda (Kindergarten), Tanah Datar District. This study aimed to 1). Describe the application of the Discovery Learning Model in TK Kasih Bunda, 2). See the benefits of the Discovery Learning Model in learning proccess, 3). See the teacher's responses to the application of the Discovery Learning Model in learning proccess. In addition, the method used in this study was qualitative with descriptive methods. The subject of the study was the teacher and students of Kasih Bunda Kindergarten. The data analysis technique applied is descriptive data analysis, using the stages of data reduction, data presentation, and conclusions. The data collection techniques applied two sources of data, namely primary and secondary sources. The strategy in collecting data was through observation, interviews, and documentation studies. In short, the findings of this study were that the application of the Discovery Learning Model ran properly implemented and it can increase students’ activity. The applied to three learning activities which were dancing, prayer, and gardening practices. Thus, the Discovery Learning Model has been proven to have a positive impact on increasing activeness, independence, self-confidence, courage, and be able to improve students' skills in TK Kasih Bunda, Tanah Datar District. Keywords: Discovery Learning Model; Students’ Activity; Kindergarten Abstrak Anak usia dini cenderung menyerap suatu ilmu baru jika hal tersebut terjadi dalam kehidupan nyata yang bersifat konkrit. Sehingga guru harus mampu menyediakan pembelajaran yang berbasis pengalaman-pengalaman realistis maka diperlukan metode pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa. Penelitian ini diselenggarakan di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1). Menggambarkan penerapan model Discovery Learning di TK Kasih Bunda, 2). Mengetahui manfaat model Discovery Learning dalam pembelajaran, 3). Mengetahui tanggapan guru terhadap penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa TK Kasih Bunda. Teknik analisis data yang diterapkan ialah analisis data deskriptif, menggunakan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data menerapkan dua sumber data yaitu sumber primer dan sekunder. Strategi dalam pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan model Discovery Learning berjalan lancar dan tepat dilaksanakan dan dapat meningkatkan keaktifan siswa. Diterapkan pada tiga kegiatan pembelajaran yaitu praktik menari, praktik ibadah salat, dan praktik berkebun. Simpulan dari penelitian ini yaitu model Discovery Learning terbukti memberikan dampak yang positif terhadap peningkatkan keaktifan, kemandirian, percaya diri, keberanian, dan terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa di TK Kasih Bunda, Kab. Tanah Datar Kata kunci: Discovery Learning; Keaktifan Siswa; Taman Kanak-Kanak
Family Economic Strategies through Digital Marketing: A Qualitative Study of Home-Based Businesses Az Zahra, Puti; Purnomo, Purnomo; Saepudin, Asep; Shantini, Yanti; Rosmia, Ade Romi
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 13, No 3 (2025): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing August 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v13i3.135286

Abstract

This study examines family economic strategies through digital marketing implementation in home-based businesses within community-based empowerment frameworks. Using a qualitative case study approach in Ibun District, Bandung Regency, West Java, this research involved 11 home-based business operators from the Local Hero women's community, selected through purposive sampling. Data collection employed triangulated methods including in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis of digital marketing activities. Findings reveal that home-based businesses have evolved from supplementary income sources to primary economic pillars for family sustainability. Digital marketing strategies demonstrate sophisticated adaptation utilizing integrated platforms (WhatsApp Business, Facebook, and Shopee) with systematic approaches including visual content optimization, strategic promotional timing, and sustained customer engagement of 2-4 interactions weekly. Family involvement transcends labor distribution, creating collaborative entrepreneurial ecosystems that reinforce social cohesion and intergenerational knowledge transfer. The Local Hero community functions as a critical enabler, providing structured learning frameworks, peer experience sharing, and digital marketing networks that strengthen family economic positioning. This research contributes to theoretical understanding of community-mediated digital transformation in family economies and offers practical frameworks for scaling technology-based economic empowerment initiatives in similar socio-economic contexts. Keywords: Digital Economy, Community Empowerment, Home-Based Enterprises, Family Economic Strategy, Digital Marketing
PERLAKUAN KOLABORASI DALAM PEMULIHAN REINTEGRASI SOSIAL KORBAN NAPZA Indriyani, Wulan Ayu; Komar, Oong; Shantini, Yanti; Maslihah, Sri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.42923

Abstract

Abstract. The problem of social reintegration for victims of Narcotics, Psychotropics, and other Addictive Substances (NAPZA) involves multidimensional challenges such as social stigma, psychological dependence, and economics. This study aims to analyze and develop a social reintegration model for NAPZA victims by adopting the concept of collaboration as the main framework. The research method used is a literature study that collects and analyzes 22 relevant articles regarding collaborative treatment in the recovery of social reintegration of NAPZA victims at the Community Learning Activity Center (PKBM). Data analysis was carried out using Nvivo software, through steps such as data import, coding, categorization based on main themes, theme analysis to identify patterns and relationships, and data visualization to present findings graphically. The study results indicate that effective communication is at the heart of successful synergy between parties. Good collaboration requires a shared understanding of goals and strategies, as well as recognition of the rights and obligations of each actor. A collaboration-based approach allows for the development of more adaptive and personalized programs, considering the needs and potential of victims. Cross-sector collaboration, such as between health workers, families, and communities, can help victims internalize this new perspective while supporting them in rebuilding a positive social identity. The recommendation from this study is the importance of synergy between the government, community, family, and health workers in creating an ecosystem that supports the recovery of drug victims. A collaborative approach, social reintegration of drug victims can be more effective, allowing them to return to a productive and meaningful life, while reducing the negative impact of drug abuse in society.  Keyword: Collaboration; Social Reintegration; Victims of Drug Abuse. Abstrak. Masalah reintegrasi sosial bagi korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) melibatkan tantangan multidimensi seperti stigma sosial, ketergantungan psikologis, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model reintegrasi sosial bagi korban NAPZA dengan mengadopsi konsep kolaborasi sebagai kerangka utama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis 22 artikel yang relevan mengenai perlakuan kolaborasi dalam pemulihan reintegrasi sosial korban NAPZA di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Nvivo, melalui langkah-langkah seperti impor data, pengkodean, kategorisasi berdasarkan tema utama, analisis tema untuk mengidentifikasi pola dan hubungan, serta visualisasi data untuk mempresentasikan temuan secara grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif merupakan inti dari keberhasilan sinergi antar pihak. Kolaborasi yang baik memerlukan pemahaman bersama tentang tujuan dan strategi, serta pengakuan terhadap hak dan kewajiban masing-masing aktor. Pendekatan berbasis kolaborasi memungkinkan penyusunan program yang lebih adaptif dan personal, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi korban. Kolaborasi lintas sektor, seperti antara tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas, dapat membantu korban menginternalisasi pandangan baru ini, sekaligus mendukung mereka dalam membangun kembali identitas sosial yang positif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pemulihan korban NAPZA. Pendekatan kolaboratif, reintegrasi sosial korban NAPZA dapat berjalan lebih efektif, memungkinkan mereka untuk kembali ke kehidupan yang produktif dan bermakna, sekaligus mengurangi dampak negatif penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Kata Kunci: Kolaborasi; Reintegrasi Sosial; Korban NAPZA.
Andragogy-Based Writing Skills Training Model in Developing Critical Thinking Abilities Kartanegara, Haruman Taufik; Kamil, Mustofa; Shantini, Yanti; Pramudia, Joni Rahmat; Saepudin, Asep
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.6114

Abstract

This study aims to develop and measure the effectiveness of the andragogy-based writing skills model in improving the critical thinking skills of educators at SMAN 2 Cianjur. The training is designed as a transformation process, where educators are invited to realize their potential and habits in daily activities to build critical awareness. With the integration of technology in training, limited access to education and training in areas such as Cianjur can be overcome, expanding opportunities for digital literacy and collaboration between educators. A quantitative method with a quasi-experimental design was used in this study, where writing training was shown to improve teachers' writing and critical thinking skills. The trained teachers can produce articles, teaching materials, and documentation of good practices published on the Lentera Mahardika and PMM platforms. The study's results showed a significant improvement in writing skills and contribution to learning quality. This study emphasizes the importance of writing habits as a hobby for educators to strengthen innovation and relevance of education in the future.
Peran (Uma Lulik) Dalam Kehidupan Masyarakat Di Timor Leste Santos, Adriana de Araujo dos; Shantini, Yanti; Lutfiansyach, Dadang Yunus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14128

Abstract

Timor Leste adalah negara yang sangat kecil di Asia Tenggara, meskipun masyarakat di Timor Leste Sebagian besar menganut agama Katolik Roma akan tetapi hal itu tidak membuat masyarakat Timor Leste meninggalkan adat istiadat mereka. Adat bagi masyarakat Timor Leste adalah akar kehidupan mereka. Apapun kedudukan orang itu di pemerintahan atau para Religius seperti Uskup pastor dan Biarawan dan Biarawati, mereka tetap harus kembali ke adat mereka. Relasi masyarakat dengan alam sangatlah dekat oleh karena itu ketika bencana alam terjadi maka para tetua adat akan berkumpul bersama untuk meminta pengampunan atas kesalahan masyarakat di daerah yang terjadi bencana, dengan pengurbanan hewan- hewan tertentu. Alam bagi masyarakat Timor Leste seperti saudara dan saudari,oleh karena itu manusia harus menghormati pada tempat-tempat yang dianggap (LULIK) suci. Kata Kunci: adat,alam,damai,manusia, masyarakat, Timor Leste
Participatory Training: A Solution to Dealing with Livelihood Loss due to Environmental Change Maulana, Hasan Tafsir; Sudiapermana, Elih; Sulistiono, Eko; Shantini, Yanti
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 4 No. 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v4i3.4953

Abstract

This study aims to analyze the participatory training organized by PKBM Maharani Sumedang and its impact on livelihood change and community empowerment. The training was specifically designed to restore the self-reliance of affected community members by equipping them with the skills to make shredded fish, which utilizes local natural resources. Using a qualitative approach with descriptive methods, this study aimed to gain an in-depth understanding of the training process and outcomes. Data collection techniques included interviews, observations, questionnaires and documentation to obtain comprehensive views from participants, trainers and community leaders. Triangulation was applied to ensure data reliability, while data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing or verification. The results showed that the training used a participatory approach in accordance with the needs, skill levels and resource potential of the local community. This approach not only actively involved participants but also tailored the training to realistic economic opportunities in the area. The training fosters self-reliance, allowing community members to use their newly acquired skills to create alternative livelihoods. By utilizing available fish resources, residents can now generate a sustainable income that complements the natural environment in the region. This initiative highlights a successful model for community-based training programs, demonstrating how participatory training can drive livelihood change and long-term resilience for communities affected by large-scale infrastructure projects.
Pe Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Memilah Sampah B3 Rumah Tangga Melalui Pendampingan Ruhmawati, Tati; Wahyudin, Uyu; Sardin; Shantini, Yanti; Hufad, Achmad; Saepudin, Asep
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14411

Abstract

Background: Management of B3 waste from the household sector still faces many obstacles, including the lack of knowledge and community participation in managing household B3 waste. The research aims to determine household knowledge and attitudes in sorting household B3 waste. Method This study used a quasi-experimental pre-posttest group design without a control group. The intervention took the form of learning through assistance in sorting household B3 waste to 18 heads of families in RW 06, Pasirkaliki Village, North Cimahi. Data was collected using a questionnaire sheet, then the data was analysed using the dependent T-test. Result: Respondents' knowledge level before the intervention was categorised as poor at 66.7%, while after the intervention it increased to 66.7% to good and 22.2% to very good. Before the intervention, 66.7% of respondents did not agree with sorting household B3 waste; after the intervention, 66.7% agreed and 22.2% strongly agreed. Based on the analysis, a p-value of 0.002 <0.05 was obtained, meaning there was a significant difference between the respondents' knowledge before and after the intervention. Conclusion: Family learning through mentoring can increase family knowledge and attitudes in sorting household B3 waste.
Pendampingan Partisipatif: Solusi Inovatif Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga (Diapers Bekas Urine) di Pasirkaliki Cimahi Utara Ruhmawati, Tati; Wahyudin, Uyu; Sardin, Sardin; Shantini, Yanti; Rusmiati Hasanah, Viena; Rosita, Neng Ayu; Tantia Nova, Rusyda Ihwani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20385

Abstract

Pendahuluan: Sampah berbahaya dan beracun rumah tangga merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan khusus. Pendekatan pendampingan partisipatif menjadi solusi potensial untuk memberdayakan keluarga dalam pengelolaan sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine) secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memilah dan mendaur ulang sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine). Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi edukasi, pelatihan dan pendampingan dalam melakukan pemilahan dan daur ulang sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine) kepada 20 orang ibu balita yang diambil secara purposive di Wilayah Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest. Instrumen pengumpul data terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas sehingga valid dan reliabel. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan nilai rerata pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dilakukan pendampingan secara berurutan; 56, 48, dan 40, sedangkan skor setelah pendampingan menjadi 92, 80, dan 60. Kegiatan menekankan pada intervensi berkelanjutan berbasis pemberdayaan keluarga dan hasilnya terjadi peningkatan skor pengetahuan, sikap, serta keterampilan keluarga secara signifikan, serta memberikan solusi inovatif terhadap persoalan sampah B3 rumah tangga khususnya diapers bekas urine. Kesimpulan: Pendampingan partisipatif berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam memilah dan mendaurulang sampah B3 rumah tangga khususnya diaper bekas urine.