Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI DAKWAH DALAM BUKU CATATAN UNTUK DIRIKU KARYA HAIDAR BAGIR Tri Cahyo, Wisnu; Hamid, Abdul; Uyuni, Badrah
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 1 (2022): Spektra : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i1.2468

Abstract

Da'wah values ​​are very important in the current era of globalization which tends to be destructive. One of the solutions from globalization is, da'wah bil Qalam is like a book. Through books, the values ​​of da'wah can be transmitted because books are a medium for conveying information and ideas from book authors in a comprehensive and in-depth manner. Da'wah bil Qalam through books has become a common thing done by preachers who deliberately write books about how a Muslim addresses life's problems, improves himself, and gains true happiness, such as the book Notes for Myself. The purpose of this research is to find out and describe the da'wah values ​​contained in the book Notes for Myself by Haidar Bagir. The type of research used in this research is library research with a qualitative approach. The primary data sources used were Notebooks for Myself and secondary data sources, namely books, journals, web articles and other literature. The data analysis used was Miles and Huberman's data analysis with data analysis activities: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification.
TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN QURAN DI KOTA BESAR Abdullah, Farhat; Uyuni, Badrah; Adnan, Mohammad
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 1 (2023): Spektra : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i1.3097

Abstract

Artikel ini menyelidiki dinamika pendidikan Quran di kota besar yang serba sibuk dan multikultural. Dalam konteks urbanisasi yang cepat, tantangan utama seperti aksesibilitas yang terbatas, kesibukan sehari-hari, dan diversitas budaya menjadi sorotan utama. Namun, dalam tantangan ini juga terungkap peluang yang menjanjikan. Melalui pendekatan penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dan analisis isi, artikel ini mengidentifikasi tantangan kunci yang dihadapi pendidikan Quran di kota besar, termasuk dampak urbanisasi pada kehidupan sehari-hari individu. Di samping itu, artikel ini juga menggali peluang seperti penggunaan teknologi modern, integrasi dengan pendidikan sekuler, dan kolaborasi komunitas yang dapat memperkuat pendidikan Quran dalam konteks perkotaan yang beragam. Penelitian ini menghasilkan wawasan yang mendalam tentang bagaimana pendidikan Quran dapat beradaptasi dan berkembang di masyarakat perkotaan yang terus berubah, dan mengilustrasikan upaya yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada.
FIQIH OF JEWELLERY Adnan, Mohammad; Uyuni, Badrah
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 2 (2022): Spektra : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i2.3124

Abstract

Jewelry is anything that is used to decorate or beautify. Jewelry in the Qur'an and the Shari'a shows various meanings and automatically has various consequences. So in this study, the author tries to present fiqh for jewelry. It's just that what is focused in the discussion here is fiqh for what is generally known as jewelry by the general public. To discuss the ideas in this article, we use qualitative research methods, by making verses and hadiths to understand the concept of jewelry in Islamic law. Then also presented some opinions of scholars related to the jurisprudence of jewelry taken from various books of scholars. Journal articles and other supporting documents are also used to complement the discussions developed. And conceptually, God has adorned the human eye with a sense of love for everything that is desired, so that humans who love it will be willing to do everything in their power to get it. Jewelry in the life of the world is everything that is attached to humans, everything that accompanies humans and jewelry in the universe. All of that God created to be proof of His Oneness, a test for humans and a sunnah in worship. Thus, whether or not there is jewelry on a person, he does not feel hurt and must remain istiqomah in doing good.
HUKUM MUHARRAMAT Adnan, Mohammad; Uyuni, Badrah
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 1 (2022): Spektra : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i1.3250

Abstract

Artikel ini membahas hukum muharramat berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an Surah An-Nisa (19-24, 31). Melalui analisis teks-toks Al-Qur'an tersebut, artikel ini mengidentifikasi dan menjelaskan larangan-larangan (muharramat) yang diatur dalam kerangka hukum Islam. Ayat-ayat yang dibahas mencakup aspek-aspek seperti hubungan keluarga, etika sosial, dan perintah Allah terkait perilaku umat-Nya. Dengan merinci dan menggali makna ayat-ayat ini, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep muharramat dalam Islam dan implikasinya terhadap kehidupan sehari-hari umat Muslim. Artikel ini juga dapat memberikan wawasan terkait hukum Islam dan nilai-nilai moral yang ditekankan dalam Al-Qur'an.
FIQIH PEREMPUAN DALAM DAKWAH PERKOTAAN: TANTANGAN DAN INOVASI DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL Adnan, Mohammad; Uyuni, Badrah; Geun, Ali An Sun
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2024): Spektra : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan yang terlibat dalam dakwah di lingkungan perkotaan menghadapi berbagai tantangan unik yang memerlukan pemahaman dan strategi khusus. Artikel ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi perempuan dalam dakwah di kota-kota besar, termasuk hambatan sosial seperti bias gender, tantangan hukum dan kebijakan, serta kendala teknologis dan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang isu-isu ini dan mengkaji penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan menghadapi berbagai rintangan, mereka juga menunjukkan inovasi signifikan dalam dakwah. Penggunaan media sosial dan aplikasi digital telah menjadi alat efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan relevan dengan isu-isu kontemporer. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan lembaga pendidikan juga memperkuat pemberdayaan komunitas dan adaptasi fiqih terhadap konteks perkotaan menunjukkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan sosial yang cepat. Artikel ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan dukungan kebijakan, pelatihan dan pendidikan digital, serta mendorong kolaborasi dan adaptasi fiqih. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perempuan dapat lebih efektif dalam mengatasi tantangan dakwah di perkotaan dan berperan aktif dalam memperkuat dakwah Islam di kota-kota besar. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana perempuan dapat memanfaatkan inovasi dan strategi kreatif untuk menghadapi tantangan dalam konteks urban yang dinamis.
WOMAN ULAMA'S AUTHORITY ON SOCIAL MEDIA Badrah Uyuni; Mohammad Adnan
ILMU USHULUDDIN Vol. 8, No. 2, December 2021
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v8i2.24298

Abstract

This paper discusses woman’s authority in social media, presenting how female scholars appear in social media and convey messages of Islamic teachings. This qualitative study finds that the concept of Maqāṣid sharīʿah was used by them in outlining their da’wah messages. The implication of using this approach leads them to explain religious messages textually and contextually. In practice, they take advantage of the opinions of previous Muslim scholars to support the messages they spread. The presence of women ulama who interact actively through online platforms provides opportunities for Muslim women to choose different information about Islamic teaching in a proportional and personal.
THE CONTRIBUTION OF KH. MUHAJIRIN AMSARI AD-DARY IN THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATION AND DA'WAH IN INDONESIA Anim, Sarbini; Uyuni, Badrah; Majid, Zamaksyari Abdul; Fahrany, Sofia; Adnan, Mohammad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i04.7599

Abstract

Background: Islamic scholars have historically played a vital role in shaping Jakarta’s Islamic landscape, actively contributing to the spread of Islam through education, da'wah, and the establishment of religious organizations. Extending their influence beyond religious matters, these scholars have fostered economic empowerment, cultural preservation, and unity among Muslims in the region. Purpose: This study delves into the contributions of KH. Muhajirin Amsari Ad-Dary, is a distinguished religious figure within the Betawi community, highlighting his pivotal role in advancing Islamic knowledge, da'wah, and social cohesion. Through his scholarly works, da'wah efforts, and community leadership, KH. Muhajirin Amsari Ad-Dary significantly impacted the religious practices, education, and spiritual development of the Betawinese. Method: This research examines his methods and influence, showcasing how he shaped the religious identity and unity of the Betawi community while preserving their Islamic and cultural heritage. Result: By focusing on his legacy in Islamic scholarship and community leadership, this study underscores the enduring influence of Betawi ulama in sustaining religious and cultural identity, positioning KH. Muhajirin Amsari Ad-Dary's contributions are emblematic of the broader impact of Betawi scholars on the development of Islam in Jakarta. Conclusion: KH. Muhajirin Amsari Ad-Dary's contributions exemplify the vital role of Betawi scholars in enriching Islamic education, promoting community unity, and preserving cultural heritage in Jakarta.
WOMAN, ISLAM, AND FEMINISM Badrah Uyuni
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 1 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i1.679

Abstract

This article discuss woman and feminism as one single aspect but have different in understanding. It firstly discuss about woman in Islam. It followed by Islamic feminist and and Islamic Feminist understanding. It then explores some Islamic traditions and values that quested by feminist such as: issue of Modesty (dress code) and social Interaction; movement and travel; female genital circumcision; prayer segregation; traditional jurisprudence; witness of woman; property rights; polygamy; interfaith marriage; husbands are a degree above their wives; a wife may remarry her ex-husband if and only if she marries another man, they have sex, and this second man divorces her; domestic violence; and woman to work, and in this discussion some Islamic perspectives tried to be given to answer those particular issues. And finally it tries to acknowledge the fact of feminism in Indonesia as a muslim country. Artikel ini membahas perempuan dan feminisme sebagai satu aspek tunggal tetapi memiliki sudut pandang yang berbeda. Artikel ini dimulai dengan membahas tentang wanita dalam Islam. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang feminis Islam dan dan pemahaman Feminis Islam. Kemudian beberapa tradisi dan nilai-nilai Islam yang dipertanyakan oleh feminis seperti: masalah kesederhanaan (aturan berpakaian) dan Interaksi sosial; pergerakan dan perjalanan; sunat kelamin perempuan; sholat berjamaah; saksi wanita; hak milik; poligami; perkawinan beda agama; suami lebih tinggi kedudukannya dari istri mereka; seorang istri dapat menikah lagi dengan mantan suaminya jika dan hanya jika dia menikahi pria lain, mereka berhubungan seks, dan pria kedua ini menceraikannya; kekerasan dalam rumah tangga; dan wanita bekerja, dan beberapa perspektif Islam mencoba dihadirkan untuk menjawab isu-isu khusus tersebut. Dan terakhir, dalam artikel ini mencoba menghadirkan fakta feminisme di Indonesia sebagai negara muslim.
KRITIK ATAS METODE HERMENEUTIKA DALAM TAFSIR ALQURÁN Badrah Uyuni
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 11 No 2 (2020): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v11i2.792

Abstract

Hermeneutika sebagai metodologi yang diprakarsai sebagai alternative metode penafsiran Al-Qurán telah ditawarkan oleh Ilmuwan Barat dan Ilmuwan Muslim Moderat dan Liberal. Hanya saja hal ini menjadi perdebatan dalam internal kalangan ummat Islam dikarenakan hermenuetika berbeda dengan Tafsir maupun Ta’wil yang merupakan ilmu yang sudah disepakati dalam metodologi memehami Al-Qurán dan dengan hermenuetika semua hasil tafsir dan ta’wil yang dilakukan oleh ulama itu hanyalah penafsiran, dan karenanya bergantung pada subyektivitas orangnya. Ada 3 aliran utama dalam tubuh ummat ketika menyikapi metode hermeneutika untuk tafsir Al-Qurán. Yaitu: menerima, menolak sepenuhnya, dan menerima sebagian dengan beberapa alasan. Produk yang dihasilkan dari hermeneutika mengarah kepada suatu paham relativisme yang menganggap tidak adanya tafsir yang tetap. Dan akhirnya membuat konklusi general bahwa semua tafsir dianggap produk akal manusia yang relatif, kontekstual, temporal, dan personal. Akibat yang ditampilkan oleh metode ini pun tidak sesederhana yang diperkirakan namun berdampak tidak hanya pada hukum syariat Islam dan juga kepada factor ideology, sosial, psikologi, dan budaya Ummat Islam.
THE CRITICAL CONCEPT OF NORMAL PERSONALITY IN ISLAM Abdul Hadi; Badrah Uyuni
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 12 No 1 (2021): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v12i1.1192

Abstract

This study come to high light the normal personality in Islam in regarding to human nature and behaviors. human in the perception of Islam is composed of the body and spirit, and behavior. Is the outcome of the interaction of these two components, to understand that interaction and those relationships must be aware of the first part of the human, and the other part of God. Human behavior mostly belongs to two different systems, starting to work and influence since the creation of the fetus in the mother's womb, this creation has two aspects, one body and the other breathed the soul. The Islamic point of view in interpreting human behavior on several levels, each level is suitable for understanding a specific knowledge source and a specific research methodology: There is a reflexive level of behavior and could be understood by way of behavior theory. And there is a physiological level and is understood by the physiological path., and there is a social level and is understood by sociology and anthropology, and there is spiritual level and is understood by divine science (revelation). Studi ini menyoroti kepribadian normal dalam Islam dan kaitannya dengan sifat dan perilaku manusia. Manusia dalam persepsi Islam terdiri atas badan, roh, dan tingkah laku. Apakah interaksi dan hubungan komponen-komponen tersebut harus menyadari bagian pertama dari manusia, dan bagian lain dari Tuhan. Tingkah laku manusia sebagian besar termasuk dalam dua sistem yang berbeda, mulai dari bekerja dan terpengaruh sejak lahirnya janin dari kandungan ibu, ciptaan ini memiliki dua aspek, satunya adalah jasad dan satunya lagi adalah bernafas. Sudut pandang Islam dalam memaknai tingkah laku manusia terdiri dari beberapa tingkatan, masing-masing tingkatan cukup untuk memahami sumber pengetahuan tertentu dan metodologi penelitian tertentu: Ada tingkah laku yang bersifat refleksif dan dapat dipahami melalui teori tingkah laku. Dan ada tingkat fisiologis dan dipahami oleh jalur fisiologis., Dan ada tingkat sosial dan dipahami oleh ilmu sosiologi dan ilmu antropologi, dan ada tingkat spiritual dan dipahami oleh ilmu ketuhanan (wahyu).
Co-Authors Abdul Hadi Abdul Hadi Abdul Hamid Abdul Hamid ABDUL HAMID Abdul Hamid Abdullah, Farhat Adawiyah, Robiah Akmaluddin Murdani Al Yusni, DH Anim, Sarbini Asmawi, Moh Asyifa Putri Alifah AYU LESTARI Celina Balqis Daud Rasyid DH Al Yusni Fadllurrohman Fadllurrohman Fadllurrohman, Fadllurrohman Fahrany, Sofia Farooq, Hafiz Shuaib Geun, Ali An Sun Hafidz Ach, Shubhan Hanapi, Ali Hasanah, Zulfatul Hayatuddin hidayatullah, Hidayatullah hidayatullah Himayah, Minhatul Husnul Khotimah Husnul Khotimah Sylvia Idwar, Agus Ismail, A Ilyas Jawahir, Muhammad Kasyifatudduja Kasyifatudduja Khairan M Arif Khairan Muhammad Arief Khairiyah, Nanda Khairul Hidayah Kholis kohari Kohari, Khalis Lia Fitriani Luthfiyyah, Neneng M. Firdaus Ma'arif, Samsul Madjid, Zamakhsyari Abdul Mahfuz Mahfuz Mahfuz Majid, Zamaksyari Abdul MARLIZA OKTAPIANI Mastori, Mastori Ma’arif, Samsul Mega Fatimah Rosana Minhatul Himayah Mohammad Adnan Mohammad Adnan Mohammad Adnan Mohammad Adnan Mohammad Adnan Mohammad Adnan Mohammad Adnan Mohammad Adnan Muhammad Adnan Muhammad Habibi Muhammad Jawahir Muhammad Utsman Shalih Muhammad Wildan Muhammad Zaky muhibudin muhibudin Muhibudin Muhibudin Muhibudin Muhibudin Muhibudin, Muhibudin Munajah, Neneng Mu’allimah Rodhiyana Nadia Sam Nazih, Abdullah Ghulam Neneng Luthfiyyah Nova Auliyatul Faizah Nurul Wahidah Rabiah Al Adawiyah Rahman Yasin, Rahman Raihanatul Quddus Samsul Maarif Sarbini Anim Sarbini Anim Sarbini Anim Shubhan Hafidz Ach Sirojuddin Sirojuddin Suhartini Supriyadi, Dedi Syakur, Saleem Syarifah Soraya Tri Cahyo, Wisnu Ummi Rosilawati Zaini, Aceng Zamakhsyari Abdul Majid Zamakhsyari Abdul Majid