Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Dampak Stres Kerja Dan Work Family Conflict Terhadap Komitmen Organisasi (Studi Kasus Guru Wanita Selama Pandemi) Mekar Meilisa Amalia; Siti Annisa Wahdiniawati; Desty Endrawati Subroto; Surya Syarifuddin; Gamar Al Haddar; Hendy Tannady; Tanti Widia Nurdiani; Magdalena Magdalena
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3949

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh work family conflict dan stres kerja terhadap komitmen organisasi guru wanita di sekolah Muhammadiyah Matraman pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner 50 guru wanita. Analisis data diolah menggunakan SPSS statistic. Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa work family conflict memiliki pengaruh terhadap komitmen organisasi, stres kerja memiliki pengaruh terhadap komitmen organisasi dan work family conflict dan stres kerja memiliki pengaruh komitmen organisasi.Kata kunci : work family conflict, stres kerja, komitmen organisasi. AbstractThis study aims to determine how much influence work family conflict and work stress have on the organizational commitment of female teachers at the Muhammadiyah Matraman school during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach by distributing questionnaires to 50 female teachers. Analysis of the processed data using SPSS statistics. The measurement scale in this study uses a Likert scale. The research was conducted by distributing questionnaires via google form. The results of this study indicate that work-family conflict has an influence on organizational commitment, work stress has an influence on organizational commitment and work-family conflict has an influence on organizational commitment.Keyword : work family conflict, stres kerja, komitmen organisasi
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Selatan) Hendy Tannady; Siti Annisa Wahdiniawati; Ikhsan Amar Jusman; Nanny Mayasari; Alain Rishi Zacharias; Iwan Henri Kusnadi; Irma M Nawangwulan; Samuel PD Anantadjaya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4152

Abstract

Abstrak Tujuan pada penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan yang ada di Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengolahan data statistik deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Peneliti melakukan observasi langsung ke lapangan, guna dapat melihat secara langsung kondisi yang sebenarnya terjadi di Sudin Disnakertrans. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 77 karyawan yang ada di Sudin Disnakertrans. Kesimpulan dari penelitian adalah Beban kerja menunujukkan hasil bahwa nilai t hitung lebih kecil daripada nilai t tabel (0.590 < 1.971) atau Sig <α (0,557 > 0,05) yang mana hal ini menunjukan bahwa beban kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, dan dengan demikian H1 pun ditolak. Lingkungan Kerja Fisik menunjukkan hasil bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (7.940 > 1.971) atau Sig < α (0.000 < 0.05) yang mana hal ini menunjukan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan dengan demikian H2 pun diterima. Kata kunci: Beban Kerja, Lingkungan Kerja Fisik, Kinerja Karyawan, Sudin Abstract The purpose of this study was to determine how much influence the work and work environment had on the performance of employees in the South Jakarta Sub-Department of Manpower, Transmigration and Energy Administration. This study uses a quantitative approach with descriptive statistical data processing techniques. This research method uses the type of field research (field research). Researchers made direct observations in the field, in order to be able to see firsthand the actual conditions that occurred in the Manpower and Transmigration Sub- Department. Data collection in this study was carried out by distributing questionnaires to 77 employees in the Manpower and Transmigration Sub-Department. The conclusion of the study is that the workload shows the result that the t-count value is smaller than the t-table value (0.590 < 1.971) or Sig <α (0.557 > 0.05) which indicates that the workload does not significantly affect employee performance, Thus H1 was rejected. Physical Work Environment shows that the arithmetic value is greater than the table (7.940 > 1.971) or Sig < (0.000 < 0.05) which indicates that the work environment has a positive and significant effect on employee performanc, and thus H2 is accepted. Keywords: Workload, Physical Work Environment, Employee Performance, Sub-Department
Making Ecoenzyme Products From Fruit And Vegetable Waste in Rt 007 Rw 02 Meruya Selatan Dian Meliantari; Achmad Tarmizi; Siti Annisa Wahdiniawati
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8674

Abstract

In this community service, the selected partner is the PKK community RT 007 RW 02 South Meruya Village, Kembangan District, West Jakarta. Which is named the Pomegranate Gardening Class which consists of PKK women who use the narrow land in the RT 007 area to create food independence by planting several types of vegetable crops, raising chickens and cultivating catfish. Because the land is narrow, some vegetables are planted hydroponically using chemical fertilizers commonly called AB Mix as well as chemical pesticides that are ready to be purchased. Of course, this requires additional costs to buy these fertilizers. Growing hydroponically means that the vegetables are not organic because they use chemical fertilizers and chemical pesticides. To produce healthier organic vegetables, the Undira PKM team wants to share knowledge so that Partners can produce healthy organic vegetables by making ecoenzymes as an organic fertilizer to replace AB Mix from residual household organic waste.
Penguatan Kompetensi Future Skills bagi Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan Industri 5.0 Emma Budi Sulistiarini; Siti Annisa Wahdiniawati; Roy Setiawan; Irna Hidayah; Dedik Wiryawan
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang berlangsung secara eksponensial menandai hadirnya era Industri 5.0, sebuah paradigma baru yang tidak semata-mata mengedepankan otomasi, melainkan mengintegrasikan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan secara sinergis. Generasi muda sebagai kelompok demografis yang paling dekat dengan dinamika perubahan ini dituntut untuk memiliki kompetensi yang adaptif dan lintas disiplin, atau yang lazim disebut sebagai future skills. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menguasai kompetensi tersebut, yang mencakup literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi efektif, serta kemampuan kolaborasi lintas bidang. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan berbasis kompetensi, lokakarya interaktif, dan pendampingan langsung yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan secara aplikatif dan terukur. Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa di wilayah sasaran dengan total partisipan sebanyak 60 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep future skills serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis Industri 5.0. Melalui program ini, diharapkan generasi muda mampu memposisikan diri bukan sekadar sebagai pengguna teknologi, melainkan sebagai subjek aktif yang berkontribusi dalam ekosistem industri masa depan secara berkelanjutan.