Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Integration of Mahabbah Jalaluddin Rumi Values and Humanistic Education in the Formation of Student Morals at SMK Al-Munawaroh Tasikmalaya Sumarna, Cecep; Gunawan, Heri; Hilmi, Fuad; Tehmamad, Abdulghani
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i1.1211

Abstract

Objective: The phenomenon of moral decline and increasing intolerance among students shows the existence of a spiritual crisis in modern educational practices that tend to be cognitive and instrumental. This study aims to analyze the implementation of the value of mahabbah (divine love) in education at SMK Al-Munawaroh Tasikmalaya as a strategy for the formation of social and spiritual character of students. Method: The research uses a qualitative-descriptive approach with a case study method, through in-depth interviews, participatory observations, and analysis of school policy documents. Results: The results of the study show that the value of mahabbah is implemented integratively through religious habituation, social activities, and learning based on religious moderation. This approach not only fosters empathy, tolerance, and social responsibility, but also strengthens students' spiritual awareness. These findings strengthen Carl Rogers' humanistic educational theory and extend it with Jalaluddin Rumi's sufistic dimension which places love as a force of self-and social transformation. The implementation of mahabbah has proven to be in line with national policies such as Strengthening Character Education (Perpres No. 87 Tahun 2017) and Religious Moderation (KMA No. 183 Tahun 2019). Novelty: This study concludes that mahabbah-based education can be an integrative model of humanistic Islamic education that is relevant to the context of Indonesia's pluralistic society. The implications of the study confirm the need to develop similar models in other educational units through a longitudinal approach to measure the long-term impact on the formation of students' character.
Penguatan Keterampilan Berkomunikasi Sosial Siswa dalam Membangun Interaksi Positif di SMAN 1 Sindangwangi Kabupaten Majalengka Purnama, Gea Indah; Puspitasari, Ratna; Sumarna, Cecep
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 9, No 2 (2025): IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v9i2.31734

Abstract

This study aims to explore the description, factors, and efforts made by teachers to strengthen the social communication skills of class XII students of SMAN 1 Sindangwangi, Majalengka Regency. The problem found is the decline in communication skills in students caused by the influence of online game, self-confidence, and the social environment at school. The research method used is a qualitative method with the Alfred Schutz phenomenological approach with the lifeworld experienced by students as research subjects with the intersubjectivity of their positive interactions with other students and teachers. The findings of this study reveal the meaning that students' social communication skills in high school are not only in techniques but are firmly embedded in local Sundanese cultural values, the spirit of collectivity and aspects of religiosity shown through a series of efforts that have been made by teachers, namely implementing varied learning methods including group discussions, presentations, and questions and answers. Teachers also often use PBL and Inquiry Learning models. Teachers have integrated 21st-century skills into learning as an effort to foster intersubjectivity. Prominent factors influencing the social communication skills of 12th-grade students are self-confidence, emotional intelligence, and technology.
PENGARUH PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP PLURALIS SISWA DI MTsN BABAKAN CIWARINGIN KABUPATEN CIREBON wardatul baldah; cecep sumarna; bambang yuniarto
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2016): Pendidikan Karakter
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v5i1.1117

Abstract

Indonesia merupakan negara yang majemuk. Keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia mengakibatkan banyaknya perbedaan seperti, budaya, adat istiadat, agama, bahasa, ras, suku dan lain sebagainya. Kita tinggal di negara yang majemuk harus mampu menghargai adanya perbedaan yang sangat banyak yang kemungkinan besar akan menimbulkan konflik dan perpecahan yang hanya berlandaskan emosi diantara individu masyarakat. Oleh karena itu dalam pendidikan dibutuhkan penanaman nilai-nilai multikultural melalui proses pembelajaran agar dapat membentuk sikap pluralis siswa.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh data tentang nilai-nilai multikultural, sikap pluralis siswa serta pengaruh penanaman nilai-nilai mulikultural terhadap sikap pluralis siswa di MTsN Babakan Ciwaringin kabupaten Cirebon.Penelitian ini didasarkan dengan pemikiran bahwa penanaman nilai-nilai multikultural dapat membentuk sikap pluralis siswa. Nilai-nilai multikultural ditanamkan oleh guru melalui proses pembelajaran. Sehingga siswa dapat menerima dan menghargai adanya suatu perbedaan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di MTsN Babakan Ciwaringin Cirebon yang berjumlah 585 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive cluster sampling, yang diperoleh dari siswa kelas VII G dan VII H dengan jumlah 42 siswa. Analisis dalam penelitian menggunakan teknik prosentase, selain itu dilakukan uji validitas, reabilitas, uji normalitas, linearitas, korelasi product moment, analisis regresi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil perhitungan Koefisien Korelasi Product Moment diketahui bahwa kortelasi antara variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 0,702, berarti korelasi antara kedua item tersebut bersifat signifikan dengan taraf korelasi 0,60 - 0,799 atau pada rentang korelasi kuat. Sedangkan hasil dari uji hipotesis diperoleh hasil Sig. 0,000 < 0,05 artinya penanaman nilai-nilai multikultural memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan sikap pluralis siswa yang berkategori hubungan kuat. Kata Kunci: Nilai-nilai multikultural, pembentukan sikap, pluralis siswa
HUBUNGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DENGAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS XI MAN 2 KABUPATEN CIREBON mukh lisin; Cecep Sumarna
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2018): Evaluasi Pembelajaran
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v7i1.3106

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ektrakurikuler merupakan kegiatan kurikuler yang dilaksanakan sekolah di luar jam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Tujuannya adalah mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan siswa. Harapannya siswa yang mengikuti ektrakurikuler dapat menjadi siswa yang mempunyai kompetensi yang lebih. Namun kegiatan ekstrakurikuler terkadang dijadikan sebab siswa di sekolah tersandung masalah dalam proses kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai bagaimana motivasi belajar siswa dan juga prestasi belajar siswa kelas XI MAN 2Kab. Cirebon yang mengikuti kegiatan ektrakurikuler dan bagaimana hubungan kegiatan   ektrakurikuler   dengan   motivasi   belajar   dan   prestasi   belajar   siswa . Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik pengumpulan  data  melalui  angket  dan  hasil  nilai  rapot.  Teknik  analisis  yang digunakan yaitu korelasi product moment dan korelasi sederhana. Rekapitulasi rata- rata hasil angket mengenai kegiatan ektrakurikuler, diperoleh nilai 87, 5 % termasuk dalam kategori baik. Kemudian rekapitulasi rata-rata hasil angket mengenai motivasi belajar  siswa,  diperoleh  nilai  78,  75  %  dan  termasuk  dalam  kategori  baik. Berdasarkan rekapitulasi rata-rata hasil nilai rapot mengenai prestasi belajar siswa, diperoleh nilai 94, 4 % dan termasuk dalam kategori baik. Hasil pearson correlation antara kegiatan ekstrakurikuler dengan motivasi belajar siswa sebesar 0,641 dengan Sig. 0,000 < 0,05. Artinya terdapat hubungan yang positif antara kegiatan ekstrakurikuler dengan motivasi belajar siswa dan nilai hubungannya adalah kuat karena 0,641 nilai korelasi ini berada di interval 0,60-0,80. Hasil pearson correlation antara kegiatan ekstrakurikuler dengan prestasi belajar siswa sebesar 0,649 dengan Sig. 0,000 < 0,05. Artinya terdapat hubungan yang positif antara kegiatan ekstrakurikuler dengan motivasi belajar siswa dan nilai hubungannya adalah kuat karena0,649 nilai korelasi ini berada di interval 0,60-0,80. Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Motivasi Belajar Siswa, Prestasi Belajar Siswa
PERANAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUN SOSIALDALAM UPAYA MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA (Studi Kasus di MTs Negeri 1 Kota Cirebon) nur alifah; cecep sumarna
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2017): Multikultural
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v6i2.3161

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di MTs Negeri 1 Kota Cirebon bertempat di Jalan Pilang Raya Nomor 38 Kota Cirebon diidentifikasi terdapat masalah yakni siswa-siswi di kelas VIII tersebut terindikasi sering melakukan salah satu gejala penyimpangan sosial yaitu bullying, karena peran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial belum secara optimal membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pendidikan IPS, fenomena perilaku bullying siswa di kelas, Faktor penyebab dari perilaku bullying siswa, dan Peranan dari pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying siswa. Kerangka pikir dalam penelitian ini adalah perilaku bullying siswa yang terjadi saat pembelajaran IPS merupakan salah satu indikasi bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan IPS belum terlaksana dengan sempurna. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut bagaimana proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon yang mampu mencegah perilaku bullying siswa, supaya dapat menghasilkan karakter siswa yang berbudi baik seperti Menghargai perbedaan yang ada; Dapat bekerjasama dengan semua siswa; dan Memiliki  sikap yang bertanggung jawab, peduli, dan empati.Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi patsisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi.Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data teoritik dan data empirik, sumber data teoritik diambil dari referensi buku-buku dan referensi lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Data empirik diambil dari hasil kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi yang dilakukan peneliti. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pendidikan IPS di MTs Negeri 1 Kota Cirebon sudah maksimal, terbukti dengan proses perencanaa, pelaksanaan, dan tindak lanjut yang baik dilakukan oleh guru mata pelajaran IPS kepada siswa-siswinya; Perilaku bullying yang terjadi saat pembelajaran adalah bullying verbal; Faktor penyebab terjadinya bullying berasal dari faktor internal dan eksternal; Peranan nilai-nilai pendidikan IPS dalam mencegah perilaku bullying masih kurang terlaksana karena makna nilai-nilai pendidikan IPS dalam setiap sub bab materi belum dipahami oleh siswa. Kata Kunci: Pendidikan, IPS, Bullying
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN LKS MODEL INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS Ahmad Muzaki; Cecep Sumarna
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2019): Pedagogik dan Kajian Gender
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v8i1.4951

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media LKS menggunakan model pembelajaran Inkuiri di kelas VIII B SMP Muhammadiyah 01 Sirampog Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa siswa belum memiliki media pembelajaran yang mandiri sehingga mengalami kesulitan dalam mencari sumber belajar sehingga diharapkan dengan diterapkannya media pembelajaran LKS yang bersifat mandiri dikemas dengan model pembelajaran Inkuiri dan secara tidak langsung siswa memiliki tanggung jawab masing-masing maka diharapkan motivasi belajar siswa meningkat.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 01 Sirampog Kabupaten Brebes Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan tes, serta instrumennya berupa lembar pengamatan dan soal tes.Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa berdasarkan hasil pengamatan motivasi belajar siswa pada siklus 1 sebesar 52% kemudian siklus 2 sebesar 72,5% dan siklus 3 sebesar 90%. Sedangkan hasil belajar siswa pra siklus diperoleh nilai rata-rata 58,06 dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 36% atau hanya 12 siswa yang tuntas. Setelah dilaksanakannya siklus 1 diperoleh nilai rata-rata 64,09 dengan persentase ketuntasan belajar 54% atau 20 siswa yang tuntas, selanjutnya siklus 2 diperoleh nilai rata-rata kelas 70,15 dengan persentase 69% atau 23 siswa tuntas dan siklus 3 diperoleh nilai rata-rata kelas 82,69 dengan presentase 93% atau 31 siswa tuntas dari 33 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan media LKS model Inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: PersepsiSiswa, PolaInteraksiSosial, Pembelajaran IPS.
Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Budaya Kritis Dan Motivasi Pendidikan Masyarakat (Studi Kasus Peran Pemuda Sebagai Agen Of Change Di Desa Majasih Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu) Dani Faqih Andika; Cecep Sumarna; Nasehudin Nasehudin
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 2 (2022): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v8i1.2734

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan masa dimana seseorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap selanjutnya atau biasa disebut sebagai perkembangan. Tetapi perkembangan ini ada yang selalu dipantau oleh orang tuanya sehingga berkembang kearah yang positif ataupun tanpa bimbingan atau pantauan orang tua yang ekstra sehingga berkembang kearah yang negative dan mengalami perubahan emosinya, minat, tubuh, pola prilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Budaya berpikir kritis adalah daya dari budi atau akal sehat manusia untuk menilai valid atau tidaknya suatu sumber berita atau informasi, membedakan mana yang relevan dan yang tidak, membedakan mana yang fakta dan yang tidak, atau daya dari akal budi untuk menganalisis fakta yang ada. motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam kepribadian seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai sebuah tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pergaulan bebas terhadap budaya kritis dan motivasi Pendidikan masyarakat di Desa Majasih Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Agar mengetahui sejauh mana pengaruh dari pergaulan bebas tersebut. Berkembang kearah yang positif ataukah arah sebaliknya yaitu negative.