Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi Melalui Pembelajaran IPS Sub Pokok Pluralitas (Studi Kasus di SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Kota Cirebon) Fadillah Fadillah; Cecep Sumarna; Yunita Yunita
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v3i2.4876

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS sub pokok pluralitas di kelas VIII SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Kota Cirebon. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai demokrasi, cara penanaman nilai-nilai demokrasi, faktor pendorong dan penghambat nilai-nilai demokrasi, serta mengintegrasikan strategi nilai-nilai demokrasi dalam sistem pendidikan, terutama pada aspek pembelajaran di kelas VIII SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Kota Cirebon. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode study kasus. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi telah ditanamkan dengan baik dalam pembelajaran IPS. Nilai-nilai demokrasi yang dikembangkan dengan baik diantaranya nilai toleransi, nilai kebebasan berkelompok, nilai kebebasan berpendapat, kerjasama dengan sesama, percaya diri. Cara penanaman nilai-nilai demokrasi dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab, ceramah, di luar kelas dan demonstrasi. Faktor pendorong penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS adalah pendidik, sarana prasarana, dan budaya di sekolah. Faktor penghambat dalam penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS adalah alokasi waktu dan kurangnya motivasi dalam diri siswa.  ABSTRACTThis study aims to describe the cultivation of democratic values through social studies learning, the sub-subject of plurality in class VIII of SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq, Cirebon City. In addition, this study aims to determine democratic values, how to instill democratic values, driving and inhibiting factors for democratic values, and integrate the strategy of democratic values in the education system, especially in the aspects of learning in class VIII of SMP Islam Terpadu Nuurusshidiiq Cirebon City. This study's data collection uses a qualitative and case study approach. This study used observation, interviews, and documentation. The results showed that democratic values had been well instilled in social studies learning. Well-developed democratic values include the value of tolerance, the value of freedom of the group, the value of freedom of opinion, cooperation with others, and self-confidence. How to instill democratic values by using the methods of discussion, question and answer, lectures, outside the classroom, and demonstrations. The driving factors for cultivating democratic values through social studies learning are educators, infrastructure, and school culture. The inhibiting factor in cultivating democratic values through social studies learning is the allocation of time and the lack of motivation in students.
Foundations of Constructivism Philosophy in Classroom Learning Cecep Sumarna; Heri Gunawan
International Journal of Science and Society Vol 4 No 3 (2022): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v4i3.499

Abstract

The presence of constructivism philosophy brought significant changes in learning in the classroom, especially the paradigm shift in learning, namely the paradigm of teacher centre to the student centre. Students are encouraged to use all of their abilities constructively by building meaning according to their understanding. This has also brought changes in the learning process, where teachers only act as facilitators, mediators and motivators who help active learners with their knowledge. One of the constructivism-based learning models is Contextual Teaching and Learning, which tries to link the material students learn with their real lives to find meaning.
Patologi Sosial dan Kesehatan Mental; Orientasi Problematika dan Solusi (dalam Kajian Pendidikan Agama Islam) Muslimin Muslimin; Cecep Sumarna; Abd. Rozak
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9943

Abstract

Patologi sosial adalah semua tingkah laku yang melanggar norma-norma dalam masyarakat dan dianggap mengganggu, merugikan serta tidak dikehendaki oleh masyarakat. Patologi sosial disebabkan banyak faktor dan memiliki dampak yang buruk bagi individu maupun masyarakat sekitarnya sehingga ditolak oleh masyarakat, penyakit masyarakat diantaranya adalah perjudian, prostitusi, narkoba, korupsi, dan pencurian. Agama yang ada di Indonesia memiliki pandangan yang berbeda terhadap isu moralitas penyakit sosial masyarakat, sebagian besar mengancam dan menolak adanya penyakit sosial masyarakat seperti penyimpangan seksual, penyalahgunaan narkoba, korupsi, minuman keras, perjudian dan penyakit sosial masyarakat lainnya. Kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar dan normal, untuk bekerja secara produktif, inovatif dan menghasilkan karya, serta berperan serta di lingkungan komunitasnya. Fokus penelitian ini adalah pada masalah penyakit sosial masyarakat dan kesehatan mental problematika dan solusinya (Dalam Kajian Pendidikan Agama islam) metode yang digunakan adalah fenomenologi dan melihat kasus di lapangan dan dibantu dengan referensi yang menunjang. Pendidikan Agama Islam sangat berperan dalam menjawab dan menyelamatkan penyakit sosial masyarakat dan kesehatan mental, edukasi pendidikan agama diterapkan sejak awal pada anak didik sebagai dasar pendidikan yang dapat menjadi dasar dalam menjalan hidup dan kehidupan baik secara individu maupun bermasyarakat.
Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Multikultural Suryawan Bagus Handoko; Cecep Sumarna; Abdul Rozak
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10233

Abstract

Berbicara mengenai pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks Pendidikan multikultural dipandang sangat penting memberikan porsi Pendidikan multikultural sebagai wacana dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama agar peserta didik memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala dan masalah-masalah sosial yang berakar pada perbedaan karena suku, ras, strata sosial, agama dan tata nilai yang terjadi pada lingkungan masyarakatnya. Hal ini dapat diimplementasikan baik pada substansi maupun model pembelajaran yang mengakui dan menghormati keanekaragaman budaya. Dalam penelitian ini, melalui kajian pustaka/library research penulis akan mengeksplorasi bagaimana orientasi pembelajaran PAI dalam pendidikan yang multikultural dan bagaimana kajian serta pengembangan pembelajaran PAI berbasis multikultur. Studi ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya pendidikan Islam memposisikan diri dalam perubahan zaman termasuk dalam menghadapi problem yang terdiri atas keberagaman individu dari berbagai macam suku, bangsa, budaya, agama, dan ras. Adanya artikel ini diharapkan dapat menjadi kajian mendasar lebih mudah dipahami sebagai cara pandang atas perbedaan yang dijumpai di masyarakat. Oleh karenanya, guru sebagai mitra dalam belajar harus mampu mendesain dan mengembangkan kegiatan pembelajaran sehingga siswa memperoleh informasi lebih banyak dibanding waktu yang disediakan.
Strategic Management to Cultivate Islamic Boarding Schools’ Educational Quality: Blending Model Implementation Aip Syarifudin; Muhibbin Syah; Cecep Sumarna; Erni Haryanti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 4 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2972.462 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i4.409

Abstract

This study aims to explore strategic management of Islamic Boarding Scholl in order to cultivate educational quality. The present study employed a qualitative study by using descriptive analytical approach. Two Islamic boarding schools were selected as the research sites namely Sabilunnajat and Al-Ulfah Islamic boarding schools, Ciamis Regency, West Java, Indonesia. The findings revealed that these two Islamic boarding schools were deemed capable to survive in a fairly tight competition. Moreover, there were several strategic steps undertaken by these two Islamic boarding schools to survive and contribute to the society. This alteration attempt is a conceptualization of Islamic boarding school management system referred to, in other words, as management strategy. After obtaining the results of field data from two research sites, the researcher will subsequently analyze and attempt to improve the management system in the two research sites. A good boarding school and the survived one is considered capable to answer the needs of the society which is in line with the terms where quality is something that meets needs. Afterwards, this study proposed a model knowledge of Islamic boarding school management system particularly the Blending Model of Management of Islamic Boarding Schools
Nilai-Nilai Moderasi Beragama dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Islam di Abad 21 Acep Saefuddin; Cecep Sumarna; Abdul Rozak
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.989 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7769740

Abstract

This article aims to discuss the values ​​of religious moderation and their implementation in Islamic religious education in the 21st century. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data analysis is more focused on library research or literature studies. The conclusion in this study is that the 21st century is marked by the emergence of an era of disruption, due to the great influence of technology in this century, changing trends, namely from analog trends to digital trends with digital innovations that make everything easy. So to face this era, special skills are needed including critical thinking, creativity, communication, and collaboration. Religious moderation is a religious attitude with the principle of balance and fairness so that it will avoid excessive attitudes. The implementation of religious moderation values ​​in PAI learning is one of the solutions in facing the challenges of this century and in order to ward off radical attitudes in religion which is also one of the influences social media. PAI learning has a strategic role in achieving the goals of National Education, especially those related to instilling faith and devotion to God Almighty and increasing noble character
Pendidikan Islam Abad 21: Antara Tuntutan Komodifikasi & Nilai Religius Nurohmat Nurohmat; Cecep Sumarna; Abdul Rozak
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 8 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7898022

Abstract

In the midst of efforts to provide quality Islamic education services to the user community, it certainly has an impact on the need for an adequate budget, including the supply of budget from the user community, giving rise to the stigma of 'commodification' of Islamic education. On the other hand, paradigmatically, Islamic education is demanded with humanist, religious, and sacred values that are perceived as far from the commodification and capitalization of education. This study aims to examine conceptually the commodification of Islamic education and the demands of maintaining the substance of religious values in 21st century Islamic education. Methods The research used in this research is literature review or literature review in the form of scientific articles contained in journals and books related to the research theme. The results of the study indicate that there is a new paradigm in Islamic education that demands the process of commodification of Islamic education. On the other hand, Islamic education seeks to dialogue between the sources of Islamic teachings and the demands of the times and human needs. Religious values exist as an adhesive for the peace of students in meeting the demands of the times. So that paradigmatically there is a need for reconciliation between commodification demands and religious substance in Islamic education.
Desain Masa Depan Pendidikan Islam Indonesia (Kajian Analisis Pendekatan Sosiologi Antropologi) Rokhmatul Hikmat*; Didin N Rosidin; Kustoro Kustoro; Cecep Sumarna
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26448

Abstract

Ketika umat Islam di Indonesia masih memuncaki pemeluk agama dengan mencatatkan 87%, namun persoalan bangsa masih banyak membelenggu yaitu masalah akhlaq, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan tingkat korupsi yang tinggi, maka menjadi bahan pertanyaan dimanakah kontribusi pendidikan Islam. Apakah pendidikan Islam layak disebut buntu dan tidak memiliki masa depan yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Menggunakan metode library reseach penulis ingin mendalami desain apa yang terbaik untuk masa depan pendidikan Islam di Indonesia, yang sekiranya mampu menjawab persoalan bangsa. Dan hasilnya adalah mengangkat teori-teori pendidikan Islam yang dikemukakan oleh ormas Islam Muhammadiyah, yang terangkum dalam Islam Berkemajuan.
New Paradigm of Indonesian Islamic Education: Analysis of Changes in the Relations of Islamic Education Institutions with Post-Reform Political Power Cecep Sumarna
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 5 No. 2 (2023): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v5i2.140

Abstract

Islamic Education Institutions (LPI) were born with different characters and ideologies from Dutch and Japanese educational institutions. This difference is still maintained even though Indonesia has declared itself independent. Only later in the reform era did the dynamics of the relationship between LPI and government power change. This study then examines changes in the relationship between the LPI and political power after the Reformation. This research will be carried out using qualitative methods and a historiographical approach. Researchers will use data on Indonesia’s social, political, and religious situation from when the Dutch colonized Indonesia until the temporary Indonesian period. This research then found a new change in the political movement of Islamic education in Indonesia in 1998. In this change, various Islamic educational institutions began to enter the political context and fill multiple positions in the government. Islamic educational institutions started to transform and become part of political power, which marked a paradigmatic change in the politics of Islamic education.
Pengaruh Permainan Game Online Terhadap Perkembangan Disiplin dan Prestasi Siswa (Studi Kasus di SMPN 2 Pasawahan Kabupaten Kuningan) Mohammad Syahru Assabana; Cecep Sumarna; Wawan Ahmad Ridwan
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i02.p05

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat bebeapa kemajuan di bidang teknologi. Perkembangan teknologi tersebut memberikan dampak positif di berbagai bidang termasuk dalam bidang Pendidikan. Namun perkembangan teknologi yang pesat tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya. Game Online merupakan salah satu produk teknologi yang pada saat ini memberikan dampak negative terhadap dunia Pendidikan dikarenakan kurangnya minat belajar siswa dikarenakan kecanduan bermain game online tersebut. Masalah penelitian ini adalah seberapa besar motivasi siswa SMPN 2 Pasawahan bermain game online, seberapa tinggi pengaruh permainan game online terhadap perkembangan disiplin siswa, seberapa tinggi pengaruh permainan game online terhadap prestasi siswa, dan upaya apa yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi siswa kecanduan game online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar motivasi siswa SMPN 2 Pasawahan bermain game online, seberapa tinggi pengaruh permainan game online terhadap perkembangan disiplin siswa, seberapa tinggi pengaruh permainan game online terhadap prestasi siswa, dan upaya apa yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi siswa kecanduan game online. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 60 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket dan wawancara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hasil uji t hitung menunjukkan bahwa nilai t hitung adalah -10.377 serta nilai signifikansi 0.000 atau kurang dari 0.05. nilai koefisien dari X1 (Game Online) adalah -0.110 sehingga dapat disimpulkan bahwa game online memiliki pengaruh negative dan signifikan terhadap perkembangan disiplin dan prestasi siswa.