p-Index From 2021 - 2026
6.097
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Elemen PAEDAGOGIA Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika International Journal of Social Learning (IJSL) ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Jurnal Abdimas Sangkabira TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Jendela Pendidikan JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Journal of Education Research NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Indonesian Community Journal Asian Journal of Community Services (AJCS) Journal of Learning Improvement and Lesson Study Jurnal Pendidikan Sultan Agung Riemann : Research of Mathematics and Mathematics Education Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan & Pengajaran NOBEL : Journal of Literature and Language Teaching Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) Journal of Education Policy Analysis Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Pengemasan dan Legalitas Produk UMKM Kripik Koe Bengkayang di Daerah Perbatasan Yeremia Niaga Atlantika; Eligia Monixa Salfarini; Sabinus Beni; Totok Victor Didik Saputro; Maria Angela Siokalang
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.5116

Abstract

Geographically, Bengkayang Regency borders Malaysia, offering advantages to Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the region. However, Kipik Koe Bengkayang MSME has not been able to fully capitalize on this potential due to suboptimal product packaging and the lack of a Business Identification Number (NIB). To address these issues, a community service project was conducted, focusing on hygienic packaging and production processes, as well as obtaining business legality to expand market reach. The methods employed included socialization and direct assistance through initial observation, scheduling, implementation, and evaluation. This initiative involved two owners of Kipik Koe Bengkayang MSME and consisted of three meetings. As a result, Kipik Koe Bengkayang produced more hygienic product packaging with its own brand label and successfully obtained an NIB. This community service project had a positive impact on improving packaging quality and hygienic production processes, as well as aiding the business development of Kipik Koe Bengkayang MSME through the issuance of business legality.
Pendampingan Literasi Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Silvester, Silvester; Saputro, Totok Victor Didik; Manggu, Blasius
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2276

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital memerlukan guru yang memiliki literasi digital yang memadai untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang sangat terkait dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Namun, banyak guru, terutama di sekolah dasar, masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital di kelas akibat minimnya pelatihan literasi digital yang komprehensif. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital yang tidak hanya mencakup penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi digital dan kemampuan untuk menciptakan materi pembelajaran berbasis digital yang inovatif. Program pendampingan literasi digital menggunakan metode Goal, Reality, Options, Will (GROW) dilakukan di SDN 03 Bengkayang, Kalimantan Barat untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital sebesar 85%, serta peningkatan kepercayaan diri sebesar 75% dalam mengintegrasikan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, hasil pre-test menunjukkan bahwa 70% guru memiliki pemahaman dasar terhadap Platform Merdeka Belajar, sementara setelah pendampingan, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 85%. Guru berhasil menggunakan teknologi digital secara efektif untuk mendukung pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik, serta mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka, khususnya di wilayah perbatasan. Digital Literacy Assistance for Elementary School Teachers in Implementing the Merdeka Curriculum Abstract The transformation of education in the digital era requires teachers to possess adequate digital literacy to implement the Merdeka Curriculum. This curriculum emphasizes the development of 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, and collaboration, which are closely linked to the effective use of digital technology in learning. However, many teachers, especially in elementary schools, still face challenges in integrating digital technology in the classroom due to a lack of comprehensive digital literacy training. This study highlights the importance of digital literacy that not only involves the use of technological devices but also includes a critical understanding of digital information and the ability to create innovative digital learning materials. The method used in this study is Goal, Reality, Options, Will (GROW), which is a systematic approach to help teachers understand goals, identify obstacles, explore alternative solutions, and take concrete actions. The digital literacy mentoring program using the GROW method was conducted at SDN 03 Bengkayang, West Kalimantan, to support the implementation of the Merdeka Curriculum. The results showed an 85% increase in teachers' digital literacy competencies, as well as a 75% increase in confidence in integrating technology-based learning applications. In addition, the pre-test results showed that 70% of teachers had a basic understanding of the Merdeka Learning Platform, while post-test results showed an increase to 85% after mentoring. Teachers successfully used digital technology effectively to support a flexible learning approach. This activity is expected to continue to enhance teachers' competencies in creating interactive and engaging learning experiences, and to support the achievement of the Merdeka Curriculum goals, particularly in border areas.
Pengaruh Kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Keterampilan Guru dalam Mengimplemtasikan Pembelajaran Berbasis Digital Silvester, Silvester; Sumarni, Margaretha Lidya; Saputro, Totok Victor Didik
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1697

Abstract

TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah sebuah kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi dengan pengetahuan pedagogis dan pengetahuan konten dalam proses pembelajaran. Konsep ini membantu guru mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan teknologi secara efektif dalam pengajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital. Kompetensi TPACK, yang mencakup integrasi teknologi, pedagogi, dan konten, dianggap penting dalam mendukung pembelajaran di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bengkayang. Analisis regresi dan uji ANOVA menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kompetensi TPACK dengan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital (F hitung = 322,682; p < 0,05). Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi TPACK meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi TPACK melalui pelatihan dan dukungan teknologi yang berkelanjutan sangat diperlukan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan, terutama terkait pelatihan dan dukungan teknologi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.
Pemahaman Konsep Dasar Matematika Mahasiswa di Wilayah Perbatasan Indonesia – Malaysia: Bagaimana Tantangannya? Didik Saputro, Totok Victor; Purnasari, Pebria Dheni; Sadewo, Yosua Damas
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/hexagon.v1i2.5263.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep dasar matematika mahasiswa di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini merupakan 64 mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada perguruan tinggi swasta yang berada di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia, tepatnya di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia. Tahapan penelitian ini meliputi 1) penyiapan instrumen penelitian; 2) validasi instrumen penelitian; 3) pembelajaran di kelas; 4) pengambilan data penelitian; dan 5) analisis data. Data dikumpulkan melalui instrumen tes yang berkaitan dengan kemampuan pemahaman konsep dasar matematika mahasiswa sebanyak 5 butir soal yang berbentuk esai. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis statistika yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini memuat 3 aspek yang terdiri dari 1) pemahaman Konsep dasar matematika mahasiswa dikaji dari pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, dan pengetahuan prosedural; 2) kesulitan mahasiswa dalam memahami Konsep dasar matematika yang memuat proses memahami permasalahan, menggunakan bilangan matematika, mengimplementasikan strategi penyelesaian masalah, dan menginterpretasikan hasil pemecahan masalah; dan 3) kesiapan dan tantangan sebagai calon guru sekolah dasar dalam memberikan pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Peningkatan Kemampuan Numerasi dan Karakter Bernalar Kritis dengan Mengimplementasikan Model Problem Based Learning Berbasis Realistic Mathematic Education untuk Peserta Didik Kelas IV SDN 03 Bengkayang Dewi Tila Elisa; Totok Victor Didik Saputro
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i2.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan numerasi dan karakter dimensi bernalar kritis peserta didik kelas IV SDN 03 Bengkayang melalui penerapan model Problem Based Learning berbasis Realistic Mathematic Education. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 03 Bengkayang Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah 15 orang siswa perempuan dan 14 orang siswa laki-laki dengan kemampuan yang heterogen. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti. Tindakan dilaksanakan dalam 3 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Instrumen pengumpulan data berupa soal tes, non-tes dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan numerasi peserta didik pada siklus I adalah 50,15%. Rata-rata kemampuan numerasi peserta didik pada siklus II adalah 62,90. Rata-rata kemampuan numerasi peserta didik pada siklus III adalah 75,72. Jadi dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning berbasis Realistic Mathematic Education dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik kelas IV SDN 03 Bengkayang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata karakter bernalar kritis pada siklus I adalah 54,01. Pada Siklus II diperoleh rata-rata karakter bernalar kritis adalah 64,61, dan pada Siklus III diperoleh rata-rata karakter bernalar kritis adalah 88,92. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis Realitic Mathematic Education dapat meningkatkan karakter bernalar kritis peserta didik kelas IV SDN 03 Bengkayang. Kata kunci: Kemampuan Numerasi, karakter bernalar kritis, Problem Based Learning, Realistic Mathematic Education
Application of Concrete Learning Media to Improve Mathe-matics Learning Outcomes of Elementary School Students silvester sisil; Pebria Dheni Purnasari; Margaretha Lidya Sumarni; Totok Victor Didik Saputro
Journal of Public Policy Analys Vol 1 No 1 (2023): June
Publisher : Business Finance Analyst Co.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to improve student learning outcomes by applying concrete learning media to mathematics. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were 27 students of SDN 03 Bengkayang class IV. Data collection techniques used are observation, questionnaires, tests, and documentation. Data analysis techniques using quantitative descriptive. The results of the study show that there is an increase in student learning outcomes by applying concrete learning media. This can be seen from the acquisition of an average pre-cycle value of 50.7 to 81.5 with an N-Gain of 0.6 in the moderate category. By implementing concrete learning media in mathematics, it becomes one of the strategies for solving problems in the teaching and learning proces.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS BELAJAR DIGITAL UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD WILAYAH PERBATASAN Silvester Silvester; Totok Victor Didik Saputro; Christian Cahyaningtyas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27339

Abstract

Abstrak: Transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka menunjukkan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Observasi di SDN 03 Bengkayang mengungkapkan kurangnya pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka. Pendampingan ini bertujuan mengoptimalkan komunitas belajar berbasis teknologi digital untuk mempercepat implementasinya di perbatasan Indonesia-Malaysia. Dalam prosesnya, pendampingan ini juga berfokus pada pengembangan hard skills para guru, meliputi penguasaan materi pelajaran untuk memperkuat kompetensi profesional dan penguasaan terknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 30 guru SDN 03 Bengkayang dengan model GROW Coaching (Goal, Reality, Options, Will). Pendampingan diharapkan meningkatkan pemahaman strategi Kurikulum Merdeka dan kolaborasi komunitas belajar, dengan target peningkatan minimal 75% pada penguasaan materi dan TIK. Pendampingan ini meningkatkan pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka, serta penggunaan Learning Management System (LMS) dan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran, dengan persentase penguasaan materi sebesar 78% dan TIK sebesar 84%. Diharapkan, hasil ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa di Kabupaten Bengkayang.Abstract: The transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum reflects ongoing efforts to improve the quality of education. Observations at SDN 03 Bengkayang revealed a lack of understanding among teachers regarding the Merdeka Curriculum. This mentoring aims to optimize a technology-based learning community to accelerate its implementation in the Indonesia-Malaysia border region. The process also focuses on developing teachers' hard skills, including mastery of subject matter to strengthen professional competence and proficiency in information and communication technology (ICT) to support the integration of technology in the learning process. The activity involves 30 teachers from SDN 03 Bengkayang, using the GROW Coaching model (Goal, Reality, Options, Will). The mentoring is expected to enhance understanding of Merdeka Curriculum strategies and foster collaboration within the learning community, with a target of a minimum 75% improvement in mastery of subject matter and ICT. The mentoring has resulted in a 78% increase in subject matter mastery and an 84% improvement in ICT skills. These outcomes are expected to enhance the quality of education and student learning outcomes in Bengkayang Regency.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN STEM BERBASIS ROBOTIK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PERBATASAN Saputro, Totok Victor Didik; Silvester, Silvester; Sadewo, Yosua Damas; Purnasari, Pebria Dheni; Cahyaningtyas, Christian; Atlantika, Yeremia Niaga
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8207

Abstract

Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terdapat berbagai tantangan dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di sekolah dasar. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan dalam penguasaan teknologi serta kurangnya pengalaman dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada 60 guru sekolah dasar dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran STEM berbasis robotic yang berfokus pada pelajaran matematika di sekolah dasar. Metode pendampingan yang digunakan adalah GAARANTUNG Coaching Model, yang mencakup tujuh tahap utama: Goal (penetapan tujuan), Aktual (analisis kondisi saat ini), Alternatif (pengembangan opsi tindakan), Rencana (perumusan rencana), Aksi (implementasi), Monitoring (pemantauan), dan Tindak Lanjut (evaluasi dan perbaikan). Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan guru terkait implementasi STEM di sekolah dasar serta kemampuan mereka untuk melakukan praktik langsung pembelajaran berbasis robotik. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah perbatasan, dengan memanfaatkan teknologi robotik untuk mengembangkan keterampilan STEM siswa secara lebih efektif.
PROFIL GERAKAN LITERASI DALAM PENGUKURAN KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA DAN MENULIS SISWA SEKOLAH DASAR Harmoni, Grecia Putri; Saputro, Totok Victor Didik
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.2.150-161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca dan menulis siswa Sekolah Dasar, khususnya di SD Negeri 08 Timonong, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV yang terdiri dari lima siswa di atas KKM dan lima siswa di bawah KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS telah dilakukan melalui tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, seperti kegiatan membaca 15 menit, penyediaan pojok baca, dan keterlibatan aktif guru. Meskipun program ini menunjukkan peningkatan kemampuan literasi siswa, masih terdapat kendala seperti keterbatasan ruang kelas, kurangnya variasi buku, serta belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi sekolah dan guru dalam mengevaluasi efektivitas program literasi serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis di tingkat sekolah dasar
Pengembangan E-Modul Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Bangun Datar Siswa SD Susanti, Susi; Saputro, Totok Victor Didik
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i02.1328

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika serta kurangnya pemanfaatan teknologi oleh guru dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul berbasis kearifan lokal pada materi bangun datar yang sesuai untuk siswa kelas III SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui validasi oleh ahli serta uji kepraktisan yang dilakukan oleh guru kelas. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memperoleh skor validitas rata-rata 119.0 dan penilaian kepraktisan oleh guru mencapai skor rata-rata 51, keduanya dalam kategori sangat tinggi penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis dengan kategori sangat baik. E-modul juga mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kesimpulannya, e-modul berbasis kearifan lokal layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar karena dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.