Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tahap 2 untuk Memonitor Upaya Pencegahan Stroke dan Penyakit Jantung di Dupak Badarejo Surabaya Olivia Herliani; Suhartati; Noer Kumala Indahsari; Chenny Andriani Wiyono; Masfufatun; Ayu Cahyani Noviana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit katastropik meningkat tajam 18,6% pada tahun 2022 berdasarkan data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk skrining penyakit jantung dan stroke telah dilakukan pada Pengabdian kepada Masyarakan (PkM) tahap 1 di Dupak Bandarejo, namun sesuai roadmap PkM dan data JKN terbaru, maka rangkaian kegiatan ini perlu dilanjutkan. Tujuan: PkM Tahap 2 ini bertujuan melakukan pengawasan terhadap upaya pencegahan stroke dan penyakit jantung di Dupak Bandarejo Surabaya.   Metode: Kegiatan PkM tahap 2 ini dimulai dengan penyuluhan lanjutan mengenai penyakit jantung dan stroke. Pengabdi kemudian mengadakan pemeriksaan kesehatan, berupa pemeriksaan vital sign (terutama tekanan darah), anamnesis keluhan yang dimiliki, pemeriksaan darah (kolesterol, glukosa darah, dan asam urat), memfasilitasi konsultasi dokter agar peserta mendapat saran dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Hasil: Peserta sejumlah 41 orang terdiri dari 22 orang wanita dan  19 orang laki-laki, dengan rata-rata usia di atas 50 tahun. Rata-rata nilai posttest mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata nilai pretest. Hasil pemeriksaan menunjukkan 42% peserta (17 orang) memiliki tekanan darah lebih tinggi dari nilai normal, 39% peserta (16 orang) memiliki kadar glukosa darah lebih tinggi dari nilai normal, 59% peserta (24 orang) memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari nilai normal, dan 27% peserta (11 orang) memiliki kadar asam urat lebih tinggi dari nilai normal. Kesimpulan: Penyuluhan memperbaiki pengetahuan peserta namun karena faktor usia dan kondisi kesehatan, maka hasil penyuluhan kurang maksimal. Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol dan glukosa darah yang dilakukan, sudah sesuai untuk memonitor pencegahan penyakit jantung dan stroke.
Uji Aktivitas  Madu Apis dorsata sebagai Antifungi dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans Syahrefi Syahrefi; Masfufatun
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Candida terjadi sebagai jamur komensal yang menyerang saluran pencernaan dan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kandidiasis mulut dan vagina. Madu memiliki senyaawa yang dapat memnghambat pertumbuhan mikroba, seperti flavonoid, asam fenolik asam askorbat, katalase, peroksidase, dan karotenoid. Tujuan: penelitan ini bertujuan untuk menentukan efektifitas madu dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian true eksperimental dengan pendekatan Post-Test Only Control Group Desain . Uji antifungi menggunakan metode mikrodilusi dengan 5 kali replikasi. Kemudian Absorbansi diamati menggunakan ELISA reader. Nilai KHM50 ditentukan dengan analisis porbit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan madu dengan konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25% dan 3,13% memiliki kemampuan sebagai antifungi dengan persentase penghambatan masing masing sebesar 86.03, 73.22, 15.13, 4.51, 3.07 dan 5.15%. Berdasarkan analisis probit dengan SPSS diperoleh nilai KHM50 madu Apis dorsata sebesar 41.8%. Kesimpulan: Madu A. dorsata mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan dari C. albicans sehingga dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk terapi penyakit infeksi akibat C. albicans
Identifikasi Senyawa Rhodamin B, Boraks dan Formalin pada Berbagai Makanan Basah di Kecamatan Kenjeran Surabaya Jonathan; Masfufatun; Meilya Putri Syahida; Ni Made Putri Pradnyandari; Tikapa Muwawiyai Pigome; Fehima Syachsiyat Alya; Andini Risma Ayunda Dewi; Muhammad Rozzan Prananda; Nurma Fitri; Mohammad Ali Izzudin; Rachmawati Dwi Apriliyani
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latarbelakang: Penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai peruntukan dan melebihi batas maksimum residu (BMR) pada makanan merupakan masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Boraks, formalin, dan Rhodamin B adalah beberapa bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan dalam industri pangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penggunaan bahan tambahan berbahaya pada makanan basah yang dijual di pasar kecamatan Kenjeran, Surabaya. Metode: merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada bulan Agustus 2024. Pengambilan sampel dilakukan  secara simple random sampling dengan kriteria produk makanan basah seperti frozen food, cilok, cimol, cireng, mie dan tahu yang dijual di lima penjual di daerah kecamatan Kenjeran Surabaya sebanyak 30 sampel. Tes keberadaan boraks, formalin dan rhodamine B dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan rapid test merk Labstest Reagen. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase  yang mengandung boraks, formalin dan rhodamine B. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 30 sampel yang diuji mengandung boraks (100%),  4 sampel yang diuji mengandung formalin (13.3 %), dan tidak ada  sampel yang mengandung Rhodamin B (0%). Sampel yang mengandung boraks terdapat pada semua makanan basah. Kesimpulan: Masih terdapat zat bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti boraks dan formalin pada berbagai jenis makanan basah yang dijual di wilayah Kenjeran Surabaya. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kesadaran produsen dan penjual makanan tentang bahaya penggunaan bahan tambahan berbahaya serta upaya pengawasan yang lebih intensif dari pihak berwenang.  
Gambaran Pemeriksaan BRCA sebagai Upaya Pencegahan Kanker Payudara Ni Luh Narita Vijayanti; Inawati Inawati; Harman Agusaputra; Masfufatun Masfufatun
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian nomor 1 pada wanita di seluruh dunia. Skrining kanker payudara merupakan salah satu pencegahan untuk kanker payudara. Pemeriksaan BRCA (Breast Receptor Cancer Antigen) adalah metode skrining yang sudah umum dilakukan di negara maju, namun masih belum terlalu dikenal di Indonesia oleh kalangan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemeriksaan BRCA dengan pencegahan kanker payudara. Metode penelitian ini menggunakan studi literature melalui pencarian PubMed, dan Science Direct, BMC Medicine, dan Springer Link mulai tahun 2011-2022, tanpa batasan bahasa dan jurnal penelitian full text. Hasil review jurnal mendapatkan 6 jurnal mendukung pemeriksaan BRCA dan 1 jurnal tidak mendukung pemeriksaan BRCA. Orang positif BRCA beresiko 85% menjadi kanker payudara, sedangakn persentase mutasi BRCA pada kanker payudara rendah. Pada orang beresiko tinggi mutasi BRCA maka disarankan tes BRCA.Hasil negatif, itu bukan berarti pasein bebas dari kanker. Kriteria resiko tinggi mutasi BRCA adalah: 1) riwayat keturunan Jweish, 2) Ada keluarga yang mempunyai kanker payudara, terutama terdiagnosis di usia muda (kurang dari 40-45 tahun), Ca Payudara triple negative, high-grade kanker payudara, kanker payudara ductal carcinoma, prognosis buruk, 3) Ada keluarga dengan kanker ovarium epitel, dan high-grade kanker ovarium, 4) Ada keluarga yang positif mutasi BRCA. Peneliti menyimpulkan bahwa BRCA tidak direkomendasikan pada populasi umum di Indonesia. Sementara ini peneliti belum menemukan data populasi BRCA di Indonesia. Selain itu peneliti juga belum menemukan bukti terkait apakah bisa muncul mutasi BRCA seiring dengan perkembangan carcinogenesis kanker payudara atau tidak. Peneliti tidak ada conflict of interest terhadap produk tertentu.
Uji Aktifitas Antifungi Madu Apis Mellifera Terhadap Candida Albicans Ananta Sandi Putra; Masfufatun Masfufatun; Handy Arief; Inawati
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans merupakan jamur patogen pada manusia yang mampu menyebabkan infeksi mukosa superfisial maupun sistemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas Madu Mellifera dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan eksperimental murni. Uji antifungi dilakukan menggunakan metode mikrodilusi. Hambatan pertumbuhan C. albicans diamati menggunakan mikroplate reader. Nilai Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM-50) ditentukan dengan menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi madu apis mellifera semakin rendah pertumbuhan C. albicans. Berdasarkan analisis probit dihasilkan nilai KHM50 Madu sebesar 28%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Madu Apis Mallifera efektif menghambat pertumbuhan sel planktonik C. albicans sehingga bisa dimanfaatkan sebagai agen alternatif antifungi.
Literature Review: Pengaruh Pemberian Probiotik pada Diare Akut akibat Infeksi Farizah El Husna; In Inawati; Masfufatun
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare akut (AD) masih menjadi penyakit penyumbang kedua morbiditas dan mortalitas pada anak- anak secara universal, terlebih pada anak anak di kelompok negara kurang maju. Probiotik telah diusulkan sebagai ekstra terapi untuk meningkatkan kesembuhan penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik pada diare akut akibat infeksi khususnya pada jenis probiotik, durasi diare, durasi gejala penyerta, durasi rawat inap, dan efek sampingnya. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur melalui pencarian Google Scholar, PubMed NCBI, Cochrane Library, dan Science Direct mulai tahun 2011 hingga 2022, tanpa batasan bahasa, dan jurnal penelitian full text. Data didapatkan dari dua puluh jurnal penelitian (2.871 partisipan, 1 bulan – 14 tahun) yang memenuhi kriteria inklusi. Data gabungan dari 20 penelitian menunjukkan probiotik terbanyak yang digunakan adalah jenis bakteri dan fungi dengan strain Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus acidophilus, dan Saccharomyces boulardii. Hasil analisis menunjukkan bahwa probiotik berpengaruh dalam penurunan durasi diare akut akibat infeksi; tidak ada pengaruh signifikan dan bermakna probiotik terhadap durasi gejala demam dan muntah; dan ada pengaruh signifikan probiotik terhadap durasi rawat inap diare akut akibat infeksi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh probiotik pada diare akut akibat infeksi yang cukup signifikan dalam perbandingan pengurangan durasi diare dan durasi rawat inap terlepas dari pengaruh jenis, dosis, dan konsentrasi probiotik yang diberikan. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi mengenai jenis probiotik yang spesifik serta pengaruh probiotik terhadap durasi gejala dan efek samping yang ditimbulkan.
EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEMBUAT MINUMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DI KELURAHAN DUKUH KUPANG SURABAYA Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika; Wulandari, Atik Sri; Purbowati, Rini; Masfufatun, Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
ABDIMAS UNWAHAS Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v9i1.11132

Abstract

Di Indonesia saat ini terjadi tranformasi Sistem Kesehatan dimana layanan primer berfungsi bukan hanya mengobati tetapi menjaga agar masyarakat hidup sehat dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif. Kegiatan preventif yang bisa di lakukan masyarakat adalah menjaga kesehatan, salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman herbal. Biasanya minuman herbal yang dikonsumsi merupakan minuman tradisional yang mengandung antioksidan dan imunomodulator. Jamu atau herbal asli di Indonesia banyak di gunakan di masyarakat. Antioksidan adalah zat atau senyawa yang dapat mencegah reaksi oksidasi, sedangkan imunomodulator adalah zat atau senyawa yang dapat meningkatkan respon imun atau menekan aspek tertentu dari respon imun. Sistem imun tubuh manusia sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit infeksi seperti yang disebabkan oleh bakteri, virus dan mikroorganisme. Tujuan pengmas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dengan cara mengedukasi kepada ibu-ibu PKK  tentang imunitas dan cara membuat minuman herbal  sebagai upaya peningkatan imunitas tubuh kegiatan dilaksanakan pada tgl 2 September 2023 yang  di awali dengan pemberian penyuluhan tentang imunitas kepada ibu ibu PKK di Dukuh Kupang dan di lanjudkan demostrasi membuat minuman herbal yang dapat meningkatkan imunitas bertempat di Balai RT 03 Dukuh Kupang Surabaya Hasil ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan ssudah penyuluhan, dimana sesudah penyuluhan ibu ibu PKK sebagian besar mempunyai pengetahuan baik.Kata Kunci : herbal, ibu pkk,  imunitas, minuman.
Expression Levels of Intestinal Toll-Like Receptors 2 and 4 in Acute Inflammation Caused by Intestinal Candidiasis: An Experimental Study in Wistar Rats Tania, Putu Oky Ari; Masfufatun, Masfufatun; Baktir, Afaf
Althea Medical Journal Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v11n3.3345

Abstract

Background: Candida albicans grows in the gastrointestinal tract as a normal microflora that may cause intestinal candidiasis, characterized by formation of biofilm and inflammation. Candida is recognized by toll-like receptors (TLRs). This study aimed to explore the relationship between intestinal TLR 2 and TLR 4 expression levels in candidiasis at each phase of inflammation.Methods: An experimental study was performed using a simple randomized sampling on 30 male Wistar rats divided into a control and a treatment group. Each group was inoculated with Candida albicans. Dysbiosis conditions were designed in the treatment group using multiple antibiotics and on day 5 the rats were injected with subcutaneous cortisone acetate. The groups were terminated in five different times (days 7, 14, 21, 28 and 35). On the termination day, intestinal tissue was isolated and the TLR 2 and TLR 4 expression were analyzed by immunohistochemistry. The data were analyzed by parametric test with SPSS (p<0.05) and completed by post-hoc test Least Significance Difference (LSD) to compare pairs of groups.Results: The expression of TLR 2 and TLR 4 between control and treatment groups showed significant differences (p=0.005). In the treatment group, there was a gradual increase in the TLR2 and TLR 4 expressions.  Positive expression of TLR appeared more in the submucosal or basal area than apical surface. The treatment group showed the highest expression of both TLR2 (82.37%) and TLR4 (87.40%) on termination day 35.Conclusions: Inflammation caused by intestinal candidiasis can result in increased expression of intestinal TLR2 and 4 contributing to an increased risk of biofilm formation.
Effectiveness of Ethanol Extract Clove Leaves (Syzygium aromaticum) In Inhibiting Biofilm of Candida Albicans ATCC 14053 Nuzula, Firdausi; Masfufatun, Masfufatun
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2024.132.407-413

Abstract

Candida albicans is the most common type of Candida. It is a normal microbiota in the healthy human body that can become pathogenic when its balance is disturbed, causing an infection referred to as candidiasis. Antifungal resistance to biofilms is estimated to be 10,000 times that in planktonic form. Clove leaves (Syzygium aromatium) can treat infectious diseases, including candidiasis. This study aimed to analyze whether the ethanol extract of clove leaves (S. aromaticum) destroys the biofilm of C. albicans ATCC 14053. The research designwas pure experimental with a post test control group only design approach. The extraction method used was maceration. Test antibiofilm activity of ethanol extract of clove leaves using microtiter plate biofilm assay method. Measurement of results with a microplate reader was carried out using a wavelength of 595nm in accordance by the wavelength of crystal violet used as a colouring agent. The results showed that ethanol extract of clove leaves (S. aromaticum) has significant effectiveness against the maturation of C. albicans biofilm (p<0.05) with the highest percentage of activity at 20% concentration. The MBEC50 was determined by probit analysis, so the concentration of clove leaf ethanol extract (S. aromaticum) that can eradicate 50% of C. albicans biofilm is located at a concentration of 0.45%. The clinical benefits that can be developed from the results of this study are the potential use of clove leaf ethanol extract as an alternative therapy for C. albicans infection in the form of soap or ointment.
Identifikasi Spesies Candida Pada Pasien Kandidiasis Vulvovaginalis dan Faktor Risikonya masfufatun, masfufatun; Tri Ratnasari, Diana; Narotama, Harya; Purbowati, Rini; Indahsari, Noer Kumala; Tjandra, Lusiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.278

Abstract

Latar belakang: Candidiasis Vulvovaginalis (KVV) merupakan infeksi pada vulva dan/atau vagina akibat pertumbuhan berlebih dari Candida sp, terutama pada wanita usia reproduksi. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental penderita. Berbagai laporan menyatakan bahwa Candida albicans merupakan agen aktif etiologi utama pada infeksi ini. Namun, spesies non-Candida albicans baru-baru ini muncul. Jadi tampaknya ada perubahan pola spesies Candida pada KVV. Tujuan: menganalisis faktor risiko dan mengidentifikasi spesies Candida pada pasien KVV di Surabaya.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 67 subjek penelitian dari pasien Klinik Ibu dan Anak Surabaya dengan keluhan keputihan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode anamnesis, pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik dan klinis, serta pemeriksaan laboratorium. Sampel sekresi/keputihan vagina pasien diambil menggunakan usapan steril dan diperiksa secara mikrobiologis dengan menumbuhkannya pada media Sabraoud Dextrose Agar (SDA). Isolat yang tumbuh pada media SDA diidentifikasi sebagai spesies Candida melalui produksi Chlamydoconidia pada media Corn Meal Agar, pembentukan tabung germinal dan kultur pada CHROMAgar. Analisis data faktor risiko dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 26 (38,84%) sampel dari 67 pasien dinyatakan positif KVV. Frekuensi tertinggi berada pada rentang usia 25 hingga 45 tahun, menggunakan kontrasepsi dan douches vagina. Gejala yang paling umum di antara pasien adalah keputihan abnormal dan iritasi vagina yang berhubungan dengan keputihan abnormal. Ada hubungan antara usia, penggunaan kontrasepsi, dan douches vagina dengan kejadian KVV (p<0,05). Hasil identifikasi Candida spp menunjukkan bahwa Candida albicans (44,5%) dan Candida glabrata (42,4%) lebih dominan pada pasien KVV dibandingkan spesies Candida lainnya. Kesimpulan: Usia, pemakaian alat kontrasepsi dan obat pembersih vagina merupakan faktor resiko KVV. Spesies C. albicans dan C. glabrata mendominasi spesies candida hasil isolasi dari pasien KVV. Oleh karena itu hasil klinis dan laboratorium perlu diperhatikan dan dipertimbangkan  dalam memberikan pengobatan terbaik.
Co-Authors Abidah Ardilia AFAF BAKTIR Agusniar Furkani Listyawati akhmad sudibya, akhmad ALMAIDAH SAFITRI Amalia Nadiasari Ananta Sandi Putra Ananta, Zahrah Aswa Andini Risma Ayunda Dewi Andriani, Chenny Aritania, Putu Oky Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Atik Sri Wulandari Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setyawan Chenny Andriani Wiyono Colin, Muhammad Dadik Raharjo Diah Setijowati, Eva Dinara Safina Salsabillah Dwi Cahyani, Herawati Dyah Virga Pujiani Dzulfira Arifah Elika Joeniarti Emilia Devi D.R, Emilia Devi Farizah El Husna Fauzan, Laili Shafarina Fehima Syachsiyat Alya Firdausi Nuzula Handy Arief HARMAN AGUSAPUTRA Harsono Harsono Haryanto, Loo Herliani, Olivia I Kadek Wawan Agus Wijaya I MADE DWIKY KARINA JAYA Inawati Inawati Inawati Inawati Inawati Inawati, Inawati Indahasari, Noer Kumala JAMES HADIPUTRA SUNARPO Jonathan Kartika Ishartadiati Kuntaman Kuntaman Kuntaman Kuntaman Kuntaman Kuntaman Laili Shafarina Fauzan Loo Hariyanto Raharjo, Loo Hariyanto Lusiani Tjandra Marshanda Venda Dora Putri Aziz Masfufatun Meilya Putri Syahida Mohammad Ali Izzudin Mokhtar, Siti Aisyah Muhammad Rozzan Prananda Nadila, Sucia Narotama, Harya Ni Luh Narita Vijayanti Ni Made Putri Pradnyandari NI PUTU MANIK SURYANINGSIH Noer Kumala Noer Kumala NOER KUMALA Noer Kumala Indahsari, Noer Kumala Nugraha, Wima Handika NUGROHO EKO WIRAWAN BUDIANTO Nur Kumala Indahsari, Nur Kumala Nur Kumala, Nur Nurma Fitri Nurul Izzah Parawidnyaningsih, Putu Ayu Aryanda Pramita Laksitarahmi Isrianto Pratika Yuhyi Hernanda Putu Oky Ari Tania Rachmawati Dwi Apriliyani Ratnasari, Diana Tri Rianti, Emilia Devi Dwi Rini Purbowati Rini Purbowati Riska Ammalia Putri Risnanda, Kadek Rio Sakri, Brian Manggala Setijowati, Eva Diah Siswahyudianto Sri Lestari Utami Sugiharto Suhartati Suhartati Suhartati Syahrefi Syahrefi TEOFILUS DANI PRASETYOADI Tikapa Muwawiyai Pigome Tri Juliati Tri Rahayuningsih Tri Ratnasari, Diana Utami, Sri Lestari Vini Anggraini Wahyuni Dyah Parmasari, Wahyuni Dyah Wiyono, Chenny A Yaniari, Roethmia