Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Spesies Candida Pada Pasien Kandidiasis Vulvovaginalis dan Faktor Risikonya masfufatun, masfufatun; Tri Ratnasari, Diana; Narotama, Harya; Purbowati, Rini; Indahsari, Noer Kumala; Tjandra, Lusiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.278

Abstract

Latar belakang: Candidiasis Vulvovaginalis (KVV) merupakan infeksi pada vulva dan/atau vagina akibat pertumbuhan berlebih dari Candida sp, terutama pada wanita usia reproduksi. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental penderita. Berbagai laporan menyatakan bahwa Candida albicans merupakan agen aktif etiologi utama pada infeksi ini. Namun, spesies non-Candida albicans baru-baru ini muncul. Jadi tampaknya ada perubahan pola spesies Candida pada KVV. Tujuan: menganalisis faktor risiko dan mengidentifikasi spesies Candida pada pasien KVV di Surabaya.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 67 subjek penelitian dari pasien Klinik Ibu dan Anak Surabaya dengan keluhan keputihan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode anamnesis, pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik dan klinis, serta pemeriksaan laboratorium. Sampel sekresi/keputihan vagina pasien diambil menggunakan usapan steril dan diperiksa secara mikrobiologis dengan menumbuhkannya pada media Sabraoud Dextrose Agar (SDA). Isolat yang tumbuh pada media SDA diidentifikasi sebagai spesies Candida melalui produksi Chlamydoconidia pada media Corn Meal Agar, pembentukan tabung germinal dan kultur pada CHROMAgar. Analisis data faktor risiko dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 26 (38,84%) sampel dari 67 pasien dinyatakan positif KVV. Frekuensi tertinggi berada pada rentang usia 25 hingga 45 tahun, menggunakan kontrasepsi dan douches vagina. Gejala yang paling umum di antara pasien adalah keputihan abnormal dan iritasi vagina yang berhubungan dengan keputihan abnormal. Ada hubungan antara usia, penggunaan kontrasepsi, dan douches vagina dengan kejadian KVV (p<0,05). Hasil identifikasi Candida spp menunjukkan bahwa Candida albicans (44,5%) dan Candida glabrata (42,4%) lebih dominan pada pasien KVV dibandingkan spesies Candida lainnya. Kesimpulan: Usia, pemakaian alat kontrasepsi dan obat pembersih vagina merupakan faktor resiko KVV. Spesies C. albicans dan C. glabrata mendominasi spesies candida hasil isolasi dari pasien KVV. Oleh karena itu hasil klinis dan laboratorium perlu diperhatikan dan dipertimbangkan  dalam memberikan pengobatan terbaik.
Pengaruh Probiotik Dan Metabolit Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 Terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Biofilm E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591 Purbowati, Rini; Listyawati, Agusniar Furkani; Masfufatun, Masfufatun; Tjandra, Lusiani; Indahsari, Noer Kumala
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.291

Abstract

Latar belakang: Infeksi bakteri banyak terjadi di negara-negara berkembang, dengan angka kesakitan dan kematian yang meningkat. E. coli dan S. aureus merupakan bakteri penyebab infeksi serius pada berbagai penyakit yang terdapat di masyarakat serta di rumah sakit. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat untuk mengobati infeksi bakteri telah menjadi penyebab utama timbulnya resistensi antibiotik pada banyak pathogen. Probiotik dan juga postbiotik dapat digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh probiotik dan postbiotic Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 terhadap pertumbuhan dan pembentukan biofilm E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratories. Uji aktivitas antibakteri dan antibiofilm dari probiotik dan postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591 dilakukan dengan konsentrasi 25, 50, 75 dan 100 %.  Analisis terhadap perubahan pertumbuhan dan biofilm yang terbentuk diukur melalui serapan OD pada panjang gelombang 490 nm menggunakan microplates reader Hasil: Uji aktivitas antibakteri probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 hanya sedikit menunjukkan penurunan pertumbuhan atau OD, kecuali pada konsentrasi 25 %  terhadap E. coli ATCC 8739. Uji aktivitas antibiofilm probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan penurunan biofilm yang nyata baik terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591. Uji aktivitas antibakteri postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan hanya sedikit penurunan pertumbuhan atau OD, terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591. Uji aktivitas antibiofilm postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 juga hanya sedikit menunjukkan penurunan biofilm baik terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591 Kesimpulan: Probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan pengaruh sebagai antibakteri yang lemah, namun menunjukkan antibiofilm yang kuat terhadap terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591. Postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan pengaruh sebagai antibakteri yang lemah dan juga antibiofilm terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM Candida albicans ATCC 14053 Nuzula, Firdausi; masfufatun, masfufatun
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans merupakan salah satu jenis Candida yang banyak ditemukan di lingkungan dan termasuk mikrobiota normal. Candida albicans bisa menjadi patogen ketika keseimbangannya terganggu, sehingga akan menyebabkan infeksi. Infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida disebut sebagai kandidiasis. Antijamur yang banyak digunakan saat ini yaitu azole, polien, echinocadin, allylamine, dan fluoropyrimidine. Resistensi antijamur terhadap biofilm diperkirakan 10.000 kali lipat dibanding dalam wujud planktonik. Hampir seluruh bagian cengkeh dapat dimanfaatkan mulai dari daun, bunga, dan rantingnya. Daun cengkeh (Syzygium aromatium) dapat digunakan untuk mengobati penyakit infeksi salah satunya kandidiasis. Pada uji fitokimia ekstrak daun cengkeh terdapat kandungan flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni dengan pendekatan post test control group only desain. Uji aktivitas antibiofilm ekstrak etanol daun cengkeh menggunakan metode microtiter plate biofilm assay. Hasil uji aktivitas antibiofilm menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh (S. aromaticum) yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan biofilm C. albicans dengan persentase aktivitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 20%. Penentuan nilai MBIC50 dilakukan dengan menggunakan analisis probit, sehingga diperoleh konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh (S. aromatium) yang dapat menghambat 50% pertumbuhan biofilm C. albicans terletak pada konsentrasi 0,22%.
Detection of csg and lux Genes in Biofilm-Forming Uropathogenic Escherichia coli Associated with Urinary Tract Infections Rini Purbowati; Sri Lestari Utami; Dadik Raharjo; Masfufatun Masfufatun
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.222

Abstract

Uropathogenic Escherichia coli (UPEC) is responsible for 80–90% of urinary tract infections (UTI) in the global population. The emergence of the increasing resistance to broad-spectrum antimicrobial agents was due to the ability to form biofilms. Cell surface factors that play a role in biofilm formation include Quorum Sensing (QS) which is encoded by the luxS family gene and curli by two operons, namely the csgBA operon. The purpose of the study is to detect the effects of 2 virulence genes (csgD and luxS) on biofilm-forming UPEC associated with UTI. As many as 76 UPEC isolates were collected from the clinical microbiology laboratories and the biofilm development was analyzed using the crystal violet method on microplate 96 wells. Using PCR assay, the two studied genes (csgD and luxS) were determined to be present in the isolates. UPEC isolates the bacteria-produced biofilms (90.80%) and nonproducers (9.20%). Most UPEC bacteria (97.36%) are known to be positive for csgD and luxS gene, while the others (92.10%) are known to be positive for the luxS gene. The highest proportion of the genes expressed in this study is followed by the presence of a relationship between the ability to produce biofilm and the presence of the genes under investigation, which is followed by all UPEC strains that cause UTI in humans.
Synergistic Anti-Biofilm Activity of Klanceng Honey and Probiotics against Candida albicans Setiawan, Budhi; Masfufatun, Masfufatun; Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.123-127

Abstract

Candida albicans is a common cause of fungal infections, especially in hospitals. Biofilm formation by this fungus is a significant problem as it leads to increased drug resistance and complications in treatment. The biofilm's extracellular matrix protects the fungal cells, making it difficult for antifungal drugs to penetrate and clear the infection. Aim: This study investigates the potential of honey and probiotic formulations to inhibit the biofilm matrix formation in Candida albicans. Result: Klanceng honey showed the strongest inhibition of Candida albicans biofilm formation, reducing it by 89.39% (OD = 0.34 ± 0.10), compared to yogurt (29.43%, OD = 2.25 ± 0.16) and Yakult (67.95%, OD = 1.02 ± 0.25) (p < 0.05). When mixed with yogurt in a 5:1:2 ratio (honey:yogurt: water), Klanceng honey reduced biofilm formation by 84.92% (OD = 0.50 ± 0.12). Manuka and Melifera honey in the same ratio also showed strong inhibition, reducing biofilm formation by 77.84% (OD = 0.73 ± 0.08) and 90.52% (OD = 0.31 ± 0.07), respectively. This performance exceeded fluconazole’s, which achieved a 65.52% reduction (OD = 1.14 ± 0.02). For all three honey types, the 4:1:3 and 2:1:5 ratios (honey:Yakult: water) were more effective, with reductions of up to 80.96% for Melifera and 75.64% for Klanceng (p < 0.05). Conclusion: This research suggests that honey and probiotic formulations hold promise as natural alternatives in combating Candida albicans infections. The study found that the ratio of honey to probiotics in the formulations significantly influenced their effectiveness.
Detection of Enterobacteriaceae Lactose Fermenter Bacteria Producing Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) in Food Samples at Surabaya Parawidnyaningsih, Putu Ayu Aryanda; masfufatun, masfufatun; Listyawati, Agusniar Furkani; Kuntaman, Kuntaman; Sudibya, Akhmad
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2: October 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v12i2.16618

Abstract

Snacks sold on the side of the road are often purchased because they are practical and cheap. The condition of food sold in the open causes a decrease in food hygiene, so bacteria will easily contaminate, both due to flies infesting it and direct contact with the hands of people around it. One group of bacteria that can cause infection and often contaminate food is Enterobacteriaceae. These bacteria can produce Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) enzymes that cause resistance to various antibiotics (MDR). This research aims to detecting ESBL-producing Enterobacteriaceae lactose fermenter bacteria in street food sold on the side of the road in the Dukuh Kupang market area, Surabaya. This study is descriptive observational research with a cross-sectional research design. A total of 50 snack food samples were grown on MacConkey agar containing cefotaxime at four micrograms per milliliter. Then an ESBL confirmation test was carried out using the double disk synergy test (DDST). The Result showed that 13 (26%) samples of snack foods were contaminated. ESBL-producing Enterobacteriaceae Lactose Fermenter bacteria are ubiquitous. The most contaminated snack food was cassava, while the non-contaminated snack food was stuffed tofu.
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK BAWAH LIMA TAHUN DI PUSKESMAS KALIRUNGKUT SURABAYA Wiyono, Chenny A; Herliani, Olivia; Suhartati, Suhartati; Indahsari, Noer Kumala; Masfufatun, Masfufatun
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) angka kejadian stanting pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) merupakan yang tertinggi di dunia selama 10 tahun terakhir (2010–2020) di wilayah Asia Tenggara. Persentase angka kejadian stunting di Indonesia juga masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halus pada anak balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak balita di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ini sebanyak 30 anak balita normal dan 30 anak balita stunting. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Tambahan hasil uji statistik juga mengindikasikan adanya hubungan antara stunting dengan perkembangan balita dengan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan sosialisasi dan kemandirian dengan nilai p = 0,009 (α < 0,05), namun tidak terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan bicara dan bahasa dengan nilai p = 0,592 (α > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keadaan stunting pada anak balita menghambat perkembangan motorik kasar dan halus. Adanya gangguan dalam perkembangan motorik balita akan mengurangi kemampuannya untuk mandiri dan beraktivitas, termasuk bermain, sehingga dapat pula menghambat perkembangan otak, tubuh, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Intervensi sedini mungkin seperti perbaikan asupan gizi harian dan stimulasi motorik sangat penting untuk dilakukan. Intervensi dini ini diharapkan dapat mencegah kehilangan potensial dan memperbaiki tumbuh kembang anak. Kata kunci: balita, perkembangan motorik, stunting DOI : 10.35990/mk.v7n1.p12-23
Pengaruh Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma longa) terhadap Pembentukan Biofilm Candida albicans Fauzan, Laili Shafarina; Masfufatun, Masfufatun; Inawati, Inawati
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 2 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v6i2.481

Abstract

Abstrak Kunyit (curcuma longa) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki zat bioaktif yang dapat menghambat jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antibiofilm ekstrak kunyit yang dapat menghambat pertumbuhan biofilm Candida albincans. Jenis penelitian menggunakan eksperimental labolatorik secara in vitro dengan rancangan penelitian post-test only control group. Kunyit dimaserasi dengan pelarut etanol. Ekstrak dibuat menjadi konsentrasi 1%; 0,5%; 0,25%; 0,125% dan 0,625%. Uji antibiofilm menggunakan metode mikrodilusi yang diawali dengan tahap adherent sel dan ditambahkan kristal violet 0,01% untuk pengukuran matriks biofilm C.albicans melalui microplate reader (λ = 490 nm) dan dihitung nilai absorbansinya. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah One Way Analysis of Varians) dengan taraf kepercayaan 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak kunyit 1%; 0,5%; 0,25%; 0,125% dan 0,625% memiliki kemampuan sebagai antibiofilm dengan persentase penghambatan masing-masing sebesar 70,595; 63,413; 56,4785; 48,764 dan 34,043%. Berdasarkan analisis probit, diperoleh nilai KHBM50 ekstrak kunyit sebesar 0,546%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kunyit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan biofilm Candida albicans sehingga bisa dimanfaatkan sebagai agen alternatif antibiofilm. Kata kunci: ekstrak kunyit (Curcuma longa), antibiofilm, Candida albicans   Abstract Turmeric (curcuma longa) is one type of plant that has bioactive substances that can inhibit fungi. This study aims to evaluate the antifungal and antibiofilm activity of turmeric extract as that can inhibit the growth of the fungus Candida albincas. This research used laboratory experimental in vitro with a post-test only control group research design. Turmeric macerated with ethano. Extracts were made into concentrations of 1,0; 0,5: 0,25; 0,125 and 0,625%. Antibiofilm test used microdilution method, starting with the adheren cell stage and adding crystal violet 0.01% for testing. Then it was observed using a microplate reader (λ = 595 nm) and absorbance value was calculated. The data were analyzed using one-way ANOVA (One Way Analysis of Variance) with a 5% confidence level, then continued with LSD test. The results showed that the concentration of turmeric extract 1,0; 0,5: 0,25; 0,125 and 0,625% had the ability as antibiofilm with the percentage inhibition of 54,9; 52,16; 49,28; 12,89 and 15,98%, respectively. Based on probit analysis, the KHBM50 value was 0.546%. Based on this research, it can be concluded that turmeric extract has ability to inhibit the growth of Candida albicans so that it can be used as an alternative antibiofilm agent. Keywords: turmeric extract (Curcuma longa), antibiofilm, Candida albicans
Program Intervensi Kesehatan Pasien Diabetes Melitus dengan Edukasi Makanan Sehat Serta Pemeriksaan Kadar Glukosa dan HbA1c Indahsari, Noer Kumala; Yaniari, Roethmia; Masfufatun, Masfufatun; Herliani, Olivia; Tjandra, Lusiani; Purbowati, Rini
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat, khususnya pola makan tinggi gula, lemak, dan rendah serat, menjadi faktor risiko utama. Pengelolaan DM tidak hanya melalui pengobatan farmakologis, tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan terkait pola makan sehat dan pemantauan kadar glukosa darah serta HbA1c untuk menilai keberhasilan kontrol glikemik. Tujuan: Program intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien DM terhadap pentingnya pengetahuan kesehatan serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah dan HbA1c setelah diberikan edukasi kesehatan dan intervensi pemeriksaan laboratorium. Metode: Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test one group design dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 35 partisipan yang terdiri guru dan karyawan di SMA X dilibatkan dalam program intervensi. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan gizi sehat berbasis pedoman Diet Diabetes Indonesia (PERSAGI), konseling individual, serta pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c. Data dianalisis menggunakan uji Spearmans-test untuk melihat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta p-value=0,015(p < 0,05) dan hubungan signifikan antara kadar glukosa dan HbA1c dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), namun tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar glukosa darah (p value = 0,1333) dan kadar HbA1c (p-value = 0,497)  Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi terarah dan pemantauan berpengaruh positif terhadap kontrol metabolik peserta. Kesimpulan:Program intervensi kesehatan berbasis edukasi makanan sehat  dan pemeriksaan glukosa serta HbA1c terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan memperbaiki kendali glikemik.
Pendampingan Kesehatan Kepada Peternak Dan Pengenalan Penyakit Infeksi Ternak Mastitis Dan Resistensi Antimikroba Di KPUD Tani Wilis Tulungagung Tania, Putu Oky Ari; Masfufatun, Masfufatun; Tjandra, Lusiani; Nadila, Sucia; Colin, Muhammad; Nugraha, Wima Handika; Sakri, Brian Manggala
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i3.7562

Abstract

Penyakit infeksi pada ternak khususnya sapi perah ada jenis yang beresiko menularkan kepada peternak (zoonosis) atau sebaliknya dapat menularkan ke peternak atau sebaliknya. Mastitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang ambing susu sapi perah yang dapat berdampak ekonomi dan kesehatan. Masalah kesehatan lain adalah resistensi antimikroba yang menjadi issue global khususnya di negara berkembang. Daerah Tulungagung, Jawa Timur menjadi daerah empat besar pemasok susu di Jawa Timur. Bidang usaha masyarakat yaitu KPUD Tani Wilis yang menaungi lebih dari 1800 masyarakat produktif yaitu peternak. Pemahaman mengenai penyakit infeksi yang belum tersentuh secara menyeluruh perlu ditingkatkan, untuk itu kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman peternak terutama terkait penyakit infeksi pada ternak maupun manusia. Tujuan: memberikan pendampingan dan pengenalan penyakit infeksi mastitis dan resistensi antimikroba pada sapi perah dan orang-orang di sekitar daerah pertanian. Metode: edukasi dengan metode pemaparan materi kepada 57 peserta dan konsultasi peternak ke narasumber, serta pembagian leaflet. Evaluasi kegiatan berupa penilaian pre-test dan pemberian leaflet di awal kegiatan. Hasilnya nilai tertinggi yaitu 100 poin didapatkan pada 23% peserta, dengan nilai terendah 60 poin ditunjukkan dengan prosentase terkecil sebesar 15%. Pada sesi konsultasi tidak kurang dari 11 pertanyaan diajukan kepada narasumber.
Co-Authors Adi Candra, Adi AFAF BAKTIR akhmad sudibya, akhmad ALMAIDAH SAFITRI Amalia Nadiasari Amrulloh, Azmi Khalid Ananta Sandi Putra Ananta, Zahrah Aswa Andini Risma Ayunda Dewi Andriani, Chenny Aritania, Putu Oky Asyamsa Hidayat, Rheina Faticha Atik Sri Wulandari Ayly Soekanto Ayu Cahyani Noviana Budhi Setiawan Budhi Setiawan Budhi Setyawan Chenny Andriani Wiyono Colin, Muhammad Dadik Raharjo Elika Joeniarti Emilia Devi D.R, Emilia Devi Fardiansyah, Al Farizah El Husna Fauzan, Laili Shafarina Fehima Syachsiyat Alya Firdausi Nuzula Habibi, Miftahul Handy Arief HARMAN AGUSAPUTRA Harsono Harsono Haryanto, Loo Herliani, Olivia I Kadek Wawan Agus Wijaya I MADE DWIKY KARINA JAYA Inawati Inawati Inawati Inawati Inawati Inawati, Inawati Indahasari, Noer Kumala Islam, Afif Fajrul Isnaeni, Mutia Jalal, Ismul JAMES HADIPUTRA SUNARPO Jonathan Kartika Ishartadiati Kuntaman Kuntaman Laili Shafarina Fauzan Laily, Aulia Nur Listyawati, Agusniar Furkani Loo Hariyanto Raharjo, Loo Hariyanto Lusiani Tjandra Meilya Putri Syahida Mentari, Andi Oktaviana Mohammad Ali Izzudin Mokhtar, Siti Aisyah Muhammad Rozzan Prananda Nadila, Sucia Narotama, Harya Ni Luh Narita Vijayanti Ni Made Putri Pradnyandari NI PUTU MANIK SURYANINGSIH NOER KUMALA Noer Kumala Noer Kumala Noer Kumala Indahsari, Noer Kumala Nugraha, Wima Handika NUGROHO EKO WIRAWAN BUDIANTO Nur Kumala Indahsari, Nur Kumala Nur Kumala, Nur Nurma Fitri Parawidnyaningsih, Putu Ayu Aryanda Pramita Laksitarahmi Isrianto Pratika Yuhyi Hernanda Putu Oky Ari Tania Qurraty’ain, Seryna Hasna Rachmawati Dwi Apriliyani Ratnasari, Diana Tri Rianti, Emilia Devi Dwi Rini Purbowati Rini Purbowati Riska Ammalia Putri Risnanda, Kadek Rio Sakri, Brian Manggala Setijowati, Eva Diah Soebandhi, Santirianingrum Sri Lestari Utami Sugiharto Suhartati Suhartati Suhartati Syahrefi Syahrefi TEOFILUS DANI PRASETYOADI Tikapa Muwawiyai Pigome Tri Juliati Tri Rahayuningsih Tri Ratnasari, Diana Utami, Sri Lestari Vini Anggraini Wahyuni Dyah Parmasari, Wahyuni Dyah Wibisono, Freegied Satriya Wibisono, Freshinta Jellia Wiyono, Chenny A Yaniari, Roethmia Yoga Yuniadi