Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Susut Bobot Metode Full-Washed dan Natural Pada Varietas Kopi Red Bourbon dan Yellow Bourbon Sukma, Zaelin Melati; Pratama, Agief Julio; Muliasari, Ade Astri; Akmal, Ajmir
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2937

Abstract

Kualitas kopi yang baik dapat diperoleh dari biji kopi yang telah matang dan proses pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian bertujuan membandingkan penyusutan pada proses pengolahan kopi dengan metode full-washed dan natural pada varietas Red Bourbon dan Yellow Bourbon. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kampung Mekarsari Baru, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Juni-Agustus 2023. Varietas Red Bourbon diolah secara full-washed dan Yellow Bourbon menggunakan metode natural. Parameter pengamatan meliputi transportasi dan sortasi cherry, pencucian dan perambangan, pengupasan kulit, fermentasi, penjemuran, pengupasan kulit, pemutuan biji kopi serta pengemasan dan penyimpanan kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan dengan metode full-washed meliputi sortasi, perambangan dan pencucian, pengupasan kulit cherry, fermentasi, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk sedangkan metode natural meliputi perambangan, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk. Varietas Yellow Bourbon dengan metode natural cenderung memiliki bobot bersih yang lebih tinggi dan variasi yang lebih besar dibandingkan dengan varietas Red Bourbon dengan metode pengolahan full-washed. Metode natural masuk dalam grade 2 sedangkan metode full-washed termasuk grade 3
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN KALE CURLY Dini Ayu Triwahyuni; Agief Julio Pratama; Tri Budiarto
Agrica Ekstensia Vol 19 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i2.245

Abstract

Kale curly (Brassica oleracea var. sabellica) sayuran bernilai gizi dan ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman Kale curly, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk organik cair yang tepat terhadap pertumbuhan Kale curly. Metode rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor, yaitu dosis pupuk organik cair. Faktor perlakuan terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 0 ml/tanaman, 50 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, dan 150 ml/tanaman. Jumlah ulangan percobaan adalah 3 kali. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan, bobot panen, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan hasil terbaik, dengan jumlah daun 10 helai, tinggi tanaman rata-rata 26 cm, bobot brangkasan 397 g, bobot panen 215 g, dan panjang akar 15 cm. Kesimpulannya, pemberian pupuk organik cair dengan dosis yang tepat (P2) mampu meningkatkan pertumbuhan Kale curly secara optimal.
PERSEPSI PETANI MITRA OKIAGARU AGRICOOP TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Manalu, Doni Sahat Tua; Wicaksono, Aditya; Pratama, Agief Julio; Sebayang, Veralianta Br; Awaliyyah, Nadia Febrianti Siti; Nailalmuna, Aghitsni; Syahira, Salwa; Putri, Nabilah; Parhusip, Debora K.P
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.68912

Abstract

AbstrakSektor hortikultura mengemban andil vital pada sistem ekonomi Nusantara, pada Kabupaten Cianjur yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah petani. Namun, terdapat kesenjangan antara potensi besar sektor hortikultura dengan masih rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), terutama di kalangan petani mitra Okiagaru implementasi Good Agricultural Practices (GAP), khususnya bagi lingkup petani mitra Okiagaru Agricoop. Riset ini bermaksud guna menelaah perspektif petani mitra Okiagaru Agricoop mengenai aplikasi Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. GAP merupakan pedoman standar pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini memakai tata cara naratif kualitatif serta prosedur kuantitatif. Penghimpunan informasi dilangsungkan lewat instrumen angket, diskusi mendetail, maupun peninjauan situs. Bedah fakta diproses memakai statistika eksplanatif bagi menggambarkan persepsi petani terhadap berbagai aspek penerapan GAP dan dan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konjoin. Simpulan observasi mengindikasikan yakni sebagian besar petani mempunyai impresi baik perihal penerapan GAP, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil panen dan keberlanjutan lingkungan. Faktor utama yang memengaruhi persepsi petani meliputi pengalaman petani, ketersediaan sarana, dan keberlanjutan, biaya penerapan GAP, pengetahuan tentang GAP, dan penyuluhan. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan persepsi positif terhadap GAP dapat dicapai melalui edukasi, pelatihan, dan pemberian insentif untuk produk bersertifikat GAP.Kata kunci: Good Agricultural Practices, Persepsi Petani, Hortikultura, Okiagaru Agricoop.AbstractThe hortikultura domain possesses a pivotal function inside the Indonesian financial system, encompassing Kabupaten Cianjur yang demonstrates a substantial escalation in the quantity of petani. Nonetheless, a disparity exists between the immense possibilities of the hortikultura field and the minimal execution of Good Agricultural Practices (GAP), particularly amidst petani mitra Okiagaru Agricoop. This research endeavors to scrutinize the perspective ofOkiagaru Agricoop's partner farmers towards the application of Good Agricultural Practices (GAP) in horticultural crop cultivation in Cianjur Regency, West Java. GAP is an agricultural standard guideline that aims to increase productivity and product quality, maintain environmental sustainability, and improve farmers' welfare. This research employs narrative-focused analytical techniques and numerical procedures. Information gathering was executed via surveys, intensive consultations, and site inspections. Fact processing was performed utilizing explanatory metrics to depict petani impressions regarding diverse facets of the Good Agricultural Practices adoption and arithmetic systems with an integrated evaluation methodology. The findings of the exploration reveal that the preponderance of farmers have a positive perception of the implementation of GAP, especially in improving crop quality and environmental sustainability. The main factors that affect farmers' perceptions include farmer experience, availability of facilities, and sustainability, cost of implementing GAP, knowledge about GAP, and counseling. The study concludes that increasing positive perceptions of GAP can be achieved through education, training, and incentivization for GAP-certified products.Keywords: Good Agricultural Practices, farmer perception, horticulture, Okiagaru Agricoop.
Pendampingan Komunitas Pembudidaya Lobster Air Tawar Royanti, Rizka Desitania; Pratama, Agief Julio; Situmeang, Widya Hasian
Journal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (JPMI) - In Progress
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gudang Seng merupakan desa yang terletak dalam Ring 1 wilayah operasi pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia. Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu program CSR PT Adaro sebagai bentuk memperhatikan kondisi sosial masyarakat disekitar perusahaan. Salah satu kendala dalam berbudidaya yaitu kurangnya kapasitas sumber daya manusia, sehingga diperlukannya pendampingan terhadap komunitas dengan tujuan untuk meningkatkan nilai lobster air tawar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode survei menggunakan pre test dan post test. Data kualitatif diperoleh melalui metode wawancara kepada informan menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, disimpulkan bahwa peningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam berbudidaya lobster air tawar melalui pendampingan dan transfer teknologi berupa pelatihan penguatan kelembagaan, pengukuran kualitas air, digital marketing, pengenalan lobster, teknik pemeliharaan lobster, pembuatan filter, penerapan biosecurity, pengemasan lobster, pembuatan pakan, penerapan pembuatan hatchery.
Perbandingan Susut Bobot Metode Full-Washed dan Natural Pada Varietas Kopi Red Bourbon dan Yellow Bourbon Sukma, Zaelin Melati; Pratama, Agief Julio; Muliasari, Ade Astri; Akmal, Ajmir
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2937

Abstract

Kualitas kopi yang baik dapat diperoleh dari biji kopi yang telah matang dan proses pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian bertujuan membandingkan penyusutan pada proses pengolahan kopi dengan metode full-washed dan natural pada varietas Red Bourbon dan Yellow Bourbon. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kampung Mekarsari Baru, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Juni-Agustus 2023. Varietas Red Bourbon diolah secara full-washed dan Yellow Bourbon menggunakan metode natural. Parameter pengamatan meliputi transportasi dan sortasi cherry, pencucian dan perambangan, pengupasan kulit, fermentasi, penjemuran, pengupasan kulit, pemutuan biji kopi serta pengemasan dan penyimpanan kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan dengan metode full-washed meliputi sortasi, perambangan dan pencucian, pengupasan kulit cherry, fermentasi, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk sedangkan metode natural meliputi perambangan, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk. Varietas Yellow Bourbon dengan metode natural cenderung memiliki bobot bersih yang lebih tinggi dan variasi yang lebih besar dibandingkan dengan varietas Red Bourbon dengan metode pengolahan full-washed. Metode natural masuk dalam grade 2 sedangkan metode full-washed termasuk grade 3
PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI ORGANIK DI KELURAHAN MULYAHARJA, KOTA BOGOR : PENGUATAN PROSES PANEN DAN PASCAPANEN Tri Budiarto; Sylvina Azkyah; Revalina Sulaeman; Galih Surya Aditama; Alleta Aurel Kanayla; Rabbani Gadhah Kun Atha; Agief Julio Pratama; Muhammad Iqbal Nurulhaq; Widya Hasian Situmeang; Ratih Kemala Dewi; Henry Kasmanhadi Saputra; Ririh Sekar Mardisiwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.592-599

Abstract

Proses panen yang kurang terampil dan minimnya pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3), menjadi permasalahan yang dirasakan oleh KWT Ciharashas dalam praktik budidaya pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian dan pengembangan masyarakat (PPM) adalah untuk menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan intensif bagi seluruh anggota KWT Ciharashas guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam proses panen dan pascapanen dengan teknik ramah lingkungan dan efisien. Pada akhirnya kegiatan ini akan Mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas hasil panen dan mengurangi kerugian pascapanen. Pendekatan kegiatan meliputi: lokakarya bersama pemangku kepentingan (Pemerintah Kelurahan Mulyaharja, PPL, Anggota KWT Ciharashas, dan warga), re-assessment terkait masalah dan kebutuhan prioritas terkait panen dan pascapanen, pelatihan fasilitasi penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik : sortasi, grading, packaging, storage dan limbah pertanian, pendampingan proses penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan antara lain bahwa re-assessment menunjukkan penanganan saat panen dan proses panen belum semua anggota paham dan belum menerapkan prinsip K3 yang sesuai. Program pelatihan Good Handling Practices (GHP) dan sosialisasi aturan keselamatan di lahan menjadi program utama untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan anggota KWT Ciharashas. Dalam kegiatan pelatihan inovasi yang dihasilkan berupa cardboard langkah GHP, tanam sayur-rawat bumi, keselamatan kerja dan aturan keselamatan di lahan KWT Ciharashas. Selain itu, pelatihan biocomposser dengan media bag composserjuga menjadi inovasi yang telah diterapkan oleh KWT Ciharashas. Program PPM terpusat dan terpadu Sekolah Vokasi di Mulyaharja merupakan rangkaian kegiatan lanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dan stakeholder enggagementyang telah dibangun antara Sekolah Vokasi dengan KWT Ciharashas. Bentuk komitmen yang dibangun adalah menindaklanjuti roadmap pengabdian kepada masyarakat hingga 2027 melalui laboratorium sosial.
OPTIMALISASI JERAMI HASIL PERTANIAN SEBAGAI KOMPOS DENGAN INOVASI METODE TAKAKURA DI KELURAHAN KAPAS KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK Muhammad Iqbal Nurulhaq; Widya Hasian Situmeang; Tri Budiarto; Agief Julio Pratama; Ratih Kemala Dewi; Henry Kasmanhadi Saputra; Ririh Sekar Mardisiwi; Restu Puji Mumpuni; Galih Surya Aditama; Aliana Bekti Fajarwati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.722-728

Abstract

Limbah jerami hasil pertanian yang cukup berlimpah cenderung kurang banyak dimanfaatkan oleh petani. Jerami yang dihasilkan akan dibakar kemudian lahan sawah akan langsung diolah untuk penanaman selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para petani mengolah jerami sebagai kompos dengan menggunakan teknik pengomposan Takakura, dan disertai dengan upaya menjaga kesehatan dan kesuburan lahan pertanian. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi cara, serta pendampingan petani untuk mengidentifikasi kesuburan lahan secara sederhana dan evaluasi menggunakan pre test dan posttest. Hasil dari kegiatan ini, sebanyak 38% petani peserta mengalami peningkatan pengetahuan berkaitan dengan kesehatan tanah dan pembuatan kompos, rata-rata nilai pre test 72% dan rata-rata nilai posttest 78%. Hasil demonstrasi pengomposan jerami berhasil diperoleh pupuk kompos dalam jangka waktu 4 minggu setelah pengomposan.
Co-Authors Adam Anom Jati Adinda Maharani Hidayat Aditya Wicaksono Adzkiya, M.A. Zaim Agnia, Arba Wildan Agung Prayudha Hidayat Agus Budiyanto AIDIL AZHAR Ajeng Dwi Rahayu Akbar , Rizal Akmal, Ajmir Alamsyah, Muhammad Yusuf Aliana Bekti Fajarwati Alleta Aurel Kanayla Amelia Andi Razan Ramiro Anggia Kamila Maharani Anisa Dwi Ariani Anna Sabrina Aprilia Viola Wulandari Arina Destyana Arya Dwi Praja Usman Astri Muliasari, Ade Aulia, Dhiva Luthfi Aura Nurkhalis Awaliyyah, Nadia Febrianti Siti Azkyah, Sylvina Azuma Zahra, Salwa Azzahra, Fauziah Balqis Khasyafi Bima Yeremia Hutahaean Bonar Tua Sihite Budiarto, Tri Bunga Fariza Hamid Butarbutar, Pesalmen Danar Hadisugelar Dany Boy Surbakti Darmawan, Leonard Deden Satria Asih Supriyadi Dela Watic Suyatno Dema Mariska Destriana Nur Dewi, Ratih Kemala Dheanita, Ismi Dhika Prita Hapsari Dini Ayu Triwahyuni Djoefri, Hasjim Bintoro Edi Wiraguna Ega Maulana Eidelweis Restu Elchio Fajar Hisra Elsa Ramadhan Fairuz Syifa Hidayat Faizatul Ulya Farora, Alya Yasmin Fitriani, Syahayyunur Galih Surya Aditama Hari Yati Nur Helianthi Dewi Henry Kasmanhadi Saputra Hilmia Salsabila Ilham Januar Pratama Imam Hanif Aqeela Intan Kusuma, Zefania Intan Latifah Istiqlaliyah Muflikhati Jasir, Ilham Naufal Jonathan Sitohang Kasmanhadi Saputra, Henri Kayla Devina Azzahra Kenji Faiz Kusuma Kuntari, Wien Kusnendi, Faizal Shofwan Leonard Dharmawan Lidya Hawila Sallo Lisma Aulia Rohmah Lutfi Shihab M. Agung Zaim Adzkiya M. Iqbal Nurulhaq M. Iqbal Nurulhaq Maharani Dinda Zakiyah Mahda Aryo Firdaus Manalu, Doni Sahat Tua Mangasih, Yessy Octavia Rungkat Tuani Mardisiwi, Ririh Sekar Maulana, Galih Melia Ari Santi Merry Gloria Meliala Mohamad Damar Purnama Muallifah Shofiatun Muhamad Bagus Jatmiko Muhamad Mulya Azhar Muhammad Adlan Muhammad Fadhlan Restu Muhammad Fauzan Lazwar Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Sidiq Haryadi Sutisna Muliarasi, Ade Astri Mumpuni, Restu Puji Muthmainnah, Muthiah Mutohar, Nabil Ahmad Nadya Tendra Sikki Nailalmuna, Aghitsni Nike Nurindah RSB Noviana Yuliawati Nurcahyo Ramadhan Nurshadrina Alifah Sajidah Nurulhaq, M. Iqbal Nurulhaq, Muhammad Iqbal Parhusip, Debora K.P Pesalmen Butarbutar Prananda, Intan Pudji Muljono Putri Nurul Hidayah PUTRI, NABILAH Qadir, Abdul Qisti, Hanifah Zul Qodarian Pramukanto Rabbani Gadhah Kun Atha Ravael Nariyan Resti Fadillah Revalina Sulaeman Rhynanda, Hafiz Septio Ribka Wahyuni Simarmata Rina Octavia Hasanah Ririh Sekar Mardisiwi Rizha Nur Irawan Rochmah, Hidayati Fatchur Royanti, Rizka Desitania Salma Rizqiany Lubis Salma Tri Ambarsari Salsa Nabila Safitri Salsabila, Sarah Sebayang, Veralianta Br Sholihah, Istiqomatush Siti Fitriah Siti Zahra Levina Sukma, Zaelin Melati Sulaeman, Revalina Sury, Shella Afifah Surya Aditama, Galih Syahayyunur Fitriani Syahira, Salwa Syifa Khoirunnisa Sylvina Azkyah Tambajong, Daisy Tandungan, Wempy Sem Tarigan, Kevin Aditia Pemerena Taufik Hidayat Tri Budiarto Triwahyuni, Dini Ayu Vemita Joselfyn Widya Hasian Situmeang Widyani Lailinur Yoshua Putrawan Simanjuntak Yulianto, Aziz Yuza, Feimas Beringin Zahara Aini Kesuma Zahra, Alvita Zahra, Salwa Azuma Zefania Intan Kusuma