Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN KALE CURLY Dini Ayu Triwahyuni; Agief Julio Pratama; Tri Budiarto
Agrica Ekstensia Vol 19 No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v19i2.245

Abstract

Kale curly (Brassica oleracea var. sabellica) sayuran bernilai gizi dan ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman Kale curly, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk organik cair yang tepat terhadap pertumbuhan Kale curly. Metode rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor, yaitu dosis pupuk organik cair. Faktor perlakuan terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 0 ml/tanaman, 50 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, dan 150 ml/tanaman. Jumlah ulangan percobaan adalah 3 kali. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan, bobot panen, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan hasil terbaik, dengan jumlah daun 10 helai, tinggi tanaman rata-rata 26 cm, bobot brangkasan 397 g, bobot panen 215 g, dan panjang akar 15 cm. Kesimpulannya, pemberian pupuk organik cair dengan dosis yang tepat (P2) mampu meningkatkan pertumbuhan Kale curly secara optimal.
PERSEPSI PETANI MITRA OKIAGARU AGRICOOP TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Manalu, Doni Sahat Tua; Wicaksono, Aditya; Pratama, Agief Julio; Sebayang, Veralianta Br; Awaliyyah, Nadia Febrianti Siti; Nailalmuna, Aghitsni; Syahira, Salwa; Putri, Nabilah; Parhusip, Debora K.P
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.68912

Abstract

AbstrakSektor hortikultura mengemban andil vital pada sistem ekonomi Nusantara, pada Kabupaten Cianjur yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah petani. Namun, terdapat kesenjangan antara potensi besar sektor hortikultura dengan masih rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), terutama di kalangan petani mitra Okiagaru implementasi Good Agricultural Practices (GAP), khususnya bagi lingkup petani mitra Okiagaru Agricoop. Riset ini bermaksud guna menelaah perspektif petani mitra Okiagaru Agricoop mengenai aplikasi Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. GAP merupakan pedoman standar pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini memakai tata cara naratif kualitatif serta prosedur kuantitatif. Penghimpunan informasi dilangsungkan lewat instrumen angket, diskusi mendetail, maupun peninjauan situs. Bedah fakta diproses memakai statistika eksplanatif bagi menggambarkan persepsi petani terhadap berbagai aspek penerapan GAP dan dan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konjoin. Simpulan observasi mengindikasikan yakni sebagian besar petani mempunyai impresi baik perihal penerapan GAP, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil panen dan keberlanjutan lingkungan. Faktor utama yang memengaruhi persepsi petani meliputi pengalaman petani, ketersediaan sarana, dan keberlanjutan, biaya penerapan GAP, pengetahuan tentang GAP, dan penyuluhan. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan persepsi positif terhadap GAP dapat dicapai melalui edukasi, pelatihan, dan pemberian insentif untuk produk bersertifikat GAP.Kata kunci: Good Agricultural Practices, Persepsi Petani, Hortikultura, Okiagaru Agricoop.AbstractThe hortikultura domain possesses a pivotal function inside the Indonesian financial system, encompassing Kabupaten Cianjur yang demonstrates a substantial escalation in the quantity of petani. Nonetheless, a disparity exists between the immense possibilities of the hortikultura field and the minimal execution of Good Agricultural Practices (GAP), particularly amidst petani mitra Okiagaru Agricoop. This research endeavors to scrutinize the perspective ofOkiagaru Agricoop's partner farmers towards the application of Good Agricultural Practices (GAP) in horticultural crop cultivation in Cianjur Regency, West Java. GAP is an agricultural standard guideline that aims to increase productivity and product quality, maintain environmental sustainability, and improve farmers' welfare. This research employs narrative-focused analytical techniques and numerical procedures. Information gathering was executed via surveys, intensive consultations, and site inspections. Fact processing was performed utilizing explanatory metrics to depict petani impressions regarding diverse facets of the Good Agricultural Practices adoption and arithmetic systems with an integrated evaluation methodology. The findings of the exploration reveal that the preponderance of farmers have a positive perception of the implementation of GAP, especially in improving crop quality and environmental sustainability. The main factors that affect farmers' perceptions include farmer experience, availability of facilities, and sustainability, cost of implementing GAP, knowledge about GAP, and counseling. The study concludes that increasing positive perceptions of GAP can be achieved through education, training, and incentivization for GAP-certified products.Keywords: Good Agricultural Practices, farmer perception, horticulture, Okiagaru Agricoop.
Pendampingan Komunitas Pembudidaya Lobster Air Tawar Royanti, Rizka Desitania; Pratama, Agief Julio; Situmeang, Widya Hasian
Journal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (JPMI) - In Progress
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gudang Seng merupakan desa yang terletak dalam Ring 1 wilayah operasi pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia. Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu program CSR PT Adaro sebagai bentuk memperhatikan kondisi sosial masyarakat disekitar perusahaan. Salah satu kendala dalam berbudidaya yaitu kurangnya kapasitas sumber daya manusia, sehingga diperlukannya pendampingan terhadap komunitas dengan tujuan untuk meningkatkan nilai lobster air tawar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode survei menggunakan pre test dan post test. Data kualitatif diperoleh melalui metode wawancara kepada informan menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, disimpulkan bahwa peningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam berbudidaya lobster air tawar melalui pendampingan dan transfer teknologi berupa pelatihan penguatan kelembagaan, pengukuran kualitas air, digital marketing, pengenalan lobster, teknik pemeliharaan lobster, pembuatan filter, penerapan biosecurity, pengemasan lobster, pembuatan pakan, penerapan pembuatan hatchery.
Perbandingan Susut Bobot Metode Full-Washed dan Natural Pada Varietas Kopi Red Bourbon dan Yellow Bourbon Sukma, Zaelin Melati; Pratama, Agief Julio; Muliasari, Ade Astri; Akmal, Ajmir
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2937

Abstract

Kualitas kopi yang baik dapat diperoleh dari biji kopi yang telah matang dan proses pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian bertujuan membandingkan penyusutan pada proses pengolahan kopi dengan metode full-washed dan natural pada varietas Red Bourbon dan Yellow Bourbon. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kampung Mekarsari Baru, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Juni-Agustus 2023. Varietas Red Bourbon diolah secara full-washed dan Yellow Bourbon menggunakan metode natural. Parameter pengamatan meliputi transportasi dan sortasi cherry, pencucian dan perambangan, pengupasan kulit, fermentasi, penjemuran, pengupasan kulit, pemutuan biji kopi serta pengemasan dan penyimpanan kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan dengan metode full-washed meliputi sortasi, perambangan dan pencucian, pengupasan kulit cherry, fermentasi, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk sedangkan metode natural meliputi perambangan, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk. Varietas Yellow Bourbon dengan metode natural cenderung memiliki bobot bersih yang lebih tinggi dan variasi yang lebih besar dibandingkan dengan varietas Red Bourbon dengan metode pengolahan full-washed. Metode natural masuk dalam grade 2 sedangkan metode full-washed termasuk grade 3
Farmer Preferences for Organic Fertilizer Attributes: A Conjoint Analysis of Okiagaru Agricoop Manalu, Doni Sahat Tua; Tunggadewi, Andini Tribuana; Pratama, Agief Julio; Anggarkasih, Made Gayatri; Wijaya, Abung Supama
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2583

Abstract

The use of organic fertilizers in horticultural farming remains limited due to farmers’ perceptions regarding effectiveness, practicality, and economic considerations. Understanding farmers’ preferences for organic fertilizer attributes is therefore important to support the adoption of sustainable agricultural practices. This study aims to analyze the preferences of Okiagaru Agricoop partner farmers toward organic fertilizer attributes in horticultural cultivation in Cianjur Regency, West Java. This study employed a descriptive quantitative approach using conjoint analysis to evaluate farmers’ preferences for different combinations of fertilizer attributes. Data were collected through field observations, questionnaires, and direct interviews with 30 partner farmers selected using purposive sampling. The attributes analyzed included price, quality, effectiveness, and ease of use. The results show that ease of use is the most influential attribute, with the highest importance value (30.397%) and utility estimate (0.542), indicating that farmers strongly prefer fertilizers that are easy to apply in farming activities. This was followed by quality (23.580%), effectiveness (23.093%), and price (22.930%). In addition, most farmers (96.67%) expressed their willingness to process organic waste into organic fertilizer. These findings indicate that practical and functional attributes play a crucial role in farmers’ decisions to adopt organic fertilizers. Therefore, the development and dissemination of organic fertilizer technologies should prioritize ease of application, effectiveness, and affordability to encourage wider adoption among horticultural farmers.
OPTIMALISASI JERAMI HASIL PERTANIAN SEBAGAI KOMPOS DENGAN INOVASI METODE TAKAKURA DI KELURAHAN KAPAS KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Hasian Situmeang, Widya; Budiarto, Tri; Julio Pratama, Agief; Kemala Dewi, Ratih; Kasmanhadi Saputra, Henry; Sekar Mardisiwi, Ririh; Puji Mumpuni, Restu; Surya Aditama, Galih; Bekti Fajarwati, Aliana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.722-728

Abstract

Limbah jerami hasil pertanian yang cukup berlimpah cenderung kurang banyak dimanfaatkan oleh petani. Jerami yang dihasilkan akan dibakar kemudian lahan sawah akan langsung diolah untuk penanaman selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para petani mengolah jerami sebagai kompos dengan menggunakan teknik pengomposan Takakura, dan disertai dengan upaya menjaga kesehatan dan kesuburan lahan pertanian. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi cara, serta pendampingan petani untuk mengidentifikasi kesuburan lahan secara sederhana dan evaluasi menggunakan pre test dan posttest. Hasil dari kegiatan ini, sebanyak 38% petani peserta mengalami peningkatan pengetahuan berkaitan dengan kesehatan tanah dan pembuatan kompos, rata-rata nilai pre test 72% dan rata-rata nilai posttest 78%. Hasil demonstrasi pengomposan jerami berhasil diperoleh pupuk kompos dalam jangka waktu 4 minggu setelah pengomposan.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI ORGANIK DI KELURAHAN MULYAHARJA, KOTA BOGOR : PENGUATAN PROSES PANEN DAN PASCAPANEN Budiarto, Tri; Azkyah, Sylvina; Sulaeman, Revalina; Surya Aditama, Galih; Aurel Kanayla, Alleta; Gadhah Kun Atha, Rabbani; Julio Pratama, Agief; Iqbal Nurulhaq, Muhammad; Hasian Situmeang, Widya; Kemala Dewi, Ratih; Kasmanhadi Saputra, Henry; Sekar Mardisiwi, Ririh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.592-599

Abstract

Proses panen yang kurang terampil dan minimnya pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3), menjadi permasalahan yang dirasakan oleh KWT Ciharashas dalam praktik budidaya pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian dan pengembangan masyarakat (PPM) adalah untuk menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan intensif bagi seluruh anggota KWT Ciharashas guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam proses panen dan pascapanen dengan teknik ramah lingkungan dan efisien. Pada akhirnya kegiatan ini akan Mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas hasil panen dan mengurangi kerugian pascapanen. Pendekatan kegiatan meliputi: lokakarya bersama pemangku kepentingan (Pemerintah Kelurahan Mulyaharja, PPL, Anggota KWT Ciharashas, dan warga), re-assessment terkait masalah dan kebutuhan prioritas terkait panen dan pascapanen, pelatihan fasilitasi penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik : sortasi, grading, packaging, storage dan limbah pertanian, pendampingan proses penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan antara lain bahwa re-assessment menunjukkan penanganan saat panen dan proses panen belum semua anggota paham dan belum menerapkan prinsip K3 yang sesuai. Program pelatihan Good Handling Practices (GHP) dan sosialisasi aturan keselamatan di lahan menjadi program utama untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan anggota KWT Ciharashas. Dalam kegiatan pelatihan inovasi yang dihasilkan berupa cardboard langkah GHP, tanam sayur-rawat bumi, keselamatan kerja dan aturan keselamatan di lahan KWT Ciharashas. Selain itu, pelatihan biocomposser dengan media bag composserjuga menjadi inovasi yang telah diterapkan oleh KWT Ciharashas. Program PPM terpusat dan terpadu Sekolah Vokasi di Mulyaharja merupakan rangkaian kegiatan lanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dan stakeholder enggagementyang telah dibangun antara Sekolah Vokasi dengan KWT Ciharashas. Bentuk komitmen yang dibangun adalah menindaklanjuti roadmap pengabdian kepada masyarakat hingga 2027 melalui laboratorium sosial.
Geographic Information System for Land Suitability Mapping of Partner Farmers at Okiagaru Indonesia Agricoop Using Rule-Based System and Prototype Methodology Wicaksono, Aditya; Manalu, Doni Sahat Tua; Sebayang, Veralianta Br; Pratama, Agief Julio; Pamungkas, Muhammad Aldryansyah; Puspa, Amelia Setya
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 2 (2026): JUTIF Volume 7, Number 2, April 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.2.5471

Abstract

Geographic Information System (GIS) for land suitability assessment integrates spatial and attribute data to evaluate and map areas for food crops and horticulture. The system applies parameters such as temperature, rainfall, water pH, clay CEC, organic carbon, and other soil characteristics, analyzed through a rule-based approach. Its main goal is to optimize agricultural land use by aligning crop selection with physical and environmental conditions. GIS-based analysis enables accurate digital mapping and categorizes land into highly suitable, moderately suitable, marginally suitable, and unsuitable classes, providing valuable insights for farmers, governments, and stakeholders in sustainable land management. System development employed the Prototype methodology, emphasizing iterative stages of requirement gathering, rapid design, prototype construction, user evaluation, and refinement. The Land Suitability GIS (SigKL) was tested at five partner-farmer sites in Cianjur and Sukabumi. Black Box Testing confirmed that all 20 functional features achieved a 100% success rate. The system supports the identification of potential new agricultural areas and offers recommendations for improving less productive land. The novelty of this research lies in integrating FAO (1976) classification with interactive digital mapping and locally tailored knowledge rules, enabling real-time accessibility. Unlike prior studies limited to static analysis, SigKL introduces an adaptive, rule-based GIS prototype with interactive visualization, directly supporting decision-making for sustainable agriculture. This innovation enhances transparency and accessibility, contributing to the Sustainable Development Goals (SDGs) related to food security and sustainable farming.
Indeks Keragaman Gulma pada Kebun Sagu Rakyat di Bogor, Indonesia Pratama, Agief Julio; Akmal, Ajmir; Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Dewi, Ratih Kemala; Budiarto, Tri; Hasian Situmeang, Widya; Mardisiwi, Ririh Sekar; Wiraguna, Egi; Mumpuni, Restu Puji; Saputra, Henry Kasmanhadi
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 2: June, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/a6g6st83

Abstract

Kondisi pertanaman kebun sagu rakyat sebagian besar tidak dilakukan pengelolaan gulma secara intensif yang mampu memberikan dampak negatif bagi produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keragaman jenis gulma yang ada di kebun sagu rakyat dan vegetasinya sebagai dasar dalam pengendalian gulma di kebun sagu. Pengambilan contoh gulma dilakukan secara acak sederhana dengan menggunakan kuadran berukuran 50 cm x 50 cm dan fase tanaman sagu memasuki fase tanaman menghasilkan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah spesies gulma yang ditemukan pada kebun sagu rakyat sebanyak 65 spesies yang terbagi atas 39 famili. Dari spesies yang ditemukan, spesies Ottochloa nodosa memiliki nilai kerapatan nisbi dan nisbah jumlah dominan yang tertinggi dengan nilai 16,03% dan 10,24%. Untuk nilai frekuensi nisbi dan bobot kering nisbi tertinggi terdapat pada spesies Asystasia gangetica dengan nilai 9,37% dan 9,87%. Indeks keragaman gulma termasuk dalam kategori sedang yaitu dengan nilai 1,54.
Analisis Uji Petik Kopi Gelondong terhadap Kualitas Hasil Panen Muhammad Thoriq Fauzan; Agief Julio Pratama
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v3i2.586

Abstract

The acceptance sampling test of coffee cherries is an important quality control stage in Arabica coffee processing, yet operational evidence at the estate level remains limited. This study aimed to analyze the implementation of acceptance sampling for coffee cherries and to identify the proportions of normal and defective cherries as a basis for improving harvest quality. The research was conducted at an Arabica coffee estate in Situbondo by observing monthly harvest samples from April to August 2024 to classify cherry color (red, partially ripe, green, and black) and fruit density after soaking (partially empty, empty, single bean, and double bean). The results showed that the cherry composition consisted of 93.63% red, 3.54% partially ripe, 0.09% green, and 2.84% black cherries. The density test results indicated 4.30% partially empty cherries, 0.79% empty cherries, 10.27% single-bean cherries, 84.58% double-bean cherries, and 4.00% coffee berry borer-infested cherries. These findings indicate that acceptance sampling is useful for identifying harvest lots that do not meet quality standards and can serve as a basis for improving red cherry picking practices, harvest timing, and field supervision.
Co-Authors Abung Supama Wijaya, Abung Supama Adam Anom Jati Adinda Maharani Hidayat Aditya Wicaksono Aditya Wicaksono Adzkiya, M.A. Zaim Agnia, Arba Wildan Agung Prayudha Hidayat Agus Budiyanto AIDIL AZHAR Ajeng Dwi Rahayu Akbar , Rizal Akmal, Ajmir Alamsyah, Muhammad Yusuf Aliana Bekti Fajarwati Amelia Andi Razan Ramiro Andini Tribuana Tunggadewi, Andini Tribuana Anggia Kamila Maharani Anisa Dwi Ariani Anna Sabrina Aprilia Viola Wulandari Arina Destyana Arya Dwi Praja Usman Astri Muliasari, Ade Aulia, Dhiva Luthfi Aura Nurkhalis Aurel Kanayla, Alleta Awaliyyah, Nadia Febrianti Siti Azkyah, Sylvina Azuma Zahra, Salwa Azzahra, Fauziah Balqis Khasyafi Bekti Fajarwati, Aliana Bima Yeremia Hutahaean Bonar Tua Sihite Budiarto, Tri Bunga Fariza Hamid Butarbutar, Pesalmen Danar Hadisugelar Dany Boy Surbakti Darmawan, Leonard Deden Satria Asih Supriyadi Dela Watic Suyatno Dema Mariska Destriana Nur Dewi, Ratih Kemala Dheanita, Ismi Dhika Prita Hapsari Dini Ayu Triwahyuni Dini Ayu Triwahyuni Djoefri, Hasjim Bintoro Edi Wiraguna Ega Maulana Eidelweis Restu Elchio Fajar Hisra Elsa Ramadhan Fairuz Syifa Hidayat Faizatul Ulya Farora, Alya Yasmin Firli Alya Rahma Fitriani, Syahayyunur Gadhah Kun Atha, Rabbani Galih Surya Aditama Hari Yati Nur Helianthi Dewi Henry Kasmanhadi Saputra Hilmia Salsabila Ilham Januar Pratama Imam Hanif Aqeela Intan Kusuma, Zefania Intan Latifah Istiqlaliyah Muflikhati Jasir, Ilham Naufal Jonathan Sitohang Kasmanhadi Saputra, Henri Kasmanhadi Saputra, Henry Kayla Devina Azzahra Kenji Faiz Kusuma Kuntari, Wien Kusnendi, Faizal Shofwan Leonard Dharmawan Lidya Hawila Sallo Lisma Aulia Rohmah Lutfi Shihab M. Agung Zaim Adzkiya M. Iqbal Nurulhaq M. Iqbal Nurulhaq Made Gayatri Anggarkasih Maharani Dinda Zakiyah Mahda Aryo Firdaus Manalu, Doni Sahat Tua Mangasih, Yessy Octavia Rungkat Tuani Mardisiwi, Ririh Sekar Maulana, Galih Melia Ari Santi Merry Gloria Meliala Mohamad Damar Purnama Muallifah Shofiatun Muhamad Bagus Jatmiko Muhamad Mulya Azhar Muhammad Adlan Muhammad Fadhlan Restu Muhammad Fauzan Lazwar Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Sidiq Haryadi Sutisna Muhammad Thoriq Fauzan Muliarasi, Ade Astri Mumpuni, Restu Puji Muthmainnah, Muthiah Mutohar, Nabil Ahmad Nadira Cidita Salsabilla Nadya Tendra Sikki Nailalmuna, Aghitsni Nike Nurindah RSB Noviana Yuliawati Nurcahyo Ramadhan Nurshadrina Alifah Sajidah Nurulhaq, M. Iqbal Nurulhaq, Muhammad Iqbal Pamungkas, Muhammad Aldryansyah Parhusip, Debora K.P Pesalmen Butarbutar Prananda, Intan Pudji Muljono Puspa, Amelia Setya Putri Nurul Hidayah PUTRI, NABILAH Qadir, Abdul Qisti, Hanifah Zul Qodarian Pramukanto Ravael Nariyan Resti Fadillah Revalina Sulaeman Rhynanda, Hafiz Septio Ribka Wahyuni Simarmata Rina Octavia Hasanah Rizha Nur Irawan Rochmah, Hidayati Fatchur Royanti, Rizka Desitania Salma Rizqiany Lubis Salma Tri Ambarsari Salsa Nabila Safitri Salsabila, Sarah Saputra, Henry Kasmanhadi Sebayang, Veralianta Br Sholihah, Istiqomatush Siti Fitriah Siti Zahra Levina Sukma, Zaelin Melati Sulaeman, Revalina Sury, Shella Afifah Surya Aditama, Galih Syahayyunur Fitriani Syahira, Salwa Syifa Khoirunnisa Tambajong, Daisy Tandungan, Wempy Sem Tarigan, Kevin Aditia Pemerena Taufik Hidayat Tri Budiarto Tri Budiarto Triwahyuni, Dini Ayu Vemita Joselfyn Widya Hasian Situmeang Widyani Lailinur Wiraguna, Egi Yoshua Putrawan Simanjuntak Yulianto, Aziz Yuza, Feimas Beringin Zahara Aini Kesuma Zahra, Alvita Zahra, Salwa Azuma Zefania Intan Kusuma