Claim Missing Document
Check
Articles

Physical and Chemical Quality of Sorghum and Indigofera Silage as Cow Feeding in the Sentra Pertanian Terpadu of PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam Noor Jannah; Fajri Maulana; Endang Wawan; Nurul Yakin; Muhammad Syahwal Ade Putra
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.372

Abstract

To support the management of forage and cattle fattening business at the Integrated Agricultural Center (SPT) of PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam. This research uses the Field Work Practice (PKL) method which is carried out for three months, starting from March 4, 2024 to June 3, 2024. During this period, various activities are carried out according to a predetermined schedule and can be adjusted to other activities of the company. This street vendor was held at PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, which is located in Simpang Empat Sungai Baru Village, Jorong District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province. The results of this study show that Silage P3 (sorghum 40% and indigofera 60%) and P4 (sorghum 20% and indigofera 80%) are seen from physical quality (color, texture, aroma, and pH) and chemical quality, especially protein content, are in accordance with cow fattening. The physical qualities of sorghum silage and indigofera (color, texture and aroma) are almost the same very well there are no failures in the fermentation process. The pH value of silage is able to stay below 4 so that the silage is of good quality. The chemical quality of sorghum and indigofera with water content of 67.78 – 70.02%, ash content 4.03 – 6.83%, crude protein 4.69 – 19.41%, crude fat 7.58 – 9.35%, crude fiber 38.21 – 40.29%, carbohydrates 18.60 -23.59%, phosphorus 0.13 – 0.21%, calcium 0.16 – 0.91% and calories 197.27 – 228.54Cal/g can be used for cattle fattening.
POTENSI RANSUM BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI PENGGANTI RANSUM KOMERSIL TERHADAP KANDUNGAN KADAR AIR DAN KADAR ABU Hutabarat, Amelia Lulu Rosalin; Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri; Lestari, Wenni Meika; Sandri, Dwi; Febrina, Bunga Putri; Ali, Abdul Muta; Jannah, Noor; Persada, Anggun Angkasa Bela; Zein, Mufrida; Chalid, Sihabuddin
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ransum berbasis bahan baku lokal sebagai pengganti ransum komersil terhadap kadar air dan abu. Penelitian ini menggunakan bahan pakan lokal yang ada di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri dari jagung lokal, dedak padi, bungkil inti sawit, tepung ikan, maggot, tepung batu, topmix dan juga ransum komersil. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan ransum dan 4 ulangan. Ransum perlakuan yaitu A (100 % Ransum Komersil / Kontrol), B (75 % Ransum komersil + 25 % Ransum Lokal) C (50 % Ransum Komersil + 50 % Ransum Lokal), D (25 % Ransum Komersil + 75 % Ransum Lokal) dan E (100 % Ransum Basal Lokal). Parameter yang diukur adalah kadar air (%) dan kadar abu (%). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas nutrisi ransum lokal dan ransum pabrikan pada komposisi tertentu memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar air dan kadar abu. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa komposisi campuran ransum lokal dan ransum komersil tidak berpengaruh terhadap kandungan nutrisi terutama kadar air dan kadar abu. Kadar air berkisar 11,64% -12,38% dan kadar abu berkisar 16,14% - 16,76%.
Upaya Peningkatan Limbah Sait dengan Fermentasi Menggunakan Kapang Selulolitik Maulana Fajri, Maulana
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v2i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan meninngkatkan kualitas limbah sawit (lumpur dan bungkil sait) dengan menggunakan kapang selulolitik (Phanerochaete chrysosporium dan Neurospora crassa). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor A (dosis inokulum) yaitu: A1 (3%), A2 (5%), A3 (7% dari jumlah substrat) kemudian faktor B (lama fermentasi) yaitu: B1 (5 hari), B2 (7 hari), B3 (9 hari). Peubah yang diamati yaitu: aktivitas enzim selulase (U/ml), Kandungan serat kasar (%BK) dan kecernaan serat kasar (%BK). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis inokulum dan lama fermentasi tetapi masing – masing faktor yaitu dosis inokulum (faktor A) dan lama fermentasi (faktor B) memberikan pengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap aktivitas enzim selulase dan kecernaan serat kasar namun terjadi interaksi antara dosis inokulum dan lama fermentasi yang berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan serat kasar dari limbah sawit (lumpur dan bungkil inti sawit). Hasil uji DMRT terlihat bahwa kandungan serat kasar pada perlakuan A3B2, A1B3, A2A3 dan A3B3 sangat nyata (P<0,01) lebih rendah dari perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah limbah sawit (lumpur dan bungkil inti sawit) dapat ditingkatkan dengan fermentasi menggunakan kapang selulolitik (Phanerochaete chrysosporium dan Neurospora crassa). Dosis yang paling optimal dalam fermentasi menggunakan kapang selulolitik adalah inokulum 7% dan lama fermentasi 7 hari, dimanan diperoleh aktivitas enzim selulase 8,02 U/ml, kandungan serat kasar 13,25% dan kecernaan serat kasar 52,87%. Kata Kunci: Limbah sawit, kapang selulolitik, enzim selulase dan serat kasar
POLA PETERNAKAN AYAM BROILER KANDANG OPEN HOUSE PADA PETERNAK SEKITAR POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Setya Prima, Heppy; Susalam, Malikil Kudus; Noviyanti, Aidha
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.25

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa ayam broiler broiler kandang open budidaya peternak disekitar Politeknik Negeri Tanah Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol secara langsung di lapangan (observasi) dan wawancara, dimana data yang diperoleh dianalis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan umur peternak ayam broiler kandang open yang ada disekitar Politeknik Negeri Tanah Laut 39 -64 th, pendidikan SMP (sederajat), pengalaman beternak ayam broiler 7-12 tahun, umumnya pola usaha dengan bermitra dengan perusahaan, luas kandang 540 - 966 m2, kapasitas kandang berkisar 5000 - 9000 ekor, kepadatan kandang ±9- ±12 ekor, DOC yang digunakan: (Charoen Pokphand, Patriot, Wonokoyo), Pakan yang digunakan: (Wonokoyo / Comfeed / Galaxy / Malindo / Charoen Pokphand), jumlah pakan berkisar antara 200-340 sak/periode tergantung kapasitas kandang, variasi umur panen 30 hari-36 hari, berat panen 1,2 - 2 kg, indek performa (IP) berkisar antara 300-350 dan mortalitas 300-1000 ekor/periode. Performa ayam pada peternak broiler kandang open yang ada disekitar Politeknik Negeri Tanah Laut dapat ditingkatkan dengan manajemen pemeliharaan yang baik. Umumnya performa ayam broiler kandang open sangat dipengaruhi suhu atau kondisi lingkungan luar kandang sehingga performa ternak lebih fluktuatif sulit untuk dikontrol, hal yang dapat dilakukan adalah upgrade kandang open menjadi kandang semi close house seperti yang sudah banyak diterapkan peternak rakyat terutama didaerah Jawa, dimana dengan melakukan upgrade kandang memiliki keunggulan yaitu kapasitas kandang meningkat, performa lebih tinggi dan kematian ternak kecil.
Estimation of Forage Productivity and Business Feasibility Analysis at the Integrated Agricultural Center of PT Arutmin Indonesia Site Asamasam Seftia Norazizah; Fajri Maulana; Endang Wawan; Nurul Yakin; Muhammad Syahwal Ade Putra
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.371

Abstract

The purpose of this study is to support the development of cattle fattening business in the Integrated Agricultural Center (SPT) managed by PT Arutmin Indonesia. The research method used in this study is Field Work Practice (PKL) which is carried out at PT Arutmin Indonesia Site Asamasam, Simpang Empat Sungai Baru Village, Jorong District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province. This street vendor lasts for three months, from March 4, 2024 to June 3, 2024. The results of this study show that the productivity of indigofera, sorghum, elephant grass and odot grass in SPT is 2.92 tons, 4.5 tons, 2.9 tons, and 0.278 tons respectively with a dry matter content of 4.08% respectively; 4,8%; 6,57%; and 7.48%. Based on the results of the feasibility analysis of the cattle fattening business in the tax return. The cattle fattening farm business in the SPT is feasible to run because it has a turnover of Rp. 400,000,000 with PP for 5 years and the company will break even if the BEP price is Rp. 15,321,525 and successfully sells 15 cows.
Physical and Chemical Quality of Sorghum and Indigofera Silage as Cow Feeding in the Sentra Pertanian Terpadu of PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam Noor Jannah; Fajri Maulana; Endang Wawan; Nurul Yakin; Muhammad Syahwal Ade Putra
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.372

Abstract

To support the management of forage and cattle fattening business at the Integrated Agricultural Center (SPT) of PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam. This research uses the Field Work Practice (PKL) method which is carried out for three months, starting from March 4, 2024 to June 3, 2024. During this period, various activities are carried out according to a predetermined schedule and can be adjusted to other activities of the company. This street vendor was held at PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, which is located in Simpang Empat Sungai Baru Village, Jorong District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province. The results of this study show that Silage P3 (sorghum 40% and indigofera 60%) and P4 (sorghum 20% and indigofera 80%) are seen from physical quality (color, texture, aroma, and pH) and chemical quality, especially protein content, are in accordance with cow fattening. The physical qualities of sorghum silage and indigofera (color, texture and aroma) are almost the same very well there are no failures in the fermentation process. The pH value of silage is able to stay below 4 so that the silage is of good quality. The chemical quality of sorghum and indigofera with water content of 67.78 – 70.02%, ash content 4.03 – 6.83%, crude protein 4.69 – 19.41%, crude fat 7.58 – 9.35%, crude fiber 38.21 – 40.29%, carbohydrates 18.60 -23.59%, phosphorus 0.13 – 0.21%, calcium 0.16 – 0.91% and calories 197.27 – 228.54Cal/g can be used for cattle fattening.
Physical Quality Test Of Rice Bran From Different Milling In Tanah Laut District Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i3.p210-219

Abstract

This research aims to determine the physical quality of rice bran from different mills in Tanah Laut Regency. Data were collected in this research by means of observation and interviews at five different mills in Tanah Laut, namely Panyipatan, Bumi Makmur, Takisung, Kurau and Pelaihari Districts. Data collection was continued with analysis of the physical quality of the bran in the laboratory. Data was processed manually and analyzed descriptively. The parameters measured for the physical quality of rice bran are water content, pile density, pile compaction density, pile angle and specific gravity. The results of this research show that the physical quality of rice bran from different mills in Tanah Laut Regency has good criteria in terms of water content, namely: 11.18 – 13.31%; stack density 300.00 - 430.00 gram/cm3;  pile compaction density 395.04 - 693.45 gram/cm33; stack angle 32.09 - 53.85° and specific gravity 0.219 - 0.143 gram/cm3.
OPTIMALISASI BUDIDAYA LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI SUMBER BAHAN PAKAN DI DESA TIRTA JAYA Dwi Sandri; Maulana, Fajri; Persada, Anggun Angkasa Bela; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Jannah, Noor
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 06 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Larva atau maggot BSF merupakan salah satu sumber bahan pakan yang sangat potensial untuk dikembangkan saat ini, hal ini dikerenakan kegiatan budidaya BSF dapat meberikan kontribusi yang baik pada lingkungan dalam hal pengelolaan sampah organik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujan untuk untuk melakukan optimalisasi budidaya maggot BSF sebagai alternatif sumber pakan ternak yang berkelanjutan. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini ada tiga kegiatan yaitu penyuluhan, bimbingan tata Kelola, dan pelatihan teknis. Hasil dari kegiatan ini berjalan dengan baik, Dimana tiga kegiatan yang diberikan dapat dilaksanakan dan diterima oleh Masyarakat. Sampah organik yang sebelumnya tidak dapat makan sempurna oleh larva, sekarang sudah dapat dimakan sempurna dengan melakukan pengecilan ukuran atau pembuburan sampah organiknya.  Harapan dari kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan baik oleh Masyarakat sehingga kelompok budidaya maggot BERIMAN dapat lebih mengoptimalkan produksi larva BSF yang nantinya akan di manfaatkan sebagai bahan pakan  untuk ternak-ternak yang ada di desa Tirta Jaya.
Peningkatan Nutrisi Sisa Makanan dan Limbah Organik Dapur Pesantren di Kabupaten Tanah Laut Hidayat, Ryan; Khusairi, Ahmad; Zakhiya, Malika; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Susalam, Malikil Kudus
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.128-137.2024

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan dan limbah organik dapur pesantren di Kabupaten Tanah Laut sebagai pakan lokal ternak unggas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor I yaitu jenis mikrorganisme (Bacillus amyloliquefaciens, Neurospora crassa dan Saccharomyces cerevisiae) dan Faktor II yaitu lama fermentasi (lama fermentasi 5, 7 dan 9 hari). Peubah yang diamati adalah kandungan bahan kering (%), protein kasar (%BK), lemak kasar (%BK), serat kasar (%BK) dan total abu (%BK). Hasil penelitian ini menunjukan tidak terjadi interaksi antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi, namun masing-masing faktor yaitu jenis mikroorganisme (Faktor I) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar dan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan dan limbah dapur organik fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dengan lama 7 hari diperoleh kandungan nutrisi bahan kering 92,46%, kandungan protein kasar 20,17% BK, kandungan lemak kasar 16,76% BK, serat kasar 5,90% BK dan total abu 7,44 %BK.
Peningkatan Kualitas Nutrisi Dedak Padi dengan Fermentasi Menggunakan Inokulum Cairan Rumen Sapi Bali Jantan Dengan Lama Fermentasi Berbeda Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Hidayat, Ryan
Jurnal Peternakan Vol 21, No 2 (2024): September 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i2.30721

Abstract

ABSTRAK. Dedak padi merupakan salah satu bahan yang sangat rentan pemalsuan dengan sekam padi hal ini juga terjadi di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kualitas nutrisi dedak padi dengan fermentasi menggunakan inokulum cairan rumen sapi Bali jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor A (dosis inokulum cairan rumen sapi Bali jantan)  yaitu: A1 (30 ml), A2 (50 ml), A3 (70 ml dari jumlah substrat) kemudian faktor B (lama fermentasi) yaitu: B1 (7 hari), B2 (14 hari), B3 (21 hari). Peubah yang diamati yaitu: bahan kering %, kandungan protein kasar %, kandungan lemak kasar % dan kandungan serat kasar %. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa terjadi interaksi antara dosis inokulum cairan rumen sapi Bali jantan (faktor A) dan lama fermentasi (faktor B) terhadap bahan kering, protein kasar dan serat kasar, namun tidak terjadi interaksi terhadap lemak kasar. Hasil uji DMRT terlihat bahwa kandungan protein kasar pada perlakuan A3B3 (dosis 70 ml, lama fermentasi 21 hari), A3B2 (dosis 70 ml, lama fermentasi 14 hari), A2B3 (dosis 50 ml, lama fermentasi 21 hari) dan A2B2 (dosis 50 ml, lama fermentasi 14 hari) nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan kualitas nutrisi dedak padi dengan fermentasi menggunakan inokulum cairan rumen sapi Bali jantan diperoleh dosis 50 ml dan lama fermentasi 14 hari paling efisien (optimal) dilihat dari kandungan nutrisi dan lama fermentasi dengan kandungan bahan kering 84,36%, protein kasar  16,89 %, lemak kasar 2,75 % dan serat kasar 13,22 %.Kata kunci: Kualitas, nutrisi, dedak, fermentasi, cairan rumen.Improving the Nutritional Quality of Rice Bran by Fermentation Using Rumen Fluid Inoculum of Male Bali Cows with Different Fermentation TimesABSTRACT. Rice bran is one of the materials that is very vulnerable to adulteration with rice husk, this also occurs in Tanah Laut Regency. This study aims to evaluate the improvement of nutritional quality of rice bran by fermentation using rumen fluid inoculum of Balinese bulls. This study used an experimental method designed with a completely randomized design (CRD) 3x3 factorial pattern with 3 replications. Factor A (dose of rumen fluid inoculum of Bali bulls) are: A1 (30 ml), A2 (50 ml), A3 (70 ml of the total substrate) then factor B (fermentation duration) namely: B1 (7 days), B2 (14 days), B3 (21 days). The observed variables are: dry matter %, crude protein content %, crude fat content % and crude fiber content %. The results of the analysis of variance showed that there was an interaction between the dose of rumen fluid inoculum of Balinese bulls (factor A) and the length of fermentation (factor B) on dry matter, crude protein and crude fiber, but there was no interaction on crude fat. The results of the DMRT test showed that the crude protein content in the treatments A3B3 (70 ml dose, 21 days fermentation duration), A3B2 (70 ml dose, 14 days fermentation duration), A2B3 (50 ml dose, 21 days fermentation duration) and A2B2 (50 ml dose, 14 days fermentation duration) was significantly (P<0.05) higher than the other treatments. The conclusion of this study is the improvement of the nutritional quality of rice bran by fermentation using rumen fluid inoculum of Balinese bulls obtained a dose of 50 ml and the most efficient (optimal) fermentation duration of 14 days seen from the nutrient content and duration of fermentation with dry matter content of 84.36%, crude protein 16.89%, crude fat 2.75% and crude fiber 13.22%.