Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH SARI, CINDY CINTA; ICHWANSYAH, FAHMI; SEPTIANI, RIZA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8505

Abstract

Pendahuluan: Fenomena game online membuat remaja kecanduan hingga menghabiskan waktu istirahat untuk bermain game online, sehingga menimbulkan masalah kualitas tidur remaja. Jika kualitas tidur menjadi buruk, dampaknya akan menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bermain game online dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian 277 siswa diperoleh sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 73 siswa di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Analisis spss menggunakan uji chi-square. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 39,73% siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh memiliki kualitas tidur yang baik, sementara 60,27% mengalami kualitas tidur yang buruk. Sebagian besar siswa (78,08%) bermain game dalam waktu lama, dengan 75,34% bermain di rumah dan 75,34% memiliki gadget pribadi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama waktu bermain game (P-Value = 0,001) dan status kepemilikan gadget (P-Value = 0,033) dengan kualitas tidur siswa. Namun, tempat bermain game tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kualitas tidur (P-Value = 0,637). Kesimpulan : Penelitian ini menemukan bahwa lama waktu bermain game dan kepemilikan gadget pribadi berhubungan signifikan dengan kualitas tidur siswa, di mana durasi bermain game yang panjang dan kepemilikan gadget pribadi cenderung menurunkan kualitas tidur. Namun, tidak ada hubungan signifikan antara tempat bermain game dan kualitas tidur. Orang tua perlu membatasi penggunaan gadget anak, terutama di malam hari, sementara sekolah dapat berperan dalam edukasi kesehatan tidur melalui kebijakan dan program yang mendukung pola tidur sehat.
Determinants of Mental Health of Fishermen in Coastal Areas Cholila, Cholila; Abdullah, Asnawi; Ichwansyah, Fahmi; Hermansyah, Hermansyah; Aramico, Basri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6320

Abstract

Mental health is an aspect of health that is increasingly receiving global attention because of its significant impact on individual and community health problems. Mental health disorders have increased in coastal areas in the last 5 years. Mental health challenges are becoming increasingly complex in the most dominant jobs in coastal regions, such as in the profession of fishermen. In addition, there are still many people who experience mental disorders. This study aims to analyze fishermen's mental health determinants in the Coastal Area. This study uses a quantitative research type with a cross-sectional design. This study was conducted by interviewing using a questionnaire. The population in this study consisted of fishermen in the coastal area of Mesjid Raya District, especially MNS Keude, with as many as 456 fishermen. The sampling method used simple random sampling with a sample size of 82 respondents. Data were collected using a validated questionnaire. The results showed that there was a most dominant relationship between the number of children >2 (OR = 48.17; 95% CI = 1.68-1377.66; p = 0.024), moderate fatigue level (OR = 26.57; 95% CI = 1.59-444.89; p = 0.023) and age (OR = 0.66; 95% CI = 0.44-0.99; p = 0.049) most dominantly related to mental health disorders in fishermen in coastal areas. Fishermen who have more than two children are the most dominant factor in mental health problems.
The Influence of Infographic Media on Prospective Brides' Knowledge about Reproductive Health Ananda, Nurul; Aramico, Basri; Ichwansyah, Fahmi; Usman, Said; Abdullah, Asnawi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6582

Abstract

Reproductive health is an important aspect that every prospective bride and groom must understand to prepare for a healthy and quality family life. However, the low level of knowledge of prospective brides and grooms is a challenge in efforts to prevent reproductive health risks. This study aims to determine the effect of infographic media on prospective brides and grooms' knowledge of reproductive health. The research design used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest. A total of 88 respondents were selected purposively from four Religious Affairs Offices in Banda Aceh City. The instrument in the form of a questionnaire tested for validity and reliability was given before and after the intervention using infographic media. The analysis showed a significant increase in knowledge scores from an average of 9.02 in the pretest to 18.86 in the posttest (p = 0.000). However, multivariate analysis showed that the variables of age, gender, education, occupation, and income did not significantly affect changes in knowledge (p > 0.05). Infographic media has been proven to effectively convey information visually and increase the understanding of prospective brides and grooms regarding basic concepts of reproductive health more easily and attractively.
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN PROMOSI KESEHATAN BIDANG TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS MELALUI PRAKTIK PENYULUHAN Jumadewi, Asri; Ichwansyah, Fahmi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.6155

Abstract

The subject of communication and health promotion is important in the field of medical laboratory technology, theoretical and practical learning is studied in the even semester curriculum. Complementing theoretical learning, health promotion practices are practiced by creating media that are related to health problems, especially in the field of medical laboratory technology. This learning is expected to increase students' knowledge of the importance of health promotion. The practice of learning the subject of communication and health promotion includes creating and designing health promotion media and counseling practices. These media include flyers, posters, leaflets, or booklets using certain applications that are easy, cheap and effective to access. This study aims to determine feedback and evaluation of learning in order to improve students' knowledge of this course. This type of research includes classroom action research, which took place in the classroom of the Poltekkes Kemenkes Aceh, as many as 112 respondents were taken by total sampling in three classrooms. The results obtained from the practice of health promotion counseling showed good, moderate and less categories in sequence, namely, 76.8%, 23.2% and 0%. It is necessary to continue the counseling practice by involving students directly in the counseling and education activities of the tridharma of higher education. ABSTRAK Mata kuliah komunikasi dan promosi kesehatan penting di bidang teknologi laboratorium medis, pembelajaran secara teori dan praktik ini dipelajari pada kurikulum semester genap. Melengkapi pembelajaran secara teori, maka praktik promosi kesehatan dipraktikkan dengan pembuatan suatu media yang dikaitkan dengan permasalahan kesehatan terutama di bidang teknologi laboratorium medis. Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan pentingnya promosi kesehatan. Praktik pembelajaran mata kuliah komunikasi dan promosi kesehatan diantaranya membuat dan desain media promosi kehatan dan praktik penyuluhan. Media tersebut diantaranya berupa flyer, poster, leaflet, maupun booklet dengan menggunakan aplikasi tertentu yang mudah, murah dan efektif untuk diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui feedback dan evaluasi pembelajaran dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan mata kuliah ini. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas classroom action research, yang berlangsung dalam ruang kelas pembelajaran Poltekkes Kemenkes Aceh, sebanyak 112 responden yang diambil secara total sampling dalam tiga ruang kelas. Hasil yang diperoleh dari praktik penyuluhan promosi kesehatan menunjukkan kategori baik, sedang dan kurang secara berurutan yaitu, 76.8%, 23.2% dan 0%. Perlu dilakukan kelanjutan praktik penyuluhan dengan melibatkan mahasiswa secara langsung pada kegiatan penyuluhan dan edukasi tridharma perguruan tinggi.
Blood Pressure Control Efforts in Hypertension Patients: An Exploratory Study Rasmi, Rika Irma; Aramico, Basri; Maidar, Maidar; Abdullah, Asnawi; Ichwansyah, Fahmi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6929

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs), especially hypertension, are the leading cause of premature death worldwide, with a high prevalence in low- and middle-income countries. In Indonesia, hypertension poses a major health challenge, particularly in coastal areas where diets are high in sodium. This study aims to explore the efforts made by individuals with hypertension in managing their blood pressure. A qualitative study with a case study approach was conducted in Kluet Selatan, South Aceh, in November 2024. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) involving 12 participants, including hypertension patients, family members, health workers, and community leaders. Data were recorded, transcribed verbatim, and analyzed using thematic analysis to identify patterns and key themes related to hypertension management. The results revealed that patients had initiated dietary changes, increased physical activity, and practiced stress management. However, they encountered challenges such as financial limitations, ingrained eating habits, and restricted access to health facilities. Family involvement and the use of traditional remedies were found to support hypertension control. Despite these efforts, persistent social, cultural, and economic barriers hinder sustainable behavior change. Limited health education and lack of access to specialized care also affect long-term hypertension management in this setting.
Pendampingan Personal Hygiene tentang Scabies dan Pedikulosis di Dayah Al’athiyah Aceh Besar Jumadewi, Asri; Wahab, Irwana; Erlinawati, Erlinawati; Ichwansyah, Fahmi; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22089

Abstract

ABSTRAK Prevalensi scabies, dan pedikulosis masih tergolong tinggi dan sering diabaikan. Pemeriksaan klinis scabies ditandai dari ruam, pruritus (gatal hebat di malam hari), papula, pustula, dan ekskoriasi serta hiposensitisasi atau akan menginfeksi orang disekitarnya. Screening laboratoris melalui pengambilan spesimen kerokan kulit pada penderita scabies, menjadi diagnosa pasti penunjang ditemukannya Sarcoptes scabiei sebagai penyebab scabies. Sedangkan pedikulosis adalah gangguan pada rambut dan kulit kepala akibat infestasi dan sensitisasi kutu rambut, Pedikulus kapitis. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan berupa gangguan psikososial, berkurangnya kualitas tidur, menurunkan konsentrasi belajar bahkan anemia pada anak. Program PkM ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang scabies dan pedikulosis, serta pendampingan personal hygiene melalui cuci tangan enam langkah dan menjaga peralatan pribadi agar tidak digunakan secara bersama untuk mencapai ponpes bebas scabies dan pedikulosis. Sasaran PkM ini adalah santri Dayah Al-athiyah Aceh Besar sebanyak 30 orang, yang dilakukan pada tanggal 22 Juli 2025. Tahapan screening scabies dan pedikulosis, edukasi dan pendampingan personal hygiene dengan cuci tangan enam langkah dan menjaga barang pribadi tidak dipakai secara bersama, beserta evaluasi pengetahuan. Hasil PKM menunjukkan bahwa pendampingan edukasi personal hygiene sebagai preventif scabies dan pedikulosis menunjukkan peningkatan pengetahuan personal hygiene dari kategori cukup 53,3% menjadi kategori baik (83,3%). Hal ini menyimpulkan bahwa pendampingan edukasi PkM efektif dan dapat menjadi diseminasi informasi di lingkungan Dayah. Kata Kunci: Pendampingan, Pedikulosis, Sarcoptes Scabiei, Scabies  ABSTRACT The prevalence of scabies and pediculosis remains high and is often overlooked. Clinical examination of scabies is characterized by a rash, pruritus (severe itching at night), papules, pustules, and excoriations, as well as hyposensitization, or the potential for infection by others. Laboratory screening, through skin scrapings from scabies sufferers, provides a definitive diagnosis, supporting the identification of Sarcoptes scabiei as the cause of scabies. Pediculosis, on the other hand, is a hair and scalp disorder caused by infestation and sensitization by the head louse, Pediculus capitis. The resulting health problems include psychosocial problems, reduced sleep quality, decreased concentration in learning, and even anemia in children. This Community Service Program aims to provide health education about scabies and pediculosis, as well as personal hygiene guidance through six-step handwashing and preventing the sharing of personal equipment, to achieve a scabies- and pediculosis-free Islamic boarding school. The target of this PkM is 30 students of Dayah Al-athiyah Aceh Besar, which was carried out on July 22, 2025. The stages of scabies and pediculosis screening, education and assistance in personal hygiene with six-step hand washing and keeping personal items from being shared, along with knowledge evaluation. The results of the PkM show that personal hygiene education assistance as a preventative measure for scabies and pediculosis shows an increase in personal hygiene knowledge from the sufficient category of 53.3% to the good category (83.3%). This concludes that the PkM education assistance is effective and can be used as information dissemination in the Dayah environment.  Keywords: Assistance, Pediculosis, Sarcoptes Scabiei, Scabies
Analysis of the Relationship Between Environmental Health Factors and Stunting Incidence in Indonesia Ismardiani, Yossi; Ichwansyah, Fahmi; Ahmad, Aripin; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radhiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48960

Abstract

Indonesia ranks fifth globally in stunting prevalence, with approximately 30.8% or 23 million children affected. Stunting can impair physical growth, brain development, metabolism, and intelligence, thereby reducing the quality of Indonesia’s human resources. One of the key contributing factors is poor nutrition, which is closely linked to inadequate access to safe drinking water and poor sanitation. This study aimed to analyze the relationship between environmental health factors and stunting in Indonesia using secondary data from the Indonesian Health Profile (2015–2020), covering all 34 provinces. The research applied a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design and quantitative analysis using linear regression. The analysis included three models: (1) unadjusted, (2) adjusted for year and province, and (3) adjusted for year, province, poverty, and HDI. The findings showed that the national stunting rate declined from 22.76% in 2015 to 12.70% in 2020, with East Nusa Tenggara (NTT) consistently reporting the highest rates. Bivariate analysis revealed that access to safe drinking water, proper sanitation, community-based sanitation (STBM), TPM compliance, poverty, adequate housing, and HDI were significantly associated with stunting (p < 0.05). After adjusting for confounders, the most influential variables were access to safe drinking water, TPM compliance, and adequate housing. Among these, access to safe drinking water explained the highest variation in stunting rates (21.08%). These results suggest that environmental health—particularly clean water access, food hygiene, and proper housing—plays a crucial role in addressing stunting. Therefore, strengthening basic infrastructure and promoting clean and healthy living behavior (PHBS) are essential for stunting prevention in Indonesia.Keywords: Stunting, Safe Drinking Water, Sanitation, Environmental Health, Linear Regression.
Analisis faktor tentang psychological distress pada tenaga kesehatan Novianti, Hernia; Ichwansyah, Fahmi; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1115

Abstract

Background: Healthcare workers face various challenges in carrying out their duties, which can impact their psychological condition. Work pressure, demands for professionalism, and situations in the healthcare service environment can affect their mental well-being. This condition requires attention, as it may influence the quality of care provided. Purpose: To analyze the factors associated with psychological distress among healthcare workers. Method: This quantitative study employed a cross-sectional design. The research was conducted in January in Central Aceh District. A total of 300 healthcare workers—including nurses, midwives, environmental health workers, and epidemiologists—participated in this study. The sampling technique used was cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire distributed via Google Form. Data analysis was carried out using univariate, bivariate, and multivariate approaches through logistic regression and multiple logistic regression test. Results: Statistical analysis showed that low social support (OR = 10.07; p = 0.037), heavy workload (OR = 30.16; p = 0.0001), severe work fatigue (OR = 159.5; p = 0.0001), shorter duration of work (OR = 10.69; p = 0.0001), and the midwife profession (OR = 3.38; p = 0.007) were significantly associated with psychological distress. The most influential factors were severe work fatigue (AOR = 51.84; p = 0.040), longer duration of work (AOR = 59.83; p = 0.0001), and the profession of nurse (AOR = 8.12; p = 0.031) and midwife (AOR = 9.43; p = 0.031). Conclusion: The variables of social support, workload, work fatigue, length of service, and profession were significantly associated with psychological distress among healthcare workers.   Keywords: Healthcare Workers; Psychological Distress; Workload.   Pendahuluan: Tenaga kesehatan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya yang dapat berdampak pada kondisi psikologis tenaga kesehatan. Tekanan kerja, tuntutan profesionalisme, dan situasi di lingkungan pelayanan kesehatan dapat memengaruhi kesejahteraan mental tenaga kesehatan. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian, karena dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan: Untuk menganailis faktor yang berhubungan dengan psychological distress pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari di Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 300 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, tenaga kesehatan lingkungan, dan epidemiologi menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik dan regresi logistik berganda. Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa dukungan sosial rendah (OR = 10,07; p = 0,037), beban kerja berat (OR = 30,16; p = 0,0001), kelelahan kerja berat (OR = 159,5; p = 0,0001), masa kerja baru (OR = 10,69; p = 0,0001), dan profesi bidan (OR = 3,38; p = 0,007) memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological distress. Faktor yang paling berpengaruh adalah kelelahan kerja berat (AOR = 51,84; p = 0,040), masa kerja lama (AOR = 59,83; p = 0,0001), serta profesi perawat (AOR = 8,12; p = 0,031) dan bidan (AOR = 9,43; p = 0,031). Simpulan: Variabel dukungan sosial, beban kerja, kelelahan kerja, masa kerja, dan profesi memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological distress pada tenaga kesehatan.   Kata Kunci: Beban Kerja; Psychological Distress; Tenaga Kesehatan.
Partisipasi Siswa Terhadap Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah di SMA 1 dan SMA 2 Kecamatan Nisam Aceh Utara Maulida, Suci; Ichwansyah, Fahmi; Mainita, Mainita
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1077

Abstract

UKS (Usaha kesehatan sekolah) sebagai salah satu program pemerintah bidang kesehatan di lingkungan sekolah membutuhkan partisipasi siswa untuk mecapai keberhasilannya. Partisipasi siswa dalam pelaksanaan program UKS dibutuhkan untuk memastikan bahwa program UKS berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi siswa terhadap pelaksanaan program usaha kesehatan sekolah. Desain penelitian ini adalah descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa yang ada di 2 SMA Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara sebanyak 532 siswa. Sampel diambil sebanyak 84 sampel dengan teknik secara propotional sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan P=0.148, tidak ada pengaruh pelayanan kesehatan P=0.105 dan tidak ada pengaruh pembinaan lingkungan sekolah sehat P=0.116 terhadap pelaksanaan program UKS di SMA 1 dan SMA 2 Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara tahun 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program UKS di SMA 1 dan SMA 2 Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara tahun 2023 tidak dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Nisak, Khairun; Fahdhienie, Farrah; Ichwansyah, Fahmi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1161

Abstract

Penyakit TB paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Aceh, disebabkan oleh kuman micobacterium tuberculosis yang dapat tertular dari percikan batuk berdahak yang mengandung banteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya. Jenis Penelitian ini bersifat analitik dengan desain Case Control Study. Populasinya 30 penderita TB paru di wilayah kerja puskesmas Ingin Jaya dengan perbandingan 1:1, jumlah sampel diambil menggunakan total sampling yaitu 30 kasus dan 30 kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan chi square, menunjukkan bahwa faktor yang berisiko terjadinya TB paru yaitu kontak erat (p =0.006), pengetahuan (p= 0.045), komorbid (p= 0.020), dan merokok (p =0.004) berhubungan dengan risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya. Disarankan kepada petugas penanggung jawab TB untuk memberikan perhatian yang lebih kepada penderita TB paru seperti membuat program yang mengarahkan pada peningkatkan pencegahan penularan penyakit TB paru seperti penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
Co-Authors . Zulfan Abidah Nur Abidah Nur Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Ali Abubakar Ali Muktadin, Rahmat Amin, Fauzi Ali Amiruddin Amiruddin Ananda, Nurul ar, aiyup Aripin Ahmad, Aripin Ariscari, Putri Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Aryandi Darwis Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asri Jumadewi Aulina Adamy Azkia, Nisa Ulfa Azwar, Eddy Basri Aramico Basri Aramico, Basri Cholila, Cholila Citra, Mulia Cut Badriya Cut Nasrulsyah Dasrin Dasrin Debri Rizki Faisal Dedi Andria Desiana, Cut Rahmah Dewi Ariani Dorista, Eva Eka Fitria Eka Fitria Eka Fitria Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Fahdhiene, Farrah Faisal Abdurahman Faisal Faisal Faisal, Debri Rizki Farrah Fahdhienie Finisa Balkis Fitriasih, Desi Hafnidar Hafnidar Halimatussakdiah Halimatussakdiah Harbiyah, Harbiyah Hasnur, Hanifah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iin Fitraniar Indra Gunawan Irhamna, Dian Ayu Irwan Saputra Irwana Wahab, Irwana Ismardiani, Yossi Jontari Jontari Khaira, Niswatul M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Maifrizal Maifrizal Mainita, Mainita Mairani, Tiara Maulida, Suci Maulidya, Rizki Melania Hidayat Melania Hidayat Meutia Zahara Mira Gusweni Muhammad Syam Siddiq AR Munawir Munawir Murniati Murniati Naimah Naimah Naimah Naimah Nazlia Nazlia Nelly Marissa Nelly Marissa Nelly Marissa Nira Una Nisak, Khairun Novianti, Hernia Nur Ramadhan, Nur Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurma Nurma Onetusfifsi Putra Rachmatilllah.YS, Rafif Radhiah Zakaria Rahmadiana, Rahmadiana Rahmat, Said Muhakikin Raisuli Ramadhan Ramadhan, Raisuli Rasmi, Rika Irma Razali Razali Sahayati Windy Afreli Said Usman SARI, CINDY CINTA Saripah Nur Septiani, Riza Serly Riski Amanda Shella Novia Siska Riani syarifuddin anwar Tahara Dilla Santi Tati Suryati Teuku Reza Ferasyi Tiarasari, Intan Tisha Lazuana Ulfa, Lisa Mutia Ulfina Usman, Said Yanti, Cut Aini Fauzi Yusnidar Yusnidar Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah