Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP VAKSIN COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH Faisal, Debri Rizki; Marissa, Nelly; Ramadhan, Nur; Nur, Abidah; Ichwansyah, Fahmi; Fitria, Eka; Ramadhan, Raisuli; Suryati, Tati; Putra, Onetusfifsi
Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.04.4

Abstract

Banyak hoaks yang beredar di masyarakat tentang Covid-19 membentuk persepsi yang salah sehingga menyebabkan rendahnya penerimaan masyarakat terhadap vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat terhadap vaksin Covid-19 di Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan pengumpulan data secara online menggunakan Google form dengan responden berusia ≥18 tahun yang berdomisili di Kota Banda Aceh. Analisis data dengan uji Chi square dengan 95% confident interval. Hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 258 orang dengan status belum divaksin sebanyak 14,34%. Distribusi skor persepsi manfaat pada responden yang vaksin lebih baik dibandingkan dengan responden yang tidak vaksin. Persepsi masyarakat yang rendah terhadap manfaat vaksin berhubungan secara signifikan terhadap penolakan vaksin (p value ≤ 0,05). Risiko untuk tidak vaksin pada responden yang berpersepsi: vaksin tidak melindungi infeksi Covid-19 (PR = 3,51, 95% CI = 1,74-7,06); vaksin tidak mengurangi keparahan akibat Covid-19 (PR = 6,57, 95% CI = 3,00-14,36); dan program vaksin bukan untuk membentuk herd immunity (PR = 6,71, 95% CI = 2,76-16,30). Berdasarkan dorongan untuk vaksin yaitu  informasi yang tidak memadai (PR = 7,96, 95% CI = 2,93-21,63); dan vaksin belum dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) (PR =  4,77, 95% CI = 2,01-11,31) berhubungan dengan status tidak vaksin responden. Persepsi masyarakat akan manfaat Covid-19 menjadi faktor utama yang melandasi masyarakat bersedia untuk divaksin Covid-19. Peran pemerintah dan stakeholder dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang vaksin kepada masyarakat adalah kunci untuk memberikan pengetahuan yang benar dan menangkal informasi hoaks sehingga meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap vaksin.  
Measurement of Noise Intensity in the Al-Mahirah Lamdingin Market Area, Banda Aceh City in 2024 Ali Muktadin, Rahmat; Fahmi Ichwansyah; Tiara Mairani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 11: NOVEMBER 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i11.6291

Abstract

Introduction: Noise is a fairly important issue, especially in relation to comfort. Excessive noise levels in markets can have very dangerous negative impacts in many ways, namely health impacts as well as psychological and technical impacts. Objective: The purpose of this study is to identify the noise level that occurs in the market area using a Sound Level Meter (SLM) and to map the noise level in the Al-mahirah Lamdingin market. Methods: This study uses an observation method, data collection is carried out by direct observation and measurement of the research object. The sample in this study is one of the sectors of the community trade center, namely the Al-Mahirah Lamdingin market in Banda Aceh city which consists of 93 kiosks with 639 traders. Inclusion criteria are places where people often gather and pass by, areas that are flanked by lots of noise and come from different sources and machines that operate more than 4 hours in 1 day. Exclusion criteria are locations/areas that do not have noise sources and are far from the main road shoulder, machines that operate for less than 4 hours and operate only at certain times. Data were analyzed using Microsoft Excel software. Results: The results of the study showed that the noise intensity at the Al-Mahirah Lamdingin Market was already in the risky category because it had the highest noise intensity of 55.2 dBA, but did not exceed the threshold value that had been set, namely 65 dBA. Conclusion: Based on the measurement of noise intensity in the Al-Mahirah Lamdingin market, the noise intensity value does not exceed the noise quality standard value but is already at a risky stage because the measurement results are close to the set quality standard and the frequency and time of noise exposure are quite long with the target group. It is necessary to carry out control at each point such as changing the layout of the machine so that the noise does not collect in one place and the use of Hearing Protection Equipment (APT) or it can be by controlling the device, be it equipment renewal or repair.
GAMBARAN POLA MAKAN (JUMLAH, FREKUENSI, DAN JENIS MAKANAN) DAN AKTIVITAS FISIK MURID SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 56 BANDA ACEH KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH ar, aiyup; Fahdhiene, Farrah; Ichwansyah, Fahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33863

Abstract

Pola makanan ialah tindakan atau perilaku individu dalam memenuhi kebutuhan makananya yang meliputi sikap, kepercayan, dan makanan yang dipilih. Aktivitas fisik adalah semua kegiatan atau gerakan tubuh yang terdiri dari edukasi fisik, kegiatan masyarakat dan aktivitas diwaktu luang yang dapat menimbulkan aktivitas otot sehingga menghasilkan peningkatan pengeluaran energi. Pola makanan dan aktivitas fisik sangat berpengaruh terhadap keseimbangan energi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui gambaran pola makan dan aktivitas fisik murid sekolah dasar negeri (SDN) 56 Banda Aceh Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan sampel sebanyak 50 orang siswa, dan menggunakan analisis data univariat. Hasil dari penelitian ini maka dapat diketahui bahwa gambaran aktivitas fisik terbanyak pada kategori aktivitas fisik tinggi dengan nilai frekuensi 18 (36%), jenis makanan terbanyak pada kategori lengkap dengan nilai frekuensi 36 (72%), frekuensi makan terbanyak pada kategori normal dengan nilai frekuensi 50 (100%), dan jumlah makan terbanyak pada kategori normal dengan nilai frekuensi 48 (96%).
Pengaruh Konsumsi Simplisia Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Dan Daun Sirsak (Annona Muricata) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Darah Pada Penderita Hiperkolesterolemia zahara, amelia; santi, tahara dilla; ichwansyah, fahmi; abdullah, asnawi; zakaria, radhiah; maulidya, rizki
Jurnal Dunia Gizi Vol 7, No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v7i2.6294

Abstract

Pendahuluan: Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis,  diabetes melitus, gangguan tiroid, dan penyakit ginjal. Daun salam dan daun sirsak telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional yang diketahui memiliki potensi sebagai agen hipokolesterolemik. Daun salam mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri. Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, flavonoid, alkaloid, dan fitosterol memiliki efek menurunkan kolesterol, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara ilmiah efek pemberian simplisia daun salam dan daun sirsak terhadap kadar kolesterol darah pada penderita Hiperkolesterolemia Tujuan: untuk mengevaluasi penurunan kadar kolesterol darah pada penderita hiperkolesterolemia dengan pemberian simplisia daun salam dan sirsak secara nonfarmakologis. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan True Eksperimental serta menggunakan desain kuantitatif pre dan post test yang terdiri dari tiga kelompok yaitu kelompok intervensi pemberian simplisia daun salam, daun sirsak dan kelompok control. Jumlah responden 45 pasien yang didiagnosis hiperkolesterolemia secara medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol darah saat posttest kelompok yang diberikan simplisia daun salam lebih rendah dengan rata-rata penurunan sebesar -76,73 dibandingkan dengan kelompok yang diberikan simplisia daun sirsak, yang rata-rata penurunannya sebesar -66,40. Kedua kelompok mengalami penurunan kadar kolesterol darah setelah diberikan intervensi, namun angka penurunan pada kelompok dengan intervensi simplisia daun salam lebih besar, dengan nilai p-value (p0,05). Kesimpulan: Setelah pemberian intervensi, kelompok yang diberikan simplisia daun salam mengalami penurunan kadar kolesterol yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang diberikan simplisia daun sirsak. Simplisia daun salam berpotensi sebagai terapi tambahan untuk hiperkolesterolemia pada pasien hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.Kata Kunci: Daun Salam, Daun Sirsak, Hiperkolesterolemia
Analisis faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental pada petugas kesehatan Aprilia, Devi; Ichwansyah, Fahmi; Aramico, Basri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.732

Abstract

Background: Mental health is an important public health problem in Indonesia due to its high prevalence and the economic and social impacts it causes. The magnitude of suffering and burden in the form of disability and costs that must be borne by families and communities is truly astonishing. In recent years, the world has become increasingly aware of this enormous burden and potential for mental health, so that special attention is needed to address mental health problems. Purpose: To analyze factors related to mental health problems in health workers in hospitals. Method: This analytical descriptive study used a cross-sectional design to analyze factors related to mental health problems in health workers at the class IV IM 06.01 Lhokseumawe Regional General Hospital for the period 24-30 June 2024. The study sample was collected using a simple random sampling technique of 170 respondents, excluding officers who were pregnant and on a diet. The independent variables in this study include: Body Mass Index (BMI), age, gender, education, marital status, social support, and hypertension, while the dependent variable is mental health problems (depression, anxiety, and stress). Data collection was carried out directly through observation and interviews with respondents using a questionnaire instrument. Results: The variables of age, social support, BMI, hypertension, physical activity, diet, length of service, and job satisfaction have a correlation with the occurrence of mental health problems with a p value <0.05, while the variables of gender, marital status, and profession do not predominantly influence mental health problems (p value > 0.05). The majority of respondents have normal mental health as much as 70.6%, do not experience depression as much as 68.8%, do not experience anxiety as much as 68.82%, and are not stressed as much as 67.1%. Conclusion: The variables of age, social support, BMI, hypertension, physical activity, diet, length of service, and job satisfaction have a correlation with the occurrence of mental health problems. In contrast, the variables of gender, marital status, and profession do not predominantly influence mental health problems. Suggestion: Health services can organize training and education programs on the importance of a healthy lifestyle, including balanced nutrition and the benefits of physical activity.   Keywords: Health Workers; Hospitals; Mental Health.   Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia karena prevalensinya yang tinggi serta dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan. Besarnya penderitaan dan beban dalam hal kecacatan dan biaya yang harus ditanggung, baik keluarga maupun masyarakat sangat mengejutkan. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menjadi semakin sadar akan beban dan potensi yang sangat besar ini untuk kesehatan mental, sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap permasalahan kesehatan mental. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental pada petugas kesehatan di rumah sakit. Metode: Penelitian deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental pada petugas kesehatan di Rumah Sakit TK IV IM 06.01 Lhokseumawe pada tanggal 24-30 Juni 2024. Sampel penelitian dikumpulkan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 170 responden, dikecualikan untuk petugas yang sedang hamil dan menjalani diet. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi: Indeks Massa Tubuh (IMT), usia, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, dukungan sosial, dan hipertensi, sedangkan variabel dependen yaitu masalah kesehatan mental (depresi, kecemasan, dan stress). Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui observasi dan wawancara kepada responden menggunakan instrumen kuesioner. Hasil: Variabel usia, dukungan sosial, IMT, hipertensi, aktivitas fisik, pola makan, lamanya bekerja, dan kepuasan kerja memiliki korelasi terhadap terjadinya masalah kesehatan mental dengan p-value <0.05, sedangkan variabel jenis kelamin, status pernikahan, dan profesi kerja tidak secara dominan memengaruhi masalah kesehatan mental (p-value >0.05). Mayoritas responden memiliki kesehatan mental yang normal sebanyak 70.6%, tidak mengalami depresi sebanyak 68.8%, tidak mengalami kecemasan sebanyak 68.82%, dan tidak stres sebesar 67.1%. Simpulan: Variabel usia, dukungan sosial, IMT, hipertensi, aktivitas fisik, pola makan, lamanya bekerja, dan kepuasan kerja memiliki korelasi terhadap terjadinya masalah kesehatan mental. Disisi lain, variabel jenis kelamin, status pernikahan, dan profesi kerja tidak secara dominan memengaruhi masalah kesehatan mental. Saran: Layanan kesehatan dapat menyelenggarakan program pelatihan dan edukasi mengenai pentingnya gaya hidup sehat, termasuk nutrisi seimbang dan manfaat aktivitas fisik.   Kata Kunci: Kesehatan Mental; Petugas Kesehatan; Rumah Sakit.
COMMUNICATION RELATIONSHIP OF HEALTH WORKERS TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF BASIC IMMUNIZATION IN THE WORKING AREA OF BLANG KUTA HEALTH CENTER, BANDAR DUA DISTRICT, PIDIE JAYA REGENCY Munawir, Munawir; Ichwansyah, Fahmi; Azwar, Eddy
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v9i2.2064

Abstract

Background: Basic immunization coverage in Pidie Jaya Regency from January to December was 29.6% for measles immunization. One of the health centers with the lowest basic immunization is Blang Kuta at 12.9%. This research aims  to determine the relationship between health worker communication and the implementation of basic immunization in the work area of the Blang Kuta Health Center. Methods: This research is descriptive- analytic with a cross-sectional design. The population in this study was 145 mothers who had babies aged 0-12 years in the Blang Kuta Community Health Center working area. The sample, consisted of 60 respondents who were determined using the Proportional Random Sampling technique. Data analysis used the Chi-Square test with SPSS. Results: Based on univariate analysis shows that the implementation of basic immunization in the Kuta Blang Health Center working area is still low (61.7%), there is a lack of information sources (71.7%), there is a lack of media (76.7%), there is a lack of communication messages (73.3%), lack of recipients of information (58.3%). Based on bivariate analysis, there is a relationship between information sources (p value=0.012), communication messages (p value=0.043), and recipients of information (p value=0.015) on the implementation of basic immunization in the Blang Kuta Community Health Center Working Area in 2019. Recommendation: Health workers should improve their effective communication skills, so they can  provide good and clear information about immunization procedures to the public, especially mothers who have babies and toddlers.
Determinan Pemanfaatan Layanan Kesehatan Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran di Puskesmas Piyeung Kabupaten Aceh Besar 2024 Nira Una; Fahmi Ichwansyah; Mira Gusweni
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5230

Abstract

Piyeung Health Center is recorded as the health center with the 5th lowest number of visits out of 28 health centers in Aceh Besar District. This is a concern because, although Piyeung Health Center has provided health services for BPJS Kesehatan participants in the PBI category, the low number of visits indicates that there are obstacles that hinder the optimization of the use of these services. This study aims to see the factors that cause the low number of visits at Piyeung Health Center. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population was 3,394, and samples were taken using the accidental sampling technique of 100 respondents. Data analysis was carried out using the Chi-square test using SPSS version 30 with a significance level of 95%. The results of the univariate analysis showed that 88.0% of respondents had a good level of knowledge, 71.0% of respondents had easy accessibility, and 80.0% of respondents reported good health facilities. Meanwhile, 77.0% of respondents considered the actions of officers to be less than good, and 57.0% of respondents felt good family support. Bivariate analysis showed that officer actions (p-value 0.044), accessibility (p-value 0.002), and health facilities (p-value 0.006) had a significant relationship with the utilization of health services, while the level of knowledge (p-value 0.140), employment (p-value 0.222) and family support (p-value 0.078) did not show a significant relationship with the utilization of health services.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Minat Kunjungan Pasien Peserta BPJS di Puskesmas Kopelma Darussalam Tahun 2022 Desiana, Cut Rahmah; Ichwansyah, Fahmi; Ariscasari, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3779

Abstract

ABSTRACTKesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup dengan layak dan produktif. Puskesmas Kopelma Darussalam merupakan salah satu pusat kesehatan masyarakat yang ditunjuk pemerintah kota Banda Aceh untuk melayani kesehatan di wilayah Kopelma Darussalam dan sekitarnya. Namun, di Puskesmas Kopelma Darussalam,  jumlah kunjungan pasien BPJS mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2019 dan tahun 2020 dan kembali meningkat pada tahun 2021. Penurunan jumlah kunjungan mengindikasikan kemungkinan adanya ketidakpuasan  pasien terhadap kualitas pelayanan yang diberikan sehingga mempengaruhi tingkat pemanfaatan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan terhadap minat kunjungan pasien peserta BPJS di Puskesmas Kopelma Darussalam tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien peserta BPJS yang menggunakan layanan di Puskesmas Kopelma Darussalam yang berjumlah 14.634 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 100 responden dan Analisis data menggunakan chi square. Pengumpulan data dilaksanakan pada 15-22 Juli 2023 dengan membagikan kuesioner dan wawancara, yang dibantu oleh 1 orang enumerator dan staf administrasi puskesmas. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa pasien BPJS yang berminat berkunjung ke Puskesmas sebesar 70,00%, daya tanggap tenaga kesehatan baik sebesar 49%, kehandalan petugas Kesehatan baik sebesar 58%, jaminan pasien terhadap pelayanan dari tenaga Kesehatan baik sebesar 55%, empati tenaga Kesehatan baik sebesar 58%, dan bukti langsung puskesmas baik sebesar 64%. Hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan daya tanggap (p-value: 0,0001), kehandalan (p-value: 0,017), jaminan (p-value: 0,004), empati (p-value: 0,0001) dan bukti fisik (p-value: 0,005) terhadap minat kunjungan pasien peserta BPJS di Puskesmas Kopelma Darussalam tahun 2023. Kesimpulan dari penelitian ini, adanya hubungan daya tanggap, kehandalan, jaminan, empati dan bukti fisik di Puskesmas Kopelma Darussalam tahun 2022. Diharapkan meningkatkan mutu pelayanan pada dimensi daya tanggap dan empati yang dirasa kurang baik dan mempertahankan mutu yang sudah baik agar tetap maksimal.Kata Kunci : BPJS, Minat Kunjungan, Mutu Pelayanan KesehatanHealth is a basic human need to be able to live properly and productively. Puskesmas Kopelma Darussalam is one of the community health centers appointed by the Banda Aceh city government to serve health in the Kopelma Darussalam area and its surroundings. However, at the Kopelma Darussalam Health Center, the number of BPJS patient visits decreased for two consecutive years in 2019 and 2020 and increased again in 2021. The purpose of this study is to determine the relationship between the quality of health services and the interest in visiting patients of BPJS participants at the Kopelma Darussalam Health Center in 2023. This study was an observational study with a Cross-sectional design. The population in this study was all patients participating in BPJS who used services at the Kopelma Darussalam Health Center which amounted to 14,634 people. The sampling method uses accidental sampling of 100 respondents and data analysis using chi-square. Data collection was carried out by distributing questionnaires and interviews, which were assisted by 1 enumerator and puskesmas administrative staff. The results of univariate research show that 70.00% of BPJS patients are interested in visiting the Community Health Center, the responsiveness of health workers is good at 49%, the reliability of health workers is good at 58%, the patient's guarantee of service from health workers is good at 55%, the empathy of health workers is good. good by 58%, and direct evidence of good health centers by 64%. The results of the bivariate test obtained a relationship between responsiveness (p-value: 0.0001), reliability (p-value: 0.017), assurance (p-value: 0.004), empathy (p-value: 0.0001) and physical evidence (p-value: 0.005) on the interest in visiting patients participating in BPJS at the Kopelma Darussalam Health Center in 2023. It is expected to improve service quality on the dimensions of responsiveness and empathy that are considered not good and maintain good quality to remain maximal. Keywords: bpjs, Interest In Visiting, Quality Of Health Services
Analisis Faktor Risiko Penyebab Kelelahan Kerja Pada Petugas Keamanan di PT Jannata Group Indonesia Rahmat, Said Muhakikin; Ariscari, Putri; Ichwansyah, Fahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3788

Abstract

Satpam memiliki tugas pokok yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personel, informasi dan pengamanan teknis lainnya.  Berdasarkan (ILO) tahun 2019 menunjukkan sekitar 32% pekerja dunia mengalami kelelhan akibat pekerjaan yang mereka lakukan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa petugas keamanan yang bekerja pada shift malam lebih mudah kelelahan dibandingkan petugas keamana yang bekerja pada shift pagi. Hal ini disebabkan karena aktivitas pada saat pagi hari petugas keamanan juga melakukan aktivitas saat di rumah,  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan Kelelahan Kerja Pada Petugas Keamanan Di PT Jannata Group Indonesia Gampong Ulee Tuy Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah petugas keamanan berjumlah 55 orang, metode sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan 28 Januari s/d 5 Februari 2023. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil analisis univariat variabel 60% responden mengalami kelelahan kerja, responden yang memiliki waktu kerja 24 jam hanya 3.6%, sebagian besar (74.5%) responden memiliki usia produktif,  shift kerja 1 kali 18.2%, 38.2% responden mengalami beban kerja Berat dan 69.1% responden memiliki kuantitas yang tidur cukup. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada variabel independent yang berhubungan dengan variabel dependent (kuantitas tidur = p-value 0,156, CI95%, beban kerja = p-value 0.823, CI95%, waktu kerja = p-value 0,446, shift kerja = p-value 0,621 dan umur = p-value 0,521).Kata Kunci :Kelelahan Kerja, Beban Kerja, Waktu Kerja,  Kuantitas Tidur, Shift Kerja.Security guards have the main task of maintaining security and order in their workplace which includes aspects of physical security, personnel, information and other technical security. According to the ILO in 2019, around 32% of world workers experience fatigue due to the work they do. Based on the results of research conducted, information was obtained that security officers who work on the night shift get tired more easily than security officers who work on the morning shift. This is because security officers also carry out activities in the morning at home. The aim of this research is to determine the factors related to work fatigue among security officers at PT Jannata Group Indonesia Gampong Ulee Tuy, Darul Imarah District, Aceh Besar Regency in 2023. Analytical descriptive research method with a cross sectional research design. The population of this study was 55 security officers. The sample consisted of 55 respondents. Data collection was carried out from January 28 to February 5 2023. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Based on the results of univariate analysis of variables, 60% of respondents experienced work fatigue, only 3.6% of respondents had 24 hour work hours, the majority (74.5%) of respondents were of productive age, 18.2% worked 1 shift, 38.2% of respondents experienced heavy workload and 69.1% % of respondents have sufficient quantity of sleep. The results of the bivariate analysis showed that there were no independent variables that were related to the dependent variable (sleep quantity = p-value 0.156, CI95%, workload = p-value 0.823, CI95%, working time = p-value 0.446, work shift = p-value 0.621 and age = p-value 0.521).Keywords: Work Fatigue, Workload, Working Time, Age, Sleep Quantity, Work Shift
Budaya Madeung Ibu Post Partum di Gampong Tumpok Ladang Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat yusnidar, yusnidar; Ichwansyah, Fahmi; Harbiyah, Harbiyah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2020): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menemukan pengalaman dalam menjalani madeung dimula dari mandi setelah melahirkan, melakukan urut/kusuk badan, menggunakan ramuan untuk bagian luar dan ramuan untuk minum, melakukan meutangeh (pengasapan), mandi pada hari kesepuluh. Keinginan madeung adalah keinginan sendiri dan juga adanya dukungan dari orangtua. Budaya madeung pada masyarakat Tumpok Ladang hampir sama dengan daerah Aceh lainnnya seperti mandi setelah melahirkan, menggunakan ramuan. Namun pada masyarakat Tumpok Ladang melakukan Meutangeh sedangkan daerah lain di Aceh melakukan Sale, pada masyarakat Tumpok Ladang selama madeung tidak melakukan pantangan makanan dan masih tetap memberikan ASI pada bayi. Hasil dari FGD disimpulkan bahwa budaya madeung sudah ada zaman dulu karena yang diwariskan secara turun temurun yang berguna untuk kesehatan ibu melahirkan. Sepengetahuan semua narasumber madeung sudah ada sejak dulu dan sampai sekarang masih di terapkan di tengah masyarakat. Bagi Stakeholder Kabupaten Aceh Barat, dapat mengadakan pelatihan pijat nifas yang benar kepada dukun kampung di Kecamatan kaway XVI agar pijat yang dilakukan oleh dukun kampung tidak membahayakan bagi ibu nifas dan dapat melakukan pengujian terhadap herbal yang digunakan sebagai ramuan.
Co-Authors . Zulfan Abidah Nur Abidah Nur Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Ali Abubakar Ali Muktadin, Rahmat Amin, Fauzi Ali Amiruddin Amiruddin Ananda, Nurul ar, aiyup Aripin Ahmad, Aripin Ariscari, Putri Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Aryandi Darwis Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asri Jumadewi Aulina Adamy Azkia, Nisa Ulfa Azwar, Eddy Basri Aramico Basri Aramico, Basri Cholila, Cholila Citra, Mulia Cut Badriya Cut Nasrulsyah Dasrin Dasrin Debri Rizki Faisal Dedi Andria Desiana, Cut Rahmah Dewi Ariani Dorista, Eva Eka Fitria Eka Fitria Eka Fitria Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Fahdhiene, Farrah Faisal Abdurahman Faisal Faisal Faisal, Debri Rizki Farrah Fahdhienie Finisa Balkis Fitriasih, Desi Hafnidar Hafnidar Halimatussakdiah Halimatussakdiah Harbiyah, Harbiyah Hasnur, Hanifah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iin Fitraniar Indra Gunawan Irhamna, Dian Ayu Irwan Saputra Irwana Wahab, Irwana Ismardiani, Yossi Jontari Jontari Khaira, Niswatul M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Maifrizal Maifrizal Mainita, Mainita Mairani, Tiara Maulida, Suci Maulidya, Rizki Melania Hidayat Melania Hidayat Meutia Zahara Mira Gusweni Muhammad Syam Siddiq AR Munawir Munawir Murniati Murniati Naimah Naimah Naimah Naimah Nazlia Nazlia Nelly Marissa Nelly Marissa Nelly Marissa Nira Una Nisak, Khairun Novianti, Hernia Nur Ramadhan, Nur Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurma Nurma Onetusfifsi Putra Rachmatilllah.YS, Rafif Radhiah Zakaria Rahmadiana, Rahmadiana Rahmat, Said Muhakikin Raisuli Ramadhan Ramadhan, Raisuli Rasmi, Rika Irma Razali Razali Sahayati Windy Afreli Said Usman SARI, CINDY CINTA Saripah Nur Septiani, Riza Serly Riski Amanda Shella Novia Siska Riani syarifuddin anwar Tahara Dilla Santi Tati Suryati Teuku Reza Ferasyi Tiarasari, Intan Tisha Lazuana Ulfa, Lisa Mutia Ulfina Usman, Said Yanti, Cut Aini Fauzi Yusnidar Yusnidar Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah