p-Index From 2021 - 2026
9.568
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Industri Pertanian Jurnal Pangan dan Gizi METANA Jurnal Teknik Kimia USU Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Agrointek Jurnal Pangan dan Agroindustri Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian) JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian JST ( Jurnal Sains Terapan ) Indonesian Food and Nutrition Progress Biosel: Biologi Science and Education MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Riau Journal of Empowerment Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jambura Journal of Chemistry Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Agritechno Journal of Food and Culinary Jurnal Pemberdayaan Masyarakat FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Jurnal Abdi Insani Food ScienTech Journal International Journal of Advance Tropical Food (IJATF) Jurnal Triton Community Empowerment Agrokompleks Jurnal Sains Boga Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Teknik Kimia USU Jurnal Teknologi Pangan Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia Journal of Agri-Food Science and Technology (JAFoST) Mediagro Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Jurnal Agrifoodtech Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Coffee and Sustainability Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bahan Pengisi Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pada Granul Effervescent Temulawak Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurlaili, Enny Purwati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25254

Abstract

Temulawak merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk granul effervescent karena selain dapat menutupi rasa pahit temulawak juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi maltodekstrin dan xylitol dengan variasi lama pengeringan yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap sifat fisikokimia granul effervescent temulawak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Granul effervescent temulawak yang dihasilkan memiliki kadar total fenol 0,05-0,07 mg/g dan kecepatan larut 0,04- 0,05g/s. Granul tersebut juga memiliki tingkat higroskopisitas atau daya serap air sebanyak 1,92-2,21%. Kadar air yang terkandung dalam produk sebanyak 1,40-1,94% (b/b). Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan Tingkat kesukaan 2,93 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna yang cukup kuning, rasa agak pahit, rasa cukup asam, dan rasa cukup manis. Produk dengan perlakuan bahan pengisi xylitol dan lama pengeringan 3 jam paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.Kata Kunci : Temulawak; granul effervescent; maltodekstrin; pengeringan; xylitol.
Karakteristik Fisikokimia Chips Kacang Merah Dengan Pengikat Tepung Flaxseed Dan Bumbu Yang Berbeda Mariska, Nurul Putri; Hanannita, Annisa Salma; Yusnia, Hanifa; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v9i2.23489

Abstract

Bumbu rempah dapat ditambahkan pada pembuatan chips. Diversifikasi dilakukan dengan menggunakan tepung kacang merah yang digunakan pada bahan dasar pembuatan chips dan menggunakan tepung flaxseed sebagai pengikatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakteristik chips yang dihasilkan dengan menambahkan berbagai bumbu rempah yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 varian bumbu yang berbeda yaitu bumbu rendang, bumbu gulai, bumbu kari dan juga bumbu opor. Hasil analisis warna menunjukkan bahwa chips dengan warna paling cerah adalah chips dengan penambahan bumbu rendang. Hasil analisis tekstur menujukkan bahwa chips dengan tekstur paling renyah adalah chips dengan penambahan bumbu gulai. Hasil analisis kadar air yang paling mendekati SNI yang telah ditentukan adalah chips dengan penambahan bumbu opor. Hasil analisis kadar abu yang paling mendekati SNI yang telah ditentukan adalah chips dengan penambahan bumbu gulai. Hasil uji deskriptif chips dengan penambahan bumbu menghasilkan tidak adanya perbedaan nyata pada semua parameter yang telah diujikan. Hasil uji hedonik chips dengan penambahan bumbu adalah panelis lebih menyukai chips dengan penambahan bumbu kari.
Pengaruh Jenis Beras dan PreTreatment Penyangraian Terhadap Karakteristik Fisikokimia Beras Kencur Instan Adhim, M. Fauzul; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25257

Abstract

Kencur merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk beras kencur instan menjadi salah satu potensi pemanfaatan kencur yang selama ini diolah secara tradisional juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Percobaan Faktorial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis beras terhadap sifat fisik dan sensoris minuman beras kencur instan serta mengetahui pengaruh pre treatment penyangraian beras terhadap sifat fisiokimia maupun sensoris minuman beras kencur instan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Beras Kencur Instan yang dihasilkan memiliki kadar air 0,78-0,92% dan kadar abu 0,42-0,52%. Serbuk tersebut juga memiliki tingkat tingkat kelarutan 93,33%. Aktivitas Antioksidan yang terkandung dalam produk sebanyak 14,49-23,51% . Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan tingkat kesukaan 3,1 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna kehitaman dan agak kemerahan mempengaruhi deskripsi panelis. Produk dengan perlakuan Penyangraian+Penepungan Beras Putih (STP) paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.
Pemetaan Dimensi Ketahanan Pangan berbasis Web GIS dan Metode TOPSIS Rizky Muliani Dwi Ujianti; Mega Novita; Iffah Muflihati
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 21 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v21i3.1730

Abstract

Ketahanan pangan di suatu wilayah ditentukan oleh tersedianya pangan yang tepat dan memadai. Dalam memetakan dimensi ketahanan pangan ini diperlukan Web Geografhic Information System (GIS). Penelitian menggunakan mix method kualitatif dan kuantitatif yaitu kombinasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), metode pengembangan Web GIS menggunakan metode McCall. Data spasial yang digunakan: batas administrasi Kab. Kendal, titik lokasi kecamatan, jumlah dari beberapa variabel ketahanan pangan. Data non spasial: keterangan penjelasan tentang dimensi ketahanan, dan foto foto kegiatan. Pengumpulan data sekunder bersumber dari instansi pemerintah dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Hasil penelitian dari metode TOPSIS berupa data perangkingan alternatif dimensi ketahanan pangan pada kecamatan dan peta Web GIS sesuai dengan beberapa variabel yaitu prasarana penyedia pangan yaitu rumah makan, penduduk, pengguna air bersih, jumlah tenaga kesehatan, jumlah puskesmas pembantu dan jumlah puskesmas, sedangkan hasil dari metode McCall mendeskripsikan bahwa total kualitas pengembangan WebGIS ini 61,05 yang berada dalam kategori baik. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut berdasarkan variabel ketahanan pangan yang lain ataupun untuk pemetaan daerah lain, sehingga diperoleh penggambaran yang lebih kompleks mengenai potensi dimensi ketahanan pangan pada suatu wilayah.
THE EFFECT OF SODIUM ALGINATE - CALCIUM CHLORIDE AS AN EDIBLE COATING ON WEIGHT LOSS, TPT AND COLOR OF FRESH CUT PEARS DURING COLD STORAGE Paramita, Diva Julia; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa; Umiyati, Rini
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 1 (2026): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v10i1.7869

Abstract

Pears (Pyrus pyrifolia) are tropical fruits with a sweet taste, crisp texture, and high water content. Cut pears have a short shelf life of 3-5 days due to enzymatic browning and physical damage after cutting. One method to extend shelf life is the use of edible coatings. This study aimed to test the effectiveness of sodium alginate and calcium chloride as coatings for cut pears in maintaining physical quality and extending shelf life. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors: the first factor was sodium alginate concentration and the second factor was calcium chloride concentration. Pear coating was carried out by making a solution of sodium alginate and calcium chloride with concentrations of 1% and 2%, respectively. The coating process was carried out using the dipping method. The pears were washed and then peeled. The samples were then dipped in a sodium alginate solution for 2 minutes, and then dipped in a calcium chloride solution for 1 minute. Then the pears were stored at 4 Celcius degree and tested for 0, 6, and 12 days. Based on the results of the study, it showed that coating using sodium alginate and calcium chloride was able to suppress the increase in weight loss, total soluble solids, and maintain the color value of the pears. At a concentration of 2% sodium alginate and 1% calcium chloride, it had an effect on slowing down the decline in pear quality during storage. Keywords: Fresh Cut Pears, Edible Coating, Calcium Chloride, Pears, Sodium Alginate
Penerapan Metode Enzimatis pada Pembuatan Gula Cair dengan Lama Sakarifikasi dan Konsentrasi Substrat yang Berbeda Lestari, Ayu Wiji; Muflihati, Iffah
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v15i1.18141

Abstract

Liquid sugar is utilized in the food and beverage industry due to its advantages of being non-crystallizing, practicable, soluble, and visually improved appearance. The horned banana, in particular, contain high levels of carbohydrates and starch, having the potential development into liquid sugar through enzymatic hydrolysis using α-amylase and glucoamylase enzymes. The aim of this study to determine the treatment resulting in the highest yield of reducing sugars and review the effect of long saccharification and substrate concentration of horned banana starch, on the physicochemical of liquid sugar. The horned bananas was gelatinized a temperature of 75°C using starch concentrates of 15%, 20%, and 25%, liquefied for 6 and 8 hours, and vaporized for 24 hours at 60°C. These results prove that the longer the duration of saccharification and the higher the starch substrate concentrate, the high yield, reducing sugar content, dextrose equivalent, and °Brix value. The optimal treatment was 8 hours of saccharification and a 25% starch substrate. This produced a yield of 59.89%, a reducing sugar content of 25.64%, a DE (dextrose equivalent) of 16.77%, and a TPT (°Brix) of 29.87%.
Effect of Modified Kimpul Flour Substitution and Glycerol Monostearate Concentration on The Physicochemical and Sensory Properties of Sweet Bread Siti Nurlaela Setianingsih; Rizky Muliani Dwi Ujianti; Iffah Muflihati; Fafa Nurdyansyah; Mega Novita; Diva Julia Paramita; Shindi Nofitasari; Dola Mareta Anggarini; Abdillah Fathan Generus Annajah
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.679-683

Abstract

Wheat flour is the primary ingredient in sweet bread production, yet its import-dependent supply in countries like Indonesia prompts the need for alternative local ingredients. Kimpul tuber (Xanthosoma sagittifolium), rich in carbohydrates, presents a promising substitute, though its native starch properties are less suitable for baking. This study aimed to evaluate the effect of substituting wheat flour with heat moisture treatment (HMT)-modified kimpul flour and the addition of glycerol monostearate (GMS) on the physicochemical and sensory properties of sweet bread. A factorial completely randomized design was applied using three wheat-to-kimpul flour ratios (3:1, 1:1, and 1:3) and three GMS concentrations (2%, 3%, and 4%). Results showed that higher kimpul flour substitution increased moisture and carbohydrate content but reduced protein and fat levels. Textural properties such as hardness and adhesiveness also increased with kimpul content, but these were mitigated by the addition of GMS, particularly at 3%. The optimal formulation 1:1 wheat-to-kimpul ratio with 3% GMS produced sweet bread with the best overall sensory acceptance. The findings suggest that HMT-modified kimpul flour combined with GMS can serve as a functional and acceptable alternative to wheat flour in bread production. This supports food diversification strategies and promotes the utilization of local tuber-based flours in bakery applications.
Kajian Karakteristik Es Krim Kunyit Asam Dengan Pengemulsi Ester Sukrosa Dewi, Sinta; Afifah, Nur; Nur Hayati, Rihma; Jihad Al Akbar, Faiz; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p07

Abstract

Abstrak Penggunaan tanaman herbal di Indonesia sudah dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu karena khasiatnya dalam bentuk obat herbal. Selain itu, tanaman herbal juga dapat digunakan dalam bentuk jamu, bumbu masak atau makanan. Salah satu bahan herbal yang cukup populer sebagai jamu adalah kunyit asam. Namun tidak semua masyarakat Indonesia menyukai jamu maka dari itu pengolahan kunyit asam perlu di diversifikasi menjadi produk es krim agar semua kalangan usia dapat menyukainya. Dalam pembentukan tekstur pada es krim tentu memerlukan suatu pengemulsi. Penggunaan ester sukrosa sebagai emulsifier dalam memperbaiki karakteristik es krim sawo matang menghasilkan peningkatan terhadap waktu leleh es krim dan overrun, serta stabilitas emulsi yang dihasilkan tinggi. Es krim merupakan tipe emulsi minyak dalam air, pada tipe ini membutuhkan HLB dengan rentang 15-16. Dalam hal ini ester sukrosa memiliki memiliki HLB (Hydophifil-lipophifil balance) dengan rentang 12-16 sehingga penggunaan ester sukrosa selaras untuk pembuatan es krim kunyit asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fisik dan organoleptik penggunaan emulsifier dari ester sukrosa pada pembuatan es krim kunyit asam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 jenis konsentrasi ester sukrosa yang berbeda, yaitu konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, konsentrasi 3%, dan konsentrasi 4%. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis overrun, waktu pelelehan, stabilitas emulsi, total padatan terlarut dan organoleptik (uji deskriptif dan hedonik). Berdasarkan penelitian, konsentrasi ester sukrosa yang lebih tinggi (4%) secara signifikan meningkatkan nilai overrun, yang mengindikasikan penggabungan udara yang lebih baik dan menghasilkan tekstur yang lebih ringan. Dalam analisis, waktu leleh ester sukrosa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu leleh, di mana waktu leleh tetap konsisten pada konsentrasi yang berbeda. Analisis total padatan terlarut, semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa menghasilkan total padatan terlarut yang lebih tinggi, meningkatkan kepadatan dan tekstur es krim secara keseluruhan. Analisis stabilitas emulsi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa akan meningkatkan stabilitas emulsi, mencegah pemisahan fase dan meningkatkan kelembutan es krim. Pada uji sensoris mendapatakan nilai kesukaan tertinggi pada konsentrasi ester sukrosa 4%.
Enhancing Galactomannan Recovery from Coconut Meat: Impact of Autoclaving Pretreatment in a High-Shear Compartment Reactor System Arief Rakhman Affandi; Sinta Dewi; Iffah Muflihati; Rini Umiyati
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.1381-1389

Abstract

Galactomannan in coconut meat is tightly bound within its fiber matrix, limiting extraction efficiency. Autoclave pretreatment, combining heat, pressure, and moisture, can loosen this structure and improve galactomannan release. This study examined the effects of autoclaving temperature (100°C–130°C) and water addition (0–45%) on the physical and chemical properties of grated coconut prior to extraction. This study examined the effect of autoclaving temperature on the physicochemical properties and extraction yield of galactomannan. Four pretreatment temperatures were evaluated: 100, 110, 120, and 130 °C. The 100°C treatment produced the highest yield (8.45%), swelling power (8.67%), color values (L* = 53.44, a* = 5.48, b* = 9.09), and reducing sugar content (18.03%). Statistical analysis confirmed that autoclaving temperature significantly influenced extraction yield. Overall, 100°C was identified as the optimal pretreatment condition for enhancing galactomannan extraction from coconut meat.
Physical and Chemical Modification of Okara Flour and Its Effect on Chicken Nugget Isyqi Aulia Rohmah; Iffah Muflihati; Rizky Muliani Dwi Ujianti; Arief Rakhman Affandi
Indonesian Food and Nutrition Progress Vol 23, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Association of Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ifnp.99525

Abstract

Okara is a by-product of soybean processing that remains underutilized. Okara flour requires physical and chemical modifications to improve its characteristics before it can be used in chicken nuggets. This study aims to determine the effect of physical and chemical modifications on the functional properties of okara flour and to determine the type and percentage of okara flour substitution on the characteristics of chicken nuggets. This research used okara flour treated with various modifications (autoclaving, cooling, acid hydrolysis, and a combination of acid hydrolysis and autoclaving-cooling) and applied it to a chicken nugget formulation at 5% and 10% flour substitution levels. Flour analysis results showed that autoclaving-cooling modification tended to improve emulsion stability and oil absorption. Acid hydrolysis modification and combination tended to increase flour emulsion stability but decreased oil absorption. The results of chicken nugget analysis showed that physical and chemical modification affected the proximate nutritional value. The type of flour modification tends to increase the emulsion stability of chicken nuggets but reduces water absorption. The best method, according to this study, is chicken nuggets, using a combination of methods, such as okara flour. 
Co-Authors Abdillah Fathan Generus Annajah Adhim, M. Fauzul Adinda Alifya Puspita Adryananda Nekstaria Affandi, Arief Rahman Afif Kholifah Ahmad Abdan Syakuron Ahmad Syifa'ul Qulub Akhmad Faried Yusuf Akhmad Mutohhar Aliyatur Rofiah, Aliyatur Alpin Hidayatulloh Alpin Hidayatulloh Hidayatulloh Amanda Panjaitan1, Dea Andre Geza H Anggarini, Dola Mareta Angger Mas Rizki Kusuma Anggraeni, Cerly Nurlita Anggun Desiana Sofa Annajah, Abdillah Fathan Generus Arief Rakhman Affandi Arinda Dwi Safitri Arinta Nisrina Hastri Avelia, Variska Aviana, Devi Nurul Ayu Wiji Lestari Aziz Prabowo Azura, Carisa Zahra Bambang Supriyadi Chapib Jamaludin Chilmiati, Mely Cholidah, Nungky Rahmawati Dani Satrio Wicaksono Dani Satrio Wicaksono Deby Andrianty Deni Aji Saputra Desi Sekar Utami dewi novita Dewi Wulandari Dian Asmaranty Difa Nafisatur Roshifa Dina Ariani, Dina Dini Noviantikasari Diniari, Azza Diva Julia Paramita Djagal Wiseso Marseno Dola Mareta Anggarini Dwi Prastiyo Hadi, Dwi Prastiyo Dwi Ujianti, Rizky Muliani Dzatul Kahfi Salim Mughofar Elian Sanjaya Elly Masliha Endang Is Retnowati Enny Purwati Nurlaili Eri Yuni Lestari Erwin Setiawan, Erwin Eva Elysa Oktaviya Eva Elysa Oktaviys Fafa Nurdyansyah Fafa Nurdyansyah fafa nurdyansyah, fafa Fajriah Normawati, Zul’aidatul Fardhani, Zidan Arief Farid Jabbar Al Alif Fatwa Dewangga Saud Febe Celia Roseva Utami Febriyanti, Amanda Feronia Ferdiansyah, Mokhamad Khoiron Finda Evita Marviana Fitriyana, Vicha Hanannita, Annisa Salma Hannifah Hannifah Haryanto Adhiwono, Enrico Valent Hasanah, Nadlifatul Hayati, Rihma Nur Hidayah, Isti Nurul Hikmawati, Septiani Nurul Ika Widyaningrum Indah Sari Indrani, Retno Isti Nurul Hidayah Isyqi Aulia Rohmah Jamaludin, Chapib Jihad Al Akbar, Faiz Khaqiqi, Taib Khasanah, Mulidati Mutya Khusnul Fajriyah Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur Kuswati Kuswati Lasmini Yati Lestari, Ayu Wiji Listiana Pratiwi Lustika Eva Lusiana M. Hilmy Ammar M. Khoiron Ferdiansyah Mahar Maligan, Jaya Maolana, Fedo Alta Mariska, Nurul Putri Maulida Pangesti Maulida, Syifa Nur Mega Novita Mei Sulistyoningsih Meilia Wulandari Michelle Rosyanawati Mirratunnisya Mirratunnisya Mochamad Nurcholis Mudzanatun Mudzanatun Mughofar, Dzatul Kahfi Muhammad Afif Muliani Dwi Ujianti, Rizky Muliani, Rizky Mulidavi Mutya Rochmah Nadlifatul Hasanah Nadlifatul Hasanah Nayla Maghfiroh Amalia Nayla Maghfiroh Amalia Nekstaria, Adryananda Nike Poppy Purwatti Niko Kurniawan Nofitasari, Shindi Noora Qotrun Nada, Noora Qotrun Nova Ellya Widiyati Novikasari, Nur Annisa Metya Nugroho, Muhamad Bayu Nur Annisa Metya Novikasari Nur Hayati, Rihma Nur Khikmah Nur Khikmah, Nur Nur Kholifah Nur Laila, Eka Nurazizah, Desi Oktaria, Taskiya Sindy Paramita, Diva Julia Pitaloka, Amanda Puspita Prisma Indah Adinda Putri Putri Fara Dilla Qulub, Ahmad Syifa'ul Ragil Ulfa Mariana Ratih Lido Prameswari Relita Indar Hapsari Reni Rakhmawati Repka Natalia Repka Natalia Retnowati, Endang Is Ria Ulfiasari Rita Dewi Kristiana Rita Dewi Kristiana Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Mulyani Dwi Ujianti Rizky Ujianti Robiul Tsania Rohmah, Isyqi Aulia Sa'adah, Khoirus Saputra, Ardi Lesmana Sari Suhendri Sari Suhendriani Sari Suhendriani Septiyani , Lailatus Sa’diyah Setianingsih, Annisa Shindi Nofitasari Shintiya Diyah Ayu Mayang Sari Silvia Dwi Suryani Sinta Dewi Sinta Dewi Siti Mukhoiyaroh Siti Nur Kholishoh Siti Nurlaela Setianingsih Sopiyan Amir Sri Indah Hati Suhendri Suhendri Suryani, Silvia Dwi Suryanti, Anik Susanti, Alifah Dwi Sutrisno, Sutrisno Syifa Nur Maulida Syilwa Aulia Rizquna Tala Desicha Amalia Mukmina Taufik Nor Hidayat Tiaraning Pitaloka Dewi Ujianti, Rizky Muliani Dwi Umar Hafidz Asy?óÔé¼Ôäóari Hasbullah Umiyati, Rini Universitas PGRI Semarang, Velma Nindita Arsitektur, Visca Claudi Erezka Wati, Anita Kurnia Wicaksono, Dani Satrio Widyastuti, Reza Yudi Pranoto Yusnia, Hanifa Zahra Fidela Zenny Zanuba Arifah Zidan Arief Fardhani