p-Index From 2021 - 2026
8.838
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Industri Pertanian Jurnal Pangan dan Gizi METANA Jurnal Teknik Kimia USU Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Agrointek Jurnal Pangan dan Agroindustri Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian) JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian JST ( Jurnal Sains Terapan ) Indonesian Food and Nutrition Progress Biosel: Biologi Science and Education MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Riau Journal of Empowerment Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jambura Journal of Chemistry Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Agritechno Journal of Food and Culinary Jurnal Pemberdayaan Masyarakat FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Jurnal Abdi Insani Food ScienTech Journal International Journal of Advance Tropical Food (IJATF) Jurnal Triton Community Empowerment Agrokompleks Jurnal Sains Boga Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Teknik Kimia USU Jurnal Teknologi Pangan Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia Journal of Agri-Food Science and Technology (JAFoST) Mediagro Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Jurnal Agrifoodtech Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Coffee and Sustainability Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENCUCIAN SARANG BURUNG WALET MELALUI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN PEMASARAN ONLINE Hadi, Dwi Prastiyo; Sutrisno, Sutrisno; Muflihati, Iffah
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1813

Abstract

Kalikayen village has 11 swallow nest washing groups, namely 1) Ibu Sulasih with 25 employees, 2) Ibu Suniati with 20 employees, 3) Ibu Nita with 15 employees, 4) Ibu Wikomsiatun with 20 employees, 5) Ibu Mutrikah with 20 employees, 6) Mrs. Sriyatun with 20 employees, 7) Mrs. Ramija with 13 employees, 8) Mrs. Maerokah with 19 employees, 9) Mrs. Rosidah with 15 employees, 10) Mrs. Mais with 9 employees, 11) Mrs. Rubiyanti with 17 employees. The 11 groups have problems, namely 1) they are still individuals and on their own, there is no good production management and financial management, they are confused about accessing capital to banking institutions, and they have not utilized online marketing. The aim of this service is to increase the community income of the swallow's nest washing group in Kalikayen village, Semarang Regency by increasing product quality and quantity in swallow's nest washing, increasing working capital obtained from government access or competent banking, and increasing business networks with the community. partners and the existence of an online shop. The method of this activity is empowerment, namely there are stages of activities in implementing PKM. These stages are as follows; (1) Socialization of PKM activity programs; (2) formation of partner organizational structures; (3) development of production management and financial administration; (4) Workshop on methods for accessing capital from Government and Private Agencies; (5) Swallow's Nest Processing Workshop; (6) Online marketing training; and (7) Evaluating the results of the activities of the PKM swallow nest washing group in Kalikayen village, Semarang Regency. The results of service activities are (1) the community understands and supports the PKM activity program; (2) the formation of an association for swallow nest washing groups; (3) there is an increase in swallow nest production and bookkeeping administration (4) there is cooperation with banks in capital both individually and in groups (5) there is an increase in the quality of swallow nests in accordance with export standards, namely 90%, (6) there is an online shop in market place tokopedia, bukalapak, sopee. The conclusion is that by empowering the swallow nest washing group, the income of the swallow nest washing group in Kalikayen village, Semarang Regency increased by 40%, followed by an increase in product quality and quantity in swallow nest washing, increased working capital obtained from government access. or competent banking, and increasing business networks with partners and the existence of online stores
Modifikasi Tepung Sukun dan Pengaruhnya terhadap Susut Masak dan Sifat Sensosris Meat Analog Cholidah, Nungky Rahmawati; Muflihati, Iffah; Suryani, Silvia Dwi; Oktaria, Taskiya Sindy; Febriyanti, Amanda Feronia; Umiyati, Rini; Nurdyansyah, Fafa
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v11i1.2249

Abstract

Buah sukun memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, namun memiliki umur simpan yang pendek dan cepat busuk, maka perlu diolah menjadi tepung yang nantinya dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk pangan. Akan tetapi tepung sukun memiliki pengembangan dan pengikatan air rendah sehingga diperlukan modifikasi sehingga dapat diaplikasikan secara luas pada produk pangan salah satunya meat analog. Meat analaog umumnya terbuat dari bahan nabati yang memiliki sifat kurang kompak, kenyal dan cenderung keras sehingga membutuhkan bahan pengikat. Penambahan tepung sukun termodifikasi ini berpotensi sebagai bahan pengikat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengatahui pengaruh perbandingan modifikasi fisik dan kimia terhadap karakteristik fisik tepung serta aplikasinya pada meat analog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi asetilasi meningkatkan swelling power, WHC, OHC dan menurunkan kelarutan. Modifikasi oksidasi meningkatkan swelling power dan kelarutan akan tetapi menurunkan WHC dan OHC. Modifikasi pregelatinisasi meningkatkan swelling power, kelarutan, WHC akan tetapi menurunkan OHC. Modifikasi Heat moisture treatment meningkatkan kelarutan akan tetapi menurunkan swelling power, WHC dan OHC. Aplikasi tepung sukun termodifikasi pada meat analog cenderung menurunkan nilai L* dan kekerasan, meningkatkan kekenyalan dan kekompakan. Penambahan tepung sukun termodifikasi cenderung meningkatkan sensoris kelengketan, kelunakan dan elastisitas. Kata kunci: meat analog, modifikasi fisik, modifikasi kimia, sukun
INOVASI GINGERBREAD BERBAHAN DASAR KENTANG DENGAN PERLAKUAN YANG BERBEDA Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus; Muflihati, Iffah; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sc2sfj28

Abstract

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.  
Pengaruh Bahan Pengisi Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pada Granul Effervescent Temulawak Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurlaili, Enny Purwati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25254

Abstract

Temulawak merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk granul effervescent karena selain dapat menutupi rasa pahit temulawak juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi maltodekstrin dan xylitol dengan variasi lama pengeringan yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap sifat fisikokimia granul effervescent temulawak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Granul effervescent temulawak yang dihasilkan memiliki kadar total fenol 0,05-0,07 mg/g dan kecepatan larut 0,04- 0,05g/s. Granul tersebut juga memiliki tingkat higroskopisitas atau daya serap air sebanyak 1,92-2,21%. Kadar air yang terkandung dalam produk sebanyak 1,40-1,94% (b/b). Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan Tingkat kesukaan 2,93 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna yang cukup kuning, rasa agak pahit, rasa cukup asam, dan rasa cukup manis. Produk dengan perlakuan bahan pengisi xylitol dan lama pengeringan 3 jam paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.Kata Kunci : Temulawak; granul effervescent; maltodekstrin; pengeringan; xylitol.
Karakteristik Fisikokimia Chips Kacang Merah Dengan Pengikat Tepung Flaxseed Dan Bumbu Yang Berbeda Mariska, Nurul Putri; Hanannita, Annisa Salma; Yusnia, Hanifa; Muflihati, Iffah; Suhendriani, Sari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v9i2.23489

Abstract

Bumbu rempah dapat ditambahkan pada pembuatan chips. Diversifikasi dilakukan dengan menggunakan tepung kacang merah yang digunakan pada bahan dasar pembuatan chips dan menggunakan tepung flaxseed sebagai pengikatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakteristik chips yang dihasilkan dengan menambahkan berbagai bumbu rempah yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 varian bumbu yang berbeda yaitu bumbu rendang, bumbu gulai, bumbu kari dan juga bumbu opor. Hasil analisis warna menunjukkan bahwa chips dengan warna paling cerah adalah chips dengan penambahan bumbu rendang. Hasil analisis tekstur menujukkan bahwa chips dengan tekstur paling renyah adalah chips dengan penambahan bumbu gulai. Hasil analisis kadar air yang paling mendekati SNI yang telah ditentukan adalah chips dengan penambahan bumbu opor. Hasil analisis kadar abu yang paling mendekati SNI yang telah ditentukan adalah chips dengan penambahan bumbu gulai. Hasil uji deskriptif chips dengan penambahan bumbu menghasilkan tidak adanya perbedaan nyata pada semua parameter yang telah diujikan. Hasil uji hedonik chips dengan penambahan bumbu adalah panelis lebih menyukai chips dengan penambahan bumbu kari.
Pengaruh Jenis Beras dan PreTreatment Penyangraian Terhadap Karakteristik Fisikokimia Beras Kencur Instan Adhim, M. Fauzul; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25257

Abstract

Kencur merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk beras kencur instan menjadi salah satu potensi pemanfaatan kencur yang selama ini diolah secara tradisional juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Percobaan Faktorial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis beras terhadap sifat fisik dan sensoris minuman beras kencur instan serta mengetahui pengaruh pre treatment penyangraian beras terhadap sifat fisiokimia maupun sensoris minuman beras kencur instan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Beras Kencur Instan yang dihasilkan memiliki kadar air 0,78-0,92% dan kadar abu 0,42-0,52%. Serbuk tersebut juga memiliki tingkat tingkat kelarutan 93,33%. Aktivitas Antioksidan yang terkandung dalam produk sebanyak 14,49-23,51% . Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan tingkat kesukaan 3,1 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna kehitaman dan agak kemerahan mempengaruhi deskripsi panelis. Produk dengan perlakuan Penyangraian+Penepungan Beras Putih (STP) paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.
Pemetaan Dimensi Ketahanan Pangan berbasis Web GIS dan Metode TOPSIS Rizky Muliani Dwi Ujianti; Mega Novita; Iffah Muflihati
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 21 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v21i3.1730

Abstract

Ketahanan pangan di suatu wilayah ditentukan oleh tersedianya pangan yang tepat dan memadai. Dalam memetakan dimensi ketahanan pangan ini diperlukan Web Geografhic Information System (GIS). Penelitian menggunakan mix method kualitatif dan kuantitatif yaitu kombinasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), metode pengembangan Web GIS menggunakan metode McCall. Data spasial yang digunakan: batas administrasi Kab. Kendal, titik lokasi kecamatan, jumlah dari beberapa variabel ketahanan pangan. Data non spasial: keterangan penjelasan tentang dimensi ketahanan, dan foto foto kegiatan. Pengumpulan data sekunder bersumber dari instansi pemerintah dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Hasil penelitian dari metode TOPSIS berupa data perangkingan alternatif dimensi ketahanan pangan pada kecamatan dan peta Web GIS sesuai dengan beberapa variabel yaitu prasarana penyedia pangan yaitu rumah makan, penduduk, pengguna air bersih, jumlah tenaga kesehatan, jumlah puskesmas pembantu dan jumlah puskesmas, sedangkan hasil dari metode McCall mendeskripsikan bahwa total kualitas pengembangan WebGIS ini 61,05 yang berada dalam kategori baik. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut berdasarkan variabel ketahanan pangan yang lain ataupun untuk pemetaan daerah lain, sehingga diperoleh penggambaran yang lebih kompleks mengenai potensi dimensi ketahanan pangan pada suatu wilayah.
THE EFFECT OF SODIUM ALGINATE - CALCIUM CHLORIDE AS AN EDIBLE COATING ON WEIGHT LOSS, TPT AND COLOR OF FRESH CUT PEARS DURING COLD STORAGE Paramita, Diva Julia; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa; Umiyati, Rini
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 1 (2026): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v10i1.7869

Abstract

Pears (Pyrus pyrifolia) are tropical fruits with a sweet taste, crisp texture, and high water content. Cut pears have a short shelf life of 3-5 days due to enzymatic browning and physical damage after cutting. One method to extend shelf life is the use of edible coatings. This study aimed to test the effectiveness of sodium alginate and calcium chloride as coatings for cut pears in maintaining physical quality and extending shelf life. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors: the first factor was sodium alginate concentration and the second factor was calcium chloride concentration. Pear coating was carried out by making a solution of sodium alginate and calcium chloride with concentrations of 1% and 2%, respectively. The coating process was carried out using the dipping method. The pears were washed and then peeled. The samples were then dipped in a sodium alginate solution for 2 minutes, and then dipped in a calcium chloride solution for 1 minute. Then the pears were stored at 4 Celcius degree and tested for 0, 6, and 12 days. Based on the results of the study, it showed that coating using sodium alginate and calcium chloride was able to suppress the increase in weight loss, total soluble solids, and maintain the color value of the pears. At a concentration of 2% sodium alginate and 1% calcium chloride, it had an effect on slowing down the decline in pear quality during storage. Keywords: Fresh Cut Pears, Edible Coating, Calcium Chloride, Pears, Sodium Alginate
Penerapan Metode Enzimatis pada Pembuatan Gula Cair dengan Lama Sakarifikasi dan Konsentrasi Substrat yang Berbeda Lestari, Ayu Wiji; Muflihati, Iffah
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v15i1.18141

Abstract

Liquid sugar is utilized in the food and beverage industry due to its advantages of being non-crystallizing, practicable, soluble, and visually improved appearance. The horned banana, in particular, contain high levels of carbohydrates and starch, having the potential development into liquid sugar through enzymatic hydrolysis using α-amylase and glucoamylase enzymes. The aim of this study to determine the treatment resulting in the highest yield of reducing sugars and review the effect of long saccharification and substrate concentration of horned banana starch, on the physicochemical of liquid sugar. The horned bananas was gelatinized a temperature of 75°C using starch concentrates of 15%, 20%, and 25%, liquefied for 6 and 8 hours, and vaporized for 24 hours at 60°C. These results prove that the longer the duration of saccharification and the higher the starch substrate concentrate, the high yield, reducing sugar content, dextrose equivalent, and °Brix value. The optimal treatment was 8 hours of saccharification and a 25% starch substrate. This produced a yield of 59.89%, a reducing sugar content of 25.64%, a DE (dextrose equivalent) of 16.77%, and a TPT (°Brix) of 29.87%.
Penerapan Metode Enzimatis pada Pembuatan Gula Cair dengan Lama Sakarifikasi dan Konsentrasi Substrat yang Berbeda Lestari, Ayu Wiji; Muflihati, Iffah
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v15i1.18141

Abstract

Liquid sugar is utilized in the food and beverage industry due to its advantages of being non-crystallizing, practicable, soluble, and visually improved appearance. The horned banana, in particular, contain high levels of carbohydrates and starch, having the potential development into liquid sugar through enzymatic hydrolysis using α-amylase and glucoamylase enzymes. The aim of this study to determine the treatment resulting in the highest yield of reducing sugars and review the effect of long saccharification and substrate concentration of horned banana starch, on the physicochemical of liquid sugar. The horned bananas was gelatinized a temperature of 75°C using starch concentrates of 15%, 20%, and 25%, liquefied for 6 and 8 hours, and vaporized for 24 hours at 60°C. These results prove that the longer the duration of saccharification and the higher the starch substrate concentrate, the high yield, reducing sugar content, dextrose equivalent, and °Brix value. The optimal treatment was 8 hours of saccharification and a 25% starch substrate. This produced a yield of 59.89%, a reducing sugar content of 25.64%, a DE (dextrose equivalent) of 16.77%, and a TPT (°Brix) of 29.87%.
Co-Authors Abdillah Fathan Generus Annajah Adhim, M. Fauzul Adinda Alifya Puspita Adryananda Nekstaria Affandi, Arief Rahman Afif Kholifah Ahmad Abdan Syakuron Ahmad Syifa'ul Qulub Akhmad Faried Yusuf Akhmad Mutohhar Aliyatur Rofiah, Aliyatur Alpin Hidayatulloh Alpin Hidayatulloh Hidayatulloh Amanda Panjaitan1, Dea Andre Geza H Anggarini, Dola Mareta Angger Mas Rizki Kusuma Anggraeni, Cerly Nurlita Anggun Desiana Sofa Annajah, Abdillah Fathan Generus Arief Rakhman Affandi Arinda Dwi Safitri Arinta Nisrina Hastri Avelia, Variska Aviana, Devi Nurul Aziz Prabowo Azura, Carisa Zahra Bambang Supriyadi Burhanuddin, Aan Chapib Jamaludin Chilmiati, Mely Cholidah, Nungky Rahmawati Dani Satrio Wicaksono Dani Satrio Wicaksono Deby Andrianty Deni Aji Saputra Desi Sekar Utami dewi novita Dewi Wulandari Dian Asmaranty Difa Nafisatur Roshifa Dina Ariani, Dina Dini Noviantikasari Diniari, Azza Diva Julia Paramita Djagal Wiseso Marseno Dola Mareta Anggarini Dwi Prastiyo Hadi, Dwi Prastiyo Dwi Ujianti, Rizky Muliani Dzatul Kahfi Salim Mughofar Elian Sanjaya Elly Masliha Endang Is Retnowati Enny Purwati Nurlaili Erwin Setiawan, Erwin Eva Elysa Oktaviya Eva Elysa Oktaviys Fafa Nurdyansyah Fafa Nurdyansyah fafa nurdyansyah, fafa Fajriah Normawati, Zul’aidatul Fardhani, Zidan Arief Farid Jabbar Al Alif Fatwa Dewangga Saud Febriyanti, Amanda Feronia Ferdiansyah, Mokhamad Khoiron Finda Evita Marviana Fitriyana, Vicha Hanannita, Annisa Salma Hannifah Hannifah Haryanto Adhiwono, Enrico Valent Hasanah, Nadlifatul Hayati, Rihma Nur Hidayah, Isti Nurul Hikmawati, Septiani Nurul Ika Widyaningrum Indah Sari Indrani, Retno Ingsan, Roies Nur Isti Nurul Hidayah Jamaludin, Chapib Jihad Al Akbar, Faiz Khaqiqi, Taib Khasanah, Mulidati Mutya Khusnul Fajriyah Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur Lasmini Yati Lestari, Ayu Wiji Lestari, Eri Yuni Listiana Pratiwi Lukman Anugrah Agung Lustika Eva Lusiana M. Hilmy Ammar M. Khoiron Ferdiansyah Mahar Maligan, Jaya Maolana, Fedo Alta Mariska, Nurul Putri Maulida Pangesti Maulida, Syifa Nur Mega Novita Mega Novita Mei Sulistyoningsih Meilia Wulandari Mirratunnisya Mirratunnisya Mochamad Nurcholis Mudzanatun Mudzanatun Mughofar, Dzatul Kahfi Muhammad Afif Muliani Dwi Ujianti, Rizky Muliani, Rizky Mulidavi Mutya Rochmah Muzakki, Tsaqif Nadlifatul Hasanah Nadlifatul Hasanah Nayla Maghfiroh Amalia Nayla Maghfiroh Amalia Nekstaria, Adryananda Nike Poppy Purwatti Niko Kurniawan Nofitasari, Shindi Noora Qotrun Nada, Noora Qotrun Nova Ellya Widiyati Novikasari, Nur Annisa Metya Nugroho, Muhamad Bayu Nur Annisa Metya Novikasari Nur Hayati, Rihma Nur Khikmah Nur Khikmah, Nur Nur Kholifah Nur Laila, Eka Nurazizah, Desi Oktaria, Taskiya Sindy Paramita, Diva Julia Pitaloka, Amanda Puspita Prisma Indah Adinda Putri Putri Fara Dilla Qulub, Ahmad Syifa'ul Ragil Ulfa Mariana Ratih Lido Prameswari Relita Indar Hapsari Reni Rakhmawati Repka Natalia Repka Natalia Retnowati, Endang Is Ria Ulfiasari Rita Dewi Kristiana Rita Dewi Kristiana Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Mulyani Dwi Ujianti Robiul Tsania Rohmah, Isyqi Aulia Rosyanawati, Michelle Sa'adah, Khoirus Saputra, Ardi Lesmana Sari Suhendri Sari Suhendriani Sari Suhendriani Septiyani , Lailatus Sa’diyah Setianingsih, Annisa Shindi Nofitasari Shintiya Diyah Ayu Mayang Sari Silvia Dwi Suryani Sinta Dewi Siti Mukhoiyaroh Siti Nur Kholishoh Siti Nurlaela Setianingsih Sopiyan Amir Sri Indah Hati Suhendri Suhendri Suryani, Silvia Dwi Suryanti, Anik Susanti, Alifah Dwi Sutrisno, Sutrisno Syifa Nur Maulida Syilwa Aulia Rizquna Tala Desicha Amalia Mukmina Taufik Nor Hidayat Tiaraning Pitaloka Dewi Ujianti, Rizky Muliani Dwi Umar Hafidz Asy?óÔé¼Ôäóari Hasbullah Umiyati, Rini Utami, Febe Celia Roseva Visca Claudi Erezka Wafa, Alfan Najihil Wati, Anita Kurnia Wicaksono, Dani Satrio Widyastuti, Reza Yudi Pranoto Yusnia, Hanifa Zahra Fidela Zenny Zanuba Arifah Zidan Arief Fardhani