p-Index From 2021 - 2026
7.323
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Industri Pertanian Jurnal Pangan dan Gizi METANA Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Agrointek Jurnal Pangan dan Agroindustri Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian) JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat JST ( Jurnal Sains Terapan ) Indonesian Food and Nutrition Progress Agroindustrial Technology Journal Biosel: Biologi Science and Education MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Riau Journal of Empowerment Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jambura Journal of Chemistry Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Agritechno Journal of Food and Culinary Jurnal Pemberdayaan Masyarakat FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Jurnal Abdi Insani Food ScienTech Journal International Journal of Advance Tropical Food (IJATF) Jurnal Triton Community Empowerment Agrokompleks Jurnal Sains Boga Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Teknologi Pangan Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia Journal of Agri-Food Science and Technology (JAFoST) Mediagro Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Coffee and Sustainability
Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Fisik Dan Sensoris Beras Analog dari Tepung Cassava Termodifikasi Fisik yang Disubstitusi dengan Tepung Kacang Hijau Nur Annisa Metya Novikasari; Iffah Muflihati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 2 (2022)
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i2.7079

Abstract

Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari bahan baku non beras. Tepung cassava dan tepung kacang hijau merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan beras analog. Modifikasi tepung cassava secara annealing, heat moisture treatment dan autoclaving-cooling bertujuan untuk memperbaiki karakteristik beras analog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi fisik tepung cassava dan rasio tepung cassava termodifikasi tepung kacang hijau terhadap sifat fisik dan organoleptik beras analog. Penelitian ini menggunakan rasio tepung cassava termodifikasi serta tepung kacang hijau yaitu 1:1, 2:1, 3:1 Analisis fisik yang dilakukan yaitu bulk density, kekerasan, warna (L*, a*, b*), WAI, dan WSI. Uji sensoris dilakukan dengan metode hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis modifikasi dan rasio tepung cassava termodifikasi dan tepung kacang hijau meningkatkan warna (a*, b*), WAI, WSI serta menurunkan bulk density, kekerasan, warna L*. Uji sensoris secara hedonik menunjukkan bahwa panelis cenderung menyukai beras analog.
Komparasi Sifat Kimia, Fisik dan Sensoris Cookies Berbahan Baku Tepung Cangkang Kerang Finda Evita Marviana; Robiul Tsania; Fatwa Dewangga Saud; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani; Rizky Muliani Dwi Ujianti
Jurnal Sains Boga Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Sains Boga Volume 5 Nomor 2, November 2022
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009//JSB.005.2.01

Abstract

Cookies merupakan suatu produk olahan pangan yang memiliki bentuk kecil, tekstur renyah dan memiliki daya simpan yang cukup lama. Terbatasnya kandungan mineral pada cookies menjadikan cookies harus dilakukan penambahan suatu bahan yang dapat meningkatkan mineral yaitu cangkang kerang. Tingginya kandungan kalsium pada cangkang kerang dapat dijadikan pilihan dalam pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sifat kimia, fisik dan sensoris cookies yang ditambahkan berbagai jenis tepung cangkang kerang yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 jenis tepung cangkang kerang yang berbeda yaitu tepung cangkang kerang batik, tepung cangkang kerang darah, dan tepung cangkang kerang hijau. Hasil pengujian menunjukkan bahwa cookies kontrol tidak berbeda nyata dengan cookies penambahan tepung cangkang kerang batik, cookies penambahan tepung cangkang kerang darah, dan cookies penambahan tepung cangkang kerang hijau. Sedangkan cookies dengan penambahan tepung cangkang kerang batik berbeda nyata dengan cookies penambahan tepung cangkang kerang darah dan cookies penambahan tepung cangkang kerang hijau. Penambahan tepung cangkang kerang berpengaruh nyata terhadap kadar abu cookies. Penambahan tepung cangkang kerang menyebabkan warna cookies lebih gelap. Pengujian organoleptik deskriptif cookies dengan penambahan tepung cangkang kerang tidak memberikan pengaruh nyata dengan cookies kontrol. Pengujian organoleptik hedonik cookies dengan penambahan tepung cangkang kerang tidak memberikan pengaruh nyata pada warna, rasa, aroma, dan tekstur cookies.
Perbandingan Sifat Mie Instan, Mie Kering, dan Mie Basah yang Disubstitusi dengan Tepung Tulang Ayam Dani Satrio Wicaksono; Prisma Indah Adinda Putri; Arinta Nisrina Hastri; Dini Noviantikasari; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani; Fafa Nurdyansyah; Rizky Muliani Dwi Ujianti; Rini Umiyati
Journal of Food and Culinary Vol. 5 No. 2 [Desember 2022]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v5i2.7476

Abstract

Tulang ayam merupakan salah satu hasil produk sampingan yang dianggap sebagai limbah yang tidak berguna. Tulang ayam dapat diolah menjadi tepung tulang ayam dan selanjutnya dapat digunakan dalam pengolahan makanan. Salah satu olahan pangan yang bisa disubstitusikan dengan tepung tulang ayam adalah pembuatan mie, baik mie kering, mie basah, ataupun mie instan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah tulang ayam serta meningkatkan nilai gizi pada produk mie basah, mi kering, dan mi instan dengan dilakukan penambahan tepung tulang ayam pada proses pembuatannya. Pembuatan mie diawali dengan menimbang bahan yaitu tepung terigu, tepung tulang ayam, telur, air, dan garam. Semua bahan kering dicampurkan terlebih dahulu dalam baskom lalu ditambahkan telur yang telah dicampur air selanjutnya uleni hingga kalis. Adonan selanjutnya dibentuk lembaran kemudian dipotong dengan alat pencetak mie untuk membentuk untaian mie. Analisis yang dilakukan diantaranya daya serap, cooking loss, uji warna, kadar air. Hasil pengujian menunjukkan daya serap air tertinggi terdapat pada mi basah kontrol sebesar 87,85%. Hasil analisis cooking loss tertinggi yaitu 87,85 yang ditunjukkan oleh mi basah tulang ayam. Hasil uji warna L tertinggi yaitu mie basah kontrol sebesar 67,52%. Hasil uji warna a tertinggi terdapat pada mie kering tulang ayam sebesar 5,06%. Hasil uji warna b tertinggi terdapat pada mi kering kontrol yaitu sebesar 17,47%. Hasil analisis kadar air tertinggi ditunjukkan oleh mie basah kontrol sebesar 62,77%.
Penambahan Tepung Cangkang Kepiting Soka (Scylla serrata) Dan Tepung Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Pada Pembuatan Stik Bawang Difa Nafisatur Roshifa; Adinda Alifya Puspita; Dzatul Kahfi Salim Mughofar; Tiaraning Pitaloka Dewi; Dani Satrio Wicaksono; Iffah Muflihati; Sari Suhendri; Rizky Mulyani Dwi Ujianti
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang rajungan dapat menimbulkan masalah lingkungan sehingga harus ada upaya yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Kepiting soka merupakan jenis kepiting yang memiliki cangkang yang lunak sedangkan rajungan memiliki ciri cangkang yang keras dan daging yang dihasilkan cukup sedikit dibandingkan dengan jenis kepiting lainnya. Kedua jenis kepiting inilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai faktornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan karakteristik stik bawang dengan penambahan berbagai jenis tepung cangkang kepiting. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 3 sampel yaitu tepung kepiting soka, tepung rajungan dan tepung kepiting soka dan tepung rajungan dan diulang sebanyak 3 kali. Sifat kimia stik bawang yng dihasilkan memiliki nilai rata-rata kadar air antara 3 hingga 4,37% dan rata-rata kadar abu berkisar 2,09-5,81%. Uji deskriptif menunjukkan perbedaan yang nyata dengan kontrol antara atribut warna cokelat, kecerahan, aroma kepiting, tekstur berpasir, dan flavor kepiting. Sedangkan parameter rasa asin, aroma tepung, dan kerenyahan tidak berbeda nyata. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa produk stik bawang dengan penambahan cangkang kepiting soka merupakan stik yang paling disukai oleh panelis
Optimasi modifikasi cross linking pati ganyong menggunakan natrium asetat terhadap kekambaan bahan, kemampuan menyerap air dan minyak Iffah Muflihati; Nur Khikmah
AGROINTEK Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i3.11849

Abstract

Canna starch is obtained from the extraction of canna tubers. Generally, the utilization of natural canna starch is still limited, whereas canna starch has disadvantages including large granule size, high viscosity level, low swelling power level, high retrogradation rate, not resistance to high pH, and pressure. Modification of cross-linking can improve to be resistant to mechanical stress and acid. The purpose of this study was to determine the optimization of cross-linking modification with sodium acetate on the bulk density and the ability of starch to absorb oil and water. This research uses Response Surface Methodology with Central Composite Design (CCD) model. With a factor of sodium acetate concentration and mixing time. Analysis of the research carried out are bulk density, OBC, and WBC. Modification of canna starch by cross-linking affects the starch produced, the presence of cross-linking in starch can strengthen the starch granules so that the starch granules are not easily gelatinized. The optimum condition bulk density was obtained from sodium acetate concentration of 25.1282% and mixing time of 34.1421 minutes with a bulk density of 0.626 g/cm3. In contrast to the optimum conditions for OBC obtained from sodium acetate 13.64% with a long mixing time of 33.57 minutes, the optimum conditions for measuring water absorption are 5.90%. Meanwhile, the optimum condition of WBC was obtained at a concentration of 13.64% sodium acetate with a mixing time of 33.57 minutes resulting in an optimum condition for measuring water absorption of 5.90%.
Study on Making Jelly Candy from the Melon Rind Ragil Ulfa Mariana; Farid Jabbar Al Alif; Rita Dewi Kristiana; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v11i1.34564

Abstract

The melon rind is a potential fruit waste to be processed into food products. Jelly candy is one form of processed food that can be made from melon rind. This study aimed to determine the effect of using melon rind on the physical, chemical, and organoleptic characteristics of jelly candy. This study used a completely randomized design with the treatments of 3 types of melon rind from different varieties: golden aroma melon, local melon, and sweet red melon. The results showed that the water content ranged from 16.06 to 21.89%. Analysis of color indicated that the L, a*, and b* values in the golden aroma melon rind treatment were significantly different from the local melon rind and red sweet melon rind treatments. The pH analysis showed that they were not significantly different. In contrast, descriptive tests show results that are not significantly different. The hedonic test showed that the panelists liked dry jelly candy from a golden aroma and local melon rind.
Pretreatment of Aloe Vera and Its Effect on the Properties of Flour and Vermicelli Produced Nova Ellya Widiyati; Iffah Muflihati; Rini Umiyati; Arief Rakhman Affandi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v17i2.14900

Abstract

Aloe vera powder has a less bright color due to the browning reaction. Pretreatment was carried out to improve the quality of aloe vera flour. Aloe vera flour can be used to manufacture food products, one of which is vermicelli. This study aimed to determine the effect of different pretreatments, namely blanching, sodium metabisulfite immersion, sodium bisulfite immersion, and steam blanching, on the characteristics of aloe vera flour and its application to vermicelli. The research steps included aloe vera pretreatment and aloe vera flour production, vermicelli production with aloe vera flour substitution, and analysis. The results showed that the pretreatment produced aloe vera and vermicelli flour with a brighter color. Pretreatment also affects water content, water-holding capacity, oil-holding capacity, and cooking properties. But the pretreatment did not affect the sensory properties of vermicelli.
Perbandingan Daya Simpan dan Penilaian Sensoris Mi Basah dengan Penambahan Ekstrak Daun Melinjo (Gnetum gnemon L) Sebagai Pengawet Alami Lestari, Ayu Wiji; Akhmad Mutohhar; Akhmad Faried Yusuf; Iffah Muflihati; Sari Suhendriani
Jurnal Sains Boga Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Sains Boga Volume 7 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.007.1.02

Abstract

Wet noodles are raw noodles that require cooking by boiling in boiling water before consumption. The water content in wet noodles ranges from 52-60%. High water content causes wet noodles cannot be stored for a long time. One of the natural ingredients that can be used as a preservative is melinjo leaves. The purpose of this study was to determine the effect of natural preservatives from melinjo leaf extract on the shelf life of wet noodles. Using a one-factor completely randomized design (CRD) with different ages of melinjo leaves, namely young leaves, old leaves, dry leaves, and also a mixture of the three. The extraction process is carried out through the maceration method. The solvent used in this extraction is distilled water. From the results of the research on the shelf life of wet noodles, the best shelf life analysis was found in the treatment of young leaves, namely 24 hours, testing the water content with the results for each treatment of young leaves 54.7%, old leaves 49.07%, dry leaves 48, 8% , mix 53.8%. The color test on the brightness parameter (L) was the highest on old leaves 69.42, the redness level parameter (a) was the highest on the control 4.17 , the redness level parameter (b) was the highest on the mixture 17.28. The organoleptic test showed that the wet noodles with each treatment with the addition of melinjo leaf extract were not significantly different. The hedonic test of wet noodles was acceptable to the panelists with an average value of color 4.00, aroma 3.50, taste 3.84, texture 4.00, appearance 3.98.
Pembuatan Yoghurt Bubuk Susu Kedelai (Glycine max L.Meriil) Menggunakan Metode Foam Mat Drying dengan Penambahan Maltodekstrin Sebagai Bahan Penyalut Hayati, Rihma Nur; Rohmah, Isyqi Aulia; Sa'adah, Khoirus; Hikmawati, Septiani Nurul; Muflihati, Iffah
METANA Vol 20, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v20i1.58805

Abstract

Susu kedelai merupakan produk dari protein nabati yaitu sari kacang kedelai yang dapat diolah lebih lanjut menjadi produk fermentasi berupa yoghurt namun masa simpan relatif rendah apabila disimpan disuhu ruang. Metode pengeringan merupakan metode yang sesuai untuk memperpanjang umur simpan yoghurt susu kedelai. Salah satu metode pengeringan yang dapat menghasilkan produk tersebut adalah foam mat drying. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pengaruh konsentrasi maltodekstrin dan tween 80 terhadap karakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan sensoris yoghurt bubuk susu kedelai. Tahapan awal pembuatan yoghurt bubuk susu kedelai dilakukan dengan proses fermentasi susu kedelai, kemudian dilanjutkan metode pengeringan dengan penambahan tween 80 dan maltodekstrin. Langkah selanjutnya yaitu proses pengeringan menggunakan metode foam mat drying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tween 80 dan maltodekstrin dapat menurunkan kadar air, TAT, nilai a* dan nilai b*, namun dapat meningkatkan kadar protein, kadar lemak, nilai L*, dan total mikroba. Penambahan tween 80 dan maltodekstrin tidak memberikan pengaruh terhadap warna kuning, warna putih, rasa manis, rasa asam, aroma yoghurt, dan aroma kedelai berdasarkan uji sensoris. Soy milk is a product of vegetable protein, namely soy bean juice, which can be further processed into a fermented product in the form of yoghurt, but its shelf life is relatively low when stored at room temperature. The drying method is a suitable method to extend the shelf life of soy milk yoghurt. One drying method that can produce this product is foam mat drying. The aim of this research was to determine the effect of maltodextrin and tween 80 concentrations on the physicochemical, microbiological and sensory characteristics of soy milk powdered yoghurt. The initial stage of making soy milk powdered yoghurt is carried out using the soy milk fermentation process, then followed by the drying method with the addition of Tween 80 and maltodextrin. The next step is the drying process using the foam mat drying method. The results showed that increasing tween 80 and maltodextrin could reduce water content, TAT, a* value and b* value, but could increase protein content, fat content, L* value and total microbes. The addition of tween 80 and maltodextrin had no effect on yellow color, white color, sweet taste, sour taste, yoghurt aroma and soybean aroma based on sensory tests. 
Effect of Peanut Types on Patties Analogue Characteristics Novikasari, Nur Annisa Metya; Wati, Anita Kurnia; Khikmah, Nur; Muflihati, Iffah
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2020): February
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.876 KB) | DOI: 10.12928/jafost.v1i1.1475

Abstract

Patties analogs are products made from vegetable protein that is not from meat but resembles the nature of meat. Patties analog has several features, including being made or formulated so that the nutritional value is higher than the original meat. The purpose of the study was to determine the process of making patties analog, to determine the formulation of mung bean flour, kidney bean flour and peanut flour combined with wheat flour, to produce the best patties analog. Moreover, it is to determine the yields physical, chemical, and sensory of patties analog produced. The main ingredients used are kidney bean flour, mung bean flour, and peanut flour, as well as additional ingredients such as oyster mushrooms, high protein wheat flour, and seasonings with the same percentage. Based on the analysis of the water content of the three samples, the highest value is the water content of kidney bean flour patties (25.88%). The highest ash content is indicated by mung bean flour patties which is equal to 0.08%. The highest fat content obtained by peanut patties with a value of 0.4% and the highest WHC is found in peanut patties that is 2.9867%. Meanwhile, based on the organoleptic test, the most preferred patty analog by panelists is a patty made of mung bean flour.
Co-Authors Adinda Alifya Puspita Adryananda Nekstaria Affandi, Arief Rahman Afif Kholifah Ahmad Abdan Syakuron Ahmad Syifa'ul Qulub Akhmad Faried Yusuf Akhmad Mutohhar Aliyatur Rofiah, Aliyatur Alpin Hidayatulloh Alpin Hidayatulloh Hidayatulloh Amanda Panjaitan1, Dea Andre Geza H Anggarini, Dola Mareta Angger Mas Rizki Kusuma Anggraeni, Cerly Nurlita Anggun Desiana Sofa Annajah, Abdillah Fathan Generus Arief Rakhman Affandi Arinda Dwi Safitri Arinta Nisrina Hastri Aviana, Devi Nurul Aziz Prabowo Azura, Carisa Zahra Bambang Supriyadi Burhanuddin, Aan Chapib Jamaludin Chilmiati, Mely Cholidah, Nungky Rahmawati Dani Satrio Wicaksono Dani Satrio Wicaksono Deby Andrianty Deni Aji Saputra Desi Sekar Utami dewi novita Dewi Wulandari Dian Asmaranty Difa Nafisatur Roshifa Dina Ariani, Dina Dini Noviantikasari Diniari, Azza Djagal Wiseso Marseno Dwi Prastiyo Hadi, Dwi Prastiyo Dwi Ujianti, Rizky Muliani Dzatul Kahfi Salim Mughofar Elian Sanjaya Elly Masliha Endang Is Retnowati Enny Purwati Nurlaili Erwin Setiawan, Erwin Eva Elysa Oktaviya Eva Elysa Oktaviys Fafa Nurdyansyah Fafa Nurdyansyah fafa nurdyansyah, fafa Fajriah Normawati, Zul’aidatul Fardhani, Zidan Arief Farid Jabbar Al Alif Fatwa Dewangga Saud Ferdiansyah, Mokhamad Khoiron Finda Evita Marviana Fitriyana, Vicha Hannifah Hannifah Haryanto Adhiwono, Enrico Valent Hasanah, Nadlifatul Hayati, Rihma Nur Hidayah, Isti Nurul Hikmawati, Septiani Nurul Ika Widyaningrum Indah Sari Indrani, Retno Ingsan, Roies Nur Isti Nurul Hidayah Jamaludin, Chapib Khaqiqi, Taib Khasanah, Mulidati Mutya Khusnul Fajriyah Lasmini Yati Lestari, Ayu Wiji Lestari, Eri Yuni Listiana Pratiwi Lukman Anugrah Agung Lustika Eva Lusiana M. Hilmy Ammar M. Khoiron Ferdiansyah Mahar Maligan, Jaya Mariska, Nurul Putri Maulida Pangesti Maulida, Syifa Nur Mega Novita Mega Novita Mei Sulistyoningsih Meilia Wulandari Mirratunnisya Mirratunnisya Mochamad Nurcholis Mudzanatun Mudzanatun Mughofar, Dzatul Kahfi Muliani Dwi Ujianti, Rizky Muliani, Rizky Mulidavi Mutya Rochmah Muzakki, Tsaqif Nadlifatul Hasanah Nadlifatul Hasanah Nayla Maghfiroh Amalia Nayla Maghfiroh Amalia Nekstaria, Adryananda Nike Poppy Purwatti Niko Kurniawan Nofitasari, Shindi Noora Qotrun Nada, Noora Qotrun Nova Ellya Widiyati Novikasari, Nur Annisa Metya Nugroho, Muhamad Bayu Nur Annisa Metya Novikasari Nur Khikmah Nur Khikmah, Nur Nur Kholifah Nur Laila, Eka Oktaria, Taskiya Sindy Paramita, Diva Julia Pitaloka, Amanda Puspita Prisma Indah Adinda Putri Putri Fara Dilla Qulub, Ahmad Syifa'ul Ragil Ulfa Mariana Ratih Lido Prameswari Relita Indar Hapsari Reni Rakhmawati Repka Natalia Repka Natalia Retnowati, Endang Is Ria Ulfiasari Rita Dewi Kristiana Rita Dewi Kristiana Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Mulyani Dwi Ujianti Robiul Tsania Rohmah, Isyqi Aulia Rosyanawati, Michelle Sa'adah, Khoirus Saputra, Ardi Lesmana Sari Suhendri Sari Suhendriani Sari Suhendriani Septiyani , Lailatus Sa’diyah Setianingsih, Annisa Setianingsih, Siti Nurlaela Shintiya Diyah Ayu Mayang Sari Silvia Dwi Suryani Siti Mukhoiyaroh Siti Nur Kholishoh Sopiyan Amir Sri Indah Hati Suhendri Suhendri Suryanti, Anik Susanti, Alifah Dwi Sutrisno, Sutrisno Syifa Nur Maulida Syilwa Aulia Rizquna Tala Desicha Amalia Mukmina Taufik Nor Hidayat Tiaraning Pitaloka Dewi Ujianti, Rizky Muliani Dwi Umar Hafidz Asy?óÔé¼Ôäóari Hasbullah Umiyati, Rini Utami, Febe Celia Roseva Visca Claudi Erezka Wafa, Alfan Najihil Wati, Anita Kurnia Wicaksono, Dani Satrio Widyastuti, Reza Yudi Pranoto Zahra Fidela Zenny Zanuba Arifah Zidan Arief Fardhani