Febry Maghfirah
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Mulawarman

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The JENAKA Game: Stimulating Gross and Fine Motor Development in Early Childhood Kartika, Wilda Isna; Maghfirah, Febry; Azzahra, Vira; Hasnur, Reyzia Anggriani; Pertiwi, Adharina Dian
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.103-07

Abstract

Problems of motor development delays in early childhood remain prevalent, often linked to decreasing levels of physical activity and the rising use of digital gadgets. This study aimed to investigate the effect of the interactive game JENAKA (Jelajah Fauna Kalimantan/Exploring Kalimantan’s Fauna) in stimulating motor development in children aged 5–6 years. A quantitative approach was employed using a pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest structure. The participants consisted of 18 children selected through saturated sampling, and the intervention was conducted over ten sessions between July and October 2024. Data were collected through structured observation using a motor skills instrument adapted from established measures, comprising 17 items across two domains: gross motor skills and fine motor skills. Expert validation confirmed content appropriateness, and the instrument demonstrated acceptable reliability. Data analysis involved tests of normality and homogeneity, followed by paired samples t-test using SPSS. Results revealed a significant improvement in motor skills after the intervention, with a significance value of .001, well below the .05 threshold. These findings indicate that JENAKA effectively enhanced both gross and fine motor skills, demonstrating its potential as an innovative learning medium in early childhood education. The novelty of this study lies in integrating local cultural and ecological elements, particularly Kalimantan’s fauna, into interactive play, thereby fostering not only physical development but also environmental awareness. The research highlights the importance of culturally grounded, play-based interventions and provides practical implications for curriculum design, suggesting that interactive cultural games can serve as engaging and holistic tools for stimulating early childhood development.
Pengaruh Kegiatan Kolase dengan bahan loose part terhadap kemampuan menempel anak usia 5-6 tahun di TK Al Raudah Samarinda tia, Siti Mutia Tasyah; Satriana, Malpaleni; Maghfirah, Febry
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4732

Abstract

Kemampuan menempel menjadi suatu faktor yang penting untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak. Tujuan dilangsungkannya studi ini yakni untuk mengetahui pengaruh kegiatan kolase dengan bahan loose part terhadap kemampuan menempel anak. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui jenis studi pra-eksperimen yang menerapkan desain one grup pre-test and post-test dan menerapkan sampel yakni sejumlah 19 anak di TK Al Raudah Samarinda. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas instrumen, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, analisis statistik deskriptif, dan uji hipotesis mengunakan uji T. merujuk pada temuan studi ini, kemampuan menempel sebelum diberi perlakuan pre-test adalah 21.16 dan sesudah perlakuan post-test 58,53 sehingga kemampuan menempel anak meningkat 37,37 dan berpengaruh signifikan terbukti bahwa skor Sig. = 0,000 < 0,05. Dengan ini dapat dilihat bahwa ada pengaruh kegiatan kolase dengan bahan loose part terhadap kemampuan menempel anak usia 5-6 tahun.
Pengaruh Media Audiovisual terhadap Kemampuan Pengukuran pada Anak Usia Dini Satriana, Malpaleni; Maghfirah, Febry; Sopia, Sopia
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5379

Abstract

Pengukuran adalah kemampuan matematika yang menyertakan angka untuk mengetahui ukuran suatu benda, sehingga benda tersebut dapat dibandingan dengan benda yang berbeda ataupun sejenis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap kemampuan pengukuran anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimen menggunakan desain one grup pre-test ang post-test dengan sampel sebanyak 18 anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik menggunakan uji Liliefors, Levene dan Paired Sampel T test. Berdasarkan hasil perhitungan kemampuan pengukuran anak sebelum diberi perlakuan adalah 48,8 % masih ditingkat belum berkembang, kemudian setelah diberi perlakuan meningkat hingga 38,7 % menjadi 87,5% dan sudah ditingkat berkembang sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media audiovisual memberikan pengaruh terhadap kemampuan pengukuran anak usia 5-6 tahun.
Pengaruh Media E-book terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini: Studi Eksperimental Mustikhatul, Annisa; Maghfirah, Febry; Azainil, Azainil
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini. Kurangnya kemampuan berpikir kritis dapat menyebabkan permasalahan dalam pembelajaran anak. Masa pertumbuhan anak merupakan fase yang krusial untuk pemberian stimulasi yang sesuai guna mengoptimalkan segala aspek perkembangan terutama kognitif. Penggunaan media pembelajaran juga membantu dalam mengoptimalkan kognitifitas anak usia dini salah satu media yang dapat digunakan adalah e-book.  Tujuan dari kajian ini melihat apakah pemberian stimulasi berupa media e-book dapat memberikan dampak terhadap pengetahuan berpikir kritis anak usia dini. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain one grup pretest and posttest. Hasil penelitian kajian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan berpikir kritis anak usia dini setelah diberikan stimulasi dengan media e-book. Analisis yang dilakukan juga menunjukkan hasil uji signifikansi (2-tailed) ialah 0,001 dimana lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditentukan yaito 0,005. Sehingga hipotesis awal ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Adanya peningkatan yang signifikan setelah diberikan stimulasi berupa e-book terhadap pengetahuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun, oleh karena itu e-book menjadi salah satu cara lain atau alternatif media dalam mengoptimalisasi pengetahuan berpikir kritis anak usia dini
Analisis Gender pada Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-7 Tahun Juwita Novita Sari; Adharina Dian Pertiwi; Wilda Isna Kartika; Febry Maghfirah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap kemampuan membaca  permulaan pada anak usia 5-7 tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan perkembangan literasi awal antara anak laki-laki dan perempuan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada orang tua dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) darti 120 anak usia 5-7 tahun yang terdiri dari 60 anak laki-laki dan 60 perempuan. Data kemudia dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan komperatif untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan berdasarkan gender. Instrumen penelitian  indikator kemampuan membaca permulaan, yaitu pengenalan huruf vokal, kemampuan membentuk struktur kata sederhana seperti  KV dan VKV, serta kemampuan membaca kata dengan struktur yang lebih kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan memiliki kemampuan membaca permulaan yang lebih baik dibandingkan anak laki-laki, terutama dalam pengenalan huruf dan pembentukan kata sederhana. Namun, perbedaan tersebut semakin berkurang seiring meningkatnya kompleksitas struktur kata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis fonemik dapat mendukung perkembangan kemampuan membaca permulaan secara seimbang pada anak laki-laki dan perempuan.
Pengaruh Kesukuan Orang Tua terhadap Kemampuan Berbahasa Daerah pada Anak Usia Dini Indah Salsabila Firdausi; Adharina Dian Pertiwi; Febry Maghfirah; Wilda Isna Kartika; Fitri Anjarwati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1969

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latar belakang kesukuan orang tua terhadap kemampuan berbahasa daerah Kutai pada anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest–posttest pada tiga kelompok anak: dua orang tua Kutai, satu orang tua Kutai, dan non-Kutai. Anak diberikan intervensi berupa video animasi berbasis budaya Kutai, kemudian perkembangan bahasa diukur melalui lima indikator: menyimak, menceritakan kembali, kosakata, keaksaraan, dan pemahaman arti kata. Data yang diperoleh dari observasi kemudian diubah menjadi skor dan dihitung nilai rata-ratanya untuk masing-masing indikator. Analisis dilakukan menggunakan deskriptif kuantitatif, yaitu teknik analisis yang bertujuan menggambarkan hasil penelitian melalui angka-angka dasar seperti rata-rata dan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh kelompok mengalami peningkatan setelah intervensi, dengan capaian tertinggi pada kelompok anak dengan dua orang tua Kutai. Media animasi terbukti efektif memperkuat kemampuan bahasa reseptif dan produktif melalui visualisasi, pengulangan kosakata, serta konteks budaya yang familiar. Temuan ini menegaskan bahwa paparan bahasa dalam keluarga berpengaruh signifikan, namun pembelajaran berbasis budaya tetap mampu meningkatkan kemampuan berbahasa bahkan pada anak tanpa latar belakang suku Kutai.
Peran Extended Family dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia 7 tahun Khotijah, Siti; Maghfirah, Febry
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v10i1.11289

Abstract

The research activity was conducted with the aim of knowing the language development of early childhood, especially children aged 7 years who have an extended family background. The case study type is very appropriate to be used in this study, in addition to the data collection method with observation techniques and interviews with Mrs. S, Mrs. Q, and Mrs. J as the biological parents of the three research subjects to obtain information related to children's language development, while the data analysis technique uses the Miles and Hubberman model through several steps of research activities, namely data collection activities, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the observation and interview activities that have been carried out previously, it can be seen that the listening, speaking, writing, reading abilities of Z, A, and R are able to achieve good language development because of the help of stimulation from the family, especially both parents, Grandma, Uncle, and Aunt. Several forms of stimulation, namely through watching videos, singing, telling stories, playing flash cards, and playing kinetic sand are considered effective in stimulating children's language abilities.
Peran Guru dalam Pembelajaran Sentra Balok untuk Menstimulasi Kemampuan Mengenal Bentuk dan Ukuran Anak Usia 5-6 Tahun Melda Krisdiana; Malpaleni Satriana; Evie Palenewen; Febry Maghfirah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2464

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk dan ukuran merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pembelajaran sentra balok untuk menstimulasi kemampuan mengenal bentuk dan ukuran pada anak usia 5–6 tahun di TK Negeri 1 Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian adalah satu orang guru kelompok B, sedangkan subjek yang diamati berjumlah 19 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator melalui pemberian pijakan, pendampingan, dan pertanyaan pemantik selama kegiatan bermain balok. Sebagian besar anak mampu mengenali bentuk dasar, mengelompokkan balok berdasarkan bentuk yang sama, serta membedakan ukuran balok. Pembelajaran sentra balok memberikan pengalaman konkret yang membantu anak memahami konsep bentuk dan ukuran. Dengan demikian, peran guru dalam pembelajaran sentra balok dapat menstimulasi kemampuan mengenal bentuk dan ukuran pada anak usia 5–6 tahun.
Tantangan Penggunaan Teknologi Pembelajaran pada Guru TK di Kalimantan Timur Dhita Afifah; Febry Maghfirah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.8084

Abstract

Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini mempunyai potensi menambah kualitas pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Namun, penerapannya di taman kanak-kanak masih menghadapi beragam tantangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tantangan penggunaan teknologi pembelajaran pada guru taman kanak-kanak di Kalimantan Timur. Penelitian memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang diselenggarakan di dua taman kanak-kanak, masing-masing berlokasi di Kota Samarinda dan Kabupaten Bengkulu Selatan. Pengumpulan data dilaksanakan lewat pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis memanfaatkan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan tantangan penting pada penggunaan teknologi pembelajaran mencakup keterbatasan fasilitas teknologi, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, serta pengaruh lingkungan daerah sekitar. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan integrasi teknologi pada pembelajaran anak usia dini memerlukan dukungan infrastruktur memadai, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, serta keterlibatan lingkungan dan orang tua. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian mengenai implementasi teknologi dalam konteks PAUD, sementara secara praktis dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dan pengelola taman kanak-kanak dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Media Audio Visual Penggunaan Alat Sholat terhadap Kemampuan kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Fauziah Danila; Febry Maghfirah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1556

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu ditumbuhkan sejak dini, termasuk dalam praktik ibadah sehari-hari seperti penggunaan alat sholat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual terhadap kemampuan kemandirian anak usia 5–6 tahun dalam menggunakan alat sholat di TK Kartika V-12 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen dan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian diberikan tes awal (pre-test), kemudian diberikan perlakuan berupa pemanfaatan media audio visual, dan selanjutnya dilakukan tes akhir (post-test). Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan kemandirian anak dalam menggunakan alat salat yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada tingkat kemandirian anak setelah diberikan perlakuan, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p = 0,046 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan aspek-aspek kemandirian anak, khususnya dalam hal pengelolaan waktu, pengambilan inisiatif, dan pengambilan keputusan secara mandiri.