Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SMARTPHONE ADDICTION TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA Uswatun Hasanah; Udi Rosida Hijrianti; Iswinarti Iswinarti
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.15.2.182-191

Abstract

Penggunaan smartphone sejak dini menyebabkan terjadinya addiction pada remaja sehingga memicu munculnya perilaku agresif pada remaja dikarenakan kurangnya kemampuan remaja dalam mengelola informasi yang didapatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah smartphone addiction memiliki kontribusi dalam mempengaruhi munculnya perilaku agresif pada remaja. Responden dalam penelitian ini berjumlah 290 orang yang berusia 15-20 tahun dengan lama penggunaan smartphone > 5 jam dalam sehari. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Pada penelitian ini smartphone addiction sebagai variabel (X) yang diukur dengan skala smartphone addiction dengan reliabilitas sebesar 0.943. Sedangkan, untuk mengukur perilaku agresif sebagai variabel (Y) dengan skala perilaku agresivitas dengan nilai reliabilitas 0.779. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana dengan hasil yang menunjukan bahwa adanya pengaruh positif dari smartphone addiction terhadap perilaku agresif pada remaja (B = 0.236) dengan taraf signifikan p=0.000  yang berarti terdapat pengaruh smartphone addiction terhadap perilaku agresif. Maka, dapat dijelaskan bahwa penggunaan smartphone yang berlebih hingga menyebabkan adiksi dapat memicu munculnya perilaku agresif pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian, smartphone addiction memiliki kontribusi sebesar 14.2% terhadap perilaku agresif.
Harga Diri Dengan Kemalasan Sosial Pada Mahasiswa LSO (Lembaga Semi Otonom) Gita Ayuningtyas Putri; Iswinarti Iswinarti; Istiqomah Istiqomah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.790

Abstract

Kemalasan sosial (social loafing) terjadi pada individu yang mengurangi usahanya dalam menyelesaikan beban tanggung jawab dalam kelompok dibandingkan saat individu tersebut bekerja tidak dalam kelompok. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemalasan sosial antara lain adalah faktor harga diri. Individu yang memiliki harga diri yang tinggi, terdorong untuk berprestasi dan bersungguh-sungguh dalam pengerjaan tugas atau proyek yang tergolong sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kemalasan sosial. Subjek penelitian merupakan mahasiswa anggota LSO (Lembaga Semi Otonom) Universitas X sejumlah 90 orang. Pengambilan data menggunakan skala kemalasan sosial yang disusun oleh peneliti sendiri dan skala harga diri dari Hidayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara harga diri dengan kemalasan sosial pada mahasiswa (r = -0,416; p 0,05). Harga diri berkontribusi sebesar 17,3% terhadap kemalasan sosial. Individu dengan harga diri yang tinggi memiliki kecenderungan bersikap positif dan kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam kelompok. Untuk mengurangi kemalasan sosial maka perlu adanya stimulasi yang diberikan agar setiap anggota kelompok merasa berharga atau memiliki harga diri yang positif.
DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL DIMEDIASI OLEH EMPATI PADA SISWA Lilik Mufidah; Iswinarti Iswinarti; Rr. Siti Suminarti Fasikhah
PSIKOVIDYA Vol 25 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v25i1.154

Abstract

Kepekaan siswa pada sesama belakangan ini mulai menurun, remaja kurang perduli dengan lingkungan, dan orang lain, tentunya hal ini kurang baik bagi perkembangan remaja itu sendiri,maka dengan ditumbuhkan empati dapat meningkatkan perilaku prososial (Hoffman, 2000) Dukungan sosial sangat berperan penting dan punya efek yang kuat pada perilaku prososial. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sekolah menengah pertama ( SMP) dengan berjumlah 265 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samping. Perilaku prososial diukur dengan menggunakan skala Prosocial Tendencies Measure-Revised (PTMR). Empati diukur menggunakan Emphaty Questionnaire, dukungan sosial di ukur dengan menggunakan skala child and adolescent social support (CASS) . Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Hayes. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan perilaku prososial yang dimediasi oleh empati pada siswa.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN PERFORMA KERJA DIMODERASI MOTIVASI BERPRESTASI PADA ANGGOTA POLRES BLITAR Yuyus Aditya Pratama; Iswinarti Iswinarti; Rr. Siti Suminarti Fasikhah
PSIKOVIDYA Vol 25 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v25i1.156

Abstract

Abstrak Performa kerja anggota Kepolisian menentukan baik dan buruknya kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Dalam menjalankan tugas, anggota kepolisian perlu mengelola stres kerja sehingga dapat mencapai performa kerja yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres kerja dengan performa kerja yang dimoderasi oleh motivasi berprestasi. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penentuan subjek menggunakan accidental sampling. Subjek penelitian ini adalah anggota Polres Blitar yang berjumlah 341 orang dengan sampel 150 orang. Skala yang digunakan untuk mengukur stres adalah New Job Stress Scale, skala untuk mengukur performa kerja Individual Work Performance Questionare, dan dalam mengukur motivasi berprestasi menggunakan Teori Mcclelland dengan skala motivasi berprestasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Hayes. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara stres kerja dengan performa kerja. Dari hasil analisis pada ketiga variabel diambil keputusan β = 0.616 dengan p = 0.00, menunjukkan motivasi berprestasi memoderasi hubungan stres kerja dengan performa kerja. Kata kunci: stres kerja, performa kerja, motivasi berprestasi Abstract The work performance of members of the Police determines the good and bad quality of service to the community. In carrying out their duties, police officers need to manage work stress so that they can achieve the desired work performance. This study aims to analyze the relationship between work stress and work performance which is moderated by achievement motivation. The design of this research is correlational quantitative research. Determination of the subject using accidental sampling. The subjects of this study were 341 Blitar police officers with a sample of 150 people. The scale used to measure stress is the New Job Stress Scale, a scale to measure the work performance of the Individual Work Performance Questionnaire, and in measuring achievement motivation using the Mcclelland Theory with achievement motivation scale. Analysis of the data used in this study is Hayes analysis. Based on the results of the analysis showed a positive and significant relationship between work stress and work performance. From the results of the analysis of the three variables, the decision β = 0.616 with p = 0.00 was made, achievement motivation moderates the relationship between work stress and work performance. Keywords: job stress, work performance, achievement motivation
IMPROVING CHILDREN’S PROBLEM-SOLVING SKILLS THROUGH JAVANESE TRADITIONAL GAMES Iswinarti Iswinarti; Dewi Retno Suminar
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.066 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i3.25331

Abstract

Nowadays, most children play digital games. Digital games, despite their advantages, have gradually eroded the existence of traditional games. Although both digital and traditional games comprise the values of problem-solving learning for children, traditional games offer more benefits in terms of the embodiment of local wisdom. This study aimed at encompassing the influence of Javanese traditional games such as bekelan, congklak lidi, and selentikan on the improvement of children’s problem-solving skills. This research was done employing quasi-experimental design involving 72 school-age children ranging from 9 to 11 years old, who studied at primary schools. The subjects of this study consisted of four experimental groups. Three groups played bekelan, congklak lidi, selentikan games respectively and the other group was assigned as the control group. The treatment was done for three weeks divided into six sessions. The findings showed that there was a significant improvement between the result of the pre-test and that of the post-test for these three games. The analysis results using One Way ANOVA showed that there was a difference in the improvement of problem-solving skills among groups (F(17) = 5.032, p .01). Due to its superiority, Javanese traditional games are potential to be an alternative media in improving children’s problem-solving skills.
Membangun Body Image Melalui Acceptance and Commitment Therapy (ACT) pada Pasien Kanker Payudara Ria Rizki Utami; Iswinarti Iswinarti; Djudiah Djudiah
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss1.art2

Abstract

Post-treatment for cancer patients have an impact on psychological discomfort, changes in lifestyle, fear and anxiety. One effect that often arises in breast cancer patients is a negative assessment of post-masectomy appearance such as breast removal. Development of body image problems related to low self acceptance in cancer patients. Interventions used to build a positive body image through acceptance and commitment therapy (ACT) in breast cancer patients. The design of study used a pretest-post-test control group design and the subjects involved in this study were breast cancer patients who were undergoing treatment at the age range of 30-50 years and had low score on body image scale. The data analysis method uses non-parametric analysis (Wilcoxon and Mann Whitney test) with SPSS. The results showed that ACT had an influence on body image in breast cancer patients. That is, ACT is able to build a positive body image in breast cancer patients
Empathy enhancement through group play therapy to reduce aggressive behavior Iswinarti Iswinarti; Nurul Hidayah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 8, No 3 (2020): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/147900

Abstract

Aggressive behavior in children has negative impacts on their social life. The various intervention programs were used to reduce aggressive behavior, one of them was by enhancing children's empathy. Group Play Therapy is used to enhance children's empathy ability so that their aggressiveness level can decrease. This study aimed to enhance empathy through Group Play Therapy in children who had aggressive behavior. Experimental research was used with pre-test and post-test design in two different groups, the experimental and control groups. The subjects were twenty school-aged children. The subject’s criteria for having a moderate-low level of empathy, also having moderate-high levels of aggressiveness. The instruments were The LA Aggression Scale for Elementary School and Upper Secondary School Students to measure the aggression levels with Cronbach’s Alpha value is 0,879. The instrument used to measure the children’s empathy was The Empathy Questionnaire for Children and Adolescents (EmQue-CA) with Cronbach’s Alpha value is 0,828. The Wilcoxon, Mann-Whitney, and Kendall's Tau tests were used to analyze data. The results showed that Group Play Therapy can enhance children's empathy so that it can reduce aggressive behavior.
Latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan penerimaan sosial pada anak dengan social (pragmatic) communication disorder Baiq Sopia Iswari Azizah; Iswinarti .
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i4.14788

Abstract

Social (Pragmatic) Communication Disorder (SCD) merupakangangguan komunikasi yang terjadi pada anak-anak. Subjekberusia 8 tahun memiliki permasalahan kurangnya penerimaan sosial.Berdasarkan hasil asesmen dengan menggunakan wawancara, observasi,gras, dan WISC, subjek didiagnosa memiliki gangguan social(pragmatic) communication disorder dengan permasalahan kurangnyapenerimaan sosial. Kurangnya penerimaan sosial yang terjadipada subjek diakibatkan subjek kurang mampu dalam interaksisosial. Intervensi yang digunakan pada kasus ini adalah denganlatihan keterampilan sosial. Tujuan dari intervensi ini yaitu untukmeningkatkan penerimaan sosial pada subjek yang memiliki social(pragmatic) communication disorder. Hasil intervensi menunjukkanperubahan yang lebih baik dari diri subjek. Subjek lebih diterima olehteman-teman sebayanya sehingga penerimaan sosial subjek meningkat.
Program Story Telling dengan Metode BERLIAN (Bercerita-ExpeRiential-LearnIng-ANak) untuk Menanamkan Moral pada Anak-anak Iswinarti Iswinarti; Hari Windu Asrini; Nida Hasanati; Rinikso Kartono
Altruis: Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v1i2.12163

Abstract

TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) merupakan sebuah tempat diselenggarakannya pendidikan dan pengajaran agama Islam khususnya Al Quran, termasuk pendidikan moral. Pada kenyataannya, program pendidikan di TPQ pada umumnya hanya mengajarkan bagaimana membaca Al Quran, tidak mengajarkan isi dan makna dari Al Quran itu sendiri, sehingga pendidikan moral kurang mendapat perhatian. Dengan demikian, hal yang penting yaitu membuat kreasi pada metode pembelajaran penanaman nilai-nilai moral menggunakan metode yang lebih menarik. Metode story telling merupakan salah satu teknik yang menarik untuk mempelajari nilai-nilai moral pada anak-anak. Program ini bertujuan untuk menerapkan metode story telling dengan metode BERLIAN (Bercerita-ExpeRiential-LearnIng-ANak) untuk menananmkan nilai-nilai moral pada anak. Strategi yang digunakan dalam program ini adalah pelatihan dan dilanjutkan dengan pemantauan dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta merasakan pentingnya metode story telling yang diterapkan di TPQ untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak. Mereka juga sepakat untuk menerapkan metode ini di TPQ, tetapi dalam penerapannya mereka terkendala dengan terbatasnya waktu, belum terbiasa, kurangnya keterampilan, dan kurangnya kepercayaan diri. Pendampingan dan tindak lanjut perlu dilakukan agar program dapat diimplementasikan dengan lebih baik.
Peran Kreativitas dalam Memediasi Hubungan Rasa Ingin Tahu dengan Motivasi Akademik Pada Mahasiswa Seni: The Role of Creativity in Mediating the Relationship between Curiosity and Academic Motivation in Art Students Wardah Arum Bayuningrum; Iswinarti Iswinarti; Muhammad Salis Yuniardi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.991 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p81-91

Abstract

Motivation and curiosity are the important aspects of learning. For art students, curiosity can provide stimulation or encouragement to be more interested in active learning and making works of art. Art students can also be expected to have a high level of creativity in order to maximize their ideas, concepts, and representations of works. Supported by high curiosity and creativity, students' academic motivation can be increased. The purpose of this study was to determine the effect of curiosity on academic motivation mediated by creativity in art students. This study involved 180 art students. The quantitative cross-sectional research was used, and mediated regression analysis method was employed to nalayze the data. The instruments used were the Indonesian adaptation scale of the short version of the AMS (Academic Motivation Scale), the Curiosity and Exploration Inventory-II, and the Kaufman of Creativity Scale (K-DOCS). The results showed that there is a direct effect of curiosity on academic motivation, while creativity indirectly affect the relationship between curiosity and academic motivation. The result of this study indicates that a high curiosity and creativity are expected in art students because these aspects enable them to boost their motivation and create their art works. Key words: Curiosity, creativity, academic motivation, art students Abstrak: Motivasi dan rasa ingin tahu adalah aspek penting dalam pembelajaran. Pada mahasiswa seni, rasa ingin tahu dapat memberi rangsangan untuk aktif dalam pembelajaran maupun pembuatan karya seni. Mahasiswa seni diharapkan memiliki  kreativitas yang tinggi agar dapat memaksimalkan ide, konsep dan representasi karya. Dengan didukung rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi, motivasi akademik mahasiswa juga dapat menjadi lebih meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peran rasa ingin tahu terhadap motivasi akademik yang dimediasi oleh kreativitas pada mahasiswa seni. Penelitian ini melibatkan 180 mahasiswa seni. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan, dan teknik mediated regression analysis dimanfaatkan untuk analisis data. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala adaptasi berbahasa Indonesia versi singkat AMS (Academic Motivation Scale), The curiosity and exploration inventory-II, dan menggunakan Kaufman of Creativity Scale (K-DOCS). Hasil penelitian menunjukkan adanya peran langsung rasa ingin tahu terhadap motivasi akademik, dan kreativitas berperan tidak langsung dalam hubungan antara rasa ingin tahu dengan motivasi akademik. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa seni diharapkan memiliki aspek rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi agar motivasi belajar mereka meningkat dan dapat mencipatkan karya-karya seni sesuai tugas belajar mereka.
Co-Authors Agung Himawan Ahmad Munjirin Al Amin, Muhamad Febrian Alifa Mulzi, Rahma Alifia Rahma Amani, Dalila Zati Annisa Lyona Annisa Lyona Atika Nuzuli Chari Negara Atikah Nuzuli Chari Negara Azkiya, Nur Rahmatul Baiq Sopia Iswari Azizah Belung, Yulinda Khairunnisa Betty Erda Yoelianita Betty Erda Yoelianita Chusnul Kotimah Dewi Retno Suminar Diah Karmiyati Diah Karmiyati, Diah Djudiah Djudiah Dwi Hadi priyambodo Dyah Intanningrum, Sukeksi Fasha Nabila Azhari Nurdin Febriani, Mutia Fira Ayu Yustia Gita Ayuningtyas Putri Haq, Bella Arini Hari Windu Asrini Hayus, Zuhaimi Santari Hendriati, Nata Hormansyah, Roselina Dwi Intanningrum, Sukeksi Dyah Islam, Fikril Istiqomah, Istiqomah Iwan Cahyono Juwita, Sarah Lia, Fitrah Amaliah Lilik Mufidah M. Salis Yuniardi M. Salis Yuniardi Makruf, Herlin Asfarina Meilianawati, Meilianawati Merry Dalimunthe Merry Dalimunthe Muhamad Febrian Al Amin Muhamad Salis Yuniardi Muhammad Salis Yuniardi Muhammad Salis Yuniardi Munjirin, Ahmad Nabila, Choirun Nisa' Mufidatul Nazlah Hasni Nida Hasanati Nida Hasanati, Nida Nur Rahmatul Azkiya Nurhuda Alfina Layalin Nurul Hidayah Oktaviona, Nabilla Perwatih, Hesti Putri Saraswati Putri, Fara Pradika Rahayu, Esti Widya Rahim, Amaliah Cindy E. Ramadhani, Ria Fatma Ria Fatma Ramadhani Ria Rizki Utami Rinikso Kartono Rita Rita, Rita Rr. Siti Suminarti Fasikhah Sahru Ramadhan Said, Astri Ardiyanti Sukeksi Dyah Intanningrum Surahman Surahman Taqiyah, Ilbasit Triyuliasari, Anisah Udi Rosida Hijrianti Uswatun Hasanah Uun Zulfiana Wardah Arum Bayuningrum Wardani, Kumala Ayu Wawan Saputra Widyasari, Dian Caesaria Yuniardi, Muhammad Salis Yuyus Aditya Pratama Zain, Nabilah Kamiliyah Zuliani, Siti