Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Keterampilan Berbicara Siswa dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Delmawita, Delmawita; Latif, Latif
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4623

Abstract

Speaking skills are a crucial aspect in shaping a generation that is intelligent, innovative, and cultured. However, various issues are still found in students’ speaking abilities at SDN 48 Pekanbaru, particularly among fourth-grade students. This study aims to describe the speaking skills of fourth-grade students in the Indonesian language subject at SDN 48 Pekanbaru. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. The subjects of the study consisted of students and the fourth-grade homeroom teacher. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation, using instruments such as interview guides, observation sheets, and document analysis forms. The data were analyzed through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the speaking skills of fourth-grade students remain at a moderate to low level across various indicators. Students experienced difficulties such as inaccurate pronunciation, inappropriate use of volume and intonation, disorganized sentence construction, and inability to express ideas in their own words. Factors such as shyness, nervousness, and low self-confidence were identified as major obstacles to students' speaking proficiency. Nevertheless, some students have shown relatively good speaking abilities, particularly in terms of fluency and expression.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tahap Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV di MIS Al–Birra Pekanbaru Nofita, Ria; Latif, Latif
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gerakan literasi sekolah diterapkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan diperoleh dari guru Bahasa Indonesia, guru kelas dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan tahapan pembelajaran GLS pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di MIS Al – Birra Pekanbaru dan membahas faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan tahapan kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertifikasi data/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS telah membantu meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa, terutama dalam membaca dan menulis. Kegiatan literasi diintegrasikan secara rutin ke dalam kurikulum Bahasa Indonesia dengan pendekatan yang beragam, seperti membaca pagi, menulis, mendengarkan, dan berdiskusi. Secara keseluruhan, meskipun masih terdapat beberapa tantangan, implementasi GLS di MIS Al-Birra Pekanbaru telah menunjukkan dampak positif terhadap pengembangan literasi siswa, terutama dalam kemampuan membaca dan menulis. Upaya untuk meningkatkan efektivitas program ini harus terus dilakukan agar dapat mencapai hasil yang lebih optimal di masa mendatang.
Bentuk dan Fungsi Pantun Atui; Sebuah Kajian Pantun Melayu Klasik Hidayatun Nur; Desi Sukenti; Latif, Latif; Dicky Fahmi; Diah Ayu Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi pantun atui yang ada dalam masyarakat Kampar-Riau Indonesia. Pantun atui merupakan warisan budaya masyarakat Kampar Riau yang sudah terancam punah seiring dengan perubahan zaman. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk dari pantun atui yang dilihat dari segi tipografi, rima, asonansi, aliterasi, diksi, imaji, gaya bahasa serta fungsi atau penggunaan pantun atui dalam kehidupan masyarakat Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi analisis dokumen dan fenomenologi. Melalui strategi analisis dokumen penelitian ini menganalisis teks pantun atui dari segi bentuk pantun atui dari segi tipografi, rima, asonansi, dan alterasi). Melalui strategi fenomenologi penelitian ini menganalisis penggunaan atau fungsi pantun atui masyarakat Kampar Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pantun atui memiliki keindahan bentuk dan unik yang dapat ditinjau dari tipografi yaitu berdasarkan jumlah baris, rima atau persajakan, asonansi, aliterasi, diksi, imaji dan gaya bahasa. Berdasarkan fungsinya pantui atui sebagai alat ekspresi diri dan sekaligus menjadi sarana edukatif dalam memberika nasihat terutama yang berhubungan dengan ajaran Islam. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam kajian pantun dan pantun Melayu Klasik serta pelestarian warisan budaya takbenda yang berupa pantun sehingga bisa menjadi tetap lestari.
Analisis Tingkatan Literasi Siswa Sekolah Dasar di Tembilahan Indragiri Hilir Latif, Latif; Febrina Dafit; Putri Octa Hadiyanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5742

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis Tingkatan Literasi Siswa Sekolah Dasar di Tembilahan Indragiri Hilir bertujuan mendeskripsikan tingkatan literasi yang dicapai siswa/i SDN 009 Tembilahan. Penelitian ini penting mengingat belum adanya profil terkait tingkat literasi siswa di sekolah. Metode yang digunakan dalam enelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus. Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, klasifikasi dan penarikan simpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan traingulasi Teknik dan menggunakan bantuan skala penilaian secara deskriptif. Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa tingkat literasi performatif, fungsional, dan informasional sangat dipahami siswa. Pada tingkatan performative dari 27 siswa terdata 20 atau 74% siswa sangat baik literasi performatif, 5 atau 18% siswa baik literasi performatif dan 2 atau 7,41% siswa tidak baik literasi performative. Pada tingkat fungsional terdata 22 atau 81% siswa sangat baik literasi fungsional dan 7 atau 25% siswa baik literasi fungsional. Pada tingkat informasional terdata 15 atau 55% siswa sangat baik literasi informasional, 10 atau 37% siswa baik literasi informasional dan 2 atau 7,41% siswa tidak baik literasi informatif. Pada tingkatan epistemic terdata 10 atau 37% siswa sangat baik literasi epistemic, 12 atau 44% siswa baik literasi epistemik dan 5 atau 18% siswa tidak baik literasi epistemic
Menilai Keterbacaan Buku Cerita Dwibahasa Anak: Melibatkan Guru dan Siswa untuk Mendorong Minat Baca di Balai Bahasa Provinsi Riau Sukenti, Desi; Alber, Alber; Tambak, Syahraini; Hidayatunnur, Hidayatunnur; Latif, Latif; Devi, Sylvia Pratama
J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture Vol. 5 No. 3 (2025): J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/j-lelc.2025.24087

Abstract

This study was motivated by children's low interest in reading storybooks available at school. Although the books presented are interesting and good, they do not offer many bilingual storybooks to introduce local culture. This study aims to describe the readability level of bilingual children's storybooks by involving teachers and students to encourage their interest in reading. This study uses a descriptive-quantitative method. The data collection techniques used are questionnaires and documentation. The sample used consisted of 65 respondents, comprising 40 teachers and 25 students. The results of this study indicate that the readability level of bilingual children's storybooks from the teachers' perspective can be described in four aspects: the readability of bilingual storybooks in terms of material (80.34%); presentation (80.87%); graphics (77.79%); and language (72.87%). Overall, the readability level of storybooks from the perception of B-2 level students was in the Very Good category. This means that the readability level of storybooks is easy for students to understand. Based on the findings of this study, the readability level of bilingual storybooks is suitable for use by students to learn about the regional languages of various ethnic groups, thereby developing students' literacy skills through a love of reading storybooks.
Meningkatkan Hasil Produksi dan Penjualan melalui Layanan Digitalisasi Sistem Jahit di Kelurahan Binawidya Nur Fitriana; Latif; Desti; Mairoza; Indah Putri
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2710

Abstract

Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran digital di Rumah Jahit Rapilo Tailor yang terletak di Kecamatan Binawidya, Pekanbaru. Mitra menghadapi masalah seperti kekurangan peralatan produksi, kurangnya variasi produk, dan kurangnya kemampuan untuk memanfaatkan pemasaran digital secara efektif. Pelatihan tentang strategi pemasaran digital dan manajemen usaha sederhana, pengadaan peralatan, pelatihan teknik menjahit kontemporer, kelas diversifikasi produk, dan pembentukan identitas bisnis adalah beberapa metode yang digunakan. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi, pembentukan identitas bisnis, diversifikasi produk baru, dan pemasaran digital yang aktif. Program ini meningkatkan daya saing bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan keuntungan mitra. Artikel ini memberikan pelajaran praktis yang dapat diterapkan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya.
Peran Guru dalam Membentuk Keterampilan Literasi Membaca Siswa Kelas II SD Negeri 83 Pekanbaru Ritonga, Noor Aspa Izzati; Latif, Latif
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.694

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru dalam mengembangkan keterampilan literasi membaca siswa kelas II di SD Negeri 83 Pekanbaru. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting sebagai fasilitator, demonstrator, motivator, pengelola kelas, dan evaluator. Guru menyediakan pojok baca, menggunakan berbagai media, mengadakan kegiatan literasi di perpustakaan, serta memberikan dukungan motivasional dan umpan balik konstruktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontribusi guru secara signifikan meningkatkan kelancaran dan pemahaman membaca siswa, meskipun beberapa siswa masih menghadapi tantangan.
The Role of Teachers in Overcoming Student Delinquency in Grade VI Elementary School Ivani Prihadi, Della; Latif, Latif
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol. 53 No. 2 (2024): Educational Theory and Practice
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v53i2.15404

Abstract

Widespread delinquency takes the form of breaking rules and making noise in the learning process in the classroom so that a teacher must be able to handle delinquency committed by students. This research aims to determine the forms of delinquency committed by students and the role of teachers in dealing with student delinquency at SD Negeri 19 Dayun. The research method used in this research is qualitative methods. Researchers used data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation involving subjects, namely class VI teachers and class IV students at SD Negeri 19 Dayun. The data analysis technique in this research uses the Miles and Huberman model which consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the research results, it shows that there are several forms of student behavior such as chatting in class, being late for class, often making noise, cheating, being lazy about doing assignments, making fun of friends, bullying, damaging school property, truancy, violating school rules and regulations, etc. against the teacher. The role of the teacher in dealing with student delinquency is that the teacher becomes an example and the teacher becomes a guide by providing advice to students
Teori Pendidikan Dan Aliran Filsafat Dalam Pembelajaran Bahasa Abad 21 Latif, Latif; Zaim, M
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: teori pendidikan yang berpengaruh dalam pembelajaran bahasa abad dua puluh satu; aliran filsafat yang berpengaruh dalam pembelajaran bahasa abad dua puluh satu, dan desain pembelajaran bahasa abad dua puluh satu. Penelitian ini mengarahkan pendidik agar menggunakan teori pendidikan dan aliran filsafat dalam pembelajaran bahasa serta membantu peserta didik merancang pembelajaran bahasa abad dua puluh satu.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan  pendekatan deskriptif.  Jenis penelitian yang digunakan studi literatur narrative systemativ review. Hasil temuan penelitian ini masih terdapat  pendidik tidak meggunakan teori pendidikan dan aliran filsafat yang berpengaruh terhadap pembelajaran bahasa. Fakta di lapangan teknologi abad dua puluh satu sudah menjadi bagian dalam kehidupan tetapi tidak digunakan secara efektif dalam pembelajaran bahasa abad dua puluh satu.
THE EFFECTIVENESS OF FUN LEARNING IN IMPROVING THE COMPREHENSION OF EFFECTIVE SENTENCES OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: EFEKTIVITAS FUN LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KALIMAT EFEKTIF SISWA SD Zikri Darmawan; Latif
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6495

Abstract

This research is motivated by the low ability of students to understand and compose effective sentences due to the application of conventional learning methods that tend to be boring and less interactive. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the application  of the Fun Learning  method in improving the understanding of effective sentences of grade IV students of SD Negeri 113 Pekanbaru. The research uses a quantitative approach with a pre-experimental  design of the one group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 26 students of class IV A who were selected through purposive sampling techniques. The research instrument is in the form of pretest and posttest tests that measure the ability to understand the elements of effective sentences. The data were analyzed using the Paired Sample t-test with the help of the SPSS version 25 program. The results showed a significant improvement in students' abilities after the implementation of the Fun Learning method, with an average pretest score of 51.92 increasing to 87.58 in the posttest. The significance value (Sig. 2-tailed) = 0.000 < 0.05 proves that there is a significant influence between the application of the Fun Learning  method on students' effective sentence comprehension. Qualitatively, the application of Fun Learning creates an active, interactive, and fun learning atmosphere, thereby increasing student motivation, participation, and confidence. The implications of this study show that the Fun Learning  method is effectively applied in Indonesian learning in elementary schools, especially in effective sentence materials. Teachers are advised to integrate this approach in the learning process to improve the quality of language understanding and form positive character of students.