Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Punyimbang

STRATEGI PELESTARIAN EKSISTENSI BAHASA LAMPUNG DALAM KONTEKS KEBERAGAMAN BAHASA DAERAH DI INDONESIA Yustiana, Berlianna Asih; Prayogi, Rahmat; Hilal, Iqbal
Jurnal Punyimbang Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v4i1.1119

Abstract

This research aims to describe and explain the strategy of preserving the existence of Lampung Language in the context of regional linguistic diversity in Indonesia. Qualitative approach and literature study are the methods used. The object of this research identifies factors that affect the existence of Lampung Language, including globalization, modernization and demographic changes. In addition, the preservation strategy involves the active participation of the community, students and government in the development of educational curricula that support regional languages, and the utilization of information technology to promote the understanding and use of Lampung Language. The implementation of this strategy is expected to make a positive contribution to the preservation of Lampung Language's existence and support the diversity of regional languages in Indonesia. This research provides an in-depth look at the challenges and opportunities for regional language preservation amidst the dynamics of contemporary society. To preserve local languages, Lampung Province stipulated Lampung Governor Regulation No. 39/2014 stipulating the subject as local content at every level of the education unit. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan strategi pelestarian eksistensi Bahasa Lampung dalam konteks keberagaman kebahasaan daerah di Negara Indonesia. Pendekatan kualitatif dan studi pustaka yaitu metode yang digunakan. Objek penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi Bahasa Lampung, termasuk globalisasi, modernisasi, dan perubahan demografis. Selain itu, strategi pelestarian melibatkan partisipasi aktif masyarakat, mahasiswa dan pemerintah dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang mendukung bahasa daerah, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mempromosikan pemahaman dan penggunaan Bahasa Lampung. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian eksistensi Bahasa Lampung serta mendukung keberagaman bahasa daerah di Indonesia. Penelitian ini memberikan pandangan mendalam tentang tantangan dan peluang pelestarian bahasa daerah di tengah dinamika masyarakat kontemporer. Untuk menjaga bahasa daerah, Provinsi Lampung menetapkan Peraturan Gubernur Provinsi Lampung Nomor 39 Tahun 2014 menetapkan mengenai mata pelajaran tersebut sebagai muatan lokal di setiap jenjang satuan pendidikan.
MAKNA MENDALAM: PERIBAHASA LAMPUNG SEBAGAI PANDUAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI Riansyah, Zadra; Mustofa, Ali; Prayogi, Rahmat
Jurnal Punyimbang Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v4i1.1123

Abstract

This article aims to explore the deep meaning contained in Lampung proverbs and how these proverbs function as valuable guides in everyday life. Lampung proverbs not only contain local wisdom but also reflect cultural values ​​that can provide inspiration and guidance for the community. This article details an in-depth study of a number of selected Lampung proverbs, highlighting local wisdom that continues to be relevant and valuable in shaping the character and values ​​of society. More than that, this article also explores how Lampung proverbs are not just words of wisdom, but also have transformative power that can shape people's perspectives and attitudes towards life. By presenting an in-depth analysis, it is hoped that this article can provide richer insight and deepen readers' understanding of local wisdom in the context of Lampung proverbs. Artikel ini bertujuan untuk menggali makna mendalam yang terkandung dalam peribahasa Lampung dan bagaimana peribahasa tersebut berfungsi sebagai panduan berharga dalam kehidupan sehari-hari. Peribahasa Lampung tidak hanya mengandung kebijaksanaan lokal namun juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang dapat memberikan inspirasi dan panduan bagi masyarakat. Artikel ini merinci kajian mendalam terhadap sejumlah peribahasa Lampung yang dipilih, menyoroti kearifan lokal yang terus relevan dan bernilai dalam membentuk karakter dan tata nilai masyarakat. Lebih dari itu, artikel ini juga mengeksplorasi bagaimana peribahasa Lampung tidak hanya sekadar kata-kata bijak, melainkan juga memiliki daya transformative yang dapat membentuk perspektif dan sikap hidup masyarakat. Dengan menyajikan analisis mendalam, diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan memperdalam pemahaman pembaca terhadap kearifan lokal dalam konteks peribahasa Lampung.
Pemilihan Perkawinan: Tradisi Sebambangan di Rakyat Pepadun Lampung di Desa Banjar Ratu Maharani , Syifa; Rahmatika, Zidny Rizka; Prayogi, Rahmat; Riadi, Bambang
Jurnal Punyimbang Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v4i2.1131

Abstract

The purpose of this research is to explore a type of marriage of the Lampung Pepadun people in Banjar Ratu village, Way Pengubuan sub-district, Central Lampung district. This research uses a descriptive method through a qualitative approach, with data collection techniques through interviews and observation. The results show that the Lampung Pepadun people in Banjar Ratu Village tend to decide to conduct Sebambangan marriages. There are several reasons underlying this choice, including: 1) the cost factor, where the cost required for a Begawi marriage can be five times greater than a Sebambangan marriage, which only requires a maximum cost of 30 million. 2) the time factor, where the agenda in a Begawi wedding lasts longer than a Sebambangan wedding, which only takes a maximum of two weeks. 3) the social stratum factor, where Begawi marriages are influenced by occupational factors, education, and the traditional title of a family, which is the reason why Begawi marriages are preferred by families with a certain social status, while Sebambangan marriages are preferred by families with different social backgrounds. Tujuan dari riset ini ialah guna mendalami suatu jenis perkawinan dari suatu rakyat Lampung Pepadun di Kampung Banjar Ratu, Kec. Way Pengubuan, Kab. Lampung Tengah. Riset ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara serta observasi. Hasil riset menampakkan bahwa rakyat Lampung Pepadun di Desa Banjar Ratu cenderung memutuskan guna melakukan perkawinan Sebambangan. Ada beberapa alasan yang mendasari alternatif ini antara lain: 1) faktor biaya, di mana biaya yang dibutuhkan guna pernikahan Begawi bisa lima kali lebih besar dibandingkan dengan perkawinan Sebambangan, yang hanya memerlukan biaya maksimal 30 juta. 2) faktor waktu, di mana rangkaian agenda dalam pernikahan Begawi berlangsung lebih lama dibandingkan dengan perkawinan Sebambangan hanya membutuhkan waktu maksimal dua minggu. 3) faktor jenjang sosial, di mana perkawinan Begawi dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, pendidikan, serta gelar adat suatu keluarga, yang menjadi alasan mengapa perkawinan Begawi lebih dipilih oleh keluarga dengan status sosial tertentu, sementara perkawinan Sebambangan lebih dipilih oleh keluarga dengan latar belakang sosial yang berbeda.
ANALISIS SASTRA BANDINGAN PADA PUISI “LEHOTMU” DENGAN PUISI “BERDIRI AKU” Ainunnisa, Aisyahvira Salwa; Aulia, Miya; Prayogi, Rahmat; Riadi, Bambang
Jurnal Punyimbang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v3i2.1133

Abstract

Abstract His research aims to analyze the elements of comparative literature in two poems, namely “Lehotmu” by Ariani Rosa Lesmana and “Berdiri Aku” by Amir Hamzah. The main problem studied is how to analyze the elements of comparative literature in the two poems. The method used in this research is literature study, with the main sources coming from the book Sampian (Anthology of Lampung-Indonesian Bilingual Poetry) and Poetry Theory and Appreciation. The poem “Lehotmu” describes a profound experience related to death and loss, where the main character reflects feelings of fear and despair after experiencing loss. The setting, such as twilight and night, adds to the emotional atmosphere of the poem. In contrast, the poem “Berdiri Aku” emphasizes the spiritual and emotional journey of a person trying to find the meaning of life in the midst of loneliness and uncertainty. Nature serves as a symbol of the character's feelings in the face of doubt and anxiety, but it also shows the determination to continue searching for meaning even though they have not yet found the answer. Both poems provide a deep reflection on the human condition that often faces darkness before reaching enlightenment.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur sastra bandingan pada dua puisi, yaitu “Lehotmu” karya Ariani Rosa Lesmana dan “Berdiri Aku” karya Amir Hamzah. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana menganalisis unsur sastra bandingan dalam kedua puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan sumber utama berasal dari buku Sampian (Antologi Puisi Dwibahasa Lampung-Indonesia) dan Teori dan Apresiasi Puisi. Puisi "Lehotmu" menggambarkan pengalaman mendalam terkait dengan kematian dan kehilangan, di mana tokoh utama merefleksikan perasaan takut dan putus asa setelah mengalami kehilangan. Latar yang digambarkan, seperti waktu senja dan malam, menambah atmosfer emosional puisi ini. Sebaliknya, puisi "Berdiri Aku" lebih menonjolkan perjalanan rohani dan emosional seseorang yang berusaha menemukan makna hidup di tengah kesendirian dan ketidakpastian. Alam berfungsi sebagai simbol perasaan tokoh dalam menghadapi keraguan dan kegelisahan, namun juga menunjukkan tekad untuk terus mencari makna meski belum menemukan jawabannya. Kedua puisi ini memberikan refleksi mendalam tentang kondisi manusia yang sering kali menghadapi kegelapan sebelum mencapai pencerahan.
Co-Authors Abadi, Rizky Agung Achyari, Asrul Adelio Alvaro Aditama, Haryuda Afni, Vernia Nur Agustina , Dhita Aulia Ahmad Mu'is Ainunnisa, Aisyahvira Salwa Alfanny Pratama Fauzy Alfina Fistalita Ali Mustofa Ali Mustofa Alvindra, Alya Putri Amalia, Romaisya Amelia, Elda Anggraini, Dwi Susi Anggraini, Sabryna Annajar, M. Naufal Ardana, Rafli Dwi Aulia, Miya Aulia, Sindy Azarine Kayla Balqis, Syira Amanah Bambang Riadi Betnawati Betnawati, Betnawati Budiman , Ahmad Arif Celshy Audrielia Rahman Daffa Hibban Bahrisy Damayanti, Dwi Defi, Dini Ananda Delta Anggraeni Delvina Maulhy Azahra Hulu Destiana, Nindy Dewi Nur Azizah Dewi Ratnaningsih Dhaivina Gustiani Putri Dhalimah, Septia Diah Ayu Dwi Agustiana Putri Edi Suyanto Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Elly Nur Fatimah Fajri, Egi Gusti Al Faktiah, Harummi Fauzi , Irfan Felisa, Nadia Fifi Mutia Sari Filmansah, Een Firnanda, M. Evan Fitri Nur Hidayah Harummi Fakhtiah Hayati, Dwi Herga , Rafa Maritza Heru Prasetyo Hidayatullah, Maikel Humaira, Fannisa I Wayan Ardi Sumarta I Wayan Mustika Iqbal Hilal Irawan Suprapto Irawan, Putri Calista Irma Bela Oktaviana Jane, Cinta Adinda Nur Jimny, Zahra Adellia Dewi Khairunnisa, Arsy Khairunnisa, Dinda Ferika Khotman, Desy Rahmawati Kouri Asyiah Kurniawan, Aldo Kurniawan, Rizaldi Yosep Kurniawati Kurniawati Kusuma, Nirma Fadia Lailatul Hidayati Latifah, Umun Lesti Susanti Lisna, Nova Maharani , Syifa Maharani, Salwa Pramesti Maharani, Serlia Marlisa, Ani Mawardi, Raisya Thania Meirita, S.Pd., M.Pd., Siska Melia Pitriyani Meyriska, Alya Selsa Mila Sari Mildawati, Arini Monica, Rosa Dina Muhammad Fuad Muhammad, Ulul Azmi Muharidha, Suharti Muharsyam Dwi Anantama Mulyanto Widodo Mulyanto Widodo Munandar, Muhammad Rafi Munaris Munaris . Mustika , I Wayan Nabila Trya Nabila, Julia Putri Nadila Ayu Putri Naewa Puarada, Friska Dewi Nahdliyya Izzatul Mutammimah Nanalia Nur Halimah Nur Hikmawati Adinda Nur, Darma Devanza Nurjanah, Vivi Baity Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurlelawati, Nurlelawati Prasetyo, Nereus Eko Purwoko, Agus Puspita, Citra Putri, Claudiana Omega Putri, Della Eka Putri, Meilinda Tiara Putri, Shelvia Putri, Shulamid Shania Permata Putri, Tania Aurellia Rahmatika, Zidny Rizka Rahmawati, Annisa Az-Zahra Ramadhany, Nurul Astry Rani Oktavia Ratu, Puja Bidi Razak, Oca Yuliza Reihan Franige Restiani, Kharisma Reza, Muhammad Arfa Riadi , Bambang Riadi, Bambang Rian Andri Andri Prasetya Rian Andri Prasetya Riansyah, Zadra Riskika, Septia Ronalta, Ratna Rahayu Sabilla Mukhtar, Amalia Safei Soleh Safitri, Dwi Rahma Safitri, Reni Septi Sagita, Hardi Sahmega, Bagus Salsabila, Atha Nabitha Salsabila, Elsya salsabila, safira Sanah Riah Saputra, Deni wahyu Saputra, Dira Sari, Arivia Tri Novita Sari, Ima Permata Septia Uswatun Hasanah Shantiya, Dela Sintia, Nindi Siswoyo, Joan Siti Hasanah HS Siti Samhati Soleh, Safei Solina Solina Sudirman Husin Sulistiyanti Khalizah Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Syah, Nur Irwan Syaiful Kiram Syifa Athiyyatus Zuhro Tiara Brilliant Triyani, Riska Sukma Ubaidillah, Muhammad Umun Latifah Utami, Annisa Widya Utari, Marya Utari, Marza Utari Wahyuni, Lena Wibowo, Duta Inovasi Yani, Mira Fitri Yanti, Dewi Yulianita, Dea Yunisa, Aulia Yustiana, Berlianna Asih Zafira, Dhiya Ulhaq ZR, Mutiara Ananda