Claim Missing Document
Check
Articles

Association Between Oral Health Status and Quality of Life Among Patients with Diabetes Mellitus Febriani, Henny; Wirza, Wirza; Reca, Reca; Nuraskin, Cut Aja
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 4 № 01 (2026): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v4i01.2177

Abstract

Oral health constitutes an essential component of overall health; however, individuals with diabetes mellitus (DM) are at increased risk of developing oral diseases due to metabolic dysregulation and chronic inflammation, which may substantially impair their quality of life. This study aimed to evaluate oral health status and oral health–related quality of life (OHRQoL) among hospitalized patients with DM and to examine the associations between these variables. A quantitative cross-sectional study was conducted at TK II Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh, Indonesia, between July 21 and August 8, 2025. A total of 67 hospitalized patients with DM were recruited using accidental sampling. Oral health status was assessed through clinical examinations, including the Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMF-T) index, Oral Hygiene Index–Simplified (OHI-S), and periodontal status assessment. OHRQoL was measured using a structured questionnaire. Data were analyzed using univariate statistics and bivariate analysis with the Chi-square test. Most respondents were aged 50–69 years (56.71%). A high burden of oral health problems was observed, with 62.7% of participants exhibiting very high DMF-T scores, 70.1% presenting with poor oral hygiene, and 59.7% having poor periodontal status. Consistently, 70.1% of respondents reported a low OHRQoL. Bivariate analysis demonstrated statistically significant associations between OHRQoL and dental caries status (p = 0.035), oral hygiene status (p = 0.006), and periodontal status (p = 0.0001). Poor oral health status is significantly associated with reduced quality of life among hospitalized patients with diabetes mellitus. Periodontal status showed the strongest association with OHRQoL, underscoring the critical need for integrated oral health management and targeted educational interventions as part of comprehensive diabetes care to enhance patients’ overall well-being.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.