Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of the Problem Based Learning Model Assisted by Booklet Media on the Understanding Conceptual Ability of Class V Elementary School Students on Water Cycle Material Murdani, Eka; Sumarli, Sumarli; Ramadhani, Aldi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v10i1.22901

Abstract

This research aims to determine the effect of the problem based learning model assisted by booklet media on the understanding conceptual ability of fifth grade elementary school students in the water cycle material at SDN 03 Dungun Laut, Jawai District for the 2023/2024 academic year. The type of research used was quantitative research using a quasi experimental design method with a post-test only control group design. The population of this study was all class V students at SDN 03 Dungun Laut, totaling 40 students. The sample for this research was class V with a total of 40 students consisting of class VA with 18 students as the experimental class and class VB with 22 students as the control class. The collection techniques used in this research were test and non-test techniques. The tests used were post-test questions, while non-tests used student response questionnaires, and observation sheets on the implementation of learning activities. The data analysis techniques in this research were the two independent sample t-test, effect size test, and descriptive percentage analysis. The results of the research showed that: (1) There was a difference in students' conceptual understanding between classes that use the problem based learning model assisted by booklet media and classes that are given a direct learning model on water cycle material in class V SDN 03 Dungun Laut with tcount = 2.462 > ttable = 2.024; (2) The influence of the problem based learning model assisted by booklet media on students' science understanding conceptual ability was 0.4 with medium criteria; (3) The implementation of the problem based learning model assisted by booklet media in science learning for class V elementary school was classified as very good with a percentage of 90%; (4) Students response were positive to the problem based learning model assisted by booklet media in science lessons for class V elementary school was 81% with very good criteria. So it could be concluded that the problem based learning model assisted by booklet media had an influence on students' understanding conceptual ability of Natural Science (IPA) in class V water cycle material at SDN 03 Dungun Laut.
WORKSHOP STRATEGI PUBLIKASI KARYA ILMIAH DI JURNAL ILMIAH Rosdianto, Haris; Murdani, Eka; Sulistri, Emi; Anitra, Rien; Sumarli, Sumarli; Utama, Erdi Guna; Wijaya, Andika Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v7i2.4004

Abstract

ABSTRACTThe community service that has been carried out is a workshop on strategies for publishing scientific works in scientific journals for Singkawang city science teachers. The objectives of this service activity are: (1) providing material regarding knowledge in how to write to publish scientific articles in research journals; (2) providing training in writing and publishing scientific articles. The focus of this service is to provide information to teachers so that they have an understanding in writing scientific papers in both quantitative and qualitative research methods; provide material on strategies for finding correct and relevant scientific journals so that they are recognized in the assessment of teachers' functional positions; provide material on how to send scientific paper manuscripts to scientific journals until the manuscript is accepted. The methods used in this scientific work publication workshop are: 1) planning; 2) implementation; and 3) reflection. Evaluation of activities is carried out through: 1) Question and answer; 2) Google form related to the questionnaire to measure teacher understanding and responses regarding material content and workshop effectiveness. Indicators of success in implementing scientific work publication workshops use 2 methods, namely: (1) evaluation during the activity process, and (2) evaluation after the workshop activity. Keywords: Scientific articles, writing, community service. ABSTRAKPengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan adalah kegiatan workshop strategi publikasi karya ilmiah di jurnal ilmiah bagi guru di kota Singkawang. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu: (1) memberikan materi mengenai pengetahuan dalam cara penulisan artikel ilmiah dan cara mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal penelitian;         (2) memberikan pelatihan penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Adapun fokus pada pengabdian ini yaitu memberikan informasi kepada guru agar memiliki pemahaman dalam menulis karya ilmiah yang baik dan benar baik di metode penelitian kuantitatif maupun kualitatif; memberikan materi tentang strategi menemukan jurnal ilmiah yang benar dan relevan agar diakui dalam penilaian jabatan fungsional guru; memberikan materi tentang cara mengirim naskah karya ilmiah pada jurnal ilmiah yang sudah didapatkan sampai naskah tersebut dinyatakan diterima (accepted) oleh editor. Metode yang digunakan dalam kegiatan workshop publikasi karya ilmiah ini yaitu: 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; dan 3) refleksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui: 1) Tanya jawab. 2) Google form terkait kuesioner untuk mengukur pemahaman dan respon guru mengenai konten materi dan efektivitas workshop. Indikator keberhasilan dalam pelaksanaan workshop publikasi karya ilmiah menggunakan 2 metode, yaitu: (1) evaluasi selama proses kegiatan, dan (2) evaluasi pasca kegiatan workshop.Kata Kunci: Karya ilmiah, penulisan, pengabdian kepada masyarakat
Analisis Perilaku Bermasalah Siswa Kelas Tinggi Fatihin, Aldi; Basith, Abd; Sumarli, Sumarli
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i5.7574

Abstract

Perilaku bermasalah merupakan perilaku menyimpang yang dimiliki setiap individu yang bermasalah atau perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku bermasalah pada siswa di SDN 22 Sulur Medan Kabupaten Sambas, 2) Mendeskripsikan faktor penyebab perilaku bermasalah pada siswa di SDN 22 Sulur Medan Kabupaten Sambas. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa yang memiliki perilaku bermasalah dan guru kelas. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis oleh Milse dan Huberman yang terdiri pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku bermasalah siswa di SDN 22 Sulur Medan tergolong perilaku yang harus diperhatikan. Perilaku bermasalah yang paling dominan terjadi diantara 3 subjek siswa yaitu perilaku mengganggu dan perilaku emosional yang dilakukan oleh 2 siswa, sementara perilaku membully, berbicara kotor, dan sering keluar masuk kelas hanya dilakukan oleh 1 siswa saja. Adapun faktor penyebabnya yaitu faktor keluarga karena kurangnya perhatian orang tua, faktor lingkungan karena bergaul dengan lingkungan yang lebih dewasa, dan faktor individu karena masalah emosional yang terjadi pada dirinya sendiri.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Berbantuan Media Diorama Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas V Murdani, Eka; Alpina, Wiwiek; Wirawan, Gunta; Sumarli, Sumarli
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental, desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan kelas V di SDN 16 Perapakan Besi. Sampel yang diambil dalam penelitian adalah siswa kelas VA sebagai kelas kontrol yang berjumlah 23 siswa dan VB sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa soal essay yang memuat indikator kemampuan literasi sains dan teknik non tes berupa angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan Uji t dua sampel, Effect Size dan Presentase angket respon siswa. Hasil penelitian menyatakan (1) Terdapat perbedaan kemampuan literasi sains siswa yang menggunakan model Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode konvensional, hasil perhitungan menunjukkan   = 3,3738 >  = 1,679 (2) model Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama berpengaruh tinggi terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 16 Perapakan Besi, dengan hasil perhitungan effect size sebesar 1,171, (3) Respon siswa positif terhadap model pembelajaran Inquiry Terbimbing berbantuan media diorama di kelas V SDN 16 Perapakan Besi dengan persentase respon siswa sebesar 75% pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Inquiry Terbimbing berbantuan media Diorama terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas V SDN 16 Perapakan Besi. 
PENGEMBANGAN MODUL STATIC STRUCTURAL BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD PADA MATA KULIAH BAHAN TEKNIK Ilyasa, Muhammad Nabil; Ihwanudin, M; Sumarli, Sumarli
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 7 No. 1 (2024): (November)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v7i1.75755

Abstract

AbstractThe problem in the Engineering Materials class is that students still consider the Engineering Materials course to be material that is difficult to understand. With these problems, this research aims to develop the "Static Structural" module with an experiential learning approach in the Engineering Materials course using the finite element method. This type of research is R&D (research and development) which refers to the 4D development model: defining, designing, developing and disseminating. The data analysis technique used is included in descriptive statistics where the calculated data is analyzed. After validation was carried out by experts on material, language and design aspects, qualitative data was collected and then processed into quantitative data which was compiled in a validation recapitulation. The results of this research show that the module is declared feasible as a whole with an average score of 3,212 and 80,321% from the expert validator assessment, while in small group trials it gets an average score of 3,495 and a percentage of 87,368%, resulting in a very interesting category as a teaching medium in Engineering Materials courseAbstrakPermasalahan di kelas Bahan Teknik didapatkan bahwa mahasiswa masih menganggap mata kuliah Bahan Teknik merupakan materi yang sulit dipahami. Dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan modul "Static Structural" dengan pendekatan experiential learning pada mata kuliah Bahan Teknik menggunakan finite element method. Jenis penelitian ini R&D (research and development) yang mengacu pada model pengembangan 4D: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diseminasi (disseminate). Teknik analisis data yang digunakan termasuk dalam statistik deskriptif dimana data yang telah dihitung dilakukan analisa. Setelah dilakukan validasi ke ahli aspek materi, bahasa dan desain, pengumpulan data kualitatif dilakukan kemudian diolah menjadi data kuantitaif yang tersusun di rekapitulasi validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul dinyatakan layak secara keseluruhan dengan skor rata-rata 3,212 dan 80.321% dari penilaian validator ahli, sedangkan dalam uji coba kelompok kecil mendapatkan  nilai skor rata-rata 3.495 dan persentase 87.368% sehingga didapatkan kategori sangat menarik sebagai media pengajaran dalam mata kuliah Bahan Teknik.
Pengaruh Metode Preview Question Read Reflect Recite Review terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Madrasah Ibtidaiyah Utari, Manis; Zulfahita, Zulfahita; Sumarli, Sumarli
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School VOL 7 NO 2 OCTOBER 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v7i2.4856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas lima madrasah ibtidaiyah antara kelas yang menerapkan metode Preview Question Read reflect Recite Review (PQ4R) dan kelas yang menggunakan metode ekspositori konvensional, mengukur sejauh mana pengaruh metode PQ4R terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa, serta menjelaskan peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa setelah penerapan metode PQ4R. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu yang dilaksanakan di madrasah ibtidaiyah Unggulan Ushuluddin Singkawang dengan populasi seluruh siswa kelas lima sebanyak 127 siswa. Sampel terdiri atas 30 siswa kelas lima A sebagai kelas eksperimen dan 35 siswa kelas lima B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar soal keterampilan membaca pemahaman, sedangkan teknik analisis data meliputi uji-t, effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam keterampilan membaca pemahaman antara kelas eksperimen dan kontrol dengan nilai t-hitung 3,6856 > t-tabel 1,9983. Pengaruh metode PQ4R terhadap keterampilan membaca pemahaman sangat tinggi dengan nilai effect size 0,99, yang terlihat dari rata-rata nilai siswa di kelas eksperimen sebesar 74,53 dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 61,37. Perbedaan perlakuan ini menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil pada kedua kelas. Selain itu, keterampilan membaca pemahaman siswa setelah penerapan metode PQ4R mengalami peningkatan dengan indeks N-Gain sebesar 0,48, yang berada dalam kategori sedang (0,3 < N-Gain < 0,7). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode PQ4R berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas lima madrasah ibtidaiyah.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD Sumarli, Sumarli; Anitra, Rien; Agustin, Dina
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Elementary School Teacher Education (PGSD), STKIP PGRI Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/autentik.v9i1.595

Abstract

This study aims to: (1) determine the level of emotional intelligence of grade IV elementary school students; (2) knowing the level of ability to understand science concepts of grade IV elementary school students; (3) knowing the relationship between emotional intelligence and the ability to understand science concepts of grade IV elementary school students. This research method is quantitative research with a correlation approach. The population of this study was all grade IV students of SDN 88 Singkawang. The sampling technique in this study is a saturated sampling technique. The sample in this study was all grade IV students of SDN 88 Singkawang consisting of classes IVA and IVB totaling 46 students. Data collection techniques in this study are test techniques, which test the ability to understand students' science concepts on Energy and Change material and non-test techniques, namely emotional intelligence questionnaires. Data analysis techniques used in the study were descriptive percentage analysis, mean value analysis, and Spearman Rank correlation. The results showed that (1) the level of emotional intelligence of students was high with an overall average percentage of 75.96%, (2) the level of students' ability to understand science concepts was high with an overall average score of 75.88, (3) there was a relationship between emotional intelligence and the ability to understand students' science concepts with tcalculate > ttable = 5.52 > 1.38 and a coefficient of determination of 40.96%. So it can be concluded that there is a relationship between emotional intelligence and the ability to understand science concepts of grade IV elementary school students.
KORELASI KEDISPLINAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF IPA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 8 SINGKAWANG Ramadhan, Waldy Ashiri; Basith, Abd; Sumarli, Sumarli
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): VOLUME 10 NUMBER 1 JANUARY 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v10i1.5861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kedisiplinan siswa kelas III SDN 8 Singkawang; (2) mendeskripsikan tingkat capaian pembelajaran di ranah kognitif sains bagi siswa kelas III SDN 8 Singkawang; (3) mengetahui korelasi antara disiplin dan hasil belajar di ranah kognitif sains bagi siswa kelas III SDN 8 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Jumlah penduduk dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas III A dan III B dengan total 63 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 63 siswa kelas IIIA dan III B. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner disiplin dan dokumentasi hasil belajar di ranah ilmu kognitif siswa SD kelas III dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) tingkat disiplin belajar siswa berada dalam kategori sangat baik sebesar 96,84%. Hasil ini menunjukkan bahwa sikap disiplin siswa sangat baik dalam belajar. (2) Hasil belajar ilmu kognitif siswa dapat diperoleh dengan nilai rata-rata 89,69%. Hal ini ditunjukkan pada kategori sangat baik (3) korelasi antara disiplin belajar dengan hasil belajar pada ranah ilmu kognitif siswa adalah -4,107, sedangkan rtable = 0,209, ini berarti rcount < rtable atau (-4,107 <0,209) berdasarkan hasil penelitian ini tidak memiliki hubungan positif dan korelasinya sangat rendah.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Silvia, Canda; Mariyam, Mariyam; Sumarli, Sumarli
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikandasar.v7i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kecerdasan esmosional siswa; 2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa; 3) mengetahui ada atau tidaknya hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian assosiatif. Sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling dan populasi yang digunakan dikelas 6A dan 6B yang berjumlah 48 siswa. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket kecerdasan emosional dan tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data yang diperoleh dari penelitian maka langkah-langkah sebagai berikut: 1) untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional yang dilakukan dengan angket, 2) untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematika yang dilakukan dengan tes, 3) mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan berpikir kritis maematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan hasil perhitungan kecerdasan emosional tergolong tinggi dengan rata-rata keseluruhan 70,1; (2) Kemampuan berpikir kritis siswa tergolong tinggi dengan rata-rata keseluruhan 72,34; (3) Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di SDN 27 Singkawang dengan koefisien korelasi sebesar 0.631 berada pada kategori tinggi.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas VI di SDN 27 Singkawang.
High School Students' Ability to Design Physics Experiments through the ARBASC Model Murdani, Eka; Sumarli, Sumarli; Sulistri, Emi; Rosdianto, Haris
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 10, No 2 (2025): May 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jipf.v10i2.6149

Abstract

One of the problems in physics learning is the low level of students' ability to design experiments, especially on abstract concepts. Therefore, the purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of the Augmented Reality-Based Argument of Society Commonsense (ARBASC) model on the ability to design physics experiments of high school students in West Kalimantan. This study is an applied research as a continuation of the development of the Augmented Reality-Based Argument of Society Commonsense (ARBASC) model. This model is applied to high school students in the West Kalimantan Province and is divided based on inland and coastal areas. Inland areas include Bengkayang Regency and Landak Regency while coastal areas include Sambas Regency and Singkawang City. The quantitative data analysis planned in this study for students' ability to design physics experiments by calculating the total average score and the average score of each element of the experimental design for each learning meeting. Data on students' ability to design physics experiments is obtained by looking at the trend of increasing average scores and scores for each element of the experimental design which are arranged in the form of Student Worksheets in designing experiments. Data collection on the ability to design experiments is carried out from one learning meeting to the next.