Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Perang Salib Antara Hubungan Islam Dan Kristen Pada Abad Pertengahan Sudarmi Sudarmi; Hasaruddin Hasaruddin; Susmihara Susmihara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4011

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan latar belakang sejarah Perang Salib dan pengaruhnya terhadap kemajuan kebudayaan Islam. Pertempuran ini bermula karena Islam telah menduduki beberapa kota dan tempat suci Kristen sejak tahun 632 Masehi. Pasukan Kristen memanfaatkan salib sebagai simbol untuk menunjukkan kesucian konflik dan tujuannya membebaskan kota suci Baitul Maqdis (Yerusalem) dari umat Islam. Perang salib yang berpusat di wilayah sekitar Yerusalem, akhirnya meluas ke sejumlah wilayah yang cukup besar dan terjadi antara tahun 1096 hingga 1291 Masehi. Awal Abad Pertengahan Pertempuran yang dikenal sebagai "Perang Salib" dan invasi Mongol ke tanah Islam menandai dimulainya interaksi antara Kristen dan Islam. Umat ​​​​Kristen memasuki wilayah di bawah kekuasaan Islam sebagai akibat dari pertempuran ini. Setelah itu, umat Kristiani mengalami kemajuan ketika mereka mulai mempelajari ilmu-ilmu Islam. Umat ​​​​Kristen di Eropa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan Islam untuk memperkenalkan dan menyebarkannya ke seluruh Eropa. Selain itu, umat Kristen di Spanyol menggulingkan pemerintahan Islam, yang pada akhirnya menyebabkan pemberantasan Islam di negara tersebut. Meskipun demikian, hubungan baik Kesultanan Utsmaniyah antara Kristen dan Islam masih terlihat jelas berkat penerapan kebijakan toleransi. Keadaan ini berlanjut hingga awal tahun 1800-an. Kebangkitan imperialisme Barat yang disertai kekerasan di negara-negara Islam tertentu sekali lagi telah memperburuk hubungan antara Islam dan Kristen.
Penindasan Rohingya sebagai Warisan Kolonialisme dan Dampak Islamofobia Maulana Maulana; Susmihara Susimahara; Hasaruddin Hasaruddin; Mukhtar Galib
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4012

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi akar penyebab penindasan terhadap Rohingya di Myanmar dengan mempertimbangkan sejarah kolonialisme, politik internal, dan narasi Islamofobia. Melalui tinjauan literatur yang mendalam, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang saling terkait yang memengaruhi penindasan terhadap Rohingya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap teori-teori kolonialisme dan Islamofobia serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kolonialisme Inggris di Myanmar telah menciptakan landasan struktural yang memperkuat ketidaksetaraan etnis, sementara narasi Islamofobia digunakan untuk membenarkan tindakan diskriminatif terhadap Rohingya. Interaksi antara faktor-faktor ini memperkuat kondisi yang memungkinkan penindasan terhadap Rohingya terus berlanjut di Myanmar. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang akar penyebab konflik ini sangat penting untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mengakhiri penindasan terhadap Rohingya dan mempromosikan perdamaian serta keadilan di Myanmar.
Kontribusi KH Ahmad Dahlan dalam Reformasi Pendidikan Islam dan Transformasi Sosial di Indonesia Abdul Chadjib Halik; Susmihara Susmihara; Hasaruddin Hasaruddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4410

Abstract

Penelitian ini mendalami kontribusi KH Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah dalam reformasi pendidikan Islam dan transformasi sosial di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menyelidiki berbagai program pendidikan yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan dan dampaknya terhadap masyarakat. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk mengumpulkan data primer, serta analisis dokumen untuk mendukung data sekunder. Temuan utama menyoroti bahwa Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai penyampai pendidikan Islam yang inklusif dan modern, tetapi juga sebagai pendorong nilai-nilai sosial seperti keadilan dan kesetaraan di Indonesia. Implikasi temuan ini menyarankan pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih berbasis nilai-nilai Islam dan penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak secara lebih objektif. Penelitian ini memberikan pandangan yang mendalam tentang peran Muhammadiyah dalam membentuk masyarakat yang adil, berdaya saing, dan bermoral di era kontemporer Indonesia.
Dampak Kolonialisme Barat Terhadap Dunia Islam Pada Abad Ke-17 Hingga Ke-19: Analisis Sejarah dan Implikasi Kontemporer Abdul Chadjib Halik; Hasaruddin Hasaruddin; Susmihara Susmihara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.5134

Abstract

Kolonialisme Barat pada abad ke-17 hingga ke-19 membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan dunia Islam, termasuk ekonomi, sosial, politik, budaya, dan agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tersebut serta implikasi jangka panjangnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis historis dan komparatif, data dikumpulkan dari sumber-sumber primer dan sekunder dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan perubahan besar dalam struktur ekonomi, seperti pengenalan tanaman komersial di Mesir dan Sistem Tanam Paksa di Indonesia. Dampak sosial mencakup ketegangan dan perpecahan akibat kolaborasi elite lokal dengan penjajah. Aspek politik menunjukkan penggantian kekuasaan lokal dengan administrasi kolonial. Pengaruh budaya terlihat dari pengenalan sistem pendidikan Barat yang mengikis tradisi lokal, sementara dalam aspek agama, upaya misionaris Kristen menimbulkan ketegangan antar komunitas. Temuan ini menekankan pentingnya memahami konteks sejarah untuk kebijakan yang lebih adil dan efektif. Kesadaran sejarah dan pendidikan inklusif sangat penting untuk mengatasi warisan kolonialisme dan membangun masyarakat harmonis di dunia Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur tentang kolonialisme dan menawarkan wawasan berharga tentang dinamika sosial, politik, dan ekonomi di dunia Islam saat ini.
Palestina dalam Pusaran Sejarah dan Solidaritas Umat Islam: Palestine in the Vortex of History and Muslim Solidarity Azwar, Azwar; Abd. Rahim Yunus; Susmihara, Susmihara
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 3 (2025): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Israel-Palestine conflict is one of the most complex and prolonged issues in modern history, particularly within the context of the Islamic world. This study aims to examine the historical roots of the establishment of the state of Israel and the loss of Palestinian sovereignty, explain the main dynamics of the conflict from the 20th century to the present, analyze the response of the Islamic world, and evaluate the various efforts made toward conflict resolution. Using a descriptive-qualitative method and a historical approach, this research relies on literature review from academic works, official documents, and other credible sources. The findings show that the conflict is rooted in colonialism, the Zionist project, and Western policies following the fall of the Ottoman Caliphate. The declaration of the establishment of Israel in 1948 marked the beginning of open conflict and a humanitarian tragedy for the Palestinian people. The Islamic world generally demonstrates moral and religious solidarity with Palestine, though concrete actions among Islamic countries often lack unity. Peace efforts made over the past decades have frequently faced obstacles due to political interests and power imbalances. Therefore, a comprehensive understanding of this conflict requires a historical, political, and humanistic approach in order to promote a just and sustainable resolution for all parties involved.
Kekaisaran Utsmani hingga Era Erdoğan: Jejak Perubahan Identitas Islam dalam Sejarah Turki: The Ottoman Empire to the Erdoğan Era: Traces of Change in Islamic Identity in Turkish History Andi Wawan Mulyawan; Abd. Rahim Yunus; Susmihara, Susmihara
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 3 (2025): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the historical and ideological transformation of Turkey, from the Ottoman Empire as a symbol of Islamic glory to the Republic of Turkey founded on secular principles. The study covers the origins and development of the Ottoman Empire, the internal and external factors leading to its collapse, the ideas and reforms of Mustafa Kemal Atatürk, the forms of secularization implemented in state life, the resilience of Islamic values amid the tide of secularism, the impact of secularization on Turkish society, and the contemporary dynamics between secularism and the resurgence of Islamism. This research employs a descriptive qualitative method with historical and analytical approaches. The historical approach traces the journey of the Ottoman Empire until its fall and the establishment of the modern Turkish Republic, while the analytical approach is used to assess secularization policies and their impacts on society. The findings reveal that Turkey has undergone major transformations in its political, social, and cultural systems. Although secularism has been thoroughly applied, Islamic identity has persisted and continues to flourish within society. The process of secularization has succeeded in driving rapid modernization, yet it has also generated tensions between the state and religious groups. In the contemporary context, Turkey serves as a battleground between Atatürk’s legacy of secularism and the growing aspirations of Islamism expressed through democratic means.
Islam di India: Sejarah, Dinamika, dan Kontribusinya dalam Membangun Peradaban Multikultural: Islam in India: History, Dynamics, and Its Contribution to the Development of a Multicultural Civilization Azwar, Azwar; Arif Mashuri; Andi Wawan Mulyawan; Adnan Hasan; Abd. Rahim Yunus; Susmihara, Susmihara
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 4 No. 4 (2025): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v4i4.2316

Abstract

This study aims to comprehensively examine the historical entry and development of Islam in India, as well as its contributions to shaping the multicultural civilization of the subcontinent. Using a descriptive-qualitative method with a historical approach, the research traces the initial paths of Islamic dissemination, the roles of key figures and Muslim dynasties, and the interaction between Islam and local cultures. Islam first arrived in India through trade and peaceful missionary activities by Arab merchants, followed by the military expedition led by Muhammad bin Qasim in the 8th century. The peak of Islamic civilization in India occurred during the Delhi Sultanate and the Mughal Empire, which not only expanded Islamic rule but also laid strong foundations in governance, social structure, education, and culture. Islam became a major force in India's political and social transformation. However, British colonialism significantly impacted the Muslim community, leading to marginalization and identity conflicts that culminated in the partition of India and Pakistan in 1947. This study concludes that the history of Islam in India reflects a complex process of interaction, acculturation, and social dynamics, offering valuable lessons on tolerance, cultural harmony, and civilizational resilience in pluralistic societies.
HUBUNGAN YAHUDI DAN ISLAM DALAM LINTASAN SEJARAH Amin, Nur Fadilah; Susmihara, Susmihara
PILAR Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1a44p387

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana sejarah bangsa Yahudi dan bagaimana hubungan Islam dan Yahudi dalam lintasan sejarah. metode yang digunakan yaitu studi dokumenter dan analisis dokumen untuk mendapatkan data yang diinginkan. Hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa 1) Bangsa Yahudi berasal dari nama salah seorang anak Ya’kub yakni Yahuda (Yehuda). Dalam sejarah perjalannya, kaum Yahudi bekembang pesat di Israel. Setelah sebelumnya mengalami berbagai lika-liku kehidupan yang tidak berjalan baik. Mengalami kekerasan, penindasan dan tekanan. Mulai abad ke-7 SM, kerajaan mereka secara berturut-turut mendapat serangan dari Persia (Iran), Macedonia, Assyiria, dan Babilonia. Bangsa Yahudi berhasil melewati itu semua hingga akhirnya sampai pada bangsa yahudi pada hari ini. 2) Hubungan Islam dan Yahudi dalam sejarah dapat dilihat pada nasab dan keturunannya yaitu merupakan generasi dari Nabi Ibrahim AS, selain itu dari hubungan sosial yang terjadi antara keduanya sangat baik, dapat dilihat pada kehidupan yang sangat baik di Madinah, dimana kaum muhajirin, kaum anshor dan kaum yahudi hidup berdampingan dengan baik dibaah kepemimpinan rasulullah SAW. Timbulnya sikap antipati orang-orang Yahudi terhadap umat Islam terutama pada masa Rasulullah saw lebih banyak disebabkan oleh faktor ekonomi dan politik dibandingkan dengan faktor agama. Terbukti bahwa pada awal kedatangan Islam di Madinah, mereka tidak memperlihatkan permusuhan terhadap umat Islam. mereka mengadakan pertemuan yang intensif antara keduanya (Yahudi dan Rasul) dalam menyelesaikan persoalam-persoalan yang ada pada mereka
Peran Masjid Muhammad Cheng Hoo Dalam Pengembangan Islam di Samata Gowa Bagi Masyarakat Urban Ikbal, Muh.; Yunus, Abd. Rahim; Susmihara, Susmihara
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 No 2 (2025): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini ialah mengenai aktivitas-aktivitas Muhammad Cheng Hoo Gowa. Masjid Muhammad Cheng Hoo Gowa bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat peradaban Islam yang menyentuh seluruh aspek kehidupan umat. Metode penelitian ini adalah kualitatif jenis deskriptif dengan menggunakan pendekatan historis, agama dan sosiologis. Dalam konteks kekinian, peran masjid semakin berkembang, sehingga masjid Muhammad Cheng Hoo Gowa menjadi episentrum kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, dan dakwah yang berkelanjutan serta olahraga. Masjid tidak lagi hanya menjadi simbol spiritualitas, melainkan juga menjadi sarana pemberdayaan umat secara holistik.
Tradisi Bepapas Masyarakat Melayu Sambas Tarhan, Raden Muhammad; Hasaruddin, Hasaruddin; Susmihara, Susmihara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan cara pelaksanaan tradisi Bepapas dan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam konteks masyarakat Melayu Sambas. Metode penelitian yang diterapkan mencakup wawancara, dan referensi dari jurnal-jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bepapas memiliki signifikansi yang dalam bagi masyarakat Melayu Sambas. Mulai dari bahan yang digunakan hingga tahapan pelaksanaannya, semua memiliki makna dan nilai yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tidak jarang masyarakat Melayu Sambas menggunakan tradisi Bepapas sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan adab kepada generasi muda serta masyarakat secara umum. Dengan demikian, setiap tradisi, termasuk tradisi Bepapas, memiliki tujuan serta makna dan nilai tersendiri yang dapat diambil sebagai pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.