Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendampingan Baca Tulis Al-Qur’an Dan Hafalan Surah Pendek Andi Rahmah Alvira; A. Taufiq Nur; Takdir, Takdir
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v1i2.999

Abstract

One of the informal institutions in the field of religious education that is rife in the community is the Al-Qur'an Education Park. The mentoring carried out at the Babussalam Honto Al-Qur'an Education Park aims to improve the memorization of short suras and develop knowledge in reading the Qur'an. Teaching materials at the Al-Qur'an Education Park (TPA) specifically develop learning materials in providing basic knowledge, attitudes and religious skills. Especially for teaching that is less likely to be achieved completely through education in formal schools. For example, reading and writing the Qur'an, practicing prayer, memorizing verses of the Qur'an, daily prayers, planting moral beliefs, Islamic knowledge and so on.
Pembinaan Perbaikan Tadjwid, Hafalan Surah-Surah Pendek dan Doa-Doa Harian Di TK/TPA Desa Balakia Kecamatan Sinjai Barat Rahma, Rahma; Alauddin, Andi; Takdir, Takdir; Safaruddin
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v1i1.1060

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) merupakan program wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa dan merupakan salah satu bagian dari kegiatan akademik yang aplikatif secara sosial, dimana mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat dan mengaplikasikan ilmu sesuai dengan bidang ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan.Setelah melakukan survei pada TK/TPA di Kelurahan Balakia tepatnya di Lingkungan Bungayya masih banyak anak-anak yang dalam membaca Al-Qur’an tadjwidnya kurang terutama pengucapaan huruf dan panjang pendeknya dan masih banyak anak-anak yang masih kurang hafalan surah-surah pendek dan doa-doa harian. Dalam melaksanakan program kerja pembinan yang dilakukan oleh penulis dengan sadar dan terencana berupa mengajari anak-anak membaca iqro dan Al-Qur’an, melatih dalam menghafal surah-surah pendek dan doa-doa harian. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah santri/santriwati TK/TPA Masjid Miftahul Khaer Lingkungan Bungaya dalam membaca Al-Qur’an sudah mulai sesuai dengan tadjwidnya. Adapun dalam menghafal surah pendek dan doa harian pada saat dilakukan evaluasi santri/santriwati sudah ada yang bertambah hafalannya dan juga ada yang itu-itu saja hafalannya, meski begitu semangat dalam belajar dan menghafal sangat tinggi dan kemampuan antara santi/santriwati yang satu dengan yang lainnya itu berbeda maka ada yang cepat menghafal ada juga yang lambat dalam hafalannya.
Penggunaan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Mustabsyirah; Nurjannah; Ismail; Takdir, Takdir; Irmayanti
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v2i1.1817

Abstract

Berdasarkan hasil observasi selama pengabdian pada peserta didik mulai kelas I-III di SD Inpres 12/79 Abbumpungeng Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone bahwa sebagian peserta didik saat memberikan materi pembelajran, tidak memperhatikan penjelasan pembelajaran pendidikan agama islam tampak mengantuk serta ribut di ruang kelas pada saat memberi materi. Jadi selama melaksanakan pengabdian kami menerapkan metode tanya jawab pada saat pembelajaran berlangsung di ruangan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang materi yang di pelajari, memberanikan peserta didik mengungkapkan pendapatnya mengenai pertanyaan seputar materi pendidikan agama islam sehingga peserta didik akan aktif di ruangan pada saat pembelajaran. Setelah kami menerapkan metode tanya jawab pada peserta didik SD Inpres 12/79 Abbumpungeng suasana ruangan mulai aktif, selalu ingin bertanya tentang pembelajaran yang sedang berlangsung, menjawab pertanyaan sesuai kemampuan peserta didik. Tujuan menerapkan metode tanya jawab untuk meningkat keaktifan, pengetahuan, interaksi bersama kami maupun teman di dalam ruangan agar pembelajaran pendidikan agama islam tidak membosankan dalam pembelajaran.
Pendampingan Mempelajari Al-Qur’an Pada Masyarakat Desa Malimongeng Ardianti; Takdir, Takdir; Syarifuddin; Indirwan
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v2i2.1905

Abstract

Pendampingan mempelajari Al-Qur’an merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan bantuan dalam mempelajari Al-Qur’an sesuai dengan makhorijul huruf, meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an dengan tegas dan benar guna mencapai kebahagiaan kehidupan di dunia dan akhirat serta menjadi generasi Qurani yang menjunjung tinggi Al-Qur’an. Selain itu, pendampingan mempelajari Al-Qur’an juga bertujuan untuk mengantisipasi berbagai masalah-masalah yang kerap terjadi akibat kurangnya layanan pendampingan belajar yang memadai. Metode pendampingan yang dilakukan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan terlebih dahulu melakukan observasi ke TK/TPA dan Sekolah Dasar, Kemudian dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi berupa kegiatan seminar pendidikan islam yang ditujukan kepada para pendidik dan orang tua Se-desa Malimongeng, selanjutnya diadakan pula pendampingan kepada para peserta didik beserta santriawan/santriwati di desa Malimongeng, Setelah pendampingan dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan proses evaluasi berupa kegiatan festival anak sholeh. Hasil dari kegiatan pendampingan mempelajari Al-Qur’an begitu sangat jelas, dimana pendampingan ini semakin menambah semangat dan minat masyarakat, utamanya pada anak-anak untuk lebih memperdalam mempelajari Al-Qur’an khususnya dalam memperbaiki bacaan dan menghafalkannya.
Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Kekerasan Fisik dan Penanganannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Palopo Hasrul, Muhammad; Yusmad, Muammar Arafat; Takdir, Takdir
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 1 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i1.6277

Abstract

Penelitian ini melakukan tinjauan yuridis terhadap kekerasan fisik dan penanganannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Palopo. Kekerasan fisik di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan masalah serius yang mengancam tujuan sistem pemasyarakatan dalam merehabilitasi dan membimbing narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kekerasan fisik yang terjadi, faktor-faktor penyebabnya, serta upaya hukum dan kebijakan yang diterapkan untuk menangani kasus-kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan empiris-yuridis dengan metodologi kualitatif. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur, observasi, dan wawancara dengan petugas penjara dan pihak terkait lainnya. Temuan menunjukkan bahwa kekerasan fisik di dalam penjara terjadi di antara narapidana dan disebabkan oleh berbagai faktor, seperti overcrowding, kondisi monoton, lingkungan sosial, dan candaan berlebihan. Tanggapan penjara meliputi langkah-langkah preventif, represif, dan rehabilitatif. Namun, implementasi langkah-langkah ini masih menghadapi berbagai hambatan terkait sumber daya manusia dan infrastruktur. Studi ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap narapidana dari kekerasan fisik belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peraturan internal, peningkatan kapasitas staf, dan perbaikan pengawasan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan manusiawi sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Qawaid Di Pondok Pesantren Sulawesi Selatan Dalam Perspektif Positivisme Auguste Comte Agung, Nur; Jamil, Husnaini; Takdir, Takdir; Sardiyanah, Sardiyanah; AR, Amran
Jurnal Naskhi Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Vol 7 No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/naskhi.v7i2.4202

Abstract

Qawa’id is one of the elements of the Arabic language that plays an important role in the success of language users when communicating, both orally and in writing, especially for foreign speakers. In several pesantren (Islamic boarding schools) in South Sulawesi, it has been found that the teaching of qawa’id is not supported by the use of adequate learning media, relying only on blackboards and certain textbooks. However, when examined through the lens of Auguste Comte's positivist philosophy, teaching that is not systematically measurable and does not originate from empirical experiences that are scientific cannot be classified as achieving objective knowledge. This research uses a descriptive qualitative approach aimed at finding a correlation between field facts and existing theories.
Hambatan Polisi Kehutanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Kambuno dalam Melaksanakan Tugas Perlindungan Hutan Hannang, Abd. Hannang; Takdir, Takdir; Tahmid, Muhammad Tahmid Nur
Bina Hukum Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 9, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v9i3.398

Abstract

ABSTRAKKepolisian Kehutanan dilimpahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan atau disebut UPTD KPH Kambuno, bertugas menjaga dan melestarikan hutan lindung di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berawal dari Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 371 tanggal 17 September 2020 diikuti Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 19 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kewajiban tugas dan hambatan yang dihadapi oleh Polisi Hutan dalam menjaga hutan lindung. Penelitian ini memperhatikan kinerja aparat kepolisian kehutanan dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris untuk melihat, mengkaji, mengamati aktivitas Polisi Kehutanan melalui sudut pandang hukum. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara langsung. Hasil penelitian ini menemukan bahwa belum optimalnya efektivitas pelaksanaan perlindungan hutan karena mengalami berbagai tantangan, termasuk kekurangan personel, fasilitas yang kurang memadai, keterbatasan dana operasional, lemahnya koordinasi antar lembaga, dan rendahnya kesadaran masyarakat serta menemui berbagai hambatan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Kata kunci: hutan lindung, efektivitas polisi hutan; pengawasan hutan. ABSTRACTThe Forestry Police were delegated to the Regional Technical Implementation Unit of the Forest Management Unit (UPTD KPH Kambuno), tasked with guarding and preserving protected forests in Seko District, North Luwu Regency, South Sulawesi Province. This decision stemmed from Decree of the Minister of Environment and Forestry Number 371 dated September 17, 2020, which was then followed by Regulation of the Governor of South Sulawesi Number 19 of 2023 concerning the Organization and Work Procedures of Regional Technical Implementation Units. This study aims to determine the duties and obstacles faced by the Forestry Police in guarding protected forests. This study examines the performance of forestry police officers using empirical legal research methods to observe, review, and observe Forestry Police activities from a legal perspective. This study used data collection techniques through direct observation and interviews. The results of this study found that the effectiveness of forest protection implementation is less than optimal due to various challenges including a shortage of personnel, inadequate infrastructure, limited operational funds, weak coordination between institutions, and low public awareness, as well as encountering various obstacles in carrying out their duties.Keywords: protected forests; forest police effectiveness; forest monitoring.
Hambatan Polisi Kehutanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Kambuno dalam Melaksanakan Tugas Perlindungan Hutan Hannang, Abd. Hannang; Takdir, Takdir; Tahmid, Muhammad Tahmid Nur
Bina Hukum Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 9, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v9i3.398

Abstract

ABSTRAKKepolisian Kehutanan dilimpahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan atau disebut UPTD KPH Kambuno, bertugas menjaga dan melestarikan hutan lindung di Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berawal dari Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 371 tanggal 17 September 2020 diikuti Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 19 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kewajiban tugas dan hambatan yang dihadapi oleh Polisi Hutan dalam menjaga hutan lindung. Penelitian ini memperhatikan kinerja aparat kepolisian kehutanan dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris untuk melihat, mengkaji, mengamati aktivitas Polisi Kehutanan melalui sudut pandang hukum. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara langsung. Hasil penelitian ini menemukan bahwa belum optimalnya efektivitas pelaksanaan perlindungan hutan karena mengalami berbagai tantangan, termasuk kekurangan personel, fasilitas yang kurang memadai, keterbatasan dana operasional, lemahnya koordinasi antar lembaga, dan rendahnya kesadaran masyarakat serta menemui berbagai hambatan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Kata kunci: hutan lindung, efektivitas polisi hutan; pengawasan hutan. ABSTRACTThe Forestry Police were delegated to the Regional Technical Implementation Unit of the Forest Management Unit (UPTD KPH Kambuno), tasked with guarding and preserving protected forests in Seko District, North Luwu Regency, South Sulawesi Province. This decision stemmed from Decree of the Minister of Environment and Forestry Number 371 dated September 17, 2020, which was then followed by Regulation of the Governor of South Sulawesi Number 19 of 2023 concerning the Organization and Work Procedures of Regional Technical Implementation Units. This study aims to determine the duties and obstacles faced by the Forestry Police in guarding protected forests. This study examines the performance of forestry police officers using empirical legal research methods to observe, review, and observe Forestry Police activities from a legal perspective. This study used data collection techniques through direct observation and interviews. The results of this study found that the effectiveness of forest protection implementation is less than optimal due to various challenges including a shortage of personnel, inadequate infrastructure, limited operational funds, weak coordination between institutions, and low public awareness, as well as encountering various obstacles in carrying out their duties.Keywords: protected forests; forest police effectiveness; forest monitoring.
Pertanggungjawaban Pihak Maskapai Terhadap Kehilangan dan Kerusakan Bagasi Menurut Peraturan Menteri No. 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara Azis, Fadilah Abd; Abdain, Abdain; Takdir, Takdir
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i2.2496

Abstract

This research is motivated by the relatively high level of aircraft and passenger security, but it is not comparable to the security of baggage services. The purpose of this research is to describe the form of airline responsibility at Makassar Sultan Hasanuddin International Airport in resolving disputes over loss and damage to passenger baggage, the factors that hinder airline baggage protection, as well as the views of Islamic law in resolving problems regarding forms of airline protection for goods. is lost. passenger baggage. Based on the type of data in this study the authors used an empirical approach with qualitative research data types. The types of materials in this study are primary data and secondary data. Data analysis techniques use three stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study show that the form of air transport legal responsibility for the loss of damaged passengers is recorded in air transport operated by airlines, namely the airline must provide compensation of IDR 200 thousand per kilogram. , a maximum of IDR 4 million. The inhibiting factors for this protection are the acceptance factor of officers in the field, the engine factor, the negligence factor of the officers, and even the negligence factor of air passengers. In Islamic law, responsibility is known as Mas'uliyyah or Accountability, and the concept of responsibility in Islam is Ta'widh. Ta'widh in language is compensation or compensation.
A Inauspicious Month in Javanese Wedding Tradition in Luwu Utara, South Sulawesi: Perspective of Islamic Law Rahmawati, Rahmawati; Takdir, Takdir; Muhajir, Muhammad Nur Alam; Abdain, Abdain
Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Vol 7, No 2 (2024): Vol. 7, No. 2, April 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jua.v7i2.36725

Abstract

Determining inauspicious days in Javanese marriage traditions is significant. Sometimes, this leads to debates and controversies from various perspectives as it is considered contrary to Islamic law. This research aims to examine the determination of inauspicious days in Javanese marriage traditions during the month of Muharram (Suro). This study employs an empirical juridical approach using theories of social change and Islamic legal theory, particularly social tradition ('urf) and public interest (maslahah). Data is collected through interviews and literature reviews. Subsequently, the data is analyzed using these theories through data reduction, data presentation, and conclusion drawing processes. The research results reveal that the determination of inauspicious days in marriage traditions is based on the societal belief in the existence of inauspicious days for couples marrying in the month of Suro. This belief is grounded in experiences and stories passed down through generations. On the other hand, the concept of maslahah refers to the welfare or benefit for humans. In the context of inauspicious days for marriage, maslahah refers to efforts to prevent conflicts between couples and families. Furthermore, from the perspective of Islamic law, prohibiting marriage in the month of Suro in North Luwu Regency is permissible because there are no prohibitions in the Quran or hadith against it. Such traditions in Islamic law are referred to as ‘urf shahih, which are good and permissible customs as long as they do not contradict sharia. The prohibition is valid if it is based on the motivation to obey parental advice (birr al-walidayn) and as a form of respect for deceased parents, and linking everything that happens to the will of Allah SWT. However, if the tradition contradicts sharia and harms faith, then the tradition cannot be practiced.