p-Index From 2021 - 2026
8.099
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jendela Nursing Journal (JNJ) Jurnal Keperawatan Sriwijaya Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Keperawatan Padjadjaran Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research MAHESA : Malahayati Health Student Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) The Journal of Palembang Nursing Studies Journal of Health and Nutrition Research International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Riset Informasi Kesehatan Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional Journal of Innovative and Creativity Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice Jurnal Keperawatan Profesional Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kecemasan State dan Trait Pendonor Darah di Mobil Unit Donor Darah yang Diselenggarakan di Universitas Padjadjaran Fernandes, Intan Agusti; Sriati, Aat; Sutini, Titin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.928 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5183

Abstract

Kejadian buruk setelah mendonor sangat erat kaitnya dengan kecemasan pendonor sebelum mendonorkan darah. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kecemasan pendonor darah. Rancangan penelitian ini yaitu desktriptif kuantitatif. Teknik sampling yaitu total sampel dengan jumlah sampel sebanyak 79 responden. Kuisioner yang digunakan yaitu State Trait Anxiety Inventory. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan hasil akhir jumlah skor dikategorikan 20-39 kecemasan ringan, 40-59 kecemasan sedang dan 60-80 kecemasan berat pada masing-masing skor state dan trait. Hasil penelitian yaitu kecemasan state kategori ringan yaitu  55 (79,6%), kecemasan sedang 23 (29,1%) dan  kecemasan berat 1 (1,3%) responden. Sedangkan pada tingkat kecemasan trait pada kategori sedang yaitu 52 (72,2%), kecemasan  ringan 20 (25,3%) dan  kecemasan berat 2 (2,5%) responden. Simpulan penelitian ini yaitu pendonor sebagian besar memiliki kecemasan state ringan dan kecemasan  trait pada kategori sedang, selain itu masih terdapat pendonor yang mengalami kecemasan berat pada skor state dan trait. Oleh karena itu, pertimbangan untuk mengkaji pendonor sebelum donor darah perlu dilakukan dan pemberian konseling mengenai donor darah oleh perawat atau petugas donor.
GAMBARAN HARGA DIRI PASIEN DIABETES MELITUS YANG MENGALAMI ULKUS DIABETIK DI RUMAH PERAWATAN LUKA BANDUNG Setiorini, Hermin; Pahria, Tuti; Sutini, Titin
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.691 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i2.136

Abstract

Masalah kesehatan pada penyakit kronis seperti ulkus diabetik dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada konsepdiri khususnya harga diri. Sehingga secara psikologis pasien merasa putus asa dengan keadaanya dan secara sosialpasien tidak merasakan kualitas pelayanan perawatan yang didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran harga diri pasien diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetik di Rumah Perawatan Luka Bandung.Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total samplingdidapatkan sampel sebanyak 40 responden. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner Rosenberg SelfEsteem (RSE) dengan nilai validitas 0.410 hingga 0,728 dan reabilitas 0,844. Hasil penelitian menunjukan bahwa hargadiri pasien diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetik memiliki harga diri rendah sebanyak 22 (55,0%) dan hargadiri tinggi sebanyak 18(45,0%). Temuan dari penilaian mengarah pada perawat dapat memberikan intervensi berupapendidikan kesehatan, motivasi dan dukungan sosial bagi pasien dengan ulkus diabetik.
Women Trafficking: Young Women’s Perspectives in West Java, Indonesia Widiasih, Restuning; Ermiati, Ermiati; Emaliyawati, Etika; Sutini, Titin; Setyawati, Anita; Rahayu, Urip
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2018.13.1.789

Abstract

ABSTRACTWest Java province is the most contributors of women trafficking cases in Indonesia. Women trafficking threaten women in all age group, including young women. However, little is known young women’s perspectives of women trafficking especially in West Java region. The aim of this study was to determine young women’s perspectives of the impact of trafficking, and their actions to prevent it. This was a descriptive quantitative study. This study involved 361 young women ages 15-17 who chosen using the stratified random sampling technique. Respondents filled up questionnaire. Data were analysed using distribution of frequency. The study revealed that 65% of young women perceived that trafficking had negative impact to their health, and 71 % of them were also of the view that individual prevention was necessary. However, only 30 % of them perceived the importance of social support actions to prevent women trafficking. This study conclude that young women had different perceptions about impact of trafficking and actions to prevent it.  There is a need of effective strategies to improve social support for preventing women’s trafficking. Enhancing women’s awareness, perceptions, and knowledge of human trafficking especially in West Java is also necessary.
PERCEPTION OF HIV STIGMA PERCEPTION IN HIV INFECTED PEOPLE Rini - Anggraeni; Titin Sutini; Sukma Senjaya
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 3, No 4 (2020): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v3i4.160

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that can attack the human immune system. In Garut infected with HIV during 2018 there were 251 and the number who died was 181, also the cause of high mortality and morbidity, which can cause psychosocial problems such as stigma. The purpose of this study to describe the perception of HIV stigma in Guntur Garut Army Hospital. The design of this study was descriptive quantitative with a population of people infected with HIV of 199 people. The sample collection technique used Accidental Sampling with a sample size of 45, the variable in this study was HIV stigma. The questionnaire used is the Berger stigma scale, with the results of the validity test of 0.98 and Cronbach's alpha reliability of 0.92. Using Univariate Analysis Techniques. Based on the results of the study, it can be seen that 57.8% of respondents have a bad HIV stigma, when viewed from several dimensions, the highest dimension is Disclosure Cocerns 55.6%. Then Public Attitude 53.3%, Personalized Stigma dimensions 68.9%, and Negative Self Image dimensions 64.4% B. Results. Conclusion Based on the results of research conducted on 45 respondents, it was found that the perception of HIV stigma at the TNI AD Guntur Garut Hospital had a bad stigma perception. In the Disclosure Cocerens dimension, it was the highest aspect that was perceived as lacking, followed by public attitudes, Personalized Stigma and Negative Self Image.
Pelatihan Perencanaan Diri Terhadap Orientasi Masa Depan Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Nur Oktavia Hidayati; Efri Widianti; Aat Sriati; Titin Sutini; Imas Rafiyah; Taty Hernawaty; Suryani S
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.011 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.18460

Abstract

Remaja adalah kelompok beresiko mengalami masalah kesehatan, sesuai tahap perkembangannya, remaja berada pada masa transisi, pencarian identitas diri, apalagi khusus untuk remaja yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), selain mereka terisolasi dari lingkungan luar, kurangnya dukungan keluarga menyebabkan berbagai masalah seperti perasaan tidak berharga, malu dan kurang percaya diri, putus asa dengan masa depannya sehingga sangat diperlukan perhatian dan dukungan dalam merencanakan diri untuk masa depan mereka. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah membantu anak didik lapas (andikpas)  untuk meningkatkan kemampuan dalam merencanakan diri untuk masa depannya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bagaimana menyusun perencanaan diri untuk masa depan mereka. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan andikpas dalam menyusun perencanaan diri. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 andikpas. Hasil kegiatan  terjadi peningkatan pengetahuan tentang orientasi masa depan dan kemampuan andikpas dalam penyusunan perencanaan diri. Melalui program pelatihan orientasi masa depan ini ternyata dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan bagi andikpas dalam merencanakan diri mereka dalam menghadapi masa depan dan memberikan gambaran dan acuan untuk andikpas dalam menghadapi masa depan mereka setelah keluar dari LPKA. Kata kunci : Andikpas, LPKA,  masa depan, perencanaan diri, remaja.
Penyuluhan Kesehatan Jiwa untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Masalah Kesehatan Jiwa di Lingkungan Sekitarnya Indra Maulana; Suryani S; Aat Sriati; Titin Sutini; Efri Widianti; Imas Rafiah; Nur Oktavia Hidayati; Taty Hernawati; Iyus Yosep; Hendrawati H; Iceu Amira D.A; Sukma Senjaya
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.399 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i2.22175

Abstract

Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Di Indonesia, dengan berbagai faktor biologis, psikologis dan sosial dengan keanekaragaman penduduk; maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah yang berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6.1% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Menurut National Alliance of Mental Illness (NAMI) berdasarkan hasil sensus penduduk Amerika Serikat tahun 2013, di perkirakan 61.5 juta penduduk yang berusia lebih dari 18 tahun mengalami gangguan jiwa, 13,6 juta diantaranya mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, gangguan bipolar. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan permasalahan kesehatan jiwa yang ada di negara-negara berkembang. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyaraakat umumnya dan keluarga yang menjadi binaan khususnya tentang bagaimana cara perawatan dan menjaga kesehatan jiwa setiap masyarakat serta merawat anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan simulasi. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat tentang kesehatan jiwa. Hasil yang di capai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya adalah Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan jiwa yang terjadi di sekitar lingkungannya Kata kunci: Kesehatan jiwa, penyuluhan, warga.
Pembentukan Self Help Group Keluarga Orang Dengan Ngangguan Jiwa (ODGJ) Efri Widianti; Taty Hernawaty; Titin Sutini; Aat Sriati; Nur Oktavia Hidayati; Imas Rafiyah
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.159 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i2.17884

Abstract

Kondisi yang dialami oleh klien gangguan jiwa seringkali menyebabkan ketakutan dan kecemasan pada keluarga dan masyarakat sehingga diperlukan suatu upaya untuk bisa membantu keluarga beradaptasi dengan proses perawatan keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Proses adaptasi keluarga lebih cepat diwujudkan ketika keluarga dengan masalah yang sama berkumpul dan sharing untuk mengatasi masalah yang sama dalam sebuah kelompok swabantu yang disebut self help group. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memfasilitasi pembentukan self help groups keluarga klien gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut. Tahapan dalam kegiatan terdiri dari sosialisasi kegiatan nersama tokoh masyarakat setempat, pelatihan kader kesehatan, psikoedukasi keluarga, terapi suportif keluarga, dan proses pembentukan self help group. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah psikoterapi kelompok (group therapy) yang dimana dalam kelompok tersebut dilaksanakan diskusi, sharing experience, role play, dan tanya jawab. Luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya self help group atau kelompok swabantu pada keluarga klien dengan gangguan jiwa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah self help group yang terbentuk pada keluarga klien dengan gangguan jiwa merupakan suatu cara untuk menurunkan dampak psikososial pada keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa dan meningkatkan adaptasi dan produktifitas keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah Kata Kunci: Gangguan jiwa,  kelompok swabantu,keluarga, self help group.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Smart mother Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Dalam Merawat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kota Ambon Vernando Yanry Lameky; Anita Apriliawati; Rohadi Haryanto; Titin Sutini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk113

Abstract

Background: Low birth weight babies (LBW) are a factor in the increasing morbidity and mortality rates of infants. One of the problems that occur in LBW babies is the lack of knowledge and skills of the mother. One of the methods of health education to increase the knowledge and skills of mothers in the industrial era 4.0 is to use the smart mother application. The purpose of this study was to determine the effect of using the smart mother application on the knowledge and skills of mothers in caring for low birth weight babies (LBW) in the perinatology room of RSUD M. Haulussy Ambon. Methods: This research was a quasi experimental research design with pre-test and post-test control group design. This study used purposive sampling technique to 30 mothers who were divided into 2 groups. Results: Wilcoxon analysis showed that there was a significant difference in the knowledge of the mother before and after being given the smart mother application with p-value = 0.001, there was a significant difference in the skills of the mother before and after being given the smart mother application with p value = 0.001. Logistic regression analysis showed that there was an effect of education on maternal knowledge with p value = 0.024, and there was an effect of education on maternal skills with p value = 0.039. Conclusion: The results of this study are expected to become a new program for nurses to improve the knowledge and skills of mothers in caring for low birth weight babies. Keywords: LBW; skills; knowledge; smart mother ABSTRAK Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi faktor resiko penyebab meningkatnya angka kesakitan dan kematian bayi. Masalah yang terjadi pada perawatan bayi BBLR salah satunya adalah kurang pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat bayi. Media pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu di era industry 4,0 salah satunya yaitu aplikasi smart mother. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi smart mother terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat bayi berat lahir rendah (BBLR) di ruang perinatologi RSUD M. Haulussy Ambon. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasy experimental dengan desain penelitian pre-test and post-test control group design. Penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling terhadap 30 ibu yang dibagi dalam 2 kelompok. Hasil: Analisis wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan bermakna pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan aplikasi smart mother dengan p value =0,001, terdapat perbedaan bermakna keterampilan ibu sebelum dan sesudah diberikan aplikasi smart mother dengan p value = 0,001. Analisis regresi logistik menunjukan terdapat pengaruh pendidikan ibu terhadap pengetahuan ibu dengan p value =0,024, dan terdapat pengaruh pendidikan ibu terhadap keterampilan ibu dengan p value =0,039. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebuah program baru bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan keretampilan ibu dalam merawat bayi BBLR. Kata kunci: BBLR; keterampilan; pengetahuan; smart mother
Psychological well-being during the Covid-19 pandemic among nursing students Asri Wahyu Candrawati; Titin Sutini; Iwan Shalahuddin
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v4i2.5299

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic creates emergency situations that cause stressors to emerge. These stressors cause students to face challenges that can affect their life experiences and psychological well-being.Purpose: To describe the psychological well-being of nursing students during the COVID-19 pandemic.Method: A descriptive quantitative method with a sample of 290 nursing students from Padjadjaran University, selected with proportional stratified random sampling technique. The instrument used Ryff's Psychological Well-Being Scale with 42 questions and by an Indonesian version with a validity index 0.484-0.743 and alpha coefficient 0.304-0.580. This questionnaire used a Likert scale with a 1-6 range. Psychological well-being scores were grouped into 3 categories: high, medium, and low. Ethical clearance approved by committee ethics.Results: Finding that more than half of students (69%) had medium psychological well-being during the pandemic. The highest dimension score was on personal growth and positive relations, while the lowest was on autonomy and self-acceptance.Conclusion: The good condition of psychological well-being relates to the student's ability to fulfill the six dimensions during a pandemic. Educational institutions can work closely with the psychiatric nursing department to facilitate counseling programs during the COVID-19 pandemic.
PEMBERDAYAAN SOCIAL SUPPORT GROUP DALAM ADAPTASI NORMALISASI PADA ORANGTUA DENGAN ANAK KANKER DI KABUPATEN PANGANDARAN Ikeu Nurhidayah; Sri Hendrawati; Titin Sutini
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.901 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14881

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan kronis pada anak yang semakin meningkat, termasuk di Kabupaten Pangandaran. Kanker anak memerlukan proses pengobatan yang panjang, yang akan berdampak bukan hanya pada anak, namun juga pada orangtua dan keluarga. Keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami sakit kanker akan mengalami berbagai perubahan yang dipandang sebagai situasi krisis yang dapat mengganggu keseimbangan kehidupan keluarga. Fokus grup diskusi dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Pangandaran menunjukkan bahwa stres yang sangat luar biasa dirasakan semua orangtua pada saat mendapati kabar bahwa anaknya mengalami penyakit yang membutuhkan pengobatan sepanjang waktu, dan mengganggu keseimbangan keluarga, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan ekonomi. Orangtua harus dapat melakukan berbagai penyesuaian serta membantu anak untuk beradaptasi dengan penyakitnya. Normalisasi merupakan suatu proses dimana keluarga mencoba untuk menormalkan kehidupan sehari-hari walaupun memiliki anak dengan penyakit kronis, melalui proses adaptasi. Proses normalisasi keluarga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan melalui social support group yang bisa didapatkan oleh keluarga dari tenaga profesional dan kader kesehatan. Kader kesehatan merupakan relawan (volunteer) yang dipilih oleh masyarakat sebagai individu yang dipercaya untuk mendukung pencapaian kesehatan di wilayah setempat. Kader kesehatan merupakan individu yang diharapkan sebagai sumber dukungan bagi keluarga dengan kanker karena merupakan orang terdekat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini berupa pemberdayaan kader kesehatan dalam adaptasi dan normalisasi keluarga dengan kanker di Kecamatan Pangandaran. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan di Kecamatan Pangandaran sejumlah 41 orang. Luaran kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor kader kesehatan dalam memberikan dukungan keluarga dengan kanker untuk melakukan adaptasi dan proses normalisasi. Metode kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, simulasi, small group discussion dan praktikum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan kader sebelum dilakukan kegiatan pemberdayaan adalah 74,46 (SD: 0,46), dan rata-rata skor pengetahuan setelah dilakukan kegiatan adalah 97,6 (SD: 0,21), dengan rata-rata peningkatan skor 20,92 (SD: 0,45), dan kemampuan psikomotor peserta 100% dalam kategori baik. Hasil kegiatan ini merekomendasikan puskesmas untuk melanjutkan pemberdayaan kader kesehatan dalam pembinaan kesehatan keluarga termasuk keluarga dengan kanker di Kabupaten Pangandaran. 
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Agustine, Eska Madya Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Ajeng Dwi Retnani Alfiyah, Nur Andis Pratama Anggraeni, Atika Dhiah Anita Setyawati Anita, Apriliawati Anjarwati, Nurul Annantusia Annantusia Apriliawati, Anita Apriliawati, Anita Asri Wahyu Candrawati Astrid Kizy Primadani Awaliah Beri, Edo Septa Budi Anna Keliat Dais, Exsos Grend Damayanti Palopa Dayana Noprida Desy Indra Yani Deviana Indriyanti Dewi Gayatri Didi Satiadi Dyah Setyorini Efri Widianti Elmi Susanti ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Wahyuni Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Eska Madya Agustine Esrha Theresya Siagian Eti Karwati Etika Emaliyawati Etika Emaliyawati Farizal, Rinezia Rinza Fatimah, Anugrah Nur Fernandes, Intan Agusti Firdaus, Rifqii Daiatul Fitri Handayani Fitriana, Anantusia Fitriyati, Fitriyati Gilang Purnama, Gilang Grisela Parisa Rahim Handayani, Annisa Yuniar Hariyanto, Rohadi Haryanto, Rohadi Hasna Nurul Naafiah Jamaludin Hendrawati H Henny Suzana Mediani Hermin Setiorini Hikmat Pramajati Hikmat, Rohman Hilmi Adillah Iceu Amira Iceu Amira D.A Ika Novika Ikeu Nurhidayah Imas Rafiah Imas Rafiyah Imroatun, Tri Indah Mentari Artani Siagian Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Indrayati, Novi Indriyanti, Deviana Intan Nurul Khofifah Iskawati, Melda Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Jani, Devi Triana Kadewi, Ami Kartika Alifah Karwati, Eti Khoirunnisa, Fadila Komariah, Elis Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusman Ibrahim Lameky, Vernando Yanry Laurentza Rikma Manika Lestari, Popy Lindayani, Emi Lumbatoruan, Astuti Lusty, junita Maimunah, Ai Mamat Lukman Marwasariaty Masruroh, Riri Maya Sari Medya Aprilia Astuti Melinda, Yuyun Mira Trisyani Koeryaman Muhammad Zikri Munaya Fauziah Mursiah, Mursiah Mutiarasani, Anjani Nina Sumarni Novia Rahmawati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nuraeni, Nopi Nuraidah Nuraidah, Nuraidah Nurhabibatulkamil, Alivia Nurhuda, Puspa Madya Nurohmah, Endah Nuryani, Reni Nuryati Nuryati Nyimas Heny Purwati Oktovianti, Asti P, Nyimas Heny Pebriana, Tika Rifa Luthfiyah Pratiwi, Yayu Priambodo, Ayu Prawesti Prihartono, Maulidya Ninda Purnawati, Tri Purwati, Nyimas Heni Purwati, Nyimas Heny Qonnayda, Umi Rahim, Grisela Parisa Rahmania, Sarah Reihana Rofilla Renhoran, Farida Restiani Paripurna Sari Restuning Widiasih Rifqii Daiatul Firdaus Rini - Anggraeni Ristina Mirwanti, Ristina Rohadi Haryanto Ruriwinita, Ruriwinita Sahariah Sahariah Sahureka, Marthina Sahureka, Marthine Sari, Denny Novita Mayang Sarini Sarini Sasmito, Priyo Saudi, La Sejati, Femmy Aditya Purnama Setiawan Setiawan Setiawati, Dewi Nur Setiorini, Hermin Shania Desi Pangestu Sinthia Rosanti Maelissa Sofyan, Evi Solehudin, Asep Sri Hendrawati Sri Sumartini Srimurni, Nita Ayu Srisantyorini, Triana Suci Dewi Utami Sugiharto, Firman Suharsiwi Suharsiwi Suhendar Sulaeman Suhendar Sulaeman Suherman Suherman Sukaesih, Nunung Siti Sukma Senjaya Sulistiani, Eka Sulistiawati, Helda Sulistiawati, Reni Sumarni, Sumarni - Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Syafitri, Ardyanti Syamsul Anwar, Syamsul Syifa Melya Fauziyah Tasijawa, Fandro Armando Taty Hernawati Taty Hernawaty Tazkiah Aulia Tetti Solehati Toha Muhaimin Tri Imroatun Triana Srisantyorini Tuti Pahria Urip Rahayu Wahyuni Agustina Wahyuni, Emmy Putri Widyyati, Mei Lestari Ika Windy Rachmawati Wini Resna Novianti Wiwi Mardiah, Wiwi Wulan Lindasari, Sri Yanny Trisyani Yanny Trisyani Yesa Junita Sari Yuke Liza Fitri Dhadila Yusnika Damayanti Zein, Jus Yuly Evi Zein