Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Concept Song pada Mata Pelajaran IPS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 003 Sihepeng Iqrima Sahuro; Irma Suryani Siregar; Ali Yusron
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe concept song dalam mata pelajaran IPS materi pokok keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia kelas IV SDN 003 Sihepeng. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 003 Sihepeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitianditunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe concept song secara klasikal hanya mencapai 35% atau 6 peserta didik yang tuntas, dan 11 peserta didik atau 65% yang belum tuntas. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe concept song di kelas IV SDN 003 Sihepeng adalah guru menulis teks lagu sesuai materi di papan tulis, guru membimbing peserta didik menyanyikan lagu secara bersama-sama dengan berulang-ulang, setelah itu guru meminta peserta didik memaknai isi lagu, guru meminta peserta didik membentuk kelompok, kemudian peserta didik menyampaikan hasil deskripsi kelompoknya dan saling membandingkan dengan kelompok lainnya di depan kelas, guru memberi penjelasan sesuai materi yang ada pada lagu, setelah di akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi kepada peserta didik. Hasil belajar peserta didik setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe concept song adalah pada siklus I, ketuntasan hasil belajar secara klasikal meningkat menjadi 59% atau 10 peserta didik yang tuntas, dan 7 peserta didik atau 41% yang belum tuntas. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II ketuntasan hasil belajar secara klasikal mencapai 82% atau 14 peserta didik yang telah mencapai KKM yaitu 75 yang sudah ditetapkan. 
Penerapan Model Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Makna Simbol dan Sila Pancasila Kelas IV SDN 129 Hutarimbaru Panyabungan Timur Nida Aisyah; Rahmi Seri Hanida; Ali Yusron
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3310

Abstract

This study aims to assess how the Make a Match learning model can enhance students’ learning outcomes in the subject of social issues among Grade IV students at SD Negeri 129 Hutarimbaru Panyabungan Timur. This research employs Classroom Action Research (CAR), conducted over two cycles. Each cycle includes four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study subjects comprised 21 students, with 9 males and 11 females from Grade IV at SD Negeri 129 Hutarimbaru Panyabungan Timur for the academic year 2024/2025. Data collection methods included observation sheets and tests. The data were analyzed both descriptively and quantitatively, with validity and reliability tests conducted to support the findings.The results indicate that the application of the Make a Match learning model significantly improved students’ learning outcomes by meeting the Minimum Mastery Criteria (KKTP). The improvement is evident across each cycle: in the pre-cycle, the students’ average score was 52.4, with a pass percentage of 47.6%. After the first cycle, the average score rose to 73.4, with a passing percentage of 61.9%. In the second cycle, the average score increased to 82.6, achieving a 100% passing rate. Based on these findings, it can be concluded that students’ learning outcomes improved significantly following the implementation of the Make a Match learning model.
Student management in improving the quality of graduates at MTs islamiyah Barbaran Siti Maisyaroh Nasution; Ali Yusron; Marwah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.837

Abstract

Student management is the arrangement of all student activities related to the proces from the time students enter to the time they leave. Student management activities are part of on educational institution. Student management activities are also an important part that must be constidered in its implemention. This paper raises the title of student answer the question of haw student management improves the quality graduates at MTs Islamiyah Barbaran and what are the supporting and inhibiting factors in improving the quality of graduates. The purpose of this reseacrh is do describe and analyze the role of student management in improving the quality of graduates at MTs Islamiyah Barbaran. Student management is an important part of educational management, encompassing planning, organizing, implementing, and supervising all student activities throughout the educational process. Through a qualiative approach, data was collected through observation and interviews with the principal, the deputy principal for curriculum, the deputy principal for student affairs, administration, and students. The results show that student management at MTs Islamiyah Barbaran has been implemented systematically, starting from the new student admission process, character development, academic guidance, to the management of guidance and counseling. These efforts contribute to improving academic achievement, discipline, and the readiness of graduates to continue their education to a higher level. With effeictive management, the madrasag is able to produce graduates who excel not only in cognitive aspects, but also in affective and pysychomotoror aspects.
The Use of the Syllable Method to Improve Early Reading Skills of Second Grade Students at SD Panyabungan Nur Kholijah; Rica Umrina Lubis; Ali Yusron
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38371

Abstract

Abstract: This study was motivated by the low early reading ability of second-grade students at SD Negeri 088 Panyabungan. The purpose of this research is to describe the implementation of the syllable (syllabic) method in improving students’ early reading skills. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects were 27 second-grade students. Data were collected through classroom observations and reading ability tests. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis to identify improvements in students’ learning outcomes across the research cycles. The results showed that the implementation of the syllable method significantly improved students’ early reading ability. In the pre-cycle stage, the average score was 61.11 with a learning mastery level of 44% (12 students). After the implementation of Cycle I, the average score increased to 74.6 with a mastery level of 67% (18 students). Improvements in the learning process during Cycle II resulted in a more significant increase, with the average score reaching 80 and the mastery level rising to 89% (24 students). These findings indicate that the syllable method is effective in improving the early reading ability of second-grade students at SD Negeri 088 Panyabungan.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SD Negeri 088 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode silabel dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes kemampuan membaca, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode silabel mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Pada tahap pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 61,11 dengan tingkat ketuntasan belajar 44% (12 siswa). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 74,6 dengan ketuntasan belajar 67% (18 siswa). Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 80 dan ketuntasan belajar 89% (24 siswa). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode silabel efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 088 Panyabungan. 
Sistem Manajemen Pembelajaran dan Kontribusinya terhadap Pengembangan Kualitas Pendidikan di Sekolah Ali Yusron; Suwarno; Henny Sri Astuty; Reski; Onisimus Faot
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.9047

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan telah mendorong transformasi proses pembelajaran melalui pemanfaatan Learning Management Systems yang memungkinkan pengelolaan materi pembelajaran, interaksi, dan penilaian secara terintegrasi. Namun, implementasi Learning Management Systems di sekolah masih menunjukkan tingkat efektivitas yang bervariasi, sehingga memengaruhi kualitas pendidikan yang dihasilkan. Penelitian ini berjudul Sistem Manajemen Pembelajaran dan Kontribusinya terhadap Pengembangan Kualitas Pendidikan di Sekolah bertujuan untuk menganalisis kontribusi Learning Management Systems terhadap pengembangan kualitas pendidikan di sekolah, khususnya dalam mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan Learning Management Systems dan peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah yang telah mengimplementasikan Learning Management Systems di Provinsi Sumatera Utara, dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut telah mulai mengadopsi sistem pembelajaran digital sehingga relevan untuk menggambarkan kondisi empiris penggunaan LMS di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 150 responden yang terdiri atas guru dan siswa pada sekolah tersebut. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas sebelum dilakukan analisis regresi linear sederhana untuk menguji kontribusi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Learning Management Systems memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, yang tercermin pada peningkatan efektivitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta efisiensi pengelolaan pembelajaran di kelas. Kesimpulannya, Learning Management Systems berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, baik secara teoretis dalam memperkuat integrasi teknologi pendidikan maupun secara praktis sebagai strategi peningkatan mutu pembelajaran berbasis digital.
Manajemen Peserta Didik Sebagai Determinan Prestasi Non Akademik Siswa Sekolah Dasar Negeri 081 Panyabungan Siti Rodiah Lubis; Ali Yusron; Afridah
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen peserta didik terhadap prestasi non akademik serta mengukur besarnya pengaruh tersebut. Manajemen peserta didik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah manajemen kesiswaan berbasis fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan siswa, khususnya dalam pengembangan prestasi non akademik. Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri 081 Panyabungan, prestasi non akademik siswa tergolong cukup menonjol, namun pengelolaan kegiatan peserta didik belum sepenuhnya terpadu, terutama dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program ekstrakurikuler, sehingga berpotensi menghambat keberlanjutan pencapaian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 42 orang yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 38 pendidik, dan 3 tenaga kependidikan, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh manajemen peserta didik terhadap prestasi non akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik berbasis POAC berpengaruh signifikan terhadap prestasi non akademik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai t hitung sebesar 5,941 lebih besar dari t tabel 2,021, serta nilai F hitung sebesar 35,291 lebih besar dari F tabel 4,08. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,469 menunjukkan bahwa 46,9% variasi prestasi non akademik dipengaruhi oleh manajemen peserta didik, sedangkan 53,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin optimal penerapan manajemen kesiswaan berbasis POAC, semakin besar kontribusinya dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa.
Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Kepedulian Lingkungan untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Kelas III SD Negeri 133 Parmompang Siti Marwiyah; Ali Yusron; Marwah Lubis
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i2.39977

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the strategies of classroom teachers in fostering environmental awareness among third-grade students at SD Negeri 133 Parmompang and identify factors that support and hinder its implementation. The study used a qualitative descriptive approach with third-grade teachers, principals, and students as subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers implemented direct learning strategies, role models, habituation through routine "Clean Saturday" activities, contextual learning, project-based learning, and spontaneous activities in the form of providing motivation, rewards, and reprimands. These implementation strategies were evident in student involvement in classroom cleaning activities, caring for school plants, using positive habits in daily interactions, and participating in school greening activities. Supporting factors for the implementation of the strategies included the principal's support, the availability of facilities and infrastructure, supportive school programs, and cooperation between students. Meanwhile, inhibiting factors included low awareness among some students, limited learning time, the influence of the environment outside the school, and limited certain facilities. Research findings show that the formation of environmentally conscious character in elementary school students requires the implementation of diverse, consistent strategies that are integrated with school culture so that environmental values can be internalized in students' daily activities.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru kelas dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa kelas III SD Negeri 133 Parmompang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas III, kepala sekolah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran langsung, keteladanan, pembiasaan melalui kegiatan rutin “Sabtu Bersih”, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan spontan berupa pemberian motivasi, penghargaan, dan teguran. Implementasi strategi tersebut terlihat dari keterlibatan siswa dalam kegiatan kebersihan kelas, perawatan tanaman sekolah, penggunaan kebiasaan positif dalam interaksi sehari-hari, serta partisipasi dalam kegiatan penghijauan sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan strategi meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, program sekolah yang mendukung, serta kerja sama antar siswa. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan keterbatasan fasilitas tertentu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar memerlukan penerapan strategi yang beragam, konsisten, dan terintegrasi dengan budaya sekolah agar nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat diinternalisasikan dalam aktivitas sehari-hari siswa.
THE INFLUENCE OF ACADEMIC SUPERVISION ON IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS’ COMPETENCE Handriadi Handriadi; Ali Yusron; Deka Meuthia Novari; Khoirul Amani; Muh. Aksa
International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijeep.v2i1.1887

Abstract

Teacher competence plays a crucial role in determining the quality of education in elementary schools. However, many teachers face challenges in effectively implementing pedagogical strategies, classroom management, and curriculum delivery, which can impact student outcomes. Academic supervision has emerged as a vital mechanism for supporting and enhancing teacher performance by providing constructive feedback, mentoring, and professional development opportunities. This study aims to investigate the influence of academic supervision on improving elementary school teachers’ competence. A mixed-methods research design was employed, incorporating quantitative and qualitative approaches. The study involved 50 elementary school teachers, with data collected through teacher competence assessments, supervision activity records, and in-depth interviews. The findings revealed that academic supervision significantly improved teachers’ pedagogical and professional competencies. These results underscore the value of academic supervision as a strategic tool for enhancing teacher effectiveness and, consequently, educational quality. The study concludes by recommending the systematic implementation of academic supervision programs in elementary schools to optimize teacher performance and professional growth.
Moderasi Beragama Melalui Pengajian Rutin Masyarakat di Desa Siantona Rahma Siregar; Rizka Ayu Nasution; Nur Azizah; Majidah; Dian Hidayat; Nanda Auliadi; Riska Sofi Yanti; Muhammad Rasyid Siregar; Ahmad Sahril; Ali Yusron
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v2wcfd59

Abstract

Salah satu masalah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah moderasi beragama, mengingat banyaknya agama, budaya, suku, dan adat istiadat di negara ini. Seseorang dapat menggambarkan moderasi beragama sebagai sikap tengah dalam menjalankan ajaran agama. Artinya tidak berlebihan (ekstrem kanan) atau mengabaikan ajaran (ekstrem kiri), tetapi mengambil jalan tengah yang mengutamakan toleransi, keseimbangan, dan keadilan. Penguatan prinsip moderasi beragama dalam masyarakat pedesaan dapat dicapai melalui penerapan pendekatan kultural dan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengajian rutin masyarakat di Desa Siantona adalah contoh nyata dari kegiatan tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengajian rutin di Desa Siantona dapat menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat. Pengajian mingguan tidak hanya membantu orang belajar lebih banyak tentang agama tetapi juga membangun masyarakat yang lebih toleran dan inklusif. Pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama, tokoh dan peserta masyarakat pengajian, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengajian teratur di Desa Siantona membantu meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat. Para ustaz dan tokoh agama tidak hanya membahas ibadah mahdhah mereka juga membahas hubungan ajaran Islam dengan kehidupan masyarakat, pentingnya mempertahankan persatuan, menghargai perbedaan, dan menolak kekerasan atas nama agama. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya forum diskusi keagamaan yang sehat di mana masyarakat dapat mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama untuk masalah yang dihadapi sehari-hari.  Pengajian teratur di Desa Siantona juga membantu mempererat hubungan warga. Kegiatan ini mengajarkan masyarakat untuk berinteraksi secara damai, saling menghormati, dan menghindari konflik yang mungkin terjadi. Komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan pengakuan terhadap kearifan lokal adalah beberapa nilai moderasi umat yang ditanamkan melalui pengajaran secara teratur. Pada akhirnya, semua nilai ini membentuk kesadaran masyarakat bahwa agama datang untuk membawa kedamaian, bukan perpecahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengajian teratur yang dilakukan oleh masyarakat Desa Siantona memainkan peran penting dalam menginternalisasi prinsip moderasi beragama. Pengajian tidak hanya memberi orang lebih banyak pemahaman tentang agama mereka, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memastikan adanya keseimbangan sosial di tengah keberagaman. Pengajian ini dapat digunakan sebagai contoh atau model bagi desa lain untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan harmonis.  
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Ali Yusron; Sri Wahyuni; Imelda Sari; Aisyah Harahap; Aspa Ariani
Joyful Learning Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Joyful Learning Journal: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v15i1.45682

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menuntut transformasi peran guru dari instruktur menjadi fasilitator guna mengatasi krisis motivasi pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada konteks implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan utama, Bapak Hasim Saleh, S.Pd. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru bertransformasi menjadi arsitek pengalaman belajar melalui tiga dimensi utama: fasilitator pembelajaran berdiferensiasi, inovator digital melalui pemanfaatan media interaktif seperti e-comic, dan katalisator karakter dalam proyek P5. Temuan menunjukkan bahwa asesmen diagnostik dan pemenuhan kebutuhan otonomi siswa terbukti efektif mengubah motivasi eksternal menjadi motivasi intrinsik. Meskipun dihadapkan pada tantangan administratif, resiliensi dan pendekatan humanis guru menjadi kunci keberhasilan adaptasi kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kolaborasi dalam komunitas belajar untuk mengoptimalkan strategi motivasi yang adaptif di era Merdeka Belajar