Claim Missing Document
Check
Articles

استخدام المفردات العربية المقترضة في اللغة الإندونيسية Nasrullah, Yufi Mohammad
Al Mah?ra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Al Mahara Edisi Bulan Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.956 KB)

Abstract

This research is aiming at analyzing the use of Arabic loan words in Indonesian language and conducting contrastive analysis between the two languages for the purpose of making teaching materials. To this end, the researcher used descriptive, analytic, and survey-based method. In so doing, the researcher identifies, classifies, and describes all that related to Arabic loan words in Indonesian language. The researcher then analyzes them in terms of phonetic, morphology, and semantic. Likewise, the researcher uses contrastive method to analyze the differences between Arabic and Indonesian language in all linguistic levels and to predict difficulties that Indonesian students might face in learning Arabic. This research concludes that Arabic loan words in Indonesian language make learning Arabic easier for Indonesian students. Accordingly, Arabic loan words should be considered in devising Arabic learning materials. It also discovers that the best method to make Arabic learning materials for Indonesian students should be based on scientific processes, that is by devising Arabic teaching materials which is purposely designed for non-Arabic speakers. Similarly, the contrastive method also ends up in conclusion that the employment of Arabic loan words makes Arabic learning processes easier. This research recommends the use of Arabic loan words available in Indonesian language when designing learning materials. By doing so, students can easily make linguistic associations and finally understand learning subjects with easy.
استخدام المفردات العربية المقترضة في اللغة الإندونيسية Yufi Mohammad Nasrullah
al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.956 KB) | DOI: 10.14421/almahara.2017.031-04

Abstract

This research is aiming at analyzing the use of Arabic loan words in Indonesian language and conducting contrastive analysis between the two languages for the purpose of making teaching materials. To this end, the researcher used descriptive, analytic, and survey-based method. In so doing, the researcher identifies, classifies, and describes all that related to Arabic loan words in Indonesian language. The researcher then analyzes them in terms of phonetic, morphology, and semantic. Likewise, the researcher uses contrastive method to analyze the differences between Arabic and Indonesian language in all linguistic levels and to predict difficulties that Indonesian students might face in learning Arabic. This research concludes that Arabic loan words in Indonesian language make learning Arabic easier for Indonesian students. Accordingly, Arabic loan words should be considered in devising Arabic learning materials. It also discovers that the best method to make Arabic learning materials for Indonesian students should be based on scientific processes, that is by devising Arabic teaching materials which is purposely designed for non-Arabic speakers. Similarly, the contrastive method also ends up in conclusion that the employment of Arabic loan words makes Arabic learning processes easier. This research recommends the use of Arabic loan words available in Indonesian language when designing learning materials. By doing so, students can easily make linguistic associations and finally understand learning subjects with easy.
Tamim Qiyam Al Ittishal Al Lugawy Fil Insijam Al Diny Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Alsinatuna Vol 2 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Arabic Education Program IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v2i2.941

Abstract

The majority of the population in Bandung is almost Muslim. On the other hand, the people of this region are of different ethnicities and religions that deal with each other in their daily lives. However, this situation of the religious life between Muslims and non-Muslims in Bandung is harmonious. If it is not properly managed, new problems with social stability may arise, and therefore living together in religious life in Bandung City should be maintained to promote social solidarity. Thus, this research came as a serious way to find points that are likely to be involved in the process of communication between different religions, to be carried out by scientists, experts and socialists while applying. This means that if the conditions prevailing in life are consistent or found problems among the Muslims themselves, and other religious people. the solution of these problems is concentrated in one of the potential sites, and this study works to create social communication through linguistic communication using the language of religiosity (religious terms). The data collection was taken through personal interview, observation and study of documents, and the number of persons examined in the interview reached thirteen people from all the religious leaders who are considered by their community scientists.
Peneguhan Karakter Islam Peserta Didik Melalui Rukun Iman Dengan Metode 3p (Pemahaman Pengamalan Pembiasaan) H. Yufi Mohammad Nasrullah; Yasya Fauza Wakila; Nurul Fatonah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v15i2.1394

Abstract

Pada masa dimana pendidikan sudah menyebar luas ke seluruh pelosok negeri, ternyata masih banyak peserta didik yang memiliki karakter kurang baik sehingga mencerminkan bahwa  tujuan dari pendidikan belum sepenuhnya berhasil tercapai terutama dalam menanamkan karakter mulia pada peserta didik. Dari kejadian tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peneguhan karakter Islami peserta didik melalui rukun iman dengan menggunakan 3P (Pemahaman Pengamalan Pembiasaan) di SMP Muhammadiyah Cilawu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan dan penerapan metode 3P (Pemahaman Pengamalan Pembiasaan) dalam rukun iman, untuk meneguhkan karakter peserta didik efektif diterapkan karena segala sesuatu hal harus melalui pemahaman terlebih dahulu, sehingga dengan adanya paham maka akan timbul sebuah pemikiran dan keyakinan yang menjadikan  karakter seorang peserta didik itu baik layaknya sebagai orang yang beriman pada Allah SWT. Setelah dipahami, rukun iman tersebut diamalkan serta dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
NILAI-NILAI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM PENDIDIKAN ISLAM Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v9i1.80

Abstract

Para pakar linguistik deskriptif biasanya mendefinisikan bahasa sebagai satu sistem lambang bunyi yang bersifat arbiter, yang kemudian lazim ditambah dengan yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. Bagian utama dari definisi di atas menyatakan hakekat bahasa itu, dan bagian tambahan menyatakan apa fungsi bahasa itu. Fungsi bahasa selain sebagai alat komunikasi dan penghubung antara manusia, juga masih banyak fungsi yang lainnya. Di antaranya adalah bahasa merupakan pendukung yang mutlak dari pada keseluruhan pengetahuan manusia. Tidak suatu bidang ilmu apapun yang disampaikan dengan efisien, kecuali lewat media bahasa, dalam kebanyakan bidang pengajaran bahasa sebagai alat penyampaian adalah yang paling penting dan mutlak diperlukan. Bahasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa seseorang. Maksudnya, bahwa bahasa dapat mengekspresikan perasaan yang signifikan maupun yang tidak signifikan serta dapat menuangkan keindahan-keindahan sehingga dapat diketahui, dan dirasakan oleh orang lain. Latar belakang penulisan penelitian ini adalah adanya kondisi yang memprihatinkan generasi penerus bangsa yang semakin jauh dari nilai-nilai pendidikan Islam dan budaya bangsa. Sekolah sebagai institusi pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk membentuk dan mengembangkan karakter siswa. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui nilai-niai pembelajaran bahasa Arab dalam pendidikan Islam. Kata kunci: Transnasional Islam, Pesantren, Gerakan Islam
Nilai-Nilai Pedagogis Dalam Hadits Nabi Tentang Adzan Di Telinga Bayi Hamdani -; Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v13i1.829

Abstract

Problematika yang terjadi di lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan adzan di telinga bayi yang baru lahir cukup banyak menarik untuk dikaji. Terdapat silang pendapat tentang hukum mengumandangkan adzan ditelinga anak yang baru lahir, ada yang menyebutkan sunnah Rasul, anjuran ulama, bahkan ada yang berpendapat perbuatan sia-sia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pendapat para Ulama tentang hadits Nabi tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir (2) Hikmah yang terkandung dalam hadits Nabi tentang adzan di telinga yang baru lahir; (3) Nilai-nilai pedagogis dalam hadits Nabi tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir; Penelitian ini menggunakan riset kepustakaan (library research) dengan teknik analisis ini (content analysis). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan-pendekatan induktif. Dengan teknik pengumpulan data ialah metode dokumentasi. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan kitab-kitab dan buku-buku yang menerangkan tentang hadits Nabi Saw. tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir. Hasil penelitian menunjukan bahwa hadits tentang adzan ditelinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak terutama pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah, pelaksanaan adzan di telinga bayi yang baru lahir juga mempunyai pengaruh positif terhadap kecerdasan spiritual anak karena usia awal anak merupakan masa keemasan yang mampu menerima informasi dengan mudah, dan informasi keagamaan yang disampaikan
RELEVANSI METODE LANGSUNG PADA PENGAJARAN BAHASA ARAB TINGKAT PERGURUAN TINGGI Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v1i1.9

Abstract

Pengajaran bahasa Arab di tingkat lanjutan terutama pada perguruan tinggi Islam masih terkendala dengan berbagai kompleks persoalan. Output pembelajaran, dalam hal ini lulusan perguruan tinggi Islam, masih dihinggapi kenyataan minimnya penguasaan mereka terhadap bahasa Arab yang nota bene salah satu pilar terpenting dalam rangka kajian Islam. Kompleks persoalan yang meliputi masalah orientasi pengajaran bahasa Arab dan quo vadis problem linguistik serta non-linguistik, meniscayakan perlunya peninjauan kembali berbagai unsur tersebut. Kecuali itu, metode langsung yang selama ini digunakan dalam praktek pengajaran perlu ditelusuri sisi kelemahan dan kelebihannya untuk selanjutnya mencari alternatif metode dalam pengajaran bahasa Arab. Kata kunci : metode langsung, pengajaran bahasa Arab, perguruan tinggi
Universalisasi Nilai-Nilai Komunikasi Bahasa Antar Umat Beragama Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v11i2.160

Abstract

Abstrak. Hampir di setiap pelosok atau daerah di kota Bandung mayoritas penduduknya beragama Islam, di lain pihak berbagai etnis dengan pemahaman agama yang berbeda berhadapan dengan lingkungan masyarakat yang mayoritas tersebut. Walau demikian, situasi dan kondisi kehidupan umat beragama di kota Bandung dipandang kondusif dan rukun. Kondusifitas dan kerukunan kehidupan antar umat beragama di kota Bandung jika tidak dikelola dengan baik, bukan mustahil persinggungan kehidupan antar umat beragama akan mendatangkan masalah baru bagi stabilitas sosial. Dengan demikian, ruang kebersamaan dalam kehidupan beragama di kota Bandung harus dipelihara agar solidaritas bermasyarakat menguat. Penelitian ini diorientasikan untuk menemukan titik-titik potensial yang dapat merekat komunikasi yang diperankan para pemeluk agama yang beragam. Artinya, jika terjadi kondisi rukun atau ketidakharmonisan dalam kehidupan antar umat beragama, maka kondisi itu salah satunya bersumber pada titik potensial tersebut, yang dalam penelitian ini adalah komunikasi melalui bahasa religiusitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif beralur pada pendekatan naturalistik, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi.Hasil dalam penelitian ini, bahwa nilai-nilai komunikasi berupa diksi religiusitas yang bersifat universal dan dipandang dapat memelihara kerukunan hidup antar umat beragama di kota Bandung, yang dikemukakan oleh para tokoh-tokoh agama, di antaranya adalah adil, Alhamdulillah, Amin, Assalamu’alaikum, Ikhlas, Islah, Musyawarah, Rahmat, dan Silaturahmi. Kata kunci: nilai, komunikasi bahasa, umat beragama
Management of Academic Services in Building Student Satisfaction in Private Islamic Religious College: A Descriptive Qualitative Analysis Study at STAI Al Musaddadiyah, STAI Darul Arqam, And Stai Persis in Garut Regency Yufi Mohammad Nasrullah; Tb. Abin Syamsudin; Sofyan Sauri; Waska Warta
Journal of Social Science Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v3i1.294

Abstract

This research is motivated by student dissatisfaction with academic services, who are often dissatisfied with the academic services provided, such as facilities and staff performance that are not in line with the expectations of students as customers. This study aims to provide an overview of academic service management in building student satisfaction which includes: (1) Planning; (2) Implementation; (3) Evaluation; (4) Results and achievements; (5) Supporting factors; (6) Inhibiting factors; (7) Hope; (8) Solution. This research method used a descriptive method with a qualitative approach and case study design, in the process by observation, interviews and documentation. The management theory appropriate for the service is the modern management theory. Terry. G. clarifies these management functions in four parts, namely as follows: planning (Planning), organizing (Organizing), actuating, and controlling (Controlling). The results of the study show that there was a different understanding and implementations where STAI Al Musaddadiyah established the process of academic services in the expanding student’s satisfaction which was supported by an academic service information system, STAI Darul Arqam was supported by an integrated program from the centre, a program of learning supports STAI Persis. All components, policymakers, authorities, and interested parties were required to support the realization of good quality academic services. The achievement of quality academic services would build creative, innovative, productive resources and had the value of independence to build self-potential in creating a quality culture in private Islamic religious colleges
Tamim Qiyam Al Ittishal Al Lugawy Fil Insijam Al Diny Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Alsinatuna Vol 2 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Arabic Education Program IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v2i2.941

Abstract

The majority of the population in Bandung is almost Muslim. On the other hand, the people of this region are of different ethnicities and religions that deal with each other in their daily lives. However, this situation of the religious life between Muslims and non-Muslims in Bandung is harmonious. If it is not properly managed, new problems with social stability may arise, and therefore living together in religious life in Bandung City should be maintained to promote social solidarity. Thus, this research came as a serious way to find points that are likely to be involved in the process of communication between different religions, to be carried out by scientists, experts and socialists while applying. This means that if the conditions prevailing in life are consistent or found problems among the Muslims themselves, and other religious people. the solution of these problems is concentrated in one of the potential sites, and this study works to create social communication through linguistic communication using the language of religiosity (religious terms). The data collection was taken through personal interview, observation and study of documents, and the number of persons examined in the interview reached thirteen people from all the religious leaders who are considered by their community scientists.