Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining dan Penyuluhan tentang Anemia pada Kader Posyandu Remaja Mojo Surabaya Purbowati, Rini; Haru Setiawan; Lusiani Tjandra; Masfufatun; Putu Oky Aritania; Noer Kumala Indahsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i2.269

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan penurunan proporsi sel darah merah. Hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 32%. Anemia memiliki dampak jangka pendek (penurunan daya tahan tubuh, kurangnya oksigen ke sel otot dan sel otak) dan dampak jangka (gangguankehamilan). Skring merupakan upaya untuk mendeteksi secara dini suatu kondisi atau penyakit guna memberi saran perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko atau mengobatinya dengan paling efektif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kadar haemoglobin dan meningkatnya pengetahuan tentang anemia pada kader putri posyandu remaja Mojo Surabaya. Kegiatan pengabdian ini terlaksana pada hari Minggu tanggal 10 September 2023 di balai RW 5 Mojo, dihadiri oleh 20 peserta (kader putri), dilakukan dengan metode pemeriksaan dan metode konsultasi kesehatan terkait anemia oleh dokter spesialis. Pengukuran tingkat pengetahuan dasar peserta dilakukan melalui pengisian kuisioner dan pengukuran kadar Hb dilakukan dengan menggunakan Easy Touch Blood Hemoglobin. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dasar peserta menunjukkan 45% peserta memiliki pengetahuan SEDANG dan 55% peserta memiliki pengetahuan BAIK tentang anemia. Hasil pengukuran kadar Hb disampaikan secara langsung kepada peserta dan dilanjurkan dengan konsultasi kesehatan kepada dokter spesialis.
Bay Leaf Extract as a Potential Therapeutic Agent for LDL Reduction in Hypercholesterolemia: A Dose-Response Study Sudarmika, Kadek Adi; Putu Oky Ari Tania
Eureka Herba Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v5i3.126

Abstract

Hypercholesterolemia, characterized by elevated low-density lipoprotein (LDL) cholesterol levels, is a major risk factor for cardiovascular disease. The current study investigated the dose-dependent effects of bay leaf extract on LDL cholesterol reduction in a hypercholesterolemic rat model. Male Wistar rats were fed a high-fat diet to induce hypercholesterolemia. They were then randomly assigned to five groups: positive control (simvastatin), negative control (standard diet), and three treatment groups receiving graded doses of bay leaf extract (0.72 g, 1.08 g, and 1.80 g). LDL cholesterol levels were measured after seven days of treatment. Bay leaf extract administration resulted in a dose-dependent reduction in LDL cholesterol levels. The highest dose (1.80 g) exhibited comparable efficacy to simvastatin in lowering LDL cholesterol. In conclusion, bay leaf extract demonstrates potential as a therapeutic agent for managing hypercholesterolemia by effectively reducing LDL cholesterol levels. The optimal dose for LDL reduction appears to be 1.80 g. Further research is warranted to explore the underlying mechanisms and clinical implications of these findings.
Cantik dan Awet Muda dengan Pelatihan Totok Wajah di Pukesmas Dukuh Kupang Surabaya Soekanto, Ayly; Tania, Putu Oky Ari; Al-Aska, Andra Agnez; Hardiyono, Hardiyono; Furkani, Agusniar; Simamora, Dorta; Tjandra, Lusiani
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 4 (2024): August, Pages 301 - 449
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i4.962

Abstract

Tampil cantik dan awet muda merupakan dambaan dari setiap wanita. Perawatan kulit di perlukan untuk mendukung penampilan wajah yang cantik sehat, terutama wanita yang sudah mulai memasuki usia premenopuse dimana terjadi penurunan sel sel epitel kulit dari regenerasi kulit. Tujuan pengabdian masyarakat memberikan pelatihan totok wajah kepada Ibu ibu warga Pukesmas Dukuh Kupang untuk memiliki kulit wajah yang sehat sehingga dapat tampil cantik dan awet muda. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Juli 2024 di Balai RT 3 Dukuh Kupang, dihadiri oleh 20 peserta, dilakukan dengan metode penyuluhan dengan materi yang berjudul “Cantik dengan Totok Wajah” dan dilanjutkan dengan praktik “Totok wajah yang benar”, didahului dengan penayangan video urutan titik titik penotokan pada wajah. Dilanjutkan dengan evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat cantik dan awet muda dengan pelatihan totok wajah di Pukesmas Dukuh Kupang Surabaya dengan peserta Ibu ibu dan kader di Kelurahan Dukuh Kupang Surabaya, setelah penngabdian masyarakat hasil didapatakan ibu ibu dengan antusias menyimak setiap pembelajaran sampai mengerti cara totok wajah untuk perawatan kulit wajah.
Penyuluhan Efektivitas Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap Imunitas Tubuh di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Listyawati, Agusniar Furkani; Sudibya, Akhmad; Soekanto, Ayly; Tania, Putu Oky Ari; Al-Aska, Andra Agnez; Hardiyono, Hardiyono; Simamora, Dorta; Tjandra, Lusiani
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 4 (2024): August, Pages 301 - 449
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i4.965

Abstract

Tanaman herbal memiliki khasiat untuk menyembuhkan atau mencegah berbagai gangguan kesehatan. Peningkatan imunitas tubuh dapat  dilakukan dengan memanfaatkan tanaman herbal. Salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) yang memiliki kandungan fenol yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Metode pengabdian masyarakat ini dengan memberikan penyuluhan kepada warga di wilayah Pukesmas Dukuh kupang Surabaya dengan memberikan ceramah dan informasi yang benar tentang manfaat daun kelor sebagai sistim imunitas yang alami. Kuisioner awal didapatkan persentase jumlah peserta yang mengerti tentang pemanfaatan daun kelor sebanyak 20% dari 30 orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Setelah dilakukan penyuluhan peserta diberikan kuisioner akhir, sebanyak 98% dari total 30 peserta memahami tentang pemanfaatan daun kelor untuk kesehatan dan obat tradisional sehingga diharapkan seluruh peserta penyuluhan dapat mengaplikasikan di lingkungan tempat tinggalnya mengenai manfaat mengkonsumsi daun kelor sebagai salah satu makanan/obat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kesimpulan pengabdian masyarakat kali ini adalah kegiatan berjalan baik dan lancar serta antusias peserta pengabdian masyarakat sangat tinggi.
Hubungan Lama Kebiasaan Merokok dengan Status Oral Hygiene dan Penyakit Periodontal pada Laki-laki Usia Dewasa Parmasari, Wahyuni Dyah; Tania, Putu Oky Ari; Theodora, Theodora; Willianti, Enny
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 5 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v5i02.115

Abstract

Pendahuluan Pada laki-laki usia dewasa muda kebiasaan merokok sudah menjadi gaya hidup dewasa ini. Efek merokok yang berkepanjangan dapat memperparah kerusakan jaringan periodontal. Status Oral hygiene merupakan salah satu faktor resiko terjadinya penyakit periodontal. Tujuan Penelitian mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap status penyakit periodontal dan status oral hygiene pada laki-laki usia dewasa, Bahan dan Metode Distribusi sampel jenis kelamin laki-laki menurut WHO usia dewasa muda yaitu 35-44 tahun, sebanyak 50 responden dan termasuk perokok aktif yaitu mengkonsumsi rokok setiap hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan. Status penyakit periodontal dan status oral hygiene dengan acuan Indeks Periodontal dari Ramfyord Hasil Rata-rata status penyakit periodontal dan status oral hygiene perokok menunjukkan hubungan bermakna antara jumlah konsumsi, jenis rokok dan lama kebiasaan merokok dengan status penyakit periodontal (p=0,000), Kesimpulan terdapat hubungan lama kebiasaan merokok dengan status oral hygiene dan penyakit periodontal pada laki-laki usia dewasa.
Pola Hidup Bersih untuk Meminimalkan Diare Akibat Escherichia Coli di Kelurahan Tembok Dukuh Surabaya Listyawati, Agusniar Furkani; Tania, Putu Oky Ari; Soekanto, Ayly; Rianti, Emillia Devi Dwi; Hardiyono, Hardiyono; Sudibya, Akhmad; Azka, Andra Agnes Al; Simamora, Dorta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.2.68-73

Abstract

Pola hidup bersih adalah salah satu bagian dari menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh yang dapat diukur dari kebersihan tangan. Kebersihan tangan dapat menjadi tolak ukur dalam kesehatan tubuh terutama untuk mencegah terjadinya diare dikarenakan bakteri Escherichia coli sebagai bakteri indikator terjadinya diare dapat dengan mudah menginfeksi tubuh apabila kebersihan tangan tidak terjaga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi pola hidup bersih dan  meminimalkan kejadian diare terutama di musim hujan atau pancaroba ini. Setelah mendapatkan penyuluhan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang pola hidup bersih pada warga masyarakat di wilayah kelurahan Tembok Dukuh, menjadi mengerti pentingnya cuci tangan dan untuk selalu menerapkan pentingnya hidup bersih. Dari data hasil sampel swab tangan sebelum dan sesudah cuci tangan tidak menunjukkan adanya pertumbuhan Escherichia coli, hasil ini menunjukan bahwa pola hidup bersih telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kelurahan Tembok Dukuh Surabaya.A clean lifestyle is one part of maintaining body health and cleanliness which can be measured by hand hygiene. Hand hygiene can be a benchmark for body health, especially in preventing diarrhea because Escherichia coli bacteria as an indicator of bacteria for diarrhea can easily infect the body if hand hygiene is not maintained. As an indicator bacteria for diarrhea can easily infect the body if hand hygiene is not maintained. A clean lifestyle is one part of maintaining body health and cleanliness which can be measured by hand hygiene. Hand hygiene can be a benchmark for body health, especially in preventing diarrhea because Escherichia coli bacteria community service activity aims to provide education on clean lifestyles and minimize the incidence of diarrhea, especially in this rainy or transition season. After receiving counseling during this community service activity about clean living patterns, residents in the Tembok Dukuh became aware of the importance of washing their hands and always implementing the importance of clean living. From the data from hand swab samples before and after washing hands, it did not show any growth of Escherichia coli. These results show that a clean lifestyle has become a habit for the people ward of Tembok Dukuh Subdistrict, Surabaya.
Peningkatan Pengetahuan Sumber Vitamin C Sebagai Imunitas Pada Penyuluhan Kader PKK Desa Prambanan, Kebomas Gresik Sukma Sahadewa; Ayly Soekanto; Emillia Devi Dwi Rianti; Hardiyono Hardiyono; Putut Laksminto Emanuel; Putu Oky Ari Tania; Erny Erny; Agusniar Furkani Setiyawati; Fuad Ama
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistim Imunitas tubuh dapat ditingkatkan dengan salah satu cara memberikan makanan berupa vitamin dan makanan yang mengandung bahan flavonoid dimana menghambat histamin yang dilepaskan dengan menjaga kestabilan pembungkus sel lipid. Vitamin c yang masuk dalam plasma dapat berfungsi membuang radikal bebas kuat dan, melindungi sel dari zat oksidatif ROS(reactive oxygen species) dengan memperbaiki kondisi tubuh..Tujuan pengabdian masyarakat untuk memberikan Pengetahuan sumber Vitamin C sebagai Imunitas pada Kader PKK Desa Prambangan Kebomas Gresik. Sebanyak 26 orang yang ikut dalam pengabdian masyarakat ini, sebelum penyuluhan masih belum mengerti tentang kandungan vitamin c dan sesudah penyuluhan menjadi paham dan bertambah peningkatan pengetahuann kader Ibu PKK tentang vitamin c yang mengalami kenaikan dari 88,78 % menjadi 97,85%. Kenaikan prosentase tersebut diperoleh dari perbandingan hasil pre test dan post test yang diberikan pada kader PKK. Sehingga dapat disimpulkan Kader PKK Desa Prambanan Kebomas Gresik menjadi bertambah peningkatan Pengetahuannya tentang vitamin c yang mudah didapat pada buah buahan seperti kesemek, jeruk keprok, terong belanda yang bermanfaat untuk meningkatkan sistim imunitas.
Penjelasan Ringkas Seluk Beluk Konsumsi Ubi Jalar di Kelurahan Tenggilis Surabaya Ni Made Ayu Gea Niquita; Fadilla Lutvi Aryanti; Ni Kadek Evita Vara Rosieana; Olivia Rahayu Ramadhani; Athaya Azalia Yasirah; Syeira Rigita Noptavia; Maverick Nathanael Adirangga; Ahnaf Farel Al Raihaan; Muhammad Collin; Marcela Anindita; Amirotul Khifana; Ahista Saskirana Putri; Putu Oky Ari Tania
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Peran ibu sebagai sumber pengetahuan dan penggerak kesehatan keluarga perlu menjadi prioritas. Pertumbuhan  dan perkembangan anak berawal dari kecukupan gizi di rumah. Gizi yang ideal berkaitan dengan perkembangan kecerdasan, kesehatan, keterampilan dan mendukung pertumbuhan anak secara normal sesuai usianya. Gerakan pola makan sehat yaitu ‘real food’ dalam hal ini adalah konsumsi ubi, banyak digaungkan beberapa tahun belakangan. ‘Real food’ atau makanan yang mengalami proses minimal sangat baik untuk kesehatan pencernaan khususnya usus. Usus yang bermasalah akan berdampak ke berbagai masalah seperti kecemasan, obesitas, bahkan berisiko terhadap terjadinya kanker usus. Semua faktor yang mendukung kesehatan di atas, diperankan oleh ibu sebagai ujung tombak di lingkungan keluarga. Tujuan: untuk mensosialisasikan dan memberikan wawasan mengenai kesehatan pencernaan yaitu konsumsi ubi jalar di wilayah kerja Kelurahan Kendangsari, Surabaya. Metode: kegiatan pengabdian ini akan memberikan edukasi kepada para ibu-ibu dan kader puskesmas sebanyak 50 orang, dan monitoring efektivitas edukasi dengan 10 soal pre dan post test. Hasil: 50 peserta yang diundang, hadir 49 orang yang semuanya mengisi pre dan post tes. Rata-rata nilai pre test adalah 68,18 sedangkan nilai post test adalah 79,79 dari total skor 100. Hasil uji statistik dengan paired T test didapatkan nilai 0,001 yang berarti ada perbedaan skor pre dan post test. Kesimpulan: Sosialisasi mengenai konsumsi ubi jalar berlangsung dengan efektif.
Perbedaan Daya Hambat Ekstrak Propolis dan Kunyit Putih terhadap Bakteri e. Coli pada Konsentrasi Minimum Putu Oky Ari Tania; Agusniar Furkani Listyawati; Emilia Devi Dwi Rianti; Ayly Soekanto
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik akibat e. coll berkembang beberapa tahun belakangan. resistensi antibiotik ini dapat menjadi penyebab kematian akibat infeksi. amoksisilin dilaporkan memiliki penurunan aktivitas antibiotik terhadap e. coll. senyawa flavonoid diketahui mengandung fenol yang dapat mengganggu dan merusak membran sel (indryani et al). Senyawa ini didapatkan pada propolis maupun kunyit putih. penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan data hambat antara ektsrak propolis dan kunyit putih pada konsentrasi hambat minumum sebesar 5%. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan 2 kelompok perlakuan yaitu ekstrak propolis dan kunyit putih, dan 2 kelompok kontrol. Kelompok kontrol negatif menggunakan antibiotik amoksisilin. Penelitian ini menggunakan metode dilusi cakram dengan Hasil penelitian menunjukkan zona hambat pada ekstrak proplis bertipe radikal atau membentuk zona bening, dibandingkan ekstrak kunyit putih. Rata-rata diameter zona bening pada ekstrak propolis dan ekstrak kunyit putih adalah 8,93 mm dan 7,92 mm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak propolis memiliki potensi daya hambat lebih baik dibandingkan dengan ekstrak kunyit putih terhadap bakteri e. coli. Dibandingkan dengan kontrol positif yaitu pemberian antibiotik amoksisilin, terbukti ekstrak propolis maupun kunyit putih menunjukkan daya hambat yang lebih baik
STUDI KOMPUTASI: INTERAKSI PROTEIN AKT DAN METABOLIT SEKUNDER Curcuma zedoaria SEBAGAI AGEN IMUNOMODULATOR Putu Oky Ari Tania; Candra Rini Hasanah Putri; Ayling Sanjaya; Titiek Sunaryati; Deddy Hartanto
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit inflamasi sistemik yang kronis seperti reumatoid artritis, sistemik lupus eritematosus, multipel sklerosis memberikan beban, memerlukan biaya terapi yang besar dan menyebabkan kamatian. Paparan stres, antigen, polutan berkontribusi terhadap terganggunya signaling protein termasuk sistem imun. Protein Akt penting dalam maturasi, diferensiasi dan daya hidup sel myeloid. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi metabolit sekunder dalam Curcuma zedaoria yaitu demethoxycurcumin, curcumenol dan germacrone dalam menghambat protein Akt, sehingga dapat dikategorikan sebagai agen imunomodulator. Metode yang dilakukan adalah melakukan prediski fisikokimia ligan (PkCSM), dan molekular docking antara proten Akt (3O96) dan 3 ligan demethoxycurcumin, curcumenol dan germacrone (PyRx). Hasil penelitian didapatkan bahwa ligan yang digunakan memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five. Binding affinity yang didapatkan untuk demethoxycurcumin adalah -9,0kcal/mol, curcumenol adalah -7,9 Kcal/mol, germacrone adalah 7,3Kcal/mol sedangkan ligan uniknya yaitu IQO adalah 14.4 Kcal/mol. Binding affinity terendah adalah demethoxycurcumin yang menunjukkan bahwa demethoxycurcumin yang paling kuat dalam berikatan dengan protein Akt.
Co-Authors AFAF BAKTIR Agusniar Furkani Listyani Agusniar Furkani Setiyawati Ahista Saskirana Putri Ahnaf Farel Al Raihaan akhmad sudibya, akhmad Amirotul Khifana Andiani Andiani Andra Agnez Al Aska Athaya Azalia Yasirah Ayling Sanjaya Ayly Soekanto Azka, Andra Agnes Al Cahyadi, I Kadek Angga Dwi Candra Rini Hasanah Putri Candra Rini Hasanah Putri Colin, Muhammad Deddy Hartanto Dorta Simamora Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Emilia Devi D. Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emilia Devi Dwi Rianti Emillia Devi D.Rianti, Emillia Devi Enny Willianti, Enny Erlix R Purnama Erny Erny Erny Erny Fadilla Lutvi Aryanti Febtarini Rahmawati Febtarini Rahmawati Fuad Ama Furkani, Agusniar Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono HARMAN AGUSAPUTRA Harsono Wiradinata Haru Setiawan I Kadek Putra Dwipayana I Made Subhawa Harsa Ibrahim Njoto, Ibrahim Inawati Inawati Indra Firismanda Dermawan Kadek Adi Sudarmika Kuntaman Kuntaman Listyawati, Agusniar Furkani Loo Hariyanto Raharjo, Loo Hariyanto Lusiani Tjandra Marcela Anindita Masfufatun Masfufatun Masfufatun Maverick Nathanael Adirangga Meivy Isnoviana Misuari, Puja Ayu Muhammad Collin Nadila, Sucia Ni Kadek Evita Vara Rosieana Ni Made Ayu Gea Niquita Noer Kumala Indahsari, Noer Kumala Nugraha, Wima Handika Nur Sri Wahyuni Olivia Rahayu Ramadhani Pramita Laksitarahmi Isrianto Prayoga, Ketut Ayesha Edelwise Puja Ayu Misuari Putra, Wisnu Pratama Putut Laksminto Emanuel Rini Purbowati Sakri, Brian Manggala Salsabillah, Dinara Safina Satya Yudhayana Sianny Suryawati, Sianny Sudarmika, Kadek Adi Sukma Sahadewa, Sukma Syeira Rigita Noptavia Theodora Theodora Titiek Sunaryati Titiek Sunaryati Titiek Sunaryati Wahyuni Dyah Parmasari, Wahyuni Dyah Widjaja, Jimmy Hadi Yudhayana, Satya