Claim Missing Document
Check
Articles

Adaptasi Dosen Digital Immigrant Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 Fernandes, Reno; Ananda, Azwar; Montessori, Maria; Firman, Firman; Putra, Eka Vidya; Naldi, Hendra; Fitriani, Erda
SOCIUS Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v8i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana adaptasi pembelajaran melalui E-learning yang dilakukan oleh dosen digital immigrant di Universitas Negeri Padang (UNP). Hal ini menarik untuk dikaji, karena pada masa Pendemi Covid-19 telah mengubah sistem pelaksanaan perkuliahan di UNP dari tatap muka langsung menjadi tatap maya dengan memanfaatkan E-Learning yang tentunya bertumpu kepada penguasaan teknologi. Sementara itu ada sekelompok dosen yang lemah dalam penguasaan teknologi informasi, namun tetap harus mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini agar proses perkuliahan tetap berjalan. Kelompok ini kemudian dikenal dengan istilah digital immigrant. Proses adaptasi dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh dosen digital immigrant ini akan dianalisis dengan menggunakan teori struktural fungsional dari Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan metode campuran, kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dosen digital immigrant memiliki keterbatasan dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan platform E-Learning UNP. Bagi dosen digital immigrant sistem E-Learning UNP tersebut platform pembelajaran formal yang tidak sederhana dan tidak praktis digunakan. Namun dalam perjalanannya dosen digital immigrant tetap beradaptasi dengan cara terus belajar, sembari melaksanakan pembelajaran secara sinkronus menggunakan aplikasi digital lainnya seperti WhatsApp dan aplikasi video conference (Google Meet dan Zoom Meeting). Sementara untuk pemeliharaan pola sistem pembelajaran di E-learning UNP dosen digital immigrant meminta bantuan kepada sejawat dosen muda untuk menginputkan konten-konten tersebut ke dalam E-Learning. Namun secara prinsip, berbagai kebutuhan pelaksanaan pembelajaran seperti rencana pembelajaran semester, bahan ajar, media pembelajaran, soal ujian, bahan tugas tetap disediakan oleh dosen digital immigrant. Hal ini dilakukannya untuk pencapaian tujuan pembelajaran tetap berlangsung di masa pandemi Covid-19.
Meningkatkan Skill Digital untuk Profesionalisme Guru Abad 21 Fernandes, Reno; Syafrini, Delmira; Susilawati, Nora; Ferdyan, Rhavy; Permata, Bunga Dinda; Rahman, Sabar Aulia; Wita, Gusmira; Junaidi, Junaidi; Erianjoni, Erianjoni; Lianda, Febi Dwi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1561

Abstract

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang menghendaki penguasaan teknologi digital. Selain itu, siswa yang saat ini merupakan Generasi Z adalah bagian penting dari Pembelajaran Abad 21. Keadaan di lapangan guru masih kesulitan dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi digital, hal yang sama ditemukan pada MGMP Sosiologi kota Sawahlunto. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan skill digital guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran digital yang dituntut saat ini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, seminar/workshop, pengumpulan data, analisis, dan evaluasi. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan skill digital guru. Pemahaman yang meningkat tentunya juga akan menigkatkan skill digital guru. Skill digital memungkinkan penggunaan berbagai alat multimedia dan platform pembelajaran online yang membuat proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui program ini diharapkan profesioanlisme guru-guru MGMP Sosiologi kota Sawahlunto semakin meningkat dengan penguatan skill digital yang dilakukan.
Chat GPT sebagai Alat Bantu Akademik; Analisis Pemanfaatan oleh Mahasiswa Sosiologi UNP Rizki, Oki Fitrian; Fernandes, Reno
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Sosial Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana mahasiswa Sosiologi di Universitas Negeri Padang (UNP) memanfaatkan Chat GPT sebagai alat bantu akademik. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan untuk memahami sejauh mana mahasiswa memanfaatkan Chat GPT sebagai alat bantu akademik. Selanjutnya, data akan dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perilaku pemanfaatan yang beragam, dengan sebagian besar responden memanfaatkan Chat GPT sebagai sumber informasi tambahan dan alat bantu dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik mereka seperti untuk membantu penulisan esai, artikel dan lain-lain, memberikan saran mengenai struktur penulisan, gaya bahasa, serta merumuskan argumen. Dalam era digital yang semakin maju, teknologi telah menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Salah satu inovasi terbaru yang mendapatkan perhatian luas adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Politik Uang dan Preferensi Pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 di Kota Padang Panjang Fernandes, Reno; Rizki Herdi Kurniawan; Rio Putra Winanda
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i2.11

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidaksesuaian antara karakter pemimpin yang diinginkan dan perilaku memilih yang dipengaruhi oleh politik uang dalam pemilihan kepala daerah di Padang Panjang. Meskipun mayoritas responden menginginkan pemimpin yang jujur, anti-korupsi, dan religius, lebih dari separuh responden mengaku bahwa politik uang memengaruhi pilihan mereka. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional, teori ketidakpercayaan terhadap politik, dan ketidaksetaraan sosial-ekonomi untuk menganalisis fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah survei dengan 1200 responden yang dipilih secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik uang dipandang sebagai keuntungan langsung yang lebih menarik dibandingkan janji politik yang tidak pasti. Temuan ini menunjukkan ketergantungan masyarakat pada politik uang meskipun mereka memiliki preferensi terhadap pemimpin yang ideal. Penelitian ini menyarankan perlunya pendidikan politik yang lebih baik, penegakan hukum yang lebih tegas, serta penguatan institusi pemilu untuk meningkatkan kualitas pemilu dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi.
Menguatkan Nilai Kebangsaan Melalui Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau di Bukittinggi Rahman, Sabar Aulia; Fernandes, Reno; Habib, Busron
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.22

Abstract

Pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau (PKBAM), di Kota Bukittinggi memiliki potensi besar dalam memperkuat nilai kebangsaan Indonesia di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana PKBAM mengintegrasikan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam pendidikan karakter dan memperkuat rasa kebangsaan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan PKBAM melalui studi literatur dan observasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBAM efektif memperkenalkan nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya keberagaman budaya. Meskipun ada tantangan terkait keberagaman budaya dan pengaruh globalisasi, PKBAM tetap relevan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang dapat memperkuat integritas kebangsaan. Kesimpulan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Indonesia.
Literasi Politik di Era Demokrasi Digital: Analisis Kewaspadaan Pemilih terhadap Hoaks Pemilu di Kota Pariaman Fernandes, Reno; Akbar, Amin
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.23

Abstract

Dalam era demokrasi digital, hoaks pemilu menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi, terutama di kalangan pemilih digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kewaspadaan pemilih digital native di Kota Pariaman terhadap hoaks pemilu serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewaspadaan pemilih masih rendah, dengan hanya 15% responden yang secara aktif memverifikasi informasi, sementara mayoritas (60%) jarang atau tidak pernah mengecek kebenaran berita yang mereka terima. Selain itu, sebagian besar pemilih digital native lebih mengandalkan sumber yang kurang kredibel, seperti grup percakapan WhatsApp dan media sosial, dalam mencari informasi politik. Temuan ini menegaskan bahwa literasi politik tidak hanya mencakup pemahaman tentang sistem politik dan hak suara, tetapi juga keterampilan dalam memilah informasi di ekosistem digital yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi literasi digital yang lebih komprehensif melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil guna meningkatkan kesadaran kritis pemilih digital native dalam mengidentifikasi informasi yang valid dan mencegah penyebaran disinformasi politik.
Mengenal Lika-Liku Politik Indonesia dari Orde Lama ke Masa Reformasi Sofia, Desmi; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.27

Abstract

Jurnal ini membahas evolusi politik Indonesia dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, dengan menyoroti dinamika kekuasaan, perubahan sistem pemerintahan, serta tantangan dalam membangun demokrasi. Setiap periode memiliki karakteristik tersendiri, Orde Lama dengan eksperimen demokrasi parlementer yang berujung pada sentralisasi kekuasaan; Orde Baru yang menghadirkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan otoritarian; serta era Reformasi yang membuka ruang demokrasi namun masih dihadapkan pada tantangan prosedural dan budaya politik lama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur untuk menelusuri kontinuitas dan perubahan praktik politik di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun secara formal Indonesia telah bertransformasi menjadi negara demokratis, praktik politik lama seperti dinasti politik, politik transaksional, dan lemahnya penegakan hukum masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, reformasi politik perlu diarahkan tidak hanya pada perubahan kelembagaan, tetapi juga pada perbaikan budaya dan etika politik.
Pendidikan Politik dan Kesadaran Demokrasi di Era Reformasi: Sebuah Tinjauan Kritis Sirait, Khairunnisa; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.29

Abstract

Era reformasi membawa dinamika pada kebebasan berpendapat dan berpolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secra kritis dan mengevaluasi sejauh mana pendidikan politik berperan dalam membentuk kesadaran politik atau justru menghilangkan kesadaran demokrasi. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat tantangan yang dihadapi pendidikan poltik  yang bersumber pada kesadaran poltik dimasyarakat. Seperti: munculnya polarisasi politik diseabkan adanya penyebaran informasi hoaks, dan ujaran kebencian, kultur politik yang masuh dipengaruhi KKN, politik identitas, dan akses dan kualitas pendidikan poltik yang belum merata dimana kurikulum yang kurang integrative didalam mengembangkan partisipasi dan berpikir kritis. Hal ini tentunya, membawa pengaruh pada partispasi dan apatisme politik pada masyarakat. Dalam hal ini, dperlukan revitalisasi kembali pelaksanaan pendidikan dan penguatan kesadaran demokrasi di era reformasi, sehingga menghasilkan pendidikan poltik yang efektif sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di masyarakat.
Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Generasi Muda Pasca-Reformasi Dewi, Ratna; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.30

Abstract

Reformasi 1998 menandai perubahan besar dalam sistem politik dan pendidikan di Indonesia, termasuk terbukanya ruang partisipasi politik bagi generasi muda. Namun, tingkat partisipasi politik pemuda masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh data BPS (2022) yang mencatat hanya 33,4% pemuda aktif dalam diskusi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik generasi muda pasca-reformasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis 4 dokumen kurikulum resmi, 10 jurnal akademik, dan 6 regulasi pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka, melalui penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, memberikan peluang besar untuk menanamkan nilai demokrasi, berpikir kritis, dan partisipasi sosial-politik sejak dini. Temuan ini diperkuat oleh teori pendidikan kritis Paulo Freire, yang menempatkan peserta didik sebagai agen perubahan sosial. Meskipun demikian, tantangan implementasi tetap ada, seperti keterbatasan pelatihan guru, budaya sekolah yang belum demokratis, dan rendahnya literasi politik digital.Optimalisasi kurikulum merdeka memerlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas pendidik, dan lingkungan belajar yang partisipatif untuk mendorong keterlibatan politik generasi muda secara aktif dan bertanggung jawab.
Pendidikan Politik Sebagai Strategi Ideologisasi pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Aulia Rahmi Putri; Fernandes, Reno
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.31

Abstract

Artikel ini membahas strategi pendidikan politik pada masa Orde Lama (1959–1966) dalam kerangka Demokrasi Terpimpin yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pendidikan digunakan sebagai sarana ideologisasi untuk memperkuat legitimasi negara dan mengarahkan kesadaran politik masyarakat sesuai garis ideologi resmi. Penelitian ini berfokus pada analisis pendidikan politik sebagai strategi ideologisasi negara dalam kerangka Demokrasi Terpimpin (1959–1966), suatu aspek yang masih jarang dikaji secara mendalam dalam literatur sejarah politik Indonesia. Meski banyak kajian mengenai Demokrasi Terpimpin, belum ada studi yang secara spesifik menelaah pendidikan politik sebagai alat legitimasi ideologi melalui Manipol-Usdek dan TUBAPIN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap dokumen sejarah, kebijakan pendidikan, dan literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan politik pada masa ini sarat dengan pendekatan indoktrinatif melalui doktrin seperti Manipol-Usdek dan TUBAPIN. Pendidikan berfungsi sebagai alat kontrol ideologis yang membentuk loyalitas terhadap negara, namun juga membatasi pluralisme politik dan kebebasan berpikir. Studi ini penting sebagai refleksi kritis untuk merumuskan pendidikan politik masa kini yang lebih demokratis, inklusif, dan membangun kesadaran politik warga secara kritis.
Co-Authors , Junaidi AB Sarca Putera Adetia April Yanti Ainal Mardiah Akbar, Amin Alisa Adila Amanda, Zahwa Restu Amin Akbar Amran, Sri Oktika Anggi Putra Anila, Anila Annisa Citra Triyandra Annisa Yuni Kamila Annisa Zikhratul Hamda Arassy, Dewi Fortuna Arisul Mahdi Aulia Rahmi Putri Ayu Adriyani Ayuni Wicky Al Afani Azwar Ananda Busron Habib Delmira Syafrini Desri Ranti Dewi Fortuna Arassy Dhea Yunanda Diana Fitri Simanjuntak Dimas Lindu Zydio Pangestu Dinda Paramitha Efriwandi Efriwandi Eka Asih Febriani Eka Vidya Putra Elsa Efrina Emizal Amri, Emizal Erda Fitriani Erda Fitriani Erianjoni Erianjoni Erliza Khairiyah Evelynd Evelynd Ewa Ratna Fadilatur Rahmi Fadilla Saputri Ferdyan, Rhavy Firman Firman Gusti Fauziah Habib, Busron Hasanah, Anisa Nur Haviz Rahmadika Hendra Naldi Hipe Helisa Huswatun Hasanah Ikrima Putri Nazwan Irene Putri Irene Santika Vidiadari Jesy Agustin Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kartika, Rani Khairiah Khairiah Khairul Fahmi Leza Tania Putri Lhaystari Dea, Faujian Lia Amelia Lianda, Febi Dwi Lisa Molzana Mairahman, Yola Maria Montessori Mawar Damara Medina Medina Mega Tri Wulandari Meza Yarmanita Mia Ayumi Chandra MIFTAHUL JANNAH Monica Tiara Monica Tiara Muhammad David Hendra Muhammad Rafli Riyadi Nabila, Fahruri Nada'a Asyifa Maharani Najihah Azzahra Nelly Simbolon Nike Krismiati Nora Susilawati Nora. AN, Desri Olivia Nozem Pani Padillah Patra, Haldi Paulus Eden Fernando Nehe Permata, Bunga Dinda Pioren Odilia Fitri Puja Friska Devi Pardede Rahma Violla Rahmadheni Rahmah Fitriyani Rahman, Sabar Aulia Raisa Rasyidy Ratna Dewi Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra Reski Yuliani Rhavy Ferdyan Rika Febriani Rila Muspita Rio Ananda Saputra Rio Putra Winanda Rizki Herdi Kurniawan Rizki, Oki Fitrian Sabar Aulia Rahman Sherly Yunimar Sintia Fadhillah Sari Sirait, Khairunnisa Sofia, Desmi Suryanef Suryanef Syarifa Aulia Trilorya Elizabeth Sinaga Vera Yulinda Vivi Lidiani Wafiq Mahmudi Wita, Gusmira Wiwin Andesta Yata Yasinta Yeni Anggraini Yorisa Yora Marwa Yulindra, Muthia Yundari, Yundari Yuni Azmi Yuni Eka Putri Yuvina Reza