Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Project Penguatan Profil Pancasila Tema “Kearifan Lokal: Suduik Bakaba Minangkabau” Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Padang Annisa Zikhratul Hamda; Reno Fernandes; Lia Amelia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.212

Abstract

Kurikulum Merdeka dirancang dan diterapkan sebagai upaya mengatasi masalah dalam sistem pendidikan Indonesia. Kurikulum Merdeka ini menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21 dalam era revolusi 4.0 dengan pemahaman konsep melalui pembelajaran intrakulikuler dan keterampilan proses melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). SMAN 2 Padang merupakan salah satu sekolah penggerak yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka yang melaksanakan Projek Penguatan Profil Pancasila yang bertemakan kearifan lokal yaitu " Suduik Bakaba Minangkabau". Namun bagaimana pelaksanaan projek suduik bakaba sesuai dengan perencanaan yang telah direncanakan oleh pihak sekolah dan apakah projek ini berjalan dengan lancar sesuai dengan kondisi sekolah dan yang paling penting bagaimana pengimplementasian P5 pada peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. teknik pemilihan informan data digunakan yaitu purposive sampling. informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, guru bidang studi serta pihak pihak guru lainnya yang terlibat dalam projek suduik bakaba ini. data penelitian dianalisis menggunakan teori stuktural fungsional dari Talcott Parson melalui skema AGIL (adaptation, goal, integrated and latency). Hasil penelitianini menunjukkan bahwa terdapat penjelasan apa itu projek suduik bakaba minangkabau, apa profil pelajar pancasila yang berkaitan dengan projek suduik bakaba tersebut. dalam hasil penelitian ini juga menjelaskan apa saja tema suduik bakaba yang dilaksanakan di sekolah SMAN 2 Padang. Serta mendeskripsikan tahapan kegiatan yang dilakukan dalam projek suduik bakaba dimulai dari tahap pengenalan, tahap konteksualisasi, tahap perencanaan, tahap aksi dan tahap refleksi. serta menjabarkan kegiatan dari suduik bakaba dimulai dari kegiatan pendahuluan , kegiatan inti dan kegiatan penutup. dan juga apa saja faktor keberhasilan dari pelaksanaan projek suduik bakaba minangkabau dan pengaruh implementasi projek P5 suduik bakaba minangkabau terhadap pendidikan karakter peserta didik
Pengetahuan dan Pemanfaatan Chat GPT di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus: Mahasiswa Departemen Sosiologi Universitas Negeri Padang) Oki Fitrian Rizki; Reno Fernandes; Rani Kartika
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.218

Abstract

Chat GPT adalah salah satu bentuk kecerdasan buatan yang semakin populer dan digunakan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Penelitian ini menganalisis perilaku pemanfaatan Chat GPT di kalangan mahasiswa Departemen Sosiologi di Universitas Negeri Padang. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan untuk memahami sejauh mana mahasiswa menggunakan Chat GPT dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya, data akan dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Chat GPT dan menggunakannya dalam berbagai konteks, termasuk dalam tugas akademis, komunikasi interpersonal, dan hiburan. Temuan juga menggambarkan pola perilaku penggunaan yang beragam, dengan sebagian besar responden menggunakan Chat GPT sebagai sumber informasi tambahan dan alat bantu dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka. Implikasi sosial dari temuan ini diperdebatkan dalam konteks evolusi teknologi komunikasi dan dampaknya terhadap cara mahasiswa memperoleh, memproses, dan berbagi informasi. Penelitian ini mengkaji pentingnya memahami bagaimana mahasiswa mengadopsi dan berinteraksi dengan teknologi bahasa baru seperti Chat GPT, dengan potensi implikasi bagi pendidikan, interaksi sosial, dan perkembangan teknologi lebih lanjut di masa mendatang
Pengembangan Desain Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Sosiologi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMAN 1 V Koto Kampung Dalam Alisa Adila; Reno Fernandes
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.231

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan desain pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran sosiologi materi interaksi sosial untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X di SMAN 1 V Koto Kampung Dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran atau modul pembelajaran berdiferensiasi yang valid, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini termasuk dalam Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Sedangkan sample yang digunakan terdiri dari dua kelas yaitu kelas X.E3 sebagai kelas kontrol dan kelas X.E4 sebagai kelas eksperimen dimana masing-masing kelas terdiri dari 30 orang peserta didik. Validasi modul pembelajaran berdiferensiasi divalidasi oleh tiga dosen sosiologi dan dua guru sosiologi SMAN 1 V Koto Kampung Dalam. Analisis data dilakukan dengan Uji t melalui menggunakan SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan desain pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran sosiologi dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik terbukti valid, praktis dan efektif digunakan. Artinya desain pembelajaran ini sangat baik dan layak digunakan serta efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMAN 1 V Koto Kampung Dalam.
Adaptasi Siswa SMA Negeri 1 Kubung terhadap Perubahan dari Half Day School ke Full Day School: Studi Kasus di Kelas XI Olivia Nozem; Reno Fernandes
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.298

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pembaharuan sistem sekolah dari half day school menjadi full day school di SMAN 1 Kubung. Akan tetapi pembaharuan tersebut membawa perubahan dan tantangan dalam berbagai aspek kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana siswa di SMAN 1 Kubung beradaptasi dengan perubahan tersebut. Hal ini menarik untuk dikaji karena memberikan wawasan baru tentang bagaimana siswa beradaptasi dengan sistem full day school yang dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan penerapan sistem tersebut di sekolah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling, yaitu informan yang merasakan langsung perubahan dari half day school menjadi full day school. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teori fungsional struktural Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal, Integrated dan Latency). Hasil penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Kubung mampu beradaptasi dengan sistem full day school yang didukung oleh adanya kolaborasi antara individu dengan kebijakan sekolah.
Adaptasi Guru SMA Negeri 6 Kerinci Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Berdiferensiasi Kurikulum Merdeka Ainal Mardiah; Reno Fernandes
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 1 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i1.313

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keterbatasan sumber daya disekolah untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi kurikulum merdeka, baik itu dari kesiapan guru, siswa, kepala sekolah maupun sarana dan prasarana. Adanya perubahan kurikulum sebagai upaya pemerintah terhadap masalah rendahnya pendidikan di indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana proses adaptasi guru SMA Negeri 6 Kerinci terhadap pembelajaran berdiferensiasi Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori AGIL Talcott Parsons. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi masih ambigu sehingga proses pelaksanaan yang dilakukan guru masih sama seperti kurikulum sebelumnya. Selain itu, tidak ada dukungan dari sekolah dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi seperti sarana dan prasarana yang ada masih minim untuk bisa digunakan serta tidak adanya pelatihan khusus yang diterima guru. Kesimpulannya bahwa tidak ada proses adaptasi oleh guru dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi, adaptasi guru hanya bersifat prosedural bukan bersifat substansial.
Mengenal Lika-Liku Politik Indonesia dari Orde Lama ke Masa Reformasi Desmi Sofia; Reno Fernandes; Suryanef Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.27

Abstract

Jurnal ini membahas evolusi politik Indonesia dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, dengan menyoroti dinamika kekuasaan, perubahan sistem pemerintahan, serta tantangan dalam membangun demokrasi. Setiap periode memiliki karakteristik tersendiri, Orde Lama dengan eksperimen demokrasi parlementer yang berujung pada sentralisasi kekuasaan; Orde Baru yang menghadirkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan otoritarian; serta era Reformasi yang membuka ruang demokrasi namun masih dihadapkan pada tantangan prosedural dan budaya politik lama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur untuk menelusuri kontinuitas dan perubahan praktik politik di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun secara formal Indonesia telah bertransformasi menjadi negara demokratis, praktik politik lama seperti dinasti politik, politik transaksional, dan lemahnya penegakan hukum masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, reformasi politik perlu diarahkan tidak hanya pada perubahan kelembagaan, tetapi juga pada perbaikan budaya dan etika politik.
Pendidikan Politik dan Kesadaran Demokrasi di Era Reformasi: Sebuah Tinjauan Kritis Khairunnisa Sirait; Reno Fernandes; Suryanef Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.29

Abstract

Era reformasi membawa dinamika pada kebebasan berpendapat dan berpolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secra kritis dan mengevaluasi sejauh mana pendidikan politik berperan dalam membentuk kesadaran politik atau justru menghilangkan kesadaran demokrasi. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat tantangan yang dihadapi pendidikan poltik  yang bersumber pada kesadaran poltik dimasyarakat. Seperti: munculnya polarisasi politik diseabkan adanya penyebaran informasi hoaks, dan ujaran kebencian, kultur politik yang masuh dipengaruhi KKN, politik identitas, dan akses dan kualitas pendidikan poltik yang belum merata dimana kurikulum yang kurang integrative didalam mengembangkan partisipasi dan berpikir kritis. Hal ini tentunya, membawa pengaruh pada partispasi dan apatisme politik pada masyarakat. Dalam hal ini, dperlukan revitalisasi kembali pelaksanaan pendidikan dan penguatan kesadaran demokrasi di era reformasi, sehingga menghasilkan pendidikan poltik yang efektif sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di masyarakat.
Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Generasi Muda Pasca-Reformasi Ratna Dewi; Reno Fernandes; Suryanef Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.30

Abstract

Reformasi 1998 menandai perubahan besar dalam sistem politik dan pendidikan di Indonesia, termasuk terbukanya ruang partisipasi politik bagi generasi muda. Namun, tingkat partisipasi politik pemuda masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh data BPS (2022) yang mencatat hanya 33,4% pemuda aktif dalam diskusi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik generasi muda pasca-reformasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis 4 dokumen kurikulum resmi, 10 jurnal akademik, dan 6 regulasi pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka, melalui penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, memberikan peluang besar untuk menanamkan nilai demokrasi, berpikir kritis, dan partisipasi sosial-politik sejak dini. Temuan ini diperkuat oleh teori pendidikan kritis Paulo Freire, yang menempatkan peserta didik sebagai agen perubahan sosial. Meskipun demikian, tantangan implementasi tetap ada, seperti keterbatasan pelatihan guru, budaya sekolah yang belum demokratis, dan rendahnya literasi politik digital.Optimalisasi kurikulum merdeka memerlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas pendidik, dan lingkungan belajar yang partisipatif untuk mendorong keterlibatan politik generasi muda secara aktif dan bertanggung jawab.
Pendidikan Politik Sebagai Strategi Ideologisasi pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Aulia Rahmi Putri; Reno Fernandes
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.31

Abstract

Artikel ini membahas strategi pendidikan politik pada masa Orde Lama (1959–1966) dalam kerangka Demokrasi Terpimpin yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pendidikan digunakan sebagai sarana ideologisasi untuk memperkuat legitimasi negara dan mengarahkan kesadaran politik masyarakat sesuai garis ideologi resmi. Penelitian ini berfokus pada analisis pendidikan politik sebagai strategi ideologisasi negara dalam kerangka Demokrasi Terpimpin (1959–1966), suatu aspek yang masih jarang dikaji secara mendalam dalam literatur sejarah politik Indonesia. Meski banyak kajian mengenai Demokrasi Terpimpin, belum ada studi yang secara spesifik menelaah pendidikan politik sebagai alat legitimasi ideologi melalui Manipol-Usdek dan TUBAPIN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap dokumen sejarah, kebijakan pendidikan, dan literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan politik pada masa ini sarat dengan pendekatan indoktrinatif melalui doktrin seperti Manipol-Usdek dan TUBAPIN. Pendidikan berfungsi sebagai alat kontrol ideologis yang membentuk loyalitas terhadap negara, namun juga membatasi pluralisme politik dan kebebasan berpikir. Studi ini penting sebagai refleksi kritis untuk merumuskan pendidikan politik masa kini yang lebih demokratis, inklusif, dan membangun kesadaran politik warga secara kritis.
Pendidikan Politik Masa Orde Baru: Menjaga Stabilitas dan Ideologi dalam Pembangunan Nasional Faujian Lhaystari Dea; Reno Fernandes; Suryanef Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i1.34

Abstract

Pendidikan politik pada masa Orde Baru (1966–1998) digunakan sebagai alat untuk membentuk kesadaran politik warga negara yang loyal terhadap negara dan ideologi Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji kebijakan pendidikan politik masa Orde Baru serta dampaknya terhadap perkembangan demokrasi pasca reformasi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, artikel ini menyoroti kebijakan seperti Penataran P-4, kurikulum berbasis Pancasila, dan pembatasan kebebasan akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan politik pada masa itu berhasil menciptakan stabilitas, tetapi membatasi ruang berpikir kritis dan partisipasi politik. Di masa kini, tantangan seperti rendahnya literasi politik dan apatisme masih muncul. Namun, reformasi pendidikan politik yang lebih terbuka dan berbasis konteks lokal menjadi prospek positif bagi penguatan masyarakat sipil dan demokrasi. Pendidikan politik yang partisipatif penting untuk membentuk warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Memberikan kontribusi dengan menunjukkan bagaimana kebijakan pendidikan politik Orde Baru memengaruhi arah perkembangan demokrasi pascareformasi.
Co-Authors , Junaidi AB Sarca Putera Adetia April Yanti Ainal Mardiah Akbar, Amin Alisa Adila Amran, Sri Oktika Anggi Putra Anila, Anila Anisa Nur Hasanah Annisa Citra Triyandra Annisa Yuni Kamila Annisa Zikhratul Hamda Arassy, Dewi Fortuna Arisul Mahdi Aulia Arifa Putri Aulia Rahmi Putri Ayu Adriyani Ayuni Wicky Al Afani Azwar Ananda Bunga Dinda Permata Busron Habib Daffa Rahmatul Akbar Delmira Syafrini Desmi Sofia Desri Ranti Dewi Fortuna Arassy Dhea Yunanda Diana Fitri Simanjuntak Dimas Lindu Zydio Pangestu Dinda Paramitha Dira Meri Andika Efriwandi Efriwandi Eka Asih Febriani Eka Vidya Putra Elsa Efrina Emizal Amri, Emizal Erda Fitriani Erda Fitriani Erianjoni Erianjoni Erliza Khairiyah Evelynd Evelynd Ewa Ratna Fadhlullah Oktaraihan Fadilatur Rahmi Fadilla Saputri Fahrel Aprizaldo Farhan Rivaleno Faujian Lhaystari Dea Febi Dwi Lianda Ferdyan, Rhavy Fikri Ramadhan Efendi Firman Firman Gusti Fauziah Habib, Busron Haldi Patra Haviz Rahmadika Hendra Naldi Hipe Helisa Holly Aura Army Bias Huswatun Hasanah Ikrima Putri Nazwan Indrawadi, Junaidi Indri Juliyanti Irene Putri Irene Santika Vidiadari Jesy Agustin Junaidi Junaidi Junia Elma Joza Khairiah Khairiah Khairul Fahmi Khairunnisa Sirait Leza Tania Putri Lia Amelia Lianda, Febi Dwi Lisa Molzana Mairahman, Yola Maria Montessori Mawar Damara Medina Medina Mega Tri Wulandari Meza Yarmanita Mia Ayumi Chandra MIFTAHUL JANNAH Monica Tiara Monica Tiara Muhammad David Hendra Muhammad Farhan Ibrahimovich Muhammad Rafi Al Fitra Asri Rafi Muhammad Rafli Riyadi Muthia Yulindra Nabila, Fahruri Nada'a Asyifa Maharani Najihah Azzahra Nelly Simbolon Nike Krismiati Nora Susilawati Nora. AN, Desri Oki Fitrian Rizki Olivia Marlius Ananta Olivia Nozem Pani Padillah Patra, Haldi Paulus Eden Fernando Nehe Pioren Odilia Fitri Puja Friska Devi Pardede Rahma Violla Rahmadheni Rahmadia, Rahmadia Rahmah Fitriyani Rahman, Sabar Aulia Raihan Almadani Auly Raisa Rasyidy Rani Kartika Ratna Dewi Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra Reski Yuliani Rhavy Ferdyan Rhavy Ferdyan Rika Febriani Rila Muspita Rio Ananda Saputra Rio Putra Winanda Rizal Kurniawan Rizki Herdi Kurniawan Rizki, Oki Fitrian Sabar Aulia Rahman Sabar Aulia Rahman Sherly Yunimar Sintia Fadhillah Sari Sri Ilham Nasution Suryanef Suryanef Syarifa Aulia Trilorya Elizabeth Sinaga Tya Syahrani Vera Yulinda Vivi Lidiani Wafiq Mahmudi Wetri Yanti Widya Trisna Wita, Gusmira Wiwin Andesta Yafi Rafif Irfi Yata Yasinta Yeni Anggraini Yorisa Yora Marwa Yundari, Yundari Yuni Azmi Yuni Eka Putri Yuvina Reza Zahwa Restu Amanda Zaifa Nadya Aprilia