Claim Missing Document
Check
Articles

Chat GPT sebagai Alat Bantu Akademik; Analisis Pemanfaatan oleh Mahasiswa Sosiologi UNP Rizki, Oki Fitrian; Fernandes, Reno
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Sosial Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana mahasiswa Sosiologi di Universitas Negeri Padang (UNP) memanfaatkan Chat GPT sebagai alat bantu akademik. Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan untuk memahami sejauh mana mahasiswa memanfaatkan Chat GPT sebagai alat bantu akademik. Selanjutnya, data akan dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perilaku pemanfaatan yang beragam, dengan sebagian besar responden memanfaatkan Chat GPT sebagai sumber informasi tambahan dan alat bantu dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik mereka seperti untuk membantu penulisan esai, artikel dan lain-lain, memberikan saran mengenai struktur penulisan, gaya bahasa, serta merumuskan argumen. Dalam era digital yang semakin maju, teknologi telah menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Salah satu inovasi terbaru yang mendapatkan perhatian luas adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Politik Uang dan Preferensi Pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 di Kota Padang Panjang Fernandes, Reno; Rizki Herdi Kurniawan; Rio Putra Winanda
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i2.11

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidaksesuaian antara karakter pemimpin yang diinginkan dan perilaku memilih yang dipengaruhi oleh politik uang dalam pemilihan kepala daerah di Padang Panjang. Meskipun mayoritas responden menginginkan pemimpin yang jujur, anti-korupsi, dan religius, lebih dari separuh responden mengaku bahwa politik uang memengaruhi pilihan mereka. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional, teori ketidakpercayaan terhadap politik, dan ketidaksetaraan sosial-ekonomi untuk menganalisis fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah survei dengan 1200 responden yang dipilih secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik uang dipandang sebagai keuntungan langsung yang lebih menarik dibandingkan janji politik yang tidak pasti. Temuan ini menunjukkan ketergantungan masyarakat pada politik uang meskipun mereka memiliki preferensi terhadap pemimpin yang ideal. Penelitian ini menyarankan perlunya pendidikan politik yang lebih baik, penegakan hukum yang lebih tegas, serta penguatan institusi pemilu untuk meningkatkan kualitas pemilu dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi.
Menguatkan Nilai Kebangsaan Melalui Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau di Bukittinggi Rahman, Sabar Aulia; Fernandes, Reno; Habib, Busron
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.22

Abstract

Pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau (PKBAM), di Kota Bukittinggi memiliki potensi besar dalam memperkuat nilai kebangsaan Indonesia di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana PKBAM mengintegrasikan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam pendidikan karakter dan memperkuat rasa kebangsaan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan PKBAM melalui studi literatur dan observasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBAM efektif memperkenalkan nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya keberagaman budaya. Meskipun ada tantangan terkait keberagaman budaya dan pengaruh globalisasi, PKBAM tetap relevan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang dapat memperkuat integritas kebangsaan. Kesimpulan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Indonesia.
Literasi Politik di Era Demokrasi Digital: Analisis Kewaspadaan Pemilih terhadap Hoaks Pemilu di Kota Pariaman Fernandes, Reno; Akbar, Amin
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.23

Abstract

Dalam era demokrasi digital, hoaks pemilu menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi, terutama di kalangan pemilih digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kewaspadaan pemilih digital native di Kota Pariaman terhadap hoaks pemilu serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewaspadaan pemilih masih rendah, dengan hanya 15% responden yang secara aktif memverifikasi informasi, sementara mayoritas (60%) jarang atau tidak pernah mengecek kebenaran berita yang mereka terima. Selain itu, sebagian besar pemilih digital native lebih mengandalkan sumber yang kurang kredibel, seperti grup percakapan WhatsApp dan media sosial, dalam mencari informasi politik. Temuan ini menegaskan bahwa literasi politik tidak hanya mencakup pemahaman tentang sistem politik dan hak suara, tetapi juga keterampilan dalam memilah informasi di ekosistem digital yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi literasi digital yang lebih komprehensif melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil guna meningkatkan kesadaran kritis pemilih digital native dalam mengidentifikasi informasi yang valid dan mencegah penyebaran disinformasi politik.
Mengenal Lika-Liku Politik Indonesia dari Orde Lama ke Masa Reformasi Sofia, Desmi; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.27

Abstract

Jurnal ini membahas evolusi politik Indonesia dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, dengan menyoroti dinamika kekuasaan, perubahan sistem pemerintahan, serta tantangan dalam membangun demokrasi. Setiap periode memiliki karakteristik tersendiri, Orde Lama dengan eksperimen demokrasi parlementer yang berujung pada sentralisasi kekuasaan; Orde Baru yang menghadirkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan otoritarian; serta era Reformasi yang membuka ruang demokrasi namun masih dihadapkan pada tantangan prosedural dan budaya politik lama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur untuk menelusuri kontinuitas dan perubahan praktik politik di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun secara formal Indonesia telah bertransformasi menjadi negara demokratis, praktik politik lama seperti dinasti politik, politik transaksional, dan lemahnya penegakan hukum masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, reformasi politik perlu diarahkan tidak hanya pada perubahan kelembagaan, tetapi juga pada perbaikan budaya dan etika politik.
Pendidikan Politik dan Kesadaran Demokrasi di Era Reformasi: Sebuah Tinjauan Kritis Sirait, Khairunnisa; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.29

Abstract

Era reformasi membawa dinamika pada kebebasan berpendapat dan berpolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secra kritis dan mengevaluasi sejauh mana pendidikan politik berperan dalam membentuk kesadaran politik atau justru menghilangkan kesadaran demokrasi. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat tantangan yang dihadapi pendidikan poltik  yang bersumber pada kesadaran poltik dimasyarakat. Seperti: munculnya polarisasi politik diseabkan adanya penyebaran informasi hoaks, dan ujaran kebencian, kultur politik yang masuh dipengaruhi KKN, politik identitas, dan akses dan kualitas pendidikan poltik yang belum merata dimana kurikulum yang kurang integrative didalam mengembangkan partisipasi dan berpikir kritis. Hal ini tentunya, membawa pengaruh pada partispasi dan apatisme politik pada masyarakat. Dalam hal ini, dperlukan revitalisasi kembali pelaksanaan pendidikan dan penguatan kesadaran demokrasi di era reformasi, sehingga menghasilkan pendidikan poltik yang efektif sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di masyarakat.
Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Generasi Muda Pasca-Reformasi Dewi, Ratna; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.30

Abstract

Reformasi 1998 menandai perubahan besar dalam sistem politik dan pendidikan di Indonesia, termasuk terbukanya ruang partisipasi politik bagi generasi muda. Namun, tingkat partisipasi politik pemuda masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh data BPS (2022) yang mencatat hanya 33,4% pemuda aktif dalam diskusi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik generasi muda pasca-reformasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis 4 dokumen kurikulum resmi, 10 jurnal akademik, dan 6 regulasi pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka, melalui penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, memberikan peluang besar untuk menanamkan nilai demokrasi, berpikir kritis, dan partisipasi sosial-politik sejak dini. Temuan ini diperkuat oleh teori pendidikan kritis Paulo Freire, yang menempatkan peserta didik sebagai agen perubahan sosial. Meskipun demikian, tantangan implementasi tetap ada, seperti keterbatasan pelatihan guru, budaya sekolah yang belum demokratis, dan rendahnya literasi politik digital.Optimalisasi kurikulum merdeka memerlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas pendidik, dan lingkungan belajar yang partisipatif untuk mendorong keterlibatan politik generasi muda secara aktif dan bertanggung jawab.
Pendidikan Politik Sebagai Strategi Ideologisasi pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Aulia Rahmi Putri; Fernandes, Reno
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.31

Abstract

Artikel ini membahas strategi pendidikan politik pada masa Orde Lama (1959–1966) dalam kerangka Demokrasi Terpimpin yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana pendidikan digunakan sebagai sarana ideologisasi untuk memperkuat legitimasi negara dan mengarahkan kesadaran politik masyarakat sesuai garis ideologi resmi. Penelitian ini berfokus pada analisis pendidikan politik sebagai strategi ideologisasi negara dalam kerangka Demokrasi Terpimpin (1959–1966), suatu aspek yang masih jarang dikaji secara mendalam dalam literatur sejarah politik Indonesia. Meski banyak kajian mengenai Demokrasi Terpimpin, belum ada studi yang secara spesifik menelaah pendidikan politik sebagai alat legitimasi ideologi melalui Manipol-Usdek dan TUBAPIN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap dokumen sejarah, kebijakan pendidikan, dan literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan politik pada masa ini sarat dengan pendekatan indoktrinatif melalui doktrin seperti Manipol-Usdek dan TUBAPIN. Pendidikan berfungsi sebagai alat kontrol ideologis yang membentuk loyalitas terhadap negara, namun juga membatasi pluralisme politik dan kebebasan berpikir. Studi ini penting sebagai refleksi kritis untuk merumuskan pendidikan politik masa kini yang lebih demokratis, inklusif, dan membangun kesadaran politik warga secara kritis.
Political Strategies Of Gen Z And Millennial Candidates: A Literature Review On The 2024 Election Lianda, Febi Dwi; Fernandes, Reno
LANGGAM: International Journal of Social Science Education, Art and Culture Vol 4 No 3 (2025): LANGGAM: International Journal of Social Science Education, Art and Culture (Sept
Publisher : Master Program of Social Science Education of Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/langgam.v4i3.278

Abstract

The 2024 elections marked a surge in political participation from the younger generation, especially Gen Z and Millennials, who began actively running for the legislature. This research aims to examine the political strategies used by legislative candidates from Gen Z and Millennials through a literature review approach. The focus of the study lies on the political characteristics of the younger generation, the use of social media as a campaign tool, and the challenges and opportunities in actualizing digital political strategies. The findings show that young candidates tend to utilize digital platforms such as Instagram, TikTok, and Twitter to build their image, reach young voters, and strengthen two-way communication. This strategy is considered effective in increasing political engagement, although it still faces obstacles such as digital polarization, limited resources, and social media algorithms. This research contributes to the understanding of the dynamics of youth digital politics and can be a strategic reference for political actors and researchers in the field of contemporary politics.
Pendidikan Politik Masa Orde Baru: Menjaga Stabilitas dan Ideologi dalam Pembangunan Nasional Lhaystari Dea, Faujian; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i1.34

Abstract

Pendidikan politik pada masa Orde Baru (1966–1998) digunakan sebagai alat untuk membentuk kesadaran politik warga negara yang loyal terhadap negara dan ideologi Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji kebijakan pendidikan politik masa Orde Baru serta dampaknya terhadap perkembangan demokrasi pasca reformasi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, artikel ini menyoroti kebijakan seperti Penataran P-4, kurikulum berbasis Pancasila, dan pembatasan kebebasan akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan politik pada masa itu berhasil menciptakan stabilitas, tetapi membatasi ruang berpikir kritis dan partisipasi politik. Di masa kini, tantangan seperti rendahnya literasi politik dan apatisme masih muncul. Namun, reformasi pendidikan politik yang lebih terbuka dan berbasis konteks lokal menjadi prospek positif bagi penguatan masyarakat sipil dan demokrasi. Pendidikan politik yang partisipatif penting untuk membentuk warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Memberikan kontribusi dengan menunjukkan bagaimana kebijakan pendidikan politik Orde Baru memengaruhi arah perkembangan demokrasi pascareformasi.
Co-Authors , Junaidi AB Sarca Putera Adetia April Yanti Adila, Alisa Adriyani, Ayu Agustin, Jesy Akbar, Amin Amanda, Zahwa Restu Amin Akbar Amran, Sri Oktika Anggi Putra Anggraini, Yeni Anila, Anila Annisa Citra Triyandra Arassy, Dewi Fortuna Arisul Mahdi Aulia Rahmi Putri Aulia, Syarifa Ayu Adriyani Ayuni Wicky Al Afani Azwar Ananda Azzahra, Najihah Bunga Dinda Permata Busron Habib Chandra, Mia Ayumi Delmira Syafrini Desri Ranti Dhea Yunanda Diana Fitri Simanjuntak Dimas Lindu Zydio Pangestu Dinda Paramitha Efriwandi Efriwandi Eka Asih Febriani Eka Vidya Putra Elsa Efrina Emizal Amri, Emizal Erda Fitriani Erda Fitriani Erianjoni Erianjoni Erliza Khairiyah Evelynd Evelynd Ewa Ratna Fadilatur Rahmi Fadilla Saputri Febi Dwi Lianda Ferdyan, Rhavy Firman Firman Gusti Fauziah Habib, Busron Haldi Patra Hamda, Annisa Zikhratul Hasanah, Anisa Nur Haviz Rahmadika Helisa, Hipe Hendra Naldi Huswatun Hasanah Ikrima Putri Nazwan Indrawadi, Junaidi Irene Putri Irene Santika Vidiadari Junaidi Junaidi Kamila, Annisa Yuni Kartika, Rani Khairiah Khairiah Khairul Fahmi Leza Tania Putri Lhaystari Dea, Faujian Lia Amelia Lianda, Febi Dwi Mairahman, Yola Mardiah, Ainal Maria Montessori Mawar Damara Medina, Medina Mega Tri Wulandari Meza Yarmanita MIFTAHUL JANNAH Molzana, Lisa Monica Tiara Monica Tiara Muhammad David Hendra Nabila, Fahruri Nada'a Asyifa Maharani Nelly Simbolon Nike Krismiati Nora Susilawati Nora. AN, Desri Nozem, Olivia Pani Padillah Patra, Haldi Paulus Eden Fernando Nehe Pioren Odilia Fitri Puja Friska Devi Pardede Rahma Violla Rahmadheni Rahmadia, Rahmadia Rahmah Fitriyani Rahman, Sabar Aulia Raisa Rasyidy Ratna Dewi Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra Reski Yuliani Rhavy Ferdyan Rhavy Ferdyan Rika Febriani Rila Muspita Rio Putra Winanda Riyadi, Muhammad Rafli Rizki Herdi Kurniawan Rizki, Oki Fitrian Sabar Aulia Rahman Sabar Aulia Rahman Saputra, Rio Ananda Sari, Sintia Fadhillah Sherly Yunimar Sirait, Khairunnisa Sofia, Desmi Suryanef Suryanef Trilorya Elizabeth Sinaga Vera Yulinda Vivi Lidiani Wafiq Mahmudi Wetri Yanti Widya Trisna Wita, Gusmira Wiwin Andesta Yata Yasinta Yorisa Yora Marwa Yulindra, Muthia Yundari, Yundari Yuni Azmi Yuni Eka Putri Yuvina Reza