Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA KUPANG Bessie, Yultriani W.; Toda, Hendrik; Seran, Delila A. Nahak; Sayrani, Laurensius P.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas kerasipan dan perpustakaan kota kupang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Metode pengumpulan data menggunaka Observasi, Wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknis analisis data dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu Triangulasi data, Triangulasi Metode dan Triangulasi Sumber. Penelitian ini berlokasi di Dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang Sumber data primer pada penelitian ini adalah data yang di dapat dari observasi langsung, data tentang informan dan wawancara kepada pegawai pemerintah terkait, pengelola dan serta pengunjung perpustakaan keliling. Dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektifitas layanan perpustakaan keliling Di dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang sejak covid-19 hingga sekarang, didapati bebrapa faktor penghambat yang menyebabkan layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling di dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang belum efektif dan layanan ini masih rendah jauh dari harapan. Pada kenyataannya masyarakat kota kupang yang merupakan konsumen atau penikmat layanan ini namun belum semuanya bisa menikmati layanan ini dalam 5 (lima) tahun terakhir sasaran layanan terdiri dari 119 sekolah sasaran dan 51 kelurahan namun tidak semuanya terlayani hanya beberapa lokasi saja yang bisa menikmati layanan perpustakaan keliling itupun juga belum maksimal karena jangkaun dan frekuensi kunjungan yang terbatas dan hanya berfokus pada wilayah yang berdekatan dengan kantor dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang. Sangat diperperlukannya anggaran yang cukup dan tidak boleh dipangkas, peningkatan upaya dalam memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, konsistensi jangkauan dan jadwal kunjungan layanan, peningkatan sasaran lokasi atau wilayah.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI DESA FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Tafui, Yoyada D.; Toda, Hendrik; Rihi, David W.; Pandie, David B.W.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.290

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan sebuah tindakan keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi. Aktor utama dalam pengembangan pariwisata adalah masyarakat lokal. Penerapan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) di Desa Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan suatu pendekatan pembangunan pariwisata dengan perencanaan yang partisipatif yang menekankan pada peran aktif dari masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskkriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi dengan pendekatan CBT masih belum efektif seperti aksesibilitas beberapa jalan, fasilitas pendukung lainnya seperti penyediaan tempat makan/ warung makan dan kesadaran berupa kebersihan tempat wisata di Desa Fatumnasi yang masih belum terpenuhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata dengan berbasiskan pada partisipasi masyarakat masih belum sepenuhnya baik dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yang ada. Perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi dengan pendekatan Community Based Tourism terutama dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Fatumnasi.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM MUSRENBANG (Studi Pada Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang) Neno, Melania Adelin; Toda, Hendrik; Rene, Mariayani O.; Pradana, I Putu Yoga B.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.297

Abstract

Percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kesetaraan Gender (SDG 5), menuntut keterlibatan perempuan sebagai subjek pembangunan. Namun, realitasnya, konstruksi budaya dan stereotip gender di Indonesia masih membatasi partisipasi perempuan, terutama dalam forum perencanaan seperti Musrenbang. Di Desa Niukbaun, Kabupaten Kupang, meskipun jumlah penduduk laki-laki dan perempuan relatif seimbang, partisipasi perempuan dalam Musrenbangdes tahun 2024 masih rendah dan cenderung simbolis, dengan hanya 8 dari 54 peserta merupakan tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis gender Harvard untuk menganalisis partisipasi perempuan dalam Musrenbang Desa Niukbaun, dengan fokus pada profil aktivitas, akses, kontrol, dan manfaat. Hasil menunjukkan bahwa dalam profil aktivitas, kepanitiaan Musrenbang Desa Niukbaun 2024 didominasi laki-laki, membatasi perempuan pada peran domestik akibat stereotip gender dan beban ganda. Pada profil akses, keterlibatan perempuan di komisi masih rendah, terutama di komisi fisik dan prasarana, mencerminkan stereotip gender yang menghambat partisipasi di bidang teknis. Dalam profil kontrol, meskipun ada peluang, perempuan cenderung tidak mengambil peran strategis karena beban domestik dan kurangnya kepercayaan diri, menghasilkan kontrol rendah dalam perencanaan pembangunan. Namun, dari profil manfaat, perempuan menunjukkan kesadaran akan hak mereka dan aktif menyampaikan usulan terkait kesehatan dan ekonomi, meskipun manfaat belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi perempuan dalam Musrenbang Desa Niukbaun masih menghadapi tantangan signifikan akibat stereotip gender dan kurangnya kesempatan strategis, yang memerlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran, pelatihan, dan lingkungan yang lebih inklusif demi pembangunan desa yang setara.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENURUNAN STUNTING DI DESA KESETNANA, KECAMATAN MOLLO SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Taosu, Richel; Toda, Hendrik; Rene, Mariayani Oktafiana
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.291

Abstract

This study aims to analyze the role of the Kesetnana Village Government in reducing stunting through three main functions: as a motivator, facilitator, and mobilizer. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the village government acts as a motivator by conducting continuous outreach and education about stunting and balanced nutrition. As a facilitator, the government provides physical facilities such as PKK buildings, village clinics, and anthropometric tools to support nutritional interventions. Meanwhile, its role as a mobilizer is reflected in cross-sector collaboration and the utilization of village funds and external aid for nutrition and sanitation programs. In conclusion, the Kesetnana Village Government has effectively carried out these roles to reduce stunting prevalence, despite facing challenges related to community participation and limited resources.
Agile Governance in Resource-Limited Settings: Challenges of Bureaucratic Simplification in South-Central Timor Andayana, Made Ngurah Demi; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Toda, Hendrik; Wijayanti, Nadia Sasmita; Rijoly, Jacobus Cliff Diky
Journal Public Policy Vol 11, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i1.11291

Abstract

This study investigates the failure of bureaucratic simplification policy in South-Central Timor Regency, Indonesia, particularly the mandated transition of echelon IV structural roles into functional positions under Permenpan RB No. 17 of 2021. Using a qualitative case study approach, the research collected data through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving affected civil servants, structural officials, and governance experts. Four interrelated barriers were identified: exclusion of civil servants from decision-making processes, demotivation due to unclear career paths and insufficient financial incentives, stagnant leadership at the echelon II level, and inadequate systemic support, including training and infrastructure. These challenges reflect the interplay of socio-political dynamics and regional resource constraints, which complicate the application of agile governance principles in peripheral regions. The study’s novelty lies in its localized perspective, which reveals governance and administrative complexities often overlooked in mainstream reform narratives. It emphasizes the critical role of leadership behavior, employee involvement, and institutional readiness in sustaining reform, offering practical insights for policy improvement in resource-limited contexts.
PENCEGAHAN STUNTING BAGI REMAJA, PEMUDA DAN KELUARGA DI DAERAH KANTONG STUNTING Toda, Hendrik; Rihi, David Wilfrid; Pandie, David B. W.; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Manuain, Alfandy Florian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29709

Abstract

Abstrak: Stunting serta pencegahannya perlu dipahami oleh remaja, pemuda serta orang tua. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi mitra pada daerah kantong stunting tentang konsep stunting serta dampak dan penanganannya. Solusi yang ditawarkan kepada 38 orang mitra yang terdiri dari remaja, pemuda, orang tua dan ibu serta calon ibu untuk mengatasi permasalahan kelompok adalah perlunya pemahaman bahwa stunting bukan merupakan penyakit turunan, suanggi (sihir) ataupun genetik orang tua, selain itu diperlukan pamahaman tentang pemanfaatan berbagai pangan lokal yang melimpah di lokasi untuk pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah, praktik dan pendampingan selama program berjalan. Evaluasi PkM ini dilakukan dengan mengisi angket kuisioner yang telah disiapkan oleh tim PkM yang memperoleh hasil bahwa 20% “setuju” dan 80% “sangat setuju” bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami, jelas dan terperinci. Serta 100% responden “setuju” bahwa kegiatan pengabdian ini sesuai dengan kebutuhan, mampu menjawab dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.Abstract: Stunting and its prevention need to be understood by adolescents, young people and parents. The purpose of this activity is to provide an understanding for partners in stunting pocket areas about the concept of stunting and its impacts and handling. The solution offered to 38 partners consisting of adolescents, young people, parents and mothers and prospective mothers to overcome group problems is the need to understand that stunting is not a hereditary disease, suanggi (magic) or genetics of parents, in addition it is necessary to understand the use of various local foods that are abundant in the location to prevent stunting. The methods used are lectures, practices and mentoring during the program. The evaluation of this PkM was carried out by filling out a questionnaire that had been prepared by the PkM team which obtained the results that 20% "agree" and 80% "strongly agree" that the material presented was easy to understand, clear and detailed. And 100% of respondents "agree" that this community service activity is in accordance with needs, able to answer and provide solutions to the problems faced.
WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI TIMOR TENGAH SELATAN Pradana, I Putu Yoga Bumi; Andayana, Made Ngurah Demi; Toda, Hendrik; Pah, Theny Intan Berlian Kurniati; Benyamin, Rouwland Alberto; Ibiruni, William Febrianus Umbu; Wijayanti, Nadia Sasmita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26530

Abstract

Abstrak: Program pencegahan stunting merupakan upaya krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti Desa Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting, mengingat tingginya prevalensi stunting di desa ini dan keterbatasan kapasitas kader yang berperan penting dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting. Mitra kegiatan ini adalah kader kesehatan posyandu Desa Fatumnasi, yang merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan masyarakat di daerah rawan bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pelatihan dan workshop difokuskan pada pemetaan wilayah rawan stunting serta peningkatan keterampilan kader dalam menghadapi tantangan geografis dan situasi darurat akibat bencana alam. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode angket dan survei terhadap peserta untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan bahwa 50% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi, dengan 25% partisipasi aktif dalam diskusi dan workshop. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka stunting, terutama di wilayah rawan bencana.Abstract:.The stunting prevention program is crucial to enhance human resource quality, particularly in disaster-prone areas such as Fatumnasi Village and Timor Tengah Selatan Regency. This program aims to strengthen the capacity of healthcare cadres to prevent stunting, given the high prevalence of stunting in the village and the limited capacity of the cadres, who play a vital role in detecting and addressing stunting cases. The program's partners are the Fatumnasi Village posyandu health cadres, who serve as the frontline in providing public health services in disaster-prone areas. This community service initiative (PkM) involves several stages: preparation, implementation, and evaluation. Training and workshops are focused on mapping areas vulnerable to stunting and enhancing the cadres' skills in tackling geographic challenges and emergencies due to natural disasters. Program evaluation was conducted through questionnaires and surveys to assess participants' understanding. The results indicated that 50% of participants demonstrated improved comprehension of the material, with 25% actively participating in discussions and workshops. This program is expected to be sustainable and support national efforts to reduce stunting rates, particularly in disaster-prone regions. 
Tourism Villages: Developing Tourist Attractions Based on Environmental Conservation For Sustainable Tourism BELO, Odete; NEOLAKA, Melkisedek N.B.C; TODA, Hendrik
Journal of Tourism Economics and Policy Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Tourism Economics and Policy (October - December 2025) - In Press
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jtep.v5i4.1413

Abstract

Timor Leste has a Comissão Nacional da Eleiçoes body abbreviated as CNE, an independent institution/body that organizes national elections, meaning that the Comissão Nacional de Eleiçoes (CNE) is one of the central institutions in Timor Leste tasked with supervising, organizing, managing and organizing General Elections as an instrument to realize people's sovereignty, form a legitimate government and as a means of articulating people's aspirations and interests. Civic education to increase community participation in general elections. Active participation of citizens in election activities is one measure of the effectiveness of the democratization process. This study aims to analyze and describe the Role of Civic Education to Increase Community Participation in the Timor Lese Presidential Election. The method used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques include observation, document study, and interviews, while data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The theory of Bruce J. Cohen (1992) is the basis for the analysis in this study. The focus of the study is on indicators (1) Acted Role, (2) Prescribed Role. (3) Role Model. Civic Education which is very much needed in the midst of the urgency of democracy, where the values ​​and principles of democracy regarding general elections will be organized by the Comissão Nacional de Eleições (CNE) to voter participation through a program to socialize the stages of the Election and provide an understanding of political education to the community.
Rintisan Pariwisata Pedesaan di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Nursalam, Nursalam; Toda, Hendrik; Djani, William; N.B.C. Neolaka, Melkisedek
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.135 KB) | DOI: 10.58794/jdt.v2i1.41

Abstract

Sektor Pariwisata adalah salah satu sektor  ekonomi yang penting dan paling cepat berkembang dewasa ini. Sektor ini menjadi  sumber pendapatan, pekerjaan, dan kekayaan yang semakin signifikan di berbagai negara. Kegiatan kepariwisataan menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat mengingat multiplier efek dan trickle down efek yang dihasilkan dari kegiatan kepariwisataan.  Lokus kegiatan pariwisata (wisata minat khusus) memang banyak jenisnya, diantaranya; wisata budaya dan sejarah; wisata olahraga dan rekreasi; wisata kuliner dan belanja; wisata alam dan ekowisata; dan lain sebagainya, namun wisata pedesaan juga tidak kalah penting dan menarik dari wisata-wisata yang yang lain.  Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Program Studi Administrasi Negara Fisip Undana dilakukan kepada perwakilan masyarakat di kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan kabupaten Kupang, bertujuan mensosialisasikan konsep pariwisata pedesaan dan permasalahannya.  Berdasarkan analisis situasi, maka terdapat beberapa masalah yang berkaitan dengan rintisan wisata pedesaan di kelurahan Buraen, yaitu; (a) kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya rintisan pariwisata pedesaan; (b) sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang minim; (c) investasi pariwisata pedesaan yang masih rendah. Hasil pengabdian yang dilakukan tim dari Prodi administrasi Negara Fisip Undana, berhasil memberikan penjelasan secara mendetail tentang bermasalahan tersebut dan keterlibatan peserta menunjukkan hasil yang memuaskan yaitu; sebanyak 75 persen peserta aktif dalam mengikuti kegiatan pengabdian dan dapat memahami  konsep dan permasalahan pariwisata pedesaaan.
The effectiveness Village-Owned Enterprises (BUMDes) Sehati in Nekmese Village Amarasi Sub-District, South Kupang Regency Haekase, Yopy E.; Nursalam, Nursalam; Toda, Hendrik
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 1 No. 3 (2020): March
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v1i3.277

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to measure and analyze the effectiveness of Sehati Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Nekmese Village, South Amarasi District, Kupang Regency. Research Methodology: This study used descriptive research with a qualitative approach that used the effectiveness measurement criteria of Chambell J.P (1989). Results: The findings in this study are that BUMDes has been effective with several successes, namely program success, target success, satisfaction with the program and the achievement of. Limitations: This research only reviewed the effectiveness of BUMDes Sehati in Nekmese village, Kupang Regency. Contribution: This research becomes scientific information for public administration science. Keywords: Effectiveness, BUMDes