Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN TERHADAP SATWA KOMODO PADA TAMAN NASIONAL KOMODO Tresa Rosari, Arcangela Giriany; Toda, Hendrik; Pah, Theny I.B.Kurniati; Pradana, I Putu Yoga Bumi
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan perlindungan dan pengamanan satwa komodo (Varanus komodoensis) di Taman Nasional Komodo, sebagai salah satu kawasan konservasi strategis di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan konservasi. Fokus evaluasi mencakup perencanaan kegiatan, pelaksanaan di lapangan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil dan dampak kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kegiatan perlindungan telah berjalan sesuai rencana teknis, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, logistik, dan keterlibatan masyarakat lokal yang belum optimal. Beberapa dampak teridentifikasi, seperti penurunan tingkat pelanggaran kawasan dan penurunan jumlah petugas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendekatan kolaboratif dan adaptif dalam konservasi komodo secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA KUPANG Bessie, Yultriani W.; Toda, Hendrik; Seran, Delila A. Nahak; Sayrani, Laurensius P.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas kerasipan dan perpustakaan kota kupang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Metode pengumpulan data menggunaka Observasi, Wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknis analisis data dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu Triangulasi data, Triangulasi Metode dan Triangulasi Sumber. Penelitian ini berlokasi di Dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang Sumber data primer pada penelitian ini adalah data yang di dapat dari observasi langsung, data tentang informan dan wawancara kepada pegawai pemerintah terkait, pengelola dan serta pengunjung perpustakaan keliling. Dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektifitas layanan perpustakaan keliling Di dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang sejak covid-19 hingga sekarang, didapati bebrapa faktor penghambat yang menyebabkan layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling di dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang belum efektif dan layanan ini masih rendah jauh dari harapan. Pada kenyataannya masyarakat kota kupang yang merupakan konsumen atau penikmat layanan ini namun belum semuanya bisa menikmati layanan ini dalam 5 (lima) tahun terakhir sasaran layanan terdiri dari 119 sekolah sasaran dan 51 kelurahan namun tidak semuanya terlayani hanya beberapa lokasi saja yang bisa menikmati layanan perpustakaan keliling itupun juga belum maksimal karena jangkaun dan frekuensi kunjungan yang terbatas dan hanya berfokus pada wilayah yang berdekatan dengan kantor dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang. Sangat diperperlukannya anggaran yang cukup dan tidak boleh dipangkas, peningkatan upaya dalam memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, konsistensi jangkauan dan jadwal kunjungan layanan, peningkatan sasaran lokasi atau wilayah.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI DESA FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Tafui, Yoyada D.; Toda, Hendrik; Rihi, David W.; Pandie, David B.W.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.290

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan sebuah tindakan keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi. Aktor utama dalam pengembangan pariwisata adalah masyarakat lokal. Penerapan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) di Desa Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan suatu pendekatan pembangunan pariwisata dengan perencanaan yang partisipatif yang menekankan pada peran aktif dari masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskkriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi dengan pendekatan CBT masih belum efektif seperti aksesibilitas beberapa jalan, fasilitas pendukung lainnya seperti penyediaan tempat makan/ warung makan dan kesadaran berupa kebersihan tempat wisata di Desa Fatumnasi yang masih belum terpenuhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata dengan berbasiskan pada partisipasi masyarakat masih belum sepenuhnya baik dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yang ada. Perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi dengan pendekatan Community Based Tourism terutama dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Fatumnasi.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM MUSRENBANG (Studi Pada Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang) Neno, Melania Adelin; Toda, Hendrik; Rene, Mariayani O.; Pradana, I Putu Yoga B.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.297

Abstract

Percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kesetaraan Gender (SDG 5), menuntut keterlibatan perempuan sebagai subjek pembangunan. Namun, realitasnya, konstruksi budaya dan stereotip gender di Indonesia masih membatasi partisipasi perempuan, terutama dalam forum perencanaan seperti Musrenbang. Di Desa Niukbaun, Kabupaten Kupang, meskipun jumlah penduduk laki-laki dan perempuan relatif seimbang, partisipasi perempuan dalam Musrenbangdes tahun 2024 masih rendah dan cenderung simbolis, dengan hanya 8 dari 54 peserta merupakan tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis gender Harvard untuk menganalisis partisipasi perempuan dalam Musrenbang Desa Niukbaun, dengan fokus pada profil aktivitas, akses, kontrol, dan manfaat. Hasil menunjukkan bahwa dalam profil aktivitas, kepanitiaan Musrenbang Desa Niukbaun 2024 didominasi laki-laki, membatasi perempuan pada peran domestik akibat stereotip gender dan beban ganda. Pada profil akses, keterlibatan perempuan di komisi masih rendah, terutama di komisi fisik dan prasarana, mencerminkan stereotip gender yang menghambat partisipasi di bidang teknis. Dalam profil kontrol, meskipun ada peluang, perempuan cenderung tidak mengambil peran strategis karena beban domestik dan kurangnya kepercayaan diri, menghasilkan kontrol rendah dalam perencanaan pembangunan. Namun, dari profil manfaat, perempuan menunjukkan kesadaran akan hak mereka dan aktif menyampaikan usulan terkait kesehatan dan ekonomi, meskipun manfaat belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi perempuan dalam Musrenbang Desa Niukbaun masih menghadapi tantangan signifikan akibat stereotip gender dan kurangnya kesempatan strategis, yang memerlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran, pelatihan, dan lingkungan yang lebih inklusif demi pembangunan desa yang setara.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENURUNAN STUNTING DI DESA KESETNANA, KECAMATAN MOLLO SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Taosu, Richel; Toda, Hendrik; Rene, Mariayani Oktafiana
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.291

Abstract

This study aims to analyze the role of the Kesetnana Village Government in reducing stunting through three main functions: as a motivator, facilitator, and mobilizer. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the village government acts as a motivator by conducting continuous outreach and education about stunting and balanced nutrition. As a facilitator, the government provides physical facilities such as PKK buildings, village clinics, and anthropometric tools to support nutritional interventions. Meanwhile, its role as a mobilizer is reflected in cross-sector collaboration and the utilization of village funds and external aid for nutrition and sanitation programs. In conclusion, the Kesetnana Village Government has effectively carried out these roles to reduce stunting prevalence, despite facing challenges related to community participation and limited resources.
Agile Governance in Resource-Limited Settings: Challenges of Bureaucratic Simplification in South-Central Timor Andayana, Made Ngurah Demi; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Toda, Hendrik; Wijayanti, Nadia Sasmita; Rijoly, Jacobus Cliff Diky
Journal Public Policy Vol 11, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i1.11291

Abstract

This study investigates the failure of bureaucratic simplification policy in South-Central Timor Regency, Indonesia, particularly the mandated transition of echelon IV structural roles into functional positions under Permenpan RB No. 17 of 2021. Using a qualitative case study approach, the research collected data through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving affected civil servants, structural officials, and governance experts. Four interrelated barriers were identified: exclusion of civil servants from decision-making processes, demotivation due to unclear career paths and insufficient financial incentives, stagnant leadership at the echelon II level, and inadequate systemic support, including training and infrastructure. These challenges reflect the interplay of socio-political dynamics and regional resource constraints, which complicate the application of agile governance principles in peripheral regions. The study’s novelty lies in its localized perspective, which reveals governance and administrative complexities often overlooked in mainstream reform narratives. It emphasizes the critical role of leadership behavior, employee involvement, and institutional readiness in sustaining reform, offering practical insights for policy improvement in resource-limited contexts.
PENCEGAHAN STUNTING BAGI REMAJA, PEMUDA DAN KELUARGA DI DAERAH KANTONG STUNTING Toda, Hendrik; Rihi, David Wilfrid; Pandie, David B. W.; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Manuain, Alfandy Florian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29709

Abstract

Abstrak: Stunting serta pencegahannya perlu dipahami oleh remaja, pemuda serta orang tua. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi mitra pada daerah kantong stunting tentang konsep stunting serta dampak dan penanganannya. Solusi yang ditawarkan kepada 38 orang mitra yang terdiri dari remaja, pemuda, orang tua dan ibu serta calon ibu untuk mengatasi permasalahan kelompok adalah perlunya pemahaman bahwa stunting bukan merupakan penyakit turunan, suanggi (sihir) ataupun genetik orang tua, selain itu diperlukan pamahaman tentang pemanfaatan berbagai pangan lokal yang melimpah di lokasi untuk pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah, praktik dan pendampingan selama program berjalan. Evaluasi PkM ini dilakukan dengan mengisi angket kuisioner yang telah disiapkan oleh tim PkM yang memperoleh hasil bahwa 20% “setuju” dan 80% “sangat setuju” bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami, jelas dan terperinci. Serta 100% responden “setuju” bahwa kegiatan pengabdian ini sesuai dengan kebutuhan, mampu menjawab dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.Abstract: Stunting and its prevention need to be understood by adolescents, young people and parents. The purpose of this activity is to provide an understanding for partners in stunting pocket areas about the concept of stunting and its impacts and handling. The solution offered to 38 partners consisting of adolescents, young people, parents and mothers and prospective mothers to overcome group problems is the need to understand that stunting is not a hereditary disease, suanggi (magic) or genetics of parents, in addition it is necessary to understand the use of various local foods that are abundant in the location to prevent stunting. The methods used are lectures, practices and mentoring during the program. The evaluation of this PkM was carried out by filling out a questionnaire that had been prepared by the PkM team which obtained the results that 20% "agree" and 80% "strongly agree" that the material presented was easy to understand, clear and detailed. And 100% of respondents "agree" that this community service activity is in accordance with needs, able to answer and provide solutions to the problems faced.
WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI TIMOR TENGAH SELATAN Pradana, I Putu Yoga Bumi; Andayana, Made Ngurah Demi; Toda, Hendrik; Pah, Theny Intan Berlian Kurniati; Benyamin, Rouwland Alberto; Ibiruni, William Febrianus Umbu; Wijayanti, Nadia Sasmita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26530

Abstract

Abstrak: Program pencegahan stunting merupakan upaya krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti Desa Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting, mengingat tingginya prevalensi stunting di desa ini dan keterbatasan kapasitas kader yang berperan penting dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting. Mitra kegiatan ini adalah kader kesehatan posyandu Desa Fatumnasi, yang merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan masyarakat di daerah rawan bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pelatihan dan workshop difokuskan pada pemetaan wilayah rawan stunting serta peningkatan keterampilan kader dalam menghadapi tantangan geografis dan situasi darurat akibat bencana alam. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode angket dan survei terhadap peserta untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan bahwa 50% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi, dengan 25% partisipasi aktif dalam diskusi dan workshop. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka stunting, terutama di wilayah rawan bencana.Abstract:.The stunting prevention program is crucial to enhance human resource quality, particularly in disaster-prone areas such as Fatumnasi Village and Timor Tengah Selatan Regency. This program aims to strengthen the capacity of healthcare cadres to prevent stunting, given the high prevalence of stunting in the village and the limited capacity of the cadres, who play a vital role in detecting and addressing stunting cases. The program's partners are the Fatumnasi Village posyandu health cadres, who serve as the frontline in providing public health services in disaster-prone areas. This community service initiative (PkM) involves several stages: preparation, implementation, and evaluation. Training and workshops are focused on mapping areas vulnerable to stunting and enhancing the cadres' skills in tackling geographic challenges and emergencies due to natural disasters. Program evaluation was conducted through questionnaires and surveys to assess participants' understanding. The results indicated that 50% of participants demonstrated improved comprehension of the material, with 25% actively participating in discussions and workshops. This program is expected to be sustainable and support national efforts to reduce stunting rates, particularly in disaster-prone regions. 
Waste Management Towards a Clean City Case Study of the Kupang City Environmental and Sanitation Service KARIMOY, Marlen Yollanda; LINO, Maria Magadalena; TODA, Hendrik
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 6 No. 3 (2025): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (May
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v6i3.1427

Abstract

This study aims to examine waste management in Kupang City through the lens of George R. Terry’s POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management theory. Waste problems in Kupang are increasingly complex due to rapid population growth, limited infrastructure, and insufficient public awareness. Effective waste management requires synergy among the local government, the community, and the private sector. Based on the study, the Kupang City Department of Environment and Hygiene (DLHK) has implemented the POAC functions to some extent. Planning and organizing have been conducted through regional policies and work programs, while actuating is reflected in the daily operations of waste collection and public education efforts. However, challenges remain—such as a lack of community participation, limited budget and waste-handling equipment, and weak supervision mechanisms. Despite these obstacles, the study found several supporting factors: existing mayoral regulations (Perwali), backing from security forces in law enforcement, and community-driven initiatives in independent waste management. To address current gaps, the study recommends strengthening institutional capacity, increasing funding allocation, improving public awareness, and fostering better coordination across stakeholders. In the long term, a collaborative and participatory approach is essential to achieve a clean, healthy, and sustainable urban environment in Kupang City.
Transformation of the Urban Public Transport System in Kupang City ADOE, Yefry Cornianto; DJAHA, Ajis Salim Adang; TODA, Hendrik
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Jul
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v6i4.1439

Abstract

The purpose of this research is to analyze the condition of the existing urban transportation system in Kupang City, including its weaknesses, strengths, and development opportunities. It also identifies the main challenges faced in the process of transforming the urban transportation system. It also develops an urban transportation transformation strategy that aligns with the needs of the community and the conditions of Kupang City, to support sustainable mobility. The research used a qualitative approach, with informants selected purposively and actively. The results indicate that the urban transportation system in Kupang City is facing significant challenges in its transformation process. Although public transportation (angkot) remains available and operational, the dominance of online transportation services such as Grab and Maxim signals a shift in public preference toward more flexible, faster, and technology-based modes. The quality of conventional public transportation services remains low, with limitations in comfort, accessibility, and schedule certainty. Furthermore, the lack of regional regulations specifically governing the operation of urban transportation systems hinders efforts to reform and integrate transportation. Other challenges stem from the social and cultural aspects of the community's continued reliance on private vehicles, as well as the lack of institutional support and visionary public policies. The success of this transformation depends heavily on active collaboration between the government, transportation operators, and the community to create a modern, inclusive, and sustainable urban transportation system.
Co-Authors ADOE, Eurike F D ADOE, Yefry Cornianto Adu, Apris Alfandy Florian Manuain Alfred Omri Ena Mau AMARAL, Mariano Pinto BANUNAEK, Fanderio Rafael Belandina L Long BELO, Odete Bere, Melkianus Y Bessie, Yultriani W. Danting, Maria Deonensia Melisitta David B.W. Pandie Djaha, Ajis Salim Adang Dra , Abdul Salam Saputra Fanggidae, Apriana H.J. FANGGITASIK, Chindy Hesty Haekase, Yopy E. I Putu Yoga Bumi Pradana IBIRUNI, William Febrianus Umbu KARIMOY, Marlen Yollanda KOAMESA, Jemy lake, Primus LAU, Yoanita Vianney Lay, Marthina Raga LINO, Maria M LINO, Maria M. LINO, Maria Magadalena Lino, Maria Magdalena Made Ngurah Demi Andayana Maikameng, Ade Sjan Mariayani Oktafiana Rene MESSAKH, Hendrikhsan A.B. N.B.C. Neolaka, Melkisedek Nadia Sasmita Wijayanti Neno, Melania Adelin NEOLAKA, Melkiesedek. N. B. C. Neolaka, Melkisedek N.B.C Neolaka, Melkisedek N.B.C. Nifu, Yabes I. NIGA, Jacoba D NIGA, Jacoba Daud Nursalam Nursalam Nursalam Olin, Yohanes K. Pah, Theny I.B.Kurniati PENI, Andreas A. Petrus Kase Pradana, I Putu Yoga B. Rene, Mariayani O. Rihi, David W. Rihi, David Wilfrid Rijoly, Jacobus Cliff Diky Rouwland Benyamin SALEM, Fransiskus Da Sores Sayrani, Laurensius P. Seger, Marini Sari Dewi Seno, Yohanes Ariyanto Seran, Delila A. Nahak Seran, Marisa S B Silva, Leonio Maria Da Tafui, Yoyada D. Takain, Brenadiva Rywanda Taosu, Richel Theny Intan Berlian Kurniati Pah Tresa Rosari, Arcangela Giriany Tuthaes, Lidya Carolina Umbu Eda, Roynaldo Oktorian Wadu, Jacob WILFRIDA, Sia William Djani