Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM Hani Oktavira, Sisilia; Hudiyawati, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42054

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi tersering pada pasien diabetes melitus. Ulkus diabetikum dapat ditangani secara medis melalui tindakan debridement yang merupakan prosedur standar dalam perawatannya. Debridement merupakan prosedur pengangkatan jaringan nekrotik atau jaringan yang terinfeksi guna mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Nyeri menjadi masalah utama setelah tindakan debridement. Teknik relaksasi gengam jari dapat menjadi salah satu pilihan strategi non farmakologis dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan skala nyeri. Relaksasi genggam jari, sebagai teknik pengendalian nyeri, dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Pendekatan holistik ini berfokus pada pemulihan fisik dan emosional pasien untuk meningkatkan kualitas hidup mereka setelah prosedur debridement. Studi ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan terkait dengan nyeri pada pasien post debridement ulkus diabetikum. Metode yang digunakan yaitu dengan pemberian asuhan keperawatan dilaksanakan mulai dari pengkajian data, analisis data, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi melalui pendekatan Evidence Based Practice (EBP). Setelah menerapkan relaksasi genggam jari selama tiga hari berturut-turut didapatkan hasil pasien mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) dengan rata-rata 1 selisih penurunan. Teknik relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan skala nyeri pasien post debridement ulkus diabetikum dan dapat menjadi rekomendasi intervensi mandiri perawat dalam menurunkan nyeri pasien post operasi debridement.  
Gambaran Efektivitas Australasian Triage Scale (ATS) Sebagai Sistem Triase di Unit Gawat Darurat : Sebuah Tradisional Literature Review Sejati, Ilham Kukuh; Azulla, Sellvinia; Latifardani, Rissa; Hudiyawati, Dian
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i1.261

Abstract

Dalam pelayanan gawat darurat seringkali perawat menemui pasien yang datang dengan berbagai kondisi dan tingkat keparahan yang berbeda. Dengan demikian tantangan yang dihadapi oleh perawat yaitu bagaimana mengelola pasien dengan kondisi kegawatan secara cepat dan tepat. Metode yang dipakai dalam penelitian sekunder ini adalah traditional literature review. Artikel jurnal yang digunakan dalam penelitian sekunder ini merupakan publikasi nasional dan internasional dengan rentang tahun 2011-2024. Pencarian artikel melalui Google Scholar, Science Direct, Scopus, PubMed, Dimensions dengan kata kunci “efektivitas”, “Australasian Triage Scale”, dan “Unit Gawat Darurat” dan setelah melalui proses inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 10 artikel. Berdasarkan beberapa artikel penelitian mengenai ATS, dapat disimpulkan bahwa : Australasian Triage System (ATS) memiliki nilai sedang hingga baik dalam penilaian reliabilitas dan validitas sebagai sebuah instrumen atau alat ukur untuk mengkategorikan pasien di unit gawat darurat.
A knowledge-based approach to heart disease prevention in diabetes care Hudiyawati, Dian; Widodo, Arif; Faozi, Ekan; Khairunisa, Septi; Saqina, Adhisty Fachrine Ayu
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12717

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a prioritized health issue in the Nusukan Public Health Center area and a major risk factor for heart disease. Surveys and discussions with health workers revealed that the Prolanis group had never undergone heart disease risk screening nor received education on heart disease prevention related to DM. This community service aimed to increase the knowledge of individuals with diabetes in preventing heart disease. The approach method of this activity was counseling on the implementation of self-management for individuals with diabetes mellitus. The evaluation results demonstrated a significant increase in participants' knowledge regarding chronic disease management, particularly DM self-management, as evidenced by the increase in average scores from the pre-test (68.04) to the post-test (88.53).
Model pelayanan kesehatan dengan pendekatan profesionalisme keperawatan berbasis metoda tim Mulyani, Sri; Pratiwi, Arum; Hudiyawati, Dian
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.992

Abstract

Background: The professionalism of health worker care plays an important role in increasing nurse and patient satisfaction. Negative responses to services indicate that performance is not optimal, one of which is caused by the role of health workers in care giving. Professional nursing care methods can increase patient satisfaction, but have not been applied in many services, so a pilot project is needed to apply these methods and analyze their impact. Purpose: To develop a health service model with a professional nursing approach based on team methods. Method: Quantitative research with a mix-method method, conducted at TK.III Slamet Riyadi Hospital, Surakarta in August 2024 - March 2025. The independent variable is the professional health service model, and the dependent variable is nurse and patient satisfaction. The sampling technique used accidental sampling with a total sample of 296 participants. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using wilcoxon and mann whitney tests. Results: There was a statistically significant difference in nurse satisfaction before and after the MAKP intervention (Z = -4.377, p = 0.001), as well as a significant difference in patient satisfaction between the intervention and control groups (p = 0.001), with the Mean Rank of the intervention group (190.50) higher than the control group (106.50). These findings indicate that the MAKP intervention is effective in increasing satisfaction in both nurses and patients. Conclusion: The Team Method Professional Nursing Care Model is effective in improving patient and nurse satisfaction. Its implementation is shown to create structured, responsive, and patient-focused care, while establishing a supportive work environment for nurses.   Keywords: Health Care Model; Nursing Professionalism; Team Method.   Pendahuluan: Profesionalisme pelayanan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan perawat dan pasien. Respon negatif terhadap pelayanan menunjukkan bahwa kinerja belum optimal, salah satunya disebabkan oleh peran tenaga kesehatan dalam pemberian layanan. Metode asuhan keperawatan profesional dapat meningkatkan kepuasan, namun belum banyak diterapkan di beberapa layanan, diperlukan pilot project untuk mengaplikasikan metode ini dan menganalisis dampaknya. Tujuan: Untuk mengembangkan model pelayanan kesehatan dengan pendekatan profesionalisme keperawatan berbasis metoda tim. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode mix-method, dilaksanakan di Rumah Sakit TK.III Slamet Riyadi, Surakarta pada bulan Agustus 2024 – Maret 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah model pelayanan kesehatan professional, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan perawat dan pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 321 partisipan. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil: Menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada tingkat kepuasan perawat sebelum dan sesudah intervensi Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) (Z = -4.377, p = 0.001), serta perbedaan signifikan tingkat kepuasan pasien antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0.001), dengan mean rank kelompok intervensi (190.50) lebih tinggi dari kelompok kontrol (106.50). Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi MAKP efektif meningkatkan kepuasan baik pada perawat maupun pasien. Simpulan: Model asuhan keperawatan profesional metode tim efektif meningkatkan kepuasan pasien dan perawat. Penerapannya terbukti menciptakan pelayanan yang terstruktur, responsif, dan berfokus pada kebutuhan pasien, sekaligus membentuk lingkungan kerja yang mendukung bagi perawat.   Kata Kunci: Metoda Tim; Model Pelayanan Kesehatan; Profesionalisme Keperawatan.
An Educational Program to Improve Self-Care in Heart Failure Patients Hudiyawati, Dian; Nur Imamah, Ida; Sulastri, Sulastri; Musa, Mazlinda; Dewi, Siti Mutiara Sari; Astuti, Lia
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i2.7262

Abstract

Knowledge of heart failure patients' self-care influences pa-tient adherence and readiness for independent care at home. Self-care enhancement is a significant focus of heart failure management programs. Efforts can be made by providing self-care education using conventional media and the web. The current study aimed to determine the effectiveness of education using web media and booklets on self-care in heart failure patients. This research was an experimental study with a pretest-posttest design. Eligible respondents will be divided into two groups. A web group was a group that was given self-care education through the web, and a booklet group was given education using booklets. The questionnaire used the Self-Care Heart Failure Index to measure the patient's self-care score. An Independent t-test was used to analyze differences in self-care scores in the two groups. Of 76 respondents in this study, >50% were male, and most were in the adult age range (36-55 years old). Based on the results of the inde-pendent t-test in both groups (web and booklet) showed a significant differ-ence in the mean self-care score (p-value = 0.001). It illustrates that web media is more effective than booklet media. Providing education using media that health workers follow up is important to do as an effort to improve self-care in heart failure patients.
PENERAPAN TERAPI BLANKET WARMER TERHADAP PASIEN YANG MENGALAMI HIPOTERMI PASCA OPERASI DI RECOVERY ROOM IBS RSUD DR. SOERATNO GEMOLONG Atmaja, Hanandhiya Intansari; Hudiyawati, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.43609

Abstract

Pendahuluan : Tindakan pembedahan atau operasi adalah suatu penatatalaksanaan medis yang mempunyai tujuan untuk mendiagnosa atau mengobati berbagai gangguan yang terjadi pada tubuh. Tindakan bedah mempunyai banyak komplikasi, salah satunya yaitu hipotermia. Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh yang tidak disengaja di bawah 36°C. Penanganan hipotermia dengan teknik non farmakologis salah satunya menggunakan terapi blanket warmer. Blanket warmer digunakan ketika pasien mengalami hipotermi, blanket warmer berfungsi untuk menjaga suhu tubuhnya stabil. Pada dasarnya, alat ini menggunakan panas yang dialirkan melalui blower sebagai penghantar panas, yang membuat pasien hangat. Tujuan penerapan EBP ini untuk mengetahui pengaruh blanket warmer terhadap pasien pasca operasi yang mengalami hipotermi. Didapatkan subjek bernama Tn. P berusia 66 tahun, dengan keluhan pasien mengeluh kedinginan, tampak menggigil, tampak pucat, teraba dingin dengan tanda-tanda vital sebelum diberikan blanket warmer S : 35,1˚C TD : 130/90 mmHg, N : 70x/mnt, RR : 20x/mnt, SPO2 : 97%. Metode : Metode yang digunakan yaitu asuhan keperawatan melalui pendekatan Evidence based practice pada pasien paska operasi yang mengalami hipotermi. Hasil : Pemberian terapi blanket warmer pada pasien pasca operasi yang mengalami hiportermi, didapatkan hasil terdapat peningkatan suhu tubuh sebelum S : 35,1˚ C dan sesudah diberikan terapi blanket warmer S : 36,7˚C. Simpulan : pemberian warm blanket dapat meningkatkan suhu tubuh pasien yang mengalami hipotermi pasca operasi.
Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre-Operasi Musthofa, Tsuroya Nabila; Hudiyawati, Dian
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22632

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety is a psychological problem that often arises in patients before undergoing surgery. This anxiety can worsen physical and psychological conditions, and even interfere with the healing process. Non-pharmacological approaches such as the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) have been increasingly applied due to their safety and minimal risk of side effects.To determine the effectiveness of SEFT therapy in reducing anxiety levels among preoperative patients through a review of relevant articles. This study employed a scoping review design. The review focused on nursing interventions using the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to reduce preoperative anxiety in patients. Articles were searched using the keywords “SEFT,” “anxiety,” “preoperative,” “nursing intervention,” and “evidence-based practice” across three databases: Scopus, PubMed, and Google Scholar. From a total of 567 articles retrieved, 10 articles met the inclusion criteria after screening titles, abstracts, and full-texts, and were analyzed further. SEFT interventions in the reviewed studies were generally administered for 15–30 minutes per session and conducted 1–3 times prior to surgery, depending on the patient’s condition and the study design.mA review of 10 selected articles showed a significant reduction in anxiety levels following SEFT interventions across various patient groups and types of surgery. Conclusion: SEFT is an effective non-pharmacological therapy to be applied in reducing anxiety among preoperative patients. Keywords: Anxiety, Nursing, Preoperative, Scoping Review, SEFT ABSTRAK Kecemasan pre operasi merupakan masalah psikologis yang sering muncul pada pasien sebelum tindakan pembedahan. Dampak kecemasan ini dapat memperburuk kondisi fisik, psikis, bahkan mengganggu proses penyembuhan. Upaya non-farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) mulai banyak diterapkan karena lebih aman dan minim risiko efek samping. Mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi dengan melakukan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah scoping review. Kajian difokuskan pada intervensi keperawatan menggunakan SEFT untuk menurunkan kecemasan pre-operasi pada pasien. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci “SEFT”, “anxiety”, “preoperative”, “nursing intervention”, dan “evidence based practice” pada tiga basis data, yaitu Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Dari total 567 artikel yang diperoleh, setelah melalui seleksi judul, abstrak, dan telaah full-text, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Intervensi SEFT pada studi-studi yang direview umumnya diberikan dengan durasi 15–30 menit per sesi dan dilakukan sebanyak 1–3 kali sebelum tindakan operasi, menyesuaikan dengan kondisi pasien dan rancangan studi masing-masing. Dari kajian 10 Artikel yang digunakan menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah intervensi SEFT pada berbagai kelompok pasien dan jenis operasi. SEFT merupakan terapi non-farmakologis yang efektif untuk diaplikasikan dalam menurunkan kecemasan pada pasien pra-operasi. Kata Kunci: Kecemasan, Keperawatan, Pra-Operasi, SEFT, Scoping Review
Efektivitas Pemberian Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tingkat Fatigue Pada Pasien Hemodialisa Sari, Annas Tasya Permata; Hudiyawati, Dian; Alzura, Charisma; Nugraha, Bima Surya; Susanti, Erni
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22587

Abstract

ABSTRACT Patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis often experience persistent fatigue, which greatly impacts their quality of life. Breathing exercise is a non-pharmacological intervention that can be applied to help reduce this complaint. This study aimed to implement and evaluate the effectiveness of breathing exercises in reducing fatigue levels among hemodialysis patients. The intervention was carried out on 15 patients over two weeks, twice daily, for 20 minutes per session. Evaluation using the Visual Analogue Scale (VAS) showed a reduction in fatigue levels from scores of 6–8 to 3–4. The average fatigue score decreased from 7.1 (moderate–severe category) to 3.7 (mild category). A total of 73% of respondents experienced a reduction in fatigue scores, while 27% showed minimal response. In addition, most patients reported improved sleep quality, increased stamina, and reduced post-dialysis fatigue. Keywords: Breathing Exercise, Fatigue, Hemodialysis, Chronic Kidney Disease, Nursing.  ABSTRAK Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kelelahan kronis (fatigue) yang berdampak besar terhadap kualitas hidup mereka. Breathing exercise merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi keluhan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas latihan pernapasan dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien hemodialisis. Intervensi dilakukan terhadap 15 pasien selama dua minggu, dua kali sehari, masing-masing selama 20 menit. Evaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) menunjukkan penurunan tingkat kelelahan dari skor 6–8 menjadi 3–4. Intervensi dilakukan terhadap 15 pasien selama empat minggu, dua kali sehari, masing-masing selama 20 menit. Evaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) menunjukkan penurunan rerata skor fatique dari 7,1 (kategori sedang–berat) menjadi 3,7 (kategori ringan). Sebanyak 73% responden mengalami penurunan skor fatigue, sementara 27% lainnya menunjukkan respons minimal. Selain itu, mayoritas pasien melaporkan kualitas tidur yang lebih baik, stamina meningkat, serta berkurangnya rasa lelah pasca-dialisis. Kata Kunci: Breathing Exercise, Fatigue, Hemodialisa, Penyakit Ginjak Kronis, Keperawatan
Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Self-Management Penderita Hipertensi Utami, Ardhika Putri; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-management pada penderita hipertensi merupakan managemen penyakit dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan perawatan dan pengontrolan tekanan darah tinggi sebagai upaya pencegahan komplikasi. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat berperan terhadap self-management penderita hipertensi. Keluarga berperan dalam kemampuan mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, serta merawat anggota keluarganya yang sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap self-management penderita hipertensi di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif dengan pendekatan eksploratif. Dari seluruh populasi didapatkan sampel sebanyak 100 responden, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan yaitu dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita hipertensi dengan dukungan keluarga yang rendah mimiliki self-managament yang kurang (16,0%), penderita hipertensi dengan dukungan keluarga sedang mayoritas memiliki self-managament yang sedang pula (20,0%), sedangkan penderita dengan dukungan keluarga tinggi mayoritas memiliki self-managament yang baik (46,0%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan self-management menuju arah yang positif. Oleh karena itu diharapkan keluarga lebih meningkatkan peran dalam pengelolaan self-management penderita hipertensi demi meningkatkan derajat status kesehatan penderita terutama pada dukungan emosional.
Pengaruh Pemberian Terapi Relaksasi Musik Klasik terhadap Perubahan Tingkat Kecemasan Penderita Hipertensi Martini, Eka Lavenia; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menuntut penderitanya untuk mengubah gaya hidup, seperti menjaga berat badan, menghindari rokok, mengatur pola makan, serta pengelolaan stress dalam menyesuaian diri terhadap kondisi kesehatannya yang tidak menentu. Kekhawatiran dan tuntutan tersebut dapat menyebabkan penderita mengalami kecemasan, yang apabila dibiarkan dapat menyebabkan perburukan kondisi kesehatan. Selama ini penanganan masalah kecemasan jarang diperhatikan oleh tenaga kesehatan, terutama kecemasan pada penderita hipertensi. Intervensi non farmakologis yang secara evidence-based practice dapat menurunkan kecemasan yaitu terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi musik klasik terhadap perubahan tingkat kecemasan penderita hipertensi. Desain pada penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen one group pre test and post test, dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon, kemudian sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi yang mengalami kecemasan di desa Lengking sebanyak 81 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan perempuan lebih banyak mengalami kecemasan (67,9%) dengan rentan usia 56-65 (51,9%) dan mayoritas berpendidikan SD (54,3%). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian terapi relaksasi musik klasik terhadap perubahan tingkat kecemasan penderita hipertensi (p < 0,001). Oleh karena itu, diharapkan kepada tenaga kesehatan terutama puskesmas dapat menerapkan atau mengajarkan terapi musik klasik terhadap masyarakat.
Co-Authors Abi Muhlisin Adella Indri Afitasari Ady Tyawarman Agus Herianto Agustaria Budi Nugroho aisya, saktika Aji, Prima Trisna Ajie Maulana Prakoso Alfianti, Ade Leta Alzura, Charisma Amalia, Luthfiana Ameilia Nurhadiyastuti ani syafriati Anik Widiastuti Anindyati Fatikhul Jannah Anjarsari, Rizki Annisa Dewi Cahya Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Aprilia Kartika Sari Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal Ardhika Putri Utami Arif Widodo Ariwati Anggita Putri Ariwati Anggita Putri Ariyanto, Fajar Arum Pratiwi Arum Pratiwi Ashar, Burhanudin Astuti, Lia Atmaja, Hanandhiya Intansari Ayu Adi Novitriana Azizah, Amalia Nur Azulla, Sellvinia Beti Kristinawati Chintya Putri Wibowo Chouhan, Devraj Singh Devina Dara Safitri Dewangga, Mahendra Wahyu Dewi, Siti Mutiara Sari Dilla Nurfatika Sari Dimas Ria Angga Pribadi Dinda Marini Putri Egidia Tiffany Eka Agustin Eka Lavenia Martini Ekan Faozi Endar Sulistyo Erna Herawati Erni Susanti Faelani, Shelina Puput Gupita Fahrun Nur Rosyid Farah Fadilah Fardani Nur Annisa Febi Kusuma Nugraha Febrianti Nur Antika Hani Oktavira, Sisilia Hariati Wahyuningsih K Haryanto, Agung Hayati, Fila Diana Nur Hunain Suci Kamila Iik Monika Imani, Nadia Nur Indhira Kurniastining Fiqriyah Indhira Kurniastining Fiqriyah Intan Roesyati Intan Roesyati Isa, Zainuddin S. Jami'atulhita Alfirizqi Jayanthi, Jesslyn Khoirunnisaa Jesslyn Khoirunnisaa Jayanthi Jihadilia Islami Putri Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Kamila, Hunain Suci Kartinah Karunia, Alya Fitri Dwi Khairunisa, Septi Latifardani, Rissa Maemunah Maemunah Martini, Eka Lavenia MH Dwi Nur Arif Miayunaisya Dyah Partita Muhammad Isa Hanafi Tabah Tohamik Muhammad Rafif ‘Ulwan Mujannidah, Afidatul Musa, Mazlinda Musthofa, Tsuroya Nabila Mustofa, Sidqon Muzakar Isa Nabila Windi Aulia Nabilla Oktaviani Nurlitasari Nadya Yuniandita Nera Bela Beauty Nur Nida Zahrotul Ummah Nindi Muthohar Niswatin, Tsani Khoirun Noor Alis Setiyadi Nugraha, Bima Surya Nur Imamah, Ida Nur Janah, Sherly Nuralis Setyadi Oktandora, Nobrila Salsa Oktavira, Sisilia Hani Pambudiarto, Arie Agus Prasetia, Enggartyas Nur Pratiwi, Arum Prima Trisna Aji Primalia, Pudika Priyani, Nabila Novita Priyanti, Tiyas Pudika Primalia Putri Nurlia Anggraini Putri, Ariwati Anggita Putri, Ekky Puspita Sonia Rahmawati, Ellyza Renandha Parahita Reni Kartika Sari Rini Anggita Rini Indah Pratiwi Rissa Latifardani Rizki Anjarsari Roesyati, Intan Romadhonia, Hanan Nofiana Sabila Rizki Saktika Aisya Hadyantari Saqina, Adhisty Fachrine Ayu sari, afifah laksmita Sari, Annas Tasya Permata Sari, Dilla Nurfatika Sari, Noviana Kurnia Sejati, Ilham Kukuh Septi Khairunisa Septia Denok Sugiharto Septiana, Yuni Setiyo Purwanto Sevia Yayustika Qoirunnisa Silviana Dian Putri Ichsani Silviana Rahmawati Ekaputri Siti Marfu'ah Sri Mulyani Sulastri Sulastri Sulastri Sumarno Adi Subrata Sutanto, Ikhlash Alkaustsar Syafriati, Ani Taqiyah, Serin Izzatut Tiffany, Egidia Tiyas Priyanti Tiyas Priyanti Tri Agustina Tyawarman, Ady Utami, Ardhika Putri Via Marganingsih Violeta Yuman Tanaya Wachidah Yuniartika Wachidah Yuniartika Wibowo, Della Mardiana Widya Putri Rachmawati Wildan Prima Jalu Prasojo Winarsih Nur Ambarwati Wisardoyo Wisardoyo Wita Oktaviana Wulan Syafitry Yuli Susanti Yuni Sri Lestari, Yuni Sri Yuniandita, Nadya Zahrani Bakhita Hanifah Zain, Choirunnisa' Hanun Ziddan Arif Darmawan