Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre-Operasi Musthofa, Tsuroya Nabila; Hudiyawati, Dian
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22632

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety is a psychological problem that often arises in patients before undergoing surgery. This anxiety can worsen physical and psychological conditions, and even interfere with the healing process. Non-pharmacological approaches such as the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) have been increasingly applied due to their safety and minimal risk of side effects.To determine the effectiveness of SEFT therapy in reducing anxiety levels among preoperative patients through a review of relevant articles. This study employed a scoping review design. The review focused on nursing interventions using the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to reduce preoperative anxiety in patients. Articles were searched using the keywords “SEFT,” “anxiety,” “preoperative,” “nursing intervention,” and “evidence-based practice” across three databases: Scopus, PubMed, and Google Scholar. From a total of 567 articles retrieved, 10 articles met the inclusion criteria after screening titles, abstracts, and full-texts, and were analyzed further. SEFT interventions in the reviewed studies were generally administered for 15–30 minutes per session and conducted 1–3 times prior to surgery, depending on the patient’s condition and the study design.mA review of 10 selected articles showed a significant reduction in anxiety levels following SEFT interventions across various patient groups and types of surgery. Conclusion: SEFT is an effective non-pharmacological therapy to be applied in reducing anxiety among preoperative patients. Keywords: Anxiety, Nursing, Preoperative, Scoping Review, SEFT ABSTRAK Kecemasan pre operasi merupakan masalah psikologis yang sering muncul pada pasien sebelum tindakan pembedahan. Dampak kecemasan ini dapat memperburuk kondisi fisik, psikis, bahkan mengganggu proses penyembuhan. Upaya non-farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) mulai banyak diterapkan karena lebih aman dan minim risiko efek samping. Mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi dengan melakukan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah scoping review. Kajian difokuskan pada intervensi keperawatan menggunakan SEFT untuk menurunkan kecemasan pre-operasi pada pasien. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci “SEFT”, “anxiety”, “preoperative”, “nursing intervention”, dan “evidence based practice” pada tiga basis data, yaitu Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Dari total 567 artikel yang diperoleh, setelah melalui seleksi judul, abstrak, dan telaah full-text, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Intervensi SEFT pada studi-studi yang direview umumnya diberikan dengan durasi 15–30 menit per sesi dan dilakukan sebanyak 1–3 kali sebelum tindakan operasi, menyesuaikan dengan kondisi pasien dan rancangan studi masing-masing. Dari kajian 10 Artikel yang digunakan menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah intervensi SEFT pada berbagai kelompok pasien dan jenis operasi. SEFT merupakan terapi non-farmakologis yang efektif untuk diaplikasikan dalam menurunkan kecemasan pada pasien pra-operasi. Kata Kunci: Kecemasan, Keperawatan, Pra-Operasi, SEFT, Scoping Review
Efektivitas Pemberian Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tingkat Fatigue Pada Pasien Hemodialisa Sari, Annas Tasya Permata; Hudiyawati, Dian; Alzura, Charisma; Nugraha, Bima Surya; Susanti, Erni
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22587

Abstract

ABSTRACT Patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis often experience persistent fatigue, which greatly impacts their quality of life. Breathing exercise is a non-pharmacological intervention that can be applied to help reduce this complaint. This study aimed to implement and evaluate the effectiveness of breathing exercises in reducing fatigue levels among hemodialysis patients. The intervention was carried out on 15 patients over two weeks, twice daily, for 20 minutes per session. Evaluation using the Visual Analogue Scale (VAS) showed a reduction in fatigue levels from scores of 6–8 to 3–4. The average fatigue score decreased from 7.1 (moderate–severe category) to 3.7 (mild category). A total of 73% of respondents experienced a reduction in fatigue scores, while 27% showed minimal response. In addition, most patients reported improved sleep quality, increased stamina, and reduced post-dialysis fatigue. Keywords: Breathing Exercise, Fatigue, Hemodialysis, Chronic Kidney Disease, Nursing.  ABSTRAK Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kelelahan kronis (fatigue) yang berdampak besar terhadap kualitas hidup mereka. Breathing exercise merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi keluhan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas latihan pernapasan dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien hemodialisis. Intervensi dilakukan terhadap 15 pasien selama dua minggu, dua kali sehari, masing-masing selama 20 menit. Evaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) menunjukkan penurunan tingkat kelelahan dari skor 6–8 menjadi 3–4. Intervensi dilakukan terhadap 15 pasien selama empat minggu, dua kali sehari, masing-masing selama 20 menit. Evaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) menunjukkan penurunan rerata skor fatique dari 7,1 (kategori sedang–berat) menjadi 3,7 (kategori ringan). Sebanyak 73% responden mengalami penurunan skor fatigue, sementara 27% lainnya menunjukkan respons minimal. Selain itu, mayoritas pasien melaporkan kualitas tidur yang lebih baik, stamina meningkat, serta berkurangnya rasa lelah pasca-dialisis. Kata Kunci: Breathing Exercise, Fatigue, Hemodialisa, Penyakit Ginjak Kronis, Keperawatan
Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Self-Management Penderita Hipertensi Utami, Ardhika Putri; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-management pada penderita hipertensi merupakan managemen penyakit dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan perawatan dan pengontrolan tekanan darah tinggi sebagai upaya pencegahan komplikasi. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat berperan terhadap self-management penderita hipertensi. Keluarga berperan dalam kemampuan mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, serta merawat anggota keluarganya yang sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap self-management penderita hipertensi di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif dengan pendekatan eksploratif. Dari seluruh populasi didapatkan sampel sebanyak 100 responden, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan yaitu dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita hipertensi dengan dukungan keluarga yang rendah mimiliki self-managament yang kurang (16,0%), penderita hipertensi dengan dukungan keluarga sedang mayoritas memiliki self-managament yang sedang pula (20,0%), sedangkan penderita dengan dukungan keluarga tinggi mayoritas memiliki self-managament yang baik (46,0%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan self-management menuju arah yang positif. Oleh karena itu diharapkan keluarga lebih meningkatkan peran dalam pengelolaan self-management penderita hipertensi demi meningkatkan derajat status kesehatan penderita terutama pada dukungan emosional.
Pengaruh Pemberian Terapi Relaksasi Musik Klasik terhadap Perubahan Tingkat Kecemasan Penderita Hipertensi Martini, Eka Lavenia; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menuntut penderitanya untuk mengubah gaya hidup, seperti menjaga berat badan, menghindari rokok, mengatur pola makan, serta pengelolaan stress dalam menyesuaian diri terhadap kondisi kesehatannya yang tidak menentu. Kekhawatiran dan tuntutan tersebut dapat menyebabkan penderita mengalami kecemasan, yang apabila dibiarkan dapat menyebabkan perburukan kondisi kesehatan. Selama ini penanganan masalah kecemasan jarang diperhatikan oleh tenaga kesehatan, terutama kecemasan pada penderita hipertensi. Intervensi non farmakologis yang secara evidence-based practice dapat menurunkan kecemasan yaitu terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi musik klasik terhadap perubahan tingkat kecemasan penderita hipertensi. Desain pada penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen one group pre test and post test, dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon, kemudian sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi yang mengalami kecemasan di desa Lengking sebanyak 81 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan perempuan lebih banyak mengalami kecemasan (67,9%) dengan rentan usia 56-65 (51,9%) dan mayoritas berpendidikan SD (54,3%). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian terapi relaksasi musik klasik terhadap perubahan tingkat kecemasan penderita hipertensi (p < 0,001). Oleh karena itu, diharapkan kepada tenaga kesehatan terutama puskesmas dapat menerapkan atau mengajarkan terapi musik klasik terhadap masyarakat.
STRATEGI DAN PERAN TENAGA KESEHATAN UNTUK MENANGANI MASALAH KESEHATAN DENGAN BIAYA RENDAH SELAMA COVID- 19 : LITERATUR REVIEW Tiffany, Egidia; Sari, Dilla Nurfatika; Roesyati, Intan; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrompernapasan akut coronavirus 2 atau Sars-CoV-2 dan pertama kaliditemukan pada bulan Desember tahun 2019 di kota Wuhan, China.Sejak saat itu, virus menyebar dengan sangat cepat diseluruh duniasehingga mengakibatkan pandemi Covid-19. Berbagai upayapencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan oleh pemerintah disetiap negara di dunia untuk memutus rantai penyebaran virus ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji “Strategy andMedical Role” dalam mengatasi masalah kesehatan di lingkunganmasyarakat khususnya di era Pandemi coronavirus-disease 2019(COVID-19) dengan biaya yang rendah sehingga dapat memberikanpenguatan dalam hal percepatan penanganan sehingga terbentukpemulihan ekonomi yang adekuat dalam memerangi pandemiCOVID-19. Literature review ini ditulis dengan metode naratifdengan menggunakan empat database yaitu BMJ Journals,ScienceDirect, Research Gate, Clinical Key dan menghasilkan 11jurnal untuk ditindaklanjuti. Strategi dan peran tenaga kesehatanuntuk menangani masalah kesehatan dengan biaya rendah bisadengan Non-invasive ventilator, Artificial Intelegance, AmbuBox,Low-cost Miniature Robot, Vaccine for global health, PlantBiotechnology, Facial mask filtration, Low-Cost ContactThermometry, SARS-Cov-2 RapidPlex, dan Suraksha mampumemberikan pengaruh terhadap percepatan penanganan COVID-19dan efektif digunakan untuk mengurangi beban ekonomi terkaitstrategi pemulihan ekonomi yang adekuat di masa pandemi COVID19.
Respon Psikologis Mahasiswa Keperawatan pada Masa Pandemi Covid-19 Kamila, Hunain Suci; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan dapat mempengaruhi rasa percaya diri, serta dapat mengganggu kehidupan dan pikiran seseorang. Mahasiswa kesehatan mungkin juga mengkhawatirkan kesehatan mereka sendiri dan kesehatan orang lain, termasuk kinerja mereka serta ketakutan yang berkaitan dengan bencana atau pandemi yang sedang terjadi saat ini. Tujuan : Mengetahui Respon Psikologis Mahasiswa Keperawatan UMS pada Masa Pandemi Covid-19. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 21 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, kemudian disebarkan menggunakan google forms. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil : Terdapat 105 responden dengan mayoritas jenis kelamin perempuan (84.8%), usia rata-rata : 22 tahun, mayoritas mengalami kecemasan sedang (41%). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan tingkat akhir mengalami gejala kecemasan karena pandemi covid-19.
Overview Of Life Satisfaction And Coping In Congestive Heart Failure Patients At UNS Surakarta Hospital Priyanti, Tiyas; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung kongestif adalah sindrom klinis dimana jantung tidak mampu melakukan perfusi jaringan untuk mencukupi kebutuhan metabolisme tubuh. Penurunan kondisi fisik pada pasien gagal jantung akan berdampak pada kehidupan penderitanya baik secara fisik maupun mental. Pasien gagal jantung akan merasakan sesak nafas sehingga diperlukan pembatasan aktivitas yang berakibat pada kepuasan hidupnya dimana peningkatan keparahan gagal jantung akan menurunkan kepuasan hidup, selain itu akan timbul perasaan takut dan cemas yang membutuhkan penyesuaian koping. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepuasan hidup dan koping pada pasien gagal jantung di Rumah US Surakarta. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan The Brief-COPE. Klasifikasi kepuasan hidup berdasarkan SWLS dibagi menjadi kurang puas, cukup puas, dan puas. Sedangkan koping berdasarkan The Brief-COPE dikategorikan menjadi Problem Focused Coping (PFC), Emotion Focused Coping (PFC), dan Dysfunctional Coping. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif survey. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 57 orang (57%) memiliki kepuasan hidup cukup puas, dan 51 orang (51%) menggunakan koping kategori Emotion Focused Coping (EFC) dengan karakteristik sebagian besar berjenis kelamin laki – laki, kelompok usia 56 – 65, berpendidikan SMA, bekerja, menderita gagal jantung selama 1 - 5 tahun, dan status fungsional NYHA II. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pasien gagal jantung sebagian besar memiliki kepuasan hidup cukup dan koping berfokus pada emosi.
The Correlation between Physical Rehabilitation Compliance and Muscle Strength in Post-Stroke Patients with Hemiplegia Taqiyah, Serin Izzatut; Hudiyawati, Dian
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5017

Abstract

Post-stroke patients will experience weakness, paralysis, or disability as a result of the stroke attack, thus requiring rehabilitation. The rehabilitation results will be more optimal if supported by the compliance of post-stroke patients in following the rehabilitation program. The purpose of this study was to determine the correlation between physical rehabilitation compliance and muscle strength in post-stroke patients with hemiplegia. The type of research used in this study is using a cross-sectional analytic approach. The study population was post-stroke patients undergoing physical rehabilitation at Ir. Soekarno Sukoharjo Hospital with an average of 73 patients using the Slovin formula. The inclusion criteria in this study were patients who performed physical rehabilitation regularly for 1 month, and patients willing to become respondents in the study by signing a consent form. Exclusion criteria in this study were patients who suddenly re-entered the inpatient clinic, patients who had repeated stroke attacks, and patients who suddenly moved to hospital locations. Collection of rehabilitation compliance data according to the rehabilitation compliance questionnaire. Collection of muscle strength data by existing muscle strength measurements. The results of the Spearman Rho correlation obtained a significance value (p-value) of 0.001 (p<0.05), the majority of respondents were in the age range of 60-74 years, most of the respondents were male, most of the respondents were married, most had undergone rehabilitation for 3 months, and the majority were first stroke patients. This study concludes that there is a correlation between physical rehabilitation compliance and muscle strength of post-stroke patients with hemiplegia at Ir. Soekarno Sukoharjo Hospital.
Correlation of Family Support on Physical Rehabilitation Compliance in Stroke Patients Saqina, Adhisty Fachrine Ayu; Hudiyawati, Dian
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5018

Abstract

As a result of suffering from stroke disease, stroke patients experience disability, lose the ability to live independently, and affect their quality of life and daily activities. Rehabilitation programs are used to improve patient function and overcome the impact of stroke. Family support plays a very important role in the recovery process and rehabilitation compliance of stroke patients. This study aims to determine the correlation of family support to rehabilitation compliance in stroke patients at Ir Soekarno Sukoharjo Hospital. The type of research used in this study is quantitative research. The study sample totalled 73 patients, obtained by using the purposive sampling technique and the Slovin formula. The inclusion criteria for this study were stroke patients undergoing physical rehabilitation at Ir. Soekarno Sukoharjo Hospital, patients without disorientation in time, space, or people, and patients who had undergone physical rehabilitation for 2-3 months and were willing to become respondents. The exclusion criteria for this study were patients who had mental disorders and patients who had congenital physical disabilities. The questionnaires used in this study were the family support questionnaire and the modified Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) questionnaire. Data analysis will be displayed in the form of distribution tables, frequencies, and percentages so that it is easily understood by the reader. The results of this study showed that the majority of respondents had high family support with high rehabilitation compliance as many as 30 people (41.1%), respondents had moderate family support with high rehabilitation compliance as many as 14 people (19.2%), respondents had moderate family support with moderate rehabilitation compliance as many as 12 people (16.4%), respondents had high family support with moderate rehabilitation compliance as many as 1 person (1.4%), and respondents with moderate family support with high rehabilitation compliance as many as 16 people (21.9%). The results of the Spearman Test between family support and physical rehabilitation compliance obtained a P-value of 0.001 with a correlation coefficient value indicate that there is a strong relationship between family support and physical rehabilitation compliance in stroke patients at Ir. Soekarno Sukoharjo Hospital.
PENGARUH PEMBERIAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI nur janah, sherly; Hudiyawati, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25245

Abstract

Aktivitas fisik secara teratur merupakan salah satu bentuk intervensi yang bermanfaat bagi penderita hipertensi. Manfaat aktivitas fisik secara teratur mempunyai efek biologis dan emosional yang pada akhirnya memberikan manfaat kesehatan dalam berbagai penyakit, terutama penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian senam aktivitas fisik terhadap penderita hipertensi. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif Pre-experiment dengan teknik One group pretest - postest. ampel sebanyak 91 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability non sampling dengan purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Physical Activites for the Elderly (PASE). dengan menggunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin perempuan lebih banyak dengan total 59 (64,8%) sedangkan dengan jenis kelamin laki laki sebanyak 32 (35,2%). Mayoritas hipertensi kategori 2 (63,7%). Hasil rata rata menunjukkan terdapat tekanan darah sebelum dan setelah intervensi sistol 156 mmHg dan diastole 97 mmHg menjadi 139 mmHg dan 92 mmHg dengan p value 0,001 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini didapati bahwa terdapat pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah penderita hipetensi di Kartasura, yang artinya senam hipertensi efektif dilakukan pada pasien hipertensi.
Co-Authors Abi Muhlisin Adella Indri Afitasari Ady Tyawarman Agus Herianto aisya, saktika Aji, Prima Trisna Ajie Maulana Prakoso Alfianti, Ade Leta Alzura, Charisma Amalia, Luthfiana ani syafriati Anik Widiastuti, Anik Anindyati Fatikhul Jannah Anjarsari, Rizki Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Aprilia Kartika Sari Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal Ardhika Putri Utami Arif Widodo Ariwati Anggita Putri Ariwati Anggita Putri Ariyanto, Fajar Arum Pratiwi Arum Pratiwi Ashar, Burhanudin Astuti, Lia Atmaja, Hanandhiya Intansari Azizah, Amalia Nur Azulla, Sellvinia Beti Kristinawati Chouhan, Devraj Singh Dewi, Siti Mutiara Sari Dilla Nurfatika Sari Dimas Ria Angga Pribadi Egidia Tiffany Eka Agustin Eka Lavenia Martini Ekan Faozi Endar Sulistyo Erna Herawati Erni Susanti Fadilah, Farah Faelani, Shelina Puput Gupita Fahrun Nur Rosyid Febi Kusuma Nugraha Hani Oktavira, Sisilia Hariati Wahyuningsih K Haryanto, Agung Hayati, Fila Diana Nur Hunain Suci Kamila Imani, Nadia Nur Indhira Kurniastining Fiqriyah Indhira Kurniastining Fiqriyah Intan Roesyati Intan Roesyati Isa, Zainuddin S. Jayanthi, Jesslyn Khoirunnisaa Jesslyn Khoirunnisaa Jayanthi Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Kamila, Hunain Suci Kartinah Karunia, Alya Fitri Dwi Khairunisa, Septi Latifardani, Rissa Martini, Eka Lavenia MH Dwi Nur Arif Miayunaisya Dyah Partita Mujannidah, Afidatul Musa, Mazlinda Musthofa, Tsuroya Nabila Mustofa, Sidqon Muzakar Isa Nabilla Oktaviani Nurlitasari Nadya Yuniandita Nindi Muthohar Niswatin, Tsani Khoirun Nugraha, Bima Surya Nugroho, Agustaria Budi Nur Imamah, Ida Nur Janah, Sherly Nuralis Setyadi Nurwijayanti Oktandora, Nobrila Salsa Oktavira, Sisilia Hani Pambudiarto, Arie Agus Prasetia, Enggartyas Nur Pratiwi, Arum Prima Trisna Aji Primalia, Pudika Priyani, Nabila Novita Priyanti, Tiyas Pudika Primalia Putri, Ariwati Anggita Putri, Ekky Puspita Sonia Rahmawati, Ellyza Renandha Parahita Reni Kartika Sari Rini Indah Pratiwi Rissa Latifardani Rizki Anjarsari Roesyati, Intan Romadhonia, Hanan Nofiana Sabila Rizki Saktika Aisya Hadyantari Saqina, Adhisty Fachrine Ayu sari, afifah laksmita Sari, Annas Tasya Permata Sari, Dilla Nurfatika Sari, Noviana Kurnia Sejati, Ilham Kukuh Septi Khairunisa Septiana, Yuni Setiyo Purwanto Siti Marfu'ah Sri Mulyani Sulastri Sulastri Sulastri Sumarno Adi Subrata Sutanto, Ikhlash Alkaustsar Syafriati, Ani Tanaya, Violeta Yuman Taqiyah, Serin Izzatut Tiffany, Egidia Tiyas Priyanti Tiyas Priyanti Tri Agustina Tyawarman, Ady Utami, Ardhika Putri Via Marganingsih Wachidah Yuniartika Wachidah Yuniartika Wibowo, Della Mardiana Widya Putri Rachmawati Winarsih Nur Ambarwati Wisardoyo Wisardoyo Wita Oktaviana Wulan Syafitry Yuli Susanti Yuni Sri Lestari, Yuni Sri Yuniandita, Nadya Zain, Choirunnisa' Hanun