Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan pada Pasien Kanker Serviks Stadium IV dengan Kom-plikasi Penyakit Ginjal Kronik Stadium V: Studi Kasus Tanaya, Violeta Yuman; Hudiyawati, Dian
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32460

Abstract

Pasien yang mengalami gagal ginjal yang disebabkan oleh kanker serviks seringkali menghadapi berbagai komplikasi serta beragam tanda dan gejala, seperti kelelahan esktrem, penumpukan cairan di tubuh yang menyebabkan pembengkakan, dan kesulitas bernapas akibat akumulasi cairan di paru-paru. Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi berbagai aspek penyakit serta dampaknya terhadap kualitas hidup pasien. Karya Ilmiah Akhir ini menggunakan metode studi kasus dengan tujuan melakukan asuhan keperawatan pada pasien kanker serviks stadium IV dengan komplikasi Penyakit Ginjal Kronik stadium V dengan salah satu penerapan Evidance-Based Practice berupa edukasi pembatasan asupan cairan. Dari hasil pengkajian, masalah yang paling menonjol adalah adanya pitting edema derajat 2 pada ekstremitas bawah sinistra, balance cairan positif sebesar +484 cc selama 24 jam, serta keluhan sesak napas yang mengarah pada diagnosa hipervolemia. Evaluasi menunjukkan bahwa meskipun pasien masih mengalami sesak napas dan hipervolemia akibat gangguan regulasi fungsi ginjal, terdapat perbaikan seperti berkurangnya sesak napas, balance cairan menurun menjadi +180 cc selama 24 jam, dan pasien mampu menaati pembatasan asupan cairan.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Acute Decompensated Heart Failure (Adhf) Dengan Intervensi Utama Pemberian Posisi Semi Fowler (30 – 45) : Studi Kasus Antika, Febrianti Nur; Hudiyawati, Dian; Widiastuti, Anik
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32646

Abstract

Latar Belakang: Heart decompensation merupakan faktor yang memperparah kondisi gagal jantung kronis yang disebabkan oleh mekanisme dekompensasi tubuh. Hipertensi tidak terkontrol merupakan salah satu faktor risiko heart decompensation yang dapat memperburuk mekanisme dekompensasi dengan adanya target organ damage (TOD). Pasien dengan heart decompensation juga disertai masalah pernapasan seperti dyspnea, ortopnea, dan paroxysmal nocturnal dyspnea (PND). Tujuan: untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Acute Decompesated Heart Failure (ADHF). Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengkajian pada. Tn. H didapatkan tiga diagnosis yaitu penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload, kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi, dan intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Adapun tindakan yang dilakukan adalah perawatan jantung, terapi oksigen, pemantauan respirasi, dan pencegahan syok. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari diperoleh hasil keadaan Tn.H membaik. Kesimpulan: TTV ; TD : 128/90 mmHg, Nadi : 80x/menit, SpO2 : 98%, RR : 20x/menit, Suhu : 36.4 C, Urine tampung sejak 11 oktober sebanyak 600 cc, bengkak tampak berkurang, pasien tampak berada di posisi semi fowler. Kata Kunci : Acute Decompensated Heart Failuree (ADHF), Intervensi Keperawatan
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI INHALASI PADA PASIEN DENGAN BRONKOPNEUMONIA UNTUK MENGATASI KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS aisya, saktika; Hudiyawati, Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33651

Abstract

Bronkopneumonia adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan atas yang dapat melemahkan daya tahan tubuh pasien. Istilah "bronkopneumonia" merujuk pada peradangan yang terjadi di paru-paru, khususnya pada bronkiolus dan kantung udara kecil. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien dengan bronkopneumonia adalah ketidakmampuan pembersihan jalan napas, yang disebabkan oleh produksi sputum berlebihan yang mengakibatkan penumpukan sekret di bronkus. Terapi inhalasi menjadi salah satu metode efektif untuk memberikan obat, di mana obat dihirup melalui hidung dan masuk ke paru-paru dalam bentuk aerosol. Metode studi kasus ini merupakan studi kasus dengan desain penelitian yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan tahapan pengkajian, diagnosis, investigasi, dan evaluasi. Subjek dalam aplikasi ini adalah pasien dengan bersihan jalan napas tidak efektif akibat adanya retensi sekret. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, evaluasi dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 November 2023. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terapi inhalasi pada pasien bronkopneumonia dapat mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif. Terbukti dengan respon gejala bersihan jalan nafas normal, batuk efektif, tidak ada sputum yang tertahan, diipsnea, orthopnea, dyspnea dan hasil serta indikasi setelah dilakukan tindakan secara berulang, inhalasi selama 3 hari terbukti pada pasien bronkopneumonia Pengobatan obstruksi jalan nafas tidak efektif berjalan efektif, melalui pengkajian dan intervensi sputum dan batuk sudah berkurang.
Penerapan guided imagery dengan musik klasik terhadap intensitas nyeri pada pasien fraktur pre-post operasi: Case Report Sari, Afifah Laksmita; Hudiyawati, Dian
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.14448

Abstract

Fraktur merupakan patah tulang akibat dari trauma atau cedera fisik. Manifestasi klinis pada fraktur yaitu, hilangnya fungsi, deformitas, dan rasa nyeri yang dirasakan terus bertambah. Salah satu proses operasi atau pembedahan terkait kasus fraktur yaitu ORIF (Open Reduction Internal Fixation) dan setelah tindakan tersebut individu akan merasakan nyeri. Pilihan pengobatan nyeri non-farmakologis teknik relaksasi guided imagery dan terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh dalam penggunaan teknik relaksasi guided imagery dan terapi musik klasik terhadap nyeri akut fraktur sebelum dan sesudah operasi. Intervensi ini digunakan pada subjek Tunggal, hanya satu orang yang terlibat. Karya ilmiah tugas akhir ini menggunakan metode case report. Total empat hari menjalani relaksasi guided imagery dan terapi musik klasik, pasien melaporkan penurunan tingkat nyerinya dari nyeri berat ke nyeri ringan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa selain terapi farmakologis, teknik relaksasi ini dapat digunakan untuk membantu pasien post fraktur baik sebelum maupun sesudah operasi untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Breathing and Range of Motion Exercises as Fatigue Intervention In Chronic Kidney Failure Patients: a Case Study Renandha Parahita; Dian Hudiyawati
International Journal of Health and Medicine Vol. 1 No. 4 (2024): October : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v1i4.79

Abstract

Background : One of the most prominent negative impacts in patients with kidney failure undergoing hemodialysis is fatigue. Breathing and range of motion exercises are therapies that can be applied to reduce fatigue in patients with chronic kidney failure. Objective: to provide breathing and range of motion exercise interventions in patients with chronic renal failure. Method: used in this study is a case study. Assessment of Mrs. S conducted for 3 consecutive days. Results: After the intervention for 3 days, the results showed that the level of fatigue and anxiety in Mrs. S decreased. Conclusions and suggestions: The interventions given have an effect on reducing the level of anxiety and fatigue of patients. It is expected that nurses can provide optimal nursing care to patients with chronic kidney failure to improve the quality of life of patients.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SELF CARE PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG SELAMA MASA PANDEMI Dian Hudiyawati; Tiyas Priyanti; Ariwati Anggita Putri
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.411

Abstract

Pasien yang memiliki penyakit jantung berisiko mengalami infeksi dan komplikasi yang parah dari Covid-19. Kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada perawatan CHF, yang mengakibatkan pasien merasa cemas dan takut untuk datang ke fasilitas kesehatan. Monitoring pada penderita CHF harus tetap dilakukan untuk mencegah kekambuhan gejala. Adapun tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan penderita CHF tentang perawatan mandiri selama pandemi Covid-19 agar terhindar dari perburukan kondisi. Motode yang digunakan yaitu memberikan edukasi yang melibatkan penderita CHF, keluarga yang mendampingi saat kontrol serta petugas kesehatan di Poli Klinik Jantung RS UNS. Edukasi yang diberikan berupa pemberian informasi dan tanya jawab. Media yang digunakan yaitu modul perawatan mandiri gagal jantung berbasis web. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 28 Mei 2022 di Poli Klinik Jantung RS UNS Surakarta, yang diikuti 50 peserta penderita CHF. Peserta aktif dan antusias selama kegiatan penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya permasalahan atau pertanyaan yang diajukan oleh perserta kepada narasumber. Beberapa anggota tim penyuluhan kesehatan mendampingi peserta selama penyampaian materi serta membagikan file modul berbasis web sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima secara maksimal serta dapat dibuka secara mandiri oleh peserta melalui mobile phone. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan serta pemahaman penderita CHF. Harapannya peserta dapat melakukan perawatan mandiri secara optimal untuk meminimalkan risiko rehospitalisasi.
Psychosocial therapy model to reduce anxiety levels in hemodialysis patients Ariyanto, Fajar; Pratiwi, Arum; Hudiyawati, Dian
MEDISAINS Vol 22, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v22i3.23788

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a global health issue that significantly impacts the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Anxiety is one of the common psychological challenges faced by these patients. While various studies have addressed psychological and social interventions, most have focused on only one aspect, such as family support or psychological therapy, without considering the biological, social, and spiritual needs simultaneously. No research has integrated all these dimensions into a holistic approach.Purpose: This study aims to develop and evaluate a holistic nursing management model that combines all of these aspects to reduce anxiety levels for hemodialysis patients.Methods: This study used a mixed-method approach with an action research design. It was conducted at the Klaten Islamic Hospital. The population in the study was patients undergoing hemodialysis; as many as 15 patients participated in this study. The holistic nursing module was tested in five sessions, each lasting 15-30 minutes. Anxiety levels were measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) before and after the intervention.Results: The study's results showed that the average level of anxiety in patients before the intervention was 35.13±3.22; after the intervention, it decreased to 24.87±1.68 (p<0.001).Conclusion: The application of the holistic nursing management model effectively reduced anxiety levels in hemodialysis patients.
Exploring factors predicting Diabetes Distress in patients with type 2 diabetes Susanti, Yuli; Subrata, Sumarno Adi; Hudiyawati, Dian
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i1.769

Abstract

Background: Diabetes mellitus, a chronic disease resulting from an impaired endocrine system, disrupts glucose regulation and leads to elevated blood glucose levels. Individuals with diabetes may develop complications such as hyperglycemia. Persistent hyperglycemia can negatively affect mental well-being, potentially causing depression, anxiety, and diabetes distress. While numerous studies have explored predictors of diabetes distress, their findings have been inconsistent, and a comprehensive understanding of the contributing risk factors remains elusive. Purpose: To identify the dominant factors influencing the occurrence of diabetes distress. Method: This quantitative descriptive study involved a sample of 150 respondents. Participants were included if they had a diagnosis of type 2 diabetes mellitus, were male or female, and were over 20 years of age, regardless of whether they had diabetes-related complications. Patients with unstable hemodynamic status or those unable to communicate effectively were excluded. The study took place at the Surakarta Islamic Hospital between July and September 2024. Data collection utilized demographic questionnaires, the Diabetes Distress Scale, the Hensarling Diabetes Family Support Scale, and the Medication Adherence Rating Scale. Pearson's test and multiple linear regression were used for data analysis. Results: The study found that the majority of respondents had a mean age of 56 years and were male. The analysis revealed four factors influencing diabetes distress in patients with Type 2 Diabetes Mellitus including treatment regimen (p-value = 0.001, B = -10.792), education level (p-value = 0.042, B = -3.779), age (p-value = 0.015, B = -0.404), and family support (p-value = 0.034, B = -0.333). Conclusion: The treatment regimen emerged as the most significant factor influencing diabetes distress; consistent adherence to the prescribed treatment plan was associated with lower levels of distress among individuals with type 2 diabetes mellitus. Furthermore, education level, age, and family support were identified as additional factors contributing to diabetes distress.
Pengaruh Murotal Al-Qur'an Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pre- Percutaneous Coronary Intervention Hudiyawati, Dian; Aji, Prima Trisna; Syafriati, Ani; Jumaiyah, Wati; Tyawarman, Ady
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i1.17049

Abstract

Kecemasan merupakan gejala yang sering muncul pada pasien Acute Coronary Syndrome yang akan menjalani Percutaneous Coronary Intervention. Kecemasan yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan perburukan kondisi dan penundaan prosedur kateterisasi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal Al-qur'an terhadap kecemasan pasien yang akan menjalani PCI. Metode yang digunakan dalam studi melalui pendekatan quasi eksperimental. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, yaitu pasien ACS yang akan mendapatkan terapi PCI. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kecemasan diukur menggunakan Visual Analogue Scale (1-10). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil didapatkan terdapat pengaruh pemberian terapi murotal Al-quran terhadap kecemasan (p<0.05). Adanya perbedaan yang signifikan pada skor kecemasan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Kesimpulan, terapi murotal merupakan terapi yang mudah dilaksanakan serta secara signifikan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani PCI.
Relationship between Heart Failure Treatment and Self-Management Compliance in Congestive Heart Failure Patients Putri, Ariwati Anggita; Hudiyawati, Dian
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15 No. 2 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i2.15860

Abstract

Self-management has a vital role in treating Congestive Heart Failure (CHF) patients to manage themselves and maintain the ability of body functions. Self-management can be seen in how heart failure patients perform compliance actions in treatment and the patient's ability to know changes in behaviour towards the patient's health status. In addition, it is crucial for people with congestive heart failure to learn about their disease to relieve the signs and symptoms. This study aimed to determine the relationship between knowledge of heart failure care and self-management compliance in CHF patients. This method uses a quantitative correlation research type to determine the relationship between the two variables using an analytical cross-sectional study approach. The sampling technique uses accidental sampling from March to April 2021 at the heart poly Hospital of UNS Surakarta to 100 respondents. Sample criteria: Respondents with a diagnosis of CHF who checked their health at the heart polyclinic of UNS Surakarta Hospital, aged >17 years, patients with NYHA classification 1-3, and willing to be respondents. The research instrument used a demographic questionnaire, knowledge of heart failure care and the Self Care Heart Failure Index (SCHFI) to determine the self-care knowledge of CHF patients and adherence to self-management. The results obtained through the chi-square test showed a p-value of 0.010, meaning there is a relationship between knowledge of heart failure care and self-management compliance. Knowledge of heart failure care can affect the level of compliance of CHF patients because CHF patients need self-management compliance to minimize symptoms of recurrence or worsening of signs and symptoms and reduce the impact of re-hospitalization.
Co-Authors Abi Muhlisin Adella Indri Afitasari Ady Tyawarman Agus Herianto aisya, saktika Aji, Prima Trisna Ajie Maulana Prakoso Alfianti, Ade Leta Alzura, Charisma Amalia, Luthfiana ani syafriati Anik Widiastuti, Anik Anindyati Fatikhul Jannah Anjarsari, Rizki Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Aprilia Kartika Sari Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal Ardhika Putri Utami Arif Widodo Ariwati Anggita Putri Ariwati Anggita Putri Ariyanto, Fajar Arum Pratiwi Arum Pratiwi Ashar, Burhanudin Astuti, Lia Atmaja, Hanandhiya Intansari Azizah, Amalia Nur Azulla, Sellvinia Beti Kristinawati Chouhan, Devraj Singh Dewi, Siti Mutiara Sari Dilla Nurfatika Sari Dimas Ria Angga Pribadi Egidia Tiffany Eka Agustin Eka Lavenia Martini Ekan Faozi Endar Sulistyo Erna Herawati Erni Susanti Fadilah, Farah Faelani, Shelina Puput Gupita Fahrun Nur Rosyid Febi Kusuma Nugraha Hani Oktavira, Sisilia Hariati Wahyuningsih K Haryanto, Agung Hayati, Fila Diana Nur Hunain Suci Kamila Imani, Nadia Nur Indhira Kurniastining Fiqriyah Indhira Kurniastining Fiqriyah Intan Roesyati Intan Roesyati Isa, Zainuddin S. Jayanthi, Jesslyn Khoirunnisaa Jesslyn Khoirunnisaa Jayanthi Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Kamila, Hunain Suci Kartinah Karunia, Alya Fitri Dwi Khairunisa, Septi Latifardani, Rissa Martini, Eka Lavenia MH Dwi Nur Arif Miayunaisya Dyah Partita Mujannidah, Afidatul Musa, Mazlinda Musthofa, Tsuroya Nabila Mustofa, Sidqon Muzakar Isa Nabilla Oktaviani Nurlitasari Nadya Yuniandita Nindi Muthohar Niswatin, Tsani Khoirun Nugraha, Bima Surya Nugroho, Agustaria Budi Nur Imamah, Ida Nur Janah, Sherly Nuralis Setyadi Nurwijayanti Oktandora, Nobrila Salsa Oktavira, Sisilia Hani Pambudiarto, Arie Agus Prasetia, Enggartyas Nur Pratiwi, Arum Prima Trisna Aji Primalia, Pudika Priyani, Nabila Novita Priyanti, Tiyas Pudika Primalia Putri, Ariwati Anggita Putri, Ekky Puspita Sonia Rahmawati, Ellyza Renandha Parahita Reni Kartika Sari Rini Indah Pratiwi Rissa Latifardani Rizki Anjarsari Roesyati, Intan Romadhonia, Hanan Nofiana Sabila Rizki Saktika Aisya Hadyantari Saqina, Adhisty Fachrine Ayu sari, afifah laksmita Sari, Annas Tasya Permata Sari, Dilla Nurfatika Sari, Noviana Kurnia Sejati, Ilham Kukuh Septi Khairunisa Septiana, Yuni Setiyo Purwanto Siti Marfu'ah Sri Mulyani Sulastri Sulastri Sulastri Sumarno Adi Subrata Sutanto, Ikhlash Alkaustsar Syafriati, Ani Tanaya, Violeta Yuman Taqiyah, Serin Izzatut Tiffany, Egidia Tiyas Priyanti Tiyas Priyanti Tri Agustina Tyawarman, Ady Utami, Ardhika Putri Via Marganingsih Wachidah Yuniartika Wachidah Yuniartika Wibowo, Della Mardiana Widya Putri Rachmawati Winarsih Nur Ambarwati Wisardoyo Wisardoyo Wita Oktaviana Wulan Syafitry Yuli Susanti Yuni Sri Lestari, Yuni Sri Yuniandita, Nadya Zain, Choirunnisa' Hanun