Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.321

Abstract

Pendidikan adalah salah satu bidang yang sangat menentukandalan kemajuan suatu negara, Indonesia merupakan negara kesatuanyang terdiri dari berbagai macam suku, adat, agama, bahasa dan lainlain.Kesatuan ini yang akan menjadi bentuk negara ini secara pluralmelalui pendidikan, perbedaaan ini dapat disatukan agar tidak terjadidiskriminasi yang menyudutkan pada satu golongan. Indonesiamerupakan salah satu negara yang multikultural terbesar di dunia,kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupungeografis yang begitu beragam dan luas. Keragaman ini diakui atautidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan seperti yangsekarang dihadapi bangsa ini. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme,premanisme, perseteruan politik, kemiskinan, kekerasan, separatisme,perusakan lingkunghan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalumenghargai hak-hak orang lain adalah bentuk nyata darimultikulturalisme.Pendidikan multikultural seyogyanya memfasilitasi prosespembelajaran yang mengubah perspektif monokultural yang esensial,penuh prasangka dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yangmenghargai keragaman dan perbedaan, toleransi, dan sikap terbuka(inklusif). Perubahan paradigma semacam ini menuntut transformasiyang tidak hanya terbatas pada dimensi kognitif belaka. lebih dari itu,juga menuntut perubahan pada dimensi afektif dan psikomotorik.Kata Kunci : Pendidikan dan Multikultural.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i1.395

Abstract

AbstrakDalam Undang – undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003, pasal 3dinyatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkankemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangbermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, danbertujuan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusiayang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selanjutnya, diPasal 37 ayat (2) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan wajibmemuat Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, danPendidikan Bahasa. Tiga mata pelajaran wajib ini mengisyaratkanbahwa tujuan pendidikan nasional berusaha untuk mewujudkanmanusia Indonesia yang religius/beragama, bangsa yang dapatmenghargai warga negaranya dan identitas kebangsaan dengan bahasanasionalnya. Berbagai krisis multi dimensional yang sedang dialamioleh bangsa Indonesia memang tidak hanya bisa dilihat dan diatasidengan pendekatan mono dimensional. Namun demikian karenapangkal dari krisis tersebut adalah rendahnya moral, akhlak manusiamaka, pendidikan agama memiliki andil yang sangat besar dalammembangun watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Untuk itudiperlukan pembelajaran pendidikan agama Islam yang efektif,sehingga keberhasilan penyelenggaraan pendidikan agamaberkontribusi terhadap penyiapan generasi yang memiliki etika, moral,dan perilaku yang baik. Sebaliknya, kegagalan dalam penyelenggaraanpendidikan agama akan berakibat terhadap merosotnya akhlakgenerasi penerus dimasa yang akan datang dan pada gilirannya akanmerapuhkan karakter bangsa.Kata Kunci: Pendidikan, Pendidikan Agama Islam, PendidikanNasional
PENDIDIKAN KARAKTER (SEBUAH PENDEKATAN NILAI) Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i1.505

Abstract

Bangsa Indonesia yang mayoritas muslim sangat kaya dengan warisan nilai yang dapat membentuk pribadinya menjadi berkarakter unggul. Oleh sebab itu, semestinya nilai luhur tersebut terinternalisasi dalam setiap pribadi agar dapat diaktualisasikan dalam praktik kehidupan. Mengembangkan generasi penerus bangsa yang berkarakter baik adalah tanggung jawab semua pihak. Tentu saja hal ini tidak mudah, oleh karena itu diperlukan kesadaran dari semua pihak bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, meskipun semua pihak bertanggung jawab atas pendidikan karakter, namun keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Kegagalan keluarga dalam melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, akan mempersulit institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) dalam upaya memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak-anak mereka dalam keluarga. Proses pendidikan merupakanupaya mewariskan nilai-nilai luhur suatu bangsa yang bertujuan melahirkan generasi unggul secara intelektual dengan tetap memelihara kepribadian dan identitasnya sebagai sebuah bangsa. Di sini letak esensi pendidikan yang memiliki dua misi utama, yaitu transfer of values dantransfer of knowledge.              Kata Kunci: Pendidikan, karakter, nilai.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGUATAN PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN IAIN KENDARI Syamsuddin, Syamsuddin; Samrin, Samrin; Alim, Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang manajemen strategi prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FATIK) IAIN Kendari. Adapun permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Tahapan pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI, (2) Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI, dan (3) Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI. Pendekatan deskriptif kualitatif melalui ilmu manajemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. (1) Tahapan pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI berupa penyusunan strategi, yang terdiri dari perumusan visi dan misi prodi MPI, penyusunan program strategis, pelaksanaan program stategis, Pengawasan pelaksanaan program strategis, dan evaluasi program stategis prodi MPI. (2) Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan manajemen strategi dalam penguatan program studi MPI berupa keterbatasan anggaran, belum adanya rencana strategi (renstra) di tingkat prodi, keterbatasan sarana dan prasarana, dan kesepahaman dan komitmen bersama antar dosen. (3) Rekomendasi solusi dalam mengatasi kendala pelaksanaan manajemen strategi berupa kebijakan postur anggaran berbasis penguatan prodi, penyusunan renstra prodi, penyediaan sarana dan prasarana penunjang, dan membangun komitmen bersama antar Dosen.Kata Kunci: Manajemen Strategi; Penguatan Program Studi.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Multimedia Interaktif Patih, Tandri; Halistin, Halistin; Sangila, Muhammad Syarwa; Agus, Imaludin; Dedyerianto, Dedyerianto; Hadi, Amanda La; Aini, Nur; Sardin, La Ode; Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv13i2.2330

Abstract

This article reports the result of semi-experimental study which aims to determine and assess the improvement of students’ mathematics learning outcomes after they are exposed to interactive multimedia-assisted problem-based learning model. The sample is 7th grade students at one of junior high school in Kendari. They were selected using cluster random sampling technique. Based on the result of data analysis using descriptive and inferential statistics, the interactive multimedia assisted-problem based learning can improve the students’ mathematics learning outcomes. The result of the study revealed the increase of the average after being taught with interactive multimedia assisted-problem based learning models with 21.2 units and the significance value of 0.00. Interactive multimedia-assisted-problem based learning can be an alternative for mathematical activeness and abilities, which have an impact on improving student mathematics learning outcomes.
Approach to the Multimedia-Based Contextual Learning of Arabic for Banking Mulu, Beti; Masdin, Masdin; Muna, Wa; Humaera, Isna; Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv15i1.3735

Abstract

This study aims to reveal the motivation to learn Arabic for the banking sector through multimedia-based contextual learning using qualitative methods. Data were garnered using observation, interviews, and documents. The results of data analysis show that contextual learning can motivate students to learn and play an active role in formulating the contextual conversation according to the theme given to each group. The students' attention was focused on searching vocabulary, asking questions, and completing the script in the allotted time. They were diligent, tenacious and enthusiastic in role playing the conversational texts and practicing speaking and acting using Arabic for banking conversation scripts.Keywords: Arabic for banking; contextual teaching and learning; multimedia
Merdeka Belajar Curriculum Policy Implementation: A Study of Teacher’s Perceptions in Senior High Schools of Konawe Regency Samrin, Samrin; Alimuna, Wa; Awan, Rusdi
JURNAL AL-TANZIM Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v10i2.13672

Abstract

This study is a qualitative descriptive research aimed at understanding teachers' perceptions of the "Merdeka Belajar" curriculum policy, particularly in relation to assessment, at public senior high schools (SMAN) in Konawe Regency. It also seeks to identify the challenges encountered in implementing this policy in the area of assessment. The sample in this study was selected using purposive sampling. Data collection methods included observation, interviews, and documentation, with interviews conducted using a structured set of questions. The results of the study indicate that teachers at SMAN in Konawe Regency have a positive perception of the "Merdeka Belajar" curriculum policy, especially regarding its application in assessment. However, several challenges were identified in its implementation, including: the diversity of student characteristics, teachers' limited understanding of the "Merdeka Belajar" curriculum policy in terms of both the teaching and assessment processes, low student motivation, unclear literacy materials, limited facilities and infrastructure, inadequate training provided by schools, and difficulties in conducting diagnostic assessments. To address these challenges, several solutions are proposed: Teachers should be more proactive in seeking information and knowledge about the "Merdeka Belajar" curriculum policy through online resources. Teachers should also participate more in training activities, both online and offline, to increase their understanding of the curriculum. Schools need to provide teaching materials and technological resources to support teachers. Furthermore, the professional development of teachers should be prioritized through ongoing educational initiatives.
Transformasi Ruang Belajar: Persepsi dan Pengalaman Mahasiswa IAIN Kendari dalam Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pembelajaran Aliwar, Aliwar; Machmud, Hadi; Samrin, Samrin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 12 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zawiyah.v12i1.13873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam praktik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran serta menganalisis persepsi dan pengalaman mahasiswa IAIN Kendari sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 mahasiswa aktif dari berbagai program studi yang telah menggunakan AI dalam aktivitas akademiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah menjadi praktik umum, terutama untuk penyusunan tugas, pencarian referensi, dan pemahaman materi melalui platform seperti ChatGPT, Gemini, dan Grammarly. Manfaat utama yang dirasakan adalah efisiensi waktu, kemudahan akses informasi, dan transformasi strategi belajar. Namun, di sisi lain, muncul tantangan signifikan seperti penurunan potensi berpikir kritis, ketergantungan berlebihan, serta kekhawatiran terkait etika akademik dan kesesuaian dengan nilai-nilai keislaman. Persepsi mahasiswa bersifat ambivalen; mereka melihat AI sebagai alat bantu yang powerful namun juga menyadari risikonya terhadap integritas intelektual dan spiritual. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan integratif yang menggabungkan kemajuan teknologi dengan penguatan literasi etis-digital berbasis nilai-nilai pendidikan Islam.