Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

THE CONSTITUTIONAL DIMENSION OF OBSTRUCTION OF JUSTICE IN CORRUPTION CASES: A STUDY OF CONSTITUTIONAL JUSTICE CRISIS IN THE PT. TIMAH INDONESIA CASE: DIMENSI KONSTITUSIONAL OBSTRUCTION OF JUSTICE DALAM PERKARA KORUPSI: STUDI KRISIS KEADILAN KONSTITUSIONAL DALAM KASUS PT. TIMAH INDONESIA Maharani, Tiara; Mursyid, Ali Masyhar
Constitutional Law Society Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Pusat Studi Konstitusi dan Perundang-undangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jcls.v5i1.145

Abstract

The enforcement of anti-corruption law in Indonesia not only concerns the punishment of the main perpetrators but also the protection of the judicial process itself. One of the serious threats to the integrity of the judicial system is obstruction of justice, which interferes with the process of investigation, prosecution, and adjudication of corruption cases. Article 21 of the Indonesian Anti-Corruption Law regulates obstruction of justice as an independent offense intended to safeguard the judicial process. However, its practical enforcement often reveals inconsistencies that undermine constitutional justice. This article analyzes obstruction of justice from the perspective of constitutional law by positioning it as a constitutional offense that threatens the fundamental principles of the rule of law and judicial independence. Using a normative juridical method with constitutional, statutory, conceptual, and comparative approaches, this research examines the PT Timah corruption case, particularly the decision of the Pangkalpinang District Court concerning obstruction of justice committed by Toni Tamsil. The findings reveal a significant disparity between the normative framework of Article 21 of the Anti-Corruption Law and its application in judicial practice. The relatively light sentence imposed in the case reflects a broader crisis of constitutional justice in the enforcement of obstruction of justice in Indonesia. The study argues that obstruction of justice should be treated as a constitutional offense because it directly undermines the integrity of the judiciary, weakens anti-corruption efforts, and erodes public trust in the rule of law. Strengthening constitutional interpretation in the enforcement of obstruction of justice is therefore necessary to ensure the protection of judicial independence and the effectiveness of corruption eradication.
Kepemilikan Persetujuan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik Fungsi: Menjamin Legalitas dan Keamanan di Lembaga Pendidikan Hadiyantina, Shinta; Cahyandari, Dewi; Paramitha, Amelia Ayu; Maharani, Tiara; Sudrajadad, Alfira Yushardinar
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2025): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2025 - April 2026)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i1.1388

Abstract

Kepemilikan PBG dan SLF merupakan bukti legalitas sebuah bangunan. Selain itu, hal tersebut adalah salah satu bentuk tanggung jawab dan upaya yayasan untuk menjamin keamanan serta keselamatan dalam penyelenggaraan pendidikan. Penulisan ini menitikberatkan pada pemenuhan PBG dan SLF dalam penyelenggaraan yayasan pendidikan. Dokumen PBG dan SLF memiliki banyak fungsi antara lain memastikan bangunan gedung berstatus legal, memenuhi standar yang menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan bagi penggunanya. Tujuan penulisan ini untuk memberikan informasi pentingnya kepemilikan PBG dan SLF khususnya bagi yayasan penyelenggara pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kendala dalam pemenuhan persyaratan PBG dan SLF terletak pada birokrasi, sistem, dan pemahaman masyarakat. Hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk persoalan untuk mendapatkan solusi sehingga meminimalkan keengganan masyarakat untuk melakukan pengurusan dokumen PBG dan SLF.
Co-Authors Adi Neka Fatyandri Adlina, Zuraidah Ahmad Fauzan Ali Masyhar Alibasjah Inggriantara Amroni, Amroni Ana Hardiana, Ana Anggraeni, Egi Syahrah As Falah, M. Fikri Atmajaya, Lakeyssa Faith Aulia Putri, Yuliana Ayu Herzanita Azkiya, Zafira Zia Azzahra Anggraeni, Laila Daud Karel Walanda Dewi Cahyandari, Dewi Dewi, Wiwiek Nurkomala Ernah, Ernah Fadillah, Khansa Lubna Faizah, Sarah Fajar, Inayah Alifia Farraz, Shafira Fawwaz Al Faruq, Nisa Hanan Al Fitri Nur Rahmadani Fitriana, Aisyah Fransiska, Firnanda Zuni Gunawan, Syahrul Hanum, Nayla Nur Alifia Herwani, Suci Hery Widijanto Hidayat, Fitri Irfianti, Nasywa Putri Irwan Irwan Isbandi, Muhammad Izdan Kanivia, Aan Madonna, Metha Maesaroh, Elisa Marsani Asfi Marzila, Fely Melani, Rhesya Putri Mery Napitupulu Mukhamad Nurhadi, Mukhamad Muqtadir, Hisyam Aufa Musiana Yudhawasthi, Ciwuk Ningsih, Heni Anggraeni Panjaitan, Rosita Paramitha, Amelia Ayu Primandhana , Wiwin Priana Puspitarini, Dewi Anggun Putra Ananda, Febri Putri, Aisyah Adinda Putri, Rizka Amalia Putu Nina Madiawati Rahmadani, Agung Rahmannisa, Farsya Yulia Rahmatika, Nur Auliya Rahmatin, Leily Suci Rakanita Dyah Ayu Kinesti, Rakanita Dyah Ayu Ramadani, Pino RIOFITA, HENDRA Rosianah, Chaoliyah Rosmita Nuzuliana, Rosmita Rumi Suwardiyati Ryandoko, Rifqi Fauzi Nursyaban Sadiyyah, Putri Aulia Sajidah, Hanah Setiawan, Fanny Andriani Shinta Hadiyantina Shofiyah, Shofiy Siswana Sudjati, Xaviera Qatrunnada Djana Sudrajadad, Alfira Yushardinar Supaat, Dina Imam Suroyya, Khayya Sa`adatun Nuris Syahputri, Salsabila Dia Syeptri Agiani Putri Syuhada, Rahmad Tampilen, Tampilen Tristania, Auriel Wafiq Ummul Mustaqimah, Ummul V, Vidyastuti Valentino, James Wirhanuddin, Wirhanuddin Yanti, Suci Rama Zukhra, Ririn Muthia