Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF THE RECIPROCAL TEACHING MODEL ON THE SCIENCE LEARNING OUTCOMES OF GRADE V STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL INPRES 12/79 POLEWALI, BONE DISTRICT Sitti Jauhar; Satriani DH; Rezkyamaliyah Ananda
Global Journal Basic Education Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35458/gjp.v5i1.4917

Abstract

This study uses a quantitative approach that aims to determine the effect of the Reciprocal Teaching model on the learning outcomes of fifth-grade students of SD Inpres 12/79 Polewali, Bone Regency. The type of research used is Pre-Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest design. The research variables consist of the Reciprocal Teaching model as the independent variable and the learning outcomes of the sciences as the dependent variable, with a total of 24 students as subjects. The data collection technique uses a learning outcome test before and after the application of the Reciprocal Teaching model. Data analysis was carried out through descriptive and inferential statistics. The results showed that the average pretest score was 41.46 and the posttest was 76.88, resulting in an increase of 35.42. The results of the hypothesis test showed a significance value of 0.000 <0.05. Thus, it can be concluded that the Reciprocal Teaching model has a significant effect on the learning outcomes of fifth-grade students of SD Inpres 12/79 Polewali, Bone Regency
Optimalisasi Penggunaan Laboratorium IPS/PKn Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mahasiswa PGSD VI Bone UNM Andi Sri Wahyuni Mumang; Sitti Jauhar; Muhammad Awal Nur; Nursalim; Andika Marsuki
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service is motivated by the low utilization of the Social Studies/Civics Laboratory as a learning support facility in the Elementary School Teacher Education Program VI Bone at Makassar State University. The problems identified include the minimal use of the laboratory in lectures, students' limited understanding of the laboratory's functions, and the suboptimal condition of the facilities and infrastructure. This community service aims to optimize the use of the Social Studies and Civics Laboratory in an effort to improve the quality of student learning. The method employed is an educational participatory approach, consisting of three stages: observation, planning, and implementation. The results of the activity showed students' enthusiasm for using the laboratory; moreover, students were able to understand the functions and usage of the laboratory. Optimization of laboratory use provides a more concrete and meaningful learning experience, thereby having a positive impact on the quality of student learning. This activity is expected to encourage the sustainable and integrated use of laboratories in the lecture process
Hubungan Literasi Numerasi dengan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Negeri 6 Kulo Kabupaten Sidrap Rosmalah .; Sitti Jauhar; Nurul Aulia Muhammad
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2026): Januari
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i3.75902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi numerasi dengan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV SD Negeri 6 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 18 siswa sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui instrumen angket literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi numerasi siswa mayoritas berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 64,44, sedangkan kemampuan berpikir kritis juga dominan berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 57,67. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis dengan nilai korelasi sebesar 0,945 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi literasi numerasi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis yang dimiliki. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan literasi numerasi dalam pembelajaran untuk mendukung pengembangan berpikir kritis siswa sejak dini.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD INPRES 5/81 BAJOE KABUPATEN BONE Sitti Jauhar; Satriani,DH Satriani,DH; Harnensi Harnensi
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2026): April
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i4.83029

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar dalam menerapkan model pembelajaran Kooperatif Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS siswa kelas IV SD Inpres 5/81 Bajoe Kabupaten Bone. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IVA yang berjumlah sebanyak 18 siswa dan wali kelas IV. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Tekhnik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan proses pembelajaran yang optimal dari siklus I ke siklus II dilihat dari aktivitas guru dalam melaksanakan rancangan pembelajaran yang baik sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Kooperatif Scramble. Aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dilihat dari hasil pengamatan selama berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Adapun hasil belajar siswa pada siklus I terdapat 12 dari 18 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 74,4 dengan persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 67%(cukup), sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II terdapat 16 dari 18 siswa mencapai nilai tuntas dengan nilai rata-rata 83,05 dengan persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 89% (baik). Hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Koopeatif Tipe Scramble dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa.