p-Index From 2021 - 2026
5.971
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Parole: Journal of Linguistics and Education Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Harmonia: Journal of Research and Education Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Arbitrer IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Panggung Ranah: Jurnal Kajian Bahasa TOTOBUANG Lire journal (journal of linguistics and literature Berumpun: international journal of social, politics and humanities Research and Innovation in Language Learning PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Humaniora Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Journal Sampurasun : Interdisciplinary Studies for Cultural Heritage JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Journal of Social Research Makara Human Behavior Studies in Asia Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Studies in English Language and Education Eduvest - Journal of Universal Studies Midang Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Panggung Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Journey: Journal of English Language and Pedagogy Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Jejak Budaya di Balik Nama Toko di Wilayah Tuparev, Karawang Shinta Pramesti Burhan; Cece Sobarna; Ani Rachmat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/hyxesa20

Abstract

Kajian lanskap linguistik di Indonesia umumnya berhenti pada deskripsi distribusi bahasa dan belum banyak membedah lapisan makna ideologis di balik pilihan nama toko, terutama di kawasan perdagangan skala menengah seperti Karawang; celah inilah yang mendasari penelitian ini. Penelitian ini mengkaji makna denotatif dan konotatif tanda-tanda kebahasaan pada papan nama toko di kawasan Jalan Tuparev, Karawang. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dua tingkat (denotasi dan konotasi), penelitian ini menganalisis 34 papan nama toko yang dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pemilik toko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mendominasi penggunaan bahasa pada papan nama (55,88%), diikuti oleh campur kode Indonesia–Inggris (26,47%), bahasa Inggris murni (8,82%), bahasa Tionghoa (5,88%), dan campur kode Indonesia–Angka (2,94%). Pada tataran denotatif, papan nama berfungsi sebagai penanda produk, lokasi, dan identitas pemilik. Pada tataran konotatif, ditemukan nilai-nilai yang lebih kompleks, meliputi: (1) identitas etnis dan kultural, khususnya pada toko Tionghoa dan toko dengan nama berbahasa asing; (2) aspirasi sosial dan ekonomi melalui penggunaan metafora kemewahan seperti “Istana” dan “Boss”; (3) nilai religiositas dan doa melalui pemilihan nama yang mengandung harapan; (4) dinamika budaya pop dan pengaruh era yang tercermin pada nama-nama yang terinspirasi peristiwa viral pada masanya; serta (5) strategi pemasaran berbasis ideologi bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa papan nama toko bukan sekadar penanda komersial, melainkan merupakan ruang semiotis yang merekam ideologi, memori sosial, dan negosiasi identitas komunitas pedagang di Karawang.
Campur Kode Bahasa Sunda Pada Live Streaming XXGANG di Channel Youtube Luthfi Halimawan Aprodhita Al Fattah Ar Razzaq; Cece Sobarna; Hera Meganova Lyra
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1276

Abstract

Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam suatu tuturan merupakan fenomena yang umum terjadi pada masyarakat nilingual. Salah satu bentuknya adalah campur kode yang banyak ditemukan dalam konten live streaming di media sosial. Penelitian bertujuan untuk mengkaji serta menjelaskan berbagai jenis campur kode yang muncul pada live streaming XXGANG di channel Youtube Luthfi Halimawan. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat. Berdasarkan analisis terhadap 21 video live streaming, ditemukan 104 data campur kode yang terdiri atas 58 data campur kode ke dalam (inner code mixing), 41 data campur kode ke luar (outer code mixing), dan 5 data campur kode campuran (hybrid code mixing). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia sebagai unsur campur kode ke dalam lebih dominan dibandingkan pemakaian bahasa asing. Penelitian ini menunjukan bahwa ruang yang mendorong munculnya praktik kebahasaan multilingual dalam komunikasi sehari-hari adalah media digital.