p-Index From 2021 - 2026
6.786
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam Edulib Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Jurnal Studi Komunikasi Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini PROSIDING KOMUNIKASI Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Agregasi Indonesian Journal of Economics, Social, and Humanities Jurnal Profetik Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi LINIMASA: JURNAL ILMU KOMUNIKASI Jurnal Manajemen Komunikasi Communication DIALEKTIKA Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Politikom Indonesiana Ilomata International Journal of Management Coverage: Journal of Strategic Communication Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran (JINOTEP) Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Medium : Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Journalism, Public Relation, and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Komversal: Jurnal Komunikasi Universal Journal of Sustainable Tourism Research Ilomata International Journal of Management Jurnal Pewarta Indonesia Journal of Servite Ilomata International Journal of Social Science Jurnal Media Informatika Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi (Telangke) Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Causalita: Journal of Psycology ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Politeia : Journal of Public Administration and Political Science and International Relations Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Communica : Journal of Communication Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi Jurnal Komunikasi & Media Digital Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Komunikasi Pemasaran Koperasi Jasa Keuangan Syariah Di Jawa Barat Ilham Gemiharto
KOMVERSAL Vol 1 No 1 (2019): Komversal : Jurnal Komunikasi Universal
Publisher : Program Studi Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/komversal.v1i1.128

Abstract

Tulisan ini membahas hasil penelitian mengenai pengembangan model komunikasi pemasaran bagi koperasi sebagai upaya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat dengan mengambil studi kasus pengembangan model komunikasi pemasaran salah satu koperasi jasa keuangan syariah di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Sektor pemasaran bagi lembaga koperasi yang memiliki usaha dalam bidang keuangan merupakan sektor yang vital untuk dapat terus berkembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data deskriptif. Penelitian ini mengevaluasi model komunikasi pemasaran yang selama ini dijalankan oleh koperasi sebagai suatu lembaga ekonomi masyarakat. Dengan mengambil studi kasus dari koperasi jasa keuangan syariah di Kabupaten Bogor, melalui penelitian ini dikembangkan suatu model komunikasi pemasaran yang lebih memadai bagi koperasi yang bergerak dalam bidang keuangan dan pembiayaan berbasis syariah yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan tertinggalnya badan usaha koperasi dibandingkan badan usaha lainnya jika dilihat dari aspek komunikasi pemasarannya. Diantaranya adalah biaya operasional yang relatif tinggi sedangkan bagi hasil rendah, jenis layanan masih terbatas, produk kurang dikenal pasar, rendahnya kompetensi pengurus koperasi, belum menerapkan teknik pemasaran yang efektif, dan wilayah pemasarannya masih bersifat lokal.
Komunikasi Digital Dalam Bisnis Online Produk UMKM “SO WHAT” di Era Normal Baru Daruning Rahayu; Eni Maryani; Ilham Gemiharto
Communication Vol 12, No 1 (2021): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v12i1.1341

Abstract

Peran Usaha Kecil dimasa pandemi untuk terus menggerakan ekonomi masyarakat di level menengah ke bawah melalui adaptasi teknologi menarik untuk dicermati. Tulisan ini akan mengangkat pengalaman ‘So What’ sebagai sebuah UMKM yang menghadapi kendala di masa pandemi dengan terus berinovasi dalam produk serta beradaptasi secara teknologi. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana implikasi pemnggunaan komunikasi digital terhadap UMKM? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Kasus penelitian yang dipilih adalah salah satu UMKM ‘So What’ yang memiliki produk minuman beradaptasi dengan komunikasi digital dan menjalankan bisnis dengan sistem online dan berhasil bertahan di masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa So What menggunakan aplikasi digital untuk menjalankan bisnisnya secara online dan berhasil meningkatkan keuntungannya setiap tahun dan bertahan di amsa pandemi. Implikasi sistem bisnis online adalah diberlakukannya transaksi keuangan elektronik akan tetapi “So What” tetap menggunakan sistem hybrid yaitu menerima tranksasi elektronik dan juga secara tunai. Kebijakan tersebut diambil karena mempertimbangkan masih terdapat kendala-kendala dalam penggunaan transaksi elektronik. Beberapa kendala teknis transaksi elektronik dari sisi konsumen yaitu a) tidak semua konsumen memiliki aplikasi yang digunakan dalam pemasaran produk ‘So What’, b) tidak semua konsumen juga selalu memiliki saldo pada aplikasi tersebut, dan c) tidak semua konsumen juga memahami transaksi online dengan baik. Sementara disisi produsen dalam hal ini internal “So What” kendalanya adalah kapasitas jaringan internet yang memiliki belum memiliki kestabilan yang tinggi sehingga kadangkala memiliki masalah saat melakukan verifikasi pemesanan.
Branding Riau The Homeland Of Melayu Untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Dan Kunjungan Wisata Di Provinsi Riau Atika Fajriandhany; Ilham Gemiharto; Edwin Rizal
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v2i3.29696

Abstract

Branding menjadi salah satu alat atau perantara bagi masyatakat agar dapat kenal dengan sebuah destinasi pariwisata.Penelitian ini menjelaskan bahwa branding merupakan sebuah identitas dalam memperkenalkan potensi dan keunggulan pasriwisata yang ada di daerah tertentu termasuk Provinsi Riau. Maka dari itu pemerintah Provinsi Riau membentuk sebuah branding yang mewakili dan memperkenalkan daya tarik wisara yang ada di Provinsi Riau.Riau The Homeland Of Melayu adalah sebuah tagline branding provinsi riau yang diharapkan dapat memperkenalkan pariwisata Riau yang selama ini menjadi daya tarik Provinsi Riau. Branding ini bukan hanya sekedar logo semata namun branding Riau The Homeland Of Melayu merupakan sebuah keseluruhan ,makna dan nilai yang tertanam di dalamnya. Branding Riau The Homeland Of Melayu juga menjadi brand destinasi yang mecakup unsur wisata dan budaya. Sebuah destinasi pariwisata tidak dipandang sebagai suatu tempat tapi juga dianggap sebagai tempat yang memiliki Cultural dan natural value. Branding inilah yang nantinya di harapkan dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap pariwisata Provinsi Riau dan berkunjung ke Provinsi Riau. Branding Riau The Homeland of Melayu ini untuk membangun identitas pariwisata Riau. .Riau The Homeland of Melayu menjadi media untuk menyampaikan gagasan mengenai pariwisata unggulan yang ada di Provinsi Riau. Daya tarik wisata merupakan salah satu dimensi yang sangat penting dalam pembentukan brand pariwisata. Tanpa Adanya daya tarik wisata maka pariwisata mungkin tidak ada yang istinewa dari suatu daerah ini pun akan mengakibatkan tingkat kunjungan wisata akan menurun . Kesalahan dalam mengelola daya tarik wisata akan berdampak pada penurunan citra pariwisata dan juga mengurangi tingkat kunjungan .Penelitian mengunakan metode penelitian studi literatur yang mana mengumpulkan referensi yang relevan dan terkait dalam pembahasan mengenai branding dan brand destinasi. Penelitian ini juga menggunakan metode observasi yang mana peneliti juga mengamati kegiatan promosi seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Riau dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Riau dalam mempromosikan Rau The Homeland Of Melayu .Dalam memepromosikan Branding Riau The Homeland Of Melayu Dinas Pariwisata Provinsi Riau memiliki strategi promosi sendiri antara lain Paid Media, Owned Website dan , Social Media.
Analysis of Intercultural Communication in Implementation of Independent Student Exchange Program Eka Yusup; Ilham Gemiharto
Ilomata International Journal of Social Science Vol 3 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.443 KB) | DOI: 10.52728/ijss.v3i1.416

Abstract

Since 2021 the Ministry of Education, Culture, Research and Technology has launched the Independent Student Exchange program as part of the Merdeka Campus Program. The Independent Student Exchange Program began to open online registration in June 2021, and has now entered the program implementation stage. One of the main goals of the Independent Student Exchange Program is to explore and get to know the cultural diversity of the archipelago and make friends with fellow students from different cultural backgrounds. This study aims to analyze aspects of intercultural communication that occur in the implementation of the Independent Student Exchange Program, such as how cultural interactions among students, how each student displays their cultural identity, and how to adapt to fellow students. This research uses a qualitative approach, an exploratory paradigm, in a case study perspective. The data collection process was carried out under natural conditions in the form of observation, in-depth interviews and documentation studies. This study concludes that although there are many differences in cultural backgrounds, students try to adapt to their peers who have different cultural backgrounds. The main obstacle in intercultural communication is the language barrier, because even though both speak Indonesian, the influence of local languages is still very strong, so sometimes the same vocabulary has different meanings and meanings. The results of the study also found several cases related to stereotypes against certain ethnic groups, the existence of ethnocentrism among program participants and various difficulties in adapting to fellow program participants.
STRATEGI BRANDING BIRO HUMAS KOTA BOGOR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BOGOR SMART CITY Ilham Gemiharto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.065 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1415

Abstract

ABSTRAK  Smart city merupakan strategi untuk menghadapi permasalahan yang semakin meningkat di perkotaan agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kualitas hidup warganya. Beberapa kota besar di Indonesia mulai melaksanakan program smart city. Smart city diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi oleh beberapa kota besar di Indonesia, seperti permasalahan lingkungan, permasalahan transportasi umum, permasalahan sosial, krisis ekonomi, pelayanan publik oleh pemerintah dan lain sebagainya. Untuk mewujudkan Bogor Smart City, setidaknya ada lima indikator yang harus dipenuhi sebuah kota untuk memenuhi predikat Smart City antara lain mencakup hal-hal seperti ekonomi pintar (smart economy), Mobilitas pintar (smart mobility), Lingkungan pintar (smart environment), kehidupan pintar (smart living), masyarakat pintar (smart people) dan pemerintah pintar (smart governance).Penelitian mengenai strategi Humas Pemerintah Kota Bogor dalam pelaksanaan program Bogor Smart City ini menggunakan metodologi kualitatif. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis studi kasus berdasarkan metode, data, dan triangulasi sumber. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan berupa obsevasi, wawancara mendalam.Berdasarkan hasil penelitian ini strategi branding Humas Kota Bogor dalam Program Smart City Kota Bogor sudah cukup efektif, hal ini terlihat dari hasil wawancara mendalam dengan informan dan narasumber penelitian yang menyatakan bahwa pernyataan yang diberikan signifikan dengan efektivitas strategi komunikasi yang dilakukan. Upaya komunikasi melalui berbagai media dinilai sudah efektif namun terdapat media yang perlu ditingkatkan agar pemasaran dapat berjalan lebih optimal, yaitu melalui media daring (online), baik melalui media sosial maupun website. Kata kunci: strategi branding, biro humas, smart city, Kota Bogor.    
The Challenges of the Digital Divide in the Online Learning Process During the COVID-19 Pandemic in Indonesia Ilham Gemiharto; H.E. Niluka Priyadarshani
Ilomata International Journal of Management Vol 3 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52728/ijjm.v3i1.426

Abstract

The digital divide is one of the problems faced by the government since the COVID-19 pandemic occurred. All face-to-face activities in all development sectors are transferred online. The unpreparedness of communication technology infrastructure in Indonesia is one of the obstacles to online learning activities that require a stable internet connection, even in urban areas that already have communication infrastructure with 5G networks. However, it turns out that the problem is not only with infrastructure, what is more important than that is the opportunity and ability of the community to use communication technology. In this study, researchers limit research to only discussing the challenges of the digital divide in the online learning process during the COVID-19 pandemic in Indonesia with research locations in three districts in West Java in 2020-2021. This research uses a qualitative approach, an exploratory paradigm, in a case study perspective. The data collection process was carried out under natural conditions in the form of observation, in-depth interviews and documentation studies. This study concludes that collaboration between government officials and the community has a positive impact on people's opportunities to carry out online learning processes during the COVID-19 pandemic. The challenges of the digital divide faced during the digital learning process can be partially overcome by collaboration between the government, the community and the private sector, although the approach taken is different at each research location.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI UNTUK ANAK USIA DINI Yuniar Eka Putri; Rd Funny Mustikasari Elita; Ilham Gemiharto
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i2.16023

Abstract

Kebijakan social distancing dan physical distancing yang ditetapkan pemerintah dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 memberikan dampak pada kegiatan belajar mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Proses belajar mengajar pada anak usia dini yang cenderung melibatkan tatap muka, interaksi dan keterlibatan secara langsung harus dilakukan melalui pembelajaran online atau daring. Diperlukan sebuah media pembelajaran yang dapat menciptakan atmosfer sekolah walaupun kegiatan sekolah ditutup, yaitu melalui pemanfaatan media sosial WhatsApp karena dinilai sangat mudah digunakan bagi orang tua  dan memiliki banyak fitur yang memudahkan kegiatan belajar mengajar bagi anak usia dini. Penelitian ini mengambil tujuan untuk melihat bagaimana dan sejauh apa pemanfaatan media sosial WhatsApp dapat mengubah perilaku belajar anak usia dini di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan mengambil lokus penelitian di TPA Bale Bermain Anwari Jakarta Timur. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatsApp dinilai cukup efektif sebagai media pembelajaran daring karena dapat menjadi sarana edukasi dan evaluasi dari kegiatan belajar mengajar bagi anak usia dini. Namun demikian, penggunaan jaringan internet masih menjadi kendala bagi guru dan orang tua  sehingga membutuhkan kebijakan baru dalam dunia pendidikan selama masa pandemi agar tetap tercipta pendidikan Indonesia yang bermutu dan berkualitas.
Digital Media and Public Access to Educational and Political Information in Pangandaran in the Digital Age Eni Maryani; Subekti Wirabhuana Priyadharma; Ilham Gemiharto
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 7, No 2 (2022): December 2022 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v7i2.748

Abstract

This study discusses the use of digital media and the public’s access to information in the fields of education and politics in Pangandaran Regency, West Java. In regards to assumptions of the Social Constructionism Theory (SCOT), people’s understandings about the presence of technology in their life    depend on how they interpret and treat the technology. As to the assumptions related to the public sphere, the potential for digital media to serve as a public sphere could also be questioned. This research uses a case study conducted by applying several data collection techniques, namely; in-depth interviews, observation and documentation studies. This study found that the high use of digital media in Pangandaran is not only the result of easy access but also people's perspectives of technology. Digital media can be an alternative to find educational information.  However, there is still a lack of information which is needed very much by the public about educational scholarships and studies at universities.  Meanwhile, political information is limited due to a lack of effort to disseminate government programs that are directly related to or will directly benefit the public. Based on these findings, it can be concluded that digital media has the potential to become a public sphere with a very limited function, namely a sphere where public interests can be discussed and citizens’ awareness of and participation in education and politics can be increased. In addition, the use of digital media can only be increased if there is awareness among individuals or institutions to utilize digital media so that the quality of digital literacy and political will possessed by all parties including the public, government and members of the Pangandaran Regency Regional House of Representatives will improve accordingly.
Pelatihan Manajemen Media Digital Bagi Praktisi Media Lokal di Era Digital Eni Maryani; Ilham Gemiharto; Sinta Ningrum; Subekti Priyadharma
Journal of Servite Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of SERVITE
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/102004220221

Abstract

Berdasarkan analisis situasi yang dilakukan diasumsikan pelatihan bertema ‘Manajemen Media Digital bagi Praktisi Media Lokal” dibutuhkan oleh praktisi media lokal di Kabupaten Pangandaran dalam menghadapi era digital. Pelatihan yang kemudian dilakukan oleh tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Fikom Unpad ini menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan peserta terbatas. Peserta terdiri dari para praktisi media lokal di Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pangandaran (AJP). Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelatihan yang dilakukan ditemukan beberapa hal berikut. Praktisi media lokal adalah sumber daya yang memiliki keterbatasan baik dari segi fasilitas maupun kapasitas akan tetapi sangat antusias untuk meningkatkan kualitas mereka dengan mengikuti pelatihan terutama terkait dengan media digital. Peserta pelatihan memiliki idealisme berbasis pada prinsip-prinsip jurnalis dan kepedulian pada kepentingan lokal. Diperlukan peningkatan kemampuan untuk mengemas konten lokal di media digital. WhatsApp Group dengan nama ‘Diskusi Unpad” yang dibuat atas inisiatif peserta merupakan output pelatihan yang menjadi ruang komunikasi antara akademisi dan praktisi untuk berbagi pengetahuan tentang beragam isu serta mencari solusi beragam masalah yang dihadapi.
EVALUASI MODEL KOMUNIKASI BIDAN DESA SEBAGAI UJUNG TOMBAK UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU BERSALIN DI KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT Dedi Rumawan Erlandia; Ilham Gemiharto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.913 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i2.7385

Abstract

Angka kematian ibu adalah risiko yang terkait dengan setiap kehamilan yaitu risiko obstetrik. Hal ini dihitung sebagai jumlah kematian ibu selama tahun tertentu per 100.000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Pada Tahun 2012, Angka Kematian Ibu Ratio (MMR) di Indonesia meningkat tajam menjadi 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup dibandingkan dengan 228 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Provinsi Jawa Barat merupakan penyumbang terbesar MMR tinggi di Indonesia dengan 369/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 dan 238/100.000 hidup kelahiran pada tahun 2010. Sukabumi merupakan salah satu kabupaten dengan MMR tertinggi di Jawa Barat dengan sebanyak 363/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 dan 226/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Sementara target MDG’s untuk MMR pada tahun 2015 adalah 102/100.000 kelahiran hidup. Semua program yang diarahkan pada peran bidan desa sebagai ujung tombak upaya penurunan AKI di Indonesia. Seorang bidan dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik aktif, dan dinamis, dan dapat diterima oleh masyarakat karena keberhasilan program dalam menurunkan AKI di Indonesia, 73% ditentukan oleh keahlian seorang bidan dalam melayani pasien. Seperti di kabupaten lain di Indonesia, setiap bidan di Kabupaten Sukabumi juga melayani persalinan dari satu atau dua desa di wilayah tersebut. AKI di Sukabumi menurun lebih dari 60% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya. Komunitas model komunikasi bidan di Kabupaten Sukabumi dianggap memiliki kontribusi penting terhadap prestasi tersebut.
Co-Authors Aceng Abdullah Aceng Abdullah Ade Kadarisman Agus Rusmana Agus Setiaman Aji Sabda, Galang Ikhwan Alya Rana Megananda Ariadne Shinta Dewi, Evie Asep Suryana Atika Fajriandhany Bambang Hermanto Berliana Wijayanti Bakti Dadang Sugiana Daruning Rahayu Deddy Mulyana Dedi Rumawan Erlandia Dian Fordian Duddy Zein Dwi Masrina Dwi Masrina Edwin Rizal Eka Yusup Ellisa Balqis Maulani Elnovani Lusiana Engkus Kuswarno Eni Maryani Eni Maryani Eshauqi Fitrayatra Evi Rosfiantika Evie Ariadne Shinta Dewi Evie Ariadne Shinta Dewi, Evie Ariadne Fakhri Zakaria Firman Alamsyah Taufik Robbi Funny Mustikasari Elita Galang Ikhwan Aji Sabda Gobel, Elrick H.E. Niluka Priyadarshani Hadi Suprapto Arifin Hafsah Nugraha Hanny Hafiar Hariani, Marisa Hasiana, Razahra Rugunnita Henny Sri Mulyani Rohayati Ikhwan Aji Sabda, Galang Ivany Hanifa Rahmi Iwan Koswara iwan koswara, iwan Iwan Sukoco Juningsih, Elfira Rosa Kismiyati El Karimah Lilis Puspitasari Maryani, Eni Matsumoto, Seira Meria Octavianti Meria Octavianti Millenia, Leza Putri Molefe , Zanele Monica Dhelta Dwi Safitri Muhammad Anandi Noerrachman Muhammad Rizky Kusumawardana, Tubagus Naurah Lisnarini Ninis Agustini Damayani Novianita Rulandari Nuha, Mohammad Nadwa Ulin Nurul huda Priyadharma, Subekti Wirabhuana Putri Limilia Putri Trulline Refah, Abdul Aziz Risanti, Yuliani Dewi Samson CMS Setiaman, Luthfi Reihansyah Sinta Ningrum Subekti Wirabhuana Priyadharma Sukoco , Iwan Suwandi Sumartias Syifa Ayu Salsabilla Syifa Naufal Qisty Tine Silvana Rachmawati Trie Damayanti Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Yuniar Eka Putri Yuniar Eka Putri Yusup, Eka