Articles
Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Mawadah, Nurul;
Rahman, Subhannur;
Tasalim, Rian;
Mahmudah, Rifa’atul
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7048
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, mencapai 10,9% pada tahun 2018. Di Kalimantan Tengah, sekitar 15% populasi dewasa mengalami DMT2, dengan banyak kasus yang tidak terkontrol secara optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi kontrol gula darah adalah stres. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin yang mengganggu kerja insulin, serta memicu ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Di RSUD Hanau, strategi manajemen stres belum terintegrasi dalam layanan perawatan DMT2, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Hanau. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 30 pasien DMT2 di RSUD Hanau. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kadar gula darah pasien diukur menggunakan glukometer, sedangkan tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol, dan 43,33% mengalami tingkat stres yang berat. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kadar gula darah (r = 0,591, p = 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan tingkat stres berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah, menegaskan pentingnya manajemen stres dalam pengelolaan DMT2.
The Effect Of Wet Cupping Therapy On Reducing Cholesterol Levels In Menopause Women
Dwijayanti, Maulidya;
Friscila, Ika;
Rahman, Subhannur;
Iswandari, Novita Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14788
Latar Belakang: Menopause merupakan salah satu tahapan yang akan dilewati oleh seorang wanita, hal ini ditandai dengan terhentinya menstruasi secara permanen. Sebagian besar wanita menopause mengalami kenaikan kadar kolesterol dikarenakan penurunan fungsi tubuh, salah satunya penurunan hormon estrogen yang memiliki peran sebagai pengatur kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi dapat berdampak pada timbulnya penyakit kardiovaskular. Data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di tahun 2022 menyatakan sebanyak 856 orang wanita usia 45 keatas mengalami penyakit kardiovaskular.Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol pada wanita usia menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperiment dengan desain One Group Pretest Posttest. Pengambilan sampel ini dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 30 wanita menopause dengan kadar kolesterol tinggi (> 200 mg/dL). Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar observasi kadar kolesterol sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Kadar kolesterol sebelum diberikan terapi bekam basah mayoritas adalah kategori tinggi 100% dan setelah diberikan terapi bekam basah mayoritas kadar kolesterol turun menjadi normal sebesar 80%. Analisis bivariat berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai Pvalue sebesar 0,000 (< 0,05) sehingga H1 diterima.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bekam basah terhadap kadar kolesterol pada wanita usia menopause.Saran: Diharapkan masyarakat khususnya wanita menopause mengetahui secara umum manfaat yang dihasilkan oleh terapi bekam basah dan bisa menjadi terapi alternatif untuk penurunan kadar kolesterol dalam tubuh.Kata Kunci: Bekam Basah, Kolesterol, Menopause ABSTRACT Background: Menopause is one of the stages that a woman will go through, it is characterized by the permanent cessation of menstruation. Most menopausal women experience an increase in cholesterol levels due to a decrease in body function, one of which is a decrease in the hormone estrogen which has a role as a regulator of cholesterol levels. High cholesterol levels can have an impact on the onset of cardiovascular disease. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2022 stated that as many as 856 women aged 45 and over experienced cardiovascular disease.Purpose: Analyzing the effect of wet cupping therapy on lowering cholesterol levels in women of menopausal age.Methods: This study used a pre-experiment design with a One Group Pretest Posttest design. Sampling was done using purposive sampling technique. The sample size was 30 menopausal women with high cholesterol levels (> 200 mg/dL). This research data was taken using an observation sheet of cholesterol levels before and after being given wet cupping therapy. Then the data were analyzed using the Wilcoxon test.Results: Cholesterol levels before being given wet cupping therapy the majority were 100% high category and after being given wet cupping therapy the majority of cholesterol levels dropped to normal by 80%. Bivariate analysis based on the Wilcoxon test obtained a Pvalue of 0.000 (<0.05) so that H1 is accepted.Conclusion: There is an effect of wet cupping therapy on cholesterol levels in women of menopausal age.Suggestion: It is hoped that the community, especially menopausal women, will know in general the benefits produced by wet cupping therapy and can be an alternative therapy for lowering cholesterol levels in the body.Keywords: Wet Cupping, Cholesterol, Menopause
The Relationship Between PMR Students' Knowledge Level and Self Efficacy in Providing First Aid for Splint Dressing
Azizah, Rahmah Iva;
Gaghauna, Eirene E M;
Rahman, Subhannur;
Tasalim, Rian
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v6iS4.4188
Fracture is an emergency that requires immediate help to reduce the threat of danger to the victim, one of the causes of fractures is traffic accidents. Knowledge is a supporting factor for a person's self-efficacy in providing first aid in an accident that must be known by all groups, including high school students (PMR members). Objective to determine the relationship between the level of knowledge of PMR students to self-efficacy in providing first aid in bandage at SMAN 3 Banjarmasin. Method using a quantitative method with a cross sectional approach. The research sample of 36 people was then carried out the Chi-Square test. Based on the results of knowledge analysis on self efficacy, it showed a p-value of 0.01 <0.05 which means that there was a significant relationship between PMR students' knowledge and self efficacy in providing first aid for splint dressing. There needs to be follow-up and coordination by the school in providing first aid materials to students in a sustainable manner, with good knowledge, the self-efficacy of students in providing first aid is also good.
Program Sosis Education (Sosial Sex) dan Janar (Jauhi Narkoba)
Hongky, Hongky;
Adity, Muhammad Fresdy;
Muliani, Sri;
Tisi, Wanda Ceisara Monica Hinut;
Manto, Onieqie Ayu Dhea;
Fetriyah, Umi Hanik;
Rahman, Subhannur;
Irawan, Angga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.419
Masa remaja menjadi salah satu tahapan penting dalam kehidupan manusia. Secara psikologis, remaja masih belum stabil sehingga sering melakukan segala sesuatu dengan dasar coba-coba. Pendidikan seks di kalangan remaja masih sangat tabu untuk dibahas, begitu pula dengan bahaya narkoba. Akibatnya, remaja tidak memiliki informasi yang cukup mengenai kedua hal tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada munculnya keinginan remaja untuk mencoba dan dapat membahayakan generasi penerus bangsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai seksualitas dan bahaya narkoba, terutama pada remaja. Kegiatan ini kemudian dilakukan dengan member penyuluhan yang disertai dengan diskusi interaktif. Antusiasme peserta dalam kegiatan ini cukup baik, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan serupa masih sangat perlu untuk dilakukan.
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa di Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk
Rahman, Subhannur;
Al Kahfi, Rina;
Herawati, Anita;
Mahdiyah, Dede;
Vidiasari Darsono, Putri;
F. Talang, Jessica
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.6
Dampak dari paska bencana banjir yang masih dirasakan oleh masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk masih dirasakan sampai dengan saat ini. Beberapa permasalahan kesehatan jiwa yang ditemukan dari hasil pemeriksaan deteksi dini kesehatan jiwa (SRQ 29) ditemukan sebagian besar masyarakat setempat mengalami masalah kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi, sebagian kecil ada yang mengalami gejala psikotik akut dan PTSD. Pihak Desa masih belum menemukan cara ataupun solusi yang tepat yang bisa mereka gunakan untuk mengendalikan dan mencegahan masalah kesehatan jiwa yang muncul paska bencana banjir. Rasa ketakutan dan kecemasan terkadang sering muncul dari setiap warganya. Sehingga mereka merasa perlu adanya upaya yang tepat yang bisa dilakukan antara Pihak Penyedia Bantuan dan Aparat Desa Paku Alam untuk bisa bersama-sama menanggulangi permasalahan jiwa yang mereka tidak sadari. Deteksi dini kesehatan jiwa pada individu yang beresiko penting untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan mental individu dan upaya pencegahan permasalahan kesehatan jiwa sedini mungkin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Fokus Group Discussion (FGD) dengan memberikan edukasi, deteksi dini dan simulasi pencegahan masalahan kesehatan jiwa pen kepada Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk. Jumlah Masyarakat yang dijadikan sasaran kegiatan ini berjumlah 30 orang. Secara keseluruhan hasil dari kegiatan ini didapatkan masyarakat Desa Paku Alam mengerti tentang tata cara pencegahan masalah kesehatan jiwa.
Melestarikan Budaya Kinang Dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Desa Paku Alam Kota Banjarmasin Timur
Rahman, Subhannur;
Siti Nurhaliza;
Syrly, Syrly;
Fitriani, Elisa;
Susan Pradini, Raihana;
Kurnia, Wina
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.11
Kebiasaan mengunyah sirih sekarang ini sudah jarang atau bahkan ada yang tidak pernah mendengar istilah “nginang”. Aktivitas nginang merupakan aktivitas warisan leluhur yang sudah sangat langka dan hampir punah di Banjarmasin. Peminatnya sangat sedikit dan hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu desa daerah Banjarmasin Timur. Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan 12 informan. Informan yang dipilih adalah informan yang masih mengunyah sirih pinang ketika wawancara dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat disana mengalami peningkatan kebiasaan mengunyah sirih pinang, yang ditandai dengan kondisi giginya sangatlah bagus. Rata-rata masyarakat disana yang tidak memiliki kebiasaan menginang, mengalami kerusakan pada gigi seperti adanya karies gigi, gigi yang tidak utuh lagi, dan gigi. Penemuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Paku Alam kurang dalam merawat kesehatan gigi dan memicu adanya kerusakan pada gigi. Setelah dilakukan pengabdian, masyarakat disana mengalami perubahan pola pikir dan mereka memiliki keinginan yang kuat untuk menjadikan menginang sebagai kebiasaan mereka.
H HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II
Prasetya, Septa Adhi;
Irawan, Angga;
Rahman, Subhannur
Journal of Nursing Invention Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33859/jni.v4i1.294
Background: In the era of globalization there has been a shift from communicable diseases to non-communicable diseases, degenerative diseases are increasingly appearing, one of which is diabetes mellitus. One of the efforts to prevent and treat diabetes mellitus patients is to provide motivation in medication adherence in diabetes mellitus patients. Good motivation will affect increased compliance. Compliance in adhering to treatment plays an important role in maintaining the balance of blood sugar levels and minimizing the risk of complications. Objective: To find out the correlation between motivation and adherence to treatment in patients with diabetes mellitus type II at the PIR Butong Health Center. Methods: This type of quantitative research with a correlational study design with a cross sectional approach. The sample was type II diabetes mellitus patients who underwent routine treatment at the PIR Butong Health Center in January - February 2023 totaling 63 people and were taken using the accidental sampling technique. Retrieval of data using a questionnaire sheet. Data analysis used the Spearman Rho test. Result: Most of the respondents had good motivation, namely 33 people (52.4%), almost half of the respondents had low medication adherence, namely 23 people (36.5%). There is a significant relationship between motivation and medication adherence in type II. diabetes mellitus at the PIR Butong Health Center with a p-value (0.000<0.05). The value of r = -0.615 which means a high correlation coefficient or a high relationship between motivation and medication adherence. Conclusion: There was a correlation between motivation and adherence to treatment in patients with diabetes mellitus type II at the PIR Butong Health Center.
Hubungan Sosial Budaya, Ekonomi Terhadap Pemilihan Pengobatan Cedera Ankle Pelari Citraland Loop
Maulida, Cici Anggraina Maulida;
Mahmudah, Rifa’atul;
Rahman, Subhannur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3805
Cedera ankle merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami oleh para pelari, baik yang berorientasi pada prestasi maupun yang berlari untuk rekreasi. Keterbatasan biaya, akses terhadap layanan medis, serta dorongan lingkungan sosial menyebabkan sebagian masyarakat memilih pengobatan alternatif seperti “urut” sebagai langkah penanganan awal. Pemilihan metode tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor sosial budaya dan ekonomi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada komunitas pelari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial budaya dan ekonomi terhadap pemilihan pengobatan alternatif “urut” pada risiko cedera ankle di Komunitas Pelari Citraland Loop Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh anggota komunitas yang memenuhi kriteria terlibat dalam penelitian. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disusun untuk mengukur kecenderungan responden dalam memilih pengobatan alternatif serta faktor sosial budaya dan ekonomi yang memengaruhi keputusan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor sosial budaya dan ekonomi dengan pemilihan pengobatan alternatif “urut” (p < 0,05). Sebagian besar responden memilih “urut” karena kepercayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun serta pertimbangan biaya yang dinilai lebih terjangkau. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa faktor sosial budaya dan ekonomi memiliki peran penting dalam menentukan pilihan pengobatan cedera ankle. Oleh karena itu, integrasi antara pengobatan tradisional dan layanan medis formal diperlukan guna menghadirkan penanganan cedera olahraga yang lebih komprehensif dan efektif.
Hubungan kecanduan belanja online terhadap tingkat kecemasan mahasiswa putri
Yellika, Yellika;
Rahman, Subhannur;
Mahmudah, Rifa’atul;
Latifah, Latifah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/cr4amg52
Latar Belakang: Belanja online merupakan suatu fenomena yang sedang booming terjadi sekarang, dimana salah satu peminatnya adalah mahasiswa putri. Dampak penggunaan dari belanja online salah satunya adalah kecanduan, kecanduan ini jika tidak dipenuhi maka akan menimbulkan kecemasan. Yang dimana jika itu terjadi maka akan mengganggu aktivitas remaja putri dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecanduan belanja online dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa putri Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia Banjarmasin.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Sample penelitian berjumlah 255 orang dipilih dengan metode cluster sampling, analisis data yaitu analisis bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa didapatkan nilai (p = 0.021). Nilai ini menunjukan lebih kecil dari (p-value 0.000<0.05) bahwa terdapat hubungan antara kecanduan belanja online dengan tingkat kecemasan.Kesimpulan: Kecanduan belanja online berdampak pada meningkatnya kecemasan mahasiswa putri. Sehingga diharapkan mahasiswa putri lebih bijak dalam melakukan aktivitas belanja online, terutama dalam mengelola emosi dan stres agar tidak menjadikan belanja sebagai pelarian.
Hubungan tingkat stres, gangguan tidur dan kualitas hidup dengan derajat hipertensi pada pra lansia
Fakhirah, Afifah Ghina;
Tasalim, Rian;
Mahmudah, Rifa’atul;
Rahman, Subhannur
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/kjz9q321
Latar Belakang: Hipertensi pada pra lansia sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan gaya hidup seperti stres dan gangguan tidur yang berdampak pada kualitas hidup. Kondisi stres yang berkepanjangan serta pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk derajat hipertensi. Oleh karena itu, tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres, gangguan tidur, dan kualitas hidup dengan derajat hipertensi pada pra lansia guna mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi secara holistik.Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling pada 96 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara tingkat stres, gangguan tidur, dan kualitas hidup dengan tingkat keparahan hipertensi pada kelompok pra lansia.Kesimpulan: Temuan penelitian mengungkapkan adanya keterkaitan antara tingkat stres, gangguan tidur, dan kualitas hidup dengan kejadian hipertensi. Seseorang yang mengalami stres, gangguan tidur, serta memiliki kualitas hidup yang rendah cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hipertensi.