Claim Missing Document
Check
Articles

Program Sosis Education (Sosial Sex) dan Janar (Jauhi Narkoba) Hongky, Hongky; Adity, Muhammad Fresdy; Muliani, Sri; Tisi, Wanda Ceisara Monica Hinut; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Fetriyah, Umi Hanik; Rahman, Subhannur; Irawan, Angga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.419

Abstract

Masa remaja menjadi salah satu tahapan penting dalam kehidupan manusia. Secara psikologis, remaja masih belum stabil sehingga sering melakukan segala sesuatu dengan dasar coba-coba. Pendidikan seks di kalangan remaja masih sangat tabu untuk dibahas, begitu pula dengan bahaya narkoba. Akibatnya, remaja tidak memiliki informasi yang cukup mengenai kedua hal tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada munculnya keinginan remaja untuk mencoba dan dapat membahayakan generasi penerus bangsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai seksualitas dan bahaya narkoba, terutama pada remaja. Kegiatan ini kemudian dilakukan dengan member penyuluhan yang disertai dengan diskusi interaktif. Antusiasme peserta dalam kegiatan ini cukup baik, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan serupa masih sangat perlu untuk dilakukan.
Cerdas (Cegah, Edukasi, Sayangi Diri): Program Remaja Sehat Bebas Penyakit Menular Seksual Rahmayani, Dini; Fazraningtyas, Winda Ayu; Fetriyah, Umi Hanik; Yamani, Namira Talitha; Maulida, Neli; Grencia, Neni; Andini, Ni Nyoman Jero; Sari, Niluh Putu Asti Purnama; Normala; Anisa, Nur; Nazmi, Nurlina; Salsabila, Putri; Mukti, Ranisa; Fadlianoor, Renaldy; Rinita; Shabilla, Risqina Meilin; Ritni
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.825

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap remaja. Minimnya edukasi dan adanya stigma sosial menyebabkan rendahnya pemahaman tentang pencegahan PMS. Pentingnya edukasi sejak dini mengenai PMS adalah karena tanpa intervensi yang memadai, remaja berisiko tinggi terjangkit PMS akibat perilaku seksual berisiko, minimnya akses terhadap informasi dan layanan reproduksi, serta kesulitan mengambil keputusan sehat. Jika edukasi tidak dilakukan, konsekuensinya bisa meliputi penularan penyakit, komplikasi kesehatan jangka panjang seperti infertilitas dan komplikasi kehamilan, serta beban psikososial dan finansial bagi individu maupun sistem kesehatan. Data terbaru menunjukkan bahwa di Indonesia, remaja termasuk kelompok paling rentan terhadap IMS prevalensi IMS pada perempuan usia 15–24 tahun mencapai sekitar 17,1 %. Selain itu, tinjauan literatur periode 2015–2023 mencatat prevalensi HIV/AIDS sebesar 0,3 %, sifilis 1,2 %, serta gonore pada kelompok remaja cukup tinggi. Angka-angka ini semakin mempertegas urgensi edukasi reproduksi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk remaja sebagai strategi preventif yang sangat dibutuhkan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada siswa SMA 1 Sungai Tabuk terkait PMS, termasuk pengertian, jenis, penularan, dan pencegahannya. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif, yang melibatkan siswa SMA 1 Sungai Tabuk sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan pada sebagian besar siswa. Beberapa siswa mengalami peningkatan signifikan (hingga +38 poin). Edukasi berhasil meningkatkan kesadaran mengenai risiko PMS dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Simpulan: Program edukasi berbasis sekolah efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang PMS serta dapat dijadikan strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko.
Hubungan usia dan kadar hemoglobin pre transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia Eliya, Pega; Fetriyah, Umi Hanik; Wijaksono, Muhammad Arief; Mahdiyah, Dede
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/java6549

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia pada anak memerlukan transfusi darah untuk mempertahankan kadar hemoglobin sesuai target agar mengurangi resiko penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan kadar hemoglobin  pre-transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik cross-sectional dengan 32 sampel anak Thalasemia yang diambil melalui purposive sampling. Data kadar hemoglobin diambil dari rekam medis, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner PedsQL. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (62,5%), rata-rata berusia 11-18 tahun, dan hampir seluruhnya dengan kadar hemoglobin Pre Transfusi dibawah rata-rata (<9,5 gr/dL) (93,8%). Hasil uji usia dengan kualitas hidup pada anak penyandang Thalasemia (p= 0,529; r= -0,116). Hasil uji kadar hemoglobin pre-transfusi dengan kualitas hidup anak (p= 0,000; r= 0,852).Kesimpulan: Usia tidak memengaruhi Hb pra-transfusi anak thalasemia. Namun, Hb yang lebih tinggi berhubungan positif dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, kepatuhan jadwal transfusi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Hubungan nilai kadar feritin dan lama sakit dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia Trianjani, Yesa Septia; Fetriyah, Umi Hanik; Palimbo, Adriana; Noval, Noval
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/2n75ng49

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia dengan transfusi berulang dapat menurunkan kualitas hidup anak akibat penumpukan zat besi. Kadar feritin dan lama sakit diduga berhubungan dengan kualitas hidup.Metode: Penelitian cross-sectional pada 48 anak thalasemia. Kualitas hidup diukur dengan PedsQL 4.0, data feritin dan lama sakit dari rekam medis, dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Tidak ada hubungan antara kadar feritin dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia (p = 0,836; r = 0,031). Tidak terdapat hubungan antara lama sakit dengan kualitas hidup anak (p = 0,513).Kesimpulan: Kadar feritin dan lama sakit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup anak penyandang Thalasemia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup anak dipengaruhi oleh faktor lain di luar dua variabel tersebut.
Hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang talasemia Alpian, Ridho; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Mahdiyah, Dede
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/sqyt1250

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Talasemia sering mengalami penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada kualitas tidur dan dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang Talasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 32 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner SDSC. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 6–12 tahun, dengan lama sakit talasemia ≥5 tahun, mayoritas memiliki kadar hemoglobin pra transfusi <9 g/dL dan mengalami gangguan tidur. Skor tertinggi pada subskala SDSC terdapat pada Sleep Hyperhidrosis dengan keluhan berkeringat di malam hari, diikuti Disorders of Excessive Somnolence, sementara subskala lainnya lebih rendah. Hasil uji Fisher’s Exact p = 0,004.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur anak Talasemia. Pemantauan hemoglobin  secara berkala dan rutin transfusi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan social support dengan perilaku bullying pada anak sekolah menengah pertama Husna, Jum’atul; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/whf0qc78

Abstract

Latar Belakang: Social support merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perilaku remaja, termasuk dalam keterlibatannya pada perilaku bullying. Remaja dengan social support yang rendah cenderung lebih rentan untuk terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara social support dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 3 Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian sebanyak 528 siswa dengan jumlah sampel 228 responden, yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner social support dan kuesioner Perilaku Bullying. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.Hasil: Social support pada siswa mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 160 responden (70,2%). Perilaku bullying pada siswa mayoritas juga berada pada kategori sedang sebanyak 169 responden (74,1%). Skor terendah social support terdapat pada dimensi dukungan penghargaan, sedangkan skor tertinggi perilaku bullying terdapat pada dimensi sosial. Hasil uji Analisa didapatkan nilai p = 0,033.Kesimpulan: Ada hubungan antara social support dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 3 Banjarmasin. Maka diharapkan sekolah menciptakan program pencegahan bullying melalui sosialisasi, bimbingan konseling, serta pembinaan karakter.
Efektivitas kegiatan permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah Widia, Widia; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/fz97tv91

Abstract

Latar Belakang: Usia anak prasekolah mengalami perkembangan fundamental pada aspek motorik kasar yang menunjang keterampilan bergerak, kemampuan menjaga keseimbangan, serta kualitas interaksi sosial. Keterlambatan motorik kasar masih menjadi isu perhatian khusus. Permainan estafet bendera, secara langsung melibatkan aktivitas fisik dan koordinasi tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan rerata kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan estafet bendera pada anak usia prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test. Teknik total sampling dipilih dan didapatkan sebanyak 22 anak berusia 4-6 tahun dilibatkan sebagai sampel. Metode observasi dan ceklis perkembangan motorik kasar digunakan dalam pengumpulan data. Uji Paired Sample T-Test digunakan dalam analisa penelitian ini.Hasil: Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,000, artinya adanya pengaruh intervensi permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak prasekolah.Kesimpulan: Permainan estafet bendera terbukti efektif sebagai metode pembelajaran yang menarik dan mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia 4-6 tahun.
Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang thalasemia Pratama, Prasetya Putra; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nito, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/dc5d0452

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang dihadapi anak-anak dengan Thalasemia mencakup aspek fisik serta psikologis, seperti kecemasan. Kondisi ini dapat mengganggu proses perawatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Terapi puzzle dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Sebagai upaya untuk melihat keefektifannya maka penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun penyandang thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain pre eksperimen. Sampel 15 anak penyandang Thalasemia berusia 6-12 tahun dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, kuesioner dan SOP. Analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon.Hasil: Hampir seluruhnya responden berusia 6-9 tahun (80%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (53,3%). Responden dengan lama didiagnosa Thalasemia sebagian besar masuk kategori singkat (<5 tahun) 66,7%. Tingkat kecemasan sebelum pemberian terapi bermain puzzle rata-rata sebesar 55,73 masuk kategori sedang. Setelah terapi rata-rata kecemasan menurun yaitu 36,67 masuk kategori ringan. Hasil uji wilcoxon didapatkan p 0,001 yang artinya terapi bermain puzzle efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Pemberian terapi bermain puzzle efektif terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.
Hubungan durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah Septiana, Dini; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nitto, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/c71kyv73

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget secara berlebihan dan tidak tepat dapat membuat anak kurang peduli terhadap lingkungan keluarga maupun masyarakat. Lamanya durasi penggunaan gadget dapat menghambat perkembangan sosial anak terutama pada interaksi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel menggunakan total sampling dari seluruh anak di kelas B TK Simpang Limau Banjarmasin sebanyak 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data univariat dan data bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar anak menggunaan gadget dengan durasi yang tidak lama (<1 jam) yaitu sebanyak 27 anak (61,4%). Sebagian besar anak memiliki tingkat interaksi sosial sedang yaitu sebanyak 23 anak (52,3%). Ada hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin p value 0,004 dan nilai OR 9,333.Kesimpulan: Durasi penggunaan gadget berhubungan dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin. Orang tua dapat menerapkan screen time untuk anak agar anak menggunakan gadget dengan durasi yang sudah ditentukan.
Terapi Bermain Plastisin Terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Di Ruang Anak Rsud Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Widiantari, Ni Ketut; Aulia, Mita; Priadi; Rapi’I; Raihani, Siti; Fetriyah, Umi Hanik; Riswan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.950

Abstract

Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak, terutama anak usia prasekolah, akibat perpisahan dengan keluarga, lingkungan yang asing, serta prosedur medis yang dijalani. Anak usia 3–6 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif dan emosional yang pesat sehingga membutuhkan pendekatan keperawatan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan anak selama hospitalisasi adalah terapi bermain plastisin. Terapi ini memungkinkan anak mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa nyaman, serta melatih kemampuan motorik halus melalui aktivitas yang menyenangkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menurunkan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak serta meningkatkan kemampuan motorik halus, interaksi sosial, dan perilaku kooperatif selama menjalani perawatan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui pemberian terapi bermain plastisin kepada anak yang dirawat di Ruang Anak (Emerald Lt.2) RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap survei ruangan, pemantapan tim, perencanaan kegiatan, dan implementasi terapi bermain plastisin.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh anak yang mengikuti terapi mampu mengekspresikan emosi dengan lebih baik, tampak lebih rileks dan tenang, serta mengalami penurunan kecemasan selama hospitalisasi. Selain itu, terdapat peningkatan kemampuan motorik halus, interaksi sosial, serta perilaku kooperatif terhadap tindakan keperawatan. Dengan demikian, terapi bermain plastisin efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak.
Co-Authors Adity, Muhammad Fresdy Adriana Palimbo, Adriana Agusriani, Lasty Agustina, Mely Aisyah Pratiwi, Aisyah Almaida Almaida, Almaida Alpian, Ridho Andi Andi Andini, Ni Nyoman Jero Anggeraini, Sri Mulia Anggraini, Afni Anggraini, Fitria Ariani, Malisa Aslamiyah, Suwai Batul Asmadiannor, Asmadiannor Aulia, Mita Bagus Rahmat Santoso, Bagus Rahmat Budi, Indra Carolin, Putri Cloudia, Lorenza Dede Mahdiyah, Dede Dewi, Ni Gusti Agung Ayu Sri Dhea Manto, Onieqie Ayu dini rahmayani Dwi Salmarini, Desilestia Eliya, Pega Fadlianoor, Renaldy Febriyanti, Novi Fitria, Henni Gaghauna, Eirine EM Grencia, Neni Habibi, Nur Hakidah Hidayah, Laila Hidayati, Alfina Hikmah, Rahmadaniati Hongky, Hongky Husna, Jum’atul Irawan, Angga Istiqamah Istiqamah, Istiqamah Kamal, Al Mustafa Khairun Nisa Khoirul Khoirul LATIFAH Latifah Latifah Latifah, Hj Leluni, Adelia Lestari, Agnes Tadika M. Sobirin Mohtar Mahbubah, Mahbubah Mahdiah, Dede MAHMUDAH, RIFA'ATUL Malena, Rika Manto, Onieqe Ayu Dhea Manto, Onieqie Ayu Dhea Mariam Mariam, Mariam Mariani Mariani Maulida, Neli Meka, Aderia Dang Melda, Melda Mohammad Basit, Mohammad Muhammad Riduansyah Muhammad Zulfadhilah Mukti, Ranisa Muna, Ariatul Munawarah Munawarah, Munawarah Munawarah, Aisyah Nataly, Onevia Berlian Nazmi, Nurlina Nito, Paul Joae Brett Nitto, Paul Joae Brett Normala Noval Noval Nur Anisa Nurdiyanti, Siti Haliza Nurvela, Ain Onieqie Ayu Panca Putria, Evita Pebriana, Olvia Putri Pitriya, Aima Pradini, Santia Andira Pratama, Prasetya Putra Priadi Putri, Alvionita Rahayu, Agustinur Rahmadaniah, Dina Rahmah, Tri Ayu Aulia Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Aisya Raihani, Siti Ramadani, Dilla Futri Ramadani, Hamsudin Ranai, Ahmad Rapi’I Rhamadayanti, Rizka Novia Riani, Nolla Riduansyah, Muhammad Rifa'atul Mahmudah Rinita Ririn Safitri Ritni Rosalina, Nadya Safitri, Aghus Triani Holyza Salasikin, Lela Saldilawaty, Saldilawaty Salsabila, Putri Sari, Niluh Putu Asti Purnama Sari, Rani Normaya Septiana, Dini Shabilla, Risqina Meilin Siswahyudianto Siti Fatimah Sri Muliani, Sri Subhannur Rahman, Subhannur Sugeng Santoso Suling, Carolina I. S. Tasalim, Rian Teddyansyah, Teddyansyah Tiaradevi, Tiaradevi Tisi, Wanda Ceisara Monica Hinut Trianjani, Yesa Septia Virdasari, Sweetryani Widia, Widia Widiantari, Ni Ketut Wijaksono, M. Arief Wijaksono, Muhammad Arief Wikklin, Monica Yamani, Namira Talitha Yuniarti, Ainun Zambri, Haniah