Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Effecet Of Using Youtube Application Towards Social Emotional Developmentvment Of Chlidren Aged 5-6 Years Fetriyah, Umi Hanik; Pebriana, Olvia Putri; Rifa'atul Mahmudah; Onieqie Ayu
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v13i1.4054

Abstract

Abstrak: Perkembangan emosional sosial adalah kemampuan anak untuk beradaptasi dengan melibatkan emosi, perilaku, dan pikiran. Anak yang mengalami gangguan sosial emosional mengalami kesulitan berinteraksi, mengganggu prestasi, dan tidak berperilaku baik secara sosial. Faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional adalah penggunaan aplikasi YouTube. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi YouTube terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 39 responden, menggunakan teknik simple random sampling proporsional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang valid dan dapat diandalkan. Analisis data menggunakan uji Univariat dan Spearman's rho (α < 0,05) Hasil mayoritas anak menggunakan YouTube selama 60 menit dengan nilai rata-rata 98,55. Perkembangan sosial emosional anak dengan nilai rata-rata 71,03. Uji korelasi rho Spearman nilai r 0,05 Koefisien Korelasi -,445. Uji regresi linier sederhana dengan nilai p <0,001 dengan nilai konstan -0,036. Uji Termination dengan hasil 0,230. Ada efek penggunaan aplikasi YouTube terhadap perkembangan sosial emosional anak sebesar 23%. Dengan menambahkan 1% penggunaan aplikasi YouTube, emosionalitas sosial anak akan menurun sebesar -0,036. Disarankan bagi orang tua untuk membatasi penggunaan YouTube (Screen Time) hingga 60 menit/hari
HUBUNGAN STRES IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN Febriyanti, Novi; Nito, Paul Joae Brett; Latifah, Latifah; Fetriyah, Umi Hanik
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 2 (2025): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i2.322

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif ditetapkan sebagai strategi percepatan penurunan stunting namun cakupannya belum mencapai target 80% dan Puskesmas Alalak Selatan terdata memiliki cakupan 75,2%. Stress yang dialami ibu diduga sebagai pemicu rendahnya produksi ASI sehingga ASI eksklusif tidak optimal dan dapat menyebabkan stunting. Tujuan: Menganalisis hubungan stress ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik korelatif cross sectional pada 35 ibu dan bayi usia 6-12 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala stress Holmes-Rahe dan pertanyaan tertutup tentang pemberian ASI ekslusif. Data di analisis dengan uji korelasi Kolmogorov Smirnov Z karena syarat chi square tidak terpenuhi yang ditandai dengan adanya 6 sel (75%) yang memiliki nilai ekspektasi <5. Hasil: Mayoritas responden teridentifikasi tidak mengalami stress dengan jumlah 15 orang (42,9%), tidak ASI eksklusif dengan jumlah 18 orang (51,4%), memiliki bayi stunting dengan jumlah 19 orang (54,3%) dan p value = 0,000. Simpulan: Ada hubungan stress ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan.
The Relationship between Clinical Guidance and Student Satisfaction During Clinical Practice at the Hospital Aslamiyah, Suwai Batul; Basit, Mohammad; Wijaksono, M. Arief; Fetriyah, Umi Hanik
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3339

Abstract

Nursing students engage in clinical practice to apply nursing theory, integrate theoretical knowledge and practical skills. Effective clinical supervision allows students to experience satisfaction during clinical practice and meet cognitive, psychomotor, and affective competencies. It is important to research studying clinical supervision and student satisfaction in the Nursing DIII program during clinical practice at Hospital, so the objective this research is to determine the relationship between clinical guidance and the satisfaction of DIII Nursing students during clinical practice at Hospital. Methods: this study is descriptive with quantitative design with cross sectional. Sampling using continous sampling and sample used was 75 students of DIII regular nursing XXV. Data collection using questionnaires that tested valid and reliability. Analysis of data using Fisher Exact Test. Results: most of the clinical guidance is good majority (69.3%) and on the satisfaction of respondents when the majority clinical practice is satisfied (89.3%). The relationship of clinical guidance with nursing student satisfaction during clinical practice at the hospital with the results of p value 0.016 with (α = 0.05). Conclusion: there is a relationship of clinical guidance with nursing student satisfaction during clinical practice at the hospital. it is expected that the clinical supervisor to increase empathy by conducting clinical guidance to students in order to have a positive impact on students.
The Relationship Between Intensity of Social Media Use and Cyberbullying on Social Media Husna, Jum’atul; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4392

Abstract

The use of social media among teenagers is increasing, and the intensity of social media use among teenagers can result in cyberbullying behavior. One of the factors that influences cyberbullying behavior is the intensity of social media use and the increase in time spent doing online activities. The impact of cyberbullying behavior is a failure to develop social skills, such as empathy, negotiation and retaliation. Objective: To determine the relationship between the intensity of social media use and cyberbullying on social media at SMPN 3 Banjarmasin. Method: This research uses quantitative methods with a cross sectional research design. The population was 528 respondents and the sample size was 228 respondents using a stratified random sampling technique. Data were collected using a questionnaire on the intensity of social media use and cyberbullying behavior. The results of the validity of the media use intensity scale questionnaire with results of 0.500 – 0.654. Cyberbullying behavior scale questionnaire r calculated at 0.273 – 0.753. The results of the media use intensity scale questionnaire test were 0.625, and cyberbullying behavior scale questionnaire was 0.977. Which tested using the Kolmogorov Smirnov statistical test. Results: The results of the research are that the intensity of social media use among teenagers at SMPN 3 Banjarmasin is in the high significant category. Cyberbullying behavior among teenagers at SMPN 3 Banjarmasin is mostly in the high category. Conclusion : The results of the analysis show that there is a relationship between the intensity of social media use and cyberbullying behavior.
Program Sosis Education (Sosial Sex) dan Janar (Jauhi Narkoba) Hongky, Hongky; Adity, Muhammad Fresdy; Muliani, Sri; Tisi, Wanda Ceisara Monica Hinut; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Fetriyah, Umi Hanik; Rahman, Subhannur; Irawan, Angga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.419

Abstract

Masa remaja menjadi salah satu tahapan penting dalam kehidupan manusia. Secara psikologis, remaja masih belum stabil sehingga sering melakukan segala sesuatu dengan dasar coba-coba. Pendidikan seks di kalangan remaja masih sangat tabu untuk dibahas, begitu pula dengan bahaya narkoba. Akibatnya, remaja tidak memiliki informasi yang cukup mengenai kedua hal tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada munculnya keinginan remaja untuk mencoba dan dapat membahayakan generasi penerus bangsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai seksualitas dan bahaya narkoba, terutama pada remaja. Kegiatan ini kemudian dilakukan dengan member penyuluhan yang disertai dengan diskusi interaktif. Antusiasme peserta dalam kegiatan ini cukup baik, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan serupa masih sangat perlu untuk dilakukan.
Cerdas (Cegah, Edukasi, Sayangi Diri): Program Remaja Sehat Bebas Penyakit Menular Seksual Rahmayani, Dini; Fazraningtyas, Winda Ayu; Fetriyah, Umi Hanik; Yamani, Namira Talitha; Maulida, Neli; Grencia, Neni; Andini, Ni Nyoman Jero; Sari, Niluh Putu Asti Purnama; Normala; Anisa, Nur; Nazmi, Nurlina; Salsabila, Putri; Mukti, Ranisa; Fadlianoor, Renaldy; Rinita; Shabilla, Risqina Meilin; Ritni
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.825

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap remaja. Minimnya edukasi dan adanya stigma sosial menyebabkan rendahnya pemahaman tentang pencegahan PMS. Pentingnya edukasi sejak dini mengenai PMS adalah karena tanpa intervensi yang memadai, remaja berisiko tinggi terjangkit PMS akibat perilaku seksual berisiko, minimnya akses terhadap informasi dan layanan reproduksi, serta kesulitan mengambil keputusan sehat. Jika edukasi tidak dilakukan, konsekuensinya bisa meliputi penularan penyakit, komplikasi kesehatan jangka panjang seperti infertilitas dan komplikasi kehamilan, serta beban psikososial dan finansial bagi individu maupun sistem kesehatan. Data terbaru menunjukkan bahwa di Indonesia, remaja termasuk kelompok paling rentan terhadap IMS prevalensi IMS pada perempuan usia 15–24 tahun mencapai sekitar 17,1 %. Selain itu, tinjauan literatur periode 2015–2023 mencatat prevalensi HIV/AIDS sebesar 0,3 %, sifilis 1,2 %, serta gonore pada kelompok remaja cukup tinggi. Angka-angka ini semakin mempertegas urgensi edukasi reproduksi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk remaja sebagai strategi preventif yang sangat dibutuhkan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada siswa SMA 1 Sungai Tabuk terkait PMS, termasuk pengertian, jenis, penularan, dan pencegahannya. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif, yang melibatkan siswa SMA 1 Sungai Tabuk sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan pada sebagian besar siswa. Beberapa siswa mengalami peningkatan signifikan (hingga +38 poin). Edukasi berhasil meningkatkan kesadaran mengenai risiko PMS dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Simpulan: Program edukasi berbasis sekolah efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang PMS serta dapat dijadikan strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko.
Hubungan usia dan kadar hemoglobin pre transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia Eliya, Pega; Fetriyah, Umi Hanik; Wijaksono, Muhammad Arief; Mahdiyah, Dede
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/java6549

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia pada anak memerlukan transfusi darah untuk mempertahankan kadar hemoglobin sesuai target agar mengurangi resiko penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan kadar hemoglobin  pre-transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik cross-sectional dengan 32 sampel anak Thalasemia yang diambil melalui purposive sampling. Data kadar hemoglobin diambil dari rekam medis, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner PedsQL. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (62,5%), rata-rata berusia 11-18 tahun, dan hampir seluruhnya dengan kadar hemoglobin Pre Transfusi dibawah rata-rata (<9,5 gr/dL) (93,8%). Hasil uji usia dengan kualitas hidup pada anak penyandang Thalasemia (p= 0,529; r= -0,116). Hasil uji kadar hemoglobin pre-transfusi dengan kualitas hidup anak (p= 0,000; r= 0,852).Kesimpulan: Usia tidak memengaruhi Hb pra-transfusi anak thalasemia. Namun, Hb yang lebih tinggi berhubungan positif dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, kepatuhan jadwal transfusi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Hubungan nilai kadar feritin dan lama sakit dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia Trianjani, Yesa Septia; Fetriyah, Umi Hanik; Palimbo, Adriana; Noval, Noval
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/2n75ng49

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia dengan transfusi berulang dapat menurunkan kualitas hidup anak akibat penumpukan zat besi. Kadar feritin dan lama sakit diduga berhubungan dengan kualitas hidup.Metode: Penelitian cross-sectional pada 48 anak thalasemia. Kualitas hidup diukur dengan PedsQL 4.0, data feritin dan lama sakit dari rekam medis, dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Tidak ada hubungan antara kadar feritin dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia (p = 0,836; r = 0,031). Tidak terdapat hubungan antara lama sakit dengan kualitas hidup anak (p = 0,513).Kesimpulan: Kadar feritin dan lama sakit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup anak penyandang Thalasemia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup anak dipengaruhi oleh faktor lain di luar dua variabel tersebut.
Hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang talasemia Alpian, Ridho; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Mahdiyah, Dede
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/sqyt1250

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Talasemia sering mengalami penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada kualitas tidur dan dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang Talasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 32 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner SDSC. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 6–12 tahun, dengan lama sakit talasemia ≥5 tahun, mayoritas memiliki kadar hemoglobin pra transfusi <9 g/dL dan mengalami gangguan tidur. Skor tertinggi pada subskala SDSC terdapat pada Sleep Hyperhidrosis dengan keluhan berkeringat di malam hari, diikuti Disorders of Excessive Somnolence, sementara subskala lainnya lebih rendah. Hasil uji Fisher’s Exact p = 0,004.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur anak Talasemia. Pemantauan hemoglobin  secara berkala dan rutin transfusi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan social support dengan perilaku bullying pada anak sekolah menengah pertama Husna, Jum’atul; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/whf0qc78

Abstract

Latar Belakang: Social support merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi perilaku remaja, termasuk dalam keterlibatannya pada perilaku bullying. Remaja dengan social support yang rendah cenderung lebih rentan untuk terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara social support dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 3 Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian sebanyak 528 siswa dengan jumlah sampel 228 responden, yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner social support dan kuesioner Perilaku Bullying. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.Hasil: Social support pada siswa mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 160 responden (70,2%). Perilaku bullying pada siswa mayoritas juga berada pada kategori sedang sebanyak 169 responden (74,1%). Skor terendah social support terdapat pada dimensi dukungan penghargaan, sedangkan skor tertinggi perilaku bullying terdapat pada dimensi sosial. Hasil uji Analisa didapatkan nilai p = 0,033.Kesimpulan: Ada hubungan antara social support dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 3 Banjarmasin. Maka diharapkan sekolah menciptakan program pencegahan bullying melalui sosialisasi, bimbingan konseling, serta pembinaan karakter.
Co-Authors Adity, Muhammad Fresdy Adriana Palimbo, Adriana Agusriani, Lasty Agustina, Mely Aisyah Pratiwi, Aisyah Almaida Almaida, Almaida Alpian, Ridho Andi Andi Andini, Ni Nyoman Jero Anggraini, Afni Anggraini, Fitria Ariani, Malisa Aslamiyah, Suwai Batul Asmadiannor, Asmadiannor Budi, Indra Carolin, Putri Cloudia, Lorenza Dede Mahdiyah, Dede Dewi, Ni Gusti Agung Ayu Sri Dhea Manto, Onieqie Ayu dini rahmayani Eliya, Pega Fadlianoor, Renaldy Febriyanti, Novi Fitria, Henni Gaghauna, Eirine EM Grencia, Neni Habibi, Nur Hakidah Hidayah, Laila Hidayati, Alfina Hongky, Hongky Husna, Jum’atul Irawan, Angga Kamal, Al Mustafa Khairun Nisa LATIFAH Latifah Latifah Latifah, Hj Leluni, Adelia Lestari, Agnes Tadika M. Sobirin Mohtar Mahdiah, Dede MAHMUDAH, RIFA'ATUL Malena, Rika Manto, Onieqe Ayu Dhea Manto, Onieqie Ayu Dhea Mariam Mariam, Mariam Mariani Mariani Maulida, Neli Meka, Aderia Dang Melda, Melda Mohammad Basit, Mohammad Muhammad Riduansyah Mukti, Ranisa Muna, Ariatul Munawarah Munawarah, Munawarah Munawarah, Aisyah Nataly, Onevia Berlian Nazmi, Nurlina Nito, Paul Joae Brett Nitto, Paul Joae Brett Normala Noval Noval Nur Anisa Nurdiyanti, Siti Haliza Nurvela, Ain Onieqie Ayu Panca Putria, Evita Pebriana, Olvia Putri Pitriya, Aima Pradini, Santia Andira Pratama, Prasetya Putra Putri, Alvionita Rahayu, Agustinur Rahmadaniah, Dina Rahmah, Tri Ayu Aulia Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Aisya Ramadani, Dilla Futri Ramadani, Hamsudin Ranai, Ahmad Rhamadayanti, Rizka Novia Riduansyah, Muhammad Rifa'atul Mahmudah Rinita Ririn Safitri Ritni Rosalina, Nadya Safitri, Aghus Triani Holyza Salasikin, Lela Saldilawaty, Saldilawaty Salsabila, Putri Sari, Niluh Putu Asti Purnama Sari, Rani Normaya Septiana, Dini Shabilla, Risqina Meilin Sri Muliani, Sri Subhannur Rahman, Subhannur Sugeng Santoso Suling, Carolina I. S. Tasalim, Rian Tiaradevi, Tiaradevi Tisi, Wanda Ceisara Monica Hinut Trianjani, Yesa Septia Virdasari, Sweetryani Widia, Widia Widiantari, Ni Ketut Wijaksono, M. Arief Wijaksono, Muhammad Arief Wikklin, Monica Yamani, Namira Talitha Yuniarti, Ainun Zambri, Haniah