Claim Missing Document
Check
Articles

PENYELENGGARAAN KETENTUAN KOTA MATARAM NOMOR 11 TAHUN 2016 YANG MENGUBAH REGULASI MENGENAI PAJAK ALIH HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) STUDI KASUS DI INDONESIA Gunawan, Naufal; Nastiar, Rizaldi Gym; Niravita, Aprila
Jurnal BATAVIA Vol 1 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Zhata Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64578/batavia.v1i1.4

Abstract

Adanya perubahan regulasi Peraturan Daerah Kota Mataram Tentang BPHTB Nomor 11 tahun 2016 yang mengubah Perda Kota Mataram Nomor 12 tahun 2010. Membahas dan mencari hambatan dalam pelaksanaan Perda BPHTB, serta mengevaluasi mekanisme penentuan nilai BPHTB dalam transaksi Jual Beli di Badan Keuangan Daerah Kota Mataram khsusnya dalam pemungutan pajak dan langkah-langkah penanggulangannya. Metode penelitian mencakup pendekatan hukum empiris, dengan analisis deskriptif kualitatif menggunakan data dari kepustakaan, studi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Dengan diharapkan hasil dari tulisan ini bisa meningkatankan efektivitas dan efesiensi regulasi dan penerapan mekanisme pemungutan pajak BPHTB yang lebih baik lagi.
Penguatan Diferensiasi Pembelajaran Bagi Guru Sekolah Dasar Negeri Tambakrejo 01 Kota Semarang Guna Optimalisasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Rasdi; Suran Ningsih, Ayup; Niravita, Aprila; Irawaty; Hanum, Holy Latifah; Saman, Mohamad; Indriyani, Widia; Febriani, Diyah Anggun; Sugiyono, Tri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.150

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan berbagai muatan internal pembelajaran yang isinya lebih optimal, memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk membiasakan diri dengan konsep dan memperkuat kompetensinya. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai sumber pengajaran untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan minat belajar siswa. Berdasarkan isu-isu spesifik yang ditetapkan oleh pemerintah, telah dikembangkan proyek-proyek yang memperkuat pencapaian profil siswa Pancasila. Proyek tidak bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan karena itu tidak terkait dengan isi mata pelajaran. Salah satu perbedaan antara kurikulum mandiri dengan kurikulum sebelumnya berkaitan dengan pembelajaran. Pembelajaran yang dibedakan diterapkan dalam kurikulum mandiri. Pembelajaran yang dibedakan adalah pendekatan yang memungkinkan guru untuk mengembangkan strategi yang memenuhi kebutuhan setiap siswa. Champan dan King mengemukakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang dibedakan berdasarkan kemampuan, profil belajar siswa, dan minat untuk menunjukkan pembelajaran yang berdiferensiasi, dengan ketentuan bahwa pendekatan pengajaran harus didasarkan pada perbedaan karakteristik individu di dalam kelas. menjawab kebutuhan siswa. Pembelajaran yang dibedakan bukanlah suatu program, metode atau strategi, melainkan suatu cara berpikir, suatu filosofi tentang bagaimana menghadapi perbedaan siswa. Pembelajaran berdiferensiasi adalah seperangkat kegiatan pembelajaran yang disusun sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan tujuan membantu siswa mencapai pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan metode pembelajaran yang memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan kemauan dan minat belajarnya. Pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah dengan pelatihan dan pendidikan kepada 11 orang guru di SDN Tambakrejo Kota Semarang.
Inovasi Layanan Pertanahan Berbasis Teknologi: Implementasi Aplikasi Sentuh Tanahku dalam Pendaftaran Tanah Aurelia, Sylvania Okta; Listyani, Alvi Septia; Saputri, Syaefwanda Agita; Herawati, Sukma; Niravita, Aprila; Fikri, Muhammad Adymas Hikal
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i6.7041

Abstract

This study examines the innovation of land administration services through the Sentuh Tanahku application as part of the implementation of electronic land registration in Indonesia. Using a qualitative descriptive method and document analysis of regulations, official reports, and academic studies, this research evaluates the application’s integration with the Land Administration Computerization System (KKP), its user workflow, and the effectiveness of its implementation across different regions. The findings show that the application significantly enhances transparency, efficiency, and accountability in land services, particularly in urban areas with adequate digital infrastructure. However, challenges persist in regions with limited internet access and insufficient human resource capacity. Despite these obstacles, the acceleration of electronic certificate issuance and increasing user satisfaction indicate that Sentuh Tanahku plays a crucial role in driving the digital transformation of land administration. The study highlights the need for equitable infrastructure development, improved human resource readiness, and further optimization of application features to support nationwide implementation of electronic land services.
Can Public Flats Bridge the Gap? Housing Solutions for Low-Income Residents in Brebes Nuraini, Rina Waliya; Niravita, Aprila; Alimuddin, Subhan Fikri; Youssef, Fatma
Indonesian Journal of Agrarian Law Vol. 2 No. 3 (2025): November, 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jal.v2i3.31122

Abstract

The provision of adequate housing for low-income communities (MBR) in Brebes Regency is a significant challenge in the context of rapid economic and population growth. This article examines the dynamics of the development of Simple Rental Flats (rusunawa) as an affordable housing solution for MBR. Through a qualitative descriptive approach, this study explores government policies, challenges faced, and the potential of rusunawa in improving the quality of life of the community. The results of the study indicate that although rusunawa offers accessibility, security, and comfort, there are still obstacles in the socialization and understanding of the community regarding this facility. Therefore, further efforts are needed to improve public information and participation in rusunawa management. This study is expected to provide recommendations for policy makers to create more inclusive and sustainable housing solutions.
Agrarian Reforms vis-à-vis Constitutionalism in India: A Comparative Analysis with Indonesia Chhachhar, Varun; Niravita, Aprila; Verma, Karishma; Sankrit, Swikar
Journal of Indonesian Legal Studies Vol. 10 No. 2 (2025): Legal Responses to Technological Innovation and Governance Challenges in Indon
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jils.v10i2.31841

Abstract

This paper presents a comparative study on agrarian reforms in India and Indonesia, focusing on their constitutional foundations, legislative mechanisms, and judicial approaches. Agrarian reform has been central to the socio-economic transformation in both countries, where land ownership and rural livelihoods remain deeply significant. The main problem addressed is how these democracies have constitutionally managed land redistribution while balancing property rights and social justice. The study applies a doctrinal and comparative legal method, examining key constitutional provisions, legislative instruments, and judicial decisions. In India, reforms were initiated post-independence through the abolition of the zamindari system, later reinforced by constitutional amendments and the Ninth Schedule, evolving into broader property rights under Article 300A. Indonesia, by contrast, anchors its land reform agenda in the Basic Agrarian Law of 1960, which derives legitimacy from the 1945 Constitution and the state ideology of Pancasila, promoting social justice and state control over land. Findings suggest that India relies more on judicial interpretation to legitimize reform within its constitutional structure, while Indonesia adopts executive-led reforms grounded in centralized legal authority. The paper concludes that despite different institutional approaches, both nations illustrate how constitutional frameworks can be adapted to facilitate distributive justice through agrarian reform.
Terrorism Financing Modus Operandi In Indonesia Ali Masyhar Mursyid; Muhammad Haidar Ghoni; Indah Sri Utari; Aprila Niravita; Muhammad Azzam
Indonesian Journal of Criminal Law Studies Vol. 10 No. 2 (2025): Indonesia J. Crim. L. Studies (November, 2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcls.v10i2.29593

Abstract

The dynamics of radicalism and terrorism in Indonesia never cease. Even at the end of 2024, Densus 88 Antiterror arrested a number of perpetrators involved in various terrorist activities. This shows that radicalism and terrorism continue to develop through small cells that spread radical ideology. And, if we let our guard down, they will certainly carry out acts of terrorism using various schemes. To support these radical-terrorist activities, significant funding is required. There are at least two main channels: legal and illegal. Legal fund-raising by radical terrorist groups is carried out through certain disguised methods, such as donations, charity boxes, and some legal businesses. On the other hand, the illegal channel is known as "fai'," where they justify using methods such as robbery, theft, fraud, and others. Law Number 9 of 2013 on the Eradication and Prevention of Terrorism Financing Crimes serves as the legal basis for prosecuting terrorism financing activities. This study successfully uncovered various financing terrorism schemes. It was found in the field that radical groups still rely on legitimate businesses to fund their radical activities. In addition to conventional businesses, they utilise social media and virtual platforms to collect and transfer funds. They are more likely to use cryptocurrency, specifically Bitcoin, due to its anonymity and the difficulty in tracking it. Non-conventional methods such as cyber fraud in the form of investment scams, as well as cybercrimes like hacking websites and conducting other cyberattacks, can generate funds.
Community Involvement in Spatial Planning: A Study of Public Participation in Lerep Tourism Village Perspective of Indonesian Spatial Planning Law Aprila Niravita; Rofi Wahanisa; Suhadi Suhadi; Rahayu Fery Anitasari; Bayangsari Wedhatami
Unnes Law Journal Vol. 7 No. 2 (2021): October, 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ulj.v7i2.38690

Abstract

Lerep village is one of the villages which is promoted as a tourism village according to Regent Decree No. 556/0424/2015 on the Establishment of a Tourism Village in Semarang Regency. The implementation is encouraged by Regulation of Lerep Village No. 4/2015 on the 2016 Working Plan of the Village Government. The development of a village as a tourism village brings positive and negative impacts. The positive impact is that the village can be more advanced and developed by utilizing its natural and cultural potential. The negative impact arising is that there is a significant development of the tourism locations, especially from outside parties. The negative impact that concerns society greatly is the allegation of irregularities or violation of spatial planning. The development will be carried out thoroughly to realize Lerep as a tourism village in terms of its human resources and the infrastructure supporting the tourism activities. The infrastructure development must be well-planned and able to optimize space use. The spatial planning must be able to provide safe, comfortable, productive, and sustainable space for all stakeholders. The realization of spatial planning is carried out by the central and regional governments by involving the society. Society plays a role in controlling space use based on functions and planning in order to realize Lerep tourism village which has awareness of spatial planning.
Pendaftaran tanah tantangan hukum dalam pelaksanaan pendaftaran tanah Nugroho, Adi; Tampubolon, Timothy Usiando; Hasnah, Ainaya Trifadia; Widianti, Resti Dwi; Niravita, Aprila; Fikri, Muhammad Adymas Hikal
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v5i1.5728

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan cara penting untuk memastikan dan melindungi hak atas tanah sesuai dengan prinsip hukum agraria Indonesia. Namun, dalam penerapannya, proses pendaftaran tanah masih menghadapi berbagai hambatan hukum yang mempengaruhi keabsahan, akurasi, dan kelanjutan data tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat proses pendaftaran tanah serta menawarkan solusi hukum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendaftaran tanah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan empiris dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, studi literatur, serta evaluasi pelaksanaan kebijakan pertanahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa hambatan hukum dalam proses pendaftaran tanah, seperti ketidakjelasan aturan dalam beberapa peraturan pertanahan, saling tumpang tindih kewenangan antar instansi, lemahnya validasi data fisik dan hukum, keterbatasan tenaga manusia dan teknologi, serta praktik administrasi yang tidak seragam di berbagai daerah. Hambatan tersebut menyebabkan tingginya risiko sengketa tanah, ketidaksesuaian data pada sertifikat tanah, serta rendahnya keberhasilan program strategis seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penelitian ini merekomendasikan beberapa solusi, seperti harmonisasi peraturan agraria, penguatan integrasi sistem informasi pertanahan, peningkatan kapasitas lembaga, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap proses verifikasi data. Dengan mengidentifikasi tantangan hukum dan memberikan solusi yang komprehensif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan penyelenggaraan pendaftaran tanah, agar lebih sesuai dengan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dalam hukum agraria Indonesia.
Co-Authors Adi Nugroho Adyaksa, Bryan Rois Putra Ali Masyhar Ali Masyhar Mursyid Alimuddin, Subhan Fikri Aminah Aminah Anak Agung Gede Sugianthara Andry Setiawan, Andry Anitasari, Rahayu Fery Ansori, Rio Taufik Aurelia, Sylvania Okta Azra, Vira Bayangsari Wedhatami Bin Hassan, Muhammad Sayuti binti Jamil @ Osman, Zuraini Busroh, Firman Freaddy Chairunnisa, Nursyifa Chhachhar, Varun Dewi Sulistianingsih Dian Latifiani Duhita, Elsa Ratna Eka Saputra, Dany Erisandi Arditama Febriani, Diyah Anggun Fikri, Muhammad Adymas Haikal Fikri, Muhammad Adymas Hikal Fiorentina, Prita Gunawan, Naufal Hanum, Holy Latifah Harry Nugroho, Harry Hasnah, Ainaya Trifadia Herawati, Sukma Hikal Fikri, Muhammad Adymas Indah Sri Utari Indriyani, Widia Indung Wijayanto Irawaty Khairo, Fatria Komariyah, Maulida Nurul Laskarwati, Batari Listyani, Alvi Septia Maharani, Ferra Tiara Mardiana - Masrukhi Masrukhi Maulana, Muhammad Reza Maulida, Tyas Ayu Meidianto, Muhammad Rizki Moh. Aris Munandar, Moh. Aris Muchammad Shidqon Prabowo Muhammad Azzam Muhammad Haidar Ghoni N, Edwindha Prafitra Nadhif, Faza Fatkhun Naelufar, Rizqan Nastiar, Rizaldi Gym Ningsih, Ayup Suran Ningsih, Dita Cahya Novita, Yustina Dhian Nunna, Bhanu Prakash Nuraini, Rina Waliya Nurul Fibrianti Pancawati, Ria Pratiwi Prastiyo, Devanda Prayogo, Bagus Edi PUJI LESTARI Pujiono, Wasis Puspitasari, Saniya Putra, Tegar Islami Putri, Nadiyah Meyliana Qadisah , Altares Ainun Rachmawati, Fairus Augustina Rahayu Fery Anitasari Rahayu, Sang Ayu Putu Ramadhani, Fauziah Ramli, Asmarani Rasdi Rasdi Rasdi, Rasdi Ratih Damayanti Ratih Damayanti Ridwan Arifin Robbani, Muhammad Rizqi Rodiyah - Rofi Wahanisa Rofi Wahanisa Rokhmad, Firman Nur Saman, Mohamad Sang Ayu Putu Rahayu Sankrit, Swikar Saputri, Syaefwanda Agita Sari, Indah Zunita Shidqon Prabowo, Muchammad Sibuea, Putri Merlin Yoseva Sri Lestari Sugiyono, Tri Suhadi - Suhadi Suhadi Syariefudin, Iqbal Syukron Salam, Syukron Tampubolon, Timothy Usiando Tri Andari Dahlan Triandani, Salsabila Tursunov, Berdibek Ubaidillah Kamal Verma, Karishma Wahyu Putri Handayani Wardhani, Harumsari Puspa Waspiah - Wedhatami, Bayangsari Widianti, Resti Dwi Windiahsari, Windiahsari Youssef, Fatma