Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pola Kalimat dalam Buku Terjemahan Atomic Habits Karya James Clear Ningsih, Anggreani; Takwa, Takwa; Sarmadan, Sarmadan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4717

Abstract

Penelitian ini berfokus pada aspek sintaksis, khususnya dalam mengidentifikasi bentuk dan struktur pola kalimat yang digunakan dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola-pola kalimat dalam novel terjemahan Atomic Habits karya James Clear. Penelitian ini dibatasi pada analisis pola-pola kalimat dalam novel Atomic Habits karya James Clear yang diterjemahkan oleh Alex Tri Kantjono Widodo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data berupa kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk atau jenis pola kalimat yang teridentifikasi dalam novel Atomic Habits karya James Clear yang telah diterjemahkan oleh Alex Tri Kantjono Widodo terdiri atas, (1) kalimat berpola S – P, (2) kalimat berpola S – P – O, (3) kalimat berpola S – P – Pel, (4) kalimat berpola S – P – K, (5) kalimat berpola S – P – O – Pel, dan (6) kalimat berpola S – P – O – K. Penggunaan pola kalimat dalam novel tersebut didominasi oleh kalimat-kalimat yang berpola S – P – O – K dengan jumlah penggunaan yaitu 133 pola. Sedangkan pola kalimat yang jarang penggunaannya adalah pola S – P yang berjumlah 26 pola.
Optimization of PKK Anawoi Village in Increasing Digital Literacy and Coastal Tourism-Based Creative Industries: Optimalisasi PKK Kelurahan Anawoi dalam Meningkatkan Literasi Digital dan Industri Kreatif Berbasis Pariwisata Pesisir Sarmadan, Sarmadan; Sakti, La Ode Awal; Sutoyo, Muhammad Nurtanzis; Baharuddin, Zubair; Saputra, Nanda
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.24990

Abstract

Kampoh Malasso – Kampung Bajo Anaiwoi is a floating village located in Anaiwoi Village, Tanggetada District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. The majority of people in this floating village live by utilizing marine products, but limitations in business management and product marketing are the main obstacles in improving their standard of living. Seeing this condition, the USN Kolaka Community Partnership Program (PKM) Team tried to collaborate with the Anaiwoi Village PKK Team to help the local community through training and mentoring that focuses on aspects of management, product packaging, and digital marketing in order to increase literacy, development of MSMEs and creative industries based on coastal tourism. The PKM implementation method is divided into 5 stages, namely: socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation, and program sustainability. This service resulted in several important achievements related to the level of empowerment of PKK partners in Anaiwoi Village, namely: 1) Increasing Managerial Knowledge: Training participants succeeded in improving their managerial skills, especially in preparing plans and managing PKK programs; 2) Improving Packaging Skills, where partners are skilled in packaging marine products and MSMEs, such as packaging for Malasso Dried Fish, Anaiwoi Green Banana, SaPa Ongol-Ongol (Coconut Sago), Fresh Smoothies, Malasso Village Krips (Cassava Chips), as well as digital printing creative industries (shirt screen printing, etc.); and 3) Improving Digital Marketing Skills: Partners are able to utilize digital technology to market their products more widely through websites and social media, as well as improve their skills in creating promotional content that has an impact on strengthening literacy at the same time.
Modul Pembelajaran Projek Cerita Rakyat Lokal untuk Peningkatan Keterampilan Menulis Sastra di SMAN 1 Lalolae Kadirun; Alu, La; Sarmadan, Sarmadan; Wayan Pageyasa
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.81

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran berbasis projek yang memanfaatkan cerita rakyat lokal sebagai sarana meningkatkan keterampilan menulis sastra siswa SMAN 1 Lalolae. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan: persiapan, pengembangan modul, pelatihan dan implementasi, serta evaluasi. Modul yang dihasilkan berisi panduan guru, lembar kerja siswa, contoh cerita rakyat daerah, dan rubrik penilaian, disajikan dalam format cetak dan digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan menulis sastra siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 65 pada pre-test menjadi 82 pada post-test. Siswa mampu mengembangkan alur, tokoh, dan gaya bahasa dengan lebih kreatif, sekaligus mendokumentasikan ulang cerita rakyat dalam bentuk cerpen, puisi, dan naskah drama. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran budaya lokal, karena siswa mengenal kembali warisan sastra lisan daerahnya. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Project Based Learning yang dipadukan dengan kearifan lokal efektif meningkatkan kompetensi menulis dan pelestarian budaya. Program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai model inovatif pembelajaran sastra yang kontekstual dan menyenangkan, sekaligus memperkuat profil pelajar Pancasila
The Sacred Widow’s Forest: Indigenous Values and Socio-Ecological Governance of Kaombo Ohusii in Takimpo Village Harnia, Sitti; Sarmadan, Sarmadan
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.v4i4.851

Abstract

This study examines how indigenous communities in Takimpo Village, Buton Regency, sustain forest conservation through a local wisdom–based management system known as Kaombo Ohusii (Widow Forest). Using a qualitative ethnographic approach, the study explores how cultural values, indigenous institutions, and spiritual beliefs operate collectively as governance mechanisms in forest management. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with customary leaders and community members, and documentation of indigenous practices related to Kaombo management. The analysis followed the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing.  The findings reveal two main patterns. First, Kaombo Ohusii functions as an integrated socio-ecological governance system in which customary norms and moral authority regulate forest access without reliance on formal enforcement. Second, the system incorporates social protection by prioritizing access for widows and economically vulnerable women, demonstrating that ecological conservation and social equity are mutually reinforcing within indigenous governance structures. Spiritual beliefs associated with ancestral guardianship further strengthen community compliance and long-term forest stewardship. These findings contribute empirically to discussions on community-based conservation and environmental humanities. From a policy perspective, the study underscores the importance of recognizing and strengthening customary institutions in developing culturally responsive and socially inclusive forest conservation strategies in Indonesia.