Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Modul Pembelajaran Projek Cerita Rakyat Lokal untuk Peningkatan Keterampilan Menulis Sastra di SMAN 1 Lalolae Kadirun; Alu, La; Sarmadan, Sarmadan; Wayan Pageyasa
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.81

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran berbasis projek yang memanfaatkan cerita rakyat lokal sebagai sarana meningkatkan keterampilan menulis sastra siswa SMAN 1 Lalolae. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan: persiapan, pengembangan modul, pelatihan dan implementasi, serta evaluasi. Modul yang dihasilkan berisi panduan guru, lembar kerja siswa, contoh cerita rakyat daerah, dan rubrik penilaian, disajikan dalam format cetak dan digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan menulis sastra siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 65 pada pre-test menjadi 82 pada post-test. Siswa mampu mengembangkan alur, tokoh, dan gaya bahasa dengan lebih kreatif, sekaligus mendokumentasikan ulang cerita rakyat dalam bentuk cerpen, puisi, dan naskah drama. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran budaya lokal, karena siswa mengenal kembali warisan sastra lisan daerahnya. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Project Based Learning yang dipadukan dengan kearifan lokal efektif meningkatkan kompetensi menulis dan pelestarian budaya. Program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai model inovatif pembelajaran sastra yang kontekstual dan menyenangkan, sekaligus memperkuat profil pelajar Pancasila
The Sacred Widow’s Forest: Indigenous Values and Socio-Ecological Governance of Kaombo Ohusii in Takimpo Village Harnia, Sitti; Sarmadan, Sarmadan
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.v4i4.851

Abstract

This study examines how indigenous communities in Takimpo Village, Buton Regency, sustain forest conservation through a local wisdom–based management system known as Kaombo Ohusii (Widow Forest). Using a qualitative ethnographic approach, the study explores how cultural values, indigenous institutions, and spiritual beliefs operate collectively as governance mechanisms in forest management. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with customary leaders and community members, and documentation of indigenous practices related to Kaombo management. The analysis followed the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing.  The findings reveal two main patterns. First, Kaombo Ohusii functions as an integrated socio-ecological governance system in which customary norms and moral authority regulate forest access without reliance on formal enforcement. Second, the system incorporates social protection by prioritizing access for widows and economically vulnerable women, demonstrating that ecological conservation and social equity are mutually reinforcing within indigenous governance structures. Spiritual beliefs associated with ancestral guardianship further strengthen community compliance and long-term forest stewardship. These findings contribute empirically to discussions on community-based conservation and environmental humanities. From a policy perspective, the study underscores the importance of recognizing and strengthening customary institutions in developing culturally responsive and socially inclusive forest conservation strategies in Indonesia.