Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

BENTUK-BENTUK INTRAKSI SOSIAL PEKERJA SOSIAL DENGAN LANSIA DI SENTRA MEOHAI KENDARI Sustira, Yuput; Bauto, La Ode Monto; Sarmadan, Sarmadan
Welvaart : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v4i2.45311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami Bentuk-Bentuk Interkasi Sosial Pekerja Sosial Dengan Lansia di Sentra Meohai Kendari beserta hambatan yang dihadapi oleh pekerja sosial dalam berinteraksi dengan lanjut usia di Sentra Meohai Kendari. Metode penelitian yang digunakan peneltian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawanvara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pekerja sosial dan lansia yang ada di Sentra Meohai Kendari. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi yang terjalin antara pekerja sosial dan lansia yang ada disentra meohai kendari yaitu berupa kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan konflik. Adapun kendala yang di hadapi oleh pekerja sosial dalam berinteraksi dengan lansia yaitu kondisi fisik dan psikologis lansia, semantik, dan lansia yang memiliki emosi yang tidak stabil Kata Kunci: Interaksi Sosial, Pekerja Sosial, Lanjut Usia
Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Akibat Perkembangan Industri Pariwisata Marina Togo Mowondu” (Studi di Kelurahan Wanci Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi) Rahmawati, Reni; Arsyad, Muhammad; Sarmadan, Sarmadan
Gemeinschaft Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i2.39168

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Akibat Perkembangan Industri Pariwisata Marina Togo Mowondu Dan Juga Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Akibat Perkembangan Industri Pariwisata Marina Togo Mowondu di Kelurahan Wanci Kecamatan Wangi-Wangi Kabupate Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Wanci mengalami proses perubahan sosial yakni difusi, akutrurasi, dan juga Akomodasi. Selain itu terdapat pula bentuk-bentuk perubahan sosial pada Masyarakat lokal di Kelurahan Wanci yaitu antara lain, 1). Terjadinya perubahan kecil dalam masyarakat lokal di kelurahan Wanci. Adapun bentuk perubahan yang terjadi adalah perubahan gaya hidup meliputi perubahan cara berpakain, bahasa/dialeg, serta perubahan atau perkembangan teknologi; 2). Terjadinya perubahan jumlah penduduk di Kelurahan Wanci, hal tersebut terjadi karena banyaknya peluang membuka usaha dan juga factor-faktor internal lainnya seperti pernikahan dan juga Pendidikan; 3). Masyarakat lokal Kelurahan Wanci mengalami perubahan partisipasi tingkat Pendidikan, dimana dahulu masyarakat Kelurahan Wanci dominan lulusan SMA bahkan SD namun sekarang sudah banyak yang menempuh Pendidikan hingga sarjana bahkan ada beberapa yang sampai ke jenjang S2 atau pasca sarjana
POLA INTERAKSI SOSIAL PEDAGANG DAN PEMBELI PADA PASAR TRADISIONAL KAMONI (Studi di Desa Madodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna) Adiguna, Rahmat; Bauto, La Ode Monto; Sarmadan, Sarmadan
Gemeinschaft Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v6i1.47527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Interaksi Sosial Pedagang dan Pembeli Pada Pasar Tradisioanl Kamoni di Desa Madodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Informan dari penelitian ini adalah Kepala Desa, 2 orang Pengelolah Pasar, 5 orang pedagang dan 5 orang pembeli. Adapun metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola Interaksi Sosial Pedagang dan Pembeli Pada Pasar Tradisioanl Kamoni di Desa Madodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna yakni dapat dilihat dari 1) pola interaksi sosial asosiatif yaitu kerja sama, asimilasi dan akomodasi 2) pola interaksi sosial disosiatif yaitu persaingan, konflik 3) faktor-faktor mempengaruhi interaksi sosial yaitu usia dan penampilan fisik. Dari ketiga pola interaksi sosial tersebut tentu sangat berpengaruh bagi pedagang dan pembeli.
KEBERAGAMAN ETNIS DAN POTESI KONFLIK DI KOTA KENDARI Jabar, Aryuni Salpiana; Tunda, Amin; Sarmadan, Sarmadan; Tawulo, Megawati Asrul; Yusuf, Bakri; Azizah, lutfiana Nur; Fahrun, Ghery Safitra; Kusuma, Nada; Djayadisastra, Yoenita
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/well-being.v4i2.47132

Abstract

This research aims to reveal two things; (1) How various ethnicities are distributed in Kendari City and (2) How much influence ethnic diversity has on the potential for conflict in the Kendari City area. For this purpose, the type of research used is qualitative research using an exploratory approach and also assisted by quantitative data. The results of the research show that several areas can now be easily identified based on ethnicity, for example Butung Village which is inhabited by groups from the Buton tribe. The Gunung Jati area, which is also the name of the Gunung Jati sub-district in Kendari District, is inhabited by groups from the Muna tribe. The Torette family is a family group from Wawonii Island. The Totette family was identified as initially living in the Kemaraya area. The Bugis/Makassar ethnic group in Kendari City originally lived in Kasilampe, Bungkutoko Island to Mata, Bugis Village in Anduonohu and partly in the Sodoha part of Kendari Old City. Several other ethnic groups live in groups, for example the Toraja who originally inhabited the Jalan Mekar area in Kadia District as this group was in Mandonga (lorong Bulog). The Moronene ethnic group from Bombana Regency inhabits the Puuwatu area and Lorong Benteng in Kadia District. In particular, Tolaki ethnic settlements in Kendari City are spread across various areas of Kendari City. Ethnic diversity makes inter-ethnic conflict inevitable. Although various things can trigger conflict, conflict can lead to ethnic conflict, as has occurred in the city of Kendari.
BENTUK INTERVENSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI SISWA BERMASALAH (Studi SMA Negeri 2 Kulisusu Kabupaten Buton Utara) Rahmat, Aris; Supiyah, Ratna; Sarmadan, Sarmadan
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/well-being.v4i2.43347

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab Siswa Bermasalah di Sekolah SMA Negeri 2 Kulisusu Kabupaten Buton Utara dan untuk mengetahui Bentuk Intervensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam menangani Siswa Bermasalah di SMA Negeri 2 Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan 21 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab siswa bermaslah di sekolah adalah di sebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang berkaitan dengan pribadi, dalam faktor yang berkaitan dengan pribadi ada beberapa jenis diantaranya:(1) sifat malas yang dimiliki oleh Siswa (2) sifat marah dan (3) kesengajaan dari tindakan yang dilakukan. Faktor eksternal yaitu (1) faktor yang berkaitan dengan keluarga (2) faktor yang berkaitan dengan sekolah dan (3) faktor yang berkaitan dengan lingkungan sosial. Bentuk intervensi guru bimbingan konseling dalam menangani siswa yang bermasalah yaitu (1) konseling individu (2) konseling kelompok. (3) Bimbingan kelompok (4) konsultasi dan (5) Keberfungsian Sosial Siswa. Dalam konseling individu yang dilakukan oleh Guru BK yaitu Guru BK melakukan wawancara dengan siswa bermasalah untuk mengetahui faktor penyebab siswa melakukan kesalahan di sekolah dan memberikan motivasi kepada siswa yang bermasalah. Untuk konseling kelompok yaitu Guru BK mengumpulkan siswa yang bermasalah kemudian di berikan pengarahan dan sangsi dari masalah yang dilakukannya. Bimbingan kelompok dengan menghadirkan orang tua siswa di sekolah kemudia di berikan pengarahan kepada siswa yang bermasalah secara berkelompok baik dari kepala sekolah, wsli kelas, guru bimbingan dan konseling dan orang tua siswa. Konsultasi yang dilakukan dengan cara memberitahu terlebih dahulu kepada siswa terkait aturan tata tertib sekolah agar mereka tidak melakukan pelanggara di sekolah. Dan Keberfungsian Sosial Siswa melihat bagaimana siswa yang telah di berikan konseling apakah sudah menjalankan fungsinya sebagai seorang siswa sesuai dengan statusnya seorang siswa atau belum dan melihat bagaimana perubahan siswa yang bermasalah setelah di konseling.
Kasus Argumen Inti Verba Bahasa Muna di Sulawesi Tenggara Alu, La; Sarmadan, Sarmadan
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 11 No. 1 (2023): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2023.vol11(1).13101

Abstract

The Muna language serves as both a social language and a means of communication within the Muna sociocultural area, actively used and mastered by its speakers. The objective of this study is to uncover linguistic facts, specifically those related to the core argument cases of verbs in the Muna language. The research employs a descriptive method aimed at providing an accurate description of the data, characteristics, and relationships of the phenomena under investigation. The research findings reveal various verb core argument cases in the Muna language, including: (a) Stative verb core argument cases, which encompass (i) basic stative verb core argument cases, (ii) stative experiential verb core argument cases, (iii) stative verb core argument cases involving ownership, and (iv) core argument cases of locative stative verbs. (b) Core argument cases for process verbs, which consist of (i) basic process verb core argument cases, (ii) process experience verb core argument cases, (iii) process verb core argument cases involving ownership, and (iv) core argument cases of locative process verbs. (c) Action verb core argument cases, which include (i) basic action verb core argument cases, (ii) action experience verb core argument cases, (iii) action verb core argument cases involving possession, and (iv) core argument cases of locative action verbs.
Local Wisdom in Primary School Students' Directive Speech Acts Halil, Nur Ihsan; Nasir, Agus; Yawan, Hendri; Sarmadan, Sarmadan
MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Vol 4 No 3 (2023): September
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/mediasi.v4i3.828

Abstract

This research aims to investigate the directive speech acts in students’ communication of elementary schools as a form of local wisdom in the educational setting of Kolaka Regency. The interractive model proposed by Miles and Huberman was employed to analyse the data which consists of data reduction, data presentation, and a conclusion. The findings show that there are two types of directive speech atc performed by elementary school students which are 1) the speech act of commanding, and 2) the speech act of begging.  Both forms of directive speech acts are affected by the cultural context which can be found in the form of clitics. The clitics are related to the local wisdom of the elementary students’ communication in Kolaka Regency in the forms, such as -ko, –mi  and -na,  as uttered in the form of lihatko, ayomi, pindahko, biarmi, siniko, jemputna
MANAJEMEN PENELUSURAN POTENSI WISATA PESISIR DI DESA TAPULAGA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Tawai, Adrian; Sarmadan, Sarmadan; Asrul Tawulo, Megawati; Yusuf, Bakri; Tuwu, Darmin; Arsyad, Muhammad
....-....
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community-based tourism relies on the community as its main component, and the community plays an important role in developing local tourism with the aim of developing local potential related to natural, socio-cultural, and economic conditions. Coastal tourism in Soropia District, Konawe Regency, has not yet reached an optimal level of progress, so it has no impact on increasing people's income in the area. Human resources are an important element in tourism communication, especially in terms of tourism activities related to community care and community welfare. Three main components determine community participation in tourism: the opportunities given to the community to participate in tourism, the community's desire to participate in tourism development, and the community's ability to participate in tourism progress. The solution offered is to inform the community and increase their awareness about the benefits of coastal tourism in Tapulaga Village. Main contribution to the target audience: Increasing understanding of maritime tourism development management by village officials, tourism business actors, tourism workers, and local communities in the coastal area of Soropia District, Konawe Regency
EXPLORING EDUCATIONAL PATHS: UNVEILING CONTRASTS BETWEEN INDONESIA’S CURRICULUM AND HONG KONG’S CURRICULUM Yawan, Hendri; Furqan, Al; Karman, Karman; Sarmadan, Sarmadan; Reskiawan, Bimas
IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Vol 7, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijiet.v7i2.6443

Abstract

This study aims to conduct a comparative analysis of the development of Indonesia's curriculum and Hong Kong's curriculum, with a focus on identifying the underlying philosophical values and influences embedded in both educational systems. The research also explores the implications of these curricula on various stakeholders involved in their development and implementation. To achieve these objectives, a synthesis research approach was employed, analyzing a combination of empirical and conceptual papers to draw robust conclusions. The study yielded four key findings that shed light on public opinions, philosophy, goals, and implications of the curricula. Firstly, both the Indonesian curriculum and the Hong Kong curriculum received predominantly positive responses from stakeholders, with minor complaints reported through official surveys. Secondly, the philosophical foundation of the Indonesian curriculum centers around social justice, while the Hong Kong curriculum places a strong emphasis on diversity and inclusivity. Furthermore, both curricula have implicit purposes that can be inferred from the range of topics covered in the respective curriculum guidebooks. Finally, the implementation of these curricula has led stakeholders in each country to issue policies aimed at consolidating their influence. In Hongkong, the promotion of the Chinese-based course serves to strengthen China's power in the field of English education. Conversely, in Indonesia, efforts have been made to preserve the Indonesian language by removing the English subject at the primary level and reducing the time allocation for English in secondary education. This study contributes to a deeper understanding of the development and influences of curricula in Indonesia and Hong Kong, providing valuable insights for policymakers, educators, and researchers.
Eksistensi Lapak Baca Kolaka Dalam Meningkatkan Literasi Generasi Muda Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045 Ningsih, Anggreani; Ashari, Renita; Baharuddin, Zubair; Azizah, Nur; Herawati, Herawati; Sarmadan, Sarmadan; Arliwan, Disa; Haeniah, Nurul; Jumriah, Jumriah
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.67

Abstract

Pada saat kita berusaha mengukir masa depan yang lebih cerah, krisis literasi muncul sebagai tantangan yang mendalam. Salah satu cerita inspiratif yang kami temui adalah kisah Lapak Baca Jalanan Kolaka di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka adalah komunitas yang berdedikasi untuk meningkatkan minat baca generasi muda di wilayah mereka. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi Lapak Baca Kolaka dalam menyediakan sarana bacaan untuk meningkatkan literasi atau minat baca generasi muda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan analisis naratif dan analisis konten. Dengan menyediakan akses mudah dan fleksibel, berbagai jenis buku, tempat yang nyaman, pameran lukisan dan pentas seni budaya dan sastra, maka apa yang telah mereka lakukan dapat mendorong budaya membaca, membantu meningkatkan literasi dan wawasan generasi muda, sehingga SDM khususnya di wilayah Kolaka dapat meningkat sebagai bagian integral untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.